logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Harga Barang di Mimika Naik Tajam, Pemerintah Imbau Ganti Plastik dengan Wadah Ramah Lingkungan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan usai apel di pusat pemerintahan sp 3 Senin (11/5/2026) bahwa harga kebutuhan pokok dan barang penunjang mengalami lonjakan sangat signifikan belakangan ini. Kenaikan tersebut tercatat mencapai 30 hingga 70 persen dan merambah ke berbagai jenis produk, termasuk air minum kemasan yang kini harganya juga naik hingga di lingkungan sekolah.Meski ada wacana penurunan harga di masa depan, hingga kini belum ada kepastian kapan harga akan kembali stabil seperti semula. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di sejumlah negara, yang sangat mempengaruhi rantai pasok serta harga minyak mentah di pasar internasional.Mengingat minyak menjadi bahan baku utama pembuatan plastik, kelangkaan bahan baku dan kenaikan biaya produksi tak terelakkan, dan beban biaya tersebut akhirnya dirasakan hingga ke tingkat konsumen di daerah.Menyikapi situasi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kemasan alternatif. Wadah berbahan kertas seperti paper bag, gelas kertas, atau bahan ramah lingkungan lain disarankan menggantikan plastik maupun tinwall, selain karena ketersediaannya terbatas, plastik juga diketahui sulit terurai dan merusak lingkungan.Langkah ini diharapkan menjadi solusi sementara yang bijak bagi semua pihak.“Kita berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar harga kembali terjangkau. Mari kita dukung anjuran ini demi kebaikan bersama dan kelestarian alam kita,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat Mimika yang telah beradaptasi dengan baik menghadapi situasi ini demi ketertiban bersama. Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:18 WIT
Stok LPG Mimika Menipis Akibat Pasokan Nasional, Diperkirakan Normal Kembali pada 20 Mei Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan keterangan usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji atau LPG yang dirasakan masyarakat bukanlah masalah lokal semata, melainkan dampak dari keterbatasan pasokan secara nasional.Kondisi ini terjadi karena sebagian kebutuhan masih bergantung pada barang impor, ditambah lagi dengan keterlambatan jadwal kedatangan kapal pengangkut yang membuat distribusi ke daerah menjadi terhambat dan stok di pasaran menipis.Kabar baiknya, situasi ini diprediksi akan berubah total mulai tanggal 20 Mei mendatang. Pasokan untuk wilayah Mimika dipastikan kembali normal dengan kuota mencapai 7 metrik ton setiap minggunya, sehingga masyarakat diharapkan kembali mudah memperoleh LPG di pengecer maupun toko. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah dampak logis dari lonjakan biaya pengangkutan dari Makassar maupun Surabaya akibat mahalnya bahan bakar kapal, yang tercatat naik sekitar 12 persen atau bertambah Rp40.000 per pengiriman.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dan hemat dalam menggunakan energi, mengingat tantangan ketersediaan bahan bakar masih dirasakan di tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, pengawasan ketat terus dilakukan di kawasan Pasar Timika oleh 20 petugas yang bekerja dalam dua shift. “Semoga situasi pasokan dan harga ini segera kembali stabil sepenuhnya seperti sedia kala. Mari kita saling mendukung dengan menggunakan energi secukupnya demi kebaikan kita semua dan kelancaran bersama,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh masyarakat Mimika dalam menghadapi kondisi ini dengan tertib.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:12 WIT
Warga Sipil Tewas di Tembagapura, BADKO HMI Papua Soroti Operasi Aparat Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang warga sipil bernama Nemia Zanambani dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam operasi aparat keamanan di Distrik Tembagapura pada Senin, 2 Maret 2026. Selain korban meninggal dunia, dua warga sipil lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun dan telah dipublikasikan menyebutkan bahwa beberapa anak turut diamankan dan dibawa ke markas militer setempat.Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Bidang Hukum dan HAM BADKO HMI Papua, Febri Setiawan Tansir pada 10 Mei 2026 menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi.“Sudah seharusnya rakyat hidup tanpa rasa takut terhadap keselamatan jiwanya. Namun hingga hari ini masyarakat masih dihantui ketakutan dan rasa tidak aman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.Ia menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat sipil, bukan hanya menitikberatkan pada pendekatan stabilitas keamanan semata.Menurutnya, peristiwa ini bukan kali pertama warga sipil yang tidak bersenjata menjadi korban dalam konflik bersenjata di Papua. Ia mempertanyakan mengapa masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali operasi keamanan berlangsung.“Pertanyaannya sederhana namun mendesak, mengapa rakyat sipil selalu harus membayar mahal dalam setiap operasi keamanan? Tugas negara adalah melindungi seluruh warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam bayang-bayang teror dan ketakutan,” ujarnya.Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua. BADKO HMI Papua Bidang Hukum dan HAM menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berlindung di balik alasan stabilitas keamanan apabila keselamatan masyarakat sipil tidak dapat dijamin.“Stabilitas tanpa perlindungan terhadap rakyat adalah kegagalan negara. Setiap nyawa sipil yang melayang menjadi bukti bahwa pendekatan yang selama ini digunakan perlu dievaluasi secara serius,” lanjutnya.Mereka juga mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk bertanggung jawab serta melakukan penanganan yang adil dan transparan terhadap peristiwa tersebut.“Atas nama kemanusiaan, kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga mendoakan korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan,” tutupnya. Penulis: Abim Editor: GF 11 Mei 2026, 19:06 WIT
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam Papuanewsonline.com, Timika – Calon jemaah haji reguler dari Kabupaten Mimika sejumlah 120 jamaah, didampingi tiga petugas resmi, akhirnya berangkat menuju Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah. Momen pelepasan rombongan kloter kedua berlangsung sangat khidmat dan sarat haru di Masjid Al Azhar, Jalan Bhayangkara, pada Minggu (10/5/26).Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari pelepasan resmi yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 28 April lalu. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. M. Hilal, berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan memurnikan niat ibadah.“Haji bukan sekadar perjalanan rohani semata, melainkan ibadah suci untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya.Ia juga mengimbau agar nama baik daerah selalu dijaga selama berada di Arab Saudi, mengingat perhatian besar yang telah diberikan pemerintah daerah.Suasana semakin mengharukan saat Ketua MUI Mimika, Ustadz KH. M. Amin AR, memimpin doa bersama, diiringi tangis haru para jemaah dan keluarga yang mengantar. Setelah menunaikan sholat sunnah safar, rombongan bergerak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan bus pemerintah dengan pengawalan ketat. Mereka dijadwalkan menginap di Asrama Haji Sudiang Makassar pada 11 Mei, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya. Penasehat PPIHD Mimika, H. M. Darwis, turut menyampaikan doa dan ucapan selamat jalan.“Kami ucapkan selamat menempuh perjalanan suci, semoga Bapak Ibu senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan. Besar harapan kami agar Bapak Ibu pulang kembali ke Mimika dengan membawa keberkahan dan predikat haji mabrur,” ungkapnya. Ia menegaskan panitia akan terus berikan pelayanan terbaik mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti. Penulis: Jid Editor: GF 10 Mei 2026, 23:20 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980 kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi, persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat, agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,” tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah. Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan, hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan berkelanjutan. (GF) 10 Mei 2026, 21:53 WIT
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mimika merilis informasi prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Timika. Informasi ini berlaku mulai hari ini, 10 Mei pukul 09.00 WIT hingga esok hari, 11 Mei 2026 pukul 08.00 WIT, sebagai panduan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.Berdasarkan pemantauan dan analisis, tinggi gelombang di perairan tersebut diprediksi berkisar antara 0,6 hingga 1,5 meter. Gelombang dengan ketinggian mendekati angka maksimal diperkirakan akan terjadi pada pagi hari tanggal 11 Mei, sehingga perlu menjadi perhatian khusus bagi para pelaku usaha perikanan dan transportasi laut saat berlayar.Kondisi atmosfer di wilayah ini diprediksi didominasi oleh hujan ringan dengan tingkat kelembaban udara mencapai 80 hingga 90 persen. Suhu udara rata-rata berada di kisaran 26 sampai 28 derajat Celcius. Sementara itu, angin berhembus dengan kecepatan 3 hingga 10 knot, yang arahnya berubah-ubah dari timur, tenggara, hingga ke utara.Pihak BMKG mengimbau seluruh nelayan, awak kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim terbaru sebelum melaut, demi menjamin keselamatan dan keamanan selama beraktivitas di tengah laut. Penulis: Andi Ilham Editor: GF 10 Mei 2026, 16:01 WIT
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mimika menggerebek sekaligus membongkar pabrik pembuatan minuman keras (Miras) ilegal jenis sopi yang tersembunyi di kawasan hutan di wilayah Jalan Poros SP 5, Timika, Papua Tengah, (8/5/2026).Lokasi pabrik ini cukup sulit dijangkau karena harus menyeberangi aliran sungai, namun keberadaannya berhasil terungkap setelah aparat melakukan penyelidikan mendalam. Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba, Iptu Yakobus Rante Limbong, didampingi Kaur Bin Opsnal Ipda Suryadi Rasid dan anggota.Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIT, terlihat tiga orang sedang sibuk menjalankan proses produksi. Namun, melihat kedatangan aparat, ketiga pelaku segera melarikan diri masuk ke dalam hutan dan menyeberangi sungai, sehingga tidak berhasil diamankan. “Sayang sekali mereka lolos karena medan yang sulit, namun kami pastikan lokasi ini sudah tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Iptu Hempy Ona, Kasi Humas Polres Mimika.Petugas kemudian menemukan dan memusnahkan barang bukti berupa empat drum besar berisi bahan baku, satu ember besar berkapasitas 50 liter berisi sopi siap edar, serta peralatan produksi. Sebagian barang bukti lainnya seperti jeriken dan kemasan plastik diamankan untuk proses hukum. Tempat pembuatan tersebut langsung dibongkar dan dibakar agar tidak difungsikan kembali.“Tindakan ini bentuk nyata kami jaga keamanan dan kesehatan masyarakat,” ujar Iptu Yakobus.Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan operasi penindakan secara rutin guna memutus mata rantai peredaran miras ilegal yang dinilai mengganggu ketertiban dan membahayakan nyawa. “Kami tidak akan berhenti melakukan penindakan di seluruh wilayah hukum Mimika. Semua bentuk pelanggaran hukum akan kami tindak tegas demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat,” tegas Iptu Yakobus Rante Limbong.  Penulis: Jid Editor: GF 10 Mei 2026, 15:55 WIT
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, S.Sos.,M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan menciptakan situasi aman di Papua Tengah di tengah dinamika keamanan yang terjadi di sejumlah wilayah pedalaman.Menurut Jerry Alom, masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai, tenang, dan terbebas dari konflik berkepanjangan. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta menahan diri demi keselamatan masyarakat sipil.“Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua. Masyarakat hanya ingin hidup aman, bekerja dengan tenang, dan membesarkan keluarga dalam suasana yang damai,” ujar Jerry Alom, Sabtu (9/5/2026).Ia menyampaikan bahwa masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perbatasan Kabupaten Mimika dan Puncak, sangat berharap situasi keamanan segera kondusif agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal."Semangat persatuan dan kepedulian sosial harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan", tegasnya. Menurutnya, tokoh adat, tokoh gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di Papua.“Papua ini rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga persaudaraan, saling melindungi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” katanya.Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terus mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan pendekatan damai demi menjaga stabilitas serta masa depan generasi muda Papua."Masyarakat Papua memiliki semangat gotong royong dan nilai kekeluargaan yang kuat. Nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kedamaian dan memperkuat persatuan di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini", tandasnya. Lanjutnya, sebagai Anggota LMA Kabupaten Mimika, ia sangat percaya kedamaian Papua bisa terwujud apabila semua pihak menahan diri dan komitmen menjaga persaudaraan bersama. "Kami percaya Papua bisa tetap damai jika semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kemanusiaan dan persaudaraan,” tutupnya. Penulis: JidEditor: GF 10 Mei 2026, 07:32 WIT
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi Papuanewsonline.com, Timika – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Timika, tepatnya di persimpangan Jalan Hasanuddin dengan Jalan WR Supratman, pada Sabtu pagi (9/5/2026). Sebuah mobil pickup yang berfungsi mengangkut pasokan air galon mengalami insiden tunggal hingga masuk ke parit dan terguling. Kejadian ini langsung menyita perhatian warga maupun pengendara yang sedang melintas di lokasi.Berdasarkan keterangan di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun pihak yang terluka dalam peristiwa tersebut, pengemudi kendaraan dikabarkan selamat dan dalam keadaan sadar.Menurut keterangan Ilham, warga yang berada di lokasi, kendaraan tersebut bergerak dari arah Jalan WR Supratman dan hendak berbelok ke kanan menuju Jalan Hasanuddin Ujung. Namun, diduga pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan, sehingga mobil meluncur masuk ke dalam parit dan akhirnya terguling miring ke samping. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup padat, sehingga kejadian ini sempat menimbulkan keramaian sejenak.Setelah berbicara langsung dengan pengemudi, diketahui bahwa penyebab utama kejadian ini adalah keterbatasan kemampuan mengemudi.Lokasi kejadian yang merupakan pertigaan dan cukup ramai dilewati berbagai jenis kendaraan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi yang belum mahir dalam mengendalikan kendaraan.Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan. Warga berharap agar setiap pengendara benar-benar memastikan memiliki keahlian yang memadai sebelum berkendara di jalan raya, apalagi melintasi persimpangan yang padat. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Mari selalu berhati-hati, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan keselamatan diri serta orang lain selalu menjadi prioritas utama di jalan,” harap warga.  Penulis: Jid Editor: GF 09 Mei 2026, 19:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT