logo-website
Minggu, 28 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Dorong Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Salurkan Bantuan 20 Mesin Ketinting Untuk Nelayan Meranti Papuanewsonline.com, Kepulauan Meranti - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah konkret mendorong produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.Bantuan yang diserahkan di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 10 unit mesin merek Motoya dan 10 unit Pro-Quip, yang diberikan kepada 20 nelayan sebagai penguat produktivitas sekaligus penggerak ekonomi pesisir.Kapolda menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran Polri yang tidak berhenti pada fungsi keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat secara langsung.“Kami menyadari bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, kami harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.Ia menekankan bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi besar yang selama ini perlu didorong dengan dukungan sarana dan akses yang memadai.“Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kita ingin masyarakat terus bergerak maju, mandiri, dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar lulusan Akpol 1996 itu.Dalam pandangannya, pembangunan yang kuat tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat human solidarity, kita bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial,” tambahnya.Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan yang terus didorong Polda Riau melalui konsep Green Policing, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman delapan bibit pohon jenis jambu madu dan mangga secara simbolis, sebagai pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.Sementara itu, Camat Rangsang Barat, Jefri, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Kapolda Riau dan jajaran.“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolda Riau beserta rombongan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan kami karena dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir.Senada dengan Camat Jefri, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis yang berdampak langsung dan berkelanjutan.Menurut Kapolres, bantuan ini tepat sasaran dan berpotensi meningkatkan produktivitas nelayan serta memperkuat ekonomi lokal. "Kehadiran Bapak Kapolda juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri, yang terlihat dari antusiasme masyarakat serta situasi kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif,” kata Aldi.Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. PNO-12 01 Apr 2026, 21:31 WIT
Pemerintah Resmi Terbit Kebijakan WFH Setiap Hari Jum’at Untuk ASN, Berlaku Mulai Hari Ini Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jum’at. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan melalui masa evaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa regulasi ini mencakup ASN baik di instansi pusat maupun daerah, dengan ketentuan yang diatur melalui Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta SE Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). “Penerapan WFH satu hari dalam seminggu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi budaya kerja nasional,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual. Selain ASN, pemerintah juga memberikan imbauan serupa kepada sektor swasta, dengan teknis pelaksanaan yang akan dituangkan dalam SE Menteri Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing bidang usaha.Beberapa sektor vital dikecualikan untuk menjamin kelancaran pelayanan publik, antara lain kesehatan, keamanan, kebersihan, industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan.Untuk bidang pendidikan, kegiatan belajar-mengajar (KBM) di jenjang dasar hingga menengah tetap dilaksanakan secara tatap muka penuh selama lima hari seminggu, tanpa batasan pada kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga. Sementara itu, jenjang pendidikan tinggi khususnya semester empat ke atas akan menyesuaikan pola pembelajaran dengan arahan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Sebagai dukungan efisiensi nasional, pemerintah juga menetapkan batasan ketat terhadap mobilitas kedinasan: penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen (kecuali operasional dan listrik), sedangkan perjalanan dinas dipangkas 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri. Pemerintah daerah juga diimbau meningkatkan durasi dan cakupan Car Free Day sesuai karakteristik daerah.Kebijakan ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.Pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran APBN dari sisi kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai Rp6,2 triliun, sementara secara nasional total penghematan konsumsi BBM masyarakat diperkirakan mencapai Rp59 triliun.Rangkaian kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional yang bertujuan menciptakan birokrasi yang lebih adaptif dan efisien bagi kemajuan negara.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:51 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Terapkan Pendekatan Humanis, Amankan Ibadah Di Kampung Gigobak Sinak Papuanewsonline.com, Puncak – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz tahun 2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. Personel melaksanakan patroli taktis dan pengamanan ibadah di sekitar Kampung Gigobak, Distrik Sinak, untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 WIT sebagai bagian dari upaya menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat.Selain melakukan patroli di area sekitar kampung, personel juga membangun komunikasi harmonis dengan warga setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Selama pelaksanaan, situasi terpantau kondusif dengan respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap tugas yang dilaksanakan."Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaan bersama masyarakat. Pengamanan ibadah dan aktivitas masyarakat adalah bentuk nyata komitmen kami dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang penuh penghargaan," ujarnya dalam keterangan resmi Selasa (31/3/26).Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas keamanan. Dengan pelaksanaan patroli terencana dan terukur, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memperkuat rasa aman melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. "Kami memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kehadiran kami juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Polri dan seluruh masyarakat," ungkapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Apr 2026, 14:33 WIT
Rakernis Gabungan Divisi Polri: Integritas dan Kepercayaan Publik Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Ambon – Penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pesan utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) gabungan divisi Polri yang digelar Mabes Polri, Selasa (31/3/2026).Arahan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat membuka Rakernis yang diikuti secara virtual melalui zoom meeting oleh seluruh jajaran Polri di tingkat polda sampai dengan Polres, termasuk Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Iman Tobroni dari Polda Maluku.Rakernis ini melibatkan Divisi Humas, Divisi Hukum, Divisi Hubungan Internasional (Hubinter), serta Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri sebagai bagian dari penguatan fungsi strategis institusi.Di Polda Maluku, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, Kabidkum, Dir Samapta, Dir Reskrimum, Dir Resnarkoba, Auditor Itwasda, Staf Ahli Kapolda, serta para perwira perwakilan satuan kerja.Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh fungsi di tubuh Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu memperkuat kepercayaan publik.“Setiap fungsi, baik kehumasan, hukum, hubungan internasional, maupun teknologi informasi, harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja Polri,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama institusi.“Integritas adalah kunci. Tidak boleh ada ruang bagi pelanggaran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat. Setiap anggota harus bekerja profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.Rakernis ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi antar fungsi dalam mendukung transformasi Polri yang presisi. PNO-12 01 Apr 2026, 09:23 WIT
Kunjungi Malra, Wakapolda Maluku Besuk Anggota Yang Terluka Dalam Pertikaian di Wilayah Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., mengunjungi RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Senin (30/3/2026) pagi, untuk membesuk personel Polres Maluku Tenggara yang terluka saat penanganan konflik di Kecamatan Kei Kecil Timur.Kunjungan berlangsung pukul 06.30 WIT di RSUD Karel Sadsuitubun, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Agenda ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan Polri kepada anggota yang terluka dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi. Mereka membesuk dua personel yang menjadi korban, yakni Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Jufri Jawa dan Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, yang mengalami luka akibat terkena panah saat penanganan konflik di wilayah Danar.Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran pimpinan di tengah anggota yang terluka merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan personel.“Polri tidak akan membiarkan anggotanya berjuang sendiri. Kami memastikan setiap personel yang terluka dalam tugas mendapatkan perawatan terbaik serta dukungan moril dari pimpinan,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Maluku Tenggara secara profesional dan humanis, meskipun menghadapi dinamika konflik di lapangan.“Penanganan konflik tetap kami lakukan secara terukur, mengedepankan pendekatan persuasif, namun tegas demi melindungi masyarakat,” tambahnya.Kegiatan kunjungan berakhir pukul 06.50 WIT dalam situasi aman dan terkendali.Kunjungan ini menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi solidaritas dan perlindungan terhadap anggotanya dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. PNO-12 01 Apr 2026, 09:07 WIT
Musrenbang Otsus & DTI 2027 Ditutup, 3 Bidang Utama Jadi Fokus Pembangunan Mimika 2027 Papuanewsonline.com, Timika – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027 resmi ditutup oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang.Dalam sambutan penutupnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. (31/3/2026) "Diskusi, saran, dan berbagai masukan yang disampaikan dalam forum ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua memiliki komitmen dan kepedulian yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Mimika yang kita cintai," ujarnya.Santy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan dalam mengawal aspirasi masyarakat dari tingkat bawah hingga forum kabupaten ini. Melalui Musrenbang, seluruh pihak telah menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2027 beserta berbagai program prioritas yang disetujui bersama. Ia menegaskan bahwa dana Otsus bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Mimika.Sebagai hasil dari musyawarah tersebut, telah ditetapkan tiga prioritas utama pembangunan yang akan menjadi fokus dalam APBD Tahun 2027. Pertama, bidang Pendidikan dengan fokus pada pemberian beasiswa tepat sasaran dan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pesisir serta pedalaman. Kedua, bidang Kesehatan yang akan difokuskan pada penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke kampung-kampung terpencil. Ketiga, bidang Ekonomi Kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal agar masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah sendiri.Sebelum menutup kegiatan, Santy menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, menjaga akurasi data dengan memastikan penerima manfaat tepat sasaran berbasis data by name by address untuk menghindari tumpang tindih atau penerima ganda. Kedua, menjaga transparansi dengan mengelola dana Otsus secara bertanggung jawab dan menghindari program berulang dengan sasaran yang sama. Ketiga, melakukan sinkronisasi agar seluruh hasil Musrenbang selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:55 WIT
Kepala Bappeda Mimika: Musrenbang Otsus & DTI 2027 Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Bappeda Mimika Septinus Timang dalam wawancara eksklusif setelah penyelesaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2027, menegaskan bahwa undangan acara tidak hanya ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), melainkan juga seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah.Termasuk di dalamnya adalah lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh intelektual, kelompok perempuan, serta mitra kerja pemerintah daerah."Undangan kami tidak hanya untuk DPRK saja, tetapi juga untuk seluruh stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan daerah. Mulai dari lembaga adat hingga berbagai kelompok masyarakat, kami libatkan secara menyeluruh karena pembangunan ke depan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam Musrenbang memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil daerah.Terkait adanya informasi bahwa sebagian pihak merasa tidak mendapatkan undangan, Septinus menduga hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi selama proses distribusi. "Kemungkinan terdapat kasus undangan yang tidak sampai ke alamat tujuan atau terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi. Namun secara administrasi, kami telah melakukan distribusi undangan kepada semua pihak yang telah ditentukan. Kedepan kami akan melakukan pengecekan kembali melalui catatan ekspedisi untuk memastikan kelengkapan dan akurasi pengiriman," jelasnya.Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam Musrenbang sangat penting, karena forum ini menjadi wadah bersama untuk merumuskan dan menyelaraskan arah pembangunan daerah. "Kehadiran mereka sangat krusial. Ini bukan hanya forum untuk pemerintah, melainkan ruang bersama bagi semua elemen untuk turut menyusun kebijakan pembangunan yang inklusif," tambahnya. Sebagian besar undangan telah hadir dengan baik, termasuk tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Septinus memastikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pendekatan aktif agar seluruh stakeholder dapat terlibat secara maksimal dalam proses perencanaan pembangunan.  Penulis: Abim Editor: GF 31 Mar 2026, 22:52 WIT
Bupati Mimika: Isu Pemberhentian Massal PPPK Belum Ada Keputusan, Kabupaten Masih Mampu Membiayai Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan tanggapan terkait isu yang mencuat tentang pemberhentian massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tengah diperbincangkan. Dalam wawancara pada Senin (30/3/2026), ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Bahkan, Pemkab baru saja menyelesaikan proses pengangkatan PPPK beberapa waktu lalu."PPPK di Mimika dibiayai oleh anggaran kabupaten. Selama daerah mampu memenuhi kewajiban tersebut, tidak akan ada persoalan. Saat ini kondisi keuangan kita masih aman dan tidak akan mengganggu kelangsungan PPPK," ujarnya. Bupati menekankan bahwa isu pemberhentian PPPK tidak mengikuti kebijakan massal seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, melainkan tergantung sepenuhnya pada kesanggupan keuangan masing-masing daerah. Berbeda dengan daerah yang mengalami keterbatasan anggaran, Pemkab Mimika saat ini masih mampu memenuhi beban biaya PPPK.Meskipun demikian, evaluasi kinerja terhadap seluruh PPPK tetap dilakukan secara berkala. Bupati menjelaskan bahwa PPPK yang menunjukkan kinerja buruk, melanggar aturan disiplin, atau tidak menjaga integritas dalam bekerja tetap berpotensi diberhentikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun masa kontrak PPPK di Mimika ditetapkan selama lima tahun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, berbeda dengan beberapa daerah lain yang hanya menetapkan masa kontrak selama satu tahun.Isu pemberhentian PPPK ini muncul terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kebijakan tersebut menuntut efisiensi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah diprediksi akan terdampak signifikan. "Kalau ada pemberhentian di Mimika, itu bukan karena kebijakan massal, tetapi lebih kepada masalah disiplin dan kinerja masing-masing individu. Selama mereka bekerja dengan baik, saya kira tidak akan ada masalah," pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mar 2026, 22:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT