Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Hadiri Retret Kokam Muhammadiyah, Kapolri Tekankan Sinergitas Jaga Persatuan dan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Bogor - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda KOKAM Muhammadiyah di Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas dan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga persatuan-kesatuan hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)."Tentunya ini bagian dari Polri khususnya Brimob dan juga seluruh anggota Polri yang ada untuk terus bersinergi dengan KOKAM dengan Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama berkolaborasi menjaga persatuan kesatuan, menjaga stabilitas kamtibmas," kata Sigit usai diminta menjadi Keynote Speech pada Pembukaan Retret KOKAM Nasional, Kamis (12/2/2026). Menurut Sigit, menjaga persatuan dan kamtibmas adalah modal utama untuk mewujudkan harapan dari Presiden Prabowo Subianto demi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. "Itu butuh stabilitas kamtibmas, butuh persatuan dari seluruh elemen bangsa," ujar Sigit. Sigit menegaskan bahwa, Polri dan Muhammadiyah selama ini sudah terbangun sinergisitas yang kuat dalam setiap kesempatan. Bahkan, hal tersebut terus berjalan baik ketika menghadapi beberapa situasi sulit. "Peran Muhammadiyah tentunya sangat luar biasa ya, kami terus bersama dengan Muhammadiyah dalam segala macam kegiatan, mulai dari bagaimana kita turun bersama-sama, hadapi situasi-situasi sulit, hadapi bencana, kemudian hadapi ancaman-ancaman lain. Termasuk juga melaksanakan pengamanan-pengamanan agenda nasional maupun internasional," ucap Sigit. Bahkan, kata Sigit, Polri dan Muhammadiyah terus berdampingan ketika stabilitas kamtibmas mengalami gangguan. Sigit berharap, ke depannya Korps Bhayangkara dan Muhammadiyah terus meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi demi kemajuan Bangsa Indonesia. "Saya kira ini adalah bentuk hubungan kita dengan Muhammadiyah yang bagi kami Muhammadiyah adalah sahabat sejati kami, dan akan terus terjaga. Dan harapan kita ke depan apa yang sudah kita laksanakan ini terus pertahankan dan ditingkatkan," tutup Sigit. PNO-12
13 Feb 2026, 15:09 WIT
Laboratorium Sosial Dalam Pemolisian Berbasis Riset dan Keilmuan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Goldstein dalam bukunya Problem Oriented Policing (1979), mengkritik Polisi dalam menjalankan tugas Pokok nya sering terjebak pada tindakan reaktif.Dalam beberapa kajian tugas Polisi sebaiknya reflektif. Reflektif dari Masyarakat yang dilayaninya. konsep pelaksanaan tugas Polisi terkandung beberapa hal yang sangat demokratis bagi stake holdernya, karena di dalam sifat pelaksanaan tugas yang reflektif, terkandung rasa empati, adanya perasaan sebagai bagian dari lingkungannya, sehingga akan lebih bersifat humanis dan sesuai dengan keinginan masyarakat bagai mana seharusnya menjalankan tugas dalam melindungi dan melayani masyarakat yang diejawantahkan dalam bentuk kegiatan melindungi, mengayomi, melayani dan penegakan hukum.Di era kekinian, era dimana kebebasan masyarakat perlu dilindungi, kemajuan IT terus melesat, penggerusan kearifan lokal yang semakin ekstrim, dan berdampak pada perubahan budaya serta karakter bangsa, di butuhkan penjaminan kebebasan dan kemanan yang reflektif serta prediktif.Polisi dan pemolisiannya perlu mengembangkan dan menyesuaikan gaya Pemolisian agar adaptif dengan dinamika yang terjadi. Oleh karenanya Polisi perlu asupan dan suplay yang bersifat kekinian utamanya yg bersumber keilmuan, riset dan keakademian.- Polisi dan Laboratorium SosialLaboratorium sosial adalah ruang, baik fisik maupun konseptual, yang dirancang untuk mengamati, meneliti, dan bereksperimen dengan dinamika sosial, perilaku masyarakat, serta solusi atas tantangan sistemik. Wadah ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menciptakan inovasi sosial, dan menguji solusi dalam dunia nyata. - Ilmu KepolisianIlmu kepolisian adalah Ilmu Sosial yang bersifat interdisipliner yang mempelajari fungsi, peran, dan lembaga kepolisian dalam upaya pencegahan kejahatan, dan penanggulangan serta penyelesaiannya, memelihara keamanan, ketertiban umum, serta penegakan hukum. Ilmu ini mengintegrasikan berbagai cabang ilmu seperti kriminologi, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi, dan forensik, dan sebagainya untuk memahami pemolisian, perilaku kepolisian, dan penanganan masalah sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial. (Suparlan, 2001).Karena ruangnya yang berada dilingkungan sosial, maka Polisi perlu didikung, Berbagai ilmu pengetahuan melalui riset, kajian dan dukungan keakademian untuk melaksanakan tugas pemolisian. Karenanya Polisi Perlu laboratorium Sosial.Polisi perlu laboratorium sosial karena tugas kepolisian saat ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum konvensional (penindakan), tetapi juga pada upaya preventif (pencegahan) dan preemtif yang berbasis sosiologis dan humanis, yang bersifat Reflektif bukan reaktif.Laboratorium sosial berfungsi sebagai pusat analisis perilaku, dinamika, dan konflik sosial di masyarakat untuk menciptakan keamanan yang lebih efektif. Beberapa alasan utama mengapa polisi memerlukan laboratorium sosial- Deteksi dan mintigasi Konflik SosialLaboratorium sosial memungkinkan polisi untuk memetakan wilayah rawan, mengidentifikasi potensi konflik, dan menganalisis akar permasalahan sebelum kekerasan fisik pecah.- Pemecahan masalah SosialPolri dituntut menjadi problem solver(penyelesai masalah) dalam konflik sosial masyarakat, bukan sekadar penindak hukum. Permasalahan yang timbul dalam masyarakat, pada dasarnya kunci penyelesaian nya juga ada dalam masyarakat itu sendiri. namun perlu pihak yang dapat menjembatani, Polisi yang berada dalam ruang masyarakat sosial adalah “Ilmuwan Sosial” yang berada dalam laboratorium sosial. keberadaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam masyarakat itu sendiri (Living laboratory). keberadaan di ruang sosial diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan dg lingkungannya sehingga mampu melakukan berbagai pendekatan saat terjadi permasalahan sosial. Pendekatan sosial membantu polisi menemukan solusi yang lebih humanis dan kolaboratif. - Memahami Dinamika KomunitasDengan metode laboratorium sosial, polisi dapat mempelajari perilaku masyarakat, budaya lokal, dan struktur sosial untuk mempermudah pendekatan kepada berbagai komunitas (community policing).- Rekomendasi berbasis Riset dan analisis AkademikHasil analisis dari laboratorium sosial memberikan data empiris yang akurat bagi kepolisian untuk merancang strategi operasional yang tepat sasaran, yang didasarkan pada karakteristik wilayah, bukan sekadar asumsi.Hasil Riset, pengujian dan analisis dari laboratorium sosial dapat memberikan rekomendasi berdasarkan fenomena dan gejala empiris. sehingga pengambil kebijakan akan dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat- Meningkatkan ProfesionalismePendekatan sosiologis membantu anggota Polri meningkatkan profesionalisme, khususnya dalam menangani konflik yang kompleks, sehingga pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat menjadi lebih Humanis dan reflektif.- Menjawab tantangan Tugas KepolisianDalam rangka tindaklanjut transformasi Polri agar lebih Profesional dan humanis pelaksanaan tugas dan menyiapkan calon anggota Polisi dalam Proses pendidikan, keberadaan Laboratorium Sosial bagi Polisi dapat menjadi salah satu alternatif dan jawaban bagaimana menyiapkan yang Profesional dan Humanis.Polri saat ini sedang merencanakan dan membangun Laboratorium Sosial Kepolisian dan Pusat Studi Kepolisian dengan bekerja sama dengan berbagai Perguruan tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri Maupun Perguruan tinggi Swasta di Seluruh Indonesia. Saat ini telah ditandatangani 74 (tujuh puluh empat) Nota Kesepahaman antara Polri dengan PTN dan PTS.Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat mendorong percepatan terwujudnya Profesionalisme Polri dan model pemolisian berbasis Riset dan kajian Akademik.Laboratorium Sosial sebaiknya jangan hanya dipahami dalam pengertian teknis semata, tetapi perlu dipahami sebagai ruang hidup atau “living Laboratory”. Tempat dimana Calon Polisi belajar memahami, mengalami, dan merefleksikan realitas kehidupan sosial, sehingga saat bertugas reflektif terhadap perkembangan dan permasalahan sosial sehingga lebih mengedepankan empati dan simpati saat bertugas dalam mewujudkan keteraturan sosial.Keberadaan Laboratorium
sosial, merupakan salah satu implementasi dari Democratic Policing, dimana Polisi dalam melakukan pemolisiannya harus mengakomodir stake holdernya agar tidak kontraproduktif dalam melaksanakan tugas pokoknya. PNO-12
13 Feb 2026, 14:38 WIT
Polda Maluku Sosialisasi Pentingnya Tertib Berlalulintas Kepada Siswa SMA Negeri 5 Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas, Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Salawaku Polda Maluku terus memaksimalkan sosialisasi terkait pentingnya tertib dalam berlalulintas di jalan raya.Selain masyarakat, himbauan keselamatan berlalulintas juga kerap disampaikan khusus kepada para pelajar yang diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan.Hari ini, Kamis (12/2/2026), sosialisasi tersebut disampaikan tim Satgas Preemtif kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Ambon."Kepada para pelajar tim Satgas Preemtif memberikan sosialisasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan serta pentingnya mengetahui rambu-rambu lalu lintas sejak dini," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Selain menyampaikan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya, personel Satgas Preemtif juga mengajak para pelajar untuk menjadi teladan dan pelopor keselamatan berlalulintas di tengah masyarakat. "Para pelajar diharapkan dapat menjadi teladan yang baik dan spirit dalam membangun budaya tertib berlalu lintas," jelasnya.Menurutnya, dari data yang ada tercatat banyaknya korban kecelakaan lalu lintas berasal dari para pelajar. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan spirit anak muda sebagai generasi penerus untuk membangun negeri."Dengan kegiatan ini, diharapkan para pelajar bisa tercerahkan tentang pentingnya tertib berlalulintas untuk keselamatan bersama," pungkasnya. PNO-12
13 Feb 2026, 14:24 WIT
Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Satgas Preemtif Gelar Pelatihan Safety Riding
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Preemtif menggelar pelatihan safety riding bagi Komunitas Mio M3 Salam Sarane Kota Ambon, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Salawaku 2026.Pelatihan diawali dengan sosialisasi tertib berlalu lintas yang menekankan pentingnya disiplin sebelum berkendara di jalan raya. Setelah itu, peserta mengikuti praktik langsung teknik berkendara aman menggunakan sepeda motor.Ipda Fadli, anggota Satgas Preemtif mengatakan, para komunitas motor di Kota Ambon menjadi sasaran kegiatan karena sebagian besar menggunakan sepeda motor dalam mobilitas maupun berangkat kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus agar angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan.“Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran para pekerja untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Dengan begitu, keselamatan bersama di jalan raya bisa terwujud,” ujar Ipda Fadli.Kegiatan safety riding, lanjut Dia, tidak hanya memberi pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Komunitas. Harapannya, para Komunitas dapat menjadi teladan dalam berkendara aman dan berkeselamatan."Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara sekaligus mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Ambon," pungkasnya. PNO-12
13 Feb 2026, 14:19 WIT
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel."Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian."Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal."Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng. PNO-12
13 Feb 2026, 14:09 WIT
Operasi Kemanusiaan Polri Presisi Berakhir, Korban Laka Laut Karatat Ditemukan
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara hadir hingga akhir. Setelah melalui operasi pencarian intensif lintas instansi, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Polri berhasil menemukan dan mengevakuasi korban kecelakaan laut asal Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat cuaca ekstrem di perairan setempat.Korban atas nama Imam Kalean (64) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perkebunan Taptabil, Desa Watmasa, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIT. Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian operasi SAR yang sejak awal mengedepankan prinsip keselamatan, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan.Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dua warga Desa Watmasa, Necu Masela (53) dan Oscar Masela (21), saat hendak menuju kebun. Keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Dengan penuh kepedulian, temuan tersebut segera dilaporkan kepada Pemerintah Desa Watmasa dan Tim SAR Gabungan yang sejak beberapa hari terakhir bersiaga di wilayah tersebut.Merespons laporan warga, Tim SAR Gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., bergerak cepat menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dan humanis bersama masyarakat setempat. Pada pukul 09.30 WIT, jenazah korban dibawa ke Balai Desa Watmasa untuk dilakukan pemulasaraan awal sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Ipda Simon Nusmese, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi sinergi kuat antara warga, Polri, dan seluruh unsur SAR.“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Sinergi antara masyarakat dan Tim SAR Gabungan menjadi kunci keberhasilan pencarian ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga kuat merupakan korban kecelakaan laut yang terseret arus hingga ke daratan,” ujar Ipda Simon.Pihak keluarga korban tiba dari Desa Karatat pada pukul 10.45 WIT. Jenazah kemudian diserahkan secara resmi kepada keluarga untuk proses pemakaman.Bagi keluarga almarhum, penemuan ini menjadi akhir dari penantian panjang yang diwarnai kecemasan dan doa. Kepastian yang diberikan oleh Tim SAR Gabungan menjadi penghiburan di tengah duka, sekaligus menegaskan bahwa negara tidak membiarkan warganya menghadapi musibah sendirian.Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Meski demikian, Polri kembali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti life jacket sebelum melaut, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.Operasi kemanusiaan ini mencerminkan wajah Polri Presisi yang responsif, humanis, dan tuntas dalam melayani masyarakat. Di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat hingga misi kemanusiaan benar-benar selesai.Ditemukannya korban kecelakaan laut di Kepulauan Tanimbar menegaskan arti penting kehadiran negara di wilayah kepulauan. Operasi SAR yang dipimpin Polri bersama Basarnas dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa Polri Presisi tidak berhenti pada kecepatan respons, tetapi juga pada penyelesaian tugas secara bertanggung jawab dan berempati.Bagi keluarga korban, kepastian merupakan bagian penting dari pemulihan. Kehadiran aparat sejak awal hingga akhir pencarian menjadi bukti bahwa negara bekerja, peduli, dan hadir dalam situasi paling sulit sekalipun. PNO-12
13 Feb 2026, 14:02 WIT
Operasi SAR Gabungan Sisir Perairan Korba Nleka Cari Korban Yang Hilang Dalam Laka Laut
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Negara melalui Polri kembali menunjukkan kehadiran nyata dalam misi kemanusiaan. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama Polres Kepulauan Tanimbar, Basarnas Saumlaki, dan unsur SAR terkait mengerahkan upaya maksimal dalam operasi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa perahu warga Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, di Perairan Korba Nleka (Kerbau Jatuh), Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIT akibat cuaca ekstrem. Dari total 10 penumpang, sembilan orang telah ditemukan, terdiri dari enam orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Hingga kini, satu korban atas nama Imam Kalean (64), seorang petani asal Desa Karatat, masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.Sebagai bentuk respons cepat dan presisi, Kapolres Kepulauan Tanimbar menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/309/II/5.4./2026/Satpolairud, yang menjadi dasar pergerakan operasi SAR laut gabungan sejak Rabu pagi (11/2/2026). Operasi ini melibatkan Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar, personel BKO Ditpolairud Polda Maluku, serta Basarnas Saumlaki.Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif sejak awal. Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese, S.H., berkoordinasi langsung dengan Komandan Kapal Polisi KP XVI-2006 Ditpolairud Polda Maluku serta Koordinator Pos Basarnas Saumlaki Jezriel Leleuri, guna memastikan operasi berjalan efektif dan aman.Tim SAR Gabungan bertolak dari Pelabuhan Rakyat Saumlaki sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan rute pesisir Desa Latdalam, Desa Otemer, Pulau Mitak, hingga titik lokasi kejadian di Perairan Korba Nleka, Desa Watmasa, dan tiba sekitar pukul 16.30 WIT.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polair Ipda Simon Nusmese, Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara detail pada titik koordinat 7°08.808' LS – 131°29.956' BT hingga 7°08.229' LS – 131°34.311' BT. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.“Dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keselamatan personel, serta waktu yang menjelang malam, operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.45 WIT,” jelas Ipda Simon Nusmese.Saat ini, Tim SAR Gabungan bersiaga penuh di Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), operasi pencarian akan kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran, menyesuaikan arah arus laut dan kondisi cuaca terkini.Polri juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center Polri 110 atau langsung kepada Tim SAR Gabungan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.Operasi ini menegaskan komitmen Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir secara humanis dalam misi kemanusiaan, keselamatan publik, dan perlindungan warga negara, khususnya di wilayah kepulauan dan perairan terluar Indonesia.Peristiwa kecelakaan laut di Perairan Korba Nleka, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali mengingatkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan menjadi kunci utama.Langkah cepat Polri melalui Polda Maluku dan Polres Kepulauan Tanimbar yang bersinergi dengan Basarnas menunjukkan implementasi nyata dari Polri Presisi prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Operasi SAR laut yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mengedepankan keselamatan personel serta harapan keluarga korban.Di tengah tantangan geografis dan dinamika cuaca laut Maluku yang tidak mudah diprediksi, Polri menegaskan perannya bukan semata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai pelayan kemanusiaan yang hadir di saat masyarakat paling membutuhkan. Upaya berkelanjutan dalam pencarian korban menjadi wujud komitmen negara untuk tidak meninggalkan satu pun warganya. PNO-12
13 Feb 2026, 13:51 WIT
Dugaan Korupsi Program Rumah Swadaya Rp2,6 Miliar di Tual, Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Maluku
Papuanewsonline.com, Tual - Penyidik Kejaksaan Negeri
(Kejari) Tual resmi melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang
bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Stimulan Peningkatan
Kualitas Rumah Swadaya Desa Tam Ngurhir Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Perumahan
dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual.Pelimpahan tahap II berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi
(Kejati) Maluku, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Dalam proses
tersebut, dua tersangka langsung dilakukan penahanan sebagai bagian dari
tahapan hukum lanjutan sebelum masuk ke proses penuntutan.Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran sebesar
Rp2.675.820.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Program tersebut merupakan bantuan rumah swakelola tipe IV yang pelaksanaannya
dipercayakan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan di Desa Tam Ngurhir.Dua tersangka yang telah dilimpahkan masing-masing
berinisial FR selaku Kepala Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019 dan RT selaku
penyedia atau Direktur CV Rahmat Barokah Jaya. Keduanya diduga memiliki peran
penting dalam pelaksanaan program yang kini berujung pada proses hukum.Usai tahap II, tersangka FR ditahan di Rumah Tahanan (Rutan)
Kelas IIA Ambon, sementara tersangka RT dititipkan di Lapas Perempuan Ambon
untuk menjalani masa penahanan selanjutnya.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tual,
Johanes Riky Felubun, menegaskan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan tindak
lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.“Penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah melakukan proses tahap
dua. Penahanan sudah kami lakukan di Tual, kemudian hari ini kami menerbangkan
dua orang tersangka ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan tahap dua,” ujar
Johanes kepada wartawan.Ia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya berinisial FF dan
MS yang berperan sebagai tenaga fasilitator lapangan dijadwalkan menjalani
tahap II pada Kamis (12/2/2026). Keduanya akan diterbangkan dari Tual ke Ambon
dengan pengawalan penyidik Kejari Tual guna menjalani proses serupa.Dalam proses penyidikan, terungkap dugaan adanya tindakan di
luar kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut yang berdampak pada kerugian
negara dalam jumlah signifikan.“Berdasarkan hasil perhitungan ahli dari Auditor Kejaksaan
Tinggi Maluku, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp1,4 miliar
dari total anggaran Rp2,6 miliar,” jelas Johanes.Selain itu, hasil pemeriksaan fisik di lapangan menunjukkan
bahwa pembangunan 120 unit rumah bagi penerima bantuan hanya terealisasi
sekitar 60 persen dari target yang direncanakan.
Dengan rampungnya tahap II, penanganan perkara kini beralih
ke tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Maluku untuk
selanjutnya diproses di persidangan. (GF)
13 Feb 2026, 12:24 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru