logo-website
Minggu, 08 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Polda Maluku Razia Simpatik Anggota Polri dan Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Operasi Simpatik Salawaku Polda Maluku Tahun 2025 tak hanya menyasar masyarakat, namun juga terhadap anggota Polri yang menggunakan kendaraan bermotor.Operasi Simpatik Salawaku pada Rabu (18/6/2025) hari ini dihelat di sejumlah ruas jalan di kota Ambon seperti di Jalan dr. Leimena, Poka, dan Jalan Rijali, Belakang Soya.Dalam operasi kali ini melibatkan personel Direktorat Lalu Lintas dan Propam Polda Maluku untuk merazia anggota Polri yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas."Hari ini operasi menyasar pengemudi mobil angkot maupun pengendara ojek. Selain itu juga terhadap anggota Polri," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminnulla, S.IK., M.H.Dalam operasi tersebut ditemukan sejumlah pelanggaran lalu lintas. Para personel lalu lintas kemudian melakukan peneguran dan memberikan edukasi atau sosialisasi tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas."Para pengemudi angkot maupun pengendara motor yang ditemukan melanggar aturan lalulintas ditegur untuk tidak mengulangi pelanggaran seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua, tidak punya spion, knalpot reacing, maupun tidak menggunakan sabuk pengamanan," ungkapnya.Selain melakukan pengaturan lalulintas, tim operasi Simpatik juga melakukan patroli di ruas jalan yang rawan kemacetan. Sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan dan berpotensi menyebabkan kemacetan ditegur untuk memindahkan kendaraannya. PNO-12 18 Jun 2025, 17:55 WIT
Kontak Tembak di Intan Jaya, TPNPB Klaim Tembak Dua Aparat Militer Indonesia Papuanewsonline.com, Intan Jaya,-Kontak tembak antara  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan aparat militer Indonesia (TNI/Polri) kembali pecah di wilayah Bulapa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu  (18/6/2025).Juru Bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambom keterangan tertulis membenarkan bahwa, manejemen markas pusat TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Angin Bula Mayor Enos Tipagau yang menyebut bahwa aparat keamanan Indonesia melakukan operasi ke markas TPNPB di Bulapa pada Rabu (18/6) sekitar pukul 05.00 WIT.Saat aparat keamanan melakukan operasi diketahui pasukan TPNPB, sehingga pasukan TPNPB menyerang dan  terjadi kontak tembak dengan TNI/Polri." Pasukan TPNPB berhasil tembak dua  aparat keamanan Indonesia, dua orang mereka terkena tembakan," ujar Sebby.Sebby menjelaskan, baku tembak terjadi sejak jam 05.00 pagi hingga jam 08.45 dipimpin langsung Wakil Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kolonel Apeni Kobogau, Abertinus Kobogau, dan Karel Tipagau. " Warga sipil yang tinggal di Kampung Bulapa akhirnya mengungsi ke Gereja dan lain sedang lari ke hutan untuk mencari perlindungan," Tegasnya.Sebby meminta agar Presiden Prabowo memerintahkan  Panglima TNI, dan Kapolri, agar dalam operasi militer TNI/Polri di Intan Jaya memperhatikan keslamatan warga sipil." Warga masyarakat tidak tahu apa-apa, jadi hentikan  penembakan liar, penangkapan, dan pembunuhan terhadap warga sipil,” tandas Sebby Secara tegas Sebby menyampaikan bahwa pasukan TPNPB akan tetap berjuang hingga Indonesia mengakui kemerdekaan Bangsa Papua.Jika Presiden ingin menyelesaikan akar persoalan konflik bersenjata di tanah Papua pihak TPNPB/OPM siap bertemu di meja perundingan internasional yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang netral.Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari TNI/Polri atas peristiwa ini.(Fadli) 18 Jun 2025, 12:44 WIT
TPNPB/OPM Serang Bandara Aminggaru Ilaga Papuanewsonline.com, Timika-, TPNPB/OPM dilaporkan memberondong tembakan senjata api ke  Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Rabu (18/6/2025) pagi.Data yang diterima Media Papuanewsonline.com menyebutkan penembakan dari kelompok TPNPB/OPM di Bandara Ilaga sekitar pukul 7:00 Wit, saat aktifitas pada bandara terlihat padat.Dari Video amatir yang beredar di Group WhatsApp masyarakat yang memenuhi bandara Aminggaru Ilaga, langsung berhamburan dan lari menyelamatkan diri, saat rentetan tembakan terdengar.TNI/Polri yang berada di lokasi bandara langsung memberikan respon dengan membalas tembakan.Atas insiden ini, Personil TNI/ Polri sudah dapat mengamankan situasi bandara dan mengejar para pelaku, namun Otoritas Bandara setempat untuk sementara menghentikan aktifitas dengan waktu yang belum ditentukan.Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari TNI/Polri atas insiden tersebut.Diketahui sebelum insiden ini, TPNPB/OPM Kodap Ilaga, yang beroperasi di Kabupaten Puncak sudah mengancam bakal menembak pesawat sipil.Hal itu disampaikan langsung oleh TPNPB/OPM Kodap Ilaga melalui Video dan keterangan tertulis yang dirilis, Minggu (15/6/2026). Pekan kemarin." TPNPB Kodap Ilaga siap tembak pesawat sipil yang telah ditetapkan oleh TPNPB menjadi DPO dan seluruh pesawat sipil yang melakukan pendropan pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke wilayah konflik bersenjata di Ilaga," ucap pimpinan Kodap Ilaga Pilatus Waker.Kata Pilatus Waker, TPNPB telah menetapkan pesawat sipil menjadi target penembakan karena pesawat sipil telah bekerja sama dengan Militer Indonesia dalam hal ini, pada 07 Juni 2025  Pesawat sipil dengan Nomor Penerbangan PK-ELM milik PT. Elang Nusantara Air telah mengangkut pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke Nduga." Kami dapat laporan saat itu secara bertahap diantaranya Pangkogapwilhan III, Menteri Keuangan RI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia yang bagi kami TPNPB telah melanggar aturan karena aparat militer dilarang menggunakan pesawat sipil untuk menjalankan aktivitasnya di wilayah perang," Tegasnya.Pilatus Waker menyatakan Terkait dengan hal tersebut,  TPNPB Kodap Ilaga menghimbau kepada seluruh warga sipil dari Nabire dan Timika yang bertujuan ke Puncak Ilaga untuk berhati-hati, karena pasukan TPNPB telah  siap menembak seluruh pesawat sipil  yang beroperasi di wilayah perang." Masyarakat sipil yang dari Nabire dan Timika ke Ilaga harus berhati-hati, karena kami tidak kasi ampun bagi  pesawat-pesawat sipil yang  melakukan pendropan pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke Ilaga dan seluruh wilayah konflik bersenjata di tanah Papua, kami akan tembak," Tegasnya.Lanjut dia, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh pasukan TPNPB dari Sorong sampai Samarai, untuk menutup jalan-jalan yang sedang dibuka oleh Pemerintah Indonesia." Jalan dari Nabire tujuan Ilaga yang saat ini sudah memasuki kampung Wandae, Kabupaten Intan Jaya, akan kami tutup, dan bakar seluruh alat-alat berat yang sedang membongkar jalan, sekaligus siap lakukan eksekusi terhadap para karyawan," Tegasnya.Pilatus Waker mengatakan bahwa pembangunan jalan bukan tujuan utama bagi orang Papua, namun pembangunan jalan raya demi meloloskan operasi militer indonesia di seluruh tanah Papua dan juga demi kepentingan eksploitasi sumber daya alam Papua." Pasukan TPNPB akan mengambil sikap tegas bagi seluruh perusahan-perusahan yang sedang beroperasi diatas tanah Papua, kami akan lakukan operasi," Pungkasnya.(Red) 18 Jun 2025, 09:56 WIT
Lagi! TPNPB Kodap Yahukimo Bacok Warga Sipil Papuanewsonline.com, Yahukimo,- TPNPB/OPM Kodap Yahukimo pimpinan Elkius Kobak kembali membacok warga sipil. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 19.40 WIT, di Jalan Seradala Km 2, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.Korban diketahui bernama Ujang Supriyatna (29), seorang wiraswasta asal Banten yang saat ini bertempat tinggal di Yahukimo. Korban Ujang dibacok dengan senjata tajam pada beberapa bagian tubuh, sehingga Saat ini, dirawat  intensif di RSUD Dekai.Kejadian ini diketahui bermula saat tetangga korban inisial AK (45) sekira jam 19.40 WIT sedang berada di dalam rumah tiba-tiba mendengar teriakan orang minta tolong, sehingga pada saat pintu rumahnya dibuka, korban sudah dalam kondisi bersimbah darah, seraya korban berkata "saya dibacok,tolong bawa ke rumah sakit". Kemudian saksi AK  memanggil warga untuk membawa korban ke rumah sakit.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, membenarkan kejadian tersebut."Benar, telah terjadi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap salah satu warga sipil di Yahukimo, korban saat ini telah menjalani perawatan intensif di RSUD Dekai. Saat ini, personel gabungan Operasi Damai Cartenz, personel Polres Yahukimo, Brimobda Polda Papua dan TNI tengah melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku", Ujar, Brigjen Faizal.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi ini kepada aparat keamanan.“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada. Aparat keamanan menjamin bahwa pengejaran dan penegakan hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas", tegas Yusuf.Kombes Yusuf mengatakan, Saat ini personel gabungan Operasi Damai Cartenz, personel Polres Yahukimo, Brimobda Polda Papua dan TNI telah berhasil mengendalikan situasi dan memastikan kondisi tetap aman, dengan peningkatan kewaspadaan yang terus dilakukan.(Fadli) 18 Jun 2025, 08:25 WIT
TPNPB/OPM Kodap Ilaga Ancam Akan Tembak Pesawat Sipil Papuanewsonline.com, Timika-, TPNPB/OPM kodap Ilaga  menyatakan siap tegas bahwa akan  melakukan penembakan terhadap pesawat sipil yang beroperasi di Kabupaten Puncak.Hal ini disampaikan TPNPB/OPM Kodap Ilaga melalui Video dan keterangan tertulis yang dirilis, Minggu (15/6/2026)." TPNPB Kodap Ilaga siap tembak pesawat sipil yang telah ditetapkan oleh TPNPB menjadi DPO dan seluruh pesawat sipil yang melakukan pendropan pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke wilayah konflik bersenjata di Ilaga," ucap pimpinan Kodap Ilaga Pilatus Waker.Kata Pilatus Waker, TPNPB telah menetapkan pesawat sipil menjadi target penembakan karena pesawat sipil telah bekerja sama dengan Militer Indonesia dalam hal ini, pada 07 Juni 2025  Pesawat sipil dengan Nomor Penerbangan PK-ELM milik PT. Elang Nusantara Air telah mengangkut pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke Nduga." Kami dapat laporan saat itu, secara bertahap diantaranya Pangkogapwilhan III, Menteri Keuangan RI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia yang bagi kami TPNPB telah melanggar aturan karena aparat militer dilarang menggunakan pesawat sipil untuk menjalankan aktivitasnya di wilayah perang," Tegasnya.Pilatus Waker menyatakan Terkait dengan hal tersebut,  TPNPB Kodap Ilaga menghimbau kepada seluruh warga sipil dari Nabire dan Timika yang bertujuan ke Puncak Ilaga untuk berhati-hati, karena pasukan TPNPB telah  siap menembak seluruh pesawat sipil  yang beroperasi di wilayah perang." Masyarakat sipil yang dari Nabire dan Timika ke Ilaga harus berhati-hati, karena kami tidak kasi ampun bagi  pesawat-pesawat sipil yang  melakukan pendropan pasukan Militer Pemerintah Indonesia ke Ilaga dan seluruh wilayah konflik bersenjata di tanah Papua, kami akan tembak," Tegasnya.Lanjut Dia, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh pasukan TPNPB dari Sorong sampai Samarai, untuk menutup jalan-jalan yang sedang dibuka oleh Pemerintah Indonesia." Jalan dari Nabire tujuan Ilaga yang saat ini sudah memasuki kampung Wandae, Kabupaten Intan Jaya, akan kami tutup, dan bakar seluruh alat-alat berat yang sedang membongkar jalan, sekaligus siap lakukan eksekusi terhadap para karyawan," Tegasnya.Pilatus Waker mengatakan bahwa pembangunan jalan bukan tujuan utama bagi orang Papua, namun pembangunan jalan raya demi meloloskan operasi militer indonesia di seluruh tanah Papua dan juga demi kepentingan eksploitasi sumber daya alam Papua." Pasukan TPNPB akan mengambil sikap tegas bagi seluruh perusahan-perusahan yang sedang beroperasi diatas tanah Papua, kami akan lakukan operasi," Pungkasnya.(Red) 16 Jun 2025, 23:09 WIT
Serka Segar Maulama Gugur Ditembak TPMPB/OPM di Yahukimo Papuanewsonline.com, Yahukimo, — TPNPB/OPM Kodap Yahukimo  kembali menunjukan eksistensi di daerah operasi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan dengan menembak mati seorang prajurit TNI atas nama Serka Segar Maulama, Senin (16/6/2025).Kodap TPNPB/OPM Yahukimo ini dikenal bengis, karena bukan hanya Anggota TNI/Polri tapi juga banyak masyarakat sipil yang sudah menjadi korban pembunuhan oleh mereka.Penembakan terhadap Serka Segar Maulama anggota TNI dari Kodim 1715/Yahukimo ini, merupakan korban untuk kesekian kali-nya di Kabupaten Yahukimo.Sesuai laporan yang diterimah Media Papuanewsonline.com, Insiden tragis itu terjadi di sekitar Jembatan Kali Biru, Seradala, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sekitar pukul 10.45 WIT.Serka Segar Maulama diketahui dengan mengendarai motor  dalam perjalanan pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai menuju Markas Kodim 1715/Yahukimo, namun dalam perjalanan diserang dan ditembak.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan, membenarkan kejadian ini. Kolonel Candra mengaku bahwa korban ditembak kemudian dibacok.“Di tengah perjalanan, tiba-tiba Serka SM diserang oleh OPM,  ditembak dan dibacok hingga akhirnya gugur di tempat,” Ucapnya.Dikatakanya, Serka Segar Maulama mengalami sejumlah luka serius akibat serangan tersebut. " Korban menderita luka tembak di bagian dada kanan, bacokan di leher, dagu, serta tangan kiri, dan luka tusuk di bagian dada kiri," ucap Kolonel Candra.(Red)Kolonel Candra mengungkapkan bahwa korban sempat dievakuasi ke RSUD Dekai, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan." TNI-Polri tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga kuat merupakan anggota kelompok separatis bersenjata OPM," tegas Kolonel Candra.(Red) 16 Jun 2025, 22:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT