logo-website
Sabtu, 27 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Kunker Ke Ambon, Wamen ESDM Disambut Kapolda Maluku dan Forkopimda Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, menyambut kedatangan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, dalam kunjungan kerja di Provinsi Maluku.Penyambutan berlangsung di VIP Room Bandara Pattimura Ambon, Senin (27/4/2026) pagi, dengan pengamanan dan protokol yang berjalan tertib.Kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM ini merupakan bagian dari agenda pemerintah pusat dalam mendorong penguatan sektor energi dan sumber daya mineral di daerah, termasuk optimalisasi potensi serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.Kapolda Maluku menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama kunjungan berlangsung.“Kami telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan secara optimal guna memastikan seluruh agenda kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM beserta rombongan berjalan aman dan lancar,” ujar Kapolda.Ia menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan stakeholder menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas, khususnya dalam mendukung program strategis nasional.“Stabilitas kamtibmas harus terus dijaga agar setiap agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.Kapolda juga menilai, situasi keamanan yang kondusif akan menjadi faktor pendukung masuknya investasi, terutama di sektor energi dan sumber daya alam di Maluku.Seluruh rangkaian penyambutan berlangsung lancar dan berakhir dalam situasi aman dan terkendali. PNO-12 29 Apr 2026, 10:07 WIT
Otsus Papua Dinilai Kehilangan Ruh, Vinsent Oniyoma Soroti Arah Kebijakan dan Ruang Sipil Papuanewsonline.com, Mimika — Ketua Dewan Adat Daerah Mimika, Vinsent Oniyoma, menyampaikan pandangannya terkait kondisi Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dinilai telah kehilangan arah dan substansi. Ia menilai situasi saat ini menunjukkan perubahan besar dalam tata kelola Papua, yang tidak lagi sepenuhnya berpihak pada masyarakat asli.Dalam keterangannya pada 26 April 2026, Vinsent menyoroti tingginya angka investasi di Papua yang tidak sejalan dengan kondisi sosial masyarakat. Ia menyebut bahwa meskipun nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat adat.“Otsus Papua Telah Mati: Kembali ke Era Kontrol Sentral dan Jalan Bersenjata,” ujarnya.Menurutnya, sejak revisi Undang-Undang Otonomi Khusus pada 2021, arah kebijakan Papua mengalami perubahan signifikan. Ia menilai bahwa kebijakan pembangunan kini lebih bergantung pada kepentingan investasi dibandingkan aspirasi masyarakat Papua.“Ketika Otonomi Khusus Kehilangan Ruh, Nasib Papua Bergantung pada Investasi, Bukan Keinginan Orang Papua,” tegasnya.Ia menjelaskan bahwa Otsus yang awalnya dirancang sebagai instrumen untuk memberikan kewenangan luas kepada daerah dan masyarakat adat, kini dinilai telah melemah. Perubahan regulasi disebut telah mengurangi peran penting lembaga lokal dalam pengambilan keputusan.Vinsent juga menyoroti perubahan kewenangan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang kini hanya bersifat memberikan pertimbangan, tanpa kekuatan untuk menentukan keputusan. Kondisi ini dinilai mengurangi fungsi kontrol terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat adat.Selain itu, ia mengkritisi meningkatnya peran pemerintah pusat dalam pengambilan kebijakan di Papua. Menurutnya, sejumlah lembaga baru yang dibentuk justru mengambil alih kewenangan yang sebelumnya berada di tangan pemerintah daerah.Vinsent juga menyoroti situasi keamanan di Papua yang dinilai semakin kompleks. Ia menyebut bahwa ruang sipil semakin terbatas, sementara pendekatan keamanan dinilai lebih dominan dalam menyikapi berbagai persoalan di wilayah tersebut.Ia mengingatkan bahwa kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya ketegangan sosial serta memperbesar risiko terhadap masyarakat sipil. Oleh karena itu, ia mendorong adanya pendekatan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.“ini dimana situasi tanah Papua tidak baik baik saja, kita semua perlu jaga tanah Papua sebagai tanah Damai dan tanah perjanjian.kami berharap seluruh oimpinan2 daerah mencari solusi dalam menyelamatkan tanah Papua dari bebranagai ancaman ke depan.” tutupnya. Vinsent berharap seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat, dapat bersama-sama mencari solusi untuk menjaga stabilitas dan masa depan Papua. Ia menegaskan bahwa pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan kemanusiaan. (GF) 28 Apr 2026, 19:38 WIT
Bupati Mimika Ingatkan Pentingnya Kompetensi PPK dalam Pengadaan Barang dan Jasa Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi penguatan peran Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam rangka percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 28–29 April 2026.Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan peran PA, KPA, dan PPK merupakan kunci utama dalam mempercepat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap seluruh pihak dapat memahami tugas dan fungsi masing-masing secara baik dan benar,” ujarnya.Ia menjelaskan, PA memiliki tanggung jawab penuh atas penggunaan anggaran, sementara KPA menjalankan kewenangan yang dilimpahkan untuk mengelola anggaran di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Adapun PPK memegang peran teknis penting dalam proses pengadaan, mulai dari perencanaan, penetapan spesifikasi hingga pengendalian pelaksanaan kontrak.Johannes menekankan bahwa PPK yang ditunjuk harus memiliki kompetensi dan sertifikasi keahlian di bidang pengadaan barang dan jasa. Hal ini penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, tepat waktu, serta menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti masih adanya OPD yang belum menetapkan PA, KPA, dan PPK. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi karena berpotensi menghambat proses pengadaan dan berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran.“Saya minta pimpinan OPD segera menindaklanjuti hal ini secara serius,” tegasnya.Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga menjadi perhatian. Ia mengingatkan agar tidak terjadi lagi laporan pekerjaan yang telah mencapai 100 persen, namun kenyataannya tidak sesuai spesifikasi di lapangan.Pemanfaatan sistem pengadaan secara elektronik, termasuk e-katalog dan kontrak elektronik, juga didorong untuk dimaksimalkan guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.Tak hanya itu, Johannes juga mengingatkan agar pelaksanaan pengadaan tetap memberi ruang bagi pelaku usaha lokal, sehingga pembangunan yang dilakukan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Mimika.Ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat meningkatkan komitmen dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sehingga proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan optimal. Penulis: Bim Editor: GF 28 Apr 2026, 19:16 WIT
Penyerapan Anggaran Mimika Baru 2,5 Persen, BPKAD Optimistis Capai Target Papuanewsonline.com, Mimika — Realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Mimika hingga saat ini tercatat masih rendah, yakni baru sekitar 2,5 persen atau kurang lebih Rp140 miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen T. Mallisa, dalam wawancara pada Senin (27/4/2026).Menurutnya, rendahnya angka penyerapan yang tercatat dalam sistem disebabkan oleh proses pencatatan yang sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual, sehingga belum seluruh pengeluaran ter-update secara maksimal.“Kalau kita lihat, sebelumnya pencatatan pengeluaran masih banyak dilakukan secara manual, sehingga belum seluruhnya ter-update di dalam sistem. Itu yang menyebabkan penyerapan anggaran yang tercatat masih terlihat kecil,” ujarnya.Meski demikian, Marthen menjelaskan bahwa secara riil, penyerapan anggaran diperkirakan sudah jauh lebih tinggi. Jika memperhitungkan kegiatan yang telah berjalan di lapangan, penyerapan diprediksi berada di kisaran 30 hingga 35 persen.Ia menambahkan, sejumlah pekerjaan fisik saat ini sudah mulai berjalan, meskipun sebagian masih dalam tahap kontrak dan penyelesaian administrasi.“Untuk saat ini, yang ter-update di sistem baru sekitar 2,5 persen. Namun ada juga pengeluaran yang masih dalam proses perekaman, sehingga belum tercermin dalam data,” jelasnya.Untuk mempercepat realisasi anggaran, BPKAD mendorong percepatan proses lelang kegiatan. Saat ini, beberapa persyaratan lelang sudah mulai ditayangkan sehingga diharapkan pekerjaan dapat segera dilaksanakan.“Kami mendorong agar proses lelang bisa segera dilakukan. Dengan percepatan itu, diharapkan pekerjaan bisa berjalan dan penyerapan anggaran meningkat,” katanya.Terkait target akhir tahun, Marthen mengakui masih terlalu dini untuk memastikan capaian secara pasti. Namun, pihaknya optimistis realisasi penyerapan anggaran tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.Pada tahun 2025 lalu, penyerapan anggaran sempat menghadapi berbagai kendala, meskipun pada akhirnya mampu mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Tahun ini, Pemkab Mimika menargetkan capaian minimal berada pada kisaran tersebut atau bahkan lebih tinggi.“Kami optimistis tahun ini bisa minimal sama atau bahkan lebih baik dari tahun lalu,” tutupnya Penulis: Bim Editor: GF 27 Apr 2026, 20:39 WIT
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemda Mimika Tekankan Sinkronisasi dan Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Senin (27/4/2026).Pada kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan peran pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Otonomi daerah merupakan instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” ujar Rettob.Tema tahun ini, lanjutnya, mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, guna mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal.Dalam sambutan tersebut, disampaikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sinkronisasi pusat dan daerah. Di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran nasional dan daerah guna menghindari tumpang tindih program dan duplikasi anggaran.Selain itu, pemerintah juga mendorong reformasi birokrasi berbasis hasil dengan memperkuat digitalisasi dan inovasi daerah. Birokrasi diharapkan tidak lagi berorientasi pada administrasi semata, tetapi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.Penguatan kemandirian fiskal daerah juga menjadi perhatian utama, mengingat masih banyak daerah yang bergantung pada dana transfer pusat. Di sisi lain, kolaborasi antar daerah dinilai penting dalam menangani isu lintas wilayah seperti transportasi, lingkungan, dan pengelolaan sampah.Pemerintah juga diminta fokus pada pemenuhan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial, guna mengurangi kesenjangan antar wilayah. Selain itu, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah terhadap krisis ekonomi, pangan, dan bencana akibat perubahan iklim juga menjadi prioritas.Dalam arahannya, Rettob mengajak seluruh kepala daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan perkembangan teknologi.Beberapa fokus strategis yang turut disoroti antara lain penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, pengelolaan sumber daya air, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.Menutup sambutannya, ia mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan Hari Otonomi Daerah, dilakukan secara efisien dan tidak berlebihan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.“Dilaksanakan secara sederhana, mengoptimalkan sumber daya yang ada, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menghindari pemborosan anggaran,” tegasnya.Bupati juga mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus meningkatkan kolaborasi dan memastikan setiap program serta anggaran benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.“Marilah kita membangun dari kampung ke kota, dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan di setiap distrik dan kampung, agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.Peringatan 30 tahun otonomi daerah ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Penulis: Bim Editor: GF 27 Apr 2026, 13:10 WIT
33 Casis Akpol Polda Maluku Lolos Tes Psikologi Tahap I Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 33 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dinyatakan lulus uji psikologi tahap I dalam seleksi penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku. Pengumuman hasil disampaikan di SMA Negeri 2 Ambon, Sabtu (25/4/2026).Dari total 43 peserta yang mengikuti tes, 33 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS), sementara 10 lainnya tidak memenuhi syarat (TMS).Kegiatan ini dipimpin oleh Kabag Dalpers Biro SDM AKBP Tommy Bambang Souissa, didampingi jajaran pejabat Biro SDM.AKBP Tommy menjelaskan, hasil seleksi diumumkan secara terbuka sebagai bentuk komitmen transparansi kepada peserta dan publik.“Dari 43 peserta, sebanyak 33 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkan 10 lainnya belum memenuhi syarat. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.Adapun rincian hasil seleksi, yakni 33 peserta lulus terdiri dari 29 pria dan 4 wanita, sementara 10 peserta yang tidak lulus terdiri dari 9 pria dan 1 wanita.Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).“Kami memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi. Hasil yang diperoleh peserta sepenuhnya berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegasnya.Ia juga menambahkan bahwa aspek humanis tetap dikedepankan dengan memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lulus untuk mengetahui kekurangan mereka.“Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat diberikan ruang untuk melihat hasil penilaiannya, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengikuti seleksi di masa mendatang,” tambahnya.Untuk menjamin integritas pelaksanaan, proses seleksi diawasi secara ketat oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta pengawas eksternal dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku dan Politeknik Negeri Ambon.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. PNO-12 26 Apr 2026, 14:11 WIT
Wakapolda Maluku Ikuti Launching Quick Wins Presisi Triwulan II 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, mengikuti launching Program Quick Wins Presisi Triwulan II Tahun 2026 yang digelar secara virtual dari Ruang Vicon Lantai 2 Polda Maluku, Jumat (24/4/2026).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam memperkuat implementasi program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan ini Dir Pamobvit Polda Maluku, Kabid Humas Polda Maluku, para pejabat utama, serta perwakilan satuan kerja (satker) dan Kapolres/ta jajaran.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan, seluruh jajaran Polda Maluku harus mampu menerjemahkan program Quick Wins Presisi ke dalam langkah nyata di lapangan.“Program Quick Wins Presisi ini bukan hanya seremonial, tetapi harus diimplementasikan secara konkret melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh personel dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.“Kami mendorong seluruh satuan kerja dan jajaran kewilayahan untuk bekerja lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu upaya konkret Polri dalam menjawab ekspektasi publik terhadap pelayanan yang lebih profesional dan akuntabel.Launching ini juga menjadi momentum penyamaan persepsi terkait arah kebijakan Polri pada Triwulan II Tahun 2026, sehingga seluruh jajaran dapat bergerak secara terarah dan terukur.Program Quick Wins Presisi sendiri menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong transformasi Polri menuju institusi yang profesional, modern, dan semakin dipercaya publik. PNO-12 26 Apr 2026, 13:54 WIT
Jumat Berjamaah, Kapolda Maluku Ajak Warga Hitu Perkuat Persatuan di Tengah Dinamika Sosial Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak masyarakat Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial yang berkembang di wilayah Maluku.Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan Sholat Jumat berjamaah sekaligus silaturahmi kamtibmas di Masjid Raya Hitumesing, Jumat (24/4/2026).Maluku sebagai daerah yang memiliki keberagaman sosial, budaya, dan sejarah konflik komunal di masa lalu, dinilai membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mencegah potensi gesekan sosial.“Kita harus terus menjaga silaturahmi agar hubungan sosial tetap kuat. Dengan kebersamaan, berbagai potensi konflik bisa dicegah sejak dini,” kata Dadang.Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Maluku, di antaranya Karo SDM, Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Polairud, Dir Reskrimsus, Dir Samapta, serta Kabid Propam Polda Maluku. Hadir pula Raja Negeri Hitumesing, Raja Negeri Hitu Lama, para tokoh agama, tokoh adat, serta jamaah Masjid Raya Negeri Hitu.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya pengendalian diri dan menghindari sikap egoisme yang dapat memicu konflik di tengah kehidupan bermasyarakat.“Jangan merasa paling benar dan menyalahkan orang lain. Sikap egois justru menjadi awal dari permasalahan,” ujarnya.Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melindungi pelaku kejahatan dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat.Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.Kegiatan berlangsung aman dan kondusif serta menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Maluku. PNO-12 26 Apr 2026, 13:45 WIT
Hadiri Wisuda IAKN Ambon, Kapolda Maluku: Jadilah Agen Perubahan dan Penjaga Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan peran strategis generasi muda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seiring meningkatnya dinamika sosial di tengah masyarakat.Hal itu disampaikan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri Ambon periode I tahun 2026, Jumat (24/4/2026).Menurut Dadang, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial dalam menjaga persatuan dan kerukunan.“Para wisudawan adalah generasi penerus yang akan menjadi motor penggerak pembangunan. Karena itu, selain kompetensi akademik, penting memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab menjaga persatuan serta keamanan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus tersebut turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Kemasyarakatan dan SDM, perwakilan Kodam XV/Pattimura, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, pimpinan dan civitas akademika IAKN Ambon, serta para wisudawan dan undangan lainnya.Kapolda juga mengingatkan generasi muda untuk bersikap bijak dalam menghadapi arus informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.“Generasi muda harus mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu konflik sosial,” katanya.Ia menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian di tengah masyarakat. PNO-12 26 Apr 2026, 13:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT