Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolda DIY
Papuanewsonline.com, DIY - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peletakan batu pertama Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Sigit, pembangunan ini mengedepankan empat konsep Smart City. Pertama, kata Sigit, terkait data dan driven policing hub, yakni pusat kendali kepolisian yang menggunakan data dari berbagai sumber secara real-time untuk membantu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis fakta."Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat," kata Sigit dalam sambutannya di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026). Kemudian, kata Sigit, Mapolda DIY bakal dilengkapi cyber security defense center. Adapun itu adalah, pusat perlindungan digital yang bertugas menjaga sistem dan data dari serangan siber, seperti peretasan, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya.Lalu yang terakhir, decision intelligence and knowledge system. Menurut Sigit, Mapolda DIY nantinya dipengkapi sistem yang mengolah data dan pengalaman menjadi pengetahuan. "Sehingga membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan," tutup Sigit. PNO-12
04 Mei 2026, 10:40 WIT
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal
Papuanewsonline.com, DIY - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026). "Dan ke depan kita harapkan Polda DIY betul-betul bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan," kata Sigit di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026). Pembangunan ini sendiri bertajuk 'Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono'. Sigit mengapresiasi Pemprov DIY terkait seluruh dukungan terkait pembangunan Mapolda Yogyakarta. "Jadi ini adalah bentuk dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan yang tentunya kita memahami bahwa ini adalah titipan amanah terkait dengan pembangunan ini sebagaimana tema dari pembangunan Mapolda yaitu Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono," ujar Sigit. Sebagaimana artinya, Sigit meminta agar jajarannya bisa menjaga, memperbaiki dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat yang tentunya ini sejalan dengan Tri Brata dan Catur Prasetya. "Dan juga kami juga mendapatkan amanah agar ke depan gedung Polda DIY ini dibangun dengan konsep smart city, tadi kita mendapatkan amanah dari Bapak Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono titipan dari masyarakat Yogya agar gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung yang hanya fisiknya saja tapi juga bisa melaksanakan fungsinya untuk bisa tampil sebagai pelayanan kepolisian yang memiliki kemampuan data driven police hub, social listening and sentiment intelligence system, cyber security defense center serta decision intelligence and knowledge system," papar Sigit.Karenanya, Sigit menekankan, jajaran Polda DIY harus mendukung konsep dari Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh para pemangku jabatan, pemangku kepentingan dan juga harapan besar dari masyarakat Yogya terhadap kinerja Polri untuk betul-betul bisa profesional, dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12
04 Mei 2026, 10:36 WIT
Persipura Gagal Promosi Langsung Meski Menang, Mutiara Hitam Kini Fokus Hadapi Playoff
Papuanewsonline.com, Jayapura – Persipura Jayapura menutup
perjalanan di kompetisi musim ini dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persiku
Kudus dalam laga terakhir yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Minggu
(3/5/26). Meskipun meraih kemenangan, hasil pertandingan lain membuat tim
berjuluk Mutiara Hitam ini hanya mampu finis di posisi kedua klasemen dan harus
melanjutkan perjuangan melalui babak playoff untuk mendapatkan tiket promosi ke
Liga 1.Sepanjang pertandingan, tim asuhan Rahmad Darmawan tampil
mendominasi jalannya permainan sejak menit awal. Serangan yang dibangun dengan
cepat dari sisi sayap dan permainan umpan pendek di lini tengah kerap
menyulitkan pertahanan lawan. Meskipun sempat menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian
akhir yang kurang tepat membuat kedudukan tetap imbang hingga menjelang babak
pertama berakhir.Kebuntuan tersebut akhirnya terpecah pada menit ke-43,
ketika William Lugo berhasil memaksimalkan peluang yang tercipta dan membawa
Persipura unggul 1-0. Dua menit kemudian, tepatnya di menit ke-45, tim tuan
rumah kembali menambah keunggulan melalui eksekusi penalti yang dilakukan
dengan tenang oleh Kelly Sroyer. Memasuki babak kedua, Persip masih berusaha menambah gol,
sementara serangan lawan berhasil dipatahkan berkat kekompakan lini belakang.Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persipura untuk
tampil maksimal di babak selanjutnya. Meskipun gagal mendapatkan promosi secara
langsung karena kemenangan yang diraih PSS Sleman di pertandingan lain, harapan
untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap terbuka
lebar melalui jalur yang akan ditempuh. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Mei 2026, 20:27 WIT
Persoalan Di Pastoran Katederal Timika Selesai Secara Damai, Gereja Terima Permintaan Maaf TNI
Papuanewsonline.com, Timika – Persoalan yang sempat muncul
terkait kehadiran sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran
Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diselesaikan dengan jalan damai. Hal
ini disampaikan langsung oleh Pastor Paroki, RD Amandus Rahadat Pr, yang
menyatakan bahwa pihak gereja telah menerima permintaan maaf secara resmi dari
pihak TNI. (03/05/26)Menurut penjelasannya, kejadian itu berawal dari upaya
pemeriksaan keamanan yang dilakukan menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua Tengah, termasuk Mimika. Tindakan tersebut sempat menimbulkan reaksi yang beragam
tidak hanya dari umat setempat, tetapi juga dari berbagai kalangan umat Katolik
di seluruh Indonesia, sehingga menimbulkan suasana yang tidak nyaman.Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan bersama yang
digelar di lokasi netral, yaitu lingkungan keuskupan. Dalam kesempatan itu, pihak yang terlibat telah mengakui
kesalahan yang terjadi dan menyampaikan permintaan maafnya dengan tulus. Atas
hal itu, pihak gereja pun telah memberikan maaf sepenuhnya.Dalam khotbah Misa Minggu, Pastor Amandus menyampaikan
harapan agar setelah pengumuman ini, seluruh pihak memahami bahwa persoalan
telah selesai sepenuhnya. "Kami sudah memaafkan. Semoga Tuhan memberkati kita
semua, lingkungan ini, dan semoga kedamaian senantiasa terjaga di tengah
kita," ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Mei 2026, 20:02 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu
Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau
pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon
ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul.
Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan
diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak
membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus
perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk
dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020,
sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai
banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan
tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat
fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas
ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam
pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3
miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi
yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar
perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena
berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke
perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah
diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan
kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali
sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap
memberikan manfaat. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:59 WIT
Pria Ditemukan Tewas Di Belakang Grapari Timika, Tiga Terduga Pelaku Diburu Polisi
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan
meninggal dunia dengan luka serius di kawasan Jalan Hasanuddin, tepatnya di
belakang kantor Grapari Timika, Papua Tengah, pada dini hari Minggu. Kejadian
itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIT, saat warga sekitar mendengar
suara keributan dan kemudian menemukan korban terbaring tak berdaya di lokasi
tersebut. (03/05/26)Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berakhir
tragis, terlihat tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku berusaha mengajak
dan menarik korban keluar dari halaman rumah. Salah satu di antara mereka sempat membujuk dengan ucapan,
“Kau keluar kau aman”. Tak lama setelah itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan
diri, sedangkan ketiga orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat
kejadian.Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung melaporkannya
ke pihak berwajib. Kurang lebih 15 menit kemudian, petugas kepolisian tiba dan
segera mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa para saksi dan masih berusaha
mengetahui jati diri korban yang hingga kini belum teridentifikasi secara
jelas.Jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum
Daerah Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus masih
berlangsung aktif, dengan upaya pengejaran terhadap ketiga tersangka serta
penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna melengkapi bukti
penyelidikan. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:56 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi
Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca
berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada
Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana
ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan
rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan
ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput
sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun
buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini
Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar
18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang
terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam
Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara
Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk
menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal
yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda
rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan
berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di
berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi
tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana
mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk
anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya
generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan
semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang
tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:53 WIT
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat
Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa
jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025
dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan
pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo,
saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada
tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan
dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun
itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap
menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait
perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak
ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan
kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung
(DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024 Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun
terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu
sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan
dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025 Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada
realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini
saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas Media papuanewsonline,com bersama ketua komunitas pemuda kei Edoardus
Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai
masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat
sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih
berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda
Mimika terkait: 1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala
Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,
2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa
di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah
mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung
Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim
kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat
warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati
sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media
Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi
ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu
depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa
masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak
Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang
berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya.
Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk
masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius
kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir
ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan,
untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya
meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait
solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru