Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polda Maluku Ikuti Anev Sitkamtibmas Nasional, Kapolri: Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, mengikuti video conference (vicon) Analisis dan Evaluasi (Anev) situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) terkini menjelang arus balik mudik Lebaran 2026, yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, Selasa (24/3/2026).Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ini diikuti seluruh jajaran Polda se-Indonesia sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.Di Polda Maluku, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Iman Thobroni, serta dihadiri sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain unsur Kodam XV/Pattimura, Basarnas, Satpol PP Provinsi Maluku, TNI AU, dan pejabat utama Polda Maluku.Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada titik-titik krusial arus balik seperti pelabuhan penyeberangan laut.“Seluruh personel yang terlibat Operasi Ketupat 2026 harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di pelabuhan penyeberangan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keselamatan,” tegas Kapolri.Selain itu, Kapolri juga meminta jajaran untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di setiap titik penyeberangan.“Lakukan evaluasi secara menyeluruh agar pengamanan ke depan bisa lebih optimal dan memberikan rasa aman yang maksimal kepada masyarakat,” tambahnya.Di akhir arahannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polri yang tetap menjalankan tugas di tengah momentum libur Lebaran.“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal. Semoga ke depan kinerja kita semakin baik,” ujar Kapolri.Kegiatan vicon Anev Sitkamtibmas ini berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi nasional dalam menjaga stabilitas keamanan selama arus balik Lebaran. PNO-12
26 Mar 2026, 15:42 WIT
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan
komitmennya untuk mempercepat penanganan pascabencana di sejumlah wilayah di
Sumatera melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan
pemerintah daerah. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama yang
digelar di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3/2026).Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menjelaskan bahwa proses
rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera
Barat terus berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini mencakup
percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, perbaikan
infrastruktur dasar, serta pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi
masyarakat terdampak bencana.Selain itu, Suharyanto menegaskan bahwa distribusi bantuan
logistik dan dukungan operasional di lapangan terus dilakukan secara
berkelanjutan, termasuk penyaluran dana tunggu hunian serta pendampingan teknis
kepada pemerintah daerah guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif.“Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB bersama
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) akan membangun
sebanyak 36.000 hunian tetap bagi korban terdampak bencana di Provinsi Aceh,
Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam prosesnya masyarakat terdampak bencana
akan diberikan berbagai pilihan, apabila masyarakat ingin mendapatkan rumah
yang lebih baik dan terpusat maka silahkan masyarakat bisa mendaftar ke
pemerintah kabupaten/kota dan nanti pemerintah kabupaten/kota akan menyalurkannya,
sementara jika masyarakat ingin tetap berada di kampungnya dan memiliki tanah
milik sendiri yang aman dari bencana maka akan dibangun oleh BNPB dan apabila
ingin membangun rumahnya sendiri juga boleh, kami akan terus mendampingi dan
memberikan petunjuk teknis agar masyarakat juga aman’’ ujar SuharyantoPada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito
Karnavian menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan
seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai dokumen Rencana
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah disepakati bersama
pemerintah pusat.Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah
menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan di lapangan sekaligus
mengatasi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program.Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari
menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh
terhadap percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.Pemerintah, lanjutnya, memastikan seluruh proses
rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan
tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat
terdampak.Secara keseluruhan, pemerintah berkomitmen untuk terus hadir
mendampingi masyarakat hingga seluruh proses pemulihan pascabencana selesai,
sekaligus memastikan pembangunan kembali dilakukan dengan lebih baik, aman, dan
tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (GF)
26 Mar 2026, 15:34 WIT
Antisipasi Puncak Arus Balik, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak
dalam mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026, khususnya bagi
pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk.Imbauan ini disampaikan seiring potensi lonjakan penumpang
yang dipicu tradisi Lebaran Ketupat di sejumlah daerah, yang umumnya dirayakan
satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini diperkirakan akan
meningkatkan pergerakan masyarakat secara bersamaan, terutama di wilayah Tapal
Kuda Jawa Timur dan Kepulauan Madura.Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud,
menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang guna menghindari
kepadatan di titik-titik krusial seperti Pelabuhan Ketapang. “Kami mengimbau
masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu
alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang
berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa lonjakan penumpang yang terpusat dalam
waktu tertentu berisiko menimbulkan antrean panjang serta waktu tunggu yang
lebih lama. Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada menurunnya kenyamanan
selama perjalanan arus balik.“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang
dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman,
lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,”
tegasnya.Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya mengoptimalkan
pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk melalui berbagai langkah strategis. Di
antaranya adalah penambahan armada kapal serta pengaturan pola operasional guna
mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran
aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” pungkas Dirjen
Masyhud.Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan
layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan
pembelian tiket secara daring, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi
menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi
puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Bali akan terjadi pada 26
hingga 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan dan penumpang
dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami
peningkatan signifikan. (GF)
26 Mar 2026, 15:30 WIT
Arus Balik Gratis Dimulai, Ribuan Pemudik Diberangkatkan Kemenhub
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan
melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat resmi memberangkatkan ribuan
peserta arus balik dalam program Mudik Gratis Angkutan Jalan 2026 dari berbagai
daerah di Pulau Jawa dan Sumatera menuju wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang
(Jadeta), Rabu (25/3). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah
mengatur mobilitas masyarakat selama periode arus balik Lebaran.Pada hari sebelumnya, Kemenhub juga telah memberangkatkan
sejumlah sepeda motor milik pemudik melalui layanan angkutan gratis dari empat
terminal di Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan
sepeda motor dalam perjalanan jarak jauh yang dinilai memiliki tingkat risiko
kecelakaan lebih tinggi.Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan,
menyampaikan bahwa program arus balik gratis ini merupakan bentuk kehadiran
negara dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama
masa Angkutan Lebaran 2026. “Pada masa arus balik ini tingkat mobilitas
masyarakat masih tinggi, oleh karena itu tidak hanya arus mudik, kami juga
mengadakan program arus balik gratis, agar perjalanan masyarakat berlangsung
dengan lebih aman, tertib, dan nyaman. Ini merupakan wujud kehadiran negara
dalam memberikan layanan transportasi untuk masyarakat serta untuk meringankan
beban masyarakat selama masa mudik Lebaran ini.” ujar Aan.Sebanyak 4.270 peserta diberangkatkan menggunakan 100 unit
bus dari 12 terminal yang tersebar di berbagai kota. Terminal-terminal tersebut
antara lain berada di Kuningan, Semarang, Madiun, Surabaya, Padang, Palembang,
Aceh, Medan, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto.Selain itu, program ini juga mencakup pengangkutan sepeda
motor milik pemudik. Sebanyak 120 unit sepeda motor diberangkatkan menggunakan
empat truk dari empat titik terminal, yaitu Purwokerto, Yogyakarta, Solo, dan
Wonogiri, guna memberikan alternatif transportasi yang lebih aman bagi
masyarakat.Aan berharap program ini dapat memberikan dampak positif
terhadap kelancaran arus balik, sekaligus membantu masyarakat kembali ke kota
perantauan dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman. “Melalui program arus
balik gratis harapannya perjalanan kembali masyarakat ke perantauan dapat
berlangsung lebih aman, nyaman, lancar, dan terkoordinasi dengan baik. Sehingga
bisa kembali bekerja atau sekolah, dan beraktivitas lainnya dengan semangat
baru setelah merayakan Lebaran di kampung halaman,” kata Dirjen Aan.Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan
serta mematuhi arahan petugas selama perjalanan berlangsung. Kepada para
pengemudi bus, Aan menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mematuhi
aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.“Kami berpesan agar selama perjalanan nanti para peserta
tetap menjaga kesehatan, selalu mengikuti arahan petugas, serta menjaga
ketertiban selama berada di dalam perjalanan, begitu juga dengan pengemudi
diimbau untuk jaga stamina dan kesehatan, cukup istirahat, dan tetap patuhi
rambu lalu lintas. Semoga perjalanan semua peserta dalam arus balik berjalan
dengan lancar, aman, dan selamat hingga tiba kembali di tempat tujuan
masing-masing,” tutup Aan. (GF)
26 Mar 2026, 15:26 WIT
TPNPB Umumkan Duka Nasional, Alfons Sorry Tewas di Maybrat
Papuanewsonline.com, Maybrat - Kelompok Tentara Pembebasan
Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya mengumumkan duka nasional
atas gugurnya salah satu anggota mereka, Peltu Alfons Sorry, dalam insiden
kontak bersenjata di wilayah Maybrat, Papua.Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Kamis, 26 Maret 2026,
berdasarkan laporan dari jajaran pimpinan di lapangan.Dalam laporan itu disebutkan bahwa informasi diterima dari
Panglima Daerah Brigjend Denny Moos bersama Wakil Panglima Kolonel Zakarias
Fatem melalui Komandan Operasi Mayor Manfred Fatem dan Letnan Kolonel Zeth
Fatem.Almarhum Peltu Alfons Sorry dilaporkan meninggal dunia pada
Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 08.15 WIT setelah terkena tembakan saat
terlibat dalam penyerangan di Pos TNI Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan,
Kabupaten Maybrat.Menurut keterangan yang disampaikan dalam siaran pers
tersebut, hingga 26 Maret 2026 jenazah korban disebut belum dikembalikan kepada
pihak keluarga dan masih berada di lokasi kejadian.Peltu Alfons Sorry diketahui menjabat sebagai Wakil Komandan
Operasi Batalyon Buaya di bawah KODAP IV Sorong Raya. Ia disebut sebagai salah
satu anggota yang aktif terlibat dalam berbagai operasi kelompok tersebut di
wilayah Papua Barat Daya.Dalam riwayat yang disampaikan, ia bergabung sejak tahun
2021 dan kemudian dipercaya menduduki posisi strategis pada tahun 2023 setelah
melalui proses reorganisasi internal."Almarhum Alfons sorry masuk di TPNPB Batalyon Buaya
KODAP IV Sorong Raya pada tahun 2021 sebagai anggota atau pasukan biasa, namun
berjalannya proses reorganisasi dalam revisinya, Alm. Alfons Sorry menjabat
sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya pada tahun 2023."Selain itu, disebutkan pula bahwa almarhum terlibat dalam
sejumlah aksi bersenjata sebelumnya bersama Komandan Operasi Mayor Manfred
Fatem di berbagai wilayah konflik."Alfons sorry masuk dalam medan perang di Moskona Utara
bersama Komandan Operasi KODAP IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem berhasil
merampas 1 unit senjata DMR SPM 1 sniper pada hari Sabtu, tanggal, 11 Oktober
2025 tepat jam 13,45 WP.""Alm. Alfons Sorry masuk dalam Medan perang di Pos TNI
di Kampung Sorry distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Papua bersama Komandan
Operasi KODAP IV Sorong Raya berhasil merampas senjata Caracal buatan Rusia
jenis bazoka, 1 pucuk tambah senjata berat dewoo precision ind magasen samping
tanam kaki dua senjata berat 1 pucuk, dan tambah 2 magasen tambah amunisi 49
butir pada hari Minggu, 22 Maret 2026 tepat pada jam 06:30 pagi WP."Atas kejadian tersebut, TPNPB secara resmi menyatakan duka
nasional atas kehilangan yang mereka sebut sebagai salah satu prajurit terbaik
di wilayah Sorong Raya.Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby
Sambom, yang juga menegaskan posisi organisasi dalam konflik yang terus
berlangsung di Tanah Papua.Situasi ini kembali menambah panjang daftar insiden
kekerasan bersenjata di Papua, khususnya di wilayah Maybrat yang dalam beberapa
tahun terakhir menjadi salah satu titik konflik dengan intensitas tinggi.(GF)
26 Mar 2026, 15:21 WIT
Bupati Boven Digoel Meresmikan Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan Kawagit
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah
Kabupaten Boven Digoel terus memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah
pedalaman dengan meresmikan Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan di Distrik
Kawagit pada 16 Maret 2026.Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Boven
Digoel, Roni Omba, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam
meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.Dalam sambutannya, Roni Omba menegaskan bahwa kehadiran
fasilitas kesehatan yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan
kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut."Puskesmas dan Rumah Petugas Kesehatan ini diharapkan
dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kawagit
dan sekitarnya," ujarnya.Acara peresmian ini turut dihadiri oleh unsur Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boven Digoel, yang
menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan sektor
kesehatan.Keberadaan Puskesmas Kawagit diharapkan mampu menjawab
kebutuhan pelayanan kesehatan dasar masyarakat, terutama bagi warga yang selama
ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan medis.Selain itu, rumah petugas kesehatan yang dibangun di lokasi
tersebut menjadi fasilitas penunjang penting agar tenaga medis dapat tinggal
dan bertugas secara optimal di wilayah Kawagit.Roni Omba juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak
yang terlibat dalam proses pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, mulai dari
tahap perencanaan hingga penyelesaian."Kami akan terus mendukung program-program kesehatan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Boven Digoel," tambahnya.Puskesmas Kawagit dilengkapi dengan berbagai fasilitas
penunjang seperti ruang rawat inap, ruang persalinan, hingga laboratorium
sederhana yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dasar.Dengan fasilitas yang tersedia, masyarakat di Distrik
Kawagit kini diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat,
mudah, dan terjangkau.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk
memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal guna meningkatkan derajat
kesehatan serta kesejahteraan di wilayah Boven Digoel. Penulis: Hendrik
Editor: GF
26 Mar 2026, 15:15 WIT
Astaga!! Bupati Yoas Beon Diduga Jadi Tukang Tipu Bagi Masyarakat Nduga
Papuanewsonline,com.Nduga, - Bupati Yoas Beon diduga mengeluarkan pernyataan yang menyesatkan masyarakat-nya sendiri di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.Dugaan pernyataan hoax yang diucapkan Yoas Beon terhadap masyarakat ini terjadi dalam pertemuan bersama di Kabupaten Nduga pada Sabtu (21/3).Yang dikatakan Bupati berkaitan tentang pencairan anggaran APBD Kabupaten Nduga Triwulan satu yang belum masuk ke Kas Daerah, dalam hal ini belum dicairakan, sehingga menghambat pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di Kabupaten Nduga.Apa yang dikatakan Bupati Yoas Beon tidak sesuai kenyataan, karena setelah pertemuan itu, ada beberapa masyarakat yang memperoleh informasi kalau dana APBD Triwulan satu telah dicairkan dan sudah digunakan.Hal ini memicu reaksi Masyarakat Nduga yang merasa ditipu oleh Bupati Yoas Beon."Kami ditipu oleh Bupati, karena selesai pertemuan kami dapat informasi APBD triwulan satu telah cair," ujar SG salah satu Masyarakat Kabupaten Nduga melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (25/3).Pernyataan Bupati Yoas Beon yang kontroversi berimplikasi melanggar etika dan sumpah Janji Jabatan sebagai kepala daerahPernyataan kontroversi oleh kepala daerah dapat dikategorikan melanggar sumpah/janji jabatan jika pernyataan tersebut bertentangan dengan kewajiban, asas pemerintahan yang baik, atau peraturan perundang-undangan, dan berpotensi memicu ketidakharmonisan sosial. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah bersumpah untuk memegang teguh UUD 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan, dan berbakti kepada nusa dan bangsa.Informasi dan data yang diterima Media Papuanewsonline.com menyebutkan bahwa Dana APBD untuk Kabupaten Nduga pada Triwulan I telah direalisasikan sebagian, yaitu untuk bulan Januari dan Februari yang sudah terpakai habis. Sementara untuk bulan Maret memang belum dilakukan pencairan karena belum dikirimkannya laporan penggunaan anggaran bulan Januari dan Februari sebagai salah satu syarat administrasi pencairan berikutnya.Pernyataan Bupati Nduga tersebut berpotensi menyesatkan dan menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Hal ini dapat dikategorikan sebagai bentuk informasi yang tidak utuh dan menyesatkan serta membingungkan publik.Tidak Ada Transparansi dalam pengelolaan APBD Nduga Pernyataan Bupati Yoas Beon yang tidak sesuai fakta merupakan indikasi pengaburan informasi kepada masyarakat, yang mencoba menutupi pengelolaan keuangan daerah, padahal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sangat penting dalam menjaga keseimbangan dalam kemajuan daerah pada semua sektor.Bupati Membisu Tidak ada Tanggapan Saat Dikonfirmasi Awak MediaTerkait persoalan ini Bupati Kabupaten Nduga Yoas Beon tidak mau menanggapi bahkan terkesan menghindar untuk dikonfirmasi.Masyarakat Kabupaten Nduga berharap agar Bupati Yoas Beon dapat memberikan penjelasan yang jujur, terbuka, dan menyeluruh kepada masyarakat, serta melakukan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang telah beredar, sehingga kedepan, setiap informasi terkait keuangan daerah harus disampaikan secara akurat dan tertanggungjawab.Penulis : Hendrik
Editor. : GF
25 Mar 2026, 21:02 WIT
Pantau Arus Balik Lebaran, Menhub dan Seskab Sambut Pemudik di Pulo Gebang
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy
Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turun langsung
memantau puncak arus balik Lebaran gelombang pertama di Terminal Terpadu Pulo
Gebang, Jakarta, Rabu (25/3) dini hari. Dalam kesempatan tersebut, keduanya
juga menyambut kedatangan para pemudik dari berbagai daerah.Para pemudik yang tiba berasal dari sejumlah wilayah seperti
Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera. Kehadiran pemerintah di lokasi
menjadi bentuk perhatian langsung terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan
balik usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa
puncak arus balik diperkirakan tidak hanya terjadi pada gelombang pertama,
tetapi juga akan kembali meningkat pada gelombang berikutnya.“Ada masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita
imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik, sehingga kita
juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik. Bisa kita lihat
dari jalan tol yang tidak terlalu padat, kemudian tadi arusnya masuk
perlahan-lahan, itu menunjukkan bahwa situasi ini berjalan sudah lebih baik,”
ujar Menhub Dudy.Ia menjelaskan bahwa kebijakan flexible working arrangement
(FWA) yang diterapkan pemerintah memberikan dampak positif dalam mengurai
kepadatan arus balik. Pola perjalanan masyarakat menjadi lebih tersebar
sehingga tidak terjadi penumpukan di satu waktu.Untuk menjaga kelancaran arus balik, Kementerian Perhubungan
telah menerapkan berbagai kebijakan strategis, seperti sistem one way nasional
dan pengaturan lalu lintas di titik-titik tertentu, termasuk rest area dengan
skema buka tutup.Selain itu, kendaraan berat dengan sumbu tiga juga diimbau
untuk tidak beroperasi selama periode arus balik guna mengurangi potensi
kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa
secara umum pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berjalan sesuai harapan
pemerintah dan Presiden."Tahun ini harapan kita semua, harapan Bapak Presiden
(Prabowo Subianto), (angkutan Lebaran) berjalan lebih baik. Dan ya
alhamdulillah sejauh ini terbukti (berjalan lebih baik)," kata Seskab
Teddy disela meninjau arus balik Lebaran di Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rabu
dini hari.Ia juga mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja
keras dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik, sehingga mobilitas
masyarakat tetap terjaga dengan baik.“Harapan kita semua, harapan pemerintah, pelaksanaan mudik
Lebaran 2026 ini harus lebih baik dari tahun lalu,” ujar Seskab Teddy.
Kegiatan pemantauan ini turut dihadiri sejumlah pejabat
terkait, termasuk Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dan jajaran
lainnya, yang bersama-sama memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal
selama masa arus balik Lebaran. (GF)
25 Mar 2026, 19:01 WIT
Polsek Kei Besar Selatan Gencarkan Pemupukan Jagung Tahap III, Perkuat Ketahanan Pangan
Papuanewsonline.com, Malra – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat di wilayah kepulauan. Polsek Kei Besar Selatan, jajaran Polres Maluku Tenggara (Malra), melaksanakan kegiatan pemupukan tahap ketiga tanaman jagung pada lahan ketahanan pangan, Rabu (25/3/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIT itu dipusatkan di lahan milik Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamangil, Kecamatan Kei Besar Selatan, dengan luas garapan mencapai 0,40 hektare.Pemupukan dilakukan langsung oleh Kapolsek Kei Besar Selatan IPTU W. Pelmelay bersama personel Polsek dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat sebagai bagian dari perawatan intensif tanaman jagung pada Kuartal I Tahun 2026.Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah “Asta Cita”, khususnya dalam mendorong swasembada pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah.Kapolsek Kei Besar Selatan IPTU W. Pelmelay menegaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui pemupukan tahap ketiga ini, kami berharap tanaman jagung dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” ujar IPTU Pelmelay.Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri dan penyuluh pertanian menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program tersebut di tingkat lapangan.“Kami terus berkolaborasi dengan PPL agar proses budidaya berjalan sesuai standar, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman. Ini penting untuk memastikan produktivitas tetap terjaga,” tambahnya.Secara teknis, pemupukan tahap ketiga merupakan fase penting dalam pertumbuhan tanaman jagung, karena berperan dalam memperkuat batang, mempercepat pembentukan tongkol, serta meningkatkan kualitas hasil panen.Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi pendekatan humanis Polri, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut berperan aktif dalam pembangunan sektor strategis, termasuk pertanian.Langkah yang dilakukan Polsek Kei Besar Selatan menunjukkan transformasi peran Polri yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan ketahanan pangan global, keterlibatan aparat di tingkat lokal menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Program seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai mitra pembangunan.Dengan konsistensi dan kolaborasi lintas sektor, upaya swasembada pangan di daerah diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan. PNO-12
25 Mar 2026, 18:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru