Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Razia Terpadu di Pelabuhan Poumako, Aparat Gabungan Sita 230 Liter Sopi dari Kapal Penumpang
Papuanewsonline.com, Mimika — Aparat keamanan melakukan
razia minuman keras di Pelabuhan Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten
Mimika, Papua Tengah, pada Minggu malam, 18 Januari 2026. Dalam operasi
tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 230 liter minuman keras lokal
jenis sopi yang hendak masuk ke wilayah Mimika.Razia dilaksanakan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako,
Polres Mimika, saat kedatangan kapal penumpang KM Sirimau. Kegiatan ini
merupakan bagian dari upaya rutin kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan
ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi pintu masuk
utama arus penumpang dan barang.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa
razia dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur pengamanan.
Operasi ini melibatkan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Lanal Timika,
Babinsa Koramil Mapurujaya, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mimika.“Razia ini dilakukan untuk mencegah masuknya minuman keras
lokal jenis sopi ke wilayah Kabupaten Mimika,” kata Iptu Hempy.Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan kemasan
minuman keras lokal yang disembunyikan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Total
barang bukti yang diamankan mencapai 230 liter sopi dari beberapa daerah asal.Barang bukti tersebut terdiri dari 240 botol sedang ukuran
600 mililiter sopi moke asal Nusa Tenggara Timur, delapan jerigen ukuran lima
liter sopi asal Tual, 22 botol sedang ukuran 600 mililiter sopi Tual, serta 55
kantong plastik bening ukuran 600 mililiter berisi sopi Tual.Seluruh minuman keras yang diamankan langsung dibawa ke
Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako untuk proses pendataan dan pengamanan lebih
lanjut. Aparat memastikan seluruh barang bukti berada dalam pengawasan
kepolisian.Polres Mimika menegaskan bahwa penertiban peredaran minuman
keras ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di jalur masuk
laut, guna menekan potensi gangguan kamtibmas yang kerap dipicu oleh konsumsi
miras.Selanjutnya, seluruh barang bukti sopi tersebut akan
dimusnahkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku. Penulis: HendEditor: GF
19 Jan 2026, 20:45 WIT
IPW Desak Kapolda Papua Tengah Tindak Kasat Reskrim Mimika Pascarekomendasi Komnas HAM
Papuanewsonline.com, Jakarta — Indonesia Police Watch (IPW)
meminta Kapolda Papua Tengah dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri
segera melakukan pemeriksaan intensif terhadap Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP
Rian Oktaria. Pemeriksaan tersebut didorong agar yang bersangkutan dapat
disidangkan secara kode etik kepolisian.Permintaan ini disampaikan Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso,
menyikapi rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI terkait
dugaan intimidasi terhadap jurnalis media Papuanewsonline.com. IPW menilai
rekomendasi tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh pimpinan
kepolisian di Papua Tengah.“Merujuk pada hasil kajian Komnas HAM yang disampaikan
kepada instansi terkait, seperti LPSK dan Polda Papua, maka menurut IPW Kasat
Reskrim Polres Mimika harus diperiksa Propam secara mendalam dan dikenakan
sanksi pencopotan jabatan,” tegas Ketua IPW dalam keterangan tertulis yang
diterima media ini, Senin (19/1/2026).Sugeng menilai tindakan yang dilakukan Kasat Reskrim Polres
Mimika telah mencoreng nama baik institusi Polri. Ia menyoroti dugaan
intimidasi, perampasan telepon genggam jurnalis Papuanewsonline.com, serta
tindakan kekerasan verbal yang dinilainya bertentangan dengan ketentuan kode
etik kepolisian.“Tindakan intimidasi dan perampasan telepon genggam (HP)
jurnalis Papuanewsonline.com, serta kekerasan verbal dilarang menurut ketentuan
kode etik kepolisian, karena itu harus dicopot jabatannya dan disidang kode
etik,” jelasnya.IPW menegaskan bahwa setelah dilakukan pencopotan jabatan,
yang bersangkutan harus segera diajukan ke sidang kode etik Polri. Langkah ini
dinilai penting sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional sekaligus upaya
memulihkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.Sugeng juga menekankan bahwa Polri saat ini berada dalam
sorotan publik terkait kinerja penegakan hukum yang banyak mendapat keluhan
masyarakat. Oleh karena itu, setiap pelanggaran, khususnya yang berkaitan
dengan HAM dan kebebasan pers, harus ditangani secara terbuka dan tegas.“Tindakan Kasat Reskrim Polres Mimika menunjukkan satu sikap
kultural yang tidak menghormati HAM dan arogan,” sorot Ketua IPW.Di akhir pernyataannya, IPW kembali mengingatkan Kapolda
Papua Tengah agar tidak melindungi dugaan kejahatan yang dilakukan Kasat
Reskrim AKP Rian Oktaria beserta anggotanya, serta memastikan proses penegakan
kode etik berjalan sesuai aturan yang berlaku. (GF)
19 Jan 2026, 20:41 WIT
BMKG: Angin Kencang di Mimika Akan Terus Berlanjut Selama Satu Minggu Kedepan
Papuanewsoline.com, Mimika – Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa hari terakhir diperkirakan masih akan berlangsung. Forecaster BMKG Timika, Marsa Reza, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data terkini tentang pusat tekanan rendah, cuaca ekstrem ini diprediksi tetap bertahan sebelum akhirnya mulai melemah dan menghilang. "Angin kencang ini diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, bahkan diperkirakan bertahan selama satu minggu penuh," ungkapnya saat dihubungi. (18/1/26) Sebelumnya, pada Selasa kemarin, fenomena angin kencang mendadak telah melanda sejumlah distrik di Mimika, Provinsi Papua Tengah. Menurut pihak BMKG, kondisi ekstrem ini dipengaruhi oleh adanya bibit siklon 91W di utara Papua yang berinteraksi dengan angin baratan yang aktif. Bahkan, pihak BMKG sudah sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca pada tanggal 13 Januari 2026 pukul 22.58 WIT, terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mulai pukul 23.00 WIT.Wilayah yang menjadi target peringatan meliputi Distrik Mimika Baru, Kwamki Narama, Iwaka, Kuala Kencana, Mimika Timur, Mimika Tengah, Mimika Barat, Amar, serta sekitarnya. Kondisi ini bahkan berpotensi meluas ke Distrik Kuala Kencana, Mimika Timur Jauh, Tembagapura, dan wilayah sekitarnya. Dampak nyata dari angin kencang telah terasa di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan Kartini di mana pohon tumbang menimpa tiga petak indekos, serta kerusakan rumah terjadi di beberapa titik di Mimika.Marsa Reza mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak."Kita mohon kepada masyarakat untuk menjauhkan diri dari pohon besar, tiang listrik, atau objek lain yang berpotensi tumbang akibat angin kencang, agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan," pesannya. Penulis: JidEditor: GF
18 Jan 2026, 23:10 WIT
Rumah di Dekat Kampus Politeknik Amamapare Timika Terbakar, BPBD Berhasil Kendalikan Api
Papuanewsoline.com, Mimika – Kejadian kebakaran melanda sebuah rumah kosong di Jalan C Heatubun, tepatnya di lorong masuk Kampus 1 Politeknik Amamapare, Minggu sekitar pukul 17.39 WIT. Kepulan asap tebal yang disertai nyala api menjulang dari lantai dua bangunan tersebut membuat warga sekitar terpana dan berhamburan ke jalan raya sambil meminta bantuan darurat. Menurut keterangan warga setempat, bangunan yang terbakar telah lama tidak ditempati oleh pemiliknya.Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, “Rumah ini sudah hampir sepuluh tahun kosong. Pemiliknya sekarang tinggal di lorong belakang lokasi kejadian.” Ia juga menambahkan bahwa rumah tersebut tidak memiliki sambungan listrik aktif, sehingga penyebab pasti kebakaran hingga kini masih menjadi misteri. Api pertama kali muncul dari bagian lantai dua yang berbahan konstruksi papan, kemudian menyebabkan sebagian struktur runtuh dan jatuh ke lantai satu. Beruntung, respon cepat dari warga yang segera menghubungi pihak berwenang membuat tim pemadam kebakaran dapat tiba di lokasi dengan segera. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Agustina Rehaded, mengkonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani situasi. “Puji Tuhan, api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak berpeluang merambat ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.Penulis: JidEditor: GF
18 Jan 2026, 22:54 WIT
TNI Cari Senjata SS2V4 yang Hilang di Beoga, TPNPB Imbau Agar TNI tidak mengintimidasi warga
Papuanewsonline.com, Beoga - TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) mengimbau aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan intimidasi terhadap warga sipil di Beoga setelah satu unit senjata milik aparat militer hilang.Menurut laporan dari PIS TPNPB, senjata laras panjang milik aparat militer Indonesia yang bertugas di Pos TNI Milawak, Distrik Beoga, hilang pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar jam 11.00 siang. Aparat militer kemudian meminta warga sipil, tokoh agama, dan pemuda untuk berkumpul di halaman kantor Distrik Beoga untuk membahas kejadian tersebut."Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau kepada aparat militer Indonesia yang bertugas di Pos Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak untuk tidak melakukan interogasi dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak setelah hilangnya satu unit senjata laras panjang," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.Sebby Sambom juga menyatakan bahwa TPNPB masih menunggu laporan resmi dari pasukan TPNPB terkait hilangnya senjata tersebut." Kami tidak ingin ada tindakan represif yang dilakukan oleh aparat militer terhadap warga sipil di Beoga," tambah Sebby Sambom.Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Jan 2026, 21:08 WIT
TPNPB Bantah 18 Karyawan PT Freeport Disandera, Duga Satgas Habema Sebar Hoax
Papuanewsonline.com, Mimika - Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan siaran pers pada Jumat, 16 Januari 2026, membantah tuduhan bahwa 18 karyawan PT Freeport Indonesia disandera oleh TPNPB. Menurut TPNPB, Satgas Habema menyebarkan informasi palsu untuk meminta uang keamanan dan jabatan."Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB belum menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB yang berbasis di Mimika terkait penyenderaan 18 karyawan PT. Freeport Indonesia," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.TPNPB juga menuduh Satgas Habema melakukan propaganda dan bersaing dengan Satgas Damai Cartenz yang mendapatkan fasilitas dan jaminan dari negara. TPNPB meminta Koops Habema untuk mengungkapkan pelaku penyanderaan dan menghentikan propaganda di Tanah Papua.Sementara itu, Satgas TNI Koops Habema mengklaim telah mengevakuasi 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tanpa kontak senjata.Penulis: HendEditor: GF
17 Jan 2026, 20:57 WIT
Hadir di Timika, Film 'Maira Whisper From Papua' Dorong Papua menjadi inspirasi Indonesia
Papuanewsonline.com, Timika — Film Maira: Whisper From Papua
hadir lebih awal di Timika sebagai bagian dari rangkaian Road to 5 Februari.
Pemutaran khusus ini menjadi langkah awal sebelum film tersebut resmi tayang
secara nasional pada 5 Februari 2026.
Peluncuran film di Papua dilakukan sebagai bentuk
penghormatan terhadap tanah dan masyarakat adat yang menjadi inti cerita.
Sutradara film, Anggi Friska, menegaskan bahwa Papua tidak ditempatkan sebagai
sekadar latar, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki suara dan kekuatan
untuk menginspirasi Indonesia.
“Karena kami bikin film di Papua, kami juga ingin
menyebarkan ini di Papua duluan sebagai penghormatan bahwa Papua bukan cuma
sekedar objek, tapi dia adalah subjek yang ingin bersuara lebih besar lagi,”
ujar Anggi Friska saat diwawancarai di Timika, Jumat (16/1/2026).
Proses produksi Maira: Whisper From Papua memakan waktu
cukup panjang, terutama dalam menemukan cerita yang tepat. Ide film ini lahir
dari riset mendalam di Tanah Papua, di mana tim produksi banyak berinteraksi
dengan masyarakat adat, mempelajari kebiasaan, serta memahami relasi mereka
dengan alam dan kehidupan.
“Proses paling lama itu justru menemukan cerita. Dari
bertemu banyak orang, melakukan riset, hingga benar-benar memahami kehidupan
masyarakat adat,” jelas Anggi Friska.
Dalam proses pemilihan pemeran, keterlibatan masyarakat
lokal Papua menjadi prioritas utama. Meski tahapan seleksi berlangsung relatif
singkat, proses pelatihan para pemain membutuhkan waktu panjang demi
menghadirkan cerita yang jujur dan otentik sesuai realitas masyarakat Papua.
“Kami ingin melibatkan masyarakat lokal sepenuhnya, karena
film ini adalah suara dari teman-teman Papua,” katanya.
Melalui film ini, Anggi Friska berharap pesan yang
disampaikan mampu menginspirasi masyarakat luas, terutama dalam membangun
kembali hubungan manusia dengan alam. Ia mengaku banyak belajar dari masyarakat
adat Papua tentang makna kehidupan, seni, serta cara menjaga keseimbangan
dengan lingkungan.
“Ketika bencana datang, uang tidak lagi penting.
Yang kita butuhkan adalah air, udara yang baik, pohon, makanan, dan obat-obatan
yang semuanya ada di hutan. Alam adalah segalanya yang perlu kita perjuangkan
untuk kehidupan,” pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF
16 Jan 2026, 21:05 WIT
Silaturahmi Kapolda Bersama Inkanas Maluku Dorong Penataan Organisasi dan Pembinaan Generasi
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan audiensi dari Perguruan Besar Institusi Karate-Do Nasional (INKANAS) Maluku, Kamis (15/1/2025).Dalam pertemuan tesebut hadir mendampingi Kapolda yaitu Direktur Intelkam, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kepala Bidang Keuangan, dan Dansat Brimob Polda Maluku. Sementara dari INKANAS Maluku hadir Sekretaris Umum Pengurus Daerah Jefri Dulanlebit, Sekretaris Majelis Sabuk Hitam (MSH) Yondri Kappuw, Bendahara Erni Wamnembo, Binpers Corneles Lekatompessy, serta Bidang Gashuku dan Ujian Suparman.Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu Kapolda Maluku ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi Polda Maluku dengan organisasi olahraga bela diri dalam rangka pembinaan karakter, disiplin, serta prestasi generasi muda Maluku.Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Umum Pengda INKANAS Maluku Jefri Dulanlebit menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolda Maluku atas kesempatan audiensi yang diberikan. Ia mengungkapkan pertemuan ini menjadi momentum penting bagi INKANAS Maluku.“Kami merasa bangga dan sangat berterima kasih karena Bapak Kapolda telah meluangkan waktu untuk menerima kami,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan, INKANAS Maluku berencana membentuk kepengurusan definitif yang akan diajukan ke Pengurus Besar untuk selanjutnya dilakukan pelantikan. Ia juga memaparkan sejumlah agenda strategis, di antaranya pelaksanaan kejuaraan karate yang sebelumnya telah digelar di GOR Hotumesse Universitas Pattimura Ambon. INKANAS Maluku juga berencana mengajukan tuan rumah Kejuaraan Nasional INKANAS tahun 2026, serta penyelenggaraan kejuaraan karate dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara 1 Juli mendatang.Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa jumlah kekuatan anggota INKANAS Maluku saat ini mencapai 478 orang, yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Maluku.Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku pertama-tama menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat jajaran INKANAS Maluku. Kapolda menegaskan INKANAS merupakan bagian dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), yang memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga karate, termasuk di Provinsi Maluku yang memiliki tujuh perguruan karate.“Pertemuan ini sudah lama saya rencanakan. Saya ingin mengetahui secara langsung kondisi organisasi INKANAS Maluku. Organisasi olahraga, khususnya bela diri, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental generasi muda, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Polri,” ungkapnya.Kapolda Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap langkah INKANAS Maluku untuk menata kembali kepengurusan Pengurus Daerah agar organisasi dapat berjalan lebih aktif, tertib, dan berkesinambungan. Menurutnya, olahraga bela diri tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang beretika, bermental tangguh, dan berdisiplin tinggi.Kemampuan bela diri, kata Kapolda, sangat berkaitan erat dengan profesionalisme, khususnya bagi anggota Polri. Ia menjelaskan dalam kurikulum Polri, bela diri menjadi salah satu elemen penting pembinaan personel, dengan aliran yang digunakan antara lain Judo, Bela Diri Polri, dan Tarung Derajat.“Selain membina atlet dan masyarakat agar bisa berolahraga dan berprestasi, bela diri juga sangat bermanfaat untuk pembinaan kemampuan anggota Polri. Ini menjadi salah satu fokus saya ke depan,” tegas Kapolda.Terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan karate, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak harus menunggu momentum Hari Bhayangkara. Yang terpenting, menurut Kapolda, adalah segera membentuk kepengurusan yang solid sehingga agenda pembinaan dan kompetisi dapat segera dirancang dan dilaksanakan.“Segera bentuk kepengurusan. Setelah itu kita rancang dan gelar kejuaraan untuk mencari dan membina bibit unggul atlet muda Maluku. Fokus utama kita adalah membina generasi muda Maluku agar berprestasi, berkarakter, berbudi pekerti, dan berkualitas, sehingga dapat kita dorong ke kejuaraan nasional bahkan internasional,” pungkas Kapolda. PNO-12
16 Jan 2026, 18:55 WIT
Bupati Boven Digoel Jalin Kerja Sama dengan Uncen untuk Datangkan Dokter
Papuanewsonline.com, Jayapura - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, melakukan kunjungan ke Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk menjalin kerja sama dalam mendatangkan tenaga dokter ke daerahnya. Kunjungan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boven Digoel.Dalam pertemuan dengan Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, Bupati Roni Omba menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap Uncen dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan dokter-dokter yang akan bertugas di Boven Digoel."Kami berharap rencana Pemda untuk membawa pulang dokter-dokter ini dapat didukung penuh oleh pihak kampus demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Bupati Roni Omba.Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, menyambut baik niat baik Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Uncen untuk bekerja sama dalam menyediakan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan."Proses seleksi dokter akan dilakukan secara ketat dan tanpa menurunkan standar, mengingat profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia," kata Rektor Uncen.Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Boven Digoel. Bupati Roni Omba juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Jayapura dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga medis.Penulis: HendrikEditor: GF
16 Jan 2026, 18:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru