logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bripda Juventus Edowai Tewas di Dogiyai, Polisi Duga Keterlibatan OPM Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti jajaran Polres Dogiyai setelah salah satu personelnya, Bripda Juventus Edowai, tewas akibat serangan senjata tajam di Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka parah di depan Gereja Kingmi Ebenezer, Kampung Kimipugi, sekitar pukul 11.00 WIT. Aparat setempat menduga kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XI Odiyai-Dogiyai pimpinan Jonathan Makituma Pigai terlibat dalam peristiwa tersebut."Korban mengalami luka bacok pada leher dan tangan kiri (kelima jari putus)," kata sumber di Polres Dogiyai.Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sekitar pukul 11.00 WIT dua SSR anggota Polsek Kamu yang dipimpin Iptu Yusuf Apiem tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi awal dan pengamanan tempat kejadian perkara.Selanjutnya, pada pukul 11.12 WIT, jenazah Bripda Juventus Edowai dievakuasi menuju RSUD Pratama Dogiyai untuk penanganan medis dan keperluan pemeriksaan lebih lanjut.Sekitar pukul 11.35 WIT, jenazah tiba di rumah sakit, kemudian proses visum dilakukan pada pukul 12.40 WIT oleh dr. George Jules Kbarek guna memastikan penyebab kematian serta dokumentasi luka yang dialami korban.Korban diketahui bernama Juventus Edowai dengan pangkat Bripda dan bertugas di Polres Dogiyai. Almarhum merupakan anggota kepolisian asal suku Mee dan berdomisili di Asrama Polisi Polres Dogiyai, Kampung Kimupugi, Distrik Kamu.Peristiwa ini memicu peningkatan kewaspadaan aparat keamanan di wilayah Dogiyai. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menghindari area-area yang dinilai berpotensi membahayakan situasi keamanan.Jenazah korban selanjutnya direncanakan akan dibawa ke Kabupaten Nabire untuk dimakamkan. Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan yang menewaskan anggota polisi tersebut. Penulis: HendEditor: GF 01 Apr 2026, 23:10 WIT
Menko Polkam Desak Investigasi Menyeluruh atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tegas atas insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menyatakan pemerintah menuntut investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terlibat.Menurut Menko Polkam, serangan yang menyebabkan gugurnya serta terlukanya personel TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Pemerintah Indonesia meminta agar penyelidikan dilakukan secara cepat, transparan, dan komprehensif.“Pemerintah menuntut dilaksanakannya investigasi secara menyeluruh atas insiden yang menyebabkan gugur dan terlukanya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Pemerintah juga menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif, serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan.”Ia menegaskan bahwa serangan berulang terhadap personel Indonesia menunjukkan rendahnya komitmen pihak-pihak yang bertikai terhadap jaminan keselamatan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.Menurutnya, perlindungan terhadap pasukan perdamaian merupakan prinsip utama yang harus dihormati oleh seluruh pihak dalam konflik bersenjata, terlebih mereka bertugas di bawah mandat resmi PBB.Pemerintah Indonesia juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil investigasi yang dilakukan.“Serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan Pasukan Perdamaian oleh pihak yang bertikai.”Selain mendorong proses investigasi internasional, Kemenko Polkam akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP).Langkah tersebut dilakukan bersama Kementerian Pertahanan, TNI, serta Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang bertugas di daerah misi.Pemerintah juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap protokol keamanan, khususnya yang berkaitan dengan dinamika situasi di wilayah Lebanon selatan yang saat ini masih berpotensi mengalami eskalasi konflik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan personel TNI yang sedang menjalankan mandat perdamaian dunia, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung misi perdamaian internasional secara profesional dan bertanggung jawab. (GF) 01 Apr 2026, 23:07 WIT
Dari London hingga Seoul, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Perkuat Diplomasi Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Buku Rasa Bhayangkara Nusantara terus menorehkan jejak diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional. Setelah menjangkau sejumlah kota dan forum dunia, mulai dari London, Davos, Washington D.C., Jeddah, hingga Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran kebijakan publik antarnegara.Kehadiran buku bertajuk Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program ini menjadi kelanjutan dari perjalanan global yang membawa semangat budaya Indonesia melalui pendekatan gastrodiplomasi. Buku tersebut memuat 80 menu bergizi khas Nusantara yang sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.Perjalanan internasional buku ini sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, yang berkolaborasi dengan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam berbagai lawatan strategis ke sejumlah negara.Wakapolri menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia yang mengedepankan budaya sebagai bahasa universal.“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi—melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Wakapolri.Di Korea Selatan, buku tersebut diserahkan langsung kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, dalam momentum yang juga menjadi ruang diskusi tentang implementasi program makan bergizi di negara tersebut.Dirgayuza menyampaikan bahwa Korea Selatan menjadi salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pelaksanaan program serupa secara nasional.“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”Menurutnya, Korea Selatan telah mengembangkan sistem makan bergizi gratis di sekolah secara bertahap selama kurang lebih dua dekade, dengan dukungan anggaran yang sangat besar.“Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa.”Ia menjelaskan bahwa pendekatan Korea Selatan yang berbasis dapur langsung di sekolah menjadi salah satu model pembelajaran yang relevan bagi pengembangan program serupa di Indonesia.“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah,” tambahnya.Lebih dari sekadar karya kuliner, buku Rasa Bhayangkara Nusantara kini telah berkembang menjadi instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia. Setiap persinggahan internasional, dari London hingga Seoul, mempertegas peran budaya dalam membangun citra bangsa di level global.Dirgayuza kembali menegaskan bahwa buku ini hadir sebagai jembatan dialog kebijakan lintas negara.“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal.”Melalui gastrodiplomasi, Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan strategis nasional tidak hanya dapat disampaikan melalui forum resmi, tetapi juga lewat budaya, kuliner, dan nilai kemanusiaan yang mampu diterima secara universal.Langkah ini sekaligus menegaskan peran Polri bersama pemerintah dalam membawa inovasi, identitas bangsa, serta gagasan kebijakan Indonesia ke panggung dunia, sejalan dengan semangat diplomasi modern yang humanis dan inklusif. (GF) 01 Apr 2026, 23:02 WIT
Pimpin Pakta Integritas, Wakapolda Maluku: 1.213 Peserta Ikuti Seleksi Anggota Polri TA. 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 1.213 peserta mengikuti penandatanganan Pakta Integritas seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Maluku, sebagai wujud komitmen rekrutmen bersih dan transparan berbasis prinsip “BETAH”.Polda Maluku resmi memulai tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menegaskan komitmen integritas melalui prinsip “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).Komitmen tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas yang dipimpin Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni di Gedung Plaza Presisi Tantui, Ambon, Selasa (31/3/2026).Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.213 peserta seleksi, yang terdiri dari:* 71 peserta Akpol (62 pria dan 9 wanita),* 1.068 peserta Bintara/Brigadir (895 pria dan 173 wanita),* 74 peserta Tamtama (pria).Selain peserta, kegiatan juga dihadiri panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali peserta.Dalam amanat Kapolda Maluku yang dibacakannya, Wakapolda menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung jujur, objektif, dan berkeadilan.“Seleksi ini harus dijalankan secara transparan dan bebas dari praktik KKN dalam bentuk apa pun. Kami ingin memastikan yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi syarat dan berkompeten,” tegasnya.Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberhasilan Polri, sehingga proses rekrutmen harus mampu melahirkan anggota yang profesional dan berintegritas.Wakapolda juga mengingatkan peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.“Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. Seleksi ini murni berdasarkan kemampuan peserta,” ujarnya.Untuk menjamin akuntabilitas, Polda Maluku menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bidpropam, sementara pengawasan eksternal melibatkan Ombudsman, Mafindo, unsur media, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon.Sejumlah pejabat utama Polda Maluku turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Karo SDM dan para kepala bidang terkait.Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, Polda Maluku berharap seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, sejalan dengan semangat PRESISI. PNO-12 01 Apr 2026, 22:12 WIT
Dorong Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Salurkan Bantuan 20 Mesin Ketinting Untuk Nelayan Meranti Papuanewsonline.com, Kepulauan Meranti - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah konkret mendorong produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.Bantuan yang diserahkan di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 10 unit mesin merek Motoya dan 10 unit Pro-Quip, yang diberikan kepada 20 nelayan sebagai penguat produktivitas sekaligus penggerak ekonomi pesisir.Kapolda menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran Polri yang tidak berhenti pada fungsi keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat secara langsung.“Kami menyadari bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, kami harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.Ia menekankan bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi besar yang selama ini perlu didorong dengan dukungan sarana dan akses yang memadai.“Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kita ingin masyarakat terus bergerak maju, mandiri, dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar lulusan Akpol 1996 itu.Dalam pandangannya, pembangunan yang kuat tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat human solidarity, kita bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial,” tambahnya.Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan yang terus didorong Polda Riau melalui konsep Green Policing, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman delapan bibit pohon jenis jambu madu dan mangga secara simbolis, sebagai pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.Sementara itu, Camat Rangsang Barat, Jefri, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Kapolda Riau dan jajaran.“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolda Riau beserta rombongan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan kami karena dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir.Senada dengan Camat Jefri, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis yang berdampak langsung dan berkelanjutan.Menurut Kapolres, bantuan ini tepat sasaran dan berpotensi meningkatkan produktivitas nelayan serta memperkuat ekonomi lokal. "Kehadiran Bapak Kapolda juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri, yang terlihat dari antusiasme masyarakat serta situasi kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif,” kata Aldi.Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. PNO-12 01 Apr 2026, 21:31 WIT
Pemerintah Resmi Terbit Kebijakan WFH Setiap Hari Jum’at Untuk ASN, Berlaku Mulai Hari Ini Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jum’at. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan melalui masa evaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa regulasi ini mencakup ASN baik di instansi pusat maupun daerah, dengan ketentuan yang diatur melalui Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta SE Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). “Penerapan WFH satu hari dalam seminggu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi budaya kerja nasional,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual. Selain ASN, pemerintah juga memberikan imbauan serupa kepada sektor swasta, dengan teknis pelaksanaan yang akan dituangkan dalam SE Menteri Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing bidang usaha.Beberapa sektor vital dikecualikan untuk menjamin kelancaran pelayanan publik, antara lain kesehatan, keamanan, kebersihan, industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan.Untuk bidang pendidikan, kegiatan belajar-mengajar (KBM) di jenjang dasar hingga menengah tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh selama lima hari seminggu, tanpa batasan pada kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga. Sementara itu, jenjang pendidikan tinggi khususnya semester empat ke atas akan menyesuaikan pola pembelajaran dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Sebagai dukungan efisiensi nasional, pemerintah juga menetapkan batasan ketat terhadap mobilitas kedinasan: penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen (kecuali operasional dan listrik), sedangkan perjalanan dinas dipangkas 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri. Pemerintah daerah juga diimbau meningkatkan durasi dan cakupan Car Free Day sesuai karakteristik daerah.Kebijakan ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.Pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran APBN dari sisi kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai Rp6,2 triliun, sementara secara nasional total penghematan konsumsi BBM masyarakat diperkirakan mencapai Rp59 triliun.Rangkaian kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional yang bertujuan menciptakan birokrasi yang lebih adaptif dan efisien bagi kemajuan negara.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:51 WIT
Tragedi Dogiyai Memanas, Tiga Warga Sipil Tewas Usai Penyisiran Pasca Polisi Dibunuh Papuanewsonline.com, Dogiyai – Tiga warga Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah dilaporkan tewas setelah ditembak pada Selasa (31/3/26). Korban diduga ditembak oleh aparat kepolisian dalam penyisiran yang dilakukan usai seorang anggota Polsek Moenamani tewas. Informasi menunjukkan ketiga korban adalah Ester Pigai (60 tahun), Siprianus Tibakoto (18 tahun), dan Martinus Yobe (atau disebut Yosph/Yoseph Yobe, 19 tahun).Marthen Goo, salah satu intelektual Kabupaten Dogiyai, menyampaikan bahwa korban tewas saat aparat melakukan penyisiran di wilayah Distrik Kamuu. Penyisiran dilakukan setelah Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai ditemukan tewas dengan luka bacokan di leher dan dianiaya oleh orang tak dikenal di Kampung Kimupugi pagi hari itu. "Teman-teman korban polisi datang untuk menjemput dan kemudian melakukan penyisiran yang tidak terkendali, yang menyebabkan tiga orang warga tewas. Selain itu juga terjadi kerusakan dan hilangnya harta benda masyarakat," katanya. Menurut Marthen, setelah penyisiran, aparat baru membawa rekan mereka yang tewas ke rumah sakit, dan kemudian terjadi penembakan lagi yang menewaskan Martinus Yobe dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.Frater Siorus Degei, yang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Paroki St. Petrus Mauwa-Dogiyai, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi saat ia bersama umat baru menyelesaikan ibadah sakramen tobat menjelang Pekan Suci Paskah sekitar pukul 09:42 Waktu Papua. Awalnya keadaan terlihat normal, namun kemudian datang kabar bahwa seorang anggota polisi asli Papua tewas dengan luka bacokan di leher dan lima jari tangan kanannya putus di sekitar pertigaan Gereja Ebenezer Moanemani. "Sesudahnya bunyi tembakan bergemuruh tanpa henti di Kota Moanemani. Aparat TNI/Polri melakukan penembakan yang tidak terkendali, bahkan ada mobil polisi mengejar beberapa pemuda naik motor dari pusat kota hingga ke Distrik Kamuu Utara," jelasnya.Frater Siorus mengkonfirmasi bahwa peristiwa itu berujung pada tiga warga sipil tewas, dengan situasi di kota Dogiyai yang masih mencekam. Jalanan sunyi dan aktivitas masyarakat terhenti pasca kejadian."Bunyi tembakan masih terdengar samar dari kejauhan. Ada kekhawatiran konflik akan terus berlanjut, mengingat salah satu korban adalah seorang ibu yang tidak bersalah," ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Kamuu Inspektur Satu Yusuf Habel Apiem menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan identitas dan bagian tubuh korban yang tertembak. "Kami masih mendalami kasus ini, mengingat ada korban dari masyarakat dan juga satu anggota kami. Informasi resmi akan disampaikan oleh kapolres," katanya.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT