logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Menuju Mimika Berkelanjutan, HMI Mimika Angkat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Mimika — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Mimika menggelar seminar bertema “Mimika Pasca Tambang: Diversifikasi Ekonomi Berbasis Kemandirian Pangan, Ekonomi Lokal, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Keberlanjutan Lingkungan” pada 27 April 2026.Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Mimika, Prayoga Romin Saputra, dalam sambutannya menyoroti dampak panjang aktivitas pertambangan terhadap masyarakat dan lingkungan di Mimika.“Faktanya, tambang itu tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mengubah ekosistem budaya. Bahkan, masyarakat harus bergeser dari tempat tinggalnya karena pembangunan, dan ini memicu konflik, baik horizontal maupun vertikal,” ujarnya.Ia menilai bahwa kehadiran tambang belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya di lapisan bawah. “Pendapatan daerah memang banyak berasal dari tambang, tetapi hanya sebagian kecil masyarakat yang benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.Menurut Prayoga, kondisi tersebut menjadi dasar bagi HMI untuk mendorong lahirnya gagasan “Mimika wajah baru” yang tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan semata. Ia menyebut, potensi lain seperti pariwisata, ekonomi lokal, dan ekonomi kreatif perlu dikembangkan secara serius.“Kami melihat banyak potensi yang bisa digali. Anak-anak muda Papua bisa menghasilkan karya kreatif, termasuk di bidang seni dan musik, yang berangkat dari budaya lokal,” ujarnya.Ia juga mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah dalam menyiapkan Mimika menghadapi masa depan tanpa ketergantungan pada tambang. “Sudah seberapa berani pemerintah mengatakan bahwa kita siap menghadapi Mimika tanpa tambang?” katanya.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam mendorong diversifikasi ekonomi. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus tumbuh dari bawah melalui penguatan ekonomi lokal dan kearifan masyarakat.“Memang pertumbuhannya tidak akan sebesar tambang, tetapi ekonomi berbasis komunitas ini lebih berkelanjutan karena tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk penolakan terhadap tambang, melainkan penolakan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan. “Kita bukan menolak tambang, tetapi kita menolak kerusakan lingkungan, konflik, dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat Papua,” tegasnya.Prayoga berharap seminar ini dapat menjadi ruang diskusi terbuka untuk merumuskan langkah konkret dalam mengembangkan potensi non-tambang di Mimika.“Forum ini diharapkan melahirkan narasi dan gagasan baru tentang Mimika yang tidak hanya dikenal sebagai daerah tambang, tetapi juga sebagai wilayah dengan kekuatan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Apr 2026, 19:10 WIT
Ardi S.T Serahkan Bantuan Hadrah di Mimika, Sekolah DDI Dorong Pemerataan Program Pendidikan Papuanewsonline.com, Timika – Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah, Ardi, ST, M.IST, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah DDI Nurul Islam SP 1 Mimika (27/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa satu set alat hadrah sebagai dukungan nyata terhadap pengembangan seni budaya Islam dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.“Melalui bantuan ini, kami berharap siswa dan guru dapat mengembangkan bakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan,” ujar Ardi. Selain penyerahan bantuan, kunjungan ini juga menjadi momen penting untuk menyerap aspirasi. Pihak sekolah menyampaikan harapan agar lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama juga dapat menikmati program sekolah gratis yang menjadi kebijakan unggulan Gubernur Papua Tengah.Di sisi lain, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai sangat membantu pemenuhan gizi siswa dan berdampak positif terhadap semangat belajar anak-anak.Menanggapi hal tersebut, Ardi menegaskan akan memperjuangkan aspirasi tersebut agar kebijakan pendidikan dapat dirasakan secara merata. “Akan saya bawa dan bahas bersama pemerintah provinsi agar manfaatnya bisa dinikmati semua pihak,” tegasnya. Kegiatan diakhiri dengan dialog hangat dan peninjauan langsung kondisi sekolah demi kemajuan pendidikan di daerah.   Penulis: Andi IlhamEditor: GF 27 Apr 2026, 20:51 WIT
TPNPB Klaim Tembak Dua Orang di Yahukimo, Situasi Dekai Memanas Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dilaporkan memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo Korowai mengklaim melakukan aksi penembakan terhadap dua orang di wilayah Kali Biru, Kota Dekai, Senin (27/4/2026).Dalam siaran pers yang diterima dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, disebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Mayor Mackar Sobolim bersama Lampion Heluka.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan langsung dari lapangan terkait insiden tersebut. Mereka mengklaim bahwa dua orang yang ditembak merupakan agen intelijen militer yang menyamar sebagai aparatur sipil negara (ASN), serta menyebut dua unit kendaraan turut mengalami kerusakan akibat tembakan.Dalam pernyataannya, TPNPB juga menegaskan sikapnya terhadap aparat keamanan Indonesia. Mereka meminta agar pihak militer tidak menyembunyikan identitas korban dalam insiden tersebut.Selain itu, kelompok tersebut menyebut bahwa sebelumnya telah mengeluarkan ultimatum pada 26 April 2026 kepada seluruh pengguna kendaraan di wilayah yang mereka sebut sebagai “zona perang”.“Jika tidak kami siap tembak karena itu bagian dari agen intelijen militer Indonesia. Dan hal tersebut tidak di indahkan maka hari ini kami sudah eksekusi dua orang dan dua unit mobil,” demikian pernyataan dalam siaran pers tersebut.TPNPB juga menyampaikan peringatan keras kepada warga sipil, khususnya yang disebut sebagai warga imigran Indonesia, untuk segera meninggalkan wilayah Yahukimo. Mereka menyatakan bahwa daerah tersebut telah ditetapkan sebagai wilayah perang.“Kami juga mengimbau kepada warga imigran Indonesia dan orang Papua agar segera kosongkan wilayah Yahukimo karena saya, Mackar Sobolim dari Korowai telah berada di wilayah perang di Yahukimo dan siap perang sampai Papua Merdeka atau negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua.”Lebih lanjut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB turut mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melakukan evakuasi terhadap warga sipil yang bekerja di wilayah tersebut, termasuk ASN, tenaga kesehatan, guru, sopir, dan pekerja lainnya.Mereka juga menyatakan akan terus melakukan aksi serupa apabila ultimatum tersebut tidak direspons oleh pemerintah.“Hal ini perlu kami sampaikan demi keamanan dan jaminan keselamatan bagi warga sipil di wilayah konflik bersenjata. Dan juga jika pemerintah tidak mendengar perintah evakuasi warga imigran maka seluruh korban menjadi tanggung jawab negara indonesia karena tidak bertanggung jawab terhadap warganya saat perintah ini dikeluarkan.”Hingga berita ini rilis, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat keamanan maupun pemerintah terkait insiden penembakan tersebut. (GF) 27 Apr 2026, 20:43 WIT
Penyerapan Anggaran Mimika Baru 2,5 Persen, BPKAD Optimistis Capai Target Papuanewsonline.com, Mimika — Realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Mimika hingga saat ini tercatat masih rendah, yakni baru sekitar 2,5 persen atau kurang lebih Rp140 miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen T. Mallisa, dalam wawancara pada Senin (27/4/2026).Menurutnya, rendahnya angka penyerapan yang tercatat dalam sistem disebabkan oleh proses pencatatan yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual, sehingga belum seluruh pengeluaran ter-update secara maksimal.“Kalau kita lihat, sebelumnya pencatatan pengeluaran masih banyak dilakukan secara manual, sehingga belum seluruhnya ter-update di dalam sistem. Itu yang menyebabkan penyerapan anggaran yang tercatat masih terlihat kecil,” ujarnya.Meski demikian, Marthen menjelaskan bahwa secara riil, penyerapan anggaran diperkirakan sudah jauh lebih tinggi. Jika memperhitungkan kegiatan yang telah berjalan di lapangan, penyerapan diprediksi berada di kisaran 30 hingga 35 persen.Ia menambahkan, sejumlah pekerjaan fisik saat ini sudah mulai berjalan, meskipun sebagian masih dalam tahap kontrak dan penyelesaian administrasi.“Untuk saat ini, yang ter-update di sistem baru sekitar 2,5 persen. Namun ada juga pengeluaran yang masih dalam proses perekaman, sehingga belum tercermin dalam data,” jelasnya.Untuk mempercepat realisasi anggaran, BPKAD mendorong percepatan proses lelang kegiatan. Saat ini, beberapa persyaratan lelang sudah mulai ditayangkan sehingga diharapkan pekerjaan dapat segera dilaksanakan.“Kami mendorong agar proses lelang bisa segera dilakukan. Dengan percepatan itu, diharapkan pekerjaan bisa berjalan dan penyerapan anggaran meningkat,” katanya.Terkait target akhir tahun, Marthen mengakui masih terlalu dini untuk memastikan capaian secara pasti. Namun, pihaknya optimistis realisasi penyerapan anggaran tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.Pada tahun 2025 lalu, penyerapan anggaran sempat menghadapi berbagai kendala, meskipun pada akhirnya mampu mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Tahun ini, Pemkab Mimika menargetkan capaian minimal berada pada kisaran tersebut atau bahkan lebih tinggi.“Kami optimistis tahun ini bisa minimal sama atau bahkan lebih baik dari tahun lalu,” tutupnya Penulis: Bim Editor: GF 27 Apr 2026, 20:39 WIT
Berani Laporkan Kekerasan, DP3A Mimika Tegaskan Perlindungan Korban Jadi Prioritas Utama Papuanrwsonline.com, Mimika — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam, mengimbau masyarakat, khususnya korban maupun saksi kekerasan, agar berani melapor dan tidak mendiamkan kasus yang terjadi.Menurutnya, sejumlah kasus kekerasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung fatal. “Ada korban yang sampai mengakhiri hidup, mengalami gangguan kejiwaan, bahkan anak-anak yang akhirnya putus sekolah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).Ia menjelaskan, kasus kekerasan saat ini banyak terjadi, baik terhadap anak maupun perempuan. Namun, korban dan keluarga kerap enggan melapor karena takut mengalami intimidasi. Padahal, pihaknya menjamin bahwa korban maupun saksi akan mendapatkan perlindungan.Terkait penyebab, Yohana mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras). Oleh karena itu, ia berharap regulasi terkait peredaran miras dapat menjadi perhatian serius. Selain itu, peran agama juga dinilai penting dalam menekan angka kekerasan.Faktor ekonomi juga menjadi pemicu lainnya. Kondisi keluarga yang tidak mencukupi kerap memicu terjadinya kekerasan, baik dalam rumah tangga maupun terhadap anak.Di sisi lain, penggunaan media sosial turut berpengaruh, terutama dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Untuk itu, Yohana menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan edukasi kepada siswa.Ia juga menyoroti meningkatnya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang kini tidak lagi sekadar gangguan ringan, melainkan sudah mengarah pada tindakan kejahatan. “Ini sangat disayangkan, apalagi terjadi di lingkungan pendidikan,” katanya.DP3A Mimika berharap pihak sekolah dapat lebih serius menangani persoalan tersebut agar tidak terus berulang. Dampak bullying tidak hanya merusak mental korban, tetapi juga berpotensi membuat pelaku berhadapan dengan sanksi hukum.Ke depan, DP3A berencana melakukan sosialisasi secara intensif ke sekolah-sekolah terkait bullying dan berbagai bentuk kekerasan. Pendekatan “jemput bola” juga akan diterapkan mengingat masih banyak kasus yang belum dilaporkan.Terkait penggunaan media sosial oleh anak, pihaknya menyambut baik adanya regulasi pembatasan. Dalam waktu dekat, DP3A akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan instansi lainnya guna memastikan aturan tersebut dapat diterapkan secara efektif.Beberapa langkah juga telah dilakukan di sekolah, seperti penitipan ponsel siswa kepada guru selama jam pelajaran. Namun demikian, pengawasan di rumah dinilai tetap menjadi kunci.“Peran orang tua sangat penting. Jika pengawasan dilakukan dengan baik, anak akan lebih terarah. Sebaliknya, tanpa kontrol, penggunaan media sosial bisa berlebihan,” ujarnya.Sebagai langkah lanjutan, DP3A Mimika juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta instansi terkait untuk memperkuat penanganan kasus kekerasan. Mengingat luasnya wilayah, upaya tersebut membutuhkan proses, koordinasi, serta dukungan anggaran yang memadai. Penulis: Bim Editor: GF 27 Apr 2026, 18:32 WIT
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemda Mimika Tekankan Sinkronisasi dan Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Senin (27/4/2026).Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan peran pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” ujar Rettob.Tema tahun ini, lanjutnya, mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, guna mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal.Dalam sambutan tersebut, disampaikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sinkronisasi pusat dan daerah. Di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran nasional dan daerah guna menghindari tumpang tindih program dan duplikasi anggaran.Selain itu, pemerintah juga mendorong reformasi birokrasi berbasis hasil dengan memperkuat digitalisasi dan inovasi daerah. Birokrasi diharapkan tidak lagi berorientasi pada administrasi semata, tetapi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.Penguatan kemandirian fiskal daerah juga menjadi perhatian utama, mengingat masih banyak daerah yang bergantung pada dana transfer pusat. Di sisi lain, kolaborasi antar daerah dinilai penting dalam menangani isu lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah.Pemerintah juga diminta fokus pada pemenuhan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial, guna mengurangi kesenjangan antar wilayah. Selain itu, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah terhadap krisis ekonomi, pangan, dan bencana akibat perubahan iklim juga menjadi prioritas.Dalam arahannya, Rettob mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan perkembangan teknologi.Beberapa fokus strategis yang turut disoroti antara lain penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sumber daya air, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.Menutup sambutannya, ia mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan Hari Otonomi Daerah, dilakukan secara efisien dan tidak berlebihan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.“Dilaksanakan secara sederhana, mengoptimalkan sumber daya yang ada, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menghindari pemborosan anggaran,” tegasnya.Bupati juga mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus meningkatkan kolaborasi dan memastikan setiap program serta anggaran benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.“Marilah kita membangun dari kampung ke kota, dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan di setiap distrik dan kampung, agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.Peringatan 30 tahun otonomi daerah ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Penulis: Bim Editor: GF 27 Apr 2026, 13:10 WIT
Muscab PKB Mimika: Siap Jadi Kekuatan Utama, Dorong Politik Berpihak Rakyat Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Minggu (26/4/26). Kegiatan ini menjadi momentum penting menyusul capaian gemilang pada Pemilu 2024, di mana partai ini berhasil mengamankan lima kursi DPRK dan menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I DPRD.Muscab ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan konsolidasi besar untuk menentukan arah perjuangan politik menuju 2029.Ketua DPC PKB Mimika, Peggy Patrisia Pattipi, dalam pidato purnatugasnya menegaskan agar seluruh kader siap mendukung keputusan yang diambil. "Siapapun yang terpilih adalah representasi keputusan DPP yang wajib dihormati. PKB harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar kekuatan politik," ujarnya. Sementara itu, Ketua DPP PKB Bidang Advokasi, Hindun Anisah, menyoroti pentingnya "politik kehadiran". Ia meminta kader tidak hanya fokus pada elektoral, tetapi juga hadir menjawab tantangan ekonomi masyarakat yang dipengaruhi situasi global, serta mendorong kebijakan yang memudahkan hidup rakyat.Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menekankan peran strategis partai sebagai pilar demokrasi. Ia mendorong PKB agar semakin adaptif menghadapi dinamika politik yang kompleks. "Tantangan ke depan semakin berat, partai dituntut responsif dan cepat. Yang terpenting, menjaga kerukunan bukan pilihan, melainkan mandat mutlak," tegasnya. Ananias juga meminta PKB aktif mencegah isu provokatif demi stabilitas keamanan di tengah keberagaman suku dan budaya di Mimika."Kami menyambut baik konsolidasi ini. Harapan kami, Muscab melahirkan kader berkualitas, berintegritas, dan berjiwa pemimpin. Pemerintah siap bersinergi selama berlandaskan kepentingan rakyat dan persatuan bangsa," ujarnya menutup sambutan. Dengan posisi kuat di parlemen, PKB kini berada pada fase baru sebagai kekuatan utama yang akan menentukan arah pembangunan Mimika lima tahun ke depan.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Apr 2026, 09:10 WIT
Fatayat NU Papua Tengah Rayakan Harlah ke-76 Dengan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Timika – Peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Papua Tengah berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara yang digelar di Aula Cenderawasih, Hotel Serayu, Minggu (26/4/26), ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat peran sosial perempuan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah menegaskan, di usia yang ke-76, organisasi ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perempuan yang matang. "Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus bertumbuh, baik dalam pola pikir, manajemen organisasi, maupun dalam membina keluarga," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen untuk terus berkontribusi nyata dan mendukung program-program positif di daerah.Selain kegiatan keagamaan berupa pengajian akbar yang menghadirkan penceramah Imam Mawardi Ma’sum, panitia juga memfasilitasi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Berkat kerja sama dengan tim medis yang dipimpin dr. Diki Adrian, puluhan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.Dalam tausiyahnya, Imam Mawardi mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar sesama, lintas suku dan agama. "Tanpa persaudaraan, sulit membangun daerah yang damai dan toleran," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Bumi Amungme dan Kamoro.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 27 Apr 2026, 09:06 WIT
33 Casis Akpol Polda Maluku Lolos Tes Psikologi Tahap I Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 33 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus uji psikologi tahap I dalam seleksi penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku. Pengumuman hasil disampaikan di SMA Negeri 2 Ambon, Sabtu (25/4/2026).Dari total 43 peserta yang mengikuti tes, 33 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS), sementara 10 lainnya tidak memenuhi syarat (TMS).Kegiatan ini dipimpin oleh Kabag Dalpers Biro SDM AKBP Tommy Bambang Souissa, didampingi jajaran pejabat Biro SDM.AKBP Tommy menjelaskan, hasil seleksi diumumkan secara terbuka sebagai bentuk komitmen transparansi kepada peserta dan publik.“Dari 43 peserta, sebanyak 33 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkan 10 lainnya belum memenuhi syarat. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Adapun rincian hasil seleksi, yakni 33 peserta lulus terdiri dari 29 pria dan 4 wanita, sementara 10 peserta yang tidak lulus terdiri dari 9 pria dan 1 wanita.Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).“Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi. Hasil yang diperoleh peserta sepenuhnya berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.Ia juga menambahkan bahwa aspek humanis tetap dikedepankan dengan memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lulus untuk mengetahui kekurangan mereka.“Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diberikan ruang untuk melihat hasil penilaiannya, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengikuti seleksi di masa mendatang,” tambahnya.Untuk menjamin integritas pelaksanaan, proses seleksi diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta pengawas eksternal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku dan Politeknik Negeri Ambon.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. PNO-12 26 Apr 2026, 14:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT