Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Bahasa Indonesia Resmi Masuk Vatican News, Tonggak Baru Komunikasi Gereja
Papuanewsonline.com, Vatikan - Bahasa Indonesia kini
menorehkan sejarah baru di tingkat global setelah resmi digunakan dalam layanan
Vatican News, media resmi Takhta Suci di Vatikan.Dengan penambahan ini, bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-57
yang tersedia di kanal tersebut, membuka akses yang lebih luas bagi umat
Katolik, khususnya di Indonesia, untuk mengikuti informasi Gereja dalam bahasa
mereka sendiri.Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota
kesepahaman atau MoU antara perwakilan Indonesia dan Dikasteri Komunikasi
Vatikan yang berlangsung pada Rabu (25/3/2026) di Kantor Pusat Vatican News dan
Radio Vatikan.Langkah ini tidak hanya sekadar penambahan bahasa baru,
melainkan menjadi simbol kedekatan antara Gereja universal dengan umat Katolik
di Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Vatican News menegaskan bahwa
kerja sama ini memungkinkan semakin banyak umat untuk menerima pesan Bapa Suci
dalam bahasa ibu mereka.Penandatanganan MoU turut dihadiri oleh delegasi Dikasteri
Komunikasi, Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),
serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias
Kuncahyono.Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo,
menyebut momen ini memiliki makna yang jauh melampaui aspek administratif.“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan
identitas nasional kita, dan penguatan jembatan iman antara Indonesia dan
jantung Gereja universal,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa kehadiran bahasa Indonesia di Vatican
News menjadi kabar baik yang nyata bagi umat Katolik di Indonesia dan kawasan
sekitarnya.“Ini membuka jalur langsung menuju informasi Gereja
universal. Umat kini dapat mendengar suara Bapa Suci dalam bahasa ibu mereka
sendiri,” kata Mgr Agustinus.Sementara itu, Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini,
menegaskan pentingnya bahasa sebagai sarana pelayanan yang efektif dalam
menjangkau umat secara lebih mendalam.Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Takhta Suci,
Michael Trias Kuncahyono, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak
bersejarah bagi Indonesia.“Ini adalah historic moment for Indonesia, khususnya bagi
umat Katolik,” ujarnya.Ia menilai, kehadiran bahasa Indonesia dalam Vatican News
tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memperkuat keterhubungan
umat Indonesia dengan Gereja universal.Di tengah arus globalisasi, bahasa menjadi jembatan penting
dalam menyatukan umat lintas negara. Kini, bahasa Indonesia resmi menjadi
bagian dari jembatan tersebut, menghubungkan jutaan umat dengan pesan iman,
harapan, dan persaudaraan dari pusat Gereja Katolik dunia. (GF)
27 Mar 2026, 14:51 WIT
Kemenhub Siapkan Strategi Hadapi Puncak Arus Balik Ketapang–Gilimanuk
Papuanewsonline.com, Banyuwangi - Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan
menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan strategi menghadapi puncak arus
balik gelombang kedua Lebaran 2026.Rapat tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Ketapang,
Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (26/3/2026), dengan melibatkan berbagai
pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan menuju Bali.Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan
pentingnya prioritas layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk
selama masa arus balik."Kita harus memprioritaskan layanan penyeberangan dari
Ketapang menuju Gilimanuk pada arus balik ini. Untuk mekanisme Tiba - Bongkar -
Berangkat (TBB) kita memiliki parameter V/C ratio maksimal 0,6. Maka keputusan
harus diambil secara cepat dan jangan terlambat sesuai dengan kondisi di
lapangan," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat
menyampaikan arahannya.Ia menjelaskan, hasil evaluasi arus mudik sebelumnya
menunjukkan perlunya optimalisasi buffer zone dan delaying system untuk
mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan."Kesiapan buffer zone menjadi kunci dan harus
dimanfaatkan sebaik mungkin. Begitu pun dengan pengaturan kendaraan barang
sumbu dua yang tidak masuk dalam pembatasan perlu diperhatikan agar berjalan
kondusif," imbuh Dirjen Aan.Adapun buffer zone untuk kendaraan roda empat dan bus
disiapkan di kawasan Gran Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara itu,
kendaraan barang diarahkan ke buffer zone Sri Tanjung serta kantong parkir PT
Pusri dan Pelindo.Selain pengaturan kendaraan, strategi lain yang disiapkan
adalah pengoperasian kapal sesuai tingkat kepadatan. Dalam kondisi normal,
sebanyak 28 kapal dioperasikan, meningkat menjadi 30 kapal saat padat, dan
hingga 32 kapal saat kondisi sangat padat."Apabila sangat diperlukan jumlah kapal bisa ditambah
menjadi 35 sampai dengan 40 kapal dan akan ada 2 kapal bantuan yang
kapasitasnya 60 hingga 80 kendaraan," tambahnya.Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, pada periode H+1
hingga H+3 Lebaran, tercatat sebanyak 41.526 kendaraan telah menyeberang ke
Bali. Jumlah tersebut terdiri dari 24.093 sepeda motor, 14.179 kendaraan roda
empat, 927 bus, dan 2.327 truk.Meski demikian, masih terdapat sekitar 114.255 kendaraan
atau 73 persen yang belum menyeberang, sehingga potensi lonjakan arus balik
diperkirakan masih akan terjadi."Dari jumlah tersebut masih terdapat 114.255 kendaraan
(73%) yang belum menyeberang ke Bali dan ASDP memprediksi arus balik tertinggi
jatuh pada H+6 atau tanggal 28 Maret 2026," jelasnya.Untuk itu, Aan menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi
yang baik antar seluruh pihak terkait, termasuk operator pelabuhan, TNI/Polri,
Dinas Perhubungan, serta stakeholder lainnya.Upaya ini diharapkan dapat memastikan arus balik Lebaran
2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan kenyamanan
bagi masyarakat yang melakukan perjalanan kembali ke daerah tujuan. (GF)
27 Mar 2026, 14:44 WIT
Kericuhan Maluku Tenggara Memanas, Dua Perwira Polisi Terluka Akibat Panah Wayer
Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara - Kericuhan yang
terjadi di wilayah Maluku Tenggara pada Jumat (27/3/2026) dini hari menyebabkan
dua pejabat kepolisian mengalami luka serius akibat serangan panah wayer.Insiden tersebut berlangsung di Desa Danar Ternate,
Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, dan langsung mendapat penanganan aparat
keamanan yang bergerak cepat ke lokasi kejadian.Dua perwira yang menjadi korban adalah Wakapolres Maluku
Tenggara, Kompol Jufri Djawa, serta Kasat Reskrim, AKP Barry Talabessy.
Keduanya mengalami luka akibat terkena panah wayer saat berada di lokasi
kericuhan.Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, membenarkan adanya
peristiwa tersebut. Ia menyebut situasi di lapangan bermula dari keributan yang
kemudian berkembang menjadi bentrokan."Benar, biasalah ribut-ribut, saya sekarang ada di
TKP," ujarnya.Setelah kejadian, kedua korban segera dievakuasi dan
dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.Selain korban dari pihak kepolisian, informasi awal dari
lapangan juga menyebutkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Setidaknya
dua orang dilaporkan meninggal dunia.Kericuhan juga mengakibatkan kerusakan cukup besar, dengan
puluhan rumah warga dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan akibat
bentrokan yang terjadi.Hingga saat ini, motif pasti di balik kericuhan tersebut
masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan
guna mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat.Sementara itu, situasi di lokasi kejadian masih dalam
pengamanan ketat aparat gabungan untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan.Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang
dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, serta
menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang. Penulis: Hendrik
Editor: GF
27 Mar 2026, 14:36 WIT
Semarak Paskah di Timika, Bundaran Kota Dihiasi Ornamen Religius
Papuanewsonline.com, Timika – Wajah Kota Timika tampil lebih
semarak dan kental dengan nuansa religius dalam menyambut perayaan Paskah.
Komunitas Mimika Berkarya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika
menghadirkan sentuhan keindahan dengan memasang berbagai ornamen khas Paskah di
sejumlah titik strategis kota pada Kamis (26/3/26).Kawasan-kawasan bundaran ikonik kini dihiasi dekorasi
bernuansa iman, seperti salib, lampion, umbul-umbul, hingga lampu berwarna ungu
yang memancarkan suasana khidmat, terutama saat malam hari tiba.Ketua Komunitas Mimika Berkarya, Ronald Windesi, menyatakan
bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif antara komunitas dan
pemerintah daerah dalam menyambut hari besar keagamaan sekaligus memperindah
kota. "Kami kembali dipercaya untuk menghias beberapa titik
strategis yang menjadi ikon Kabupaten Mimika. Ini adalah bukti sinergi yang
baik antara komunitas dan pemerintah untuk menyajikan suasana yang berbeda bagi
masyarakat," ujarnya.Lokasi yang menjadi fokus penataan meliputi Bundaran Timika
Indah, Bundaran Petrosi, dan Bundaran SP2Di Bundaran Timika Indah, dipasang tiga salib berukuran 1,5 Meter
serta satu salib besar setinggi tiga meter dari arah Jalan Beliwis, lengkap
dengan lampion berbentuk salib dan umbul-umbul. Sementara itu, Bundaran Petrosi dihiasi empat salib dari
berbagai arah, dan Bundaran SP2 dipenuhi ornamen serupa dengan tiga salib yang
menghadap ke arah Kuala Kencana, Timika, dan SP5, semakin memperkuat suasana
perayaan di setiap sudut kota.Ronald juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada
Pemerintah Kabupaten Mimika atas kepercayaan yang terus diberikan kepada
komunitasnya. Dalam kesempatan yang sama, ia mewakili Komunitas Mimika
Berkarya turut menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati
Mimika, Immanuel Kemong, bersama Wakil Bupati John Rettob. Kehadiran berbagai ornamen tersebut diharapkan dapat membuat
masyarakat merasakan suasana Paskah yang lebih khidmat, sekaligus mempererat
kebersamaan dan nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mar 2026, 12:02 WIT
Momen Bersejarah, Pesawat TNI AU A-400m Perdana Mendarat di Lanud Yohanis Kapiyau Timika
Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah momen bersejarah
terjadi di Base Operasional (Baseops) Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua
Tengah, saat pesawat angkut militer Airbus A-400M milik TNI Angkatan Udara
mendarat untuk pertama kalinya. Kedatangan pesawat canggih ini menjadi tonggak
penting dalam upaya modernisasi alutsista sekaligus peningkatan kemampuan
operasional TNI AU, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur."Kedatangan pesawat ini membuktikan komitmen TNI AU
dalam memperkuat pertahanan dan pelayanan di wilayah timur," ujar Komandan
Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy.Dalam penerbangan perdananya menuju Timika, pesawat A-400M
bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, kemudian melakukan transit di Lanud
Hasanuddin sebelum akhirnya mendarat dengan aman di lokasi tujuan. Pesawat angkut militer multiguna ini dirancang sebagai
Multirole Tanker Transport (MRTT), yang mampu melaksanakan berbagai misi
strategis mulai dari perpindahan pasukan dan logistik, pengisian bahan bakar di
udara (air-to-air refueling), hingga misi bantuan kemanusiaan di wilayah
terpencil maupun terdampak bencana.Kedatangan pesawat ini disambut langsung oleh Komandan Lanud
beserta jajaran pejabat di lingkungan Lanud Yohanis Kapiyau. Penyambutan tersebut menjadi simbol kesiapan satuan dalam
mendukung operasional pesawat modern sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga
kedaulatan udara nasional. Kehadiran A-400M tidak hanya menjadi simbol kekuatan baru
bagi TNI AU, tetapi juga wujud nyata kemampuan pertahanan udara negara di
kawasan timur.Dengan segala keunggulan teknis yang dimilikinya, pesawat
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga keamanan
serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di seluruh pelosok tanah
air, khususnya di wilayah Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mar 2026, 11:50 WIT
DPRK Mimika Dorong Koperasi Sebagai Solusi Serap Hasil Dulang Emas Warga
Papuanewsonline.com, Mimika – Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Mimika mendorong pembentukan koperasi sebagai solusi strategis
untuk mengatasi masalah pemasaran hasil dulang emas warga yang saat ini
mengalami kendala. Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan pihaknya
siap menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para pendulang emas
tradisional guna menampung aspirasi dan mencari jalan keluar terbaik bersama.
“Kami siap melaksanakan RDP agar bisa mengetahui secara jelas apa yang menjadi
tuntutan para pendulang dan mencari solusi yang tepat,” ujar Primus saat
dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026).Menurut Primus, persoalan yang dihadapi para pendulang cukup
kompleks, salah satunya karena lokasi kegiatan pendulangan hingga saat ini
masih berada dalam kawasan objek vital yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia
(PTFI). Kondisi ini membuat aktivitas pendulangan dinilai ilegal, yang pada
akhirnya berdampak pada tersendatnya proses penjualan hasil dulang. Oleh karena itu, DPRK menilai bahwa pembentukan koperasi
dapat menjadi solusi jangka menengah yang efektif agar hasil kerja masyarakat
dapat dikelola dan dipasarkan secara lebih terorganisir dan tertib.“Pembentukan koperasi ini tentu memerlukan kajian dan
evaluasi mendalam dari pemerintah, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan
atau terburu-buru,” katanya. Primus juga menegaskan bahwa upaya untuk melegalkan
aktivitas pendulangan tradisional merupakan proses yang panjang dan memerlukan
keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga
pihak pengelola kawasan. “Kalau ingin dilegalkan dalam waktu cepat tentu tidak
mungkin. Harus ada pembahasan menyeluruh, termasuk terkait status kawasan
sebagai objek vital nasional,” jelasnya.Oleh karena itu, Primus menambahkan bahwa langkah paling
realistis dan bisa segera dilakukan saat ini adalah dengan mendorong
pembentukan koperasi agar hasil dulang masyarakat dapat terserap pasar, sambil
terus menunggu solusi jangka panjang terkait status legalitas dan kawasan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para
pendulang untuk mendapatkan kepastian harga dan pembelian yang lebih baik,
sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mar 2026, 11:46 WIT
Kegiatan Pembersihan Jalan RTH Disorot, Aliansi Peduli Pengusaha OAP Tantang Pemkab Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika mengungkap temuan serius terkait pelaksanaan
sejumlah kegiatan pemerintah di beberapa distrik yang diduga berjalan tanpa
kontrak resmi, tanpa transparansi, serta minimnya pelibatan pengusaha asli
Papua. 27/3/26)Dalam temuan di lapangan, terlihat kegiatan penataan
lingkungan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah berjalan, namun tidak memiliki
kejelasan administrasi kontrak yang sah. Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik terhadap mekanisme
pelaksanaan yang dinilai menyimpang dari aturan yang berlaku.Lebih jauh, Aliansi juga menemukan indikasi kuat adanya
dugaan keterlibatan orang-orang dekat atau lingkaran tertentu dalam pelaksanaan
kegiatan tersebut. Selain itu, ditemukan pula praktik penggunaan nama pengusaha
OAP yang hanya dijadikan sebagai "formalitas" semata, sementara pihak
yang benar-benar melaksanakan pekerjaan bukan merupakan orang asli Papua. Jika dugaan ini terbukti, maka praktik ini dinilai sebagai
bentuk penyimpangan serius yang tidak hanya melanggar etika administrasi
negara, tetapi juga mencederai hak ekonomi masyarakat asli di tanahnya sendiri,
serta bertentangan dengan semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan
kebijakan afirmatif pemerintah pusat.Ketua Aliansi, Emus Kogoya, menegaskan bahwa persoalan ini
sudah masuk pada level serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah
daerah. "Kami menemukan pekerjaan sudah berjalan di lapangan,
tapi kontrak tidak jelas. Ini tidak boleh dianggap biasa. Ini harus dijelaskan
ke publik: siapa yang kerja, pakai dasar apa, dan kenapa pengusaha OAP tidak
dilibatkan?" tegasnya. Aliansi juga secara terbuka menantang Inspektorat Kabupaten
Mimika untuk segera turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap
kegiatan-kegiatan tersebut. "Inspektorat jangan diam. Ini uang negara, ini hak
masyarakat. Kalau ada pelanggaran, harus dibuka secara transparan,"
lanjutnya.Momentum sorotan ini juga terjadi tepat setelah genap satu
tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Aliansi menyampaikan pesan terbuka meminta klarifikasi
terkait kesesuaian kegiatan ini dengan visi dan misi yang telah disampaikan. Secara resmi, Aliansi meminta klarifikasi terbuka,
pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat, penghentian praktik penggunaan nama
OAP sebagai formalitas, serta pelibatan nyata pengusaha asli dalam setiap
kegiatan pemerintah. "Kami tidak datang untuk melawan pemerintah. Kami
datang untuk mengingatkan. Tapi kalau hak OAP terus diabaikan, maka kami akan
berdiri paling depan untuk bersuara," tegas Aji Lemauk. Aliansi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan
siap menempuh langkah advokasi hingga tingkat pusat jika tidak ada respons
serius. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mar 2026, 11:41 WIT
Pendulang Emas Kembali Padati Jalan Ahmad Yani, Tunggu Kepastian Pembelian
Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan pendulang emas
tradisional kembali menduduki kawasan Jalan Ahmad Yani, Timika, pada Kamis
(26/3/2026). Kehadiran mereka dipicu oleh melemahnya harga jual emas serta
belum optimalnya penyerapan hasil dulang oleh para pengusaha setempat.
Konsentrasi massa terlihat mulai dari pertigaan PIN Seluler hingga arah Pasar
Gorong-gorong.Meski tidak melakukan demonstrasi aktif, kerumunan ini
menyebabkan arus lalu lintas terhambat sehingga pihak kepolisian harus
melakukan pengalihan jalur ke rute alternatif.Koordinator pendulang, Simon Rahanjaan, menjelaskan bahwa
para pendulang berkumpul untuk menanti realisasi pembelian emas oleh pengusaha
yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan. Menurutnya, saat ini terdapat tiga toko emas, yakni Hanna,
Citra, dan Azka, yang bersedia membeli hasil dulang. Namun, proses transaksi
masih terkendala antrean pencairan dana di pihak pengusaha. "Kami di sini untuk menunggu kepastian agar hasil kerja
keras para pendulang bisa segera terserap," ujar Simon di lokasi kejadian.Saat ini, harga jual emas di tingkat pendulang mengalami
penurunan dan berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta per gram. Selain harga yang melemah, para pengusaha juga menerapkan
kebijakan pembatasan pembelian maksimal hanya tiga gram per orang. Kondisi ini memaksa para pendulang untuk tetap bertahan di
lokasi hingga seluruh hasil bumi yang mereka bawa dapat terjual habis. Mereka berharap ada solusi cepat agar kebutuhan ekonomi
keluarga dapat terpenuhi di tengah fluktuasi harga tersebut.Guna mencegah terjadinya gangguan keamanan, pihak pendulang
terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian. Hingga sore hari pukul 15.10 WIT, puluhan personel Polres
Mimika masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memfasilitasi
negosiasi antara pendulang dan pemilik toko. Aparat mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga
situasi agar tetap kondusif selama proses transaksi berlangsung di kawasan
pusat ekonomi tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mar 2026, 11:35 WIT
Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Kondusif
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026. Meski demikian, pengamanan arus balik masih akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.Kamis (26/03) Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen. Pol Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan aman, tertib, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan.“Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Brigjen. Pol Tjahyono.Ia menjelaskan, berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit atau 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit atau 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan.“Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi akan terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk itu, Polri akan terus siaga melalui KRYD,” lanjutnya.Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026 dengan jumlah 270.315 unit kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Sementara puncak arus balik terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan atau meningkat sekitar 14,68 persen.Kelancaran arus lalu lintas, lanjutnya, tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis dan berbasis parameter, seperti penerapan contraflow bertahap, one way lokal Presisi, hingga one way nasional baik pada arus mudik maupun arus balik.Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.Pada sektor penyeberangan dan transportasi umum, situasi di lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk, termasuk bandara, terminal, dan stasiun, secara umum berjalan aman dan terkendali. Kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk pun berhasil diurai melalui koordinasi cepat antar instansi.Dari sisi keamanan dan keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat serta efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan,” kata Brigjen. Pol Tjahyono.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terdapat gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mudik, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif.Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalur transportasi, hingga simpul-simpul pergerakan masyarakat lainnya.“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalan tol, jalan arteri, serta pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi lainnya,” jelasnya.Selama operasi berlangsung, Polri melakukan pengamanan di ribuan titik, termasuk 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 121.803 tempat ibadah. Pengamanan tersebut juga didukung oleh 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.Selain itu, berbagai inovasi pelayanan turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY, serta layanan 24 jam di pos pengamanan dan pos pelayanan.Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam operasi ini, melalui penggunaan Command Center Korlantas, ETLE Patrol, Traffic Accident Analysis (TAA), Road Accident Rescue (RAR), Mobile Command Center, serta body camera.Brigjen. Pol Tjahyono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026.“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat dan rekan-rekan media atas sinergi yang terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran,” ungkapnya.Di akhir pernyataannya, Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret 2026 serta kebijakan work from anywhere guna mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan.Polri menegaskan akan tetap hadir dan siaga melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 selesai, demi memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. PNO-12
26 Mar 2026, 18:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru