logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, DIY - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026). "Dan ke depan kita harapkan Polda DIY betul-betul bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan," kata Sigit di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026). Pembangunan ini sendiri bertajuk 'Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono'. Sigit mengapresiasi Pemprov DIY terkait seluruh dukungan terkait pembangunan Mapolda Yogyakarta. "Jadi ini adalah bentuk dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan yang tentunya kita memahami bahwa ini adalah titipan amanah terkait dengan pembangunan ini sebagaimana tema dari pembangunan Mapolda yaitu Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono," ujar Sigit. Sebagaimana artinya, Sigit meminta agar jajarannya bisa menjaga, memperbaiki dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat yang tentunya ini sejalan dengan Tri Brata dan Catur Prasetya. "Dan juga kami juga mendapatkan amanah agar ke depan gedung Polda DIY ini dibangun dengan konsep smart city, tadi kita mendapatkan amanah dari Bapak Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono titipan dari masyarakat Yogya agar gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung yang hanya fisiknya saja tapi juga bisa melaksanakan fungsinya untuk bisa tampil sebagai pelayanan kepolisian yang memiliki kemampuan data driven police hub, social listening and sentiment intelligence system, cyber security defense center serta decision intelligence and knowledge system," papar Sigit.Karenanya, Sigit menekankan, jajaran Polda DIY harus mendukung konsep dari Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh para pemangku jabatan, pemangku kepentingan dan juga harapan besar dari masyarakat Yogya terhadap kinerja Polri untuk betul-betul bisa profesional, dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12 04 Mei 2026, 10:36 WIT
Persipura Gagal Promosi Langsung Meski Menang, Mutiara Hitam Kini Fokus Hadapi Playoff Papuanewsonline.com, Jayapura – Persipura Jayapura menutup perjalanan di kompetisi musim ini dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persiku Kudus dalam laga terakhir yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/5/26). Meskipun meraih kemenangan, hasil pertandingan lain membuat tim berjuluk Mutiara Hitam ini hanya mampu finis di posisi kedua klasemen dan harus melanjutkan perjuangan melalui babak playoff untuk mendapatkan tiket promosi ke Liga 1.Sepanjang pertandingan, tim asuhan Rahmad Darmawan tampil mendominasi jalannya permainan sejak menit awal. Serangan yang dibangun dengan cepat dari sisi sayap dan permainan umpan pendek di lini tengah kerap menyulitkan pertahanan lawan. Meskipun sempat menciptakan sejumlah peluang, penyelesaian akhir yang kurang tepat membuat kedudukan tetap imbang hingga menjelang babak pertama berakhir.Kebuntuan tersebut akhirnya terpecah pada menit ke-43, ketika William Lugo berhasil memaksimalkan peluang yang tercipta dan membawa Persipura unggul 1-0. Dua menit kemudian, tepatnya di menit ke-45, tim tuan rumah kembali menambah keunggulan melalui eksekusi penalti yang dilakukan dengan tenang oleh Kelly Sroyer. Memasuki babak kedua, Persip masih berusaha menambah gol, sementara serangan lawan berhasil dipatahkan berkat kekompakan lini belakang.Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persipura untuk tampil maksimal di babak selanjutnya. Meskipun gagal mendapatkan promosi secara langsung karena kemenangan yang diraih PSS Sleman di pertandingan lain, harapan untuk kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tetap terbuka lebar melalui jalur yang akan ditempuh.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 20:27 WIT
Persoalan Di Pastoran Katederal Timika Selesai Secara Damai, Gereja Terima Permintaan Maaf TNI Papuanewsonline.com, Timika – Persoalan yang sempat muncul terkait kehadiran sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diselesaikan dengan jalan damai. Hal ini disampaikan langsung oleh Pastor Paroki, RD Amandus Rahadat Pr, yang menyatakan bahwa pihak gereja telah menerima permintaan maaf secara resmi dari pihak TNI. (03/05/26)Menurut penjelasannya, kejadian itu berawal dari upaya pemeriksaan keamanan yang dilakukan menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua Tengah, termasuk Mimika. Tindakan tersebut sempat menimbulkan reaksi yang beragam tidak hanya dari umat setempat, tetapi juga dari berbagai kalangan umat Katolik di seluruh Indonesia, sehingga menimbulkan suasana yang tidak nyaman.Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan bersama yang digelar di lokasi netral, yaitu lingkungan keuskupan. Dalam kesempatan itu, pihak yang terlibat telah mengakui kesalahan yang terjadi dan menyampaikan permintaan maafnya dengan tulus. Atas hal itu, pihak gereja pun telah memberikan maaf sepenuhnya.Dalam khotbah Misa Minggu, Pastor Amandus menyampaikan harapan agar setelah pengumuman ini, seluruh pihak memahami bahwa persoalan telah selesai sepenuhnya. "Kami sudah memaafkan. Semoga Tuhan memberkati kita semua, lingkungan ini, dan semoga kedamaian senantiasa terjaga di tengah kita," ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 20:02 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul. Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020, sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3 miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap memberikan manfaat.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:59 WIT
Pria Ditemukan Tewas Di Belakang Grapari Timika, Tiga Terduga Pelaku Diburu Polisi Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan luka serius di kawasan Jalan Hasanuddin, tepatnya di belakang kantor Grapari Timika, Papua Tengah, pada dini hari Minggu. Kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIT, saat warga sekitar mendengar suara keributan dan kemudian menemukan korban terbaring tak berdaya di lokasi tersebut. (03/05/26)Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berakhir tragis, terlihat tiga orang pria yang diduga sebagai pelaku berusaha mengajak dan menarik korban keluar dari halaman rumah. Salah satu di antara mereka sempat membujuk dengan ucapan, “Kau keluar kau aman”. Tak lama setelah itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri, sedangkan ketiga orang tersebut segera pergi meninggalkan tempat kejadian.Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Kurang lebih 15 menit kemudian, petugas kepolisian tiba dan segera mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Petugas juga telah memeriksa para saksi dan masih berusaha mengetahui jati diri korban yang hingga kini belum teridentifikasi secara jelas.Jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan kasus masih berlangsung aktif, dengan upaya pengejaran terhadap ketiga tersangka serta penelusuran rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna melengkapi bukti penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Mei 2026, 19:56 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar 18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 03 Mei 2026, 19:53 WIT
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025 dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo, saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru  Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024  Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025  Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas  Media papuanewsonline,com bersama  ketua komunitas pemuda kei Edoardus Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan  Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda Mimika terkait:  1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,  2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak  Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya. Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah  Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan, untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik Editor: GF 03 Mei 2026, 14:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT