logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Mengejutkan!! Egianus Kogoya Sampaikan Pesan Menohok, Usai Bakar Pesawat Dan Tawan Pilot Susi Air Papuanewsonline.com, Papua- Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Egianus Kogoya menyampaikan pesan menohok kepada Indonesia, usai membakar pesawat Susi Air dan menawan pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens di Distrik Paro.Dari video yang diperoleh Papuanewsonline.com, di Timika, Rabu (14/2/2023). dengan tegas Panglima perang Kodap III, Egianus Kogoya mengatakan, penyanderaan tersebut dilakukan bukan untuk mencari makan ataupun minum, tetapi mau merdeka." Kami akan membawa pilot ini sampai Papua merdeka baru saya lepas," tegas Egianus dalam video tersebut.Sambil menggunakan kacamata dan menggenggam senjata, Egianus berpesan kepada negara-negara luar agar  membantu perjuangan  mereka, TPNPB/OPM.Ucap  Egianus, akibat kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara lain bersama Indonesia menyebabkan Papua susah untuk merdeka." Kami tawan pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens, sampai kami merdeka baru Pilot dikembalikan," Tegasnya.Egianus juga memastikan akan terus menjaga keamanan dan kesehatan dari Captain Phillip Marthens."Bersama saya, pilot Phillip Marthens akan tetap aman," ujarnya.Sebelumnya, pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens sudah disandera sejak 7 Fenruari 2023 di lapangan terbang Distrik Paro, Kabupaten Nduga.Dalam proses penyanderaan, KKB di bawah Egianus membakar pesawat yang ditumpangi Captain Phillip Marthens.Namun beredar foto-foto sang pilot Philip Marthens dengan wajah ceria didampingi kelompok Egianus Kogoya di Hutan Nduga.(Redaksi) 15 Feb 2023, 16:26 WIT
Polres Mimika Ringkus Dua Pelaku Pembunuhan Terhadap Mita Tjappi Papuanewsonline.com, Timika- Polres Mimika melalui, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru, berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan terhadap korban Mita Tjappi, kedua pelaku berinsial  YN (23 Tahun) dan RGJ (24 Tahun).Diketahui korban Mita Tjappi dihabisi kedua pelaku dengan   pisau dapur di Jalan Serui Mekar, pada Rabu (8/2).pekan lalu.Melalui presrelease, Kapolres Mimika ( Mimika AKBP I Gede Putra mengatakan, pelaku berinisial YN dan RGJ berhasil diamankan setelah ditangkap di Jalan Serui Mekar dan Jalan Petrosea pada Sabtu (11/2).“Hasil pemeriksaan keduanya saat melakukan aksi dari titik start sampai memasuki rumah korban mereka berdua. Tapi yang membunuh salah satu dari mereka,” ujar Gede Putra di Mapolsek Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/2/2023).Kapolres Gede Putra menyebutkan, insiden yang merenggut nyawa tukang jahit ini bermula saat kedua pelaku berniat menggasak barang milik korban." Saat pelaku menjalankan aksinya, korban curiga dan berteriak sehingga pelaku panik dan langsung mengambil pisau dapur lalu membunuh korban," Jelasnya.Lanjut Kapolres, Kedua pelaku Setelah mengacak-acak barang di ruang tengah, korban tersadar dan berteriak minta tolong sehingga Kedua pelaku panik dan salah satunya mendobrak pintu kamar korban, kemudian  Pelaku yang lain mengambil pisau di dapur dan menikam korban hingga meninggal dunia." Dari aksi kedua pelaku, sejumlah barang bukti berhasil kita amankan antara lain dispenser, celana kain hitam, dan baju batik, selain itu Penyidik  juga mengamankan sarung korban, baju pelaku, obeng ganjal pintu, dan sepeda motor yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya," Tegasnya.Kapolres menyebutkan kedua Pelaku disangkakan dengan Pasal 338 juncto Pasal 375 ayat 4 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun." Barang bukti pisau yang digunakan pelaku masih dalam pencarian karena menurut pengakuan pelaku, pisau tersebut sudah dibuang, Sedangkan dispenser dan pakaian jahitan milik korban sempat dijual pelaku," Tutupnya.(Redaksi) 14 Feb 2023, 14:09 WIT
Captain Philips Marthen Pilot Susi Air Asal Selandia Baru Belum Juga Ditemukan TNI/Polri Papuanewsonline.com, Jayapura - Pilot asal Selandia Baru yang bekerja untuk maskapai penerbangan Susi Air, Captain Philips Marthen hingga kini belum juga ditemukan, pascah pesawatnya Susi Air dibakar kelompok KKB Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga.Belum ditemukanya Pilot Susi Air ini, dibenarkan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Muhamad Saleh Mustafa, didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S. Saat memberikan keterangan kepada awak media di Timika, Jumat (10/2/2023).Pangdam sampaikan pasca pembakaran Pesawat Susi Air, TNI/Polri berhasil mengefakuasi 18 masyarakat pekerja pembangunan puskesmas di Paro Distrik Mapenduma Kab. Nduga dari Kenyam ke Timika.“Terkait dengan pesawat susi air terbakar berkembang isu adanya ancaman dari Kelompok Egianus Kogoya kepada para pekerja pembangunan puskesmas yang mana ke 15 orang di tambah 3 orang penunjuk jalan sudah dievakuasi dalam keadaan selamat, namun Pilot masih belum kami ketahui keberadaannya dan kami terus melakukan pencarian sesuai kondisi yang ada di lapangan,” kata pangdam.Pangdam menegaskan, TNI-Polri dalam penanganan tidak menduga duga tetapi berdasarkan fakta di lapangan.“Jadi tidak ada penyanderaan yang ada adalah kita masih mencari oknum pilot tersebut apakah di amankan oleh kelompok Egianus Kogoya ataupun simpatisannya,” Jelasnya.Kata Pangdam, mulai banyak isu-isu hoax  yang sengaja  beredar bahwa TNI-Polri akan melakukan operasi militer dengan upaya-upaya paksa maupun tindakan-tindakan kekerasan seperti bom di Paro. “Ini tidak benar alias hoax, yang benar bahwa masyakarat melakukan eksodus ke Kenyam karena ulah dari KKB Kelompok Egianus Kogoya. Tadi malam Pak Bupati Nduga meminta kami untuk membantu warganya dalam melakukan eksodus, dan tadi pagi kami sudah melakukan operasi penyelamatan dengan prioritas ibu-ibu hamil anak-anak maupun orang tua.  Sementara 25 orang sudah kami bantu dan sudah berada di Kenyam,  sedang di tangani pihak medis TNI-Polri,” tegas Pangdam.Sejauh ini, kata Pangdam XVII Cendrawasih, upaya pertama yang dilakukan yaitu dibuka ruang dialog, namun jika tidak berhasil maka akan dilakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok KKB.Senada dengan hal tersebut Wakapolda Papua juga mengatakan pihaknya dalam hal ini TNI-Polri dalam proses operasi kemanusiaan yang tengah dilakukan, memprioritas ibu-ibu hamil, anak- anak maupun orang tua yang sudah renta.“Kami sudah berhasil mengevakusi sejumlah 25 orang masyarakat dengan rincian 12 orang dewasa (4 laki - laki dan 8 Perempuan) dan 13 anak - anak (10 laki - laki dan 3 perempuan), yang sementara ini sudah berada di Kenyam untuk didiberi tindakan medis,” ujar Wakapolda.Menapis isu yang beredar di masyarakat bahwa TNI dan Polri akan melakukan upaya kekerasan berupa bom, Wakapolda Papua Papua  dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak benar.“Isu yang disampaikan oleh kelompok Egianus Kogoya itu tidak benar, yang kami lakukan disana hanya tindakan kemanusiaan dan tindakan penegakan Hukum,” Tandasnya.(Redaksi) 11 Feb 2023, 08:08 WIT
Salah Paham, Picu Bentrok Dua Kampung Di Asmat Papuanewsonline.com, MIMIKA - Bentrokan antar warga terjadi di Asmat, Provinsi Papua Selatan, Rabu (25/1/23). Bentrokan ini dipicu oleh kesalahpahaman terhadap informasi tewasnya seorang warga di kali Ewor, distrik Sawa Erma. Kapolsek Sawa Erma Iptu Muhammad Zain mengungkapkan, bentrokan terjadi antara warga kampung Esmapan distrik pulau tiga, dengan warga kampung Weo, distrik Sawa Erma di Kantor Kas Bank Papua. "Ya betul, ada penyerangan yang dilakukan oleh Masyarakat Kampung Esmapan kepada Masyarakat Kampung Weo.  Kejadiannya saat kedua Masyarakat kampung tersebut bertemu di Kantor Kas Bank Papua Sawa Erma, saat proses pencairan dana ADD," Jelas Kapolsek Bentrokan dipicu oleh beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa salah seorang warga Esmapan yang ditemukan tak bernyawa di kali Ewor pada Selasa, 10/01/2023 itu diduga dibunuh oleh salah satu warga Kampung Weo. Masyarakat Kampung Esmapan yang tersulut emosi, hendak melakukan aksi balas dendam. Terhadap peristiwa itu, Tim BKO Polres Asmat yang dipimpin AKP Pollykarpus Ulukyanan bersama personil Polsek Sawa Erma langsung menyisir Masyarakat Kampung Esmapan yang telah melakukan Penyerangan. Dari hasil penyisiran yang dilakukan tim gabungan tidak menemukan aktifitas masa dari kelompok warga Esmapan. Kapolsek Sawa Erma menjelaskan, penyisiran itu sengaja dilakukan untuk mengumpulkan para pihak yang bertikai guna mencari solusi atas persoalan tersebut. "Tujuan kami melakukan penyisiran atau pencarian ini guna mengumpulkan Masyarakat dari kedua Kampung yang sedang bertikai, untuk kita sama-sama mencari solusi atau mendamaikan kedua Masyarakat Kampung tersebut. Semua ini karena kesalahpahaman saja. Kerena hasil penyisiran hari ini nihil, jadi nanti saya coba berkoordinasi dengan pak Distrik dari kedua Kampung yang berselisih paham, dan Kepala Kampung dari kedua Kampung tersebut untuk kita duduk bersama," ujar Kapolsek. Saat ini, situasi di lokasi sudah terkendali dan aparat keamanan juga sudah disiagakan. "Sementara aman terkendali, di TKP sudah ditempati tim BKO Polres Asmat, dan Polsek Sawa Erma," tandasnya. (Redaksi) 26 Jan 2023, 13:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT