logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027 Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026) "Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita cintai," ujarnya.Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini. Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program prioritas yang disetujui bersama. Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027. Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua, bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil. Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari tumpang tindih atau penerima ganda. Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang sama. Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Kepala Bappeda Mimika: Musrenbang Otsus & DTI 2027 Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang dalam wawancara eksklusif setelah penyelesaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027, menegaskan bahwa undangan acara tidak hanya ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), melainkan juga seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah.Termasuk di dalamnya adalah lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual, kelompok perempuan, serta mitra kerja pemerintah daerah."Undangan kami tidak hanya untuk DPRK saja, tetapi juga untuk seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan daerah. Mulai dari lembaga adat hingga berbagai kelompok masyarakat, kami libatkan secara menyeluruh karena pembangunan ke depan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam Musrenbang memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil daerah.Terkait adanya informasi bahwa sebagian pihak merasa tidak mendapatkan undangan, Septinus menduga hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi selama proses distribusi. "Kemungkinan terdapat kasus undangan yang tidak sampai ke alamat tujuan atau terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun secara administrasi, kami telah melakukan distribusi undangan kepada semua pihak yang telah ditentukan. Kedepan kami akan melakukan pengecekan kembali melalui catatan ekspedisi untuk memastikan kelengkapan dan akurasi pengiriman," jelasnya.Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangat penting, karena forum ini menjadi wadah bersama untuk merumuskan dan menyelaraskan arah pembangunan daerah. "Kehadiran mereka sangat krusial. Ini bukan hanya forum untuk pemerintah, melainkan ruang bersama bagi semua elemen untuk turut menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," tambahnya. Sebagian besar undangan telah hadir dengan baik, termasuk tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Septinus memastikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif agar seluruh stakeholder dapat terlibat secara maksimal dalam proses perencanaan pembangunan.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:52 WIT
Bupati Mimika: Isu Pemberhentian Massal PPPK Belum Ada Keputusan, Kabupaten Masih Mampu Membiayai Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu yang mencuat tentang pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tengah diperbincangkan. Dalam wawancara pada Senin (30/3/2026), ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bahkan, Pemkab baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK beberapa waktu lalu."PPPK di Mimika dibiayai oleh anggaran kabupaten. Selama daerah mampu memenuhi kewajiban tersebut, tidak akan ada persoalan. Saat ini kondisi keuangan kita masih aman dan tidak akan mengganggu kelangsungan PPPK," ujarnya. Bupati menekankan bahwa isu pemberhentian PPPK tidak mengikuti kebijakan massal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, melainkan tergantung sepenuhnya pada kesanggupan keuangan masing-masing daerah. Berbeda dengan daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Mimika saat ini masih mampu memenuhi beban biaya PPPK.Meskipun demikian, evaluasi kinerja terhadap seluruh PPPK tetap dilakukan secara berkala. Bupati menjelaskan bahwa PPPK yang menunjukkan kinerja buruk, melanggar aturan disiplin, atau tidak menjaga integritas dalam bekerja tetap berpotensi diberhentikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang hanya menetapkan masa kontrak selama satu tahun.Isu pemberhentian PPPK ini muncul terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan tersebut menuntut efisiensi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah diprediksi akan terdampak signifikan. "Kalau ada pemberhentian di Mimika, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih kepada masalah disiplin dan kinerja masing-masing individu. Selama mereka bekerja dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:47 WIT
Ditemukan Jenazah Pria Di Jalan Trans Timika-Nabire, Diduga Korban Kecelakaan Lalu Lintas Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kuala Kencana, Polres Mimika, menerima laporan tentang penemuan jenazah seorang pria di wilayah PT KBV/PAL, sepanjang Jalan Trans Timika–Nabire, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (31/3/26) sekitar pukul 11.50 WIT. Informasi awal diterima dari anggota Brimob yang bertugas di Pos PT KBV/PAL, setelah mendapatkan pemberitahuan dari karyawan setempat mengenai penemuan mayat tersebut.Menurut keterangan saksi, sepeda motor milik korban ditemukan terjatuh di pinggir kali tanpa ada orang yang mengendarainya. Tim penyelidik kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi dan menemukan korban terbaring tidak bernyawa di pinggir talut. Setelah itu, peristiwa segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti hal tersebut, Polsek Kuala Kencana berkoordinasi dengan Polres Mimika dan tim medis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Unit Laka Lantas, mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Mimika.Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menyampaikan bahwa korban adalah seorang pria berinisial FBR berusia 31 tahun, warga Distrik Wania, Kabupaten Mimika. "Jenazah tiba di RSUD Mimika sekitar pukul 15.38 WIT dan saat ini berada di kamar jenazah untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya. Barang bukti yang diamankan dari lokasi antara lain satu unit sepeda motor tanpa plat nomor, satu dompet hitam, satu kartu identitas (noken), dan satu telepon genggam.Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Sebelum kejadian, korban diketahui telah mengkonsumsi minuman keras. Korban mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat benturan saat kecelakaan. "Kami sedang berupaya menghubungi keluarga korban melalui jaringan masyarakat setempat. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Sat Lantas Polres Mimika untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan," jelasnya. Polres Mimika mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berkendara, tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta mematuhi aturan lalu lintas untuk mencegah kecelakaan serupa.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:42 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca konflik sosial di Distrik Kwamki Narama. Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/2026) di area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, S.E., menjelaskan bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1 buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:39 WIT
Polres Mimika Kawal Keberangkatan Tiga Bus Warga, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Tembagapura bersama petugas pengamanan melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap keberangkatan tiga unit bus yang mengangkut warga masyarakat menuju Kota Timika pada Selasa pagi (31/3/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghadiri acara kedukaan almarhum Balau Newegalen serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menjelaskan bahwa pihak kepolisian melakukan pengamanan sejak pukul 06.30 WIT hingga seluruh penumpang selesai melakukan boarding. Personel gabungan Polsek Tembagapura dan Brimob melakukan pengaturan lalu lintas serta pengawasan terhadap barang bawaan penumpang guna mencegah masuknya senjata atau barang berbahaya ke dalam bus."Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas, agar situasi kamtibmas tetap terkendali," ujarnya.Diketahui, keberangkatan bus tersebut merupakan bagian dari dukungan masyarakat terhadap proses penyidikan kasus pembunuhan yang menimpa Balau Newegalen di Kwamki Narama. Setiap penumpang yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat dari Kampung Damai, Kwamki Narama, hingga Mimika Baru, menunjukkan sikap kooperatif selama proses pemeriksaan barang bawaan. Tidak ditemukan barang berbahaya maupun indikasi yang mengganggu keamanan selama proses keberangkatan.Polres Mimika mengimbau seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada aparat keamanan dalam menangani setiap kasus yang terjadi."Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Mimika. Semoga proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keadilan yang layak bagi semua pihak," pungkas Hempy Ona. Seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan kondisi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:34 WIT
BAPPEDA MIMIKA GELAR MUSRENBANG OTSUS DAN DTI 2027, FOKUS PEMBANGUNAN SDM BERKARAKTER Papuanewsonline.com, Timika – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Hotel Horison Ultima Timika pada Selasa (31/3/26) dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang yang mewakili Bupati Mimika, diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus.Mengusung tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia Berkarakter Berbasis Ekonomi Inklusif Menuju Mimika Cerdas, Mimika Sehat, Mimika Produktif”, forum ini menjadi ruang untuk menyatukan arah pembangunan yang berpihak pada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Dalam sambutan yang disampaikannya, Santy menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak hanya bertujuan mencetak lulusan pendidikan formal, tetapi juga membentuk manusia yang berintegritas, mencintai budaya lokal, serta memiliki daya saing yang kuat. “Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama pembangunan. Kita ingin melahirkan generasi Mimika yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter tangguh dan siap bersaing di kancah lokal maupun nasional,” ujarnya.Selain itu, konsep ekonomi inklusif menjadi perhatian utama, di mana seluruh program pembangunan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat, termasuk wilayah pesisir dan pegunungan.Santy menyampaikan tiga prinsip utama yang wajib diperhatikan oleh OPD pengelola dana Otsus: ketepatan sasaran, transparansi dan akuntabilitas, serta sinergi lintas sektor. “Tidak boleh ada penyalahgunaan dana. Semua program harus jelas manfaatnya dan bisa dipertanggungjawabkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan ego sektoral dan mengintegrasikan program pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi agar lulusan dapat terserap dalam sistem ekonomi daerah.Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Mimika Izak Rahajaan menjelaskan bahwa Musrenbang Otsus bertujuan menyelaraskan dan mempertajam prioritas pembangunan daerah. Forum ini juga menjadi sarana mengevaluasi pelaksanaan program Otsus sebelumnya, menyusun program yang selaras dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD dan RKPD, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. “Melalui Musrenbang ini, diharapkan program Otsus benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara menyeluruh,” pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF 31 Mar 2026, 22:28 WIT
Anggota Polisi di Dogiyai Tewas Dibunuh OTK, Aparat Tingkatkan Kewaspadaan Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti jajaran kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua, setelah seorang anggota polisi dilaporkan tewas dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa (31/3/2026). Peristiwa ini langsung memicu peningkatan kewaspadaan di kalangan personel kepolisian setempat.Informasi yang diterima menyebutkan, korban merupakan anggota Polres Dogiyai bernama Yupentus Edowai. Insiden tersebut sontak mengejutkan rekan-rekan sesama aparat, mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut memang kerap menjadi perhatian.Dalam pesan yang beredar melalui grup komunikasi internal dan diterima media ini melalui WhatsApp, salah satu rekan korban menyampaikan imbauan agar seluruh personel meningkatkan kewaspadaan."Selamat siang komandan, Senior dan Rekans... Hari ini rekan kita Polres Dogiyai di Bunuh oleh OTK untuk itu Rekan-Rekan jangan ada yang bepergian sendiri-sendiri," demikian pernyataan dari salah satu rekan polisi yang diterima media papuanewsonline,com. via WhatsApp.Korban diketahui bernama Yupentus Edowai yang disebut tinggal di wilayah Barang Barat. Hingga kini, motif di balik pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.Menyusul kejadian ini, seluruh personel di wilayah Dogiyai diminta untuk tidak bepergian seorang diri, terutama saat bertugas di lapangan maupun di luar jam dinas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.Selain itu, pengamanan di sejumlah titik rawan juga dikabarkan telah diperketat. Aparat melakukan patroli dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang menimpa aparat keamanan di wilayah pegunungan Papua, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi lengkap, identitas pelaku, maupun langkah lanjutan yang sedang dilakukan.Media ini akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Penulis: HendEditor: GF 31 Mar 2026, 18:39 WIT
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Duka Mendalam Selimuti Misi Perdamaian UNIFIL Papuanewsonline.com, Lebanon – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah penugasan Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan.Berdasarkan laporan dari daerah operasi, insiden menimpa personel TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Peristiwa ini terjadi saat kondisi keamanan di wilayah tersebut memanas akibat saling serang artileri.Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur saat menjalankan tugas. Sementara itu, tiga prajurit lainnya turut menjadi korban, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.Puspen TNI menjelaskan, seluruh personel yang terluka telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Dua prajurit dengan luka ringan saat ini menjalani perawatan di Hospital Level I UNIFIL yang berada di sektor penugasan.Sementara itu, Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan secara intensif.Adapun jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Proses administrasi pemulangan ke Indonesia juga tengah diselesaikan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon, TNI menegaskan telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku dalam misi UNIFIL.Hingga kini, penyebab langsung insiden masih belum dapat dipastikan. Situasi saat kejadian berlangsung di tengah baku tembak artileri, sehingga proses investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan kronologi dan sumber serangan.TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa secara profesional dan penuh tanggung jawab.Selain itu, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi. TNI juga terus memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon.Peristiwa ini menjadi duka mendalam tidak hanya bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang selama ini dikenal aktif berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.Pengabdian para prajurit TNI di medan tugas internasional kembali menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global, meskipun harus dibayar dengan pengorbanan besar.Kepergian Praka Farizal Rhomadhon menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit penjaga perdamaian di wilayah konflik.TNI pun menyampaikan penghormatan tertinggi kepada almarhum atas dedikasi dan pengabdian terbaiknya untuk bangsa dan dunia.Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan para prajurit yang terluka segera pulih untuk kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan satuan. (GF) 31 Mar 2026, 13:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT