logo-website
Minggu, 19 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Terapkan Pendekatan Humanis, Amankan Ibadah Di Kampung Gigobak Sinak Papuanewsonline.com, Puncak – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz tahun 2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. Personel melaksanakan patroli taktis dan pengamanan ibadah di sekitar Kampung Gigobak, Distrik Sinak, untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 WIT sebagai bagian dari upaya menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat.Selain melakukan patroli di area sekitar kampung, personel juga membangun komunikasi harmonis dengan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Selama pelaksanaan, situasi terpantau kondusif dengan respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap tugas yang dilaksanakan."Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaan bersama masyarakat. Pengamanan ibadah dan aktivitas masyarakat adalah bentuk nyata komitmen kami dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang penuh penghargaan," ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (31/3/26).Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas keamanan. Dengan pelaksanaan patroli terencana dan terukur, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memperkuat rasa aman melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. "Kami memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kehadiran kami juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Polri dan seluruh masyarakat," ungkapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:33 WIT
Kelangkaan LPG 12 Kg Guncang Timika, Harga Melonjak dan UMKM Tertekan Papuanewsonline.com, Timika – Stok Gas LPG 12 kilogram di Timika, Papua Tengah, mengalami kekurangan signifikan dalam satu pekan terakhir, yang berdampak pada berbagai sektor usaha dan memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. Situasi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas rumah tangga masyarakat, tetapi juga mengganggu jalannya ekonomi harian daerah. (1/4/26)Beberapa titik penjualan bahkan melaporkan bahwa barang tersebut hampir tidak tersedia sama sekali, dengan sejumlah warga mengaku harus berpindah-pindah lokasi pengecer tanpa mendapatkan hasil. Kondisi ini mengindikasikan adanya gangguan serius pada rantai distribusi energi rumah tangga di wilayah tersebut.Dampak paling parah dirasakan oleh pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG sebagai sumber energi utama. Pengelola rumah makan dan warung makan di Timika kini terpaksa kembali menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah. Selain meningkatkan biaya operasional, penggunaan bahan bakar konvensional ini juga dinilai kurang efisien dan memperlambat proses produksi makanan. Hal ini menunjukkan bahwa krisis LPG tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga langsung memukul sektor ekonomi mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.Kelangkaan ini memunculkan pertanyaan besar terkait sistem distribusi LPG di daerah. Sejumlah agen penjualan mengaku sudah tidak menerima pasokan dari distributor selama satu minggu terakhir, bahkan ada yang mengalami kekosongan lebih lama. Situasi ini memicu spekulasi adanya gangguan pada jalur distribusi atau pengurangan suplai dari hulu.Isu kenaikan harga di tingkat distributor juga mulai beredar, yang mendorong pengecer untuk menaikkan harga lebih awal sebagai antisipasi. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak distributor maupun otoritas terkait mengenai penyebab pasti terhambatnya pasokan.Meskipun pemerintah melalui Pertamina menyatakan bahwa stok LPG nasional hingga Maret 2026 dalam kondisi aman dengan ketahanan 18–21 hari untuk jenis subsidi dan non-subsidi, persoalan utama terletak pada rantai distribusi ke wilayah Indonesia Timur seperti Papua. Distribusi LPG ke daerah ini bergantung pada jalur laut dengan waktu tempuh panjang, yang rentan terhadap gangguan cuaca dan keterbatasan armada logistik. Selain itu, biaya distribusi yang tinggi juga memengaruhi harga akhir di tingkat konsumen. Kenaikan harga LPG berpotensi mendorong inflasi daerah dan menekan daya beli masyarakat jika kondisi ini berlangsung lama.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:27 WIT
Polres Tanimbar Kawal Aksi Nelayan Lermatang Mediasi Bersama PT INPEX Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar berhasil mengawal aksi unjuk rasa nelayan Desa Lermatang di area Shelter PT INPEX Masela hingga berujung pada kesepakatan pembayaran kompensasi, Selasa (31/3/2026).Aksi yang digelar di Kecamatan Tanimbar Selatan itu menuntut realisasi kompensasi bagi nelayan tangkap terdampak aktivitas proyek. Pengamanan dipimpin Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, dengan melibatkan personel gabungan Polres dan Polsek setempat.Selain memastikan situasi tetap kondusif, aparat juga memfasilitasi proses mediasi antara perwakilan warga, pemerintah daerah, dan manajemen PT INPEX Masela.Dialog yang berlangsung konstruktif menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan bersedia memenuhi tuntutan kompensasi yang diajukan nelayan.Wakapolres Kompol Wilhelmus B. Minanlarat menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi.“Kami bersyukur seluruh rangkaian aksi hingga mediasi berjalan aman dan damai. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.Ia menegaskan, peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator komunikasi guna mendorong solusi yang adil.“Polri hadir sebagai jembatan komunikasi yang netral agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” tegasnya.Meski sempat terjadi insiden saling dorong, situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya aksi secara keseluruhan.Setelah mediasi selesai, massa membubarkan diri secara tertib. Hingga berita ini diturunkan, kondisi keamanan di kawasan Shelter PT INPEX Masela dan sekitarnya dilaporkan tetap kondusif.Keberhasilan pengamanan aksi ini tidak hanya mencerminkan kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan konflik sosial di wilayah proyek strategis.Dengan tercapainya kesepakatan antara nelayan Desa Lermatang dan PT INPEX Masela, diharapkan implementasi hasil mediasi dapat berjalan konsisten dan transparan, sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah potensi konflik lanjutan di kemudian hari. PNO-12 01 Apr 2026, 09:37 WIT
Polres Maluku Tenggara Amankan 2 Tersangka Pembunuhan Pasca Konflik di Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Kepolisian Resor Maluku Tenggara menangkap dua tersangka kasus pembunuhan berinisial E.N dan O.H. yang terlibat dalam aksi kekerasan hingga menewaskan seorang warga di Desa/Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil.Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi di Langgur, Selasa, mengatakan kedua tersangka diamankan pada 30 Maret 2026 setelah melalui penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal.Peristiwa tersebut bermula dari bentrokan antarwarga pada Jumat (27/3) yang sempat mereda setelah aparat kepolisian turun ke lokasi. Namun, situasi kembali memanas pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.Dalam kondisi tersebut, kedua tersangka diduga menyerang korban berinisial F.A.R. menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban ditemukan warga dalam keadaan terluka parah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur.“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku. Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolres.Ia menegaskan, kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Kedua tersangka dijerat pasal tindak pidana terhadap nyawa dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Maluku Tenggara.Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa konflik sosial yang tidak terkendali dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Tawuran yang awalnya bersifat spontan sering kali dipicu oleh emosi sesaat, namun berujung pada konsekuensi hukum dan kehilangan nyawa yang tidak tergantikan.Langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Namun, penegakan hukum saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik secara damai.Ke depan, diperlukan peran aktif seluruh elemen tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga generasi muda untuk memperkuat budaya dialog dan mencegah kekerasan sebagai jalan keluar. Stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga cerminan kedewasaan sosial sebuah komunitas. PNO-12 01 Apr 2026, 09:27 WIT
Rakernis Gabungan Divisi Polri: Integritas dan Kepercayaan Publik Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Ambon – Penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pesan utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) gabungan divisi Polri yang digelar Mabes Polri, Selasa (31/3/2026).Arahan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat membuka Rakernis yang diikuti secara virtual melalui zoom meeting oleh seluruh jajaran Polri di tingkat polda sampai dengan Polres, termasuk Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Iman Tobroni dari Polda Maluku.Rakernis ini melibatkan Divisi Humas, Divisi Hukum, Divisi Hubungan Internasional (Hubinter), serta Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri sebagai bagian dari penguatan fungsi strategis institusi.Di Polda Maluku, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, Kabidkum, Dir Samapta, Dir Reskrimum, Dir Resnarkoba, Auditor Itwasda, Staf Ahli Kapolda, serta para perwira perwakilan satuan kerja.Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh fungsi di tubuh Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu memperkuat kepercayaan publik.“Setiap fungsi, baik kehumasan, hukum, hubungan internasional, maupun teknologi informasi, harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja Polri,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama institusi.“Integritas adalah kunci. Tidak boleh ada ruang bagi pelanggaran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat. Setiap anggota harus bekerja profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.Rakernis ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi antar fungsi dalam mendukung transformasi Polri yang presisi. PNO-12 01 Apr 2026, 09:23 WIT
Kunjungi Malra, Wakapolda Maluku Besuk Anggota Yang Terluka Dalam Pertikaian di Wilayah Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., mengunjungi RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Senin (30/3/2026) pagi, untuk membesuk personel Polres Maluku Tenggara yang terluka saat penanganan konflik di Kecamatan Kei Kecil Timur.Kunjungan berlangsung pukul 06.30 WIT di RSUD Karel Sadsuitubun, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Agenda ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan Polri kepada anggota yang terluka dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi. Mereka membesuk dua personel yang menjadi korban, yakni Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Jufri Jawa dan Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, yang mengalami luka akibat terkena panah saat penanganan konflik di wilayah Danar.Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran pimpinan di tengah anggota yang terluka merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan personel.“Polri tidak akan membiarkan anggotanya berjuang sendiri. Kami memastikan setiap personel yang terluka dalam tugas mendapatkan perawatan terbaik serta dukungan moril dari pimpinan,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Maluku Tenggara secara profesional dan humanis, meskipun menghadapi dinamika konflik di lapangan.“Penanganan konflik tetap kami lakukan secara terukur, mengedepankan pendekatan persuasif, namun tegas demi melindungi masyarakat,” tambahnya.Kegiatan kunjungan berakhir pukul 06.50 WIT dalam situasi aman dan terkendali.Kunjungan ini menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi solidaritas dan perlindungan terhadap anggotanya dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. PNO-12 01 Apr 2026, 09:07 WIT
Pondok Pesantren Ummahatul Mukminin Al-Akbar Timika, Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an Papuanewsonline.com, Timika – Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam memerlukan upaya untuk menjaga kemurnian, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kemurniannya adalah dengan menghafalkan ayat-ayat sucinya.Namun, di wilayah Timika, Papua, keberadaan lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan hafalan Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) masih tergolong minim. Hal ini menjadi keprihatinan bagi pewakaf tanah dan pendiri pondok, yang kemudian menginisiasi pendirian sebuah lembaga pendidikan khusus untuk tahfidz Al-Qur'an. (31/3/2026) Berdasarkan kepedulian tersebut, pada tahun 2020 lahirlah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminin Al-Akbar sebagai wadah untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.Pondok pesantren ini didirikan atas dasar visi dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Al-Qur'an di Timika. Dengan visi untuk mewujudkan generasi yang mencintai dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an, pondok ini menetapkan tiga misi utama: mencetak generasi Islam yang mencintai Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk santri yang berakhlak mulia. Keunggulan pondok terletak pada pembinaan hafalan Al-Qur'an yang kuat, pembentukan akhlak yang baik berlandaskan nilai-nilai Islam, dan integrasi antara hafalan dengan pengamalan dalam keseharian santri.Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode Mutqin, yang menekankan pada kekuatan hafalan dan konsistensi dalam menjaga hafalan yang telah dipelajari. Metode ini mencakup tiga komponen utama: murajaah dan tikrar (pengulangan hafalan secara terus-menerus), talaqqi/tasmi’ (setoran hafalan kepada guru untuk disimak langsung), serta ziyadah (penambahan hafalan baru secara bertahap). Ada aturan khusus di pondok ini: setiap santri yang telah menghafal 3 juz wajib menyetorkan seluruh hafalan dalam satu kali duduk tanpa melihat mushaf. Setelah lulus, mereka dapat melanjutkan hafalan berikutnya. Ketika telah menambah 3 juz lagi, santri akan melakukan tasmi’ 3 juz baru tersebut, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ gabungan sebanyak 6 juz (3 juz sebelumnya dan 3 juz baru). Proses ini diulang secara berkelanjutan hingga santri berhasil menghafal seluruh 30 juz Al-Qur'an.Pondok pesantren secara rutin mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Higdzil Qur'an (MHQ) setiap tahunnya. Alhamdulillah, para santri telah membawa pulang berbagai prestasi gemilang baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Selain itu, dengan metode Mutqin yang diterapkan secara selektif, proses pembinaan menghasilkan santri yang benar-benar kuat dalam hafalan. Pendiri pondok, KH. Andi Ahmad Jaya, mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa santri yang akan menyelesaikan hafalan 30 juz (khatam kubro), dengan beberapa santri lainnya diproyeksikan menyusul pada tahun berikutnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:08 WIT
Lemasa Suku Amungme Desak Dana Otsus Libatkan Lembaga Adat demi Pemberdayaan OAP di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Lemasa Suku Amungme, Menuel John Magal, menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua di Kabupaten Mimika.Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah kegiatan di Hotel Horison Ultima Timika pada Selasa (31/3/2026), di mana ia menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu berkembang dan sejajar dengan kelompok lain.Menuel mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat asli Papua yang tertinggal dalam bidang pendidikan dan kemampuan kerja. Oleh karena itu, kebijakan afirmatif atau diskriminasi positif dinilai sangat penting untuk mendorong kesetaraan. "Diskriminasi positif diperlukan agar masyarakat yang tertinggal bisa mencapai kesetaraan. Mereka harus dibekali pendidikan dan keterampilan yang memadai agar siap memasuki dunia kerja," ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya pemanfaatan dana Otsus secara tepat sasaran melalui kerja sama strategis antara Pemkab Mimika dan Lemasa, mengingat lembaga adat memiliki peran krusial dalam menyampaikan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.Menurut Menuel, masih terdapat kesenjangan emosional antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat adat, yang menyebabkan sejumlah program belum menyentuh kebutuhan mendasar. "Pemerintah tidak akan mengetahui kebutuhan masyarakat secara mendalam jika tidak dekat secara emosional. Lemasa dapat menjembatani dengan data dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan," jelasnya. Ia berharap ke depan alokasi dana Otsus lebih melibatkan lembaga adat secara langsung sesuai peraturan yang berlaku, mengingat pada periode 2024 hingga 2025 belum ada alokasi signifikan bagi lembaga adat.Menuel juga menekankan pentingnya pembinaan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek formal, tetapi juga mencakup moral, mental, dan spiritual, khususnya bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.Ia mendorong penerapan sistem asrama sebagai solusi pembinaan menyeluruh, mengingat Lemasa telah menjalankan model serupa dengan menampung ratusan anak dan menghasilkan peningkatan signifikan dari sisi akademik maupun karakter."Dana Otsus harus berdampak langsung pada masyarakat. Contohnya sudah ada, tinggal diperluas dan didukung oleh pemerintah," tegasnya.Ia berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga adat terus diperkuat agar tujuan Otsus dapat terwujud secara optimal. Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 23:02 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca konflik sosial di Distrik Kwamki Narama.Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/26) di area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, SE menjelaskan bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1 buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT