logo-website
Selasa, 10 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Karantina Papua Tengah Tolak Impor Bibit Buah Tak Berdokumen dari Surabaya Papuanewsonline.com, Timika –  Karantina Pertanian Papua Tengah mencegah masuknya sepuluh jenis bibit buah-buahan asal Surabaya pada tanggal 17 Juli 2025.  Bibit yang meliputi jeruk, anggur, alpukat, apel, dan jambu air tersebut ditolak karena tidak memenuhi persyaratan karantina.  Komoditas ini masuk melalui Pos Pelayanan (Pospel) Bandar Udara Mozes Kilangin Timika via jasa ekspedisi.  Kepala Karantina Papua Tengah, Ferdi, menegaskan komitmen teguh dalam melindungi sektor pertanian di Papua Tengah dari ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). “Penolakan ini sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.  Bibit yang tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dan label benih/bibit dari Balai Sertifikasi Benih tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas yang kita tetapkan,” jelasnya.  Ia juga menambahkan bahwa bibit yang tidak memenuhi standar tersebut berpotensi membawa OPTK yang dapat merugikan sektor pertanian.  Ketiadaan sertifikasi resmi juga mengkhawatirkan kemurnian genetik bibit tersebut. Ferdi menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pelaku usaha dan masyarakat dalam melengkapi dokumen karantina untuk komoditas pertanian yang dikirim atau dibawa masuk ke Papua Tengah.  "Hal ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian yang sehat, aman, dan bebas hama penyakit," tegasnya.  Ia menghimbau agar semua pihak mematuhi regulasi yang berlaku untuk mencegah masuknya OPTK dan melindungi ketahanan pangan daerah. Pihak Karantina Papua Tengah akan terus meningkatkan pengawasan dan sosialisasi terkait persyaratan impor komoditas pertanian.  Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat melindungi sektor pertanian Papua Tengah dari ancaman OPTK dan memastikan keberlanjutan pertanian yang berkelanjutan.  "Bibit yang ditolak akan dikembalikan ke daerah asal sesuai ketentuan yang berlaku" pungkasnya. (Jidan) 17 Jul 2025, 23:42 WIT
Fasilitasi Antar Jemput Pasien OAP Gratis, Pemkab Mimika Luncurkan Program “Sa Antar Ko” Papuanewsonline.com, Timika – Program “Sa Antar Ko” diluncurkan RSUD Mimika memberikan layanan antar jemput gratis bagi pasien Orang Asli Papua (OAP) yang telah menyelesaikan rawat inap.  Program ini bekerja sama dengan perusahaan transportasi online Maxim, memastikan kepulangan pasien yang aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah terpencil. Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL, M.Kes, menjelaskan tujuan program ini guna membantu Pasien OAP. “Program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pasien, mempermudah akses pelayanan kesehatan berkelanjutan, serta meringankan beban pasien dan keluarganya.  Biaya layanan ini sepenuhnya ditanggung oleh RSUD Mimika,” ujarnya.  Ia juga menambahkan bahwa program ini menargetkan pasien OAP yang telah dinyatakan sembuh oleh tim medis dan siap untuk kembali ke rumah. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya selama perawatan di rumah sakit, tetapi juga memastikan kepulangan pasien dengan aman dan nyaman,” tambahnya.   Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Mimika meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya OAP kurang mampu.  Sebelumnya, pasien OAP telah mendapatkan program jaminan kesehatan gratis, dan kini ditambah dengan fasilitas antar jemput pulang. Kerja sama dengan Maxim akan berlangsung selama 3 (tiga) tahun, dengan evaluasi berkala setiap 3 (tiga)  bulan.  Program "Sa Antar Ko" diharapkan dapat menjadi model pelayanan publik yang lebih inklusif dan humanis, sekaligus merefleksikan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat asli Papua.  Penggunaan kendaraan yang layak dan pengemudi yang sopan merupakan standar pelayanan yang ditekankan kepada pihak Maxim. (Jidan) 17 Jul 2025, 21:13 WIT
Kolaborasi Pemkab, Komunitas Singgah Baca & Dibalik Perempuan Peringati Hari Anak Nasional Papuanewsonline.com, Timika – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip Nasional kolaborasi bersama Komunitas “Singgah Baca” dan “Dibalik Perempuan” menggelar acara edukatif bertema "Anak Mimika, Aman, Cerdas & Cinta Budaya di kantor Perpustakaan  pada Kamis (17/07/2025). Puluhan anak usia dini yang didampingi orang tua mereka turut serta dalam kegiatan yang menampilkan beragam aktivitas edukatif dan menghibur, meliputi sesi membaca nyaring (read aloud), permainan edukatif (bookish play), talkshow parenting, kampanye peduli anak, dan pentas seni. Mewakili Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Raudhah menyampaikan apresiasinya.    “Alhamdulillah, kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama merayakan Hari Anak Nasional.  Semoga kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi anak-anak dan menumbuhkan kecintaan mereka pada membaca dan seni,” ujarnya.  Raudhah juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak secara komprehensif. Anak usia 2-4 tahun mengikuti sesi membaca cerita dan kegiatan prakarya sederhana, sementara anak usia 5-9 tahun berpartisipasi dalam lomba melukis botol.  Delain itu ada juga Talk Show Parenting melibatkan orang tua secara aktif, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengasuh anak. Suksesnya acara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak di Mimika.  (Jidan) 17 Jul 2025, 20:33 WIT
Berdedikasi Tinggi 5 Polisi Teladan Terima Hoegeng Awards 2025 Papuanewsonline.com, Jakarta – Penganugerahan Hoegeng Awards 2025 resmi digelar dengan sukses di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025). Lima anggota Polri dengan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut.Mengusung tema "Polisi Rakyat, Teladan Mengabdi", ajang ini menjadi momentum refleksi atas pengabdian para insan Bhayangkara yang telah menunjukkan integritas, keberanian, kepedulian, serta inovasi dalam melayani masyarakat. Acara ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, bersama sejumlah tokoh nasional termasuk Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta keluarga besar almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso.Hoegeng Awards merupakan hasil kolaborasi Polri dengan media detikcom yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Penjaringan dilakukan secara terbuka melalui usulan masyarakat sejak Januari hingga Maret 2025. Dari ratusan nama yang diusulkan, disaring melalui seleksi ketat oleh tim detikcom dan Dewan Pakar independen yang terdiri dari tokoh lintas bidang.Berikut lima penerima Hoegeng Awards 2025 dari masing-masing kategori:- Polisi Berdedikasi: Aipda Rahmad Muhajirin – Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, Jawa Timur- Polisi Inovatif: Iptu Andi Sri Ulva Baso – Paur Fasmat SBST Subdit Regident Ditlantas Polda Sulsel- Polisi Berintegritas: Kombes Seminar Sebayang – Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah- Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan: Kombes Rita Wulandari – Kasubdit 1 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri- Polisi Tapal Batas dan Pedalaman: Bripka Annas – Bhabinkamtibmas Banawa Selatan, Polres Donggala, Polda SultengKaro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan apresiasinya terhadap semangat pengabdian para penerima penghargaan. Menurutnya, Hoegeng Awards menjadi simbol nyata bahwa Polri terus mendorong budaya kerja yang humanis, transparan, dan profesional.“Hoegeng Awards bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap anggota Polri yang benar-benar menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan sepenuh hati. Ini adalah teladan bagi seluruh personel Polri di tanah air,” ungkap Brigjen Trunoyudo.Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pemilihan menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam mendukung transformasi Polri menuju institusi yang dicintai rakyat.“Masyarakat punya peran penting dalam menilai kinerja kepolisian. Dari situ kita bisa melihat bahwa kepercayaan publik itu bisa diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar citra,” imbuhnya.Para pemenang Hoegeng Awards 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi personel Polri lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air. PNO-12 17 Jul 2025, 18:50 WIT
Wakapolda Tegaskan Setiap Personel Reserse Maluku Wajib Menjunjung Tinggi Prinsip Keadilan Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H, menekankan kepada personel Reserse (Krimum, Krimsus, dan Narkoba) Polda Maluku agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadilan dan bekerja dalam koridor hukum yang berlaku.Penekanan ini disampaikan saat Wakapolda memimpin langsung apel pagi gabungan personel Reserse yang terdiri dari Direktorat Reskrimum, Reskrimsus dan Resnarkoba Polda Maluku. Apel gabungan berlangsung di halaman gedung Reserse (Polda Lama), Jalan Rijali, Kota Ambon, Kamis (17/7/2025).Brigjen Imam Thobroni menegaskan peran reserse sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum. Peran ini menuntut komitmen tinggi setiap personel terhadap integritas, moralitas, dan profesionalitas. "Setiap penyidik wajib menjunjung tinggi prinsip keadilan dan bekerja dalam koridor hukum yang berlaku," tegasnya.Reserse, kata Wakapolda, adalah ujung tombak penegakan hukum. Komitmen, integritas, dan moralitas adalah nilai-nilai yang tidak boleh ditawar.Wakapolda juga mengingatkan pentingnya memahami dan mengimplementasikan berbagai regulasi hukum, mulai dari KUHP, KUHAP, hingga Peraturan Kapolri (Perkap) yang menjadi dasar operasional penyidikan. Brigjen Imam mendorong personel untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan kejuruan (Dikjur) dan pelatihan teknis yang mendukung penguasaan bidang tugas secara spesifik.Dalam konteks tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, Wakapolda juga menekankan pentingnya membangun jejaring dan sinergi lintas lembaga, terutama dengan institusi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta instansi pengawasan lainnya.“Banyak peluang untuk berkembang. Tinggal bagaimana rekan-rekan memutuskan, ingin menjadi reserse yang handal dan berintegritas, atau justru menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.Apel pagi yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut berjalan aman dan tertib. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Maluku dalam memperkuat kualitas dan karakter personel reserse, agar mampu menjawab dinamika hukum dan ekspektasi masyarakat. PNO-12 17 Jul 2025, 18:34 WIT
Kaops Damai Cartenz: Penanganan Papua Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa situasi keamanan di Papua saat ini masih tergolong kondusif dan terkendali, meskipun terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan yang tinggi akibat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pernyataan ini disampaikan dalam forum silaturahmi bersama media di Jakarta, Rabu (16/7/2025)."Sampai saat ini situasi di Papua masih dalam kondisi kondusif. Memang ada dinamika dan kerawanan, tetapi seluruhnya masih dalam kendali kami," ujar Kaops Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. saat di hadapan awak media.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan konflik dan keamanan di Papua tidak bisa dibebankan hanya kepada institusi Polri maupun TNI. Menurutnya, adalah bagian dari kebijakan nasional yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan."Polri tidak mungkin berdiri sendiri. Penanganan Papua harus menjadi kerja kolektif seluruh stakeholder. Ini menyangkut pendekatan keamanan, sosial, ekonomi, dan pembangunan," ujarnya.Dijelaskan Kaops Damai Cartenz, pihaknya memetakan aktivitas KKB tersebar di sekitar 14 kabupaten, dengan 11 kabupaten masuk dalam wilayah operasi aktif Satgas Damai Cartenz. Dari jumlah tersebut, 5 kabupaten teridentifikasi memiliki intensitas gangguan keamanan yang tinggi, terutama karena dominasi anggota KKB yang berasal dari kalangan anak muda dan milenial."Kelompok-kelompok ini banyak merekrut pemuda dengan berbagai alasan, tidak hanya karena ideologi Papua merdeka, tetapi juga karena faktor lain seperti minimnya lapangan kerja, kesenjangan pembangunan, dan keterbatasan akses terhadap kesejahteraan," ungkapnya.Selain KKB, aparat juga mengidentifikasi ancaman dari Kelompok Kriminal Politik (KKP) yang menyebarkan paham separatis melalui pendekatan ideologis dan intelektual."Kalau KKB menggunakan senjata, maka KKP menggunakan wacana politik dan ideologis. Mereka menyasar kesadaran intelektual, termasuk kepada mereka yang awalnya tidak simpati. Kalau ini tidak ditangani dengan serius, bisa menumbuhkan simpati baru dan itu jauh lebih berbahaya," ujarnya.Kaops Damai Cartenz juga mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan KKB berasal dari tiga sumber utama: pembelian dari dalam dan luar negeri, hasil perampasan, serta distribusi dari jaringan gelap lokal. Bahkan, kelompok tersebut diketahui menjalin koneksi dengan penyelundup dari Filipina dan Papua Nugini."Tiap tahun kami ungkap jaringan penyalur senjata. Pada Maret lalu kami tangkap pelaku yang menguasai 12 pucuk senjata api dan hampir 4.000 butir amunisi. Mereka membeli, menyelundupkan, bahkan memanfaatkan celah di perbatasan dan jalur laut," jelasnya.Ia menambahkan, Polri terus berupaya memutus mata rantai distribusi senjata, termasuk dengan pengawasan jaringan lintas wilayah hingga ke Sulawesi Utara dan kawasan perbatasan internasional.Terkait pendanaan, disebutkan bahwa KKB memperoleh dana dari berbagai sumber, termasuk aksi kriminal dan penyalahgunaan dana desa. Ada indikasi mereka memaksa kepala desa maupun kepala distrik untuk menyerahkan sejumlah uang."Kami sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa kepala desa dan kepala distrik yang terbukti menyerahkan dana kepada kelompok ini. Dana itu digunakan untuk membeli senjata dan membiayai operasional mereka," katanya.Di sisi lain, medan geografis Papua disebut menjadi tantangan besar dalam pemberantasan KKB. Wilayah yang luas, akses terbatas, serta minimnya infrastruktur memperlambat pergerakan dan jangkauan operasi aparat."Wilayah Papua itu 2-4 kali lipat lebih besar dari Pulau Jawa. Infrastruktur minim, cuaca ekstrem, dan tantangan logistik memperberat semua proses," ungkapnya.Lebih dari itu, ia menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan perubahan paradigma. Tidak bisa hanya mengandalkan operasi keamanan semata, tetapi juga perlu penanganan sosial, ekonomi, dan ideologis secara serempak."Permasalahannya bukan cuma senjata. Ada ketimpangan, ada keterbatasan, ada luka sejarah. Maka penyelesaiannya harus berbasis paradigma yang baru komprehensif, tidak bisa parsial. Kalau belum satu pemahaman, sulit bicara strategi teknis jangka panjang," pungkas Kaops Damai Cartenz. PNO-12 17 Jul 2025, 18:26 WIT
Kapolri Resmikan 28 SPPG Polri, Instruksikan Perkuat Quality Control Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu komitmen Polri dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.  Kapolri menghadiri secara langsung peresmian simbolis di SPPG Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/7/2025). Sementara untuk wilayah lainnya dilakukan secara virtual. "Alhamdulillah hari ini baru saja kita melaksanakan kegiatan peresmian 28 SPPG, termasuk salah satunya di tempat kita berdiri sekarang SPPG Korbrimob Polri," kata Sigit kepada awak media usai meresmikan 28 SPPG.Sigit menegaskan kepada seluruh dapur SPPG Polri untuk betul-betul memperhatikan Quality Control khususnya Food Security. Sehingga, saat didistribusikan ke penerima manfaat dari segi keamanan dan kebersihan dapat terjaga ataupun terjamin dengan baik. "Dan saya selalu berpesan agar khusus seluruh SPPG yang ada betul-betul memperhatikan Quality Control khususnya Food Security sehingga pada saat didistrubisikan kondisi makanan betul-betul fresh dan higienis. Tentunya ini betul bisa bermanfaat untuk meningkatkan kebutuhan gizi dari anak-anak kita," ujar mantan Kabareskrim Polri itu. Menurut Sigit, pembangunan SPPG Polri ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi Visi Indonesia Emas tahun 2045.Lebih dalam, Sigit memaparkan peresmian 28 SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebanyak 96.000 orang. "Dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar SPPG 1.300 orang," ucap eks Kapolda Banten itu. Di sisi lain, Sigit mengungkapkan bahwa, sampai dengan saat ini, total sudah ada 195 SPPG Polri di wilayah Indonesia. Jumlah tersebut baik yang sudah beroperasi, tahap verifikasi hingga proses pembangunan. "Tentunya kita harapkan dari 195 ini bisa mencover 682.500 penerima manfaat. Dan membuka lapangan pekerjaan bagi 9.750 orang," tutur Sigit. Dengan adanya ratusan SPPG Polri, Sigit berharap, program Presiden Prabowo terkait MBG dapat berjalan dengan maksimal."Harapannya tentunya sebagaimana apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden bahwa makan bergizi gratis ini diperuntukkan bagi anak-anak kita dalam rangka meningkatkan kualitas SDM mulai yang masih ada di dalam kandungan baik sekolah TK, SD, SMP, dan juga ada menyentuh beberapa selevel dengan sekolah menengah atas," tutup Sigit. PNO-12 17 Jul 2025, 18:15 WIT
Pemprov Papua Gelar Bimtek e-Walidata, Perkuat Pengelolaan Data Statistik Sektoral Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) e-Walidata bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Papua, di Jayapura, Rabu (16/7/2025).Bimtek yang sudah berlangsung pada 15 Juli 2025 ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) dan mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis data. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.5.1/1236/Bangda tanggal 25 Februari 2026. Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri A. Yudianto, menekankan peran strategis setiap SKPD sebagai produsen data dan walidata pembantu.  “Proses bisnis e-Walidata dimulai dari perencanaan pengumpulan, pemeriksaan hingga penyebarluasan data. SKPD tak hanya memasukkan angka ke aplikasi, tapi juga wajib memastikan keakuratan metadata karena akan divalidasi sebelum disebarluaskan,” Ucapnya.Jeri menambahkan pentingnya kerja sama dengan Pusdalisbang Bappeda selaku sekretariat Forum Satu Data Papua dan BPS sebagai Pembina Data untuk mendukung penginputan e-Walidata dan pelaporan berkala. Jeri Yudianto menjelaskan bahwa Bimtek ini sangat penting untuk mencegah hambatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang semakin dekat.  " Seluruh peserta Bimtek, yang terdiri dari Kasubag dan staf program di tiap SKPD, diharapkan mengikuti pelatihan dengan seksama dan melakukan penginputan data sesuai timeline yang telah ditetapkan," Tegasnya.Jeri menyebutkan bahwa Tidak ada kata terlambat untuk belajar. "Data yang berkualitas adalah kunci untuk perencanaan yang cerdas dan pembangunan yang menyejahterakan,” tutupnya.Melalui kolaborasi antara Dinas Kominfo dan Bappeda, Pemerintah Provinsi Papua berharap seluruh pemangku kepentingan semakin menyadari pentingnya data sebagai fondasi pembangunan yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.  Bimtek e-Walidata ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas SKPD dalam mengelola data, sehingga perencanaan dan evaluasi pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. ( Jidan ) 17 Jul 2025, 14:51 WIT
Kabid Humas Polda Maluku Sambangi Sejumlah Media Di Kota Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK melakukan silaturahmi dengan sejumlah media di kota Ambon.Setelah menyambangi RRI Ambon, Kombes Rositah yang didampingi para Perwira Senior masing-masing Subbid Humas Polda Maluku, Rabu (16/7/2025) kembali menyambangi Direktur Ambon Ekspres, Nasri Dumula, didampingi Pimpinan Redaksi, Hadia Wally."Sebagai pejabat baru kami berharap adanya kerja sama yang berkesinambungan yang selama ini telah terjalin antara Humas Polda Maluku dengan Ambon Ekspres," kata Kombes Rositah. Kombes Rositah berharap Ambon Ekspres dapat membantu mempublikasikan kegiatan kepolisian kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Maluku."Kami mohon dukungan dalam membantu mempublikasikan dan memberitakan kegiatan kepolisian kepada masyarakat" harapnya.Kedatangan Kabid Humas dan sejumlah stafnya disambut hangat oleh Direktur dan Pimpinan Redaksi Ambon Ekspres. Nasri Dumula memberikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Polda Maluku dan Ambon Ekspres. Nasri mengakui kerja sama selama ini sangat bermanfaat, terutama dengan adanya grup WhatsApp yang dibentuk Humas Polda Maluku dalam membagikan informasi kegiatan kepolisian yang dapat menjadi bahan pemberitaan."Dengan adanya kerja sama ini, kami sangat terbantu dalam memperoleh informasi yang akurat dan terkini tentang kegiatan kepolisian," ungkap Nasri Dumula.Ia juga berharap pemberitaan ke depan dapat semakin berkualitas dengan kerja sama yang terus terjalin antara Polda Maluku dan Ambon Ekspres. PNO-11 17 Jul 2025, 14:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT