logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Wakapolda Maluku Hadiri Tradisi Pukul Sapu Lidi Papuanewsonline.com, Leihitu – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri tradisi adat Pukul Sapu Lidi yang digelar dalam rangka 7 Syawal 1447 Hijriah di Negeri Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini merupakan refleksi perjuangan Kapitan Tulukabessy dalam melawan penjajah Belanda di Benteng Kapahaha. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku.Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal ini berlangsung meriah dan sarat makna, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat, bahkan turut disaksikan wisatawan mancanegara.Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui Tari Manuhua di Lapangan Tulukabessy, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembakaran obor Kapitan Tulukabessy sebagai simbol semangat perjuangan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana, di antaranya Tari Rete, Tari Salewangi, Tari Lissa Kapahaha, hingga Tari Cakalele yang mencerminkan nilai kepahlawanan masyarakat Maluku.Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, menyampaikan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar ritual budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang mendalam.“Tradisi ini bukan ajang balas dendam, melainkan wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta memupuk keberanian dan semangat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut.“Pukul Sapu Lidi adalah warisan luhur yang membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gubernur.Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.“Tradisi Pukul Sapu Lidi mengandung nilai-nilai positif seperti keberanian, persaudaraan, dan persatuan. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Maluku,” ungkap Wakapolda.Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pelestarian tradisi budaya.Kehadiran Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Raja-Raja. PNO-12 30 Mar 2026, 14:13 WIT
Tokoh Pemuda Suku Kamoro Kecam Kekerasan KKB, Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Papua Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh pemuda Suku Kamoro Papua Tengah, Edison Manikiuta, menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Nawaripi, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, sebagai respons atas situasi keamanan yang dipicu oleh aksi kelompok kejahatan bersenjata.Dalam keterangannya, Edison mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kejahatan bersenjata yang dinilai telah menimbulkan korban serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.Edison juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Pendekatan tersebut dianggap mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman di tengah situasi yang berkembang.Lebih lanjut, Edison mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Mimika, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kedamaian di tanah Papua.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ujarnya.Dengan adanya dukungan dari tokoh pemuda dan masyarakat, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan warga dapat terus terjalin dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. PNO-12 30 Mar 2026, 14:07 WIT
Bupati Mimika Menyerukan Penataan Birokrasi, ASN Wajib Disiplin Dan Berbasis Kompetensi Papuanewsonline.com, Timika – Dalam apel Senin pagi pasca libur lebaran yang digelar di pusat pemerintahan sp 3 Bupati Mimika Johanes Rettob menegaskan pentingnya penataan birokrasi, peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pembangunan berbasis data sebagai fondasi kemajuan daerah.Dalam arahannya, Bupati Rettob menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Mimika ke depan harus direncanakan mulai dari tingkat kampung hingga kota dengan mengacu pada data akurat dan terintegrasi. "Data yang dihimpun oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) akan menjadi dasar perencanaan program seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk Tahun 2027. Dengan data yang valid, setiap kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan terukur," ujarnya. (30/3/0/26) Selain itu, Bupati Rettob mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASN dalam mendukung pemerintahan. Namun, ia menilai kondisi birokrasi saat ini masih perlu dibenahi. Bersama Wakil Bupati Mimika, ia berkomitmen melakukan penataan menyeluruh, termasuk melalui rotasi jabatan yang disesuaikan dengan kompetensi dan kualifikasi."ASN tidak boleh memaksakan diri menduduki jabatan apabila pangkat dan persyaratan belum terpenuhi, karena dapat berdampak pada kinerja dan berpotensi menimbulkan persoalan," jelasnya.Rotasi jabatan sebelumnya telah menyesuaikan posisi sejumlah pejabat sebagai hasil seleksi objektif dan job fit.Bupati Rettob mengungkapkan bahwa sistem pengawasan terhadap ASN kini semakin ketat, disertai penerapan sanksi tegas termasuk kemungkinan pemblokiran bagi pelanggaran tertentu. Mimika menjadi salah satu daerah di Papua yang cukup cepat dalam pelaksanaan penataan birokrasi setelah melalui tahapan seleksi jabatan, job fit, dan profiling menyeluruh. Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyusun buku saku sebagai pedoman bagi ASN. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, ia menekankan bahwa jabatan tertentu seperti eselon III membutuhkan pendidikan minimal sarjana, dengan profiling lanjutan yang ditargetkan rampung dalam satu bulan sebagai dasar pelantikan berikutnya.Penerapan sistem e-Kinerja juga menjadi perhatian serius, dimana seluruh ASN diwajibkan mengisi laporan kinerja harian untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Di akhir arahannya, Bupati Rettob mengajak seluruh ASN bekerja dengan disiplin, menjaga integritas, serta menggunakan sumber daya secara efisien termasuk bahan bakar operasional. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk manipulasi dalam proses kepegawaian karena seluruh tahapan diawasi langsung oleh dirinya bersama Wakil Bupati. Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Mimika berharap ASN dapat menjadi aparatur profesional, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab.  Penulis: Jid Editor: GF 30 Mar 2026, 12:24 WIT
Festival Balon Udara Meriah, Kemenhub Tekankan Keselamatan Penerbangan Papuanewsonline.com, Wonosobo - Festival balon udara yang menjadi tradisi khas masyarakat saat perayaan Idul Fitri kembali digelar meriah di dua daerah, yakni Pekalongan dan Wonosobo, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tradisi menerbangkan balon udara dapat berlangsung aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.Acara puncak festival dilaksanakan pada 28 Maret 2026 di Pekalongan dan berlanjut pada 29 Maret 2026 di Wonosobo. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat luas serta pelaku usaha lokal yang turut memeriahkan suasana Lebaran.Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Navigasi Penerbangan Syamsu Rizal hadir dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan ruang udara nasional.Ia menyampaikan bahwa pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan terus dilakukan melalui koordinasi bersama AirNav Indonesia, kepolisian, dan pemerintah daerah.“Balon udara ilegal berisiko tinggi terhadap keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana hingga 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp500 juta,” tegasnya.Menurut Syamsu Rizal, festival ini bukan hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko balon udara yang diterbangkan tanpa kendali.“Festival ini menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa balon udara yang diterbangkan tanpa kendali dapat membahayakan operasional penerbangan. Tidak hanya keselamatan penerbangan, jika balon udara diterbangkan dengan menggunakan bahan petasan dan gas tentunya dapat membahayakan lingkungan sekitar jika terjadi ledakan," ucapnya.Selain nilai budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Kehadiran pelaku usaha lokal di sekitar lokasi kegiatan ikut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat selama masa libur Lebaran.Pemerintah menilai tradisi ini tetap bisa terus dilestarikan sepanjang masyarakat mematuhi aturan teknis yang telah ditetapkan.Penggunaan balon udara sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa balon udara wajib menggunakan minimal tiga tali tambatan, berwarna mencolok, memiliki diameter maksimal empat meter, tinggi maksimal tujuh meter, dan diterbangkan pada ketinggian tidak lebih dari 150 meter.Selain itu, lokasi penerbangan juga harus memenuhi standar keamanan, yakni berjarak minimal 15 kilometer dari bandar udara, heliport, dan fasilitas umum lainnya.Waktu penerbangan pun dibatasi hanya pada pagi hingga sore hari, serta tidak diperbolehkan menggunakan bahan berbahaya maupun bahan yang mudah meledak.Setiap penyelenggaraan kegiatan juga diwajibkan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan dan kelancaran acara.Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival secara tertib dan aman.Dengan kepatuhan terhadap aturan, tradisi balon udara diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang dapat dinikmati tanpa mengganggu keselamatan penerbangan nasional. (GF) 30 Mar 2026, 10:25 WIT
Seorang Pria Tewas di Kwamki Narama Dengan 19 Anak Panah di Badan, Polisi Tetap Siaga Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria muda berinisial BN (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama, sekitar pangkalan ojek tembus Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, pada Minggu (29/3/26) dini hari.Laporan diterima oleh Polsek Kwamki Narama sekitar pukul 00.52 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kwamki Narama dan Brimob Yon B Mimika segera merespons, tiba di lokasi pada pukul 01.33 WIT untuk melakukan pengamanan dan olah TKP bersama tim Inafis Polres Mimika. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan memiliki luka serius akibat 19 anak panah yang tertancap di seluruh tubuhnya, serta luka tambahan akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung. Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan bahwa korban diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang."Informasi sementara menunjukkan pelaku masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan motif yang menjadi dasar peristiwa ini," ujarnya.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga menambahkan bahwa sementara diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang, namun identitas dan motif masih didalami.Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan indikasi kuat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan riwayat konflik antar kelompok. Pelaku diduga berjumlah tiga orang dan berasal dari kelompok Dang, sementara korban adalah bagian dari kelompok Newegalen. Kedua kelompok ini pernah terlibat konflik berkepanjangan selama tiga bulan pada tahun 2025, yang kemudian disepakati damai melalui proses adat pada 12 Januari 2026 lalu. Namun, kejadian tragis ini membuat situasi kembali memanas. "Personel kepolisian saat ini telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan dari kedua pihak," jelas Yusak.Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan pengamanan di seluruh wilayah Kwamki Narama guna menjaga ketertiban dan mencegah eskalasi konflik. Polres Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi dari pihak-pihak tertentu," tegas Hempy Ona.Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan mendorong kedua pihak untuk kembali menjaga perdamaian.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Mar 2026, 21:41 WIT
Halal Bihalal dan Temu Kangen Rumah Yatim Dhuafa Baiturrosul, Perkuat Silaturahmi di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal dan temu kangen yang diselenggarakan oleh Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul pada Minggu, 29 Maret 2026.Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Baiturrosul, Muhammad Rafly, menyampaikan kisah berdirinya panti asuhan yang sarat nilai keikhlasan dan pengorbanan. Ia menjelaskan bahwa Panti Asuhan Baitur Rasul didirikan pada tahun 2018, berawal dari kebiasaan almarhum ayahnya yang gemar membantu sesama tanpa pamrih.“Awalnya tidak ada niat mendirikan panti. Hanya dari kebiasaan memberi makan dan membantu, hingga akhirnya ada sekitar 10 anak yang tinggal bersama kami, meskipun kondisi ekonomi saat itu sangat sederhana,” ungkap Rafly.Ia juga mengenang pesan sederhana namun mendalam dari almarhum ayahnya yang menjadi pegangan hingga saat ini, “Ini untuk bekal saya nanti di akhirat.” Dengan keikhlasan, meskipun hanya dengan hidangan sederhana seperti telur dan kecap, semangat berbagi terus dijaga hingga akhirnya panti berkembang dan resmi berbadan hukum sebagai yayasan pada tahun 2025.Rafly menambahkan, saat ini anak-anak panti menjalani pendidikan formal di luar, seperti di YPMNU, serta mendapatkan pembinaan keagamaan setiap sore, termasuk mengaji, membaca Yasin, dan mengamalkan Ratib Al-Haddad.“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi. Harapan kami, kebersamaan ini bisa terus berlanjut, tidak hanya hari ini, tetapi di waktu-waktu yang Allah izinkan,” tambahnya.Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustadz Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf karena belum sempat berkunjung selama bulan Ramadan akibat kesibukan.“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan yang luar biasa dari semua pihak, baik donatur, simpatisan, maupun masyarakat,” ujarnya.Dalam tausiyahnya, Ustadz Amin menyampaikan tiga pesan penting pasca Idul Fitri. Pertama, pentingnya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal yang memiliki keutamaan seperti berpuasa selama satu tahun. Kedua, menjaga dan mempererat silaturahmi sebagai esensi dari tradisi halal bihalal. Ketiga, meluruskan anggapan keliru bahwa bulan Syawal adalah bulan sial, yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya legalitas formal panti asuhan agar segera didaftarkan ke Dinas Sosial guna memperkuat pengakuan secara hukum.Ustadz Amin turut memberikan pesan kepada para pengasuh agar menjaga lingkungan panti tetap aman dan nyaman bagi anak-anak. Ia menekankan tiga hal yang harus dihindari, yakni pelecehan seksual, perundungan (bullying), serta sikap intoleransi.“Kita harus memastikan anak-anak ini mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pengasuh, anak-anak panti, serta masyarakat. Diharapkan, semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Penulis: Bim Editor: GF 29 Mar 2026, 21:03 WIT
Terjadi Kasus Pembunuhan di Jalan Wr Supratman Timika, Korban Di Temukan Bersimbah Darah Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di salah satu ruko kawasan Jalan WR Supratman Petrosea, Timika, pada Minggu (29/3/26). Penemuan korban yang dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa ini membuat masyarakat khawatir, terutama setelah video kejadian tersebut viral di berbagai platform media sosial.Dalam rekaman yang beredar, terlihat korban terkurap di lantai dengan luka tajam pada bagian belakang leher hingga punggung, disertai dengan banyaknya darah yang membasahi area sekitar.Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi secara resmi membenarkan kejadian tragis tersebut. "Informasi yang beredar benar adanya. Saat ini tim Inafis sedang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan bukti dan memastikan detail kasus," Katanya. Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha, juga menambahkan bahwa pihak keamanan telah segera merespons kejadian dan melakukan penanganan di lokasi."Kami telah mengerahkan personel untuk mendatangi lokasi dan menangani kasus ini dengan serius," katanya secara singkat.Di lokasi kejadian, Tokoh Pemuda sekaligus Ketua KNPI Mimika, Awen Magai, menyampaikan bahwa korban yang menjadi korban pembunuhan ini adalah kakak kandungnya."Betul, korban yang ditemukan adalah kakak kandung saya yang telah menjadi korban pembunuhan. Saat ini pelaku telah melarikan diri dari lokasi kejadian," ungkapnya dengan penuh emosi. Dengan tegas, Awen mengajukan permintaan kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut."Saya meminta kepada pihak keamanan untuk melakukan pencarian pelaku dengan penuh semangat dalam waktu 24 jam. Sebelum keluarga kami terpaksa mengambil langkah yang lebih tegas, harap segera proses kasus ini," pintanya.Diketahui, kejadian ini bukan satu-satunya kasus pembunuhan yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Mimika. Sebelumnya, juga ditemukan kasus serupa di Distrik Kwamki Narama. Pihak kepolisian saat ini tengah fokus menangani kedua kasus tersebut secara paralel, dengan melakukan koordinasi antar unit untuk memastikan proses penyelidikan berjalan dengan cepat dan akurat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dukungan penuh dalam proses penyidikan agar pelaku dapat segera ditemukan dan diadili sesuai hukum.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Mar 2026, 20:59 WIT
PELNI TIMIKA IMBAU PENUMPANG TETAP TERTIB, BELI TIKET HANYA MELALUI KANAL RESMI Papuanewsonline.com, Timika – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengeluarkan imbauan terbaru kepada seluruh penumpang kapal laut agar menjalankan perjalanan dengan lebih tertib, terutama menjelang masa arus balik mudik yang diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah penumpang. Langkah ini dilakukan guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di atas kapal tetap terjaga dengan baik, sekaligus meminimalisir potensi terjadinya konflik antar penumpang selama perjalanan.Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, menegaskan bahwa setiap penumpang wajib menempati kursi atau tempat tidur sesuai dengan nomor yang tertera pada tiket masing-masing. "Penumpang diharapkan dapat menempati tempat sesuai nomor tiket untuk menjamin kenyamanan bersama selama perjalanan," ujarnya Ia menjelaskan bahwa kebiasaan sebagian penumpang menempati kursi kosong atau milik orang lain masih kerap ditemukan, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga perselisihan di atas kapal. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak PELNI memastikan bahwa petugas di lapangan akan terus melakukan pengawasan dan penertiban agar seluruh penumpang kembali menempati tempat sesuai dengan tiket yang dimiliki. Selain itu, Sigit juga mengingatkan masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi, baik di kantor cabang maupun aplikasi resmi perusahaan."Hal ini sangat penting untuk menjamin keamanan transaksi serta menghindari praktik percaloan yang dapat merugikan para penumpang," jelasnya.Dalam upaya meningkatkan layanan, PELNI kini tidak lagi menerapkan pembagian kelas seperti kelas 1 atau kelas 2. Seluruh tiket yang tersedia merupakan tiket ekonomi, namun perusahaan tetap menyediakan layanan tambahan (add-on) dengan fasilitas lebih bagi yang membutuhkan, dengan jumlah terbatas dan hanya dapat diperoleh melalui kantor cabang. Sigit berharap seluruh penumpang dapat bekerja sama mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar perjalanan laut berlangsung aman, tertib, dan nyaman."Kami juga mengimbau agar membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi PELNI untuk menghindari kendala saat keberangkatan," pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF 29 Mar 2026, 15:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT