logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Penegak Hukum Diminta Ungkap Skandal Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Pembangunan PLTA di Mamteng Papuanewsonline.com, Jakarta- Aparat penegak hukum di Papua, diminta segerah memeriksa Plt Bupati Memberamo Tengah, Yonas Kenelak terkait Skandal dugaan korupsi proyek fiktif pembangunan PLTA Tahun 2013-2015 di Kabupaten Memberamo Tengah yang bersumber dari APBD tahun 2013-2014 sebesar Rp 22 Milyar. Penegasan ini disampaikan Ketua Aliansi Pemuda Mahasiswa Malanesia (APMM) Dolan Alwindo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/12/2022).Alwindo menegaskan, Dugaan Proyek Fiktif ini terjadi tahun anggaran 2013-2015 dimana, dari APBD Kabupaten Mamteng telah menganggarkan anggaran senilai Rp 22 Milyar guna pekerjaaan Proyek Pembangunan PLTA di Kab Mamberamo Tengah, namun pekerjaan tersebut fiktif padahal anggaranya telah dicairkan." Plt Bupati Mamteng saat ini, Yonas Kenelak diduga kuat terlibat dalam skandal dugaan korupsi ini, karena sesuai data yang kami peroleh,  saat itu, beliau sebagai direktur perusahan yang mengerjakan proyek fiktif ini," tegas Alwindo.Lanjut Alwindo, pada tahun 2013 Pemkab Mamteng menganggarkan Rp 22 Milyar untuk pembangunan PLT sehingga dapat menjawab kebutuhan penerangan bagi warga masyarakat, sehingga di anggarkan dan sudah dicairkan, namun mirisnya pekerjaan tersebut fiktif." Informasi yang kami peroleh, sudah beberapa kali Masyarakat Mamteng berusaha untuk minta  penjelasan tentang penerangan di Mamberamo Tengah tetapi selalu tidak di Indahkan, oleh Pemerintah Daerah, nah ini terkait uang negara dan pelayanan terhadap masyarakat, sehingga kami berharap Kejaksaan Tinggi Papua dan Polda Papua segerah melakukan serangkaian penyelidikan tentang dugaan proyek fiktif ini," tegas Alwindo.Alwindo menambahkan, Kabupaten Memberamo Tengah hingga kini, tidak memiliki PLTA , sehingga Penerangan Di mamteng hanya bergantung pada Solar,  karena hanya ada satu mesin Genset yg  itupun memberikan pelayanan listrik  hanya 2 jam setiap hari.Alwindo meminta Kejati Papua dan Polda Papua segera memanggil Plt Bupati Mamteng, Yonas Kenelak agar melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terkait paket proyek fitif tersebut.Hingga berita ini tayang, Plt Bupati Mamteng, Yonas Kenelak belum dapat dikonfirmasi, media ini berupaya melakukan konfirmasi baik melalui tlp seluler maupun pesan singkat Via WhatsApp namun tidak ada balasan kendati telepon selulernya sedang aktif.(Redaksi) 13 Des 2022, 09:52 WIT
Kunjungi Papua, Asops Kapolri Terjun Langsung Ke Lapangan Berikan Motifasi Bagi Personil Satgas Papuanewsonline.com, Yahukimo –  Asops Kapolri Irjen Pol Agung Setya I.E., S.H., S.I.K., M.Si dalam kunjungan kerja ke Papua, juga mengunjungi anggota Satgas Preventif  yang sementara melaksanakan tugas dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga masyarakat di kabupaten yahukimo, di Pos Pelabuhan Sungai Logpond, Rabu (7/12/22).Dalam kunjungan tersebut, Asops Kapolri menyampaikan turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota Polri dari Polres Yahukimo dan Satgas Ops Damai Cartenz-2022 pada kejadian penembakan yang terjadi pada tanggal 29 dan 30 November lalu.Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada anggota Satgas Ops Damai Cartenz-2022 atas pelaksanaan tugas selama ini.Irjen Pol Agung mengatakan, bahwa tugas sebagai anggota Polri dalam menjaga kamtibmas memang tidak mudah, apalagi di tempat yang penuh dengan keterbatasan, salah satunya di Yahukimo ini.“Rekan-rekan yang di tempatkan di sini, merupakan pasukan terbaik dan terlatih. Tetap semangat, jaga kekompakan dan jaga kesehatan, berikan rasa aman dan kenyamanan bagi Masyarakat,” Ujar Asops.Asops meminta Anggota agar  terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.“Saya berpesan agar tetap menjaga kekompakan, kesehatan dan terus bangun kedekatan serta kerjasama dengan masyarakat di Kabupaten Yahukimo," pesan Irjen Pol Agung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karobinops Soops Polri Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K., M.Si., Katim Wasops Itwasum Polri Brigjen Pol Purwolelono, S.I.K., M.M., Kaops Damai Cartenz-2022 Kombes Pol Muhammad Firman, S.I.K., M.Si., PJU Ops Damai Cartenz-2022 dan Kapolres Yahukimo Arief Kristanto, S.H., S.I.K., M.Si.(Redaksi) 08 Des 2022, 09:53 WIT
Puslitbang Polri Teliti Kesiapan Pembentukan Mapolda Papua Pegunungan Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen S.I.K menghadiri kegiatan Puslitbang Polri dalam penelitian di Wilayah Papua, Kegiatan ini dilakukan dalam rangka rencana pembentukan 3 (tiga) Polda baru yaitu Polda Papua Tengah, Polda Papua Selatan dan Polda Papua Pegunungan, Senin (5/12/22).Kegiatan yang dilakukan Puslitbang Polri ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol Ade Djaja Subagja (Ketua Tim I), Kompol Rusdi, A.md (Tim I) dan Penata M Yunus (Tim I). Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh LO Provinsi Papua Pegunungan Kombes POl Nicolas Ari Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si, Kapolres Jayawijaya, Kapolres Pegunungan Bintang, Kapolres Membrano Tengah, Kapolres Tolikara, Kapolres Lany Jaya, Kapolres Yahukimo dan Kapolres Puncak Jaya.Kegiatan ini diawali sambutan dari LO Provinsi Papua Pegunungan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H.,M.Si. Dalam sambutan tersebut dirinya mengatakan rencananya Polda baru Provinsi Papua Pegunungan ini nantinya akan membawahi 8 Polres. Kombes Nicolas menyatakan, Pihaknya akan menyiapkan segala sesuatunya seperti Sarpras dan SDM agar  membantu PJ Gubernur Papua Pegunungan dalam menyiapkan  dukungan Kamtibmas."Terkait penerimaan Polri di Papua Pegunungan, agar Puslitbang dapat menyampaikan ke SDM Mabes Polri dapat menurunkan sedikit standar seleksi," ujar Kombes Nicolas.Dilokasi yang sama, Katim I Puslitbang Polri Kombes Pol Ade Djaja Subagja mengatakan agar para Kapolres jajaran agar bisa membangun komunikasi baik dengan LO Wamena yang merupakan sentral dan Barometer keamanan Papua. Selain itu, ia juga meminta kepada Kapolres Jajaran agar menguasai daerah masing-masing sehingga potensi-potensi yang akan berdampak terhadap Kamtibmas dalam hajatan politik nantinya bisa diatasi sejak dini."Untuk pembentukan Polda baru harus memenuhi standar 10.000 orang. Sekda Jayawijaya mengusulkan agar adanya penerimaan Polri khusus Papua Pegunungan, untuk pengamanan Pemilu tahun 2024 nanti," ujarnya.Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi. Dimana Kapolres Nduga menyampaikan bahwa untuk kegiatan sehari-hari masyarakat Nduga tidak terlalu berpengaruh terkait DOB. Dirinya juga menyampaikan saat ini Polres Nduga tidak memiliki Polsek dan Bangunan Mapolres di Nduga."Kami akan siapa mendukung apa yang dilakukan Pemerintah, terutama dalam kesiapan pembentukan Polda baru dan upaya menciptakan Kamtibmas yang kondusif," pungkas Kapolres Nduga.(Redaksi) 07 Des 2022, 03:48 WIT
Kunjungi Papua, Asops Kapolri Apresiasi Kinerja Anggota Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Jayapura – Asops Kapolri Irjen Pol. Agung Satya. I.E., S.H., S.I.K., M.Si didampingi Ka Tim Wasops Brigjen Pol. Purwolelono, S.I.K., M.M., beserta rombongan melakukan supervisi Operasi Kepolisian Terpusat “Damai Cartenz-2022” di wilayah hukum Polda Papua secara tatap muka dan zoom meeting.Kedatangan rombongan Asops Kapolri disambut Wakapolda Papua Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H. Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Papare, S.I.K., Ka Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Muhammad Firman, S.IK., M.Si. serta seluruh pejabat utama Polda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua, Selasa (06/12/2022).Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua mengatakan bahwa Polri sebagai alat Negara turut mengimplementasikan hal pendekatan-pendekatan dengan membangun interaksi dengan metode soft approach. Konsep ini tertuang didalam pergelaran Operasi Damai Cartenz 2022 yakni antara lain Koteka, Kasuari, Si-Ipar, Peka, Matoa, Papeda, Tifa, Keladi Sagu, Gempita, dan Pace Mace Pol.“Karena seperti yang diyakini oleh kita semua konsistensi pendekatan kemanusiaan dengan kasih di Papua merupakan instrumen terbaik untuk dapat mentransformasi konflik dan persoalan menjadi suatu upaya membina damai dalam jangka panjang,” ucap Wakapolda Papua.Sementara itu, Asops Kapolri mengatakan bahwa didalam Kepolisian yang diingini yakni menjaga kehidupan agar peradaban bisa lebih baik dan ingin membangun kemajuan ini dari Sabang sampai Merauke sebagaimana amanah Inpres No. 9/20 kepada Polri untuk fokus dalam membangun kesejahteraan masyarakat di Papua.“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam operasi ini bahwa perubahan dari kewilayahan menjadi terpusat tentunya bukan hal yang mendasar, namun esensinya operasi harus tetap dilaksanakan dan berhasil guna dan tentunya kita ingin menjalankan standar operasi ini dengan baik untuk dapat mencapai tujuan yang bermartabat,” ungkapnya.Lanjut, Asops Kapolri mengatakan, ingin merumuskan agar operasi ini dapat menjalankan standar pos yang aman di daerah rawan Papua serta kelancaran logistiknya, sehingga evaluasi yang baik dapat menentukan sesuatu yang tepat. Berkaitan dengan perbantuan lainnya  juga akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Tanah Papua.“Prinsipnya tidak ada kata mundur untuk menghadapai tantangan seberat apapun, namun dengan kepandaian dan kecerdasan kita semuanya, saya harap kita dapat menyusun operasi yang lebih baik di tahun 2023. Spiritnya ditingkatkan bahwa kehidupan adalah nilai yang lebih tinggi dan harus ingin tetap menjaga hal ini,” pungkas Irjen Agung.(Redaksi) 07 Des 2022, 03:32 WIT
Kapolres Dogiyai Minta Masyarakat Hindari Isu Yang Dapat Memecah Belah Ketentraman Papuanewsonline.com, Dogiyai – Banyaknya postingan hoax yang beredar di social media mengenai adanya seorang warga masyarakat yang meninggal dunia setelah berbelanja sebuah Sandal di kios, dan beberapa pesan berantai lainya. Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D Tatiratu, S.I.K angkat suara mengenai hal tersebut.Kapolres saat ditemui diruangannya, Sabtu (03/12) siang kemarin, meminta masyarakat agar jangan terprofokasi dengan informasi bohong tersebut.Kompol Samuel menyebutkan, bahwa isu seperti demikian juga telah ada beberapa waktu lalu mengenai seorang warga masyarakat yang meninggal dunia setelah memakan kue yang dibeli di salah satu kios di Pasar baru, Akemanida, Kabupaten Dogiyai.Pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap isu tersebut dan dipastikan hal tersebut adalah hoax atau tidak benar karena hingga saat ini tidak ditemui kebenarannya.Hal itu dikatakannya karena isu yang beredar tersebut menyangkut pautkan aparat keamanan yakni TNI-Polri bahwa telah memberikan obat-obatan terlarang yang diduga racun pada seluruh sembako yang ada di Kabupaten Dogiyai.“Kami menegaskan kepada seluruh masyarakat agar tidak terhasut pada postingan-postingan tersebut, karena hal itu adalah perbuatan oknum yang ingin memberikan suatu permasalahan baru di Kabupaten Dogiyai,” ucapnya.Ia mengatakan bahwa postingan tersebut adalah hoax yang dibuat dan disebarkan oleh pihak- pihak yang tidak ingin adanya kedamaian di Kabupaten Dogiyai.“Terkait hal ini juga saya selaku Kapolres Dogiyai telah memerintahkan Satuan Reskrim untuk melakukan penyelidikan terhadap oknum yang telah memposting berita hoax tersebut dan akan kami tindak tegas agar memberikan efek jera kepadanya,” tegas Kompol Samuel D. Tatiratu.Menurutnya, perbuatan tersebut termasuk pada Pasal 28 ayat 2 yakni dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang tidak benar, yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu, kelompok bahkan instansi yang dalam hal ini TNI-Polri.“Kami berharap dengan sangat kepada oknum yang telah menybarkan berita hoax tersebut, dapat segera menghapus dan memberikan klarifikasi. Jika hal ini tidak dilakukan, kami aparat TNI-Polri akan menindak tegas kepada oknum tersebut karena telah membuat kebohongan ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.Diakhir penyampaiaanya, Kapolres Dogiyai mengatakan bahwa hingga saat ini situasi di Kabupaten Dogiyai masih dikatakan aman, sehingga dirinya menghimbau agar seluruh masyarakat dapat lebih dewasa dalam menyikapi pemberitaan serta isu yang beredar.“Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 yang akan datang, marilah kita semua jaga perdamaian serta ketentraman yang telah dibangun pasca aksi kerusuhan beberapa waktu lalu. Tunjukkan bahwa situasi di Kabupaten Dogiyai telah aman dan damai sehingga terhindar dari isu yang dapat memecah belah ketentraman yang ada,” tutup Kapolres.(Redaksi) 05 Des 2022, 08:43 WIT
Dugaan Skandal Sex Terlarang Sang Dekan Universitas Victory Sorong, Korban Dikeluarkan Dari kampus Papuanewsonline.com, Sorong- Dugaan Sex menyimpang atau terlarang kembali menghantui dunia pendidikan, kali ini terjadi di Kota Sorong  dimana seorang Dekan pada lembaga pendidikan Universitas Victory Sorong  diduga memaksa seorang mahasiswi guna melakukan hubungan  sex sesama jenis atau kata yang trend di publik yakni, Lesbian.Yang lebih mengerikan dugaan sex menyimpang ini dilakukan oleh Dekan MAM di kediamanya terhadap mahasiswi berinsial CAKM, selain itu  dugaan kekerasan juga dialami mahasiswi CAKM dilakukan secara bersama- sama oleh sang Dekan bejat MAM dan seorang Kaprodi  berinsial LJU di dalam area kampus Univerisitas Victory Sorong.   Rektor Universitas Roximelsen  Suryatty juga sudah mengetahui dugaan aksi bejat bawahannya MAM, namun terkesan menutup mata dan mengaminkan kelakuan bawahannya tersebut, bahkan Rektor Roximelsen Suryatty langsung mengambil keputusan terbalik! Oknum korban mahasiswa CAKM langsung dikeluarkan dari kampus, lantaran dianggap membuka aib sang Dekan.Hal ini dibenarkan mantan Ketua BEM Universitas Victory Sorong, Muhammad Duwi Prayoga saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (4/12/2022)." Aksi dugaan persetubuhan sesama jenis (Lesbian, ) ini terjadi di kediaman sang Ibu Dekan  yaitu, di KPR Resident Malibela," ujar Prayoga.Kata Prayoga, dugaan pemaksaan persetubuhan sesama jenis  dari dekan terhadap korban dari tahun 2020." Modus terduga pelaku untuk memuluskan aksi bejatnya terhadap korban, yakni berjanji akan memberikan nilai yang bagus, namun sebaliknya bila pelaku tidak memenuhi keinginan seksualnya, maka pelaku mengancam korban dengan akan mengurangi nilainya, selain  itu pelaku juga mengancam teman-teman dari korban juga akan terkena imbas bila tidak mengikuti nafsu bejatnya, akhirnya korban pasrah, dan terungkap  apa yang dilakukan Ibu Dekan terhadap mahasiswi ini (Lesbian) sudah sering terjadi," ucap Prayoga.Kata Prayoga untuk kekerasan terhadap korban mahasiswi ini terjadi saat Dies Natalis Kampus tanggal 6 Juni Tahun 2022, korban sementara berada di pendopo, Ibu dekan berjalan turun dari tangga menghampiri korban  langsung menamparnya." Saat itu korban bersama teman-temanya bermain Huno, kemudian setelah ditampar, korban dibawa ke samping kampus lalu kembali di aniaya ole Dekan. Berselang beberapa lama, korban dipanggil Kaprodi melalui telepon, namun korban tidak mau menemui Kaprodi, sehingga Kaprodi bergegas mencari korban dibawah gedung, namun mungkin karena banyak mahasiswa dan mahasiswi mondar mandir, sehingga korban dibawa ke  lantai dua, ruangan Podcast, nah diruaangan inilah Ibu Kaprodi dan Ibu Dekan melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban," ujar  Prayoga.Lanjut Prayoga, setelah korban LJU dan dua terduga pelaku Dekan Ibu MAM dan Ibu Kaprodi LJU berada di dalam ruangan, seketika pintu ruangan tersebut dikunci dari dalam, kemudian kedua terduga pelaku menganiaya korban dengan mencekik leher korban  dan memukulnya, sesuai dengan keterangan korban dirinya dipukul lebih dari sepuluh kali.“ Saat itu korban berteriak minta tolong karena merasa kesakitan namun, ruangan tersebut memang sulit terjangkau atau didengar oleh mahasiswa lain,” Katanya.Usai korban dianiaya. kata Prayoga, korban dibawa oleh Ibu Dekan ke kediaman dari Dekan, dimana korban dirayu oleh Dekan dengan mencoba mengobati luka dari korban, namun korban sudah sangat kecapaian dan kesal terhadap apa yang sudah dilakukan pelaku sehingga, korban menolak rayuan dari terduga pelaku Ibu Dekan.“ Korban di kediaman ibu Dekan hingga pagi baru diantar pulang, nah kejadian kekerasan ini juga sudah berulang-ulang dilakukan terduga ibu Dekan terhadap korban, dimana terjadi juga di kost dan tempat kerja,” Kesalnya.Prayoga menuturkan, pemaksaan persetubuhan sesame jenis terduga pelaku Ibu Dekan terhadap korban sudah sering dilakukan, karena korban dibawa ancaman dan tekanan dari pelaku.Dikatakan Prayoga, terkait dengan kejadian tersebut, korban sudah melaporkan kepada pihak kampus apa yang dialaminya, namun tidak ada respon dari pihak kampus.“ Dasar ini kami mencoba melakukan advokasi dengan melakukan audensi bersama dengan pihak kampus, dimana saat itu Rektor langsung mengambil keputusan bahwa kedua terduga pelaku diberhentikan dari jabatanya, namun pada saat pertemuan kedua, Rektor kembali mempertimbangkan keputusanya, sehinga pada tanggal 18 bulan kemarin kami melakukan aksi dimana Saya sendiri sebagai ketua BEM, namun berlanjut ke tanggal 20 November Saya selaku ketua BEM Univresitas Victory Sorong bersama korban langsung dikeluarkan dari kampus secara sepihak,’’ Kesalnya.         Terpisah Ketua  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Sorong, Bung Angky Damara mengutuk keras kejadian tersebut.Bung Angky menyebutkan, terkait dengan peristiwa luar biasa yang terjadi di Universitas Victori Sorong, pihaknya sudah melakukan diplomasi namun tidak di indahkan oleh pihak kampus.“ Rektor ini sudah tidak layak memimpin Universitas Vicktory Sorong, karena keputusan Rektor Universitas victory yang mengeluarkan 2 mahasiswa/i dari Universitas Vicktory sorong adalah keputusan sepihak yang tidak tepat, karena Rektor diduga turut melindungi kejahatan, sehingga kami mengutuk keras tindakan ini,’’ ungkap Ketua GMNI Bung Angky melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (4/12/2022) malam.Bung Angky mengatakan, Keputusan Rektor tidak tepat dimana mengeluarkan dua mahasiswa hanya karena melakukan aksi demo di kampus, pada hal aksi Demo itu dilakukan karena ada dugaan pelecehan seksual dan persetubuhan sesame jenis dengan ancaman  dan kekerasan terhadap oknum mahasiswi di kampus tersebut.“ Dengan dikeluarkanya korban dan Ketua BEM, maka Rektor diduga kuat melindungi terduga pelaku Dekan ini, karena  Harusnya terduga pelaku yang di Keluarkan dari kampus bukan mahasiswi yang jadi korban dan Ketua BEM,” Ujarnya.Atas nama GMNI Kota Sorong,  Saya ingatkan Rektor Universitas Victory jangan seenaknya mengambil keputusan untuk mengeluarkan Mahasiswa dan mahasiswi dari kampus victory.“ DPC GMNI Kota Sorong  dengan  5 Komisariatnya akan mengawal kasus ini,  dan menuntut agar Hak dari ke 2 mahasiswa ini di kembalikan,” Tegasnya.Sementara itu, Yosep Titirloloby  Kuasa Hukum Korban mengatakan, sudah membawa persoalan tersebut ke ranah Hukum.“ Terkait dengan pelecehan seksual terhadap korban, sudah secara resmi kami Laporkan oknum Dekan Fakultas Ilmu Komputer pada Universitas Victory Sorong berinsial MAM Ke Polisi,” ucap Yosep melalui pesan singkat via WhatsApp, Minggu (4/12/2022) malam.Yosep yang dikenal Pengacara Flamboyan di Kota Sorong ini mengatakan, Klienya hingga kini merasa tertekan dan trauma atas perbuatan dekan MAM.“ Pelecehan seksual yang dialami klien kami, bermula dari klien kami yang aktif pada berbagai kegiatan di Kampus dimana juga turut hadir terduga pelaku MAM, sehingga Dekan selalu mengajak korban untuk bermain ke rumahnya di Manibela,’’ tandas Yosep.Kata Yosep, tindakan pelecehan yang dialami klienya, dilakukan berulang-ulang kali oleh terduga pelaku Dekan dengan ancaman, sehingga pelaku harus mengikuti kemaunya. “ Lembaga Bantuan Hukum (LBH Gerimis) mendampingi korban ke SPKT Polres Kota Sorong dan telah membuat Laporan Polisi secara resmi dengan tanda terima laporan Nomor: LP/B/966/XI/2022/SPKT/POLRES SORONG KOTA/POLDA PAPUA BARAT,” jelas Yosep.Yosep berharap agar Laporan tersebut segera ditindaklanjuti Satreskrim Polres Kota Sorong sehingga memberikan efek jera kepada terduga pelaku.“ Kuat dugaan peristiwa yang terjadi terhadap klien kami, juga sudah dialami oleh mahasiswi lain yang jadi korban di kampus tersebut, yang dilakukan oknum Dekan ini, namun mungkin para korban masih takut jadi belum melaporkan oknum Dekan yang memiliki kelainan seksual tersebut, karena sesuai kronologis yang dialami klien kami, Oknum Dekan ini memiliki kejiwaan menyukai sesama jenis,’’ Tutupnya. Hingga berita ini tayang, Pihak Kampus Universitas Victory Sorong belum dapat dikonfirmasi.(Stefi) 04 Des 2022, 21:26 WIT
Kapolres Pegubin Resmikan Gedung Polsek dan Rumdis Polsek Okbibab Papuanewsonline.com, Pegubin – Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.KP melaksanakan Kegiatan kunjungan Kerja dalam rangka Meresmikan Bangunan Polsek dan Rumah dinas Polsek Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (03/12).Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten pegunungan Bintang Yohanes Sitokdana, Kapolsek Okbibab Ipda Robert Makanuay, S.E, Danramil Pamtas 143 Wilayah Okbibab Letda Inf. Brian Purba Wisesa, S.T.Han, Danpos Brimob Satgas Preventif Ops Damai cartenz 2022 Ipda Tanto Aripin, Kasat Reskrim Iptu Budi Payung, S.H, Kepala Suku Ngalum Kupel  Primus Uropmabin, Pastor Paroki Bintang timur Abmisibil, Pastor Yulius, Personel Gabungan TNI - POLRI Wilayah Okbibab, Para Kepala Kampung dari delapan Kampung wilayah Distrik Okbibab, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan serta Masyarakat Okbibab.Kegiatan Peresmian Bangunan Polsek dan Rumah dinas ini di tandai dengan Penandatangan Prasasti oleh Kapolres Pegunungan bintang sekaligus pengguntingan Pita tanda telah diresmikannya Polsek Okbibab dan kegiatan ini disaksikan oleh seluruh masyarakat dari delapan Kampung di Wilayah Distrik Okbibab.Saat yang bersamaan juga Kapolres pegunungan Bintang memberikan Bantuan dan Bahan Makanan untuk di bagikan kepada masyarakat di Distrik Okbibab.Saat menyampaikan sambutannya, Kapolres berderai air mata karena terharu, melihat sambutan yang penuh suka cita  dari masyarakat yang sangat antusias, walaupun baru  pertama kali menginjakan kaki di Distrik Okbibab.“ Saya selaku Kapolres Pegunungan bintang mewakili Pimpinan Polda maupun di Mabes Polri mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya untuk seluruh masyarakat distrik okbibab yang bisa bersinergi dan bersama TNI - POLRI untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan Kondusif khususnya di Distrik Okbibab,” ucapnya.Kapolres mengatakan, setiap saat akan hadir di tengah masyarakat, dimana saat ini suda ada bangunan Polsek untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa Negara telah hadir di Distrik Okbibab. Pada kesempatan itu, Kapolres juga menitip pesan kepada  DPRD , Perangkat distrik sekaligus TNI - POLRI untuk membawa pesan yang baik hingga ke Pemerintah pusat, bahwa masyarakat okbibab rindu akan pembangunan, harapannya kedepan masyarakat okbibab bisa lebih maju lagi, dan bersama tetap menjaga kamtibmas  khususnya di Distrik Okbibab."Saya selaku Kapolres bersama seluruh keluarga besar Polres Pegunungan bintang menitipkan pesan kepada seluruh tokoh masyarakat untuk Kapolsek dan personel, bahwa Bangunan Polsek ini Silahkan dimanfaatkan, Koordinasikan dan komunikasikan segala hal yang berkaitan dengan kamtibmas khususnya di Distrik Okbibab," Tutur Kapolres.Kapolres menambahkan, ia juga meminta agar hubungan baik, Kekeluargaan dan kebersamaan antara TNI - POLRI dan masyarakat ini tetap terjaga karena " TNI - POLRI hadir dari Masyarakat oleh Masyarakat dan untuk masyarakat.(Redaksi) 03 Des 2022, 19:54 WIT
Mempercepat Pembentukan Polda Papua Tengah, Tim Pus Litbang Mabes Polri Gelar Penelitian di Nabire Papuanewsonline.com, Nabire– Dalam rangka percepatan pembentukan Polda Papua Tengah, Tim Pusat Penelitian Pembangan (Pus Litbang) Mabes Polri lakukan penelitian di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (01/12/2022).Tim Pus Litbang Polri dipimpin oleh Ketua Tim Kombes Pol Endro Sulaksono, Kompol I Nyoman Pujana Pendamping selaku Tim Pus Litbang Mabes Polri, Ipda Rachmat Taufik dan Nur Hasim Anggota Pus Litbang.Saat tiba di Nabire, Tim Pus Litbang Mabes Polri langsung meninjau lokasi pembangunan Polda Papua tengah yang berada di Kampung Karadiri II Distrik Nabire Barat, Nabire, Provinsi Papua Tengah yang didampingi oleh Kabag Ren AKP Nasruddin, A.Md."Agar secepatnya membuat Plakat / plang dan dokumen sertifikat untuk keamanan dan kelengkapan Administrasi. Agar Bag ren selalu ada progres, baik Rencana, hasil, apakah berupa Pembentukan Pos Pol, Polsubsektor maupun penaikan type Polsek, serta Polresta. Karena Bagren, tidak ada istirahat dalam pembenahan Kesatuan maupun jajaran," kata Ketua Tim Pus Libang Mabes Polri saat dilokasi.Selanjutnya, Tim Pus Litbang Mabes Polri meninggalkan lokasi tanah Polda Papua tengah selanjutnya meninjau lokasi bandara baru Nabire di Kampung Bumi Mulia SP C Distrik Nabire Barat, Nabire, Papua Tengah.Setelah dilakukan peninjaun di Karadiri II, Tim Pus Litbang Mabes Polri melakukan Audiensi dengan beberapa pejabat utama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire yang bertempat di RM. Sari kuring, Jalan Jakarta, Nabire.Adapun pejabat Pemda Nabire yang hadir, Bupati Nabire yang diwakili Setda Nabire Herman Kayame, S.T, M.T, Kepala dinas PU Nabire Martinus Makai, Kepala BKPSDM Nabire Johanis Pigome, S.Sos, Kepala BPKAD Wiliam Sembor, Kepala Bapeda Mukayat, S.Pd, M.Si, M.Pd dan Kepala Sat Pol PP AKP Burhanuddin P.Untuk pejabat utama Polres Nabire yang turut hadir mendampingi Tim Pus Litbang Mabes Polri, Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, S.I.K, SH, Kabag Ren Res Nabire AKP Nasruddin, A.Md, Kasat Intelkam Res Nabire AKP I Made Sudarman, SH, dan Kasubbag Strajemen RB Bag Ren Iptu Hati Manurung.Pokok Audensi tersebut dilakukan untuk meminta dukungan dari Pemda Kabupaten Nabire dalam pembentukan Polda Papua tengah.Saat audiensi tentang pembentukan Polda Papua Tengah, Setda Nabire Herman Kayame mengatakan bahwa dirinyasebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire mendukung percepatan pembentukan Polda Papua Tengah dalam rangka mewujudkan kamtibmas serta peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan.Tidak hanya sebatas  itu, karena Tim Pus Litbang Mabes Polri juga melakukan audiensi bersama dengan tokoh masyarakat Nabire diantaranya Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Mepago Herman Sayori dan Tokoh masyarakat suku Dani Pdt. Petrus J. Asso, S.Th, bertempat diruang kerja Kapolres Nabire.Audensi tersebut juga meminta dukungan dari Ketua Dewan Adat Papua wilayah Mepago dan tokoh masyarakat Kabupaten Nabire dalam pembentukan Polda Papua tengah di Provinsi Papua tengah."Saya Herman Sayori sebagai Ketua Dewan Adat Papua Reprentasi Wilayah Meepago mendukung percepatan rencana pembentukan Polda Baru di Papua Tengah dalam rangka mewujudkan kamtibmas dan peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan," ungkapnya.Untuk diketahui kedatangan Tim Pus Litbang Mabes Polri di Kabupaten Nabire dalam rangka pengecekan kesiapan kelengkapan administrasinya serta rencana pembangunan Polda Papua Tengah di Nabire.Kegiatan akan dilanjutkan untuk melakukan Audensi dengan perwakilan DPRD Nabire bersama Tim Pus Litbang Mabes Polri.(Redaksi) 02 Des 2022, 03:55 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT