Papuanewsonline.com
Perjudian Rolex Kembali Marak di Mimika, Dua Sosok yang Diduga Bos Judi Jadi Sorotan Warga
Diduga Sebar Video Tak Senonoh Seorang Wanita, Pengacara Agli Elkel Dilaporkan Ke Polres Mimika
Aroma "Amis" Dana Hibah KPU Mimika Sangat Menyengat, Temuan BPK 28 Miliar
TNI-Polri Sita Ratusan Butir Amunisi dari Kelompok OPM Pimpinan Daniel Aibon Kogoya
Bupati Roni Omba Buka Penyuluhan Hukum, Tegaskan Komitmen Pencegahan Korupsi di Boven Digoel
BERKAS PERKARA KASUS PENGANIAYAAN SISWA MAGANG DI MIMIKA DIKIRIM KE KEJAKSAAN
44.234 LEMBAR SPPT PBB-P2 MIMIKA SIAP DIDISTRIBUSIKAN, KOLLABORASI JADI KUNCI KEBERHASILAN
TARGET PBB-P2 MIMIKA TAHUN 2026 CAPAI RP85,9 MILIAR, NAIK RP1,9 MILIAR DARI TAHUN 2025
BAPENDA MIMIKA SERAHKAN SPPT PBB-P2 TAHUN 2026, TARGET PENERIMAAN CAPAI RP89,4 MILIAR
Kematian Ibu Rumah Tangga Di Mimika Baru Diduga Gantung Diri, Polisi Sedang Selidiki
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
TNI Cari Senjata SS2V4 yang Hilang di Beoga, TPNPB Imbau Agar TNI tidak mengintimidasi warga
Papuanewsonline.com, Beoga - TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) mengimbau aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan intimidasi terhadap warga sipil di Beoga setelah satu unit senjata milik aparat militer hilang.Menurut laporan dari PIS TPNPB, senjata laras panjang milik aparat militer Indonesia yang bertugas di Pos TNI Milawak, Distrik Beoga, hilang pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar jam 11.00 siang. Aparat militer kemudian meminta warga sipil, tokoh agama, dan pemuda untuk berkumpul di halaman kantor Distrik Beoga untuk membahas kejadian tersebut."Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau kepada aparat militer Indonesia yang bertugas di Pos Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak untuk tidak melakukan interogasi dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak setelah hilangnya satu unit senjata laras panjang," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.Sebby Sambom juga menyatakan bahwa TPNPB masih menunggu laporan resmi dari pasukan TPNPB terkait hilangnya senjata tersebut." Kami tidak ingin ada tindakan represif yang dilakukan oleh aparat militer terhadap warga sipil di Beoga," tambah Sebby Sambom.Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Jan 2026, 21:08 WIT
TPNPB Bantah 18 Karyawan PT Freeport Disandera, Duga Satgas Habema Sebar Hoax
Papuanewsonline.com, Mimika - Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan siaran pers pada Jumat, 16 Januari 2026, membantah tuduhan bahwa 18 karyawan PT Freeport Indonesia disandera oleh TPNPB. Menurut TPNPB, Satgas Habema menyebarkan informasi palsu untuk meminta uang keamanan dan jabatan."Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB belum menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB yang berbasis di Mimika terkait penyenderaan 18 karyawan PT. Freeport Indonesia," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.TPNPB juga menuduh Satgas Habema melakukan propaganda dan bersaing dengan Satgas Damai Cartenz yang mendapatkan fasilitas dan jaminan dari negara. TPNPB meminta Koops Habema untuk mengungkapkan pelaku penyanderaan dan menghentikan propaganda di Tanah Papua.Sementara itu, Satgas TNI Koops Habema mengklaim telah mengevakuasi 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tanpa kontak senjata.Penulis: HendEditor: GF
17 Jan 2026, 20:57 WIT
Hadir di Timika, Film 'Maira Whisper From Papua' Dorong Papua menjadi inspirasi Indonesia
Papuanewsonline.com, Timika — Film Maira: Whisper From Papua
hadir lebih awal di Timika sebagai bagian dari rangkaian Road to 5 Februari.
Pemutaran khusus ini menjadi langkah awal sebelum film tersebut resmi tayang
secara nasional pada 5 Februari 2026.
Peluncuran film di Papua dilakukan sebagai bentuk
penghormatan terhadap tanah dan masyarakat adat yang menjadi inti cerita.
Sutradara film, Anggi Friska, menegaskan bahwa Papua tidak ditempatkan sebagai
sekadar latar, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki suara dan kekuatan
untuk menginspirasi Indonesia.
“Karena kami bikin film di Papua, kami juga ingin
menyebarkan ini di Papua duluan sebagai penghormatan bahwa Papua bukan cuma
sekedar objek, tapi dia adalah subjek yang ingin bersuara lebih besar lagi,”
ujar Anggi Friska saat diwawancarai di Timika, Jumat (16/1/2026).
Proses produksi Maira: Whisper From Papua memakan waktu
cukup panjang, terutama dalam menemukan cerita yang tepat. Ide film ini lahir
dari riset mendalam di Tanah Papua, di mana tim produksi banyak berinteraksi
dengan masyarakat adat, mempelajari kebiasaan, serta memahami relasi mereka
dengan alam dan kehidupan.
“Proses paling lama itu justru menemukan cerita. Dari
bertemu banyak orang, melakukan riset, hingga benar-benar memahami kehidupan
masyarakat adat,” jelas Anggi Friska.
Dalam proses pemilihan pemeran, keterlibatan masyarakat
lokal Papua menjadi prioritas utama. Meski tahapan seleksi berlangsung relatif
singkat, proses pelatihan para pemain membutuhkan waktu panjang demi
menghadirkan cerita yang jujur dan otentik sesuai realitas masyarakat Papua.
“Kami ingin melibatkan masyarakat lokal sepenuhnya, karena
film ini adalah suara dari teman-teman Papua,” katanya.
Melalui film ini, Anggi Friska berharap pesan yang
disampaikan mampu menginspirasi masyarakat luas, terutama dalam membangun
kembali hubungan manusia dengan alam. Ia mengaku banyak belajar dari masyarakat
adat Papua tentang makna kehidupan, seni, serta cara menjaga keseimbangan
dengan lingkungan.
“Ketika bencana datang, uang tidak lagi penting.
Yang kita butuhkan adalah air, udara yang baik, pohon, makanan, dan obat-obatan
yang semuanya ada di hutan. Alam adalah segalanya yang perlu kita perjuangkan
untuk kehidupan,” pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF
16 Jan 2026, 21:05 WIT
Silaturahmi Kapolda Bersama Inkanas Maluku Dorong Penataan Organisasi dan Pembinaan Generasi
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan audiensi dari Perguruan Besar Institusi Karate-Do Nasional (INKANAS) Maluku, Kamis (15/1/2025).Dalam pertemuan tesebut hadir mendampingi Kapolda yaitu Direktur Intelkam, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kepala Bidang Keuangan, dan Dansat Brimob Polda Maluku. Sementara dari INKANAS Maluku hadir Sekretaris Umum Pengurus Daerah Jefri Dulanlebit, Sekretaris Majelis Sabuk Hitam (MSH) Yondri Kappuw, Bendahara Erni Wamnembo, Binpers Corneles Lekatompessy, serta Bidang Gashuku dan Ujian Suparman.Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu Kapolda Maluku ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi Polda Maluku dengan organisasi olahraga bela diri dalam rangka pembinaan karakter, disiplin, serta prestasi generasi muda Maluku.Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Umum Pengda INKANAS Maluku Jefri Dulanlebit menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolda Maluku atas kesempatan audiensi yang diberikan. Ia mengungkapkan pertemuan ini menjadi momentum penting bagi INKANAS Maluku.“Kami merasa bangga dan sangat berterima kasih karena Bapak Kapolda telah meluangkan waktu untuk menerima kami,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan, INKANAS Maluku berencana membentuk kepengurusan definitif yang akan diajukan ke Pengurus Besar untuk selanjutnya dilakukan pelantikan. Ia juga memaparkan sejumlah agenda strategis, di antaranya pelaksanaan kejuaraan karate yang sebelumnya telah digelar di GOR Hotumesse Universitas Pattimura Ambon. INKANAS Maluku juga berencana mengajukan tuan rumah Kejuaraan Nasional INKANAS tahun 2026, serta penyelenggaraan kejuaraan karate dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara 1 Juli mendatang.Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa jumlah kekuatan anggota INKANAS Maluku saat ini mencapai 478 orang, yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Maluku.Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku pertama-tama menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat jajaran INKANAS Maluku. Kapolda menegaskan INKANAS merupakan bagian dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), yang memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga karate, termasuk di Provinsi Maluku yang memiliki tujuh perguruan karate.“Pertemuan ini sudah lama saya rencanakan. Saya ingin mengetahui secara langsung kondisi organisasi INKANAS Maluku. Organisasi olahraga, khususnya bela diri, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental generasi muda, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Polri,” ungkapnya.Kapolda Maluku menyatakan dukungan penuh terhadap langkah INKANAS Maluku untuk menata kembali kepengurusan Pengurus Daerah agar organisasi dapat berjalan lebih aktif, tertib, dan berkesinambungan. Menurutnya, olahraga bela diri tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang beretika, bermental tangguh, dan berdisiplin tinggi.Kemampuan bela diri, kata Kapolda, sangat berkaitan erat dengan profesionalisme, khususnya bagi anggota Polri. Ia menjelaskan dalam kurikulum Polri, bela diri menjadi salah satu elemen penting pembinaan personel, dengan aliran yang digunakan antara lain Judo, Bela Diri Polri, dan Tarung Derajat.“Selain membina atlet dan masyarakat agar bisa berolahraga dan berprestasi, bela diri juga sangat bermanfaat untuk pembinaan kemampuan anggota Polri. Ini menjadi salah satu fokus saya ke depan,” tegas Kapolda.Terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan karate, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak harus menunggu momentum Hari Bhayangkara. Yang terpenting, menurut Kapolda, adalah segera membentuk kepengurusan yang solid sehingga agenda pembinaan dan kompetisi dapat segera dirancang dan dilaksanakan.“Segera bentuk kepengurusan. Setelah itu kita rancang dan gelar kejuaraan untuk mencari dan membina bibit unggul atlet muda Maluku. Fokus utama kita adalah membina generasi muda Maluku agar berprestasi, berkarakter, berbudi pekerti, dan berkualitas, sehingga dapat kita dorong ke kejuaraan nasional bahkan internasional,” pungkas Kapolda. PNO-12
16 Jan 2026, 18:55 WIT
Bupati Boven Digoel Jalin Kerja Sama dengan Uncen untuk Datangkan Dokter
Papuanewsonline.com, Jayapura - Bupati Boven Digoel, Roni Omba, melakukan kunjungan ke Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk menjalin kerja sama dalam mendatangkan tenaga dokter ke daerahnya. Kunjungan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boven Digoel.Dalam pertemuan dengan Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, Bupati Roni Omba menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap Uncen dapat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan dokter-dokter yang akan bertugas di Boven Digoel."Kami berharap rencana Pemda untuk membawa pulang dokter-dokter ini dapat didukung penuh oleh pihak kampus demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Bupati Roni Omba.Rektor Uncen, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, menyambut baik niat baik Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Uncen untuk bekerja sama dalam menyediakan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan."Proses seleksi dokter akan dilakukan secara ketat dan tanpa menurunkan standar, mengingat profesi dokter berhubungan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia," kata Rektor Uncen.Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Boven Digoel. Bupati Roni Omba juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Jayapura dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga medis.Penulis: HendrikEditor: GF
16 Jan 2026, 18:51 WIT
Raih Medali Perak di SEA Games 2025, Kapolri Anugerahkan KPLB kepada Bripda Arni Silva Pattipeiluhu
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung prestasi anak bangsa di panggung internasional. Salah satu atlet Polri asal Polda Maluku, Bripda Arni Silva Pattipeiluhu, menerima Penghargaan Kapolri berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) usai sukses menyumbangkan medali perak bagi Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025.Penghargaan tersebut diberikan dalam acara “Malam Apresiasi Sang Juara Polri untuk Indonesia”, yang digelar di The Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Januari 2026, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan prestasi atlet-atlet Bhayangkara yang telah mengharumkan nama bangsa.Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri secara konsisten memberikan penghargaan dan ruang pengembangan karier bagi personel yang berprestasi, khususnya di tingkat internasional.“Ada kurang lebih 38 personel yang mendapatkan prestasi di SEA Games 2025. Oleh karena itu, malam ini kita berikan apresiasi kepada personel Polri yang menjadi atlet berprestasi di SEA Games untuk mendapatkan reward, baik dalam bentuk kenaikan pangkat, kesempatan promosi sekolah, maupun promosi jabatan,” ujar Kapolri.Pada SEA Games 2025, Polri mengirimkan 35 atlet, 1 Bhayangkari, dan 2 official untuk memperkuat kontingen Indonesia. Hasilnya, atlet-atlet Polri berhasil memberikan kontribusi signifikan dengan raihan 5 medali emas, 15 medali perak, dan 10 medali perunggu, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam perhelatan olahraga Asia Tenggara tersebut. Selain atlet Polri, Kapolri juga memberikan penghargaan kepada 139 atlet dan official berprestasi lainnya.Bripda Arni Silva Pattipeiluhu, yang bertugas sebagai Bintara Administrasi (BA) pada Ditpolairud Polda Maluku, dinilai layak menerima KPLB sebagai wujud apresiasi atas prestasi, disiplin, dan dedikasinya sebagai atlet sekaligus anggota Polri. Dalam kegiatan tersebut, Bripda Arni didampingi oleh Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaedi, S.I.K., M.M.Kapolri berharap para atlet Polri terus menjaga dan meningkatkan prestasi pada berbagai ajang internasional ke depan.“Tentunya harapan kami seluruh atlet semakin terus menjaga prestasinya. Ke depan masih banyak event internasional dan kita titipkan kepada mereka untuk terus menjaga agar Sang Merah Putih dapat terus kita kibarkan di event internasional,” tegas Kapolri.Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa prestasi olahraga juga membawa dampak positif terhadap citra dan kehormatan institusi Polri.“Kita menitipkan bagaimana mereka terus berkiprah, terus menjaga dan membawa harum nama bangsa, serta tentunya nama baik institusi Polri,” tambah Kapolri.Ditempat terpisah, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H.S.I.K., M.Si, menyampaikan bahwa capaian Bripda Arni merupakan kebanggaan tidak hanya bagi Polda Maluku, tetapi juga bagi masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia.“Prestasi Bripda Arni Silva Pattipeiluhu membuktikan bahwa personel Polri mampu berprestasi secara profesional, disiplin, dan berintegritas, baik dalam tugas kepolisian maupun di ajang internasional. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri dan generasi muda Maluku untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar Kapolda Maluku.Polda Maluku, lanjut Kapolda, akan terus mendukung pengembangan potensi personel di berbagai bidang sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Polri yang unggul dan berdaya saing global. PNO-12
16 Jan 2026, 16:08 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiens UT Ambon, Perkuat Peningkatan Kualitas SDM Polri
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan audiensi dari Universitas Terbuka (UT) Ambon, Kamis (15/01/2025).Audiensi yang berlangsung di ruang tamu Kapolda Maluku ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi kelembagaan antara Polda Maluku dan UT Ambon, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri melalui akses pendidikan tinggi yang fleksibel, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tuntutan tugas kepolisian.Dalam audiensi tersebut, Kapolda Maluku didampingi Direktur Intelkam, Direktur Samapta, dan Kabid Hukum Polda Maluku. Sementara dari UT Ambon hadir Direktur Yuli Tirtariandi El Anshori, Manager Tata Usaha dan Marketing Ahyar Hanubun, serta Staf Bagian Kerja Sama Abraham Sarapil.Direktur UT Ambon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Maluku yang telah meluangkan waktu untuk menerima audiensi tersebut. Ia menegaskan, kerja sama antara UT Ambon dan Polda Maluku telah terjalin sejak tahun 2010. Kerjasama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM Polri.“Kerja sama Universitas Terbuka dan Polda Maluku telah terjalin sejak tahun 2010 dan telah melahirkan ratusan lulusan yang kini menjadi bagian dari anggota Polda Maluku. Pertemuan ini menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk terus memperkuat sinergi kelembagaan,” ungkap Direktur UT Ambon.Lebih lanjut dijelaskan bahwa Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan sistem terbuka dan jarak jauh. Metode pembelajaran UT dirancang untuk memberikan fleksibilitas, khususnya bagi anggota Polri, ASN, serta masyarakat umum yang memiliki keterbatasan waktu dan jarak.Proses pembelajaran dilaksanakan melalui sistem belajar mandiri yang didukung bahan ajar cetak dan digital, tutorial online, tutorial tatap muka, serta pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi informasi. Dengan metode tersebut, mahasiswa tetap dapat meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggung jawab kedinasan.Melalui audiensi ini, UT Ambon berharap kerja sama dengan Polda Maluku dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, khususnya dalam mendukung pengembangan SDM, peningkatan pendidikan personel Polri, serta pelaksanaan program-program strategis yang sejalan dengan kebutuhan institusi Polri.Sejalan dengan Direktur UT Ambon, Kapolda Maluku mengaku keberadaan Universitas Terbuka merupakan bagian penting dari program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, termasuk bagi anggota Polri.“Program pemerintah dalam membentuk Universitas Terbuka sangat penting dan berdampak positif, khususnya bagi anggota Polri," sebutnya.Tuntutan tugas yang semakin kompleks, kata Kapolda, menuntut personel Polri memiliki daya saing dan legalitas akademik. "Kehadiran Universitas Terbuka sangat membantu karena anggota Polri dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu tugas pokok,” ujar Kapolda.Kapolda menilai sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh Universitas Terbuka sangat relevan dan solutif bagi personel Polri yang memiliki tuntutan tugas kedinasan yang dinamis, kompleks, dan penuh tantangan. Menurutnya, Universitas Terbuka menjadi peluang strategis bagi Polri untuk memperoleh SDM yang berkualitas tinggi dan berdaya saing.Lebih lanjut, Kapolda menyambut baik sistem pembelajaran UT yang mengedepankan kemandirian belajar, didukung bahan ajar cetak dan digital, tutorial daring, serta pemanfaatan teknologi informasi. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Polri dalam mencetak SDM yang adaptif, berwawasan luas, dan mampu menghadapi perkembangan zaman serta tantangan global.“Metode pembelajaran menjadi faktor yang sangat penting dan harus dikawal secara ketat sesuai SOP agar kualitas Universitas Terbuka benar-benar terjaga dan dipercaya dalam melahirkan lulusan yang produktif dan berkualitas,” tegas Kapolda.Kapolda Maluku juga berharap kerja sama antara Polda Maluku dan UT Ambon dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan SDM, sehingga memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi institusi Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas.Kapolda menegaskan komitmen Polda Maluku untuk mendukung program-program pendidikan yang positif dan konstruktif, serta mendorong seluruh personel agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme Polri. PNO-12
16 Jan 2026, 14:41 WIT
Dedikasi Panjang Dunia Jurnalistik, Rustam Madubun Terima Anugerah Noken Pers Papua 2026
Papuanewsonline.com, Nabire — Komitmen panjang di dunia
jurnalistik akhirnya berbuah apresiasi bagi Rustam Madubun. Pemimpin Redaksi
papuadalamberita.com itu menjadi salah satu dari 11 jurnalis senior penerima
Anugerah Noken Pers Papua 2026 yang diberikan oleh Asosiasi Wartawan Papua
(AWP).Rustam Madubun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih
atas penghargaan yang diterimanya. Rustam Madubun yang merupakan Pemimpin Redaksi papuadalamberita.com menuturkan, penghargaan tersebut menjadi yang pertama ia terima sepanjang perjalanan karier jurnalistiknya sejak tahun 1993.“Terima kasih kepada AWP. Sejak menjadi jurnalis pada 1993 hingga tahun 2026 ini, inilah penghargaan pertama yang saya terima dalam profesi saya,” ujar Rustam kepada Papua News Online, Kamis (15/1/2026).Ia menilai anugerah tersebut memiliki makna
tersendiri karena menjadi penghargaan pertama sepanjang perjalanan karier
jurnalistiknya sejak mulai menekuni profesi wartawan pada tahun 1993 hingga
2026.Penghargaan Anugerah Noken Pers Papua 2026 diserahkan dalam
rangkaian Malam Anugerah Noken Pers Papua yang dirangkai dengan Festival Media
se-Tanah Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua
Tengah, Nabire, dan dihadiri insan pers dari berbagai wilayah di Tanah Papua.Pada tahun ini, AWP menganugerahkan satu AWP Award 2026
serta Anugerah Noken Pers Papua 2026 kepada 11 jurnalis senior. Para penerima
dinilai memiliki dedikasi tinggi dan konsistensi dalam mengabdi di dunia
jurnalistik selama lebih dari dua dekade, meskipun dihadapkan pada berbagai
keterbatasan dan tantangan.AWP menilai para jurnalis penerima penghargaan tidak hanya
menjaga profesionalisme, integritas, dan independensi pers, tetapi juga
berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan publik, mengawal demokrasi, serta
mendukung pembangunan di Tanah Papua melalui karya-karya jurnalistik mereka.AWP Award 2026 secara khusus diberikan kepada Thonci Wolas
Krenat, wartawan senior Suara Pembaharuan yang juga merupakan Orang Asli Papua
(OAP). Ia dikenal sebagai wartawan OAP pertama yang pernah bertugas di Istana
Negara pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono.Sementara itu, Anugerah Noken Pers Papua 2026 diberikan
kepada 11 jurnalis senior terbaik dari kalangan OAP maupun non-OAP sebagai
bentuk apresiasi atas pengabdian panjang mereka di dunia pers Papua. Para
penerima berasal dari berbagai latar belakang media dan wilayah kerja di Tanah
Papua.Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Gubernur Papua Tengah
yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Papua
Tengah, Marthen Ukago, dan disaksikan oleh insan pers dari enam provinsi di
Tanah Papua serta para tamu undangan yang hadir.Melalui penganugerahan ini, AWP berharap semangat
profesionalisme, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik terus
terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis Papua berikutnya. (GF)
16 Jan 2026, 00:02 WIT
Kompensasi Tanah Adat Belum Tuntas, Masyarakat Amungme Desak Pemkab Mimika Bertindak
Papuanewsonline.com, Timika — Masyarakat adat Amungme
kembali menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika terkait
pembayaran kompensasi atas penggunaan tanah adat milik masyarakat Amungme dan
Kamoro. Tuntutan ini disampaikan oleh Paulus Pinimet, yang menilai pemerintah
daerah belum menjalankan kewajiban sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.Tuntutan tersebut didasarkan pada Undang-Undang Nomor 35
Tahun 2021 yang mengatur tentang pembayaran kompensasi atas pemanfaatan tanah
adat. Menurut Paulus Pinimet, penggunaan tanah adat oleh pemerintah daerah
seharusnya disertai dengan penyelesaian hak-hak masyarakat pemilik ulayat
secara adil dan transparan.Paulus Pinimet sebelumnya telah menempuh jalur hukum dengan
menggugat Bupati Mimika di Pengadilan Negeri Kota Timika. Namun, gugatan
tersebut tidak diterima oleh pengadilan tingkat pertama, sehingga upaya hukum
dilanjutkan melalui pengajuan memori banding ke Pengadilan Tinggi Papua di
Jayapura.Meski telah menempuh proses hukum berjenjang, upaya tersebut
belum membuahkan hasil yang diharapkan. Kondisi ini mendorong masyarakat adat
kembali menyampaikan aspirasi secara terbuka, dengan harapan adanya perhatian
serius dari pemerintah daerah terhadap hak-hak masyarakat adat.Tanah adat yang dipersoalkan berada di Distrik Kuala Kencana
SP 3, Kabupaten Mimika. Lahan tersebut telah dimanfaatkan oleh Pemerintah
Kabupaten Mimika selama kurang lebih 23 tahun tanpa adanya sertifikat maupun
penyelesaian administrasi yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat.Masyarakat adat Amungme menilai kondisi tersebut tidak dapat
dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak ulayat dan keberlanjutan
kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Tuntutan pembayaran kompensasi
dipandang sebagai bentuk pengakuan atas hak masyarakat adat yang selama ini
terabaikan.Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika belum
menyampaikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Namun, Dinas
Pertanahan Kabupaten Mimika diketahui telah memahami keberadaan Undang-Undang
Nomor 35 Tahun 2021 dan membuka kemungkinan adanya mekanisme pembayaran
kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.Masyarakat adat berharap pemerintah daerah segera mengambil
langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil, bermartabat, dan
sesuai hukum, agar tidak terus menimbulkan konflik berkepanjangan antara
pemerintah dan masyarakat adat di Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF
15 Jan 2026, 23:56 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru