logo-website
Minggu, 01 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polres SBB Berhasil Tangkap Tiga Pelaku Persetubuhan Anak Papuanewsonline.com, SBB - Tak menunggu waktu lama tim khusus Polres Seram Bagian Barat (SBB), kembali menangkap BC dan SA dua terduga pelaku persetubuhan anak dibawa umur, dari desa Tihulale, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB.Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, BC dan SA yang merupakan kedua terduga pelaku itu ditangkap oleh personil Polres SBB, dikawasan desa Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah."Kedua terduga pelaku ini ditanggap dikawasan Haruru, Kecamatan Amahai, sekitar pukul 20.00 WIT malam ini,"kata Kapolres kepada media di Mapolres SBB, Kamis (25/7/2024).Menurut Kapolres, hingga malam ini pihaknya berhasil menangkap tiga terduga pelaku persetubuhan anak dibawa umur di dua lokasi berbeda."Yang satu kita bersama Polda tangkap di tempat persembunyiannya di Kota Ambon, sedangkan dua lagi kita tangkap di Masohi, sehingga total sudah tiga tersangka yang kita tangkap,"beber Kapolres.Orang nomor satu di Mapolres SBB ini menegaskan, sementara dua terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran."Dua pelaku sudah kita kantongi identitasnya dan sementara kita kejar,"ujar Kapolres.Dirinya mengimbau, masyarakat khususnya warga Rumakay untuk tidak menyembunyikan kedua terduga pelaku itu."Kita minta agar ada kerjasama yang baik dari masyarakat khususnya warga Rumakay. Mari bantu kita, jangan sembunyikan mereka,"pintah Kapolres.Selain itu, Kapolres mengingatkan, agar pentingnya menjaga situasi dan kondisi keamanan di kabupaten SBB, khususnya wilayah Kairatu"Masyarakat kami himbau untuk tetap tenang, jangan melakukan aksi-aksi yang bisa berdampak lebih besar. Mari kita sama-sama jaga situasi dan kondisi keamanan di SBB ini. Tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang tidak benar. Jika ada sesuatu silahkan laporkan kepada Pemerintah desa, atau Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau juga langsung ke Polsek dan Polres,"tandas Kapolres. (PNO-12) 26 Jul 2024, 09:05 WIT
As SDM Kapolri Cek Gladibersih Pemeriksaan Penampilan Tingkat Pusat Catar Akpol Papuanewsonline.com, Semarang -Pemeriksaan penampilan atau disingkat Rikpil menjadi tes terakhir dari serangkaian tes masuk taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Tahap Rikpil rencananya akan dipimpin langsung Wakapolri Komjen Agus Andrianto.Pantauan di Gedung Serbaguna Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/7/2024), Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo tiba untuk mengecek gladibersih tahap Rikpil. Diketahui, SSDM Polri merupakan panitia yang melaksanakan seleksi anggota Polri.Irjen Dedi nampak memperhatikan langkah catar saat berbaris memasuki Gedung Serbaguna Akpol, yang menjadi tempat Rikpil. Dia meminta gerakan para catar kompak saat memasuki ruang Rikpil. Tahap Rikpil ini rencananya berlangsung besok, Kamis (25/7)."Langkahnya, langkahnya, jangan cepat-cepat," ucap Irjen Dedi.Seorang panitia lalu mengarahkan para catar agar memperhatikan rekannya di paling kiri. "Perhatikan patokannya kiri depan," ucap panitia tersebut.Setelah para taruna masuk gedung, masing-masing taruna melaporkan bahwa mereka siap mengikuti pemeriksaan penampilan."Lapor, nama Chandra Setya Hermawan, siap mengikuti pemeriskaan penampilan," ucap salah satu calon taruna dengan suara lantang.Dalam tahap Rikpil, Wakapolri dan para pejabat utama Polri yang terkait akan bertemu tatap muka dengan seluruh peserta tes. Pertemuan ini bertujuan untuk melihat kesesuaian penilaian tertulis atau hasil serangkaian tes yang sudah diinput panitia. Penilaian fisik meliputi ekspresi atau raut wajah, postur tubuh, suara, cara bicara, sikap gerak, dan cara berjalan.Saat ini, total ada 492 orang Catar Akpol, putra maupun putri yang sedang mengikuti seleksi masuk Akpol tingkat pusat di Kota Semarang. Tahap seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, tes akademik, asesmen mental ideologi, pemeriksaan psikologi, penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani dan anthropometri, hingga pemeriksaan penampilan.Untuk diketahui, panitia seleksi tingkat pusat Akpol dari Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri akan menutup proses seleksi dengan menggelar sidang kelulusan akhir tingkat akhir. Sidang pengumuman kelulusan rencananya digelar Senin, 29 Juli 2024. PNO-11 26 Jul 2024, 08:48 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi Mantap Praja 2024 Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Mantap Praja Tahun 2024.Rakor Lintas Sektoral untuk Operasi Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah - Wakil Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah provinsi Maluku Tahun 2024 ini digelar di Rupattama Mapolda Maluku, Kota Ambon, Kamis (25/7/2024). Turut hadir dalam rapat untuk sinergitas pengamanan Pilkada serentak tahun 2024 guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, aman, damai dan sejahtera di wilayah provinsi Maluku ini dihadiri Forkopimda Provinsi Maluku, PJU Polda Maluku, Ketua KPU Maluku, Ketua Bawaslu Maluku, Danrem 151/Binaya, Kapolresta Ambon, dan pejabat terkait lainnya.Kapolda Maluku dalam sambutannya mengatakan, rakor lintas sektoral yang dilaksanakan jelang Pilkada 2024 untuk menyamakan persepsi dan tujuan, baik secara taktis maupun teknis. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi Kamtibmas yang aman, damai dan sukses, selama pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Maluku.Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membangun sinergitas dari berbagai unsur serta mematangkan segala bentuk kesiapan serta mengantisipasi setiap pelanggaran dan hambatan yang akan terjadi."Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik yang mana dalam lima tahun sekali ini, kita melaksanakan pemilihan umum Presiden, Wakil Presiden dan akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak sesuai dengan amanat undang undang nomor 6 tahun 2020 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota beserta wakilnya yang dijabarkan dalam PKPU nomor 2 tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota," jelasnya.Persiapan Pemilu 2024 merupakan tanggung jawab bersama oleh semua pihak yang hadir saat ini, karena akan menjadi momen politik yang sangat penting dan krusial. Polri dalam hal ini Polda Maluku secara optimal menerapkan manajemen pengamanan secara terpadu dan komprehensif dengan mengerahkan segala sumber daya organisasi yang ada dan memperkokoh serta meningkatkan sinergitas dan kerja sama dengan stakeholder.Untuk itu, Polri sebagai aparat penjaga  kamtibmas dan penegak hukum memiliki tanggung jawab bersama semua pihak, yaitu pemerintah daerah, TNI, KPU dan Bawaslu serta mitra keamanan lainnya untuk menciptakan rasa aman pada pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Maluku."Polda Maluku bersama TNI dan Pemprov Maluku perlu membangun sinergi, komunikasi dan koordinasi serta kolaborasi antar semua lembaga instansi untuk menjaga keamanan di provinsi Maluku selama pelaksanaan Pilkada serentak 2024, Mari Kita wujudkan pilkada serentak tahun 2024  yang aman dan kondusif di Maluku, " pintanya.Pada kesempatan itu, Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menekankan agar penyelenggara pilkada melakukan Sosialisasi secara masif ketentuan dan peraturan tentang pemilihan kepala daerah, perbedaan perbedaan yang krusial dengan Pemilu dan potensi kerawanannya.Disamping itu agar memantapkan sentra gakkumdu antara Bawaslu, Polri dan kejaksaan serta pengadilan, kesamaan penafsiran hukum terhadap pelanggaran yang terjadi, membuat pedoman teknis dan cara bertindak dalam penanganan pelanggaran Pilkada.  Kapolda juga menghimbau semua pihak Melakukan cooling system kepada semua tokoh parpol dan tokoh masyarakat, serta Menyiapkan semua sumber daya baik personel dan peralatan dalam mengantisipasi setiap ancaman dalam tahapan Pilkada serta  meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam menciptakan Pilkada yang aman, damai dan sukses.Pada Kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, juga menyampaikan sambutannya. Ia menyampaikan beberapa hal, di antaranya atas nama pemerintah provinsi Maluku pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakor ini."Kita perlu bersinergi baik dari unsur Pemda, TNI Polri, KPU, Bawaslu terutama dari segi keamanan hingga pesta demokrasi dapat berjalan aman dan lancar tanpa hambatan dan gangguan," harapnya.Pemerintah daerah provinsi Maluku telah mengalokasikan Dana kepada KPU provinsi Maluku yang sudah di cairkan 100 % dan untuk Bawaslu telah dicairkan sebesar 76,34%. Kekurangannya akan dicairkan paling lambat awal Agustus 2024, begitu juga untuk dana pengamanan Pilkada kepada TNI -Polri dalam proses administrasi.Selain itu pemerintah Provinsi Maluku telah menyiapkan Moda Transportasi guna mendukung kelancaran dan keamanan logistik ke setiap kabupaten kota."Kami menghimbau kepada seluruh unsur terkait dan masyarakat agar sama sama kita mengsukseskan pemilukada tahun 2024, jaga keamanan dan ketertiban di masing masing lingkungan," pintanya.Ia berharap perbedaan boleh saja tetapi tidak boleh terpecah belah. Jangan juga terpengaruh dengan berita hoax, isu sara dan kebencian terutama kepada Seluruh ASN, anggota TNI dan Polri. "kita sebagai contoh mari kita jaga netralitas serta bekerja dengan profesional dan etos kerja yang tinggi," pungkasnya.Selanjutnya rapat lintas sektoral dilanjutkan membahas langkah2 teknis dan taktis untuk mengantisipasi kendala dan hambatan serta mencari solusi untuk keamanan,kelancaran dan kesuksesn pilkada serentak tahun 2024 di Maluku. PNO-11 26 Jul 2024, 08:33 WIT
Peringati Hari Anak, Satgas TNI Bangkitkan Semangat Anak-Anak Yigi Papuanewsonline.com, Nduga – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 432/Waspada Setia Jaya Kostrad, salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pada hari Kamis, 25 Juli 2024, Satgas Yonif 432 Kostrad, khususnya Pos Yigi pimpinan Lettu Inf Gayuh Nanda Prayudin, mengundang anak-anak dari Distrik Yigi, untuk mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk penyampaian tambahan materi pelajaran dan pembagian beberapa mainan anak-anak.Dalam penekanannya kepada para Prajurit TNI, Komandan Satgas Yonif 432 Kostrad, Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi, menyampaikan pentingnya perhatian Satgas kepada kebutuhan dasar masyarakat di sekitar Pos. Berangkat dari penekanan tersebut, maka hari Kamis pagi tersebut, para Prajurit TNI mengundang anak-anak usia SD di sekitar Pos Yigi untuk mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional. Anak-anak yang menerima undangan tersebut langsung mendatangi Pos Yigi dengan antusias.Mengawali kegiatan, Danpos menyampaikan ucapan terima kasih atas antusiasme dan kehadiran anak-anak pada kegiatan hari Kamis pagi tersebut. Pada kesempatan itu, Danpos juga mengajak seluruh anak-anak peserta kegiatan untuk memiliki cita-cita tinggi di masa depan dan belajar dengan rajin untuk mencapai cita-cita tersebut. Setelah penyampaian materi pelajaran, Danpos membagikan beberapa jenis mainan kepada anak-anak yang hadir. Sesudahnya, anak-anak tersebut melakukan beberapa permainan dengan para Prajurit di dalam Pos. Usai kegiatan, seorang anak bernama Marta Gwijangge, berkata "Terima kasih Om Tentara, kita senang ulang tahun di Pos 432. Tuhan memberkati“.“Inisiatif Satgas Yonif 432 Kostrad menggelar kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di Pos Yigi, merupakan upaya TNI memberikan pelayanan kebutuhan dasar, khususnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua”, ungkap Panglima KOOPS TNI, Brigjen TNI Lucky Avianto, pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan. (PNO-12) 26 Jul 2024, 08:15 WIT
Satu Pelaku Ditangkap, Kapolres Minta Warga Tidak Mudah Terprovokasi Papuanewsonline.com, SBB - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), langsung bergerak cepat bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, mengamankan satu dari para terduga pelaku yang melakukan persetubuhan anak dibawa umur, yang terjadi dikawasan desa Rumakay, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB, disalah satu kawasan di Kota Ambon.Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, penangkapan terhadap salah satu terduga pelaku persetubuhan anak dibawa umur, merupakan respon cepat dari aksi dan tuntutan warga desa Tihulale, Kecamatan Amalatu, terhadap terduga pelaku persetubuhan salah satu warga mereka."Setelah kita melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, dan para saksi, maka sudah terungkap identitas terduga pelaku. Baru satu terduga kita tangkap di Kota Ambon siang tadi,"kata Kapolres kepada media di Mapolres SBB, Kamis (25/7/2024).Menurut Kapolres, peristiwa persetubuhan anak dibawa umur itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIT, tanggal 18 Juli dinihari, dan baru dilaporkan pada tanggal 23 Juli kemarin. "Setelah kita menerima laporan kita langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan korban. Korban juga sudah kita visum. Namun belum genap dua hari setelah laporan itu, warga langsung melakukan aksi pemalangan jalan dengan menuntut para pelaku ditangkap. Padahal kan baru dilaporkan, tapi tidak apa-apa sebab sudah satu yang kita tangkap,"jelas Kapolres.Kapolres mengatakan, pihaknya akan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku lainnya yang masih belum ditangkap."Mudah-mudahan malam ini ada juga yang akan kita tangkap. Untuk sementara dari hasil pemeriksaan itu terungkap jika terduga pelaku ini lebih dari dua orang,"beber Kapolres.AKBP Dennie menegaskan, pihaknya tidak akan diam, dalam menangani kasus yang baru dilaporkan itu."Kita bukan diam, tapi kan kita kerja sesuai prosedur. Sejak menerima laporan itu kita langsung berupaya semaksimal mungkin. Bahkan kedua Raja dan para tokoh, sudah kita pertemukan di Polsek, untuk meminta agar bantu kami dalam menemukan para pelaku ini. Selain Raja masyarakat Rumakay juga sudah kita himbau agar tidak menyembunyikan para pelaku. Para pelaku ini belum pernah kami amankan,"tegas Kapolres.Dikatakan, dari hasil penyidikan ternyata para terduga pelaku tersebut, sudah kabur dari SBB. Untuk itu dirinya, meminta kepada warga agar tidak menyembunyikan para pelaku tersebut."Segala upaya sudah kami lakukan padahal boleh dibilang kasus ini baru dilaporkan. Para pelaku ini sudah kabur ke Ambon, makanya kita bersama Polda lakukan pengejaran. Warga juga kami minta supaya jangan menyembunyikan mereka. Kalau ada silahkan laporkan,"kata Kapolres.Dengan upaya tersebut, maka dirinya mengimbau, kepada masyarakat untuk percayakan penanganan kasus tersebut kepada pihaknya."Masyarakat kami himbau untuk tetap tenang, jangan melakukan aksi-aksi yang bisa berdampak lebih besar. Mari kita sama-sama jaga situasi dan kondisi keamanan di SBB ini. Tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang tidak benar. Jika ada sesuatu silahkan laporkan kepada Pemerintah desa, atau Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau juga langsung ke Polsek dan Polres,"ajak Kapolres.Disinggung soal aksi blokade yang berlangsung pagi tadi, Kapolres mengaku, jika sudah di buka dan arus lalu lintas seram sudah berjalan normal kembali."Arus lalu lintas sudah normal. Tidak ada lagi blokade atau palang-palang jalan. Situasi sudah aman terkendali. Mari sama-sama kita jaga situasi dan kondisi keamanan SBB, untuk kebaikan kita bersama,"tutup Kapolres. (PNO-12) 25 Jul 2024, 20:45 WIT
Kubur Cita-cita Jadi Dokter, Nathanael Pilih Berjuang Masuk Akpol Karena Gratis Papuanewsonline.com, Semarang - Calon taruna Akademi Kepolisian (catar Akpol) asal Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Nathanael, menceritakan dirinya sejak kecil bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun dia mengurungkan cita-citanya, lantaran keterbatasan biaya.Nathanael kini menjalani proses seleksi tingkat pusat taruna Akpol. Alasannya karena tak ingin membebani ayahnya yang merupakan orang tua tunggal. Ibunya meninggal dunia pada 2013 silam akibat menderita kanker serviks, saat Nathanael berusia 9 tahun.“Kalau cita-cita dari kecil saya mau jadi dokter. Tapi saya harus mengerti kondisi papa, karena kuliah kedokteran itu butuh biaya banyak,” kata Nathanael di sela gladi bersih tes Pemeriksaan Penampilan di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/7/2024).Ini adalah kali kedua Nathanael ikut seleksi taruna Akpol. Dia mengatakan tahun lalu dirinya gugur di seleksi tingkat daerah. “Karena saya kurang persiapan. Saya kemudian lebih baik lagi mempersiapkan diri, baik dari psikologi, dari akademik maupun dari jasmani. Puji Tuhan tahun ini saya berhasil tes sampai tingkat pusat,” lanjut putra asli Suku Dayak ini.Anak dari salah satu dosen di Universitas Palangka Raya ini mengaku setelah itu sempat berkuliah dan mengambil jurusan yang bersinggungan dengan tugas kepolisian, yakni fakultas hukum. Meski demikian, bangku kuliah tak mengurungkan semangat Nathanael untuk ikut seleksi Akpol kedua kalinya.“Papa sebenarnya sempat menentang, papa bilang kalau sudah ada yang pasti (kuliah), kenapa harus memilih yang nggak pasti (ikut seleksi Akpol). Saya bicara ke papa, ‘Mungkin tahun lalu saya gagal, saya yakin tahun ini tahunnya saya’,” ungkap pemuda kelahiran 2004 ini.Nathanael menjelaskan dua alasan yang jadi pertimbangannya masuk Akpol. Pertama, karena sejak kecil dirinya ingin bermanfaat bagi masyarakat, dan kedua adalah untuk meringankan beban ekonomi sang ayah.“Awalnya ingin jadi dokter kan agar bisa bantu orang banyak, tapi biaya (kuliah)-nya besar. Akhirnya saya niat masuk Akpol karena jadi polisi juga bisa melayani masyarakat, dan papa nggak perlu keluar uang lagi untuk kuliah saya, biaya hidup saya, karena setelah lulus Akpol langsung ada kerjaan,” terang Nathanael. Nathanael mengatakan jauh di lubuk hatinya, dia ingin membanggakan mendiang ibunda. Dia optimis lolos seleksi karena nilai tes jasmani dan akademiknya nomor satu dari 4 catar asal Polda Kalteng lainnya.“Dari Polda Kalteng ada 5 calon taruna termasuk saya dan satu calon taruni. Saya puji Tuhan nomor 1 di jasmani dan akademik. Saya ingin mama dari atas surga sana bangga, karena saya anaknya anak satu-satunya bisa menjadi polisi,” pungkas Nathanael. (PNO-12) 25 Jul 2024, 19:13 WIT
Pendekatan Adaptif “Ketuk Pintu” Wujud Kapolres Asmat Sambangi Masyarakat Papuanewsonline.com, Asmat – Kapolres Asmat AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., Didampingi Wakapolres Asmat Kompol Sutardi, S.H., M.H., bersama Kepala Distrik Agats Norbertus Kamona, S.Sos., dan PJU Polres Asmat sambangi masyarakat Kampung Simsagar yang bermukim di Kota Agats Kabupaten Asmat, Rabu (24/06/2024).Kunjungan kepada warga masyarakat yang dilakukan Kapolres Asmat, dalam rangka mempererat talisilaturahmi sekaligus memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat kampung Simsagar.“Saya minta untuk selalu jaga keamanan di lingkungan masyarakat kita karena hidup tanpa aman itu susah kita mau berkerja atau berjualan tetapi kalau situasi tidak aman kita tidak akan merasa nyaman, dan bagi para orang tua untuk selalu awasi pergaulan anak-anak agar tidak mudah terjerumus kepada hal-hal negatif,” ungkap Kapolres Asmat.Lebih lanjut Kapolres Asmat menyampaikan kepada warga masyarakat simsagar yang bermukim di Agats pentahapan Pemilukada sedang berjalan mari kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas di kabupaten Asmat tetap terjaga dengan aman baik dan lancar.“Dan juga bagi masyarakat simsagar yang sampai saat ini belum memiliki kartu tanda penduduk atau KTP bisa mendatakan diri di Kepala Distrik Agats untuk dikompulir agar dibuatkan KTP serta mari sama-sama Torang jaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.Pada kesempatan ini juga Kapolres Asmat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat simsagar sebagai wujud polri peduli masyarakat. (PNO-12) 25 Jul 2024, 18:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT