Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Belum Ada Kejelasan, 11 SPPG Di Mimika Masih Berstatus Dihentikan Sementara
Papuanewsoline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika sekaligus
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa
hingga saat ini belum ada kepastian atau perkembangan terbaru terkait nasib 11
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diberhentikan sementara oleh Badan
Gizi Nasional (BGN).Sebanyak delapan unit di antaranya terkendala masalah
instalasi pengolahan air limbah, sedangkan tiga lainnya mengalami hambatan dari
sisi administrasi. Kesebelasnya merupakan bagian dari total 18 SPPG yang
beroperasi di wilayah ini.Menurut Emanuel Kemong, pihaknya terus melakukan koordinasi
guna mencari solusi terbaik, namun keputusan akhir masih menunggu arahan resmi
dari pihak yang berwenang. “Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan
evaluasi. Urusan teknis serta keputusan lebih lanjut sepenuhnya menjadi
wewenang dan tanggung jawab BGN,” jelasnya (4/5/2026).Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua BGN Regional Papua
Tengah, Nalen Situmorang, yang sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir April
lalu belum ada petunjuk resmi yang diterima terkait tindak lanjut dari kasus
ini. Semua pihak masih menunggu kebijakan yang akan ditetapkan
guna memulihkan kembali layanan yang sangat dinantikan masyarakat.“Kami berharap proses penyelesaian ini dapat berjalan cepat
dan lancar, agar layanan makanan bergizi bagi para siswa dapat segera berjalan
kembali dengan baik. Semoga kendala yang ada segera terselesaikan demi manfaat
pendidikan dan kesehatan anak-anak kita,” harap Emanuel Kemong. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 21:25 WIT
Euforia Kelulusan Dikeluhkan, Pelajar Lakukan Aksi Tidak Tertib Di Jalan Raya
Papuanewsonline.com, Timika – Rasa syukur atas kelulusan
yang dirayakan para siswa SMA di Kabupaten Mimika justru menimbulkan keluhan
dari masyarakat. Pada Senin (4/5/26), sejumlah pelajar terlihat melakukan
tindakan yang tidak tertib dan membahayakan saat melintas di Jalan Budi Utomo.
Mereka yang mengenakan seragam penuh coretan bergerak berkelompok menggunakan
sepeda motor dengan cara berkendara yang sembarangan.Perilaku tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat banyak
di antara mereka yang tidak menggunakan helm sesuai standar dan memodifikasi
kendaraan dengan knalpot yang berisik. Aksi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan
lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan
banyak pihak.Saleh, salah satu warga sekaligus pengemudi ojek,
menyampaikan kekesalannya namun tetap berharap hal ini menjadi pelajaran. “Boleh saja bersuka cita, tapi harus tetap menjaga
keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya perayaan dilakukan dengan
cara yang positif, misalnya berkumpul bersama keluarga atau mempersiapkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.Warga juga meminta pihak sekolah untuk terus mengingatkan
dan membimbing para siswa, serta mengharapkan peran aktif Satuan Lalu Lintas
untuk melakukan penertiban di lapangan.“Semoga ke depannya, setiap momen bahagia seperti ini dapat
dirayakan dengan cara yang terpuji, aman, dan tidak menimbulkan keresahan bagi
lingkungan sekitar,” harap warga. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 21:21 WIT
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara
Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh
Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap
kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang
digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai
kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum
sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara
Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai
kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan
kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan
Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih
bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun
kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi.
Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini
justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta
Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang
ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau
outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal,
termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian
komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah
program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan
perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja
yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini
semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona
Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden
Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan
kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya
harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,”
ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh
hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya
menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh.
Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan
pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai
belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK,
minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri
peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional
bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat
perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak
belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan
pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan
dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan
tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan
pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib
hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF)
04 Mei 2026, 17:52 WIT
Pemkab Mimika Jalani Audit BPK, Bupati Tekankan Laporan Harus Transparan dan Akurat
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan keuangan secara menyeluruh yang
dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini disampaikan Bupati Johannes
Rettob dalam apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pusat Pemerintahan
Kabupaten Mimika, sekaligus menekankan pentingnya keterbukaan dan ketelitian
dalam setiap tahapan pemeriksaan tersebut. (04/05/26)Bupati meminta kepada seluruh pimpinan dan jajaran
Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun dan menyajikan laporan kinerja serta
keuangan secara tepat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ia juga mengingatkan agar pihak instansi bersikap terbuka
serta menjalin komunikasi yang baik dengan tim pemeriksa. Apabila ditemukan kekeliruan administrasi, kelebihan, maupun
kekurangan dalam pembayaran, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti sebagai
bentuk tanggung jawab bersama.Selain membahas proses audit, Bupati juga menyampaikan
rencana untuk melakukan penempatan kembali pegawai ke sejumlah dinas yang baru
dibentuk. Bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, ia menyatakan bahwa
proses pergeseran jabatan ini masih memerlukan proses dan persetujuan resmi
dari Badan Kepegawaian Negara, sehingga pelaksanaannya tidak dapat dilakukan
secara sembarangan.Ia berharap seluruh jajaran tetap bekerja dengan baik,
menjaga kekompakan, dan memahami setiap tahapan prosedur yang berlaku. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar pihak dinilai
sangat penting, baik untuk kelancaran proses pemeriksaan yang sedang
berlangsung maupun untuk persiapan penempatan tugas ke depannya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:41 WIT
Pelantikan Eselon Dipastikan Sah, Bupati Boven Digoel Minta Polemik Diakhiri
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni
Omba, S.IP., menegaskan bahwa proses pelantikan pejabat eselon III dan IV yang
dilaksanakan pada 17 Maret 2026 berjalan sah dan sesuai dengan seluruh
peraturan serta prosedur yang berlaku. Pernyataan ini disampaikannya saat
memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara dan tenaga kontrak di
lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (4/5/26).Ia menekankan bahwa penjelasan yang telah disampaikan oleh
pimpinan daerah, Inspektorat, dan bagian hukum sudah cukup jelas untuk dipahami
semua pihak. Bahkan, koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara serta
keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah memastikan bahwa
proses tersebut tidak memiliki masalah apapun. Oleh karena itu, Bupati meminta agar tidak ada lagi pihak
yang mempermasalahkan hal ini hingga ke tingkat legislatif maupun pemerintah
pusat.Bupati juga memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia untuk menyiapkan peraturan dan memberikan sanksi tegas bagi
pihak yang masih berupaya mempersoalkan keputusan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa penempatan dan pergeseran jabatan
merupakan hak prerogatif kepala daerah yang hanya dapat dinilai oleh lembaga
berwenang di tingkat nasional.Di samping itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah
untuk segera mempercepat pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran yang
masih berjalan lambat. “Semoga dengan kepastian ini, seluruh aparat dapat bekerja
dengan tenang dan fokus, sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan
kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” harapnya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:39 WIT
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas
XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara
penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26).
Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema
“Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju
Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar,
pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra
kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan
sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para
lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam
sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik
almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa
acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan
yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan
mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih
kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah
titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka
memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur
dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan
yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk
terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan
dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi
penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat
menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi
nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:33 WIT
Bupati Mimika Larang Pembentukan Kelompok Di Lingkungan Kerja, Ajak Bersatu Bangun Daerah
Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob,
dengan tegas memerintahkan seluruh pimpinan dan pegawai Organisasi Perangkat
Daerah untuk menghentikan praktik pembentukan kelompok-kelompok atau blok-blok
di lingkungan kerja. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di
lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (4/5/2026).Ia menyoroti bahwa fenomena tersebut kerap muncul akibat
sentimen ketika terjadi pergantian pimpinan di suatu instansi. Masih ditemukan sikap sebagian pegawai yang hanya berpihak
pada pemimpin lama dan enggan bekerja sama dengan pemimpin yang baru menjabat. “Kita semua sama, tidak ada perbedaan. Kalau kita kompak,
tugas pelayanan kepada masyarakat pasti akan berjalan lebih baik,” tegasnya.Selain mengutamakan kebersamaan, Bupati juga mengingatkan
agar seluruh Aparatur Sipil Negara melaksanakan tugas sesuai dengan tugas
pokok, fungsi, serta peraturan yang berlaku. Ia mendorong setiap pegawai untuk melakukan evaluasi diri
demi meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik yang diberikan kepada
warga.Lebih lanjut, ia berharap seluruh aparatur memiliki
integritas, dedikasi, disiplin, dan kemampuan berpikir yang inovatif. Dengan sikap dan kemampuan tersebut, diharapkan setiap
pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dan berperan aktif dalam mewujudkan
kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:29 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Asn Untuk Bekerja Dengan Berani Dan Profesional
Papuanewsonline.com, Timika – Memasuki triwulan kedua tahun
2026, Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara
(ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan dan mengevaluasi kinerja secara
menyeluruh. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pegawai di Pusat Pemerintahan
SP 3, Senin (4/5/2026). Ia menekankan bahwa pelaksanaan program kerja harus
segera dipercepat agar target pembangunan dapat tercapai secara maksimal.Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada
kerja sama yang baik antarinstansi. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk
memperkuat koordinasi dan menyusun laporan realisasi kegiatan serta keuangan
secara transparan dan berkala. “Setiap proses kerja harus memiliki pertanggungjawaban yang
jelas. Segera identifikasi kendala yang ada dan selesaikan dengan langkah yang
tepat dan cepat,” tegasnya.Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti sikap kerja
sejumlah pegawai. Ia menyebut masih banyak laporan yang masuk menyatakan bahwa
ada ASN yang enggan bergerak karena diliputi rasa khawatir yang tidak
beralasan. “Bapak dan ibu tidak perlu ragu atau takut. Fokuslah
melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.“Dengan bekerja secara profesional dan berani mengambil
langkah yang benar, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lancar tanpa
hambatan yang tidak perlu. Semoga semangat kerja ini terus terjaga demi
kemajuan Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama,” harap Bupati menutup
arahannya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru