logo-website
Senin, 13 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Lagi!! Kapolda Papua Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tetap Dikedepankan Terkait Rusuh di Dogiyai Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., untuk kedua kalinya kembali menegaskan, bahwa penegakan hukum harus tetap di kedepankan pasca kerusuhan di Dogiyai, yang terjadi Sabtu (12/11/2022) beberapa waktu lalu.“ Saya sudah perintahkan Kapolres Dogiyai untuk penegakan hukum harus tetap dikedepankan tanpa mengurangi akar budaya,” tegas kapolda Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri saat ditemui wartawan di Gedung A Mako Polda Papua, Selasa (22/11/2022).Kapolda mengatakan bahwa pelanggaran terhadap lakalantas dan pembakaran yang terjadi di Kabupaten Dogiyai akan di proses hingga Pengadilan.“ Jadi pelanggaran terhadap laka lantas dan pembakaran akan kita proses hingga pengadilan,” Ungkapnya.Kapolda menyebutkan, Polri akan memberikan edukasi kepada masyarakat di Tanah Papua tentang bagaimana yang harus dilakukan pada kasus pembakaran yang terjadi di Dogiyai.“ Untuk kasus pembakaran juga akan kami proses supaya masyarakat di Tanah Papua bisa diedukasi tentang bagaimana penegakan hukum itu harus harus dilakukan,” tandasnya.Dirinya mengungkapkan Aparat keamanan mengambil sikap dengan pendekatan secara perlahan kepada dua kelompok besar yang ada di Dogiyai.“ Kita dekati semua masyarakat khususnya di Dogiyai ada 2 keompok besar, kita tanpa melihat kelompok A kelompok B supaya kejadian tersebut tidak berulang kembali,” Jelasnya.Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa mengamuk di Kampung Ikebo, Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun bernama Noldi Goo meninggal dunia pada Sabtu (12/11/2022).Lantaran emosi dan tidak dapat mengendalikan diri, sekelompok massa itu sontak melakukan aksi anarkis dengan menyerang supir, warga, hingga membakar puluhan bangunan mulai dari rumah kios hingga kantor pemerintahan. Kerusuhan pun tak bisa dihindarkan.(Redaksi)     23 Nov 2022, 00:15 WIT
Ream Blong! Mobil Pickup Geruduk Dua Motor Di Puncak jaya, Sopir langsung Dibekuk Polisi Papuanewsonline.com,Puncak Jaya – Kepolisian Resor Puncak Jaya saat ini tengah menangani kasus kecelakaan yang terjadi di pertigaan Kantor Badan Pusat Statistik, Kampung Pruleme, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (22/11).Kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 siang  WIT hingga mengakibatkan 4 korban luka dan 1 korban meninggal dunia.Kabid Humas Polda Papua Kombes pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat ditemui di Media Center, Selasa (22/11) membernarkan kejadian tersebut.Kabid Humas mengatakan bahwa kejadian tersebut melibatkan 1 mobil pickup jenis Daihatsu Hiline bernopol DS 8130 AL dan 2 sepeda motor jenis Honda Vario Nopol PA 3524 HD dan Yamaha Jupiter Z tanpa nomor Polisi.Ia menjelaskan, kronologi kejadian berawal dari mobil Pick up yang melaju kencang dari arah Kota Baru menuju Kota lama dan mengalami rem blong sehingga pengemudi membantingkan stir kearah kiri yakni trotor guna menghentikan laju kendaraannya.“ Namun akibat laju kendaraan yang belum berhenti, setibanya di Pertigaan Badan Pusat Statistik Puncak Jaya, mobil Pickup tersebut sulit dikendalikan hingga menabrak 2 sepeda motor tersebut yang juga tengah berada di jalan raya,” jelasnya.Ia menerangkan, saat ini pengemudi Mobil Pick up berinisial CT (35) tersebut telah diamankan oleh pihak Kepolisian untuk dimintai keterangannya, dan para korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Unit Darurat Mulia untuk diberikan penanganan medis.“ Adapun korban luka yakni pengemudi maupun penumpang Honda Vario yakni, Martinus Pigai (29) mengalami retak pada bagian lengan sebelah kiri serta shock ringan, dan Gergorius tatogo (8) yang mengalami patah kaki kiri dan  mengalami lecet-lecet,” pungkas Kabid Humas.Lanjutnya, untuk pengendara maupun penumpang Yamaha Jupiter Z yakni atas nama Risal Ranta (36) mengalami lecet ringan pada kepala, tangan, kaki, maupun bokong dan leher sulit untuk digerakkan, Ludia Pakuntang (29) mengalami shock berat dan Aerelyn Vania Londa Ranta (5) mengalami luka berat hingga meninggal dunia.“ Untuk saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Sat Lantas Polres Puncak Jaya, telah melaksanakan  olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, Kami telah mengevakuasi badan mobil ke tepian jalan,” ucap Kombid  Kamal.Diketahui bahwa pihak Kepolisian akan menangani dan memproses kasus kecelakaan ini secara profesional dan porosional.“ Kami menghimbau kepada seluruh warga tetap menjaga Kamtibmas di wilayah Puncak Jaya dan jangan terprovokasi oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung Jawab yang dapat mengganggu harmonisasi kehidupan masyarakat di Puncak Jaya,” Harap Kabid Humas.(Redaksi)     23 Nov 2022, 00:13 WIT
Mengungkap Dugaan Korupsi Lukas Enembe, KPK Kembali Cecar Sejumlah Pihak di Gedung Merah Putih Papuanewsonline.com, Jakarta- Lembaga antirasuah KPK kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dalam mengungkap peran Gubernur Papua Lukas Enembe dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi suap dan gratifikasi  terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi  Papua.Plt juru bicara KPK, Ali Fikri membenarkan pemeriksaan tersebut." Benar hari ini Pemeriksaan sesuai jadwal panggilan dari penyidik untuk beberapa pihak guna pengambilan keterangan di  di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl. Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ucap Ali melalui keterangan tertulis yang diterima Papuanewsonline.com, Selasa (22/11/2022).Ali menyebutkan sejumlah pihak yang sudah dipanggil secara patut guna diperiksa yakni, OKTO PRASETYO (Pokja Proyek Entrop Hamadi), GANGSAR CAHYONO (Pokja Proyek Entrop Hamadi), ARNI PARIRIE (Pokja Proyek Entrop Hamadi) ,PASKALINA (Pokja Proyek Entrop Hamadi), YENNI PIGOME (Pokja Proyek Entrop Hamadi), SUMANTRI (Direktur PT Papua Sinar Anugerah KSO PT TABI BANGUN PAPUA), GIRIUS ONE YOMAN (KADIS PU/ PPK Entrop Hamadi).Ali kembali menegaskan, bila para saksi Mangkir dalam panggilan kedua penyidik KPK,  maka  Saksi Akan Dijemput PaksaIa mengatakan, Lembaga Antirasua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan upaya penjemputan paksa terhadap Para saksi yang mangkir dalam panggilan penyidik  untuk diperiksa terkait skandal dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe." Soal mangkirnya para saksi, pasti kami segera panggil yang kedua kalinya dan jika mangkir kembali maka sesuai ketentuan hukum  dilakukan jemput paksa terhadap saksi," tegas Ali.(Redaksi) 22 Nov 2022, 11:06 WIT
Kejari Mimika Teliti Berkas Empat Tersangka Kasus Mutilasi Warga Nduga Papuanewsonline.com, Timika- Berkas empat tersangka terduga pelaku mutilasi terhadap warga Nduga, beberapa waktu lalu kini tengah diteliti Jaksa peneliti Kejaksaan Negeri Timika.Hal ini dibenarkan Kasie Intel Kejaksaan Negeri Timika, Masdalianto SH saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (17/11/2022).“ Kami sudah menerima Berkas 4 tersangka dari Penyidik Polres Mimika, dan  saat ini  Tim Jaksa peneliti  sementara meneliti berkas dari para tersangka,” Jelasnya.Lanjut Masdalianto, Empat tersangka itu merupakan warga sipil yakni APL,DU,RL dan RMH, “ Jaksa Peneliti Kejari saat ini meneliti berkas mereka hingga memenuhi kelengkapan berkas perkara saat penuntutan nanti,” Ujarnya.Kasie Intel menyebutkan, Perkara tersebut merupakan atensi sehingga segera akan dilimpahkan ke Pengadilan, setelah berkas dari para tersangaka dinyatakan lengkap.“ Para tersangka disangkakan dengan pasal berlapis yakni pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juga Dengan ancaman maksimal hukuman mati,” Ucapnya.Sementara itu Keluarga korban mutilasi warga Suku Nduga minta Negara hadir dalam mengawal proses hukum para pelaku yang melakukan mutilasi terhadap warga Nduga di Timika, Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu, sehingga ada keadilan hukum.Hal ini disampaikan keluarga korban, Aptoro Lokbere melalui keterangan tertulis yang diterima Media Papuanewsonline.com, Rabu (16/11/2022).Sebagai keluarga korban, Lokbere berharap agar penegakan hukum dalam perkara ini memberikan rasa keadilan  terhadap keluarga korban." Kami minta para pelaku bengis ini, dihukum mati karena aksi biadap dan kekejaman mereka terhadap saudara kami, melanggar hukum Internasional, Hukum Negara Indonesia, hukum Agama dan hukum adat, ini terkait kemanusian," tegas Aptoro Lokbere.Kata dia, Keluarga meminta agar proses hukum terhadap para  pelaku dilakukan secara transparan melalui peradilan umum; tidak dipisah-pisahkan, seperti  ada yang diadili di  Peradilan Militer dan ada pelaku (sipil) di peradilan umum." Kalau dipisah begini kontruksi perkaranya bisa terpotong-potong atau tidak utuh karena ada pelaku yang disidang pada Ouditur Militer dan ada juga yang di peradilan umum, padahal aksi biadab dan kekejaman yang tidak berprikemanusian ini,  mereka lakukan secara  bersama-sama," ungkap Aptoro Lokbere.Lanjut Aptoro, Keluarga ragu dengan penanganan perkara  kasus mutilasi belakangan ini, sehingga terutama terkait proses hukum para pelaku, pihak keluarga ingin bertemu Menko Polhukam, Panglima TNI, Menhan dan Ketua Mahkamah Agung, agar  proses penegakan hukum benar-benar transparan, terbuka dipantau publik dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban. " Kalau dipisah lalu disidang  di militer kami bisa pantau bagaimana? Kalau mereka diadili terpisah, juga bagaimana? Apa  keterangannya bisa utuh? Padahal aksi biadap ini mereka lakukan  bersama-sama," ucapnya.Terkait hal itu, Aptoro mengatakan,  sebagai perwakilan  keluarga korban serta seluruh masyarakat suku Nduga,  meminta waktu untuk bisa berjumpa langsung dengan pimpinan tinggi lembaga negara yang bisa mengambil keputusan terkait proses penegakan hukum kasus tersebut. " Kami percaya Panglima TNI orangnya humanis tapi juga tegas, maka kami ingin menyampaikan kepada beliau agar proses hukumnya jangan dipisahkan  begini. Satukan saja di Peradilan Umum, buka seluas-luasnya ke publik karena ini masuk dalam kejahatan luar biasa biadabnya, karena pelaku merupakan abdi negara," sorot Aptoro.Lanjut kata Aptoro, Terkait kasus mutilasi yang menimpa keluarganya, masyarakat suku besar Nduga  masih menaruh percaya terhadap negara, kalau   Negara berlaku adil, dengan membawa para pelaku  semuanya  ke peradilan umum.Dikatakanya, Saat ini pihaknya berada di Jakarta untuk menantikan sikap respon dari  Menko Polhukam, Panglima TNI dan Menhan serta Mahkamah Agung, guna bertemu sehingga menyampaikan secara langsung keluhan keluarga korban." Saya ingatkan,  Jangan lagi permainkan kami masyarakas Suku Nduga  dengan skenario lain. Tapi pastikan para pelaku ini diberi  hukum mati dan  peradilannya terbuka untuk publik, kami juga harus pastikan semua pelaku harus diseret  ke peradilan umum. Itu yang ingin kami sampaikan kepada Bapa Panglima, Menko Polhukam, Pak Menhan dan juga Mahkamah Agung," tegas Aptoro.Sebagai informasi dalam kasus  keji ini, terdapat Enam tersangka  dari pihak TNI yakni, Mayor Inf HFD; Kapten Inf DK; Praka PR; Pratu RAS; Pratu RPC dan Pratu ROM.Mereka dijerat pasal berlapis.Mayor Inf HFD disangkakan pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 126 KUHPM jo 148 KUHPM. Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Sedangkan lima tersangka Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RPC, Pratu RAS, Pratu ROM dijerat pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juga Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Selain keterlibatan abdi negara enam orang anggota TNI dalam kasus ini,  Polres Mimika juga telah menetapkan 4 orang warga sipil sebagai tersangka.(Redaksi)   17 Nov 2022, 13:59 WIT
Bupati Yakobus Dumupa Berharap Masyarakat Dogiyai Jaga Kamtibmas Jelang Natal dan Tahun Baru Papuanewsonline.com, Dogiyai – Bupati   Yakobus Dumupa menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Dogiyai agar  menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif menjelang Natal dan Tahun baru.Himbauan ini disampaikan Bupati Yakobus, saat Pertemuan bersama Pemerinta Daerah Dogiyai dan Polres Dogiyai,Rabu (16/11) Siang.Pertemuan itu dalam rangka membahas situasi Kamtibmas pasca kerusuhan beberapa hari lalu di Dogiyai, Diketahui dalam pertemuan itu, turut dihadiri Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel D, Tatiratu.Dalam pertemuan itu, Bupati Dogiyai menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya seorang anak akibat kecelakaan lalu lintas dan juga meninggalnya seorang warga yang menjadi korban kerusuhan beberapa hari lalu.Bupati Yakobus sangat menyayangkan peristiwa itu. "Tentunya peristwa ini tidak diinginkan oleh siapapun, tetapi faktanya telah terjadi karena itu saya sangat menyayangkan peristiwa ini," ucap Yakobus.Lanjutnya, dalam masalah yang terjadi ada  2 kasus yang berbeda yakni kecelakaan lalu lintas dan kerusuhan." Yang pertma kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia. Kedua adalah kekerasan yang dilakukan oleh massa dimana terjadi pembakaran, kemudian tindakan pembunuhan dan tindakan kekerasan yang lainnya," ucapnya.Terkait dengan kerusuhan itu, dengan  tegas Bupati Yakobus menyatakan, sesungguhnya kasus satu dengan kasus yang lain tidak ada rangkaian atau kaitan secara langsung." Saya minta  kedua kasus ini dapat diproses hokum segera, kasus  kecelakaan lalu lintas harus penegakan hukum sendiri, sedangkan kekerasan dan pembakaran, hingga pembunuhan juga harus diproses hokum, sehingga Hukum ini benar-benar Panglima, " tegas Yakobus.Menurut Bupati Yakobus, banyak orang telah menjadi korban dan kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, termasuk pemerintah juga mengalami kerugiann sangat besar karena kantor-kantor  dibakar, sehingga perlu ada penegakan hukum yang maksimal terhadap para pelaku. "Saya berharap kejadian ini tidak tejadi lagi dikemudian hari, kejadian kali ini harus menjadi yang terakhir kali dan tidak boleh hal semacam ini terjadi lagi," Tandasnya. Bupati  juga meminta  pihak Kepolisian agar mengambil langkah yang tegas dan terukur bagi siapapun yang mencoba melakukan aksi kekerasan menjelang natal dan tahun baru, sehingga situasi menjelang Natal dan Tahun Baru tetap terjaga dengan baik. (Stevi) 16 Nov 2022, 19:28 WIT
Kabid Humas POLDA Papua Kunjungi Dogiyai, Pastikan Situasi Jalan Nabire-Enarotali Lancar Papuanewsonline.com, JAYAPURA – Pasca kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu, Kabid Humas Polda Papua Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Dogiyai untuk mengecek situasi yang ada di Kabupaten Dogiyai, Rute Nabire Enarotali lancar Selasa (15/11) Kabid Humas mengatakan bahwa hingga saat ini Kabupaten Dogiyai dapat dikatakan aman dan kondusif, para personel bersama warga yang ada, juga bersama-sama turut membantu menyingkirkan beberapa benda-benda yang berserakan disepanjang jalan pasca kerusuhan. “Personil gabungan masih terus melakukan pengamanan di beberapa titik guna melindungi masyarakat baik jiwa raga dan harta benda milik warga,” ucapnya. Kabid humas juga menambahkan, diketahui bahwa ada 12 masyarakat yang dinyatakan hilang saat kejadian, 11 karyawan dan 1 penjaga Apotik, hingga saat sudah terdapat 10 karyawan ditemukan, diantaranya 3 orang karyawan ditemukan hari ini berkat bantuan warga dan tokoh masyarakat, dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia an. Iqbal, kami hingga kini masih terus melakukan pencarian untuk mencari sisa 1 korban yang belum ditemukan. “Hari ini kita Fokus rute jalan harus lancar, pencarian korban, berbaikan jaringan PLN serta aktivitas jualan bagi warga.Kami masih terus fokuskan pencarian  para pekerja yang hilang tersebut. Kami ketahui bersama bahwa para pekerja tersebut merupakan orang-orang yang sedang melakukan pembangunan vasikitas umum di Kabupaten Dogiyai,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang ada sudah terlihat berada di keluar rumah serta para penjual juga sudah kembali berdagang karena situasi yang mulai kondusif dan aman. Adapun Langkah-langkah yang akan diambil pihaknya bersama personel gabungan, yakni akan melakukan pembersihan dibeberapa titik yang sudah dilakukan olah TKP oleh Polres Dogiyai. “Kami juga saat ini sedang mengidentifikasi dan terus dilakukan pendalaman dari setiap peristiwa agar segera ditemukan pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini sehingga diberikan penegakan hukum yang layak,” pungkas Kabid Humas. Lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan Bupati Dogiyai, Para Tokoh dan warga masyarakat berkaitan dengan peristiwa laka lantas hingga mengakibatkan pembakaran tersebut. “Kami juga masih terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat untuk mengembalikan situasi yang aman dan kondusif di masyarakat, hingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasanya,” tutupnya. (Redaksi) 16 Nov 2022, 18:54 WIT
Kedua Pihak yang Bertikai Sepakat untuk Tidak Melanjutkan Perang Papuanewsonline.com, JAYAPURA – Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu, S.H, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa pada hari ini Selasa (15/11) Polres Jayawijaya telah mempertemukan kedua belah pihak dalam aksi pertikaian yang terjadi pada Sabtu (12/11) untuk menemukan titik terang dan jalan keluar. Pada saat diwawancarai, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu, S.H, S.I.K, M.H menyampaikan bahwa fokus atau tujuan mediasi hari ini adalah agar kedua belah pihak dapat sepakat untuk tidak melanjutkan perang yang akan dapat merugikan lebih banyak korban. “Disepekati Bersama bahwa dalam mediasi hari ini kedua belah pihak telah menuju kata Damai, sehingga baik Massa dari Bapak Elianus Kalolik selaku keluarga korban kasus penganiayaan serta massa dari Bapak Konstan Elopere selaku perwakilan korban dari rumah yang dibakar dapat melakukan aktivitas seperti biasa tanpa rasa takut akan terjadinya kerusuhan kembali,” ujar Kapolres Jayawijaya. Dirinya menyampaikan bahwa pihak Polres Jayawijaya sudah menemukan aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban an.Yanus Kalolik meninggal dunia dan didatangkan ditengah-tengah mediasi agar kedua belah pihak yang melakukan aksi perang tau bahwa hal yang terjadi sebelumnya tau bahwa semuanya kesalahpahaman. “Dalam mediasi tersebut Kedua belah pihak sepakat untuk meminta agar pihak Porles Jayawijaya dapat mendatangkan keluarga pelaku penganiayaan an.AK (25) sehingga permasalahan yang terjadi sebelumnya selain diproses secara hukum, juga dilakukannya proses secara adat yang berlaku. Lebih lanjut, Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S. Napitupulu mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Jayawijaya sudah aman dan terkendali, dengan dikerahkannya anggota untuk terus berpatroli guna mengantisipasi gangguan kamtibas lanjutan. (Redaksi) 16 Nov 2022, 13:07 WIT
Pasca kerusuhan Dogiyai, Polisi Kembali Evakuasi 3 Korban Papuanewsonline.com, Dogiyai – Personel Gabungan kembali menggelar pencarian dan berhasil mengevakuasi 3 korban hilang pasca kerusuhan yang terjadi di kabupaten dogiyai beberapa hari lalu, Selasa (15/11).Proses pencarian tersebut dipimpin langsung Kapolres Dogiyai didampingi beberapa PJU Polda Papua diantaranya Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H.Kabid Humas mengatakan pada saat pihaknya melakukan pencarian, Sekitar pukul 12.00 WIT mendapati informasi bahwa terdapat salah satu korban yang merupakan sopir atas nama Apus, berada di Kabupaten Deiyai dan sedang mengamankan diri di Polres.“Mendengar hal tersebut, kami kemudian segera menuju ke Kabupaten Deiyai untuk memastikan dan juga menjemput korban ,” ucap Kabid Humas.Kamal menyebutkan, pihaknya tiba di Polres Deiyai, kemudian berkoordinasi dengan personel Polres untuk mengevakuasi korban yang mengamankan diri di Polres Daiyai.“Setelah kami berkoordinasi, ternyata benar bahwa seorang sopir saat ini sedang mengamankan diri di Polres Deiyai dalam keadaan selamat, kemudian kami mengevakuasi korban tersebut untuk dibawa ke Polres Dogiyai, dan untuk 2 korban lainnya diserahkan oleh Tokoh masyarakat yang diterima oleh Kapolres yang didampingi Kasatgas Tindak Satgas Ops Damai Cartenz,” ungkap Kabid Humas.Pihaknya tiba di Polres Dogiyai sekitar pukul 16.30 WIT kemudian korban tersebut dikumpulkan bersama masyarakat lainnya yang masih berada di Polres Dogiyai. “Kami ketahui bahwa saat ini masih ada 1 orang karyawan yang belum ditemukan, yakni atas nama Joni Kami akan terus melakukan pencarian untuk mencari keberadaan korban,” Tutupnya.(Fausia) 16 Nov 2022, 10:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT