logo-website
Minggu, 26 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polda Maluku Gelar Acara Kenal Pamit Irwasda, Dir Narkoba, Kabid TIK dan Kapolres Tual Papuanewsonline.com, Ambon - Usai pelaksanaan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Irwasda, Direktur Narkoba dan Kabid TIK serta Kapolres Tual, Polda Maluku menggelar acara kenal pamit yang berlangsung di lobi lantai 2 Markas Polda Maluku, Sabtu (3/1/2026).Kegiatan yang telah menjadi tradisi Polri ini dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H.Seluruh pejabat utama dan para Kapolres jajaran beserta Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku turut hadir dalam acara yang berlangsung penuh kekeluragaan tersrbut.Kapolda Maluku dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada pejabat yang baru dilantik. Ia meminta agar setelah ini dapat segera menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang ada sehingga dalam pelaksanaan tugas bisa berjalan baik dan lancar. "Selamat datang kepada para pejabat yang baru saja diserah terimakan jabatannya. Segera menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan lakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pejabat utama yang ada di Polda Maluku," pintanya.Penyesuaian diri, kata Kapolda, penting untuk segera dilakukan sehingga pelaksanaan tugas dalam melayani masyarakat dapat berjalan baik dan lancar. "Saya berharap setiap pekerjaan yang akan kita laksanakan dapat kita lakukan dengan baik dan maksimal terlebih harus dilaksanakan dengan ikhlas," harapnya.Pekerjaan yang dilaksanakan secara ikhlas, lanjut Kapolda tidak hanya menjadi penilaian pimpinan, tapi yang terpenting adalah bernilai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa."Pekerjaan dengan baik dan ikhlas nantinya yang menilai itu bukan saja pimpinan melainkan Tuhan Yang Maha Kuasa yang memudahkan kita dalam setiap karir dan kehidupan kita di dunia," ungkapnya.Kepada para pejabat yang baru dilantik, Kapolda menekankan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan siapa saja. Posisikan diri sebagaimana jabatan yang diemban."Hargai diri kita sendiri karena kita adalah pemimpin. Perlu dipahami bahwa manusia itu bisa menjadi manusia karena adanya ketidaksempurnaan, maka dengan ketidaksempurnaan itu kita mulai berfikir untuk bagaimana bisa berubah dan bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya," jelasnya.Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pejabat yang lama yang telah memberikan yang terbaik kepada Polda Maluku."Saya selaku pribadi dan atas nama Polda Maluku menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya rekan-rekan yang akan berangkat untuk bertugas di tempat yang baru yang mana selama ini sudah memberikan banyak kontribusi positif untuk Polda. Semoga nantinya di tempat tugas yang baru dapat lebih baik lagi dalam karirnya di kepolisian ini," harapnya.Menutup arahannya, Kapolda mengingatkan seluruh pesonel di Maluku bawa situasi dan kondisi akan membentuk karakter setiap anggota Polri. "Olehnya itu tetap berbuat baik kepada siapapun dan selalu berikhtiar dengan selalu berdoa dan berusaha, sebab dimanapun kita bertugas kalau kita selalu bersyukur maka apa yang kita lakukan akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan sebab Tuhan itu Maha adil bagi umatnya," pungkasnya.Pada acara tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku bersama Ketua Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku juga memberikan ucapan selamat dan cendera mata sebagai kenang-kenangan kepada para pejabat utama yang lama yang akan meninggalkan Polda Maluku untuk melaksanakan tugas di tempat yang baru. PNO-12 04 Jan 2026, 15:41 WIT
Kapolda Maluku Sertijab Tiga Pejabat Utama dan Kapolres Tual Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tiga Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres Tual yang berlangsung di lobi lantai 1 Markas Polda Maluku, Sabtu (3/1/2026).Upacara Sertijab dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H bersama seluruh PJU Polda Maluku, beserta para Kapolres jajaran, dan pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Tiga PJU Polda Maluku yang disertijab yaitu Irwasda, Direktur Narkoba dan Kabid TIK. Irwasda Maluku sebelumnya dijabat Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol S.I.K, M.M, diserahkan kepada Kombes Pol. Made Sunarta S.E., M.H.Sementara Direktur Reserse Narkoba yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Heri Budianto S.I.K., M.H, kini diserahkan kepada Kombes Pol Indra Gunawan S.I.K., M.H. Sedangkan Kabid TIK yang dulunya dijabat Kombes Pol. Hery Marwanto S.H kini diserahkan kepada Kombes Pol Legawa Utama S.I.K.Untuk Kapolres Tual yang sebelumnya dijabat oleh AKBP. Adrian Soeharto Yonathan Tuuk S.I.K., M.H, kini telah diserahkan kepada AKBP. Whansi Des Asmoro S.H., S.I.K.Kapolda Maluku dalam arahannya menyampaikan rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dan merupakan kebutuhan organisasi untuk terus bergerak dinamis. Kapolda juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan profesionalisme yang harus menjadi perhatian para pejabat yang baru dilantik.Menurutnya mutasi jabatan adalah proses alamiah dalam institusi yang bertujuan untuk menjaga kesinambungan organisasi serta memberikan penyegaran di berbagai lini. Para pejabat yang baru diharapkan untuk segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat."Kami juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat yang lama atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama menjabat. Selamat dan semoga sukses di tempat tugas yang baru," harapnya. PNO-12 04 Jan 2026, 15:20 WIT
Tim SAR Korpolairud Bangun Jembatan Sementara di Korong Maranci Papuanewsonline.com, Padang Pariaman - Tim SAR Korpolairud melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan jembatan sementara di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai upaya membantu pemulihan akses penghubung antar desa yang sempat terputus.Pembangunan jembatan sementara tersebut melibatkan 25 personel SAR Korpolairud yang didukung 5 personel Unit K9, dipimpin oleh AKBP Ferry Setiawan, serta partisipasi aktif masyarakat Korong Maranci. Jembatan dibangun menggunakan bahan swadaya masyarakat berupa kayu kelapa dan papan bekas yang tersedia di lokasi.Jembatan sementara ini difungsikan sebagai lintasan penghubung antar desa dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua dan roda tiga, mengingat keterbatasan kekuatan konstruksi.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.“Gotong royong pembangunan jembatan sementara ini menunjukkan komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun keterbatasan akses. Sinergi antara personel Korpolairud dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aktivitas warga,” ujar Kombes Pol Erdi.Pekerjaan pembangunan dimulai pada pukul 11.15 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 22.35 WIB di hari yang sama. Meski dikerjakan dalam waktu yang cukup panjang, proses pembangunan berjalan lancar berkat kerja sama dan kebersamaan antara personel SAR Korpolairud dan masyarakat setempat.Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas warga sehari-hari serta meningkatkan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas. PNO-12 04 Jan 2026, 15:00 WIT
Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, pembangunan sumur bor direncanakan pada 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi, terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya terkait ketersediaan air bersih.“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.Di Provinsi Aceh, dari rencana pembangunan 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 titik berstatus aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi terbanyak, yakni 132 titik aktif, dari target khusus 300 titik sumur bor. Pembangunan lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik tersebut berada di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dari total rencana 150 titik, hingga kini 48 titik telah terealisasi, terdiri atas 39 titik aktif dan 9 titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan dilakukan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang masih berjalan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait.“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya. PNO-12 04 Jan 2026, 14:48 WIT
Satgas Gulbencal Kodim 0211/TT Evakuasi Warga Terjebak Banjir Susulan di Kecamatan Tukka Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodim 0211/Tapanuli Tengah melaksanakan evakuasi warga yang terjebak banjir susulan akibat tingginya intensitas curah hujan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jum’at (2/1/2026). Banjir terjadi di sekitar aliran Sungai Aek Harse saat warga dari beberapa desa hendak menyeberang menuju lokasi pengungsian.Evakuasi dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Pandan bersama personel gabungan dan perangkat desa terhadap warga yang berasal dari Desa Saur Manggita, Desa Kalangan II, Lingkungan V Siantar Gunung, serta Kelurahan Hutanabolon, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 46 orang.Proses evakuasi dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi arus sungai yang meningkat akibat hujan berkelanjutan. Seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman menuju posko pengungsian di wilayah Hutanabolon, tanpa adanya korban jiwa maupun kerugian materil.Selain melaksanakan evakuasi, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah rawan banjir yang telah ditetapkan sebagai zona merah. Warga diarahkan untuk mengikuti kebijakan pemerintah daerah dan menempati hunian sementara demi keselamatan bersama.Sementara itu, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han)., menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam penanganan bencana merupakan bentuk komitmen dalam melindungi dan membantu masyarakat. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana,” jelas Kapendam. PNO-12 04 Jan 2026, 14:39 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung Upacara Tabur Bunga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, Ke-208 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 08.00 WIT, bertempat di Dermaga Irian, Kodaeral IX, Kota Ambon.Upacara ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Martha Christina Tiahahu sebagai salah satu pahlawan perempuan Indonesia yang berasal dari bumi Maluku. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Maluku beserta Ibu, Dankodaeral IX beserta Ibu, Kepala Bakamla Zona Maritim Timur beserta Ibu, Danlanud Pattimura, Wakil Dankodaeral IX, Kepala Basarnas Ambon, Wakil Wali Kota Ambon, serta para Pejabat Utama gabungan TNI–Polri. Hadir pula pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait di lingkup Provinsi Maluku, dan tamu undangan lainnya. Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait.Dalam pelaksanaan upacara, Kapolda Maluku bertindak selaku Inspektur Upacara. Usai rangkaian upacara, Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan prosesi tabur bunga di perairan sekitar Dermaga Irian sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan Martha Christina Tiahahu ke-208 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum reflektif untuk meneladani semangat perjuangan, keberanian, serta ketulusan pengorbanan dalam melawan penjajahan.“Meneladani perjuangan Martha Christina Tiahahu merupakan bagian penting dalam membangun nasionalisme generasi muda Maluku. Nilai semangat juang, keberanian, serta ketulusan pengorbanan beliau adalah warisan nilai luhur yang harus terus hidup dan tumbuh dalam sanubari generasi muda,” ujar Kapolda Maluku.Kapolda juga menekankan bahwa keteladanan Martha Christina Tiahahu merupakan fondasi moral yang kuat dalam menumbuhkan jiwa cinta tanah air, persatuan, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Ia mengajak generasi muda Maluku menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai inspirasi untuk berkarya, berprestasi, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.“Melalui momentum peringatan ini, mari kita jadikan nilai perjuangan pahlawan nasional asal Maluku ini sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.Lebih lanjut, Kapolda Maluku mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai kepahlawanan melalui sikap disiplin, toleransi, serta semangat kebersamaan di tengah keberagaman.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Maluku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Maluku terus bikin bae, basudara terus bikin bae,” tutup Kapolda Maluku dengan penuh semangat.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku menunjukkan komitmen kuat institusi negara dalam menjaga memori kolektif perjuangan bangsa, khususnya peran perempuan dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan. Kehadiran lintas unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi simbol soliditas dan sinergi dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan Kapolda Maluku tentang pentingnya keteladanan, nasionalisme, dan persatuan menjadi relevan dan strategis, terutama bagi generasi muda Maluku. Momentum ini tidak hanya mengingatkan akan jasa para pahlawan, tetapi juga menegaskan bahwa semangat perjuangan harus terus diaktualisasikan dalam bentuk karya nyata, kontribusi positif, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. PNO-12 04 Jan 2026, 14:18 WIT
Sengketa Tanah Cendrawasih Berlarut, Pemkab Mimika Didesak Buka Proses Ganti Rugi Secara Terang Papuanewsonline.com, Mimika – Sengketa tanah antara Helena Beanal dengan PT Petrosea Tbk serta Pemerintah Kabupaten Mimika masih belum menemukan titik penyelesaian. Persoalan ini menyangkut pembayaran ganti rugi tanah ulayat yang digunakan untuk pembangunan fasilitas umum di wilayah Distrik Mimika Baru.Objek sengketa berada di Jalan Cendrawasi, Kelurahan Kwamki, dengan luas tanah sekitar 1.300 meter persegi yang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Mimika diketahui telah menganggarkan dana sebesar Rp19.457.600.000 pada tahun 2023 untuk proyek tersebut.Helena Beanal sebagai ahli waris pemilik tanah ulayat telah menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kota Timika pada tahun 2024. Namun, gugatan tersebut ditolak. Upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jayapura juga tidak membuahkan hasil yang berpihak kepada ahli waris.Saat ini, Helena Beanal memilih tidak melanjutkan perkara ke Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui kasasi. Ia lebih memilih membuka ruang dialog kembali dengan Panitia Pengadaan Tanah Pemerintah Kabupaten Mimika guna mencari penyelesaian di luar proses peradilan.Kuasa hukum Helena Beanal, Jermias M Patty, SH, MH, menegaskan bahwa PT Petrosea Tbk hanya memiliki Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan tidak dapat membuktikan alas hak kepemilikan tanah. Dengan demikian, menurutnya, ganti rugi tanah semestinya diberikan kepada ahli waris pengganti dari almarhum Dominikus Beanal.“Pemerintah Kabupaten Mimika telah mengambil keputusan untuk membayar ganti rugi kepada PT. Petrosea Tbk, namun Ibu Helena Beanal belum menerima pembayaran tersebut. Ini adalah ketidakadilan bagi masyarakat adat Papua,” kata Jermias M Patty.Selain bidang tanah seluas 1.300 meter persegi, Helena Beanal juga disebut memiliki hak atas lahan kurang lebih 13.000 meter persegi yang digunakan untuk pelebaran jalan dan pembangunan bundaran Jalan Cendrawasi/Petrosea. Hal ini memperkuat tuntutan agar pemerintah daerah bersikap terbuka dan adil.Sebagai langkah lanjutan, kuasa hukum Helena Beanal telah menyampaikan surat keberatan kepada Ketua Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Mimika, Evert Lukas Hindom, pada 19 Desember 2025. Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah.Sengketa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut hak masyarakat adat atas tanah ulayat, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menerapkan prinsip transparansi dan keadilan dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Penulis: HendrikEditor: GF 03 Jan 2026, 20:26 WIT
Sengketa Bundaran Cendrawasih Memanas, Pemkab Mimika Dinilai Abaikan Hak Ahli Waris OAP Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika mendapat sorotan tajam terkait penyelesaian sengketa ganti rugi tanah untuk pembangunan Bundaran Jalan Cendrawasi/Petrosea, Timika, Papua Tengah. Sengketa tersebut melibatkan ahli waris pemilik tanah, Helena Beanal, yang hingga kini belum menerima pembayaran ganti rugi tanah.Kritik muncul karena ganti rugi dinilai tidak dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Dalam proses pembangunan, PT Petrosea Tbk disebut telah menerima pembayaran ganti rugi, namun pembayaran tersebut hanya mencakup bangunan, bukan tanah yang menjadi hak ahli waris.Kuasa hukum Helena Beanal, Jermias M Patty, SH, MH, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika seharusnya memperhatikan dan mempertimbangkan hak-hak Orang Asli Papua (OAP) dalam setiap proses pembangunan yang menggunakan tanah adat atau tanah milik warga setempat.“Pemerintah Kabupaten Mimika harus memperhatikan dan mempertimbangan hak-hak Orang Asli Papua (OAP) dan membayar ganti rugi tanah kepada Ibu Helena Beanal,” kata Jermias M Patty, SH, MH.Upaya hukum telah ditempuh oleh Helena Beanal dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kota Timika hingga Pengadilan Tinggi Jayapura. Namun, hasil putusan pengadilan tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan keadilan bagi pihak ahli waris.Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa PT Petrosea Tbk hanya memiliki Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 0668. Dengan dasar itu, pembayaran ganti rugi yang diterima perusahaan hanya mencakup bangunan, sementara hak atas tanah tetap berada pada ahli waris.Jermias M Patty menegaskan bahwa jika pemerintah daerah tidak memasukkan Helena Beanal sebagai penerima ganti rugi tanah, maka langkah hukum lanjutan akan ditempuh oleh pihaknya bersama para ahli waris.“Jika tidak memasukan Ibu Helena Beanal sebagai penerima ganti rugi atas tanah, maka kami akan melakukan langkah hukum dan melakukan aksi pemalangan lokasi jalan bundaran cendrawasi bersama ahli waris,” tambah Jermias M Patty.Sengketa ini diharapkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.Bupati Mimika Johannes Rettob juga diharapkan dapat mengambil sikap tegas dan transparan guna menyelesaikan persoalan ganti rugi tanah tersebut secara adil dan bermartabat. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Jan 2026, 20:22 WIT
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terbuka Terkait Rencana Pendirian Pos Militer Papuanewsonline.com, Yahukimo – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka terkait sikap pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo terhadap rencana pendirian pos militer di wilayah Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/1/2026).Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan TPNPB yang terdiri dari dua komando wilayah perang (Kowip) dan tujuh batalyon telah menyampaikan peringatan keras kepada sejumlah pihak, termasuk Didimus Yahuli, Esau Miram, para kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, serta kalangan intelektual dari 12 suku yang bermukim di Yahukimo.Peringatan itu dikeluarkan menyusul adanya upaya pendirian pos militer di kawasan Jalan Gunung yang dinilai oleh TPNPB sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendirian pos militer dimaksud dan menyebutkan kesiapan untuk mengambil tindakan ekstrem apabila peringatan tersebut tidak diindahkan.“Jika masih ada pihak-pihak yang terlibat dalam pendirian pos militer di Jalan Gunung, maka kami siap melakukan eksekusi mati terhadap mereka,” kata Elkius Kobak, TPNPB Kodap XVI Yahukimo.Selain peringatan terkait pos militer, TPNPB juga menyampaikan permintaan kepada Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, serta seluruh aparat militer Indonesia yang melakukan operasi di Yahukimo agar tidak melakukan penangkapan dan penembakan secara sembarangan terhadap anak-anak muda setempat.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai bahwa tindakan aparat keamanan di wilayah konflik bersenjata kerap berdampak langsung pada masyarakat sipil, sehingga meminta agar operasi militer dihentikan atau dibatasi.Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam XVII/Cenderawasih agar menghentikan praktik intimidasi, penangkapan, dan penembakan terhadap warga sipil di wilayah konflik di Tanah Papua.Situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih dalam kondisi tegang seiring beredarnya pernyataan dan peringatan terbuka tersebut, sementara berbagai pihak menyerukan perlunya langkah-langkah yang mengedepankan perlindungan warga sipil.Penulis: HendrikEditor: GF 03 Jan 2026, 20:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT