logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Dinas P3AP2KB Mimika Gelar Edukasi Bangga Kencana, Tekankan Pentingnya Data Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal. Acara berlangsung di Balai Penyuluhan KB SP2 pada Kamis (4/6/2026) dan dihadiri para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.Kepala Dinas P3AP2KB, Johana AB Arwam, menyampaikan bahwa pengumpulan data saat ini masih mengandalkan pencatatan manual karena aplikasi terhubung kementerian sering terhambat jaringan dan keterbatasan perangkat. Meski demikian, data yang akurat sangat penting untuk mengetahui jumlah akseptor dan jenis kontrasepsi yang dibutuhkan. Ia juga mengeluhkan keterbatasan pasokan alat kontrasepsi dari pusat, sehingga pihaknya berencana mengusulkan pengadaan melalui APBD Perubahan agar kebutuhan di pesisir, kota, dan pegunungan dapat terpenuhi tanpa kekosongan stok.Johana menambahkan bahwa ke depannya akan diusulkan penyediaan laptop bagi kader lapangan guna memperlancar pencatatan, meski data manual tetap dipertahankan sebagai cadangan. “Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi dan menampung masukan. Kami berharap dukungan sarana dan prasarana dapat meningkatkan semangat kerja para pendamping keluarga,” ujarnya.Sementara itu, narasumber dari BKKBN, Dirkson Auparay, menjelaskan bahwa setiap tim pendamping terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB yang berperan memetakan kondisi warga. Data yang dikumpulkan nantinya dimasukkan ke aplikasi ELSIMIL yang dapat diakses nasional, sehingga intervensi penanganan stunting dan masalah lain dapat tepat sasaran. “Data lapangan menjadi kunci agar penanganan tidak meleset dan semua instansi dapat bergerak bersama sesuai kebutuhan nyata warga,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:05 WIT
Pererat Sinergi, KPU Mimika Audiensi dengan Kodim 1710/Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, menerima kunjungan dan audiensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, Dete Abugau, beserta rombongan di Markas Kodim 1710/Mimika, Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, pada Kamis (4/6/2026).Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi serta membangun kerja sama yang lebih erat antar kedua lembaga.Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling bertukar informasi dan membahas berbagai hal terkait koordinasi serta potensi kerja sama ke depannya. Letkol Inf Jozanda menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antarinstansi sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kelancaran setiap program pemerintahan. Ia menyatakan komitmen penuh pihaknya untuk selalu siap bersinergi sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.“Komunikasi yang lancar dan kerja sama yang solid antarlembaga sangat dibutuhkan agar setiap tugas dapat berjalan dengan baik dan tercipta suasana yang aman serta tertib di tengah masyarakat. Kodim 1710/Mimika siap memberikan dukungan sepenuhnya demi terwujudnya kondisi wilayah yang kondusif dan mendukung kemajuan daerah,” tegas Letkol Inf Jozanda.Sementara itu, Ketua KPU Mimika menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan hangat serta keterbukaan yang ditunjukkan. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:02 WIT
APDESI Mimika Soroti Keterlambatan Gaji Aparat Kampung Hingga Enam Bulan Papuanewsonline.com, Timika – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mimika menyoroti persoalan keterlambatan pembayaran hak aparat kampung yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir. Keterlambatan ini menyangkut gaji Kepala Kampung, anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), serta perangkat kampung lainnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan di tingkat paling bawah, bahkan memicu risiko penyimpangan pengelolaan keuangan.Ketua DPC APDESI Mimika, Norman, menyatakan bahwa situasi ini telah menurunkan semangat kerja aparat kampung dalam melayani masyarakat. “Banyak yang mulai enggan hadir di tempat tugas karena haknya belum diterima. Mereka tetap menjalankan kewajiban, namun tanpa kepastian penghidupan yang layak. Hal ini sangat berisiko menimbulkan tindakan yang tidak diinginkan,” ungkapnya pada Kamis (4/6/2026).Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masalah ini diperparah oleh minimnya dana operasional untuk kebutuhan administrasi seperti alat tulis, peralatan komputer, dan perlengkapan pelayanan lainnya. Bahkan, sejumlah kepala kampung terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga dengan bunga tinggi agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi sebelum anggaran pemerintah cair. “Hal ini sering menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan, padahal disebabkan oleh keterlambatan pencairan dana,” tambahnya.Menyikapi hal tersebut, APDESI Mimika meminta Bupati dan Wakil Bupati segera mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah yang bertanggung jawab atas pencairan dana kampung. Selain itu, pihaknya juga meminta perhatian Inspektorat, BPK, dan BPKP agar mekanisme penyaluran dana diperbaiki dan dapat disalurkan secara tepat waktu. Idealnya, pencairan dilakukan sejak awal tahun atau maksimal setiap tiga bulan sekali.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 09:58 WIT
Penyelundupan Sopi di KM Leuser, Berkas Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan Papuanewsonline.com, Timika – Kasus penyelundupan ratusan kantong minuman keras lokal jenis sopi yang berhasil digagalkan di atas kapal KM Leuser pada akhir April lalu kini memasuki tahap baru. Berkas perkara lengkap atas nama tersangka berinisial A.T.K telah resmi diserahkan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mimika dalam proses tahap I, untuk selanjutnya diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum.Peristiwa ini bermula pada Kamis pagi, 30 April 2026, saat kapal KM Leuser yang berlayar dari Tual merapat di Pelabuhan Pomako. Seorang tenaga kerja bongkar muat barang yang waspada melihat adanya gerak-gerik dan barang bawaan yang mencurigakan di area dek penumpang. Ia pun segera melaporkan hal tersebut kepada petugas gabungan yang sedang melaksanakan operasi pengawasan dan pemeriksaan di lokasi.Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan menyeluruh di Dek 4 dan menemukan seorang wanita berinisial A.T.K. Di bawah tempat tidur yang digunakan, tersimpan sejumlah tas yang berisi total 104 kantong plastik serta satu botol air mineral yang ternyata berisi cairan sopi. Seluruh barang bukti tersebut kemudian diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.Kasihumas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menyatakan bahwa berkas perkara kini telah berada di tangan jaksa untuk diperiksa kelengkapannya. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mengendurkan kewaspadaan dan terus memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Timika demi mencegah masuknya barang berbahaya yang dapat meresahkan masyarakat.“Kami berkomitmen penuh menegakkan hukum terhadap peredaran minuman keras ilegal demi menjaga keamanan dan ketertiban. " Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 09:55 WIT
Polres Mimika Musnahkan Ratusan Paket Sabu Senilai Hampir Rp1 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Polres Mimika mengambil langkah tegas dengan memusnahkan ratusan paket narkotika jenis sabu yang siap diedarkan, dengan nilai jual diperkirakan mencapai hampir Rp1 miliar. Kegiatan pemusnahan ini dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) sebagai wujud nyata komitmen aparat dalam memberantas peredaran barang haram dan menjaga Kota Timika dari ancaman narkoba.Barang bukti yang dimusnahkan memiliki berat bersih 296,1838 gram, yang sebelumnya disita dari tersangka berinisial NN alias V saat operasi penangkapan di Jalan Perintis, Gang Panibar, Timika, pada 20 Mei 2026. Total barang yang diamankan saat itu mencapai 298,3035 gram, yang dikemas dalam 36 paket besar, 243 paket kecil, dan 1 paket ukuran sedang. Sebagian kecil ditetapkan sebagai sampel untuk uji laboratorium dan pembuktian di pengadilan, sedangkan sisanya dihancurkan dengan cara dilarutkan dalam air mendidih dan dibuang, disaksikan langsung oleh pihak Kejaksaan, Pengadilan Negeri, serta kuasa hukum.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyebutkan bahwa barang bukti tersebut jika beredar bebas di pasaran diperkirakan bernilai sekitar Rp900 juta, mendekati angka Rp1 miliar. Ia juga mengungkapkan bahwa tersangka NN tidak berperan sendiri, melainkan menerima titipan barang dari seseorang berinisial MD alias G yang saat ini masih berstatus buron dan terdaftar dalam Daftar Pencarian Orang.Tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 609 Ayat 2 KUHP, serta Pasal 137 dan 138 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas perbuatannya, ia terancam hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika demi melindungi generasi muda dan keamanan masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 09:51 WIT
Ditemukan Dua Bom Mortir Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura, Aparat Amankan Lokasi Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana di wilayah Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura mendadak tegang setelah ditemukan dua benda yang diduga merupakan bom mortir aktif peninggalan Perang Dunia II. Temuan ini terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIT, saat seorang warga sedang menggarap lahan pertanian di area Dister Parako 3 Pasgat, tepatnya di sebelah Lapangan Tembak Lanud Silas Papare.Segera setelah mengetahui hal tersebut, aparat keamanan bergerak cepat menutup dan mensterilkan lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya laporan penemuan benda berbahaya tersebut. Ia menyatakan bahwa personel di lapangan telah melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi guna memastikan keselamatan warga sekitar. “Kami telah menerima laporan awal dan lokasi sudah dalam pengawasan. Langkah selanjutnya adalah proses identifikasi dan pengangkatan yang akan dilakukan secara khusus oleh tim ahli,” jelasnya.Saat ini, penanganan teknis sepenuhnya diserahkan kepada Tim Penjinak Bom atau Jibom dari Satuan Brimob Polda Papua. Mereka akan melakukan evakuasi hingga proses penjinakan sesuai dengan prosedur keamanan yang baku, mengingat risiko ledakan yang cukup tinggi jika ditangani sembarangan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan hanya boleh dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.Polda Papua juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk tidak mendekati, menyentuh, memindahkan, maupun mengotak-atik benda asing yang diduga berbahaya. Jika menemukan hal serupa di tempat lain, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat agar ditangani dengan tepat dan aman.  Penulis: JId Editor: GF 05 Jun 2026, 09:45 WIT
Pasukan Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, TNI Apresiasi Dedikasi di Misi Perdamaian Dunia Papuanewsonline.com, Jakarta – Markas Besar TNI menyambut kepulangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) masa penugasan 2025/2026 yang telah menyelesaikan misi pemeliharaan perdamaian dunia di Lebanon. Penyambutan berlangsung di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun memimpin langsung upacara penyambutan para prajurit yang kembali dari daerah misi setelah menjalankan tugas selama kurang lebih 13 bulan. Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan oleh Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, disampaikan bahwa para prajurit telah menjalankan tugas di tengah kondisi operasi yang sangat kompleks, dinamis, dan penuh tantangan keamanan. Menurut Panglima TNI, eskalasi konflik yang terjadi di Lebanon Selatan menuntut setiap personel untuk memiliki keteguhan mental, kematangan dalam bertindak, serta profesionalisme tinggi dalam menjalankan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain menghadapi berbagai tantangan di lapangan, TNI dan bangsa Indonesia juga kehilangan empat prajurit terbaik yang gugur dalam pelaksanaan tugas sebagai Kusuma Bangsa selama misi perdamaian tersebut. “Selama melaksanakan misi penugasan, Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan menerima dua penghargaan oleh Force Commander Unifil Mayjen Diodato Abagnara yaitu, di bidang kemanusiaan penghargaan Letter of Appreciation kalian telah memberikan bantuan nyata berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi masyarakat lokal. Sedangkan di bidang operasi penghargaan Letter of Commendation, kalian juga berhasil berperan dalam mencegah dan melaksanakan deeskalasi ketegangan antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel Defense Forces (IDF) yang berpotensi menimbulkan konflik terbuka serta insiden internasional”, ungkap Panglima TNI. Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan internasional atas profesionalisme prajurit Indonesia yang tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik. Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga UNIFIL Kolonel Inf Raja Gunung Nasution menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih selama penugasan. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Menurut Raja Gunung Nasution, salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi adalah pembangunan sistem penjernih air layak minum bagi masyarakat Lebanon Selatan yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian prajurit TNI sebagai pelaksana misi perdamaian dunia sekaligus duta budaya bangsa yang membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional. Satgas TNI Konga UNIFIL terdiri dari berbagai unsur satuan tugas, yakni Satgas TNI Yonmek Konga XXIII-S/UNIFIL, Force Headquarter Support Unit, Military Police Unit, Military Civic Outreach Unit, Civil Military Cooperation, Hospital Level II, serta Military Staff Sector East UNIFIL. Keikutsertaan TNI dalam misi UNIFIL selama ini menjadi salah satu bentuk implementasi amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia dan mewujudkan perdamaian internasional melalui keterlibatan aktif dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. (GF) 04 Jun 2026, 18:55 WIT
Papua Economic & Investment Forum 2026 Jadi Momentum Perkuat Investasi dan Hilirisasi Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi investasi dan hilirisasi berkelanjutan guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Papua Economic & Investment Forum 2026 yang mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan” di Kabupaten Mimika, 4–6 Juni 2026.Sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame, ST., MT., menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia bersama seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan forum strategis tersebut.Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Tanah Papua.“Papua memiliki potensi yang luar biasa besar, mulai dari sumber daya alam, pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, energi, hingga kekuatan budaya dan sumber daya manusia muda yang sangat menjanjikan,” ujarnya.Namun demikian, potensi tersebut dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan investasi yang kuat, pembangunan infrastruktur yang merata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor.Herman mengatakan, keberadaan forum investasi ini sangat penting sebagai wadah memperkuat sinergi sekaligus memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis yang tersebar di seluruh wilayah Papua.Ia menjelaskan bahwa Papua saat ini sedang memasuki babak baru pembangunan, terutama dengan hadirnya Daerah Otonom Baru (DOB) yang membuka ruang percepatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, mengusung visi pembangunan “Mewujudkan Papua Tengah yang Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan.” Visi tersebut sejalan dengan cita-cita besar pembangunan Tanah Papua untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.Karena itu, investasi yang masuk ke Papua diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas Orang Asli Papua, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kampung, serta menjaga kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal.“Keberhasilan pembangunan Papua tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, masyarakat adat, dan seluruh elemen pembangunan,” katanya.Pemerintah daerah di Tanah Papua juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif melalui penguatan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, kemudahan perizinan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah.Pada kesempatan itu, para investor diajak untuk melihat Papua tidak hanya dari sisi kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sebagai wilayah masa depan yang memiliki peluang pertumbuhan ekonomi yang besar dan strategis di kawasan timur Indonesia.Dengan dukungan investasi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Papua diyakini mampu tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.Melalui Papua Economic & Investment Forum 2026, diharapkan lahir berbagai kerja sama konkret, komitmen investasi baru, serta inovasi pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua dan mendorong terwujudnya Papua yang maju, damai, sejahtera, dan bermartabat. Penulis: Bim Editor: GF 04 Jun 2026, 18:46 WIT
Tuntaskan Penyidikan, Polda Maluku Limpahkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Ke JPU Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti perkara dugaan persetubuhan dan/atau perbuatan cabul terhadap anak kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, Selasa (2/6/2026).Penyerahan tersangka GEG alias Gilcans dilakukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21.Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang berkelanjutan dalam memberikan kepastian hukum bagi korban sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak-hak anak sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan bahwa pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan setelah seluruh tahapan penyidikan dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan."Polda Maluku berkomitmen menuntaskan setiap perkara yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap anak secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pelimpahan tahap dua ini merupakan bentuk keseriusan penyidik dalam menghadirkan kepastian hukum sekaligus memberikan perlindungan terhadap korban," ujar Kombes Rositah.Menurutnya, penanganan kasus-kasus yang menyasar anak menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan generasi penerus bangsa serta upaya menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak."Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Setiap dugaan tindak pidana yang melibatkan anak harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai mekanisme hukum," tambahnya.Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian diterima dan diregistrasi melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/174/II/2026/SPKT/Polresta Ambon/Polda Maluku. Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi, pengumpulan alat bukti, serta pendalaman fakta-fakta hukum yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana persetubuhan dan/atau perbuatan cabul terhadap anak.Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 473 Ayat (1) juncto Ayat (2) huruf b juncto Ayat (3) huruf b dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Selanjutnya, Kejaksaan Tinggi Maluku melalui surat pemberitahuan hasil penyidikan menyatakan berkas perkara telah lengkap (P-21). Atas dasar tersebut, pada Selasa (2/6/2026), penyidik melaksanakan proses Tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Ambon untuk proses penuntutan lebih lanjut.Polda Maluku menegaskan bahwa pemberantasan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak merupakan bagian dari agenda nasional dalam mewujudkan perlindungan anak dan menjamin hak-hak korban untuk memperoleh keadilan.Melalui sinergi antara kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan seksual terhadap anak dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. PNO-12 03 Jun 2026, 16:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT