logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA Hukum & Kriminal Homepage
TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Tolak Perayaan Kemerdekaan, Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Papuanewsonline.com, Mimika – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis pernyataan Sabtu (8/8/2026) yang menyatakan penolakan tegas terhadap peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Papua. Kodap III Ndugama Derakma mengaku telah melakukan penembakan dan penyerangan sepanjang ruas jalan Trans Wamena menuju Kampung Walesi sekitar pukul 12.04–13.00 WIT, dan menyatakan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut.Pelaksanaan penyerangan dipimpin Ebarowak Gwijangge bersama Paldo Nirigi dan Batalyon 8 Albu di bawah perintah Brigjen Egianus Kogeya dan Mayor Maleo Kogeya. Pihaknya menyebut aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap perayaan kemerdekaan bangsa lain di atas tanah Papua. Jumlah korban dari pihak lawan diklaim ada, namun belum dapat dipastikan jumlah pastinya.Brigjen Egianus Kogeya menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto agar seluruh aktivitas pemerintahan di Papua segera dihentikan. Jika tidak diindahkan, pihaknya mengancam akan menindak tegas siapa pun yang dianggap mendukung kehadiran pemerintah, termasuk pelaku usaha, jasa pengemudi, hingga proyek pembangunan yang berjalan di wilayah tersebut.TPNPB juga mengingatkan masyarakat Papua bahwa hari kemerdekaan yang diperingati adalah tanggal 1 Desember 1961, bukan tanggal peringatan kemerdekaan negara lain. Pernyataan ini kembali menegaskan pandangan yang berbeda terhadap status dan peringatan hari kemerdekaan di tanah Papua.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 08:35 WIT
Diduga Dua Gedung Casino di Lubuk Baja Batam Milik Akao, Berkedok Ruko di Atas Dapur MBG Papuanewsonline.com, Kepri, - Praktik perjudian berkedok ruko diduga beroperasi secara terang-terangan di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.Dua gedung ruko di wilayah Lubuk Baja tersebut diduga kuat dijadikan sebagai markas judi Casino skala besar yang meresahkan warga.Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Sabtu (8/8/2026), di dalam dua gedung tersebut beroperasi berbagai jenis permainan judi. Mulai dari permainan mesin ketangkasan, GELPER (gelanggang permainan), tembak ikan, bola pingpong, hingga mesin SLOT.Modus kamuflasenya terbilang rapi. Di lantai bawah salah satu ruko yang diduga jadi arena Casino tersebut terdapat Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari beraktivitas. Di samping bangunan terdapat kos-kosan Double D Residence, sementara di sepanjang lantai bawah ruko lainnya dipenuhi dengan arena permainan Gelper.Informasi yang beredar di kalangan warga sekitar, dua gedung yang dijadikan arena judi tersebut diduga milik seorang yang dikenal dengan nama Akao.Warga mengaku aktivitas keluar masuk pemain hingga larut malam di kawasan padat penduduk di Kecamatan Lubuk Baja ini membuat warga tidak nyaman dan khawatir akan dampak sosial bagi lingkungan.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan praktik perjudian di Kecamatan Lubuk Baja tersebut.Warga mendesak Kapolresta Barelang dan Polda Kepri untuk segera turun melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi yang dimaksud.Penulis: SuryadiEditor.  : Of 08 Agu 2026, 21:35 WIT
TPNPB Pimpinan Egianus Kogoya Mengaku Bertanggungjawab Atas Penembakan di Lokasi Festival Walesi Papuanewsonline.com, Wamena - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab penuh atas rangkaian penembakan dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di sepanjang Jalan Trans Wamena, dan lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT.Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, berdasarkan laporan lapangan yang disebutnya diterima langsung dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogoya." Benar, TPNPB bertanggungjawab dan penembakan itu dilakukan pasukan TPNPB Batalion 8 Albu dipimpin Ebarowak Gwijangge dibawa komando Kodap III Dugama Derakma," tegas Sebby Sambom.Sebby mengaku penyerangan itu dilakukan atas perintah komandan operasi kodap III Ndugama Derakma Brigjen Egianus Kogoya.Secara tegas Sebby mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk penolakan tegas terhadap kemerdekaan Indonesia di atas Tanah Papua."Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia dan baku tembak di Kampung Walesi hingga mengakibatkan terjadinya jatuh korban jiwa terhadap aparat militer Indonesia dan agen-agennya itu kami siap bertanggung jawab penuh," ujar Sebby.Kata Sebby pihaknya belum bisa memastikan kondisi korban, apakah meninggal dunia atau tidak." Kami sudah ingatkan berkali kali kalau Wamena itu masuk wilayah operasi karena banyak pengerahan batalyon-batalyon militer Indonesia di wilayah tersebut," Terangnya.Ancaman ke Pemerintah PusatDalam siaran pers yang sama, komanda kodap III Dugama Derakma Brigjen Egianus Kogoya melayangkan ultimatum kepada Presiden Prabowo Subianto agar seluruh aktivitas pemerintahan Indonesia di Tanah Papua segera ditutup.Ancaman yang disampaikan meliputi yakni TPNPB siap tembak mati semua pihak yang dinilai mendukung pemerintah Indonesia.Pasukan TPNPB akan melakukan eksekusi terhadap pemilik kios, tukang ojek, dan proyek-proyek pembangunan versi Indonesia di Papua.TPNPB juga mengimbau warga Papua untuk tidak memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, melainkan hanya memperingati 1 Desember 1961 yang mereka klaim sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua.Diketahui Dua warga sipil menjadi korban penembakan di pintu masuk utama lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada hari ini Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT.Insiden terjadi saat korban hendak memasuki area festival yang sedang berlangsung pada hari kedua pelaksanaan.Identitas dan Kondisi KorbanBerdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kedua korban adalah:1. Laode Muhammad Ojo (43) - profesi tukang, mengalami luka tembak pada lutut kanan. 2. Salbia (50) - profesi wiraswasta, mengalami luka tembak pada paha kanan dan punggung tangan kanan. Keduanya berada dalam satu kendaraan bersama seorang saksi mata bernama Yadin Fadilah (20) saat insiden terjadi.Kedua korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena. Kondisi keduanya dilaporkan dalam keadaan sadar dan masih menjalani tindakan medis lanjutan.Kronologi awal bermula ketika para korban dan saksi melintas di gerbang utama menuju lokasi FBLB di Walesi. Tanpa diduga, terdengar letusan senjata api yang kemudian mengenai kedua korban di dalam kendaraan.Merespons insiden tersebut, aparat keamanan dari Kompi Brimob Wamena dan Polres Jayawijaya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.Kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 untuk sementara dihentikan menyusul kejadian ini guna kepentingan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).Editor: OF 08 Agu 2026, 20:01 WIT
KPK Pulihkan Aset Negara Rp289 Miliar di Semester I 2026, Perkuat Efek Jera Koruptor Papuanewsonline.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian keuangan negara secara optimal.Melalui Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi), KPK memastikan sejumlah aset hasil tindak pidana korupsi senilai Rp289 miliar berhasil dipulihkan dan diserahkan kembali kepada negara pada Semester I tahun 2026.Capaian tersebut berasal dari 176 aset dari 33 perkara korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap. Aset yang dipulihkan didominasi barang tidak bergerak berupa tanah dan bangunan, serta barang bergerak seperti kendaraan, emas, dan barang mewah lainnya.  Direktur Labuksi KPK, Mungki Hadipratikto menjelaskan, lelang barang rampasan dilaksanakan secara serentak melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagai bagian dari strategi asset recovery nasional.  "Pelaksanaan lelang merupakan bagian dari komitmen KPK dalam mengoptimalkan pemulihan aset, sehingga aset hasil tindak pidana korupsi dapat kembali memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat," ujar Mungki melalui keterangan tertulis yang diterima Media Papuanewsonline.com, Sabtu (8/8/2026).Tidak Hanya Lelang, Juga Hibah untuk PublikSelain penyetoran ke kas negara, KPK juga mengoptimalkan pemanfaatan aset rampasan melalui mekanisme Penetapan Status Penggunaan (PSP) dan hibah.Hingga Semester I 2026, optimalisasi aset melalui mekanisme PSP dan hibah telah mencapai sekitar Rp226 miliar, yang menjadi nilai optimalisasi terbesar dalam pengelolaan aset hasil korupsi selama periode tersebut.  Aset-aset tersebut diserahkan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk kepentingan publik, seperti yang dilakukan kepada Kejaksaan Agung, BP2MI, dan Kementerian Pekerjaan Umum.Hal ini dipertegas bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya soal vonis pengadilan, tetapi bagaimana aset hasil kejahatan dapat kembali dan dimanfaatkan negara.Strategi Beri Efek JeraKPK menegaskan, perampasan serta pemulihan aset menjadi bagian penting dari strategi penindakan yang harus terus diperkuat.Tujuannya agar hukuman terhadap hasil kejahatan korupsi tidak hanya memberikan sanksi pidana badan, tetapi juga memastikan para pelaku benar-benar kehilangan hasil kejahatannya dan memberikan efek jera.Langkah ini juga menandai komitmen KPK agar barang rampasan tidak hanya berhenti sebagai barang bukti, namun kembali produktif mendukung kepentingan masyarakat luas.Editor: OF 08 Agu 2026, 19:51 WIT
Jubir TPNPB Buka Suara Soal Penembakan di Pintu Masuk FBLB Wamena Papuanewsonline.com, Wamena - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, angkat bicara terkait insiden penembakan yang terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Wamena, Sabtu (8/8/2026).Sebby Sambom membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai kronologi versi TPNPB maupun pihak yang bertanggung jawab atas aksi itu.Menurutnya, pihaknya masih menunggu laporan resmi dan lengkap dari pasukan TPNPB yang berada di lapangan di wilayah Wamena."Benar ada penembakan di Wamena, tapi untuk kronologi lengkap kami masih menunggu laporan dari pasukan di lapangan," ujar Sebby Sambom dalam keterangan yang diterima.Lebih lanjut, Sebby menyebut perayaan festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan 17 Agustus, sehingga harus dibubarkan dengan cara apa pun."Kami tegaskan kepada seluruh rakyat Papua untuk tidak perlu merayakan 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Indonesia. Karena orang Papua tidak pernah ikut berjuang di kemerdekaan Indonesia," tegasnya.Ia menyatakan, siapa pun yang merayakan kemerdekaan 17 Agustus di tanah Papua wajib ditembak."Orang Papua tidak boleh mengibarkan bendera di rumah-rumah. Itu dilarang. Yang mengibarkan bendera di situ, aparat penjaga harus tembak. Begitu. Sekarang kami tegaskan semuanya. Tidak boleh ikut perayaan Indonesia merdeka. Orang tua kami tidak pernah ikut berjuang di kemerdekaan Indonesia. Itu bagian dari program perayaan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Maka kami tolak dan harus tembak, siapa pun yang terlihat," pungkasnya.Hingga saat ini, aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan Brimob masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Polisi belum merilis pernyataan resmi terkait motif dan identitas pelaku yang masih dikategorikan sebagai Orang Tak Dikenal (OTK).Editor: OF 08 Agu 2026, 18:31 WIT
Festival Budaya Wamena Mencekam - 2 Warga Ditembak OTK di Pintu Masuk FBLB Papuanewsonline.com, Wamena - Insiden penembakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) mencederai pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026). Dua warga sipil menjadi korban luka tembak di pintu masuk utama lokasi festival.Peristiwa terjadi pada hari kedua pelaksanaan festival, sekitar pukul 12.45 WIT, di gerbang utama lokasi FBLB di Distrik Walesi.Korban dan Kondisi TerkiniBerdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, kedua korban berada dalam satu kendaraan bersama seorang saksi:1. Laode Muhammad Ojo (43)Profesi tukang. Mengalami luka tembak pada lutut kanan.2. Salbia (50)Profesi wiraswasta. Mengalami luka tembak pada paha kanan dan punggung tangan kanan.Saksi mata dalam kendaraan tersebut diidentifikasi bernama Yadin Fadilah (20).Kedua korban telah dievakuasi dan saat ini menjalani penanganan medis di ruang tindakan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena. Kondisi keduanya dilaporkan sadar dan masih dalam tindakan medis lanjutan.Kronologi SingkatInsiden terjadi saat korban dan saksi melintas di gerbang utama menuju area FBLB di Walesi untuk memasuki area festival. Tanpa diduga, terdengar letusan senjata api dari arah yang belum diketahui, yang kemudian mengenai kedua korban yang berada di dalam kendaraan.Hingga berita ini diturunkan, jumlah pelaku, jenis senjata api yang digunakan, dan jarak tembak masih dalam penyelidikan.Respons Aparat dan Status FestivalAparat keamanan dari Kompi Brimob Wamena dan Polres Jayawijaya langsung merespons dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.Sebagai langkah pengamanan dan untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 dihentikan sementara.Pihak kepolisian hingga saat ini belum merilis pernyataan resmi terkait motif penembakan. Status pelaku masih dikategorikan sebagai Orang Tak Dikenal (OTK). Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.KonteksFestival Budaya Lembah Baliem ke-34 merupakan agenda tahunan yang masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.Berdasarkan data resmi Pemkab Jayawijaya, festival tahun ini dijadwalkan berlangsung 7-10 Agustus 2026. Atraksi utama berupa perang-perangan adat dan pertunjukan budaya dipusatkan di Distrik Walesi pada 7-8 Agustus.Untuk pengamanan, hampir 500 personel gabungan disiapkan kepolisian sesuai rencana pengamanan awal.Editor: OF 08 Agu 2026, 17:04 WIT
Dianu Omaleng: Kinerja APH Mimika Amburadul, Hukum Tak Boleh Tunduk Pada Uang Dan Kuasa Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda dan Intelektual Mimika, Dianu Omaleng, menyoroti merosotnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum (APH) di Kabupaten Mimika.Ia menilai kinerja penegakan hukum di daerah saat ini amburadul dan jauh dari rasa keadilan."Lembaga penegak hukum sejatinya benteng terakhir pencari keadilan, khususnya masyarakat kecil. Namun realita di Mimika hari ini menunjukkan krisis profesionalisme yang mendalam," ujar Dianu dalam rilis tertulis kepada papuanewsonline.com Jumat (7/8/2026).Perkara Dibiarkan Berlarut-larutDianu menyoroti menumpuknya perkara sengketa tanah warga dan dugaan tindak pidana korupsi yang dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum.Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa APH hanya bergerak cepat ketika ada aksi massa atau tekanan publik."Sikap pasif dan dugaan keberpihakan oknum APH kepada pemilik modal maupun pemegang kekuasaan telah melukai rasa keadilan. Hak-hak masyarakat kecil dan pemilik hak ulayat dikesampingkan," katanya.4 Tuntutan ke APH dan Lembaga PengawasDianu menyampaikan 4 sikap tegas dari unsur Tokoh Pemuda dan Intelektual Masyarakat Mimika:1. Hentikan Pembiaran PerkaraMenuntut Kejaksaan Negeri Mimika, Pengadilan Negeri Timika, dan Polres Mimika bekerja profesional, transparan, dan tidak menunggu tekanan massa.2. Prioritaskan Sengketa Tanah dan KorupsiMendorong penyelesaian sengketa tanah rakyat secara adil dan bermartabat. Serta menuntaskan kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan daerah.3. Desak Pengawasan Lembaga NegaraMengimbau Komisi Yudisial, Komisi Kejaksaan, Ombudsman RI, dan KPK melakukan pengawasan melekat terhadap kinerja APH di Mimika guna mencegah praktik transaksional.4. Ajak Masyarakat MengawalMengajak lembaga adat, tokoh agama, LSM, dan insan pers untuk terus menyuarakan kebenaran demi tegaknya hukum yang berkeadilan."Penegakan hukum tidak boleh tunduk pada uang dan kekuasaan. Keadilan harus hadir dan dirasakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali," pungkas Dianu Omaleng.Penulis: HendrikEditor: OF 07 Agu 2026, 20:52 WIT
Ratusan Warga Ugimba Mengungsi, TPNPB: Operasi Militer Demi Amankan Eksploitasi Emas Blok Wabu Papuanewsonline.com, Mimika – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan Jumat (7/8/2026) bahwa ratusan warga sipil dari Distrik Ugimba terpaksa mengungsi ke dalam hutan hingga ke pusat Kota Sugapa, Intan Jaya, sejak 3 Agustus lalu. Pengungsian ini disebut terjadi imbas operasi gabungan udara dan darat yang digelar aparat militer, yang menurut pihak TPNPB bertujuan mengamankan rencana eksploitasi emas di Blok Wabu.Dalam operasi tersebut, disebutkan sembilan helikopter digunakan untuk mendaratkan pasukan di antaranya di halaman gereja, disertai pergerakan pasukan darat yang dikawal ketat dari udara. Warga yang terdiri dari balita, ibu hamil, lansia, dan orang sakit terpaksa meninggalkan rumah karena penembakan yang terjadi sepanjang pergerakan pasukan. Sebagian baru tiba di Sugapa pada 5–7 Agustus, sementara sisanya masih bertahan di dalam hutan.TPNPB menegaskan operasi ini disiapkan untuk memindahkan pemilik hak ulayat dari wilayah yang rencananya akan dibuka untuk penambangan pada Agustus 2026. Pihaknya mendesak PBB segera membentuk tim investigasi independen guna menelaah situasi kemanusiaan dan konflik bersenjata yang melanda tanah Papua.Mengacu data pemantauan, tercatat lebih dari 125.931 warga sipil telah menjadi pengungsi internal dan belum memperoleh perlindungan serta bantuan yang layak. TPNPB meminta Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB turun tangan langsung agar hak hidup warga terjamin.Penulis: JidEditor: OF 07 Agu 2026, 20:49 WIT
Polda Maluku Utara Gagalkan Dugaan Penyelundupan Senjata Ke Papua, 3 Tersangka Ditangkap Papuanewsonline.com, Ternate - Polda Maluku Utara menggagalkan dugaan penyelundupan senjata api ilegal yang diduga akan dikirim ke wilayah Papua. Tiga orang tersangka berhasil diamankan dalam operasi di wilayah Halmahera Utara pada Kamis (6/8/2026).3 Tersangka dan Ratusan Amunisi DiamankanKapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman mengatakan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum dan Ditintelkam Polda Maluku Utara."Ini hasil kerja intelijen dan penyelidikan intensif. Dugaan kuat senjata ini akan dikirim ke Papua. Kami masih dalami jaringan dan tujuan akhirnya," tegas Irjen Arif Budiman kepada wartawan di Ternate, Kamis (6/8/2026).Dari tangan para tersangka berinisial BS alias UB, ZS, dan SC, petugas menyita sejumlah pucuk senjata api ilegal dan ratusan butir amunisi. Rincian jenis dan jumlah senjata belum dirilis secara lengkap karena masih dalam proses penyidikan.Didalami Jaringan dan Jalur DistribusiSaat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolda Maluku Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pemasok, jalur distribusi, dan pihak penerima senjata di Papua.Polda Maluku Utara memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal.Pengungkapan ini mendapat apresiasi karena dinilai berhasil mencegah potensi eskalasi konflik bersenjata di wilayah timur Indonesia.Penulis: HendrikEditor: OF 07 Agu 2026, 16:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT