Papuanewsonline.com
Surat Kesaksian: Tanah Timika Milik Suku Aika, Ganti Rugi "Bangun Dulu Urusan Belakang"
Dua Tahun Joel, Ketua Pemuda Kei: Pembangunan Kampung Hanya Wacana, Buka Data Otsus Rp228 Miliar
AMI Desak KPK Periksa Dana SILPA APBD Mimika 2025 Rp 1,1 Triliun
Mafud MD Berikan Selamat Kepada Polri dan Apresiasi Kinerja Kejagung
Sebelum Undur Diri, Febrie Adriansyah Sebut Ada 47 Orang Terlibat Mega Korupsi BGN
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo, Brankas Isi Emas 2,5 Kg dan Uang Rp21,2 Miliar
Proyek Ruang Guru SMPN Jila Minim Pengawasan, Kepala Tukang Rangkap Jadi Konsultan
Janji Busuk Pemda Mimika: Ganti Rugi Suku Aika Cuma Omong Kosong, Tanah Tetap Digarap
Breaking News: Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diumumkan Jadi Tersangka
Pimpin Upacara Sertijab 9 Pejabat Polda Maluku, Ini Harapan Kapolda
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Mengejutkan!! Egianus Kogoya Sampaikan Pesan Menohok, Usai Bakar Pesawat Dan Tawan Pilot Susi Air
Papuanewsonline.com, Papua- Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Egianus Kogoya menyampaikan pesan menohok kepada Indonesia, usai membakar pesawat Susi Air dan menawan pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens di Distrik Paro.Dari video yang diperoleh Papuanewsonline.com, di Timika, Rabu (14/2/2023). dengan tegas Panglima perang Kodap III, Egianus Kogoya mengatakan, penyanderaan tersebut dilakukan bukan untuk mencari makan ataupun minum, tetapi mau merdeka." Kami akan membawa pilot ini sampai Papua merdeka baru saya lepas," tegas Egianus dalam video tersebut.Sambil menggunakan kacamata dan menggenggam senjata, Egianus berpesan kepada negara-negara luar agar membantu perjuangan mereka, TPNPB/OPM.Ucap Egianus, akibat kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara lain bersama Indonesia menyebabkan Papua susah untuk merdeka." Kami tawan pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens, sampai kami merdeka baru Pilot dikembalikan," Tegasnya.Egianus juga memastikan akan terus menjaga keamanan dan kesehatan dari Captain Phillip Marthens."Bersama saya, pilot Phillip Marthens akan tetap aman," ujarnya.Sebelumnya, pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens sudah disandera sejak 7 Fenruari 2023 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga.Dalam proses penyanderaan, KKB di bawah Egianus membakar pesawat yang ditumpangi Captain Phillip Marthens.Namun beredar foto-foto sang pilot Philip Marthens dengan wajah ceria didampingi kelompok Egianus Kogoya di Hutan Nduga.(Redaksi)
15 Feb 2023, 16:26 WIT
Polres Mimika Ringkus Dua Pelaku Pembunuhan Terhadap Mita Tjappi
Papuanewsonline.com, Timika- Polres Mimika melalui, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru, berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan terhadap korban Mita Tjappi, kedua pelaku berinsial YN (23 Tahun) dan RGJ (24 Tahun).Diketahui korban Mita Tjappi dihabisi kedua pelaku dengan pisau dapur di Jalan Serui Mekar, pada Rabu (8/2).pekan lalu.Melalui presrelease, Kapolres Mimika ( Mimika AKBP I Gede Putra mengatakan, pelaku berinisial YN dan RGJ berhasil diamankan setelah ditangkap di Jalan Serui Mekar dan Jalan Petrosea pada Sabtu (11/2).“Hasil pemeriksaan keduanya saat melakukan aksi dari titik start sampai memasuki rumah korban mereka berdua. Tapi yang membunuh salah satu dari mereka,” ujar Gede Putra di Mapolsek Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/2/2023).Kapolres Gede Putra menyebutkan, insiden yang merenggut nyawa tukang jahit ini bermula saat kedua pelaku berniat menggasak barang milik korban." Saat pelaku menjalankan aksinya, korban curiga dan berteriak sehingga pelaku panik dan langsung mengambil pisau dapur lalu membunuh korban," Jelasnya.Lanjut Kapolres, Kedua pelaku Setelah mengacak-acak barang di ruang tengah, korban tersadar dan berteriak minta tolong sehingga Kedua pelaku panik dan salah satunya mendobrak pintu kamar korban, kemudian Pelaku yang lain mengambil pisau di dapur dan menikam korban hingga meninggal dunia." Dari aksi kedua pelaku, sejumlah barang bukti berhasil kita amankan antara lain dispenser, celana kain hitam, dan baju batik, selain itu Penyidik juga mengamankan sarung korban, baju pelaku, obeng ganjal pintu, dan sepeda motor yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya," Tegasnya.Kapolres menyebutkan kedua Pelaku disangkakan dengan Pasal 338 juncto Pasal 375 ayat 4 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun." Barang bukti pisau yang digunakan pelaku masih dalam pencarian karena menurut pengakuan pelaku, pisau tersebut sudah dibuang, Sedangkan dispenser dan pakaian jahitan milik korban sempat dijual pelaku," Tutupnya.(Redaksi)
14 Feb 2023, 14:09 WIT
Natalius Pigai Kritik Keras Vonis Hukuman Mati Terhadap Ferdy Sambo
Papuanewsonline.com, Jakarta- Aktivis Hak Asasi
Manusia, Natalius Pigai mengkritik keras putusan majelis hakim terhadap Ferdy
Sambo, dalam kasus penembakan terhadap Brigadir Joshua Hutabarat.Menurut Pigai, Hukuman mati terhadap Ferdy
Sambo sudah meratifikasi berbagai
kovenan dan konvensi Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan sudah menjadi hukuman
nasional." Dalam konteks vonis terhadap Pak FS saya
tegaskan menolak hukuman mati tersebut sekalipun diterapkan dalam proses
peradilan," ungkap Natalius Pigai melalui pesan singkat Via Whatsapp yang diterima Papuanewsonline.com, Senin (13/2/2023).Natalius Pigai dengan tegas mengatakan,
Indonesia sudah meratifikasi berbagai kovenan dan konvensi HAM international dan
telah menjadi hukum Nasional, oleh Karena itu peradilan di Indonesia (criminal
justice system) tidak bisa serta merta menerapkan hukum hukuman mati sekalipun
telah diatur dalam hukum pidana.Sebut Natalius Pigai, Indonesia sudah mengalami
kemajuan dan perkembangan seiring dengan kemajuan dalam bidang hukum yang
dijiwai nilai demokrasi dan Hak Asasi Manusia, sehingga demikian fakta tersebut tidak bisa dinafikan
hanya atas dasar proses hukum yang menggunakan kaca mata kuda.
“
Hakim harusnya pertimbangkan aspek ini, dengan memberikan hukuman maksimal
(maximum Penalty) bukan hukuman mati (death penalty)," Pungkasnya.
(Redaksi)
13 Feb 2023, 21:14 WIT
Captain Philips Marthen Pilot Susi Air Asal Selandia Baru Belum Juga Ditemukan TNI/Polri
Papuanewsonline.com, Jayapura - Pilot asal Selandia Baru yang bekerja untuk maskapai penerbangan Susi Air, Captain Philips Marthen hingga kini belum juga ditemukan, pascah pesawatnya Susi Air dibakar kelompok KKB Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.Belum ditemukanya Pilot Susi Air ini, dibenarkan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Muhamad Saleh Mustafa, didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S. Saat memberikan keterangan kepada awak media di Timika, Jumat (10/2/2023).Pangdam sampaikan pasca pembakaran Pesawat Susi Air, TNI/Polri berhasil mengefakuasi 18 masyarakat pekerja pembangunan puskesmas di Paro Distrik Mapenduma Kab. Nduga dari Kenyam ke Timika.“Terkait dengan pesawat susi air terbakar berkembang isu adanya ancaman dari Kelompok Egianus Kogoya kepada para pekerja pembangunan puskesmas yang mana ke 15 orang di tambah 3 orang penunjuk jalan sudah dievakuasi dalam keadaan selamat, namun Pilot masih belum kami ketahui keberadaannya dan kami terus melakukan pencarian sesuai kondisi yang ada di lapangan,” kata pangdam.Pangdam menegaskan, TNI-Polri dalam penanganan tidak menduga duga tetapi berdasarkan fakta di lapangan.“Jadi tidak ada penyanderaan yang ada adalah kita masih mencari oknum pilot tersebut apakah di amankan oleh kelompok Egianus Kogoya ataupun simpatisannya,” Jelasnya.Kata Pangdam, mulai banyak isu-isu hoax yang sengaja beredar bahwa TNI-Polri akan melakukan operasi militer dengan upaya-upaya paksa maupun tindakan-tindakan kekerasan seperti bom di Paro. “Ini tidak benar alias hoax, yang benar bahwa masyakarat melakukan eksodus ke Kenyam karena ulah dari KKB Kelompok Egianus Kogoya. Tadi malam Pak Bupati Nduga meminta kami untuk membantu warganya dalam melakukan eksodus, dan tadi pagi kami sudah melakukan operasi penyelamatan dengan prioritas ibu-ibu hamil anak-anak maupun orang tua. Sementara 25 orang sudah kami bantu dan sudah berada di Kenyam, sedang di tangani pihak medis TNI-Polri,” tegas Pangdam.Sejauh ini, kata Pangdam XVII Cendrawasih, upaya pertama yang dilakukan yaitu dibuka ruang dialog, namun jika tidak berhasil maka akan dilakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok KKB.Senada dengan hal tersebut Wakapolda Papua juga mengatakan pihaknya dalam hal ini TNI-Polri dalam proses operasi kemanusiaan yang tengah dilakukan, memprioritas ibu-ibu hamil, anak- anak maupun orang tua yang sudah renta.“Kami sudah berhasil mengevakusi sejumlah 25 orang masyarakat dengan rincian 12 orang dewasa (4 laki - laki dan 8 Perempuan) dan 13 anak - anak (10 laki - laki dan 3 perempuan), yang sementara ini sudah berada di Kenyam untuk didiberi tindakan medis,” ujar Wakapolda.Menapis isu yang beredar di masyarakat bahwa TNI dan Polri akan melakukan upaya kekerasan berupa bom, Wakapolda Papua Papua dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak benar.“Isu yang disampaikan oleh kelompok Egianus Kogoya itu tidak benar, yang kami lakukan disana hanya tindakan kemanusiaan dan tindakan penegakan Hukum,” Tandasnya.(Redaksi)
11 Feb 2023, 08:08 WIT
Aparat Gabungan TNI-Pori Kembali Evakuasi Warga Imbas Teror KKB di Kabupaten Nduga
Papuanewsonline.com, Nduga – Upaya evakuasi terhadap warga di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegungungan terus dilakukan. Usai sebelumnya aparat gabungan TNI-Polri berhasil menyelamatkan 15 pekerja Puskesmas yang mendapatkan ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom saat dikonfirmasi, Jumat (10/2).Kabid Humas mengatakan, tim gabungan kembali mengevakuasi warga Distrik Paro Kabupaten Nduga ke Kenyaam ibu kota Kabupaten Nduga menggunakan Heli milik TNI-Polri.“Adapun total warga yang berhasil dievakuasi berjumlah 25 orang, dengan keterangan, 12 orang (8 dewasa, 4 anak-anak) dengan menggunakan Bell Polisi, sementara 13 orang (6 dewasa, 7 anak-anak) dengan menggunakan Bell milik TNI AD,” terang Kabid Humas.Kombes Benny juga menuturkan bahwa warga yang dievakuasi tersebut merupakan korban intimidasi dari KKB pimpinan Egianus Kogoya. Sampai saat ini, pihaknya juga masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Pilot Susi Air yang diduga juga menjadi korban, dimana diduga disandera oleh KKB , Pimpinan Egianus Kogoya.“Kami meminta dukungan serta doa masyarakat agar warga maupun Pilot dapat berhasil di evakuasi dengan selamat oleh Tim Gabungan TNI-Polri,” ucap Kabid Humas.(Redaksi)
10 Feb 2023, 16:49 WIT
Resedivis Bandar Sabu Diringkus Polres Jayawijaya Di Bandara Wamena
Papuanewsonline.com, Wamena – Seorang pria berinsial DD Umur 46 Tahun tak berkutik saat dibekuk Satuan Narkoba Polres Jayawijaya di Bandara Udara Wamena, Senin (6/2/2023).DD Diketahui merupakan resedivis bandar narkoba yang sudah berulang-ulang memasok Narkoba ke Papua.Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu, S.H, S.I.K, MH menyatakan bahwa pelaku diamankan dengan barang bukti berupa 1 (Satu) bungkus rokok gudang garam filter yang berisikan 4 (Empat) paket narkotika jenis sabu-sabu.Kapolres menjelaskan bahwa penangkapan berawal saat anggota mendapatkan informasi bahwa akan dilaksanakan transaksi Narkotika jenis sabu-sabu di jalan Pramuka Wamena, namun saat tiba di TKP pelaku sudah menuju ke Bandara Wamena untuk berangkat menuju ke Jayapura.“Anggota kemudian langsung mengamankan pelaku di Bandara Wamena untuk selanjutnya di bawa ke Polres Jayawijaya guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kapolres.Kapolres menambahkan bahwa berdasarkan keterangan pelaku, Narkotika jenis sabu-sabu dibawa oleh pelaku dari Sumatra Barat dan di jual di Kabupaten Jayawijaya dengan harga Rp 700.000 (tujuh ratus ribu)/satu paket.“Pelaku sudah dua kali membawa Narkotika jenis sabu-sabu ke Wamena dari Sumatera Barat melalui transportasi udara,” pungkas Kapolres.(Redaksi)
06 Feb 2023, 13:37 WIT
Salah Paham, Picu Bentrok Dua Kampung Di Asmat
Papuanewsonline.com, MIMIKA
- Bentrokan antar warga terjadi di Asmat, Provinsi Papua Selatan, Rabu
(25/1/23). Bentrokan ini dipicu oleh kesalahpahaman terhadap informasi tewasnya
seorang warga di kali Ewor, distrik Sawa Erma. Kapolsek Sawa Erma Iptu Muhammad
Zain mengungkapkan, bentrokan terjadi antara warga kampung Esmapan distrik
pulau tiga, dengan warga kampung Weo, distrik Sawa Erma di Kantor Kas Bank
Papua. "Ya betul, ada penyerangan
yang dilakukan oleh Masyarakat Kampung Esmapan kepada Masyarakat Kampung
Weo. Kejadiannya saat kedua Masyarakat
kampung tersebut bertemu di Kantor Kas Bank Papua Sawa Erma, saat proses
pencairan dana ADD," Jelas Kapolsek Bentrokan dipicu oleh beredarnya
informasi yang menyebutkan bahwa salah seorang warga Esmapan yang ditemukan tak
bernyawa di kali Ewor pada Selasa, 10/01/2023 itu diduga dibunuh oleh salah
satu warga Kampung Weo. Masyarakat Kampung Esmapan yang tersulut emosi, hendak
melakukan aksi balas dendam. Terhadap peristiwa itu, Tim BKO
Polres Asmat yang dipimpin AKP Pollykarpus Ulukyanan bersama personil Polsek
Sawa Erma langsung menyisir Masyarakat Kampung Esmapan yang telah melakukan
Penyerangan. Dari hasil penyisiran yang dilakukan tim gabungan tidak menemukan
aktifitas masa dari kelompok warga Esmapan. Kapolsek Sawa Erma menjelaskan,
penyisiran itu sengaja dilakukan untuk mengumpulkan para pihak yang bertikai
guna mencari solusi atas persoalan tersebut. "Tujuan kami melakukan
penyisiran atau pencarian ini guna mengumpulkan Masyarakat dari kedua Kampung
yang sedang bertikai, untuk kita sama-sama mencari solusi atau mendamaikan
kedua Masyarakat Kampung tersebut. Semua ini karena kesalahpahaman saja. Kerena
hasil penyisiran hari ini nihil, jadi nanti saya coba berkoordinasi dengan pak
Distrik dari kedua Kampung yang berselisih paham, dan Kepala Kampung dari kedua
Kampung tersebut untuk kita duduk bersama," ujar Kapolsek. Saat ini, situasi di lokasi sudah
terkendali dan aparat keamanan juga sudah disiagakan.
"Sementara aman terkendali,
di TKP sudah ditempati tim BKO Polres Asmat, dan Polsek Sawa Erma,"
tandasnya. (Redaksi)
26 Jan 2023, 13:35 WIT
Berkas Perkara Lengkap, Bupati Mimika segera Disidangkan
Papuanewsonline.com, Jakarta-
Penyidik KPK secara resmi melaksanakan penyerahan Tersangka dan barang
bukti kepada Tim Jaksa dengan Tersangka
EO (Eltinus Omaleng) dan Tersangka MS (Marthen Sawy), Kamis (29/12/2022). Kepala pemberitaan KPK, Ali Fikri
mengatakan Dari hasil penelitian Tim Jaksa, seluruh isi berkas perkara memenuhi
syarat formil dan materil sehingga dinyatakan lengkap dan siap untuk di uji
dipersidangan. "Tim Jaksa melakukan
penahanan lanjutan selama 20 hari, terhitung 29 Desember 2022 s/d 17 Januari
2023, dengan tersangka EO ditahan di
Rutan KPK pada Pomda Jaya Guntur, tersangka MS ditahan di Polres Jakarta
Timur," ungkap Ali Fikri melalui Keterangan Tertulis yang diterima Media
ini, Kamis (29/12/2022). Ali menegaskan, Dalam waktu 14
hari kerja, pelimpahan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor
oleh Tim Jaksa segera dilakukan. Diketahui Bupati Mimika, Eltinus
Omaleng dijadikan tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi pembangunan Gedung
Gereja Kingmi. Selain Bupati, KPK juga menjerat
mantan Kabag Kesra Marthen Sawy dan Kontraktor pelaksana Tegu Anggara sebagai
tersangka dalam perkara tersebut.(Redaksi)
29 Des 2022, 17:21 WIT
Kapten inf Dominggus Kainama Terdakwa Kasus Mutilasi Warga Nduga Di Timika Meninggal Dunia
Papuanewsonline.com, Jayapura- Perwira TNI terdakwa kasus mutilasi warga Nduga di Timika beberapa waktu lalu meninggal dunia. Perwira bernama Kapten Inf Dominggus Kainama itu menyusul korbannya.Dominggus adalah satu dari enam prajurit TNI-AD yang menjadi terdakwa kasus mutilasi warga Nduga di Timika. Dominggus mengembuskan napas terakhir di RS Dian Harapan Waena, Jayapura, Sabtu 24 Desember 2022.Kepala Oditur Militer Jayapura, Kolonel Chk Yunus Ginting mengatakan, Dominggus meninggal sekitar pukul 11.00 WIT.Namun, dia belum memastikan penyebab meninggalnya perwira TNI tersebut.Diketahui, Dominggus sempat mengeluh nyeri pada dada dan sesak napas.Sebelumnya, Kapten Dominggus Kainama bersama empat rekannya yaitu Pratu Rahmat Amin Sese, Pratu Robertus Putra, Praka Pargo Rumbouw, dan Pratu Rizky Oktaf Muliawan diajukan ke Mahkamah Militer III-19 Jayapura.Mereka diduga keras terlibat dalam kasus mutilasi yang menewaskan empat warga sipil asal Kabupaten Nduga di Timika. Sebenarnya ada enam prajurit dari Brigif 20 Timika yang terlibat.Namun, satu di antaranya yaitu Mayor Inf Hermanto kasusnya disidangkan di Mahmilti Surabaya.Sedangkan empat warga sipil yang ikut terlibat, yakni APL alias Jeck, DU, R, dan RMH alias Roy Marthen Howai yang kasusnya akan disidangkan di Pengadilan Negeri Timika. (Redaksi)
26 Des 2022, 09:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru