logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Belum Ada Kejelasan, 11 SPPG Di Mimika Masih Berstatus Dihentikan Sementara Papuanewsoline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian atau perkembangan terbaru terkait nasib 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).Sebanyak delapan unit di antaranya terkendala masalah instalasi pengolahan air limbah, sedangkan tiga lainnya mengalami hambatan dari sisi administrasi. Kesebelasnya merupakan bagian dari total 18 SPPG yang beroperasi di wilayah ini.Menurut Emanuel Kemong, pihaknya terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik, namun keputusan akhir masih menunggu arahan resmi dari pihak yang berwenang. “Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan evaluasi. Urusan teknis serta keputusan lebih lanjut sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab BGN,” jelasnya (4/5/2026).Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua BGN Regional Papua Tengah, Nalen Situmorang, yang sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir April lalu belum ada petunjuk resmi yang diterima terkait tindak lanjut dari kasus ini. Semua pihak masih menunggu kebijakan yang akan ditetapkan guna memulihkan kembali layanan yang sangat dinantikan masyarakat.“Kami berharap proses penyelesaian ini dapat berjalan cepat dan lancar, agar layanan makanan bergizi bagi para siswa dapat segera berjalan kembali dengan baik. Semoga kendala yang ada segera terselesaikan demi manfaat pendidikan dan kesehatan anak-anak kita,” harap Emanuel Kemong.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:25 WIT
Euforia Kelulusan Dikeluhkan, Pelajar Lakukan Aksi Tidak Tertib Di Jalan Raya Papuanewsonline.com, Timika – Rasa syukur atas kelulusan yang dirayakan para siswa SMA di Kabupaten Mimika justru menimbulkan keluhan dari masyarakat. Pada Senin (4/5/26), sejumlah pelajar terlihat melakukan tindakan yang tidak tertib dan membahayakan saat melintas di Jalan Budi Utomo. Mereka yang mengenakan seragam penuh coretan bergerak berkelompok menggunakan sepeda motor dengan cara berkendara yang sembarangan.Perilaku tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat banyak di antara mereka yang tidak menggunakan helm sesuai standar dan memodifikasi kendaraan dengan knalpot yang berisik. Aksi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan banyak pihak.Saleh, salah satu warga sekaligus pengemudi ojek, menyampaikan kekesalannya namun tetap berharap hal ini menjadi pelajaran. “Boleh saja bersuka cita, tapi harus tetap menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya perayaan dilakukan dengan cara yang positif, misalnya berkumpul bersama keluarga atau mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.Warga juga meminta pihak sekolah untuk terus mengingatkan dan membimbing para siswa, serta mengharapkan peran aktif Satuan Lalu Lintas untuk melakukan penertiban di lapangan.“Semoga ke depannya, setiap momen bahagia seperti ini dapat dirayakan dengan cara yang terpuji, aman, dan tidak menimbulkan keresahan bagi lingkungan sekitar,” harap warga.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 21:21 WIT
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi. Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh. Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK, minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF) 04 Mei 2026, 17:52 WIT
Pemkab Mimika Jalani Audit BPK, Bupati Tekankan Laporan Harus Transparan dan Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan keuangan secara menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini disampaikan Bupati Johannes Rettob dalam apel pagi yang digelar di lingkungan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, sekaligus menekankan pentingnya keterbukaan dan ketelitian dalam setiap tahapan pemeriksaan tersebut. (04/05/26)Bupati meminta kepada seluruh pimpinan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun dan menyajikan laporan kinerja serta keuangan secara tepat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ia juga mengingatkan agar pihak instansi bersikap terbuka serta menjalin komunikasi yang baik dengan tim pemeriksa. Apabila ditemukan kekeliruan administrasi, kelebihan, maupun kekurangan dalam pembayaran, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab bersama.Selain membahas proses audit, Bupati juga menyampaikan rencana untuk melakukan penempatan kembali pegawai ke sejumlah dinas yang baru dibentuk. Bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, ia menyatakan bahwa proses pergeseran jabatan ini masih memerlukan proses dan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara, sehingga pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan.Ia berharap seluruh jajaran tetap bekerja dengan baik, menjaga kekompakan, dan memahami setiap tahapan prosedur yang berlaku. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar pihak dinilai sangat penting, baik untuk kelancaran proses pemeriksaan yang sedang berlangsung maupun untuk persiapan penempatan tugas ke depannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:41 WIT
Pelantikan Eselon Dipastikan Sah, Bupati Boven Digoel Minta Polemik Diakhiri Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP., menegaskan bahwa proses pelantikan pejabat eselon III dan IV yang dilaksanakan pada 17 Maret 2026 berjalan sah dan sesuai dengan seluruh peraturan serta prosedur yang berlaku. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Daerah, Senin (4/5/26).Ia menekankan bahwa penjelasan yang telah disampaikan oleh pimpinan daerah, Inspektorat, dan bagian hukum sudah cukup jelas untuk dipahami semua pihak. Bahkan, koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara serta keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah memastikan bahwa proses tersebut tidak memiliki masalah apapun. Oleh karena itu, Bupati meminta agar tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan hal ini hingga ke tingkat legislatif maupun pemerintah pusat.Bupati juga memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menyiapkan peraturan dan memberikan sanksi tegas bagi pihak yang masih berupaya mempersoalkan keputusan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa penempatan dan pergeseran jabatan merupakan hak prerogatif kepala daerah yang hanya dapat dinilai oleh lembaga berwenang di tingkat nasional.Di samping itu, ia meminta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk segera mempercepat pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran yang masih berjalan lambat. “Semoga dengan kepastian ini, seluruh aparat dapat bekerja dengan tenang dan fokus, sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” harapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:39 WIT
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045 Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26). Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar, pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 04 Mei 2026, 17:33 WIT
Bupati Mimika Larang Pembentukan Kelompok Di Lingkungan Kerja, Ajak Bersatu Bangun Daerah Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, dengan tegas memerintahkan seluruh pimpinan dan pegawai Organisasi Perangkat Daerah untuk menghentikan praktik pembentukan kelompok-kelompok atau blok-blok di lingkungan kerja. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (4/5/2026).Ia menyoroti bahwa fenomena tersebut kerap muncul akibat sentimen ketika terjadi pergantian pimpinan di suatu instansi. Masih ditemukan sikap sebagian pegawai yang hanya berpihak pada pemimpin lama dan enggan bekerja sama dengan pemimpin yang baru menjabat. “Kita semua sama, tidak ada perbedaan. Kalau kita kompak, tugas pelayanan kepada masyarakat pasti akan berjalan lebih baik,” tegasnya.Selain mengutamakan kebersamaan, Bupati juga mengingatkan agar seluruh Aparatur Sipil Negara melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok, fungsi, serta peraturan yang berlaku. Ia mendorong setiap pegawai untuk melakukan evaluasi diri demi meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik yang diberikan kepada warga.Lebih lanjut, ia berharap seluruh aparatur memiliki integritas, dedikasi, disiplin, dan kemampuan berpikir yang inovatif. Dengan sikap dan kemampuan tersebut, diharapkan setiap pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dan berperan aktif dalam mewujudkan kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:29 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Asn Untuk Bekerja Dengan Berani Dan Profesional Papuanewsonline.com, Timika – Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan dan mengevaluasi kinerja secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pegawai di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (4/5/2026). Ia menekankan bahwa pelaksanaan program kerja harus segera dipercepat agar target pembangunan dapat tercapai secara maksimal.Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kerja sama yang baik antarinstansi. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk memperkuat koordinasi dan menyusun laporan realisasi kegiatan serta keuangan secara transparan dan berkala. “Setiap proses kerja harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Segera identifikasi kendala yang ada dan selesaikan dengan langkah yang tepat dan cepat,” tegasnya.Selain persoalan teknis, Bupati juga menyoroti sikap kerja sejumlah pegawai. Ia menyebut masih banyak laporan yang masuk menyatakan bahwa ada ASN yang enggan bergerak karena diliputi rasa khawatir yang tidak beralasan. “Bapak dan ibu tidak perlu ragu atau takut. Fokuslah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai aturan yang berlaku,” pesannya.“Dengan bekerja secara profesional dan berani mengambil langkah yang benar, maka pelayanan kepada masyarakat akan berjalan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu. Semoga semangat kerja ini terus terjaga demi kemajuan Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama,” harap Bupati menutup arahannya.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:15 WIT
Pelaku Ruda Paksa Terhadap Anak Di Bawah Umur Ditangkap Polres Boven Digoel Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria berinisial NDT yang berusia 29 tahun berhasil diamankan oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polres Boven Digoel. Penangkapan ini dilakukan terkait kasus tindak pidana rudapaksa yang dilakukan terhadap anak di bawah umur, yang menimbulkan concern dan kemarahan di tengah masyarakat setempat.Tindakan hukum ini diambil setelah pihak kepolisian menerima dua laporan resmi yang disampaikan oleh keluarga korban. Laporan pertama masuk pada tanggal 16 Februari 2026, sedangkan laporan kedua disampaikan pada tanggal 8 April 2026. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pelaku diduga telah melakukan tindakan kejahatan tersebut terhadap lebih dari satu anak yang masih berusia di bawah umur.Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan terus dilakukan secara mendalam untuk mengumpulkan seluruh bukti yang diperlukan guna memperkuat kasus ini. Tersangka kini telah ditahan dan akan diproses melalui jalur hukum yang berlaku, dengan ancaman sanksi yang berat mengingat korban yang terlibat adalah kelompok rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh.Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan melindungi anak-anak dari berbagai bentuk tindakan kekerasan maupun eksploitasi. Pihak berwenang mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat demi menjaga keamanan serta masa depan generasi penerus.  Penulis: Jid Editor: GF 04 Mei 2026, 17:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT