logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Razia Di Pelabuhan Pomako, 206 Liter Sopi Diamankan dan Akan Dimusnahkan Papuanewsonline.com, Timika – Gabungan petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako dan KPLP Syahbandar berhasil mengamankan ratusan liter minuman keras (miras) jenis sopi lokal saat melakukan pengamanan dan razia kedatangan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 32. Operasi yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) mulai pukul 02.00 WIT hingga 05.30 WIT ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Fits Gerald M. Nanlohy.Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari 6 personel polisi dan 3 personel KPLP melakukan pemeriksaan ketat terhadap penumpang serta barang bawaan. Berdasarkan hasil pengecekan, petugas berhasil menemukan dan menyita total 206 liter miras yang disembunyikan dalam berbagai wadah. Rinciannya meliputi 1 jerigen 20 liter, 7 jerigen 5 liter, dan 236 botol plastik ukuran 600 ml. Barang bukti tersebut diduga sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya saat menyadari kehadiran aparat.“Seluruh barang bukti tersebut kami amankan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako untuk selanjutnya dilakukan proses pemusnahan,” ujar Iptu Nanlohy. Ia menegaskan bahwa razia ini merupakan langkah rutin dan komitmen Polres Mimika untuk mencegah masuk serta beredarnya miras ilegal di wilayah Kabupaten Mimika melalui jalur laut. Upaya ini dilakukan sebagai tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas dan menjaga ketertiban umum.Selama operasi berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tercatat sebanyak 62 penumpang turun dan 59 penumpang naik dari kapal KM Sabuk Nusantara 32. Setelah selesai proses pemeriksaan dan kepulangan penumpang, kapal tersebut kemudian bertolak meninggalkan Dermaga Pomako menuju Pelabuhan Dobo dan Pelabuhan Saumlaki sesuai jadwal perjalanan yang telah ditentukan. Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 21:38 WIT
Stok LPG Timika Diatur, Pembelian Dibatasi 1 Tabung Per Keluarga Papuanewsonline.com, Timika – Isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi keluhan warga di Kabupaten Mimika. Beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat memadati agen penjualan, seperti di PT Mitra Indimatam di Nawaripi, untuk mendapatkan pasokan tabung gas. Antrean panjang terjadi lantaran adanya kebijakan pembatasan pembelian yang diterapkan guna menjaga ketersediaan stok agar tidak habis secara mendadak. (6/4/2026)Owner PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa permintaan pasokan sudah dikirim ke Makassar seperti biasa. Namun, saat ini diberlakukan aturan pembelian maksimal satu tabung per rumah tangga. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik penimbunan dan penjualan kembali dengan harga selangit oleh oknum tertentu."Sebenarnya stok tidak kosong, hanya sedang diatur distribusinya sambil menunggu suplai baru tiba," ujarnya.Menanggapi hal ini, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, memastikan bahwa pembatasan ini bertujuan agar stok tidak kosong total. Saat ini, hanya PT Mitra Indimatam yang aktif melayani dengan sisa stok sekitar 2.000 tabung 5,5 kg dan 1.000 tabung 12 kg yang diperkirakan cukup untuk 5-6 hari ke depan dengan sistem penjualan teratur.Ke depan, distribusi LPG direncanakan akan dioptimalkan melalui suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Regional Papua Maluku. Skema baru ini diharapkan mempersingkat rantai distribusi. Pihaknya saat ini masih mengkoordinasikan teknis dan harga jual bersama pemerintah daerah, serta menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal kenaikan harga.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 21:34 WIT
Polisi Amankan Distribusi BBM Ke Pegunungan, Atasi Krisis Listrik Dogiyai, Deiyai, Dan Paniai Papuanewsonline.com, Papua Tengah – Aparat kepolisian melaksanakan pengawalan ketat terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) menuju tiga kabupaten di wilayah pegunungan, yakni Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Langkah ini diambil sebagai respons atas krisis listrik yang terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Pengawalan dilakukan mulai Sabtu malam pukul 21.00 WIT hingga Minggu pagi pukul 07.05 WIT. (05/4/2026)Kegiatan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kapolres Dogiyai, AKBP Dennis A. Putra, bersama sejumlah pejabat dan personel kepolisian. Rombongan penyalur BBM harus menempuh perjalanan lintas kabupaten dengan medan yang cukup berat dan menantang. Meskipun demikian, seluruh personel tetap siaga penuh demi memastikan keamanan armada hingga sampai ke tujuan dengan selamat.Diketahui, ketiga kabupaten tersebut sebelumnya mengalami kekurangan pasokan listrik yang cukup signifikan akibat terhambatnya distribusi BBM. Kondisi ini berdampak langsung pada terganggunya berbagai aktivitas warga dan pelayanan publik. Dengan adanya pengawalan ini, diharapkan pasokan energi dapat segera terisi kembali sehingga layanan listrik dapat beroperasi normal.Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen aparat keamanan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta menjaga stabilitas di wilayah pegunungan Papua Tengah. Kehadiran polisi di jalur distribusi memastikan bantuan energi ini tepat sasaran dan dapat segera dinikmati oleh masyarakat yang sedang membutuhkan. Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 10:51 WIT
Isu Perselingkuhan ASN Timika Mencuat, Bupati Johannes Rettob Peringatkan Sanksi Tegas Papuanewsonline.com, Timika – Isu perselingkuhan yang melibatkan kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan masyarakat luas. Menanggapi hal tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob, memberikan peringatan keras kepada seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerahnya. Ia meminta para abdi negara untuk senantiasa menjaga martabat dan etika profesi sebagai pelayan masyarakat."Kita saat ini melihat banyak berita yang beredar di mana-mana, secara khusus di Timika, mengenai kasus-kasus perselingkuhan di antara Pegawai Negeri," ujarnya. (05/4/2026) Bupati menegaskan bahwa pihaknya terus memantau berbagai pemberitaan dan rumor yang beredar di tengah masyarakat, dan tidak akan tinggal diam jika isu tersebut terbukti kebenarannya.Johannes Rettob menekankan bahwa setiap pelanggaran disiplin, termasuk masalah moral dan perselingkuhan, akan ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku bagi ASN. "Apabila kita tahu dan terbukti, kita akan lakukan sanksi sesuai dengan aturan ASN. Itu saja," tegasnya dengan tegas. Peringatan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah sangat serius dalam menjaga integritas dan citra birokrasi di mata publik.Meski telah mendengar berbagai informasi tersebut, Bupati mengaku saat ini masih mendalami dan mencari tahu kebenaran dari laporan-laporan yang beredar. "Saya belum tahu pasti (identitasnya). Kalau saya tahu, saya akan bertindak," pungkasnya. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan verifikasi data untuk memastikan fakta di balik isu yang berkembang sebelum mengambil langkah hukum dan administrasi lebih lanjut.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 10:48 WIT
Himtak BKMT Mimika Gelar Pengajian Gabungan: Bersihkan Hati Dan Gerakkan Inovasi Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Majelis Taklim Kerukunan (Himtak) BKMT Kabupaten Mimika menggelar pengajian akbar yang dirangkaikan dengan halal bihalal pada Minggu (05/04/26). Kegiatan ini mengusung tema "Bersihkan Hati, Kuatkan Silaturahmi, dan Bergerak Bersama dalam Karya dan Inovasi" sebagai momentum mempererat ukhuwah pascakekberan Idul Fitri.Acara yang dihadiri oleh ratusan jamaah ini menghadirkan tausiyah dari Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, S.E. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan suasana Syawal guna memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Himtak BKMT, Hj. Farida, S.KM., M.Kes, dan Ketua BKMT Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani.Hj. Farida dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengajian gabungan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Saat ini Himtak menaungi sebanyak 27 majelis taklim aktif di Mimika. "Kegiatan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan antar majelis. Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat," ujarnya.Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah fasilitasi medical check-up (MCU) bagi tokoh agama dan anggota. Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai latar belakang suku dan budaya, Himtak diharapkan terus menjadi motor penggerak persatuan dan kepedulian sosial. "Kami ingin organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menciptakan dampak positif nyata bagi masyarakat luas," pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 10:43 WIT
28 Penumpang Selamat Tiba di Pomako, Operasi SAR Ditutup Setelah Bantuan BBM dari Keluarga Papuanewsonline.com, Timika – Kabar melegakan akhirnya datang dari perairan Pasir Hitam setelah dua kapal yang sebelumnya dilaporkan mengalami kehabisan bahan bakar minyak (BBM) berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Pomako, Timika, pada Minggu pagi (05/04/2026). Sebanyak 28 penumpang dipastikan selamat, mengakhiri kekhawatiran keluarga dan masyarakat yang sejak awal terus memantau perkembangan situasi.Insiden ini sempat memicu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara intensif oleh tim gabungan, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah perairan yang cukup luas dan berpotensi membahayakan keselamatan para penumpang.Menurut keterangan pelapor, Yosep Witayau, kedua kapal akhirnya dapat melanjutkan pelayaran setelah mendapatkan bantuan suplai BBM dari pihak keluarga yang turun langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian.“Menurut keterangan pelapor, Yosep Witayau, kedua kapal tersebut dapat melanjutkan pelayaran setelah mendapatkan bantuan suplai BBM dari pihak keluarga yang turun melakukan pencarian di lokasi kejadian.”Speed boat yang mengangkut delapan penumpang menjadi kapal pertama yang berhasil tiba di Pelabuhan Pomako. Kapal tersebut dilaporkan merapat sekitar pukul 00.00 WIT atau tengah malam.Sementara itu, long boat yang membawa 20 penumpang lainnya menyusul beberapa jam kemudian dan tiba dengan selamat sekitar pukul 09.00 WIT pada Minggu pagi.“Speed boat yang membawa 8 penumpang dilaporkan tiba lebih dahulu sekitar pukul 00.00 dini hari, sedangkan long boat dengan 20 penumpang lainnya menyusul dan tiba dengan selamat pada pukul 09.00 pagi.”Dengan telah dipastikannya keselamatan seluruh penumpang, operasi SAR yang sebelumnya digelar resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur tim gabungan yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.“Dengan dikonfirmasikannya keselamatan seluruh orang di atas kapal, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang digelar secara intensif resmi ditutup.”Pihak berwenang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, aparat gabungan, serta keluarga korban yang ikut berperan aktif dalam pencarian dan bantuan logistik di lapangan.Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna transportasi laut, khususnya terkait kesiapan logistik dan kecukupan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan di wilayah perairan Mimika yang memiliki jalur pelayaran cukup panjang.“Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan keselamatan pelayaran, khususnya terkait kesiapan logistik dan bahan bakar sebelum berlayar di wilayah perairan yang cukup luas.”Selain itu, daftar nama seluruh penumpang yang selamat telah diterima lengkap oleh pihak berwenang, memastikan tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang masih dinyatakan hilang dalam insiden tersebut.“Daftar nama penumpang yang selamat telah diterima lengkap oleh pihak berwenang, memastikan tidak ada satu pun jiwa yang hilang dalam insiden ini.” Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 10:40 WIT
Suara Anak Adat Menguat, Polemik DPD RI dan MRP Papua Soroti Marwah Orang Asli Papua Papuanewsonline.com, Timika - Polemik yang berkembang antara anggota DPD RI Paul Vinsen Mayor dan unsur MRP Papua, Agustinus Anggaibak, terus menjadi perhatian publik. Perdebatan tersebut dinilai bukan sekadar perbedaan pandangan politik, melainkan mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara representasi formal negara dan suara kultural masyarakat adat di Tanah Papua.Sorotan itu juga datang dari anak adat Amungme asal Timika, Esau DolaME, yang menilai bahwa persoalan ini menyangkut marwah Orang Asli Papua (OAP) dan tidak boleh dipandang sebagai perdebatan biasa di ruang politik.Dalam pandangannya, MRP Papua memiliki posisi yang sangat strategis karena dibentuk sebagai representasi kultural masyarakat adat, sekaligus penjaga nilai, identitas, dan hak-hak dasar Orang Asli Papua.“Ini adalah cerminan dari tarik-menarik kepentingan antara representasi politik formal dengan representasi kultural dan adat yang hidup di tanah Papua,” ujarnya.Esau menegaskan bahwa keberpihakan dalam polemik ini harus jelas. Menurutnya, suara adat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik semata, terlebih jika menyangkut hak-hak masyarakat asli yang selama ini hidup dan tumbuh bersama tanah adatnya.“Sebagai anak adat Amungme dari Timika, saya, Esau DolaME, melihat bahwa posisi dan keberpihakan harus jelas: suara adat tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik semata.”Ia menilai, apa yang disampaikan Agustinus Anggaibak lebih mencerminkan kegelisahan masyarakat akar rumput. Aspirasi yang disuarakan dinilai lahir dari realitas yang dihadapi masyarakat adat, bukan semata-mata kepentingan elit atau perebutan pengaruh.“Dalam konteks ini, apa yang disampaikan oleh Agustinus Anggaibak lebih mencerminkan kegelisahan dan aspirasi masyarakat akar rumput, bukan sekadar kepentingan elit.”Di sisi lain, Esau mengakui bahwa DPD RI sebagai lembaga negara memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional. Namun, ia menegaskan bahwa setiap sikap politik yang dianggap tidak sejalan dengan perlindungan Orang Asli Papua akan selalu memicu kritik dari masyarakat adat.“Namun, ketika suara yang muncul justru berseberangan dengan semangat perlindungan Orang Asli Papua, maka wajar jika muncul kritik dan penolakan dari masyarakat adat.”Menurutnya, bagi masyarakat Amungme, tanah bukan hanya aset ekonomi atau wilayah administratif, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan yang tidak terpisahkan.“Bagi kami, orang Amungme, tanah bukan sekadar aset—tanah adalah ibu.”Karena itu, ia menegaskan dukungannya terhadap suara yang dinilai membela kepentingan adat dan hak OAP.“Saya berdiri pada posisi yang jelas: mendukung Agustinus Anggaibak, karena yang diperjuangkan adalah marwah Orang Asli Papua, bukan sekadar posisi atau kekuasaan.”Esau berharap polemik ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan agar melihat Papua tidak hanya dari perspektif politik nasional, tetapi juga dari suara masyarakat adat yang hidup di atas tanahnya sendiri.“Papua tidak bisa hanya dilihat dari kacamata politik Jakarta, tetapi harus didengar dari suara tanahnya sendiri—suara adat, suara masyarakat, dan suara hati Orang Papua.”Ia menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa Papua membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mendengar suara rakyat, bukan hanya hadir dalam ruang-ruang wacana politik.“Papua butuh pemimpin yang mendengar, bukan sekadar berbicara.” (GF) 04 Apr 2026, 19:40 WIT
Pansus Bongkar Pelanggaran Ketenagakerjaan di PTFI, Pimpinan Perusahaan Terancam Sanksi Pidana Papuanewsonline.com, Timika - Panitia Khusus (Pansus) karyawan Moker PT FI, Privatisasi & Kontraktor menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus perselisihan Industrial dengan mengacu pada ketentuan hukum yang ada. Dalam proses pendalaman materi yang tengah berlangsung, Pansus menemukan adanya indikasi Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan."Regulasi hukum yang berlaku saat ini memungkinkan adanya sanksi pidana yang bersifat personal bagi pengambil keputusan di tingkat korporasi," kata Sekretaris Pansus Moker PT FI, Privatisasi & kontraktor, Yanpieterson Laly, pada media papuanewsonline,com. Rabu (4/4/2026).Pansus menyoroti praktik pemutusan PHK sepihak yang sering kali mengabaikan aturan perundang-undangan maupun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dalam Peristiwa Mogok kerja yang dilakukan. Jika dalam temuan Pansus terbukti adanya keterlibatan unsur pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan ilegal, maka sanksi pidana tidak lagi hanya menyasar entitas korporasi, melainkan melekat pada individu tersebut.Dari dua kali pertemuan yang telah dilakukan Pansus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) baik oleh Pekerja Freeport dan Pekerja Privatisasi & kontraktor yang melaksanakan Mogok Kerja sejak Tahun 2017, terdapat adanya laporan sementara yang terindikasi merupakan suatu rangkaian bukti yang mengarah kepada suatu Pelanggaran Pidana Ketenagakerjaan, salah satunya adalah Union Busting.Proses pendalaman materi Moker dipastikan masih terus berlanjut. Tim investigasi akan menyisir data & Fakta-Fakta Terkait Kelengkapan-kelengkapan Bukti pada permasalahan ini. Bulan ini, Pansus Moker akan melakukan langkah koordinasi ke Pihak Disnaker Provinsi Papua sebagai Tindak lanjut Kepengawasan Tenaga Kerja atas adanya laporan dugaan Pelanggaran Norma Ketenagakerjaan melalui Nota Periksa I."Tim investigasi akan terus bekerja untuk mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati," tambah Yanpieterson Laly. Penulis: Hend Editor: GF 04 Apr 2026, 19:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT