logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News, Tonggak Baru Komunikasi Gereja Papuanewsonline.com, Vatikan - Bahasa Indonesia kini menorehkan sejarah baru di tingkat global setelah resmi digunakan dalam layanan Vatican News, media resmi Takhta Suci di Vatikan.Dengan penambahan ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-57 yang tersedia di kanal tersebut, membuka akses yang lebih luas bagi umat Katolik, khususnya di Indonesia, untuk mengikuti informasi Gereja dalam bahasa mereka sendiri.Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara perwakilan Indonesia dan Dikasteri Komunikasi Vatikan yang berlangsung pada Rabu (25/3/2026) di Kantor Pusat Vatican News dan Radio Vatikan.Langkah ini tidak hanya sekadar penambahan bahasa baru, melainkan menjadi simbol kedekatan antara Gereja universal dengan umat Katolik di Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Vatican News menegaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan semakin banyak umat untuk menerima pesan Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka.Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh delegasi Dikasteri Komunikasi, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono.Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, menyebut momen ini memiliki makna yang jauh melampaui aspek administratif.“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan identitas nasional kita, dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa kehadiran bahasa Indonesia di Vatican News menjadi kabar baik yang nyata bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan sekitarnya.“Ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja universal. Umat kini dapat mendengar suara Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka sendiri,” kata Mgr Agustinus.Sementara itu, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menegaskan pentingnya bahasa sebagai sarana pelayanan yang efektif dalam menjangkau umat secara lebih mendalam.Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak bersejarah bagi Indonesia.“Ini adalah historic moment for Indonesia, khususnya bagi umat Katolik,” ujarnya.Ia menilai, kehadiran bahasa Indonesia dalam Vatican News tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memperkuat keterhubungan umat Indonesia dengan Gereja universal.Di tengah arus globalisasi, bahasa menjadi jembatan penting dalam menyatukan umat lintas negara. Kini, bahasa Indonesia resmi menjadi bagian dari jembatan tersebut, menghubungkan jutaan umat dengan pesan iman, harapan, dan persaudaraan dari pusat Gereja Katolik dunia. (GF) 27 Mar 2026, 14:51 WIT
Kemenhub Siapkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Papuanewsonline.com, Banyuwangi - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan strategi menghadapi puncak arus balik gelombang kedua Lebaran 2026.Rapat tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (26/3/2026), dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan menuju Bali.Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan pentingnya prioritas layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk selama masa arus balik."Kita harus memprioritaskan layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk pada arus balik ini. Untuk mekanisme Tiba - Bongkar - Berangkat (TBB) kita memiliki parameter V/C ratio maksimal 0,6. Maka keputusan harus diambil secara cepat dan jangan terlambat sesuai dengan kondisi di lapangan," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat menyampaikan arahannya.Ia menjelaskan, hasil evaluasi arus mudik sebelumnya menunjukkan perlunya optimalisasi buffer zone dan delaying system untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan."Kesiapan buffer zone menjadi kunci dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Begitu pun dengan pengaturan kendaraan barang sumbu dua yang tidak masuk dalam pembatasan perlu diperhatikan agar berjalan kondusif," imbuh Dirjen Aan.Adapun buffer zone untuk kendaraan roda empat dan bus disiapkan di kawasan Gran Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara itu, kendaraan barang diarahkan ke buffer zone Sri Tanjung serta kantong parkir PT Pusri dan Pelindo.Selain pengaturan kendaraan, strategi lain yang disiapkan adalah pengoperasian kapal sesuai tingkat kepadatan. Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal dioperasikan, meningkat menjadi 30 kapal saat padat, dan hingga 32 kapal saat kondisi sangat padat."Apabila sangat diperlukan jumlah kapal bisa ditambah menjadi 35 sampai dengan 40 kapal dan akan ada 2 kapal bantuan yang kapasitasnya 60 hingga 80 kendaraan," tambahnya.Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, pada periode H+1 hingga H+3 Lebaran, tercatat sebanyak 41.526 kendaraan telah menyeberang ke Bali. Jumlah tersebut terdiri dari 24.093 sepeda motor, 14.179 kendaraan roda empat, 927 bus, dan 2.327 truk.Meski demikian, masih terdapat sekitar 114.255 kendaraan atau 73 persen yang belum menyeberang, sehingga potensi lonjakan arus balik diperkirakan masih akan terjadi."Dari jumlah tersebut masih terdapat 114.255 kendaraan (73%) yang belum menyeberang ke Bali dan ASDP memprediksi arus balik tertinggi jatuh pada H+6 atau tanggal 28 Maret 2026," jelasnya.Untuk itu, Aan menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang baik antar seluruh pihak terkait, termasuk operator pelabuhan, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, serta stakeholder lainnya.Upaya ini diharapkan dapat memastikan arus balik Lebaran 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan kembali ke daerah tujuan. (GF) 27 Mar 2026, 14:44 WIT
Kericuhan Maluku Tenggara Memanas, Dua Perwira Polisi Terluka Akibat Panah Wayer Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara - Kericuhan yang terjadi di wilayah Maluku Tenggara pada Jumat (27/3/2026) dini hari menyebabkan dua pejabat kepolisian mengalami luka serius akibat serangan panah wayer.Insiden tersebut berlangsung di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, dan langsung mendapat penanganan aparat keamanan yang bergerak cepat ke lokasi kejadian.Dua perwira yang menjadi korban adalah Wakapolres Maluku Tenggara, Kompol Jufri Djawa, serta Kasat Reskrim, AKP Barry Talabessy. Keduanya mengalami luka akibat terkena panah wayer saat berada di lokasi kericuhan.Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut situasi di lapangan bermula dari keributan yang kemudian berkembang menjadi bentrokan."Benar, biasalah ribut-ribut, saya sekarang ada di TKP," ujarnya.Setelah kejadian, kedua korban segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.Selain korban dari pihak kepolisian, informasi awal dari lapangan juga menyebutkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Setidaknya dua orang dilaporkan meninggal dunia.Kericuhan juga mengakibatkan kerusakan cukup besar, dengan puluhan rumah warga dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan akibat bentrokan yang terjadi.Hingga saat ini, motif pasti di balik kericuhan tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat.Sementara itu, situasi di lokasi kejadian masih dalam pengamanan ketat aparat gabungan untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan.Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang. Penulis: Hendrik Editor: GF 27 Mar 2026, 14:36 WIT
Semarak Paskah di Timika, Bundaran Kota Dihiasi Ornamen Religius Papuanewsonline.com, Timika – Wajah Kota Timika tampil lebih semarak dan kental dengan nuansa religius dalam menyambut perayaan Paskah. Komunitas Mimika Berkarya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika menghadirkan sentuhan keindahan dengan memasang berbagai ornamen khas Paskah di sejumlah titik strategis kota pada Kamis (26/3/26).Kawasan-kawasan bundaran ikonik kini dihiasi dekorasi bernuansa iman, seperti salib, lampion, umbul-umbul, hingga lampu berwarna ungu yang memancarkan suasana khidmat, terutama saat malam hari tiba.Ketua Komunitas Mimika Berkarya, Ronald Windesi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif antara komunitas dan pemerintah daerah dalam menyambut hari besar keagamaan sekaligus memperindah kota. "Kami kembali dipercaya untuk menghias beberapa titik strategis yang menjadi ikon Kabupaten Mimika. Ini adalah bukti sinergi yang baik antara komunitas dan pemerintah untuk menyajikan suasana yang berbeda bagi masyarakat," ujarnya.Lokasi yang menjadi fokus penataan meliputi Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosi, dan Bundaran SP2Di Bundaran Timika Indah, dipasang tiga salib berukuran 1,5 Meter serta satu salib besar setinggi tiga meter dari arah Jalan Beliwis, lengkap dengan lampion berbentuk salib dan umbul-umbul. Sementara itu, Bundaran Petrosi dihiasi empat salib dari berbagai arah, dan Bundaran SP2 dipenuhi ornamen serupa dengan tiga salib yang menghadap ke arah Kuala Kencana, Timika, dan SP5, semakin memperkuat suasana perayaan di setiap sudut kota.Ronald juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas kepercayaan yang terus diberikan kepada komunitasnya. Dalam kesempatan yang sama, ia mewakili Komunitas Mimika Berkarya turut menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati Mimika, Immanuel Kemong, bersama Wakil Bupati John Rettob. Kehadiran berbagai ornamen tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat merasakan suasana Paskah yang lebih khidmat, sekaligus mempererat kebersamaan dan nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 12:02 WIT
Momen Bersejarah, Pesawat TNI AU A-400m Perdana Mendarat di Lanud Yohanis Kapiyau Timika Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah momen bersejarah terjadi di Base Operasional (Baseops) Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua Tengah, saat pesawat angkut militer Airbus A-400M milik TNI Angkatan Udara mendarat untuk pertama kalinya. Kedatangan pesawat canggih ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi alutsista sekaligus peningkatan kemampuan operasional TNI AU, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur."Kedatangan pesawat ini membuktikan komitmen TNI AU dalam memperkuat pertahanan dan pelayanan di wilayah timur," ujar Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy.Dalam penerbangan perdananya menuju Timika, pesawat A-400M bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, kemudian melakukan transit di Lanud Hasanuddin sebelum akhirnya mendarat dengan aman di lokasi tujuan. Pesawat angkut militer multiguna ini dirancang sebagai Multirole Tanker Transport (MRTT), yang mampu melaksanakan berbagai misi strategis mulai dari perpindahan pasukan dan logistik, pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), hingga misi bantuan kemanusiaan di wilayah terpencil maupun terdampak bencana.Kedatangan pesawat ini disambut langsung oleh Komandan Lanud beserta jajaran pejabat di lingkungan Lanud Yohanis Kapiyau. Penyambutan tersebut menjadi simbol kesiapan satuan dalam mendukung operasional pesawat modern sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Kehadiran A-400M tidak hanya menjadi simbol kekuatan baru bagi TNI AU, tetapi juga wujud nyata kemampuan pertahanan udara negara di kawasan timur.Dengan segala keunggulan teknis yang dimilikinya, pesawat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di seluruh pelosok tanah air, khususnya di wilayah Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 11:50 WIT
DPRK Mimika Dorong Koperasi Sebagai Solusi Serap Hasil Dulang Emas Warga Papuanewsonline.com, Mimika – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika mendorong pembentukan koperasi sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah pemasaran hasil dulang emas warga yang saat ini mengalami kendala. Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan pihaknya siap menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pendulang emas tradisional guna menampung aspirasi dan mencari jalan keluar terbaik bersama. “Kami siap melaksanakan RDP agar bisa mengetahui secara jelas apa yang menjadi tuntutan para pendulang dan mencari solusi yang tepat,” ujar Primus saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026).Menurut Primus, persoalan yang dihadapi para pendulang cukup kompleks, salah satunya karena lokasi kegiatan pendulangan hingga saat ini masih berada dalam kawasan objek vital yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Kondisi ini membuat aktivitas pendulangan dinilai ilegal, yang pada akhirnya berdampak pada tersendatnya proses penjualan hasil dulang. Oleh karena itu, DPRK menilai bahwa pembentukan koperasi dapat menjadi solusi jangka menengah yang efektif agar hasil kerja masyarakat dapat dikelola dan dipasarkan secara lebih terorganisir dan tertib.“Pembentukan koperasi ini tentu memerlukan kajian dan evaluasi mendalam dari pemerintah, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan atau terburu-buru,” katanya. Primus juga menegaskan bahwa upaya untuk melegalkan aktivitas pendulangan tradisional merupakan proses yang panjang dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga pihak pengelola kawasan. “Kalau ingin dilegalkan dalam waktu cepat tentu tidak mungkin. Harus ada pembahasan menyeluruh, termasuk terkait status kawasan sebagai objek vital nasional,” jelasnya.Oleh karena itu, Primus menambahkan bahwa langkah paling realistis dan bisa segera dilakukan saat ini adalah dengan mendorong pembentukan koperasi agar hasil dulang masyarakat dapat terserap pasar, sambil terus menunggu solusi jangka panjang terkait status legalitas dan kawasan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para pendulang untuk mendapatkan kepastian harga dan pembelian yang lebih baik, sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 11:46 WIT
Kegiatan Pembersihan Jalan RTH Disorot, Aliansi Peduli Pengusaha OAP Tantang Pemkab Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika mengungkap temuan serius terkait pelaksanaan sejumlah kegiatan pemerintah di beberapa distrik yang diduga berjalan tanpa kontrak resmi, tanpa transparansi, serta minimnya pelibatan pengusaha asli Papua. 27/3/26)Dalam temuan di lapangan, terlihat kegiatan penataan lingkungan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah berjalan, namun tidak memiliki kejelasan administrasi kontrak yang sah. Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik terhadap mekanisme pelaksanaan yang dinilai menyimpang dari aturan yang berlaku.Lebih jauh, Aliansi juga menemukan indikasi kuat adanya dugaan keterlibatan orang-orang dekat atau lingkaran tertentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, ditemukan pula praktik penggunaan nama pengusaha OAP yang hanya dijadikan sebagai "formalitas" semata, sementara pihak yang benar-benar melaksanakan pekerjaan bukan merupakan orang asli Papua. Jika dugaan ini terbukti, maka praktik ini dinilai sebagai bentuk penyimpangan serius yang tidak hanya melanggar etika administrasi negara, tetapi juga mencederai hak ekonomi masyarakat asli di tanahnya sendiri, serta bertentangan dengan semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan kebijakan afirmatif pemerintah pusat.Ketua Aliansi, Emus Kogoya, menegaskan bahwa persoalan ini sudah masuk pada level serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah. "Kami menemukan pekerjaan sudah berjalan di lapangan, tapi kontrak tidak jelas. Ini tidak boleh dianggap biasa. Ini harus dijelaskan ke publik: siapa yang kerja, pakai dasar apa, dan kenapa pengusaha OAP tidak dilibatkan?" tegasnya. Aliansi juga secara terbuka menantang Inspektorat Kabupaten Mimika untuk segera turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. "Inspektorat jangan diam. Ini uang negara, ini hak masyarakat. Kalau ada pelanggaran, harus dibuka secara transparan," lanjutnya.Momentum sorotan ini juga terjadi tepat setelah genap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Aliansi menyampaikan pesan terbuka meminta klarifikasi terkait kesesuaian kegiatan ini dengan visi dan misi yang telah disampaikan. Secara resmi, Aliansi meminta klarifikasi terbuka, pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat, penghentian praktik penggunaan nama OAP sebagai formalitas, serta pelibatan nyata pengusaha asli dalam setiap kegiatan pemerintah. "Kami tidak datang untuk melawan pemerintah. Kami datang untuk mengingatkan. Tapi kalau hak OAP terus diabaikan, maka kami akan berdiri paling depan untuk bersuara," tegas Aji Lemauk. Aliansi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan siap menempuh langkah advokasi hingga tingkat pusat jika tidak ada respons serius. Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 11:41 WIT
Pendulang Emas Kembali Padati Jalan Ahmad Yani, Tunggu Kepastian Pembelian Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan pendulang emas tradisional kembali menduduki kawasan Jalan Ahmad Yani, Timika, pada Kamis (26/3/2026). Kehadiran mereka dipicu oleh melemahnya harga jual emas serta belum optimalnya penyerapan hasil dulang oleh para pengusaha setempat. Konsentrasi massa terlihat mulai dari pertigaan PIN Seluler hingga arah Pasar Gorong-gorong.Meski tidak melakukan demonstrasi aktif, kerumunan ini menyebabkan arus lalu lintas terhambat sehingga pihak kepolisian harus melakukan pengalihan jalur ke rute alternatif.Koordinator pendulang, Simon Rahanjaan, menjelaskan bahwa para pendulang berkumpul untuk menanti realisasi pembelian emas oleh pengusaha yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan. Menurutnya, saat ini terdapat tiga toko emas, yakni Hanna, Citra, dan Azka, yang bersedia membeli hasil dulang. Namun, proses transaksi masih terkendala antrean pencairan dana di pihak pengusaha. "Kami di sini untuk menunggu kepastian agar hasil kerja keras para pendulang bisa segera terserap," ujar Simon di lokasi kejadian.Saat ini, harga jual emas di tingkat pendulang mengalami penurunan dan berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per gram. Selain harga yang melemah, para pengusaha juga menerapkan kebijakan pembatasan pembelian maksimal hanya tiga gram per orang. Kondisi ini memaksa para pendulang untuk tetap bertahan di lokasi hingga seluruh hasil bumi yang mereka bawa dapat terjual habis. Mereka berharap ada solusi cepat agar kebutuhan ekonomi keluarga dapat terpenuhi di tengah fluktuasi harga tersebut.Guna mencegah terjadinya gangguan keamanan, pihak pendulang terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian. Hingga sore hari pukul 15.10 WIT, puluhan personel Polres Mimika masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memfasilitasi negosiasi antara pendulang dan pemilik toko. Aparat mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga situasi agar tetap kondusif selama proses transaksi berlangsung di kawasan pusat ekonomi tersebut. Penulis: Jid Editor: GF 27 Mar 2026, 11:35 WIT
Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Kondusif Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026. Meski demikian, pengamanan arus balik masih akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.Kamis (26/03) Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen. Pol Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan aman, tertib, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan.“Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Brigjen. Pol Tjahyono.Ia menjelaskan, berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit atau 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit atau 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan.“Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi akan terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk itu, Polri akan terus siaga melalui KRYD,” lanjutnya.Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026 dengan jumlah 270.315 unit kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Sementara puncak arus balik terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan atau meningkat sekitar 14,68 persen.Kelancaran arus lalu lintas, lanjutnya, tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis dan berbasis parameter, seperti penerapan contraflow bertahap, one way lokal Presisi, hingga one way nasional baik pada arus mudik maupun arus balik.Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.Pada sektor penyeberangan dan transportasi umum, situasi di lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk, termasuk bandara, terminal, dan stasiun, secara umum berjalan aman dan terkendali. Kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk pun berhasil diurai melalui koordinasi cepat antar instansi.Dari sisi keamanan dan keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat serta efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan,” kata Brigjen. Pol Tjahyono.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terdapat gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mudik, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif.Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalur transportasi, hingga simpul-simpul pergerakan masyarakat lainnya.“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalan tol, jalan arteri, serta pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi lainnya,” jelasnya.Selama operasi berlangsung, Polri melakukan pengamanan di ribuan titik, termasuk 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 121.803 tempat ibadah. Pengamanan tersebut juga didukung oleh 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.Selain itu, berbagai inovasi pelayanan turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY, serta layanan 24 jam di pos pengamanan dan pos pelayanan.Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam operasi ini, melalui penggunaan Command Center Korlantas, ETLE Patrol, Traffic Accident Analysis (TAA), Road Accident Rescue (RAR), Mobile Command Center, serta body camera.Brigjen. Pol Tjahyono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026.“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat dan rekan-rekan media atas sinergi yang terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran,” ungkapnya.Di akhir pernyataannya, Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret 2026 serta kebijakan work from anywhere guna mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan.Polri menegaskan akan tetap hadir dan siaga melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 selesai, demi memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. PNO-12 26 Mar 2026, 18:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT