logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Ketua Dewan Adat Lemasa Tegaskan Hak Ulayat dan Tolak Klaim Sepihak atas Besi Tua di Areal Freeport Papuanewsonline.com, Timika – Bertempat di Honai Dewan Adat Lemasa, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah, Dewan Adat Lemasa bersama tokoh-tokoh adat Amungme menggelar pertemuan penting guna menyikapi berbagai persoalan adat dan hak ulayat masyarakat Amungme di wilayah operasional PT Freeport Indonesia. (13/05/26).Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat menegaskan penolakan terhadap klaim sepihak terkait pengelolaan besi tua di areal Freeport yang dinilai tidak melalui mekanisme adat dan tidak melibatkan seluruh pemilik hak ulayat secara sah.Ketua Dewan Adat Lemasa (Amungme Naisorey) Joel Beanal, menegaskan bahwa setiap keputusan yang menyangkut tanah adat, sumber daya, maupun aset yang berada di wilayah Amungsa harus dibicarakan bersama seluruh pemilik hak adat.“Kami menolak segala bentuk klaim sepihak yang mengatasnamakan masyarakat adat tanpa melalui musyawarah adat yang benar. Semua keputusan harus menghormati struktur adat dan hak masyarakat Amungme,” tegas Joel Beanal.Sementara itu, Wakil Ketua I Dewan Adat Lemasa (Amungme Naisorei) Domi Kum, menyampaikan bahwa masyarakat adat Amungme tetap menjaga persatuan dan meminta semua pihak menghormati keputusan adat yang lahir dari musyawarah bersama, demi keutuhan tatanan adat suku Amungme dari 11 wilayah amungsa.Dewan Kehormatan Anggota Pendiri Lemasa, Johanes Kasamol, juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah lembaga adat sebagai rumah bersama masyarakat Amungme.“Lemasa berdiri untuk menjaga kepentingan masyarakat Amungme. Jangan ada pihak yang menggunakan nama adat demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar Johanes Kasamol.Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Adat Lemasa sekaligus anak dari salah satu Tokoh besar pendiri Lemasa, Florentinus Beanal, menekankan bahwa kehadiran PT Freeport Indonesia selama ini telah memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat Papua, khususnya suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya.“Freeport ini sudah terlalu baik untuk masyarakat Papua, secara khusus Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan. Kehadiran Freeport memberikan dampak persahabatan dan manfaat yang luar biasa bagi kita semua,” ujar Florentinus Beanal.Ia juga mengajak seluruh masyarakat adat untuk tetap menjaga persatuan, stabilitas, dan hubungan baik yang telah terbangun selama ini demi masa depan generasi Amungme di Tanah Papua.Stafg Peleksana Lemasa Bidang Adat dan Budaya, Ruben Kum, yang juga bertindak sebagai Pelaksana Program Harian Lemasa, menyampaikan bahwa lembaga adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga budaya, nilai-nilai adat, persatuan masyarakat Amungme, serta menjaga kehormatan tanah adat di tengah berbagai persoalan yang terjadi.“Kami di Lemasa tetap berdiri menjaga adat dan budaya Amungme. Semua persoalan harus diselesaikan dengan menghormati aturan adat, musyawarah, dan kepentingan seluruh masyarakat pemilik hak ulayat. Lemasa hadir untuk menjaga persatuan masyarakat Amungme agar tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Ruben Kum.Ia juga menambahkan bahwa Lemasa akan terus menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat adat dan memperkuat koordinasi antarwilayah adat Amungme demi menjaga kehormatan masyarakat Amungsa dari Jigimugi sampai Mbumbram.Pertemuan tersebut turut dihadiri seluruh anggota Amungme Lemasa dari 11 wilayah Amungsa, mulai dari Jigimugi hingga Mbumbram. Kehadiran para anggota adat menunjukkan solidaritas dan komitmen bersama dalam menjaga hak-hak masyarakat Amungme.Melalui pertemuan ini, Dewan Adat Lemasa berharap seluruh pihak dapat menghormati mekanisme adat yang berlaku dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat Amungme.Para tokoh adat juga menegaskan pentingnya restu adat dan pengakuan terhadap eksistensi masyarakat asli, khususnya suku Amungme dan Kamoro, dalam setiap aktivitas ekonomi, investasi, maupun pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua. Menurut mereka, investor dan pemerintah wajib menghormati struktur adat yang telah berdiri sejak lama, seperti Lemasa dan Lemasko, sebagai representasi sah masyarakat pemilik hak ulayat.Dalam pernyataannya, para tokoh meminta negara dan seluruh pihak terkait untuk menghargai hak-hak masyarakat lokal tanpa membentuk lembaga-lembaga baru yang hanya melayani kepentingan kelompok tertentu demi keuntungan sepihak. Mereka menilai bahwa keberadaan lembaga adat asli merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial, budaya, dan hubungan kemitraan di wilayah adat Amungsa.Selain itu, Dewan Adat Lemasa juga mendorong adanya sinergi yang transparan dan terbuka antara pemerintah, PT Freeport Indonesia, dan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam. Kemitraan yang dibangun diharapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Papua, khususnya Amungme dan Kamoro.Lemasa sendiri merupakan lembaga kultur masyarakat Amungme yang berdiri sejak tahun 1994 dan dikenal sebagai salah satu lembaga adat pertama di Tanah Papua sebelum era reformasi serta sebelum lahirnya berbagai lembaga adat lainnya di Papua. Keberadaan Lemasa dinilai memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Amungme serta menjaga nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur.Para tokoh adat juga menyerukan persatuan seluruh masyarakat Amungme demi menjaga tanah adat, budaya, dan masa depan generasi penerus di Tanah Amungsa.Dalam dokumentasi kegiatan yang berlangsung di Honai Dewan Adat Lemasa tersebut, tampak para tokoh adat, pengurus Lemasa, serta masyarakat Amungme berkumpul bersama menyampaikan sikap adat secara terbuka dan damai. Pertemuan itu menjadi simbol persatuan masyarakat Amungme dalam menjaga hak ulayat, martabat adat, serta solidaritas antarwilayah Amungsa.Beberapa tokoh yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut terlihat memberikan penyampaian dan dukungan terhadap keputusan bersama Dewan Adat Lemasa. Suasana pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur Amungme.Seluruh peserta yang hadir juga menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas masyarakat adat serta mengedepankan dialog adat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat Amungme di wilayah Timika dan sekitarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Mei 2026, 13:28 WIT
Dewan Adat Mimika Soroti Pengangguran OAP, Vincent Oniyoma: Papua Bukan Tanah Kosong Papuanewsonline.com, Mimika — Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Vincent Oniyoma, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka pengangguran di Kabupaten Mimika, khususnya di kalangan Orang Asli Papua (OAP). Pernyataan itu disampaikan menyusul masih maraknya aksi protes para pencari kerja yang menuntut kejelasan kesempatan kerja di daerahnya sendiri.Dalam keterangannya, Vincent mempertanyakan efektivitas pelaksanaan Exhibition & Job Fair 2023 yang sebelumnya melibatkan sekitar 131 hingga 133 perusahaan. Menurutnya, kegiatan tersebut belum mampu menjadi solusi nyata untuk mengurangi angka pengangguran di Mimika.Ia menilai jumlah lowongan yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja yang hadir saat itu. Dari sekitar 4.000 hingga 8.000 pelamar, kuota yang disediakan hanya berkisar 400 hingga 500 orang. Sementara angka pengangguran di Mimika disebut mencapai lebih dari 6.000 hingga 14.000 jiwa.Dewan Adat juga menyoroti hasil pelatihan kerja yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal. Banyak peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat, namun tidak mendapatkan kepastian penempatan kerja."Kami harapkan setelah training harus disediakan lapangan pekerjaan. Bukan hanya jadikan kami sebagai objek training tapi setelah itu kami dapat sertifikat tidak tahu kami ini mau cari kerja kemana," tegas perwakilan pencaker dalam aspirasinya.Menurut Vincent, praktik pelatihan yang hanya berakhir pada pemberian sertifikat tanpa jaminan pekerjaan justru melukai harapan anak-anak daerah. Ia menyebut putra-putri Papua tidak boleh hanya dijadikan objek program pelatihan demi penyerapan dana Otsus maupun program CSR perusahaan.Selain itu, Dewan Adat mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 2023 yang mengatur kewajiban 80 persen tenaga kerja di perusahaan harus berasal dari Orang Asli Papua. Regulasi tersebut dinilai belum berjalan maksimal akibat lemahnya pengawasan dan minimnya sosialisasi kepada perusahaan.Vincent menegaskan prioritas pekerjaan harus diberikan kepada pencari kerja OAP, Labeti (Lahir Besar Timika), serta warga ber-KTP Mimika agar masyarakat lokal tidak terus menjadi penonton di tengah pesatnya aktivitas industri dan masuknya tenaga kerja dari luar daerah.Dewan Adat juga menyoroti sistem rekrutmen vendor dan sub-kontraktor PT Freeport Indonesia yang dinilai belum transparan dan masih menyulitkan akses masyarakat lokal. Sistem pendaftaran berbasis digital disebut menjadi hambatan tersendiri bagi pencari kerja yang terbatas akses internet maupun informasi.Menurut Vincent, perusahaan besar di Mimika perlu melakukan evaluasi total terhadap sistem perekrutan dan membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja lokal sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.“Papua bukan tanah kosong. Setiap jengkal tanah ini memiliki pemilik, dan pemiliknya kini sedang menganggur di depan pintu perusahaan-perusahaan besar,” tegas Vincent Oniyoma.Ia menambahkan, apabila dalam enam bulan ke depan tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun perusahaan untuk mengakomodasi tuntutan para pencari kerja lokal, maka Dewan Adat siap mendukung langkah masyarakat melakukan gerakan yang lebih besar demi memperjuangkan hak hidup dan harga diri di atas tanah sendiri. (GF) 14 Mei 2026, 13:22 WIT
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Rp10,27 Triliun, Negara Selamatkan 2,37 Juta Hektare Hutan Papuanewsonline.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10,27 triliun dan lahan kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare kepada negara dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat penertiban kawasan hutan serta menyelamatkan aset dan kekayaan negara yang selama ini dikuasai secara tidak semestinya. Pemerintah menilai upaya ini penting untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam nasional secara menyeluruh.Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat kini menuntut bukti nyata dari kerja pemerintah dalam memberantas praktik penyalahgunaan kekayaan negara dan penegakan hukum di sektor sumber daya alam.“Bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Bapak Presiden.Presiden mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan tahap keempat dari proses penyelamatan aset negara yang telah berjalan. Hingga saat ini, total nilai aset dan kekayaan negara yang berhasil diamankan disebut mencapai sekitar Rp40 triliun.Menurut Presiden Prabowo, hasil dari penyelamatan aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas pelayanan publik di seluruh Indonesia, termasuk renovasi sekolah serta perbaikan pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas.Pemerintah berharap pengembalian aset negara dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan bersama Kejaksaan Agung, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK yang dinilai berhasil bekerja sama mengamankan aset negara dalam jumlah besar.Ia menegaskan penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.Secara tegas, Presiden juga menyatakan pemerintah akan terus berjuang menghentikan praktik korupsi dan berbagai bentuk perampasan kekayaan negara yang merugikan masyarakat dan masa depan bangsa.Langkah penertiban kawasan hutan dan pengembalian aset ini dinilai menjadi momentum penting dalam menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum, transparansi pengelolaan sumber daya alam, dan penguatan tata kelola negara yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat. (GF) 13 Mei 2026, 23:41 WIT
Denon Prawiraatmadja Dorong ITS Indonesia Jadi Motor Urban Air Mobility Regional Papuanewsonline.com, Jakarta — Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mendorong Intelligent Transport System Indonesia (ITS Indonesia/ITSI) agar mengambil peran penting dalam pengembangan Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia maupun kawasan regional Asia Tenggara.Dorongan tersebut disampaikan dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang membahas masa depan transportasi dan pengembangan Urban Air Mobility bersama President ITS Indonesia, William P. Sabandar. Kegiatan itu turut dihadiri para pemangku kepentingan dari sektor transportasi, teknologi, regulator, hingga pelaku industri.Dalam forum tersebut, Denon menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama pengembangan ekosistem Urban Air Mobility di kawasan. Potensi itu didukung kondisi geografis Indonesia yang luas serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.“Dengan karakter geografis Indonesia dan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, peluang pengembangan Urban Air Mobility di Indonesia sebenarnya sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem yang terintegrasi dan siap berkembang dalam jangka panjang,” ujar Denon Prawiraatmadja.Menurutnya, ITS Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendorong integrasi sistem transportasi masa depan, termasuk pengembangan Urban Air Mobility sebagai bagian dari transformasi mobilitas nasional yang berbasis teknologi dan konektivitas.Denon menjelaskan konsep Intelligent Transport System yang dikembangkan ITS Indonesia dinilai sejalan dengan visi pengembangan Urban Air Mobility yang selama ini dibangun Whitesky Group. Ia menekankan pentingnya sistem transportasi yang saling terhubung agar pelayanan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan zaman.“ITS Indonesia sejalan dengan konsep Urban Air Mobility yang kami dorong selama ini. Ke depan, sistem transportasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling terhubung agar mobilitas masyarakat bisa lebih efisien dan adaptif,” ungkap Denon.Ia menilai pengembangan Urban Air Mobility bukan hanya berbicara mengenai moda transportasi udara perkotaan semata, tetapi juga tentang upaya menciptakan sistem mobilitas baru yang mampu menjawab tantangan urbanisasi, konektivitas antardaerah, dan efisiensi transportasi masa depan.Selain itu, Denon optimistis ITS Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu kekuatan penting dalam memenangkan pasar Urban Air Mobility di tingkat regional. Menurutnya, Indonesia memiliki kombinasi unik berupa pertumbuhan teknologi, kebutuhan mobilitas tinggi, dan kondisi geografis yang menjadi keunggulan kompetitif dibanding negara lain di kawasan.“Indonesia bukan hanya market, tetapi memiliki potensi untuk menjadi key player dalam industri transportasi masa depan di kawasan,” tambahnya.Lebih lanjut, Denon menegaskan ITS Indonesia bersama Whitesky Group dapat menjadi key enabler dalam membangun sistem transportasi masa depan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan. Forum FGD ini juga menjadi bagian dari langkah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem transportasi modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. (GF) 13 Mei 2026, 23:34 WIT
Kaesang Lantik Pengurus Baru, PSI Papua Barat Target Menang di 7 Kabupaten Papuanewsonline.com, Manokwari — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi melantik Wakil Bupati Pegunungan Arfak Andy Salabai sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Papua Barat periode 2025–2030. Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Papua Barat di Manokwari, Senin (4/5/2026).Momentum tersebut menjadi titik awal konsolidasi PSI Papua Barat untuk menghadapi Pemilu 2029. Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus baru langsung memasang target ambisius, yakni memenangkan kontestasi politik di tujuh kabupaten dan tingkat provinsi Papua Barat.Usai dilantik, Andy Salabai menegaskan kesiapan seluruh pengurus DPW dan DPD PSI di Papua Barat untuk membesarkan partai dan memperkuat basis dukungan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput."Saya bersama jajaran di DPW dan DPD Papua Barat siap membesarkan Partai Solidaritas Indonesia. Kami siap meraih kemenangan di Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) mendatang," katanya.Andy mengatakan PSI Papua Barat telah menyiapkan strategi politik dan penguatan struktur organisasi untuk mencapai target besar pada Pemilu 2029 mendatang. Menurutnya, PSI tidak hanya menargetkan peningkatan suara, tetapi juga ingin merebut posisi strategis di parlemen daerah."PSI akan merebut kursi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di sejumlah Kabupaten, serta merebut kursi pimpinan di DPRD Provinsi Papua Barat," imbuhnya.Ia juga menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga semangat perjuangan dan memperkuat soliditas partai hingga ke tingkat distrik dan kampung. Rakorwil PSI Papua Barat, kata Andy, harus menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal partai."Kami yakin, di 2029, PSI Papua Barat akan menang di tujuh kabupaten kota dan provinsi. Maka, saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk memperkuat akar rumput, segera selesaikan struktur hingga tingkat ranting, serta pastikan PSI ada di setiap distrik dan kampung," tandasnya.Sementara itu, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menyampaikan harapannya kepada pengurus baru DPW PSI Papua Barat agar mampu membangun kekuatan partai secara merata di seluruh wilayah Papua Barat."Saya meminta Ketua DPW menjalankan tugas dan tanggung jawab, mendirikan panji-panji PSI di seluruh Kabupaten se-Papua Barat serta membesarkan partai ke depan," ujarnya.Kaesang menegaskan PSI merupakan partai terbuka yang hadir bagi semua kalangan dengan mengedepankan semangat kerja nyata dan pembangunan dari daerah. Karena itu, seluruh kader diminta bergerak secara solid menghadapi Pemilu 2029.Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut, kekuatan partai sangat ditentukan oleh kesiapan struktur organisasi hingga level paling bawah. Ia meminta kader PSI segera membentuk kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan."Struktur akan menjadi senjata kita saat bertanding di Pemilu 2029. Kita semua tidak menginginkan apa yang telah terjadi di Pemilu 2024 kemarin, kembali terulang di Pemilu 2029," pesannya.Kaesang juga menekankan bahwa struktur organisasi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam membangun basis massa, menjalankan aktivitas politik praktis, hingga melakukan penggalangan suara di tingkat masyarakat paling bawah. "Kemudian, struktur ini berperan penting sebagai penggerak aktivitas politik praktis, penggalangan suara, hingga konsolidasi partai di tingkat paling dasar," tandasnya. (GF) 13 Mei 2026, 23:28 WIT
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry Alom.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 23:22 WIT
Polda Papua Tengah, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mimika Senilai Rp28 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah kini tengah mendalami kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika. Anggaran yang menjadi sorotan besar ini digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, di mana berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2025, tercatat ada dana sebesar Rp28 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, mengonfirmasi bahwa penyidikan masih berjalan intensif dan menjadi prioritas utama tim penyidik. “Proses pengumpulan bukti dan data pendukung masih terus dilakukan. Kami tidak bisa menentukan waktu selesai, namun butuh dukungan banyak pihak agar kasus ini terungkap terang-benderang. Nanti jika berkas sudah lengkap dan kuat, kami akan umumkan kepada publik,” ujarnya (13/5/2026). Nilai kerugian negara yang ditemukan dinilai sangat fantastis sehingga menjadi sorotan luas masyarakat.Sebagai respons atas temuan tersebut, KPU Mimika telah mengambil langkah internal dengan mengembalikan dana senilai Rp502,77 juta ke kas negara, yang merupakan bagian dari temuan audit BPK. Selain itu, melalui rapat pleno pada 20 Januari 2026, lima komisioner KPU Mimika juga telah merekomendasikan pemberhentian sementara Sekretaris dan Bendahara atas dugaan pelanggaran administrasi berat dan sikap tidak kooperatif dalam evaluasi anggaran. Rekomendasi ini telah dikirimkan ke Sekretariat Jenderal KPU RI melalui KPU Provinsi Papua Tengah.Diketahui, total dana hibah Pilkada 2024 yang digelontorkan Pemkab Mimika mencapai lebih dari Rp221 miliar. Rinciannya, KPU Mimika menerima Rp140,91 miliar, Bawaslu Rp36,40 miliar, Polres Mimika Rp27,45 miliar, serta Kodim 1710/Mimika sebesar Rp16,87 miliar.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 19:53 WIT
Minat Sertifikasi Tanah di Mimika Masih Rendah, Kantor Pertanahan: Kondisi Papua Berbeda dengan Jawa Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mimika, Yosep Simon Done, mengakui antusiasme masyarakat setempat dalam mengikuti program sertifikasi tanah masih jauh di bawah daerah lain, khususnya wilayah Pulau Jawa. Hal ini disampaikannya dalam wawancara di Aula Kantor Pertanahan Mimika (12/5/2026).Menurutnya, perbedaan budaya dan pemahaman membuat pendekatan pelayanan di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain; jika di Jawa warga berdatangan sendiri mengurus berkas, di sini petugas harus turun langsung ke lokasi, membantu pengurusan surat, hingga mendampingi proses pengukuran.Yosep juga menjelaskan adanya perubahan aturan yang membatasi pengulangan program di lokasi yang sudah pernah mendapat layanan. Pihaknya pun masih terus mengusulkan pengecualian kebijakan bagi wilayah Papua, mengingat kondisi geografis dan luas wilayah yang sangat besar. “Luas tanah di Mimika sangat luas, sementara kemampuan kami terbatas. Tahun ini misalnya baru bisa selesaikan sekitar 50 hektare, padahal masih banyak lahan yang belum tersentuh,” ujarnya. Kendala utama lainnya adalah rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya kepastian hukum hak milik tanah.Masih banyak warga yang bersikap acuh tak acuh karena belum paham manfaat memiliki sertifikat, sementara sebagian lainnya yang sudah mengerti justru sangat antusias dan aktif menyiapkan berkas.Agar proses berjalan lancar dan cepat, Yosep mengimbau masyarakat yang ingin mengurus sertifikasi untuk menyiapkan syarat utama: surat bukti kepemilikan, pemasangan patok batas tanah, serta membersihkan lokasi dari semak belukar. Dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, dan bukti pembayaran PBB juga wajib disiapkan agar administrasi tidak terhambat.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 19:47 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan dan Tumbuhan Cegah Penyebaran PMK Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, satwa liar, dan tanaman langka yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Tengah saat diwawancarai pada (13/05/2026).Anton mengungkapkan bahwa pihak karantina sempat menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dilengkapi dokumen resmi dan sertifikat kesehatan.“Beberapa waktu lalu kami menemukan adanya pemasukan hewan tanpa dokumen dan sertifikat kesehatan yang lengkap,” ujarnya.Menurutnya, pengawasan kini diperketat karena pemerintah tengah fokus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan ternak dan berdampak pada sektor peternakan.Selain pengawasan terhadap hewan ternak, pihak karantina juga melakukan pemantauan terhadap pemasukan dan pengeluaran ikan, tumbuhan, satwa liar, serta tanaman langka guna mencegah penyebaran hama, penyakit, maupun perdagangan ilegal.Anton menjelaskan, wilayah kerja pengawasan karantina Papua Tengah saat ini mencakup Kabupaten Mimika dan Nabire, dengan sejumlah titik pengawasan utama yang berada di pintu pemasukan dan pengeluaran barang maupun hewan.Beberapa titik pengawasan tersebut di antaranya Bandar Udara Mozes Kilangin, Pelabuhan Amamapare, serta Pelabuhan Poumako.Pihak karantina menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap pemasukan maupun pengeluaran hewan dan tumbuhan memenuhi ketentuan karantina yang berlaku. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 19:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT