Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Wakapolda Maluku Hadiri Tradisi Pukul Sapu Lidi
Papuanewsonline.com, Leihitu – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri tradisi adat Pukul Sapu Lidi yang digelar dalam rangka 7 Syawal 1447 Hijriah di Negeri Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini merupakan refleksi perjuangan Kapitan Tulukabessy dalam melawan penjajah Belanda di Benteng Kapahaha. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku.Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal ini berlangsung meriah dan sarat makna, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat, bahkan turut disaksikan wisatawan mancanegara.Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui Tari Manuhua di Lapangan Tulukabessy, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembakaran obor Kapitan Tulukabessy sebagai simbol semangat perjuangan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana, di antaranya Tari Rete, Tari Salewangi, Tari Lissa Kapahaha, hingga Tari Cakalele yang mencerminkan nilai kepahlawanan masyarakat Maluku.Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, menyampaikan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar ritual budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang mendalam.“Tradisi ini bukan ajang balas dendam, melainkan wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta memupuk keberanian dan semangat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut.“Pukul Sapu Lidi adalah warisan luhur yang membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gubernur.Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.“Tradisi Pukul Sapu Lidi mengandung nilai-nilai positif seperti keberanian, persaudaraan, dan persatuan. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Maluku,” ungkap Wakapolda.Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pelestarian tradisi budaya.Kehadiran Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Raja-Raja. PNO-12
30 Mar 2026, 14:13 WIT
Tokoh Pemuda Suku Kamoro Kecam Kekerasan KKB, Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Papua
Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh pemuda Suku Kamoro Papua Tengah, Edison Manikiuta, menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Nawaripi, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, sebagai respons atas situasi keamanan yang dipicu oleh aksi kelompok kejahatan bersenjata.Dalam keterangannya, Edison mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kejahatan bersenjata yang dinilai telah menimbulkan korban serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.Edison juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Pendekatan tersebut dianggap mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman di tengah situasi yang berkembang.Lebih lanjut, Edison mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Mimika, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kedamaian di tanah Papua.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ujarnya.Dengan adanya dukungan dari tokoh pemuda dan masyarakat, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan warga dapat terus terjalin dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. PNO-12
30 Mar 2026, 14:07 WIT
Bupati Mimika Menyerukan Penataan Birokrasi, ASN Wajib Disiplin Dan Berbasis Kompetensi
Papuanewsonline.com, Timika – Dalam apel Senin pagi pasca
libur lebaran yang digelar di pusat pemerintahan sp 3 Bupati Mimika Johanes
Rettob menegaskan pentingnya penataan birokrasi, peningkatan disiplin Aparatur
Sipil Negara (ASN), serta pembangunan berbasis data sebagai fondasi kemajuan
daerah.Dalam arahannya, Bupati Rettob menyampaikan bahwa
pembangunan di Kabupaten Mimika ke depan harus direncanakan mulai dari tingkat
kampung hingga kota dengan mengacu pada data akurat dan terintegrasi. "Data yang dihimpun oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Kampung (DPMK) akan menjadi dasar perencanaan program seluruh Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) untuk Tahun 2027. Dengan data yang valid, setiap
kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan terukur," ujarnya.
(30/3/0/26) Selain itu, Bupati Rettob mengingatkan seluruh jajaran
pemerintah untuk menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) sesuai arahan
Menteri Dalam Negeri, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASN dalam
mendukung pemerintahan. Namun, ia menilai kondisi birokrasi saat ini masih
perlu dibenahi. Bersama Wakil Bupati Mimika, ia berkomitmen melakukan
penataan menyeluruh, termasuk melalui rotasi jabatan yang disesuaikan dengan
kompetensi dan kualifikasi."ASN tidak boleh memaksakan diri menduduki jabatan
apabila pangkat dan persyaratan belum terpenuhi, karena dapat berdampak pada
kinerja dan berpotensi menimbulkan persoalan," jelasnya.Rotasi jabatan sebelumnya telah menyesuaikan posisi sejumlah
pejabat sebagai hasil seleksi objektif dan job fit.Bupati Rettob mengungkapkan bahwa sistem pengawasan terhadap
ASN kini semakin ketat, disertai penerapan sanksi tegas termasuk kemungkinan
pemblokiran bagi pelanggaran tertentu. Mimika menjadi salah satu daerah di Papua yang cukup cepat
dalam pelaksanaan penataan birokrasi setelah melalui tahapan seleksi jabatan,
job fit, dan profiling menyeluruh. Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BKPSDM) menyusun buku saku sebagai pedoman bagi ASN. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, ia menekankan bahwa
jabatan tertentu seperti eselon III membutuhkan pendidikan minimal sarjana,
dengan profiling lanjutan yang ditargetkan rampung dalam satu bulan sebagai
dasar pelantikan berikutnya.Penerapan sistem e-Kinerja juga menjadi perhatian serius,
dimana seluruh ASN diwajibkan mengisi laporan kinerja harian untuk meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas. Di akhir arahannya, Bupati Rettob mengajak seluruh ASN
bekerja dengan disiplin, menjaga integritas, serta menggunakan sumber daya
secara efisien termasuk bahan bakar operasional. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk manipulasi dalam proses
kepegawaian karena seluruh tahapan diawasi langsung oleh dirinya bersama Wakil
Bupati. Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Mimika berharap
ASN dapat menjadi aparatur profesional, berintegritas, dan memiliki dedikasi
tinggi dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Mar 2026, 12:24 WIT
Festival Balon Udara Meriah, Kemenhub Tekankan Keselamatan Penerbangan
Papuanewsonline.com, Wonosobo - Festival balon udara yang
menjadi tradisi khas masyarakat saat perayaan Idul Fitri kembali digelar meriah
di dua daerah, yakni Pekalongan dan Wonosobo, dengan tetap menempatkan aspek
keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara Kementerian Perhubungan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi
masyarakat agar tradisi menerbangkan balon udara dapat berlangsung aman dan
sesuai ketentuan yang berlaku.Acara puncak festival dilaksanakan pada 28 Maret 2026 di
Pekalongan dan berlanjut pada 29 Maret 2026 di Wonosobo. Kegiatan tersebut
melibatkan masyarakat luas serta pelaku usaha lokal yang turut memeriahkan
suasana Lebaran.Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktur
Navigasi Penerbangan Syamsu Rizal hadir dan menegaskan komitmen pemerintah
dalam menjaga keamanan ruang udara nasional.Ia menyampaikan bahwa pengawasan terhadap aktivitas
masyarakat yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan terus dilakukan
melalui koordinasi bersama AirNav Indonesia, kepolisian, dan pemerintah daerah.“Balon udara ilegal berisiko tinggi terhadap keselamatan
penerbangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi ketentuan yang
berlaku. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana hingga 2 tahun penjara atau
denda maksimal Rp500 juta,” tegasnya.Menurut Syamsu Rizal, festival ini bukan hanya menjadi
hiburan tahunan, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan pemahaman
masyarakat tentang risiko balon udara yang diterbangkan tanpa kendali.“Festival ini menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat
bahwa balon udara yang diterbangkan tanpa kendali dapat membahayakan
operasional penerbangan. Tidak hanya keselamatan penerbangan, jika balon udara
diterbangkan dengan menggunakan bahan petasan dan gas tentunya dapat
membahayakan lingkungan sekitar jika terjadi ledakan," ucapnya.Selain nilai budaya, festival ini juga memberikan dampak
ekonomi yang positif. Kehadiran pelaku usaha lokal di sekitar lokasi kegiatan
ikut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat selama masa libur Lebaran.Pemerintah menilai tradisi ini tetap bisa terus dilestarikan
sepanjang masyarakat mematuhi aturan teknis yang telah ditetapkan.Penggunaan balon udara sendiri telah diatur dalam Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada
Kegiatan Budaya Masyarakat.Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa balon udara wajib
menggunakan minimal tiga tali tambatan, berwarna mencolok, memiliki diameter
maksimal empat meter, tinggi maksimal tujuh meter, dan diterbangkan pada
ketinggian tidak lebih dari 150 meter.Selain itu, lokasi penerbangan juga harus memenuhi standar
keamanan, yakni berjarak minimal 15 kilometer dari bandar udara, heliport, dan
fasilitas umum lainnya.Waktu penerbangan pun dibatasi hanya pada pagi hingga sore
hari, serta tidak diperbolehkan menggunakan bahan berbahaya maupun bahan yang
mudah meledak.Setiap penyelenggaraan kegiatan juga diwajibkan
berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan dan
kelancaran acara.Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi seluruh
pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival secara tertib dan aman.Dengan kepatuhan terhadap aturan, tradisi balon udara
diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang dapat
dinikmati tanpa mengganggu keselamatan penerbangan nasional. (GF)
30 Mar 2026, 10:25 WIT
Seorang Pria Tewas di Kwamki Narama Dengan 19 Anak Panah di Badan, Polisi Tetap Siaga
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria muda berinisial
BN (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama, sekitar
pangkalan ojek tembus Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,
pada Minggu (29/3/26) dini hari.Laporan diterima oleh Polsek Kwamki Narama sekitar pukul
00.52 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kwamki Narama dan
Brimob Yon B Mimika segera merespons, tiba di lokasi pada pukul 01.33 WIT untuk
melakukan pengamanan dan olah TKP bersama tim Inafis Polres Mimika. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD
Mimika untuk penanganan lebih lanjut.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban
ditemukan memiliki luka serius akibat 19 anak panah yang tertancap di seluruh
tubuhnya, serta luka tambahan akibat senjata tajam di bagian leher dan
punggung. Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan bahwa
korban diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang."Informasi sementara menunjukkan pelaku masih dalam
tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan motif yang menjadi
dasar peristiwa ini," ujarnya.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga menambahkan
bahwa sementara diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang, namun identitas
dan motif masih didalami.Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan indikasi kuat bahwa
peristiwa ini berkaitan dengan riwayat konflik antar kelompok. Pelaku diduga
berjumlah tiga orang dan berasal dari kelompok Dang, sementara korban adalah
bagian dari kelompok Newegalen. Kedua kelompok ini pernah terlibat konflik berkepanjangan
selama tiga bulan pada tahun 2025, yang kemudian disepakati damai melalui
proses adat pada 12 Januari 2026 lalu. Namun, kejadian tragis ini membuat
situasi kembali memanas. "Personel kepolisian saat ini telah bersiaga penuh
untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan dari kedua pihak,"
jelas Yusak.Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan pengamanan
di seluruh wilayah Kwamki Narama guna menjaga ketertiban dan mencegah eskalasi
konflik. Polres Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan
pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi dari
pihak-pihak tertentu," tegas Hempy Ona.Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini
secara tuntas dan mendorong kedua pihak untuk kembali menjaga perdamaian. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 21:41 WIT
Halal Bihalal dan Temu Kangen Rumah Yatim Dhuafa Baiturrosul, Perkuat Silaturahmi di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh kehangatan dan
kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal dan temu kangen yang
diselenggarakan oleh Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul pada Minggu, 29 Maret
2026.Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Baiturrosul,
Muhammad Rafly, menyampaikan kisah berdirinya panti asuhan yang sarat nilai
keikhlasan dan pengorbanan. Ia menjelaskan bahwa Panti Asuhan Baitur Rasul
didirikan pada tahun 2018, berawal dari kebiasaan almarhum ayahnya yang gemar
membantu sesama tanpa pamrih.“Awalnya tidak ada niat mendirikan panti. Hanya dari
kebiasaan memberi makan dan membantu, hingga akhirnya ada sekitar 10 anak yang
tinggal bersama kami, meskipun kondisi ekonomi saat itu sangat sederhana,”
ungkap Rafly.Ia juga mengenang pesan sederhana namun mendalam dari
almarhum ayahnya yang menjadi pegangan hingga saat ini, “Ini untuk bekal saya
nanti di akhirat.” Dengan keikhlasan, meskipun hanya dengan hidangan sederhana
seperti telur dan kecap, semangat berbagi terus dijaga hingga akhirnya panti
berkembang dan resmi berbadan hukum sebagai yayasan pada tahun 2025.Rafly menambahkan, saat ini anak-anak panti menjalani
pendidikan formal di luar, seperti di YPMNU, serta mendapatkan pembinaan
keagamaan setiap sore, termasuk mengaji, membaca Yasin, dan mengamalkan Ratib
Al-Haddad.“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi.
Harapan kami, kebersamaan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya hari ini,
tetapi di waktu-waktu yang Allah izinkan,” tambahnya.Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten
Mimika, Ustadz Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf karena belum sempat
berkunjung selama bulan Ramadan akibat kesibukan.“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini menunjukkan kepedulian
dan kebersamaan yang luar biasa dari semua pihak, baik donatur, simpatisan,
maupun masyarakat,” ujarnya.Dalam tausiyahnya, Ustadz Amin menyampaikan tiga pesan
penting pasca Idul Fitri. Pertama, pentingnya melaksanakan puasa enam hari di
bulan Syawal yang memiliki keutamaan seperti berpuasa selama satu tahun. Kedua,
menjaga dan mempererat silaturahmi sebagai esensi dari tradisi halal bihalal.
Ketiga, meluruskan anggapan keliru bahwa bulan Syawal adalah bulan sial, yang
tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya legalitas formal
panti asuhan agar segera didaftarkan ke Dinas Sosial guna memperkuat pengakuan
secara hukum.Ustadz Amin turut memberikan pesan kepada para pengasuh agar
menjaga lingkungan panti tetap aman dan nyaman bagi anak-anak. Ia menekankan
tiga hal yang harus dihindari, yakni pelecehan seksual, perundungan (bullying),
serta sikap intoleransi.“Kita harus memastikan anak-anak ini mendapatkan
perlindungan, kasih sayang, dan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan
berkembang,” tegasnya.Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat
hubungan antara pengasuh, anak-anak panti, serta masyarakat. Diharapkan,
semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin dapat terus berlanjut dan
membawa keberkahan bagi semua pihak. Penulis: Bim
Editor: GF
29 Mar 2026, 21:03 WIT
Terjadi Kasus Pembunuhan di Jalan Wr Supratman Timika, Korban Di Temukan Bersimbah Darah
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan dalam
keadaan bersimbah darah di salah satu ruko kawasan Jalan WR Supratman Petrosea,
Timika, pada Minggu (29/3/26). Penemuan korban yang dalam kondisi tergeletak
tidak bernyawa ini membuat masyarakat khawatir, terutama setelah video kejadian
tersebut viral di berbagai platform media sosial.Dalam rekaman yang beredar, terlihat korban terkurap di
lantai dengan luka tajam pada bagian belakang leher hingga punggung, disertai
dengan banyaknya darah yang membasahi area sekitar.Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat
dikonfirmasi secara resmi membenarkan kejadian tragis tersebut. "Informasi yang beredar benar adanya. Saat ini tim
Inafis sedang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan
bukti dan memastikan detail kasus," Katanya. Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi
Fardha, juga menambahkan bahwa pihak keamanan telah segera merespons kejadian
dan melakukan penanganan di lokasi."Kami telah mengerahkan personel untuk mendatangi
lokasi dan menangani kasus ini dengan serius," katanya secara singkat.Di lokasi kejadian, Tokoh Pemuda sekaligus Ketua KNPI
Mimika, Awen Magai, menyampaikan bahwa korban yang menjadi korban pembunuhan
ini adalah kakak kandungnya."Betul, korban yang ditemukan adalah kakak kandung saya
yang telah menjadi korban pembunuhan. Saat ini pelaku telah melarikan diri dari
lokasi kejadian," ungkapnya dengan penuh emosi. Dengan tegas, Awen mengajukan permintaan kepada pihak
kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku yang telah
melakukan tindakan keji tersebut."Saya meminta kepada pihak keamanan untuk melakukan
pencarian pelaku dengan penuh semangat dalam waktu 24 jam. Sebelum keluarga
kami terpaksa mengambil langkah yang lebih tegas, harap segera proses kasus
ini," pintanya.Diketahui, kejadian ini bukan satu-satunya kasus pembunuhan
yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Mimika. Sebelumnya, juga
ditemukan kasus serupa di Distrik Kwamki Narama. Pihak kepolisian saat ini tengah fokus menangani kedua kasus
tersebut secara paralel, dengan melakukan koordinasi antar unit untuk
memastikan proses penyelidikan berjalan dengan cepat dan akurat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan
informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dukungan
penuh dalam proses penyidikan agar pelaku dapat segera ditemukan dan diadili
sesuai hukum. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 20:59 WIT
PELNI TIMIKA IMBAU PENUMPANG TETAP TERTIB, BELI TIKET HANYA MELALUI KANAL RESMI
Papuanewsonline.com, Timika – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengeluarkan imbauan terbaru kepada seluruh penumpang kapal laut agar menjalankan perjalanan dengan lebih tertib, terutama menjelang masa arus balik mudik yang diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah penumpang. Langkah ini dilakukan guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di atas kapal tetap terjaga dengan baik, sekaligus meminimalisir potensi terjadinya konflik antar penumpang selama perjalanan.Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, menegaskan bahwa setiap penumpang wajib menempati kursi atau tempat tidur sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket masing-masing. "Penumpang diharapkan dapat menempati tempat sesuai nomor tiket untuk menjamin kenyamanan bersama selama perjalanan," ujarnya Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sebagian penumpang menempati kursi kosong atau milik orang lain masih kerap ditemukan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga perselisihan di atas kapal. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak PELNI memastikan bahwa petugas di lapangan akan terus melakukan pengawasan dan penertiban agar seluruh penumpang kembali menempati tempat sesuai dengan tiket yang dimiliki. Selain itu, Sigit juga mengingatkan masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi, baik di kantor cabang maupun aplikasi resmi perusahaan."Hal ini sangat penting untuk menjamin keamanan transaksi serta menghindari praktik percaloan yang dapat merugikan para penumpang," jelasnya.Dalam upaya meningkatkan layanan, PELNI kini tidak lagi menerapkan pembagian kelas seperti kelas 1 atau kelas 2. Seluruh tiket yang tersedia merupakan tiket ekonomi, namun perusahaan tetap menyediakan layanan tambahan (add-on) dengan fasilitas lebih bagi yang membutuhkan, dengan jumlah terbatas dan hanya dapat diperoleh melalui kantor cabang. Sigit berharap seluruh penumpang dapat bekerja sama mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar perjalanan laut berlangsung aman, tertib, dan nyaman."Kami juga mengimbau agar membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi PELNI untuk menghindari kendala saat keberangkatan," pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF
29 Mar 2026, 15:49 WIT
Geger! Pria 20 Tahun Ditemukan Tewas Tertancap Puluhan Anak Panah di Timika
Papuanewsonline.com, Timika - Seorang pria ditemukan tewas tertancap puluhan anak panah di jalan poros bandara lama arah mile 32, Kampung Kwamki, Distrik Kwamki Narama, pada Minggu (29/3/2026).Data yang diterima Media Papuanewsonline.com, menyebutkan Korban tewas teridentifikasi atas nama Balau Newegalen (laki-laki, 20 tahun, Suku Damal, Alamat Jln. Sp 12, Distrik Kuala Kencana, Kab. Mimika).Balau Newegalen diduga sebagai korban aksi penyerangan, konflik perang yang berkepanjangan di Kwamki Narama mulai dari tahun 2025 kemarin.Korban ditemukan Pada Minggu 29 Maret 2026 Pukul 02.30 WIT di Pangkalan Ojek 3 Jalan Poros Bandara Lama Arah Mile 32, Kampung Kwamki, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah Dengan (Koordinat 53M 709978 9504260).Saat ini Polisi membawa jenazah korban ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut, untuk mempercepat proses penegakan hukum.Status di Kwamki Narama masih terkendali, namun kejadian ini, memicu konsentrasi massa di Kwamki Narama dengan membawa sejumlah alat perang.Penulis : HendrikEditor: GF
29 Mar 2026, 15:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru