logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Presiden Prabowo Saksikan Sumpah Anggota Komisi Yudisial 2025 sampai 2030 di Istana Negara Papuanewsonline.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengucapan sumpah dan janji sejumlah Anggota Komisi Yudisial (KY) untuk masa jabatan 2025 sampai 2030. Kegiatan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.Pengangkatan para anggota Komisi Yudisial tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 132/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Yudisial. Keputusan ini menjadi dasar pelantikan dan penetapan masa tugas anggota KY periode 2025 sampai 2030.Tujuh anggota Komisi Yudisial yang disumpah pada kesempatan tersebut terdiri dari Abdul Chair Ramadhan, Abhan, Andi Muhammad Asrun, Anita Kadir, Desmihardi, F. Willem Saija, dan Setyawan Hartono. Prosesi pengucapan sumpah menandai dimulainya tanggung jawab kelembagaan mereka pada periode lima tahun ke depan.Setelah pengucapan sumpah dan janji jabatan, para anggota KY menyatakan komitmen untuk bekerja maksimal. Mereka menempatkan penguatan integritas, kemandirian, dan peningkatan mutu lembaga peradilan sebagai fokus utama pelaksanaan tugas.Dalam rangka memperkuat arah kerja tersebut, Anggota KY Abdul Chair Ramadhan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi. Ia menggarisbawahi kebutuhan kerja bersama, baik secara internal maupun eksternal, dengan seluruh pemangku kepentingan terkait agar dorongan perubahan dan penguatan institusi peradilan berjalan efektif.Peneguhan komitmen ini sekaligus menandai orientasi kerja KY periode 2025 sampai 2030 yang mengarah pada penguatan institusi peradilan. Para anggota menempatkan kerja yang terukur dan kolaboratif sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu peradilan.Prosesi di Istana Negara juga menjadi penanda perhatian negara terhadap agenda penguatan lembaga pengawas etik peradilan. Dengan pengangkatan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden, KY memasuki periode kerja baru dengan mandat menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim serta mendukung pembaruan institusi peradilan.Penulis: PNO-1Editor: GF 20 Des 2025, 23:09 WIT
Satgas Ops Lilin Salawaku Laksanakan Patroli Pengamanan di Sejumlah Tempat Ibadah Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Sub Satgas Preventif Operasi Lilin Salawaku 2025 mengintensifkan patroli pengamanan di sejumlah tempat ibadah dan lokasi keramaian di Kota Ambon, Sabtu (20/12/2025).Sejumlah tempat ibadah yang diamankan yaitu Gereja Katedral dan Gereja Bethania. Selain melakukan pengamanan, personel Sub Satgas Preventif juga melaksanakan patroli dialogis dengan tokoh agama serta petugas keamanan gereja, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, mensosialisasikan layanan call center 110, serta melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi."Selain mengamankan sejumlah tempat ibadah, personel juga melakukan patroli pengamanan di sejumlah tempat keramaian, di antaranya Pasar Mardika dan Terminal Mardika," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. Di Pasar Mardika, petugas menyapa dan berdialog dengan masyarakat baik para pedagang maupun pembeli terkait situasi kamtibmas. "Saat berdialog petugas menanyakan terkait kesiapan menjelang Natal dan Tahun Baru, termasuk ketersediaan bahan pokok," ujarnya.Sementara di Terminal Mardika, personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas. Masyarakat juga diimbauan terkait pentingnya keselamatan dalam berkendara. "Petugas juga berkoordinasi dengan Satpol PP setempat guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," jelasnya.Patroli pengamanan di setiap sudut kota Ambon, lanjut Kombes Rositah rutin dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. "Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman, serta mencegah terjadinya potensi gangguan, ancaman gangguan, maupun gangguan nyata selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2026," tegasnya.Menurutnya, selama patroli digelar situasi kamtibmas terpantau aman dan kondusif. Masyarakat juga memberikan respon positif terhadap kehadiran polisi dalam melakukan pengamanan khususnya khususnya pada jam-jam rawan saat aktivitas masyarakat meningkat. PNO-12 20 Des 2025, 21:20 WIT
Polda Maluku Periksa Kesehatan Personel, Pastikan Kesiapan Satgas Ops Lilin Salawaku 2025 Papuanewsonline.com, Ambon - Hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku 2025, Kepolisian Daerah Maluku melakukan pemeriksaan kesehatan kepada personel yang tergabung pada satuan tugas (Satgas).Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada Sabtu (20/12/2025) bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjalankan operasi pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tersebut.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk memastikan kondisi personel satgas Ops Lilin Salawaku tetap prima."Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh personel Satgas Banops Subsatgas Bid Dokkes Polda Maluku. Ini sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi fisik personel tetap prima selama menjalankan tugas pengamanan," kata Kombes Rositah. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah dan kondisi kesehatan umum lainnya. Ksiapan kesehatan personel menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku 2025. "Dengan kondisi fisik yang terjaga, personel diharapkan dapat melaksanakan tugas secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelasnya.Langkah yang diambil Polda Maluku tersebut sekaligus menunjukkan komitmen kesiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Maluku. "Kami berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif baik menjelang hingga berakhirnya perayaan Nataru di Maluku," pungkasnya. PNO-12 20 Des 2025, 18:38 WIT
Menko Yusril Dorong Pembuatan Peraturan Pemerintah Terkait Penempatan Personel Polri Papuanewsonline.com, Jakarta - Pemerintah menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dan Kepala Lembaga Republik Indonesia yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga untuk merespons dinamika pascaputusan Mahkamah Konstitusi terkait penempatan anggota Polri di luar institusi kepolisian.Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan kebutuhan untuk segera menyusun Peraturan Pemerintah sebagai pelaksana Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai langkah ini perlu untuk mengakhiri beragam tafsir yang berkembang di ruang publik dan antarinstansi.Yusril menjelaskan, analisis sementara dan diskusi lintas kementerian yang telah dilaporkan kepada Presiden menunjukkan putusan MK hanya menguji sebagian penjelasan Pasal 28 UU Kepolisian. Ia juga menekankan putusan tersebut tidak menyentuh ketentuan dalam UU ASN yang secara tegas menyatakan ASN tidak dapat direkrut dari TNI dan Polri.“Karena itu, pengaturan ke depan harus dibentuk pada tingkat Peraturan Pemerintah, bukan cukup melalui peraturan internal kepolisian,” ujar Yusril. Ia menyampaikan PP tersebut akan dirumuskan dengan melibatkan seluruh instansi terdampak sesuai arahan Presiden.Ketua Komisi Reformasi Polri Prof. Jimly Asshiddiqie memaparkan kerja komisi yang menyerap aspirasi publik sejak bulan pertama pembentukannya. “Kami keliling ke berbagai daerah untuk belanja masalah. Respons masyarakat luar biasa, masukan tertulis jumlahnya ribuan, dan kami melakukan audiensi dengan lebih dari 100 kelompok,” kata Jimly.Jimly menegaskan komisi memakai pendekatan partisipatoris karena keputusan yang akan diambil bersifat strategis. “Ini keputusan besar dalam demokrasi konstitusional kita, sehingga seluruh pihak harus dilibatkan,” tambahnya.Sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga, termasuk KPK, OJK, Lemhannas, Kementerian ESDM, ATR/BPN, serta kementerian sektor lainnya, menyampaikan kebutuhan institusional terhadap keberadaan personel Polri, khususnya untuk fungsi penegakan hukum, penyelidikan, dan penyidikan. Namun, mayoritas instansi menilai penyesuaian kebijakan perlu disertai masa transisi yang memadai.Menutup rapat, Yusril menegaskan adanya kesepakatan untuk segera menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan UU Kepolisian. “Jika kita jelaskan secara terbuka kepada publik, ini akan meredakan keresahan. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama draf RPP dapat kita selesaikan,” pungkasnya.Penulis: PNO-1Editor: GF   20 Des 2025, 18:31 WIT
Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Aceh Tamiang, Polri Siap Membangun 300 Titik Sumur Bor Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Polri berencana membangun sebanyak 300 titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat. Program ini akan menjangkau 216 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan sasaran utama masjid dan musholla, puskesmas, sekolah, lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya.Hingga Jumat, 19 Desember 2025, progres pembangunan sumur bor telah mencapai 23 titik yang sudah operasional. Rinciannya meliputi pembangunan sumur bor baru di Polres Aceh Tamiang, 14 titik di masjid dan musholla, 1 titik di Posko Terminal Kuala Simpang, 1 titik di pesantren, 1 titik di sekolah, 1 titik di lokasi pengungsian, serta 2 titik di perumahan warga. Selain itu, Polri juga merehabilitasi 2 titik sumur bor milik warga agar kembali dapat dimanfaatkan.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa program pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pascabencana.“Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar seluruh target pembangunan 300 titik sumur bor dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran.Program ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang pasca musibah banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam penanggulangan dampak bencana. PNO-12 20 Des 2025, 18:23 WIT
Prof Juanda: Perpol 10/2025 Sejalan Putusan MK, Polri Tak Bisa Lantik Pejabat di Luar Struktur Papuanewsonline.com, Jakarta - Pasca diberlakukannya Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025, dinamika perdebatan publik terus mengemuka. Berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga para ahli lintas disiplin, menyampaikan pandangan pro dan kontra atas regulasi tersebut.Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H, menilai perbedaan pandangan tersebut merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Menurutnya, kebebasan berpendapat dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945, selama tidak memaksakan kehendak atau membangun stigma negatif terhadap pihak yang berbeda pendapat.Menanggapi pernyataan Prof. Jimly Asshiddiqie yang menyebut “Polri tak bakal lantik pejabat di luar struktur usai penerbitan Perpol 10 Tahun 2025”, Prof Juanda menilai pandangan tersebut objektif dan memiliki dasar hukum yang kuat.“Pendapat Prof Jimly sangat objektif dan sesuai dengan semangat, jiwa, serta alasan filosofis, sosiologis, dan yuridis atau ratio decidendi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PUU-XXIII/2025,” ujar Prof Juanda, Sabtu (20/12).Prof Juanda menjelaskan, dalam pertimbangan hukum Putusan MK tersebut ditegaskan bahwa Pasal 28 ayat (3) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian NRI tetap berlaku, yakni:“Anggota Kepolisian NRI dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.”Namun demikian, MK hanya menyatakan bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 terhadap frasa “atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri”. Artinya, penjelasan lain mengenai makna jabatan di luar kepolisian tetap diakui dan tidak dibatalkan.“Makna jabatan di luar kepolisian adalah jabatan yang tidak mempunyai sangkut pautnya dengan kepolisian atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri,” jelasnya.Atas dasar itu, Prof Juanda menegaskan bahwa pasca Putusan MK Nomor 114, Kapolri tidak memiliki kewenangan melantik pejabat yang menduduki jabatan di luar kepolisian karena tidak memiliki hubungan fungsional dengan tugas kepolisian.“Secara hukum, Polri memang tidak boleh melantik pejabat yang tidak memiliki sangkut paut dengan kepolisian. Tapi jika jabatan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan tugas kepolisian, maka masih dimungkinkan dan sah sepanjang mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.Terkait Perpol Nomor 10 Tahun 2025, Prof Juanda sependapat bahwa regulasi tersebut harus dilihat sebagai sarana hukum antara untuk mengisi kekosongan hukum pasca Putusan MK 114. Meski demikian, ia mencatat adanya perbedaan pandangan dengan Prof Jimly dalam hal perincian jumlah kementerian, lembaga, atau badan yang disebutkan dalam Perpol tersebut.“Menurut saya, penyebutan jumlah kementerian atau lembaga dalam Perpol 10 Tahun 2025 justru penting agar tidak menimbulkan bias dan multiinterpretasi di tengah masyarakat,” katanya.Ke depan, Prof Juanda mendorong agar pengaturan mengenai jenis-jenis jabatan yang memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian diatur secara limitatis dalam undang-undang atau peraturan pemerintah, sehingga Perpol memiliki landasan dan payung hukum yang lebih kuat.“Untuk saat ini, Perpol 10 Tahun 2025 tetap sah berlaku sebagai sarana hukum antara, sambil menunggu adanya pengaturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” pungkas Prof Juanda, yang juga Ketua Dewan Pembina Peradi Maju Indonesia dan Founder Treas Constitutum Institute. PNO-12 20 Des 2025, 18:09 WIT
Kombes Agus Pimpin Apel Perdana Operasi Lilin Salawaku 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Direktur Samapta Polda Maluku, Kombes Pol. Agus Pujianto, S.H., M.Si, menekankan kepada seluruh personel Satgas Operasi Lilin Salawaku 2025 agar dapat melayani masyarakat secara humanis.Penekanan ini disampaikan Kombes Agus sebagai Kepala Satuan Tugas Daerah (Kasatgasda) saat memimpin apel perdana Operasi Lilin Salawaku 2025 di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Sabtu (20/12/2025).Kombes Agus Pujianto menegaskan pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah resmi dijalankan hari ini."Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Ini adalah Operasi Kepolisian terpusat, sehingga kehadiran dan dedikasi setiap personel sangat diutamakan," tegasnya.Setiap personel yang menjalankan tugas diingatkan terkait beberapa hal penting. Pertama yaitu kedisiplinan. Seluruh personel wajib mengikuti apel pagi dan melaksanakan tugas sesuai ploting yang telah ditentukan. Kehadiran fisik merupakan bentuk kesiapan Polri dalam melayani masyarakat.Kedua, Kombes Agus menekankan pelaporan secara berjenjang wajib dilakukan. Setiap Satgas diinstruksikan untuk melaporkan hasil kegiatan dan perkembangan situasi secara rutin. Laporan setiap hari penting sebagai bahan evaluasi pimpinan.Ketiga, pelayanan secara humanis. Personel ditekankan untuk menjaga profesionalisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah Natal maupun aktivitas libur akhir tahun."Saya berharap seluruh personil memahami tanggung jawabnya masing-masing, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pastikan juga situasi kamtibmas di Maluku tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman," tutup Kombes Agus Pujianto. PNO-12 20 Des 2025, 17:57 WIT
PKS Mimika Serahkan Beasiswa PIP 2025 dan Gelar Talkshow Hari Ibu di Hotel Serayu Timika Papuanewsonline.com, Mimika - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mimika menggelar acara penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2025 dan Talkshow Hari Ibu pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Serayu Timika, Papua Tengah, dan dihadiri oleh Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Ardi, S.T., tokoh masyarakat, serta para penerima beasiswa.“Kami bersyukur dapat menghadirkan program nyata bagi anak-anak Mimika melalui Fraksi PKS,” ujar Ardi dalam sambutannya.Beasiswa PIP yang diserahkan dalam kegiatan ini merupakan titipan dari Fraksi PKS DPR RI. Ardi menyampaikan program tersebut secara khusus berasal dari Anggota DPR RI Komisi X Reni Astuti, kemudian dialokasikan untuk Papua Tengah melalui koordinasi lintas fraksi.Dari total 100 kuota yang tersedia, 63 siswa di Mimika dinyatakan layak menerima beasiswa. Penetapan penerima dilakukan setelah melewati seleksi sistem oleh Kementerian Pendidikan, sehingga penerima yang hadir merupakan siswa yang sudah masuk dalam hasil verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.“Semoga beasiswa ini bermanfaat dan memotivasi anak-anak untuk terus berprestasi,” tambah Ardi.Selain penyerahan beasiswa, PKS Mimika juga merangkaikan kegiatan dengan talkshow Hari Ibu bertema “Ibu Sehat dan Bahagia Melahirkan Keluarga yang Tangguh.” Talkshow ini menghadirkan drg. Praprimadani Mursyid dan Anis Miftahatul Jannah, S.Pd sebagai pemateri, dengan dukungan DPD PKS Kabupaten Mimika sebagai bagian dari penguatan peran keluarga.Dalam kesempatan yang sama, Ardi menyampaikan sejumlah program strategis yang ia kawal sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Tengah. Ia menyebut bantuan rumah bagi guru dan tenaga kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis, pembayaran tunggakan BPJS, serta dukungan bagi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan.“Menjadi anggota dewan berarti bekerja keras dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang adil,” pungkasnya. Ia juga berharap program PIP dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya terus dirasakan penerima dan keluarga di Mimika.Penulis: BimEditor: GF   20 Des 2025, 17:33 WIT
Pemerintah Masih Acuh saat Semarak Natal Belum Hadir, Labeti Cinta Mimika inisiatif Galang Donasi Papuanewsonline.com, Mimika - Komunitas Lahir Besar Timika (Labeti) Cinta Mimika menggelar aksi donasi sukarela untuk menghias Kota Timika menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Jalan Budi Utomo, Bundaran Timika Indah (TI), ikon Kabupaten Mimika yang memiliki tugu perdamaian.Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, ikut memberi donasi secara sukarela. Aksi ini mengandalkan partisipasi publik di titik yang ramai dilalui, sehingga dukungan datang dari berbagai kalangan yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan bundaran.“Kita semua ingin kota ini terasa meriah saat Natal,” ujar salah satu warga yang berdonasi.Ketua Komunitas Labeti, Ronald Windessy, menjelaskan ia merasa terpanggil karena sudah memasuki pertengahan Desember namun belum terlihat kegiatan yang mewarnai suasana Natal di Timika. Ia menilai momen perayaan membutuhkan penataan yang nyata di ruang publik agar warga merasakan atmosfer hari besar keagamaan.“Kota yang disebut ‘kota Dollar’ ini belum ada semarak Natal, jadi kami secara spontan membantu Pemkab Mimika menghias bundaran ikonik ini,” katanya.Ronald juga menyinggung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika yang sebelumnya menerbitkan surat edaran Bupati Nomor 65 Tahun 2025 pada 8 Desember 2025, yang meminta seluruh unsur memasang lampu hias. Namun hingga pertengahan Desember, ia menilai semarak perayaan belum terlihat di sejumlah titik yang menjadi wajah kota.Melalui kegiatan ini, Ronald berharap aksi donasi bisa mengetuk perhatian pemerintah agar lebih fokus pada perayaan hari besar keagamaan. Ia menilai upaya membangun suasana Natal tidak cukup berhenti di imbauan, tetapi perlu terlihat di lapangan melalui pengaturan dan dukungan yang jelas.Ia menyampaikan bahwa mayoritas warga Nasrani perlu memberi contoh kepada daerah lain, lalu ia memandang perayaan Natal sebagai peristiwa sakral yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menyebut, jika donasi mencukupi, komunitas berencana melanjutkan kegiatan ke Bundaran SP2. “Kalau donasi mencukupi, kami akan lanjutkan ke Bundaran SP2,” pungkasnya. Ia menegaskan kegiatan ini bukan politik, melainkan tanggung jawab umat Kristiani untuk menciptakan suasana seagamaan.Penulis: JidEditor: GF 20 Des 2025, 17:28 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT