logo-website
Minggu, 28 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Pelayanan Publik Idulfitri Tetap Optimal, Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Berjalan Lancar Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) memastikan pelayanan publik selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M tetap berjalan optimal di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, berdasarkan hasil pemantauan di berbagai wilayah.Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah satuan kerja pemasyarakatan dan keimigrasian, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Bali, hingga DKI Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pimpinan tinggi hingga staf teknis guna memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai standar operasional.Hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh layanan berjalan tertib, aman, dan lancar. Hal ini didukung oleh kesiapan petugas, kelengkapan sarana prasarana, serta penerapan sistem pelayanan yang telah teruji.Dalam sektor pemasyarakatan, pelaksanaan layanan kunjungan Lebaran berlangsung dengan pendekatan humanis. Selain memastikan keamanan, petugas juga memberikan kenyamanan bagi warga binaan dan keluarga yang berkunjung."Di Lapas Kelas I Semarang misalnya, terlaksana pemberian Remisi Khusus Idulfitri kepada 872 warga binaan pemasyarakatan (WBP)," ujar Andika.Di wilayah lain, seperti Lapas Kelas I Cirebon, layanan kunjungan dibuka selama tiga hari dengan pengamanan ketat melalui sistem biometrik. Layanan tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, sekaligus menghadirkan suasana lebih hangat melalui hiburan dari warga binaan.Sementara itu, di Jawa Timur, Rutan Kelas I Surabaya dan Lapas Kelas I Surabaya menunjukkan kesiapan penuh menghadapi lonjakan kunjungan. Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan unsur TNI dan Polri, sementara layanan tetap berjalan tertib melalui sistem pembagian sesi kunjungan.Pemantauan di Jawa Barat, khususnya di Lapas Kelas IIA Bogor, menunjukkan kesiapan optimal selama masa work from anywhere (WFA) dan cuti bersama. "Hasilnya menunjukkan bahwa sarana prasarana telah siap, alur kunjungan tertata dengan baik, serta petugas dalam kondisi siaga penuh, sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal," jelas Andika.Di sektor keimigrasian, layanan pemeriksaan dan penerbitan dokumen perjalanan juga tetap berjalan selama libur Lebaran. Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, fokus utama adalah penguatan kapasitas SDM dan penerapan transformasi digital untuk mempercepat pelayanan.Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Kantor Imigrasi Jakarta Utara juga berjalan normal, termasuk layanan paspor dan izin tinggal bagi warga negara asing. Skema kerja fleksibel seperti WFO dan WFA diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat."Secara nasional, Kemenko Kumham Imipas menyimpulkan bahwa pelayanan publik selama Idulfitri 1447 H berjalan optimal di seluruh wilayah pemantauan. Pengamanan dilakukan secara ketat melalui berbagai mekanisme, termasuk pemanfaatan teknologi biometrik, penggunaan tanda pengenal bagi pengunjung, serta dukungan aparat TNI dan Polri," jelas Sesmenko Andika.Ia menambahkan bahwa tidak ditemukan gangguan signifikan selama periode pelayanan tersebut. "Tidak ditemukan gangguan signifikan selama pelaksanaan layanan. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Di sisi lain, sosialisasi regulasi hukum terbaru turut memperkuat kapasitas petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional," pungkas Andika. Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik, termasuk pada momen dengan intensitas tinggi seperti Idulfitri, guna memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan yang prima, aman, dan berkeadilan.(GF) 24 Mar 2026, 11:59 WIT
Masuki Arus Balik Lebaran: Tingkatkan Kewaspadaan Seluruh Personel Papuanewsonline.com, Ambon – Memasuki fase krusial arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Maluku memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba, Indra Gunawan, di Lapangan Tahapary, Ambon, Senin (23/3/2026).Langkah ini dilakukan menyusul prediksi peningkatan mobilitas masyarakat pada H+3 hingga H+4 Lebaran, yang berpotensi memicu kepadatan arus lalu lintas serta kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di jalur transportasi dan pusat aktivitas publik.Apel diikuti oleh seluruh kasubsatgas dan personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Salawaku 2026 sebagai bentuk konsolidasi untuk memastikan kesiapan pengamanan di lapangan.Dalam arahannya, Indra Gunawan menyampaikan apresiasi atas kinerja personel yang berhasil menjaga situasi tetap aman sejak malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan pengamanan belum berakhir. Seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap dinamika arus balik yang cenderung lebih kompleks.“Seluruh personel agar melaksanakan patroli sambang di titik-titik keramaian serta meningkatkan koordinasi dengan pos pengamanan terdekat apabila terjadi gangguan kamtibmas,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dan profesional dalam pelaksanaan tugas di lapangan, seiring meningkatnya interaksi antara petugas dan masyarakat selama arus balik.“Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari minimnya gangguan keamanan, tetapi juga dari kemampuan kita memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujarnya.Selain penguatan patroli, personel juga diarahkan untuk aktif melakukan pemantauan di titik-titik rawan kemacetan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya di jalur utama dan simpul transportasi.Di akhir arahannya, ia mengingatkan agar setiap kejadian segera dilaporkan sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan evaluasi berkelanjutan.Dengan kesiapsiagaan dan sinergi lintas satuan, Polda Maluku optimistis arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.Fase arus balik Lebaran merupakan salah satu periode paling krusial dalam siklus pengamanan tahunan di Indonesia. Tingginya mobilitas masyarakat, ditambah kepadatan di jalur transportasi dan pusat ekonomi, membuka potensi terjadinya kemacetan hingga gangguan kamtibmas.Langkah konsolidasi melalui apel kesiapsiagaan yang dilakukan Polda Maluku menunjukkan pendekatan yang terukur dan antisipatif. Penekanan pada patroli, koordinasi, serta pelaporan cepat menjadi indikator penguatan sistem pengamanan berbasis deteksi dini.Selain itu, pendekatan humanis yang ditekankan pimpinan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika arus balik. Ini sekaligus mencerminkan transformasi Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan publik.Dalam konteks nasional, keberhasilan pengamanan arus balik akan sangat menentukan persepsi publik terhadap kinerja aparat dalam menjamin keamanan selama momentum Hari Raya Idul Fitri. PNO-12 23 Mar 2026, 17:54 WIT
Polisi Intensifkan Patroli Pasca-Lebaran, Antisipasi Kriminalitas di Pusat Keramaian Ambon Papuanewsonline.com, Ambon – Untuk mencegah potensi gangguan keamanan pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, personel Operasi Ketupat Salawaku 2026 dari Polda Maluku terus menggencarkan patroli di sejumlah titik keramaian, salah satunya di kawasuan Pasar Mardika, Senin (23/3/2026).Patroli dialogis dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi aksi kriminalitas, seperti pencopetan dan kejahatan jalanan, yang berpotensi meningkat di tengah tingginya aktivitas masyarakat pasca-Lebaran.Selain melakukan pemantauan aktivitas warga yang berbelanja kebutuhan pokok pada H+3 Idul Fitri, petugas juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap barang bawaan mereka.Tak hanya itu, personel di lapangan turut melakukan pengaturan arus lalu lintas di pintu masuk Terminal Pasar Mardika guna mencegah kemacetan akibat meningkatnya mobilitas kendaraan.Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Salawaku 2026, menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus diintensifkan selama masa arus balik Lebaran.“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di pusat-pusat keramaian masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan, terutama pencopetan,” ujarnya.Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas.“Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya selama momentum Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya.Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengamanan terpadu guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.Penguatan patroli di titik-titik keramaian seperti Pasar Mardika mencerminkan pendekatan preventif yang semakin adaptif dari kepolisian dalam merespons dinamika pasca-Lebaran. Aktivitas ekonomi yang meningkat secara signifikan berbanding lurus dengan potensi kerawanan kriminalitas.Dengan mengedepankan patroli dialogis dan kehadiran langsung di lapangan, Polri tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi publik yang efektif. Ini menjadi penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.Secara nasional, langkah ini sejalan dengan pola pengamanan Operasi Ketupat yang menitikberatkan pada stabilitas kamtibmas di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi. PNO-12 23 Mar 2026, 17:48 WIT
Presiden Prabowo dan Kepala BNPB Rayakan Lebaran Bersama Warga Aceh Tamiang Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang – Presiden Prabowo bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (21/3). Kehadiran keduanya disambut hangat oleh warga yang telah lama menantikan perhatian langsung dari pemerintah.Momen kebersamaan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam, Kecamatan Karang Baru. Presiden tiba saat warga telah berkumpul untuk melaksanakan salat Id, sementara Kepala BNPB turut menyambut dan mendampingi dalam kegiatan tersebut.Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) bersama masyarakat sekitar terlihat antusias mengikuti salat Id bersama Presiden. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih berjuang pulih dari bencana.Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan pesan Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Alhamdulilah kita sampai ke hari Idul Fitri ini, saya mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin. Mudah-mudahan tahun yang akan datang tahun yang baik untuk kita semua,” pesan Presiden.Selain bersilaturahmi, Presiden juga menyoroti progres pemulihan pasca bencana yang dinilai berjalan cepat. Ia menyampaikan bahwa berbagai pihak telah bekerja keras untuk memastikan masyarakat dapat segera bangkit dari kondisi sulit.Menurut Presiden, warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini mulai berpindah ke hunian sementara maupun hunian tetap. Perbaikan infrastruktur juga disebut hampir rampung, termasuk jaringan listrik dan distribusi bantuan yang telah menjangkau masyarakat.“Saya sangat bangga dan terima kasih kepada semua petugas dan aparat, dari TNI-Polri, BNPB, PU, Pemda dan semua kementerian/lembaga yang kerja luar biasa,” tutupnya.Kehadiran Presiden juga memberikan kesan mendalam bagi warga. Salah satu penerima hunian sementara, Sumiati, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan pemerintah.Sumiati yang berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mengatakan, "Alhamdulilah, kami mendapatkan perhatian Bapak Presiden." Menurutnya, ini menunjukkan perhatian besar Presiden kepada masyarakat.Usai pelaksanaan salat Id, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di dalam masjid. Ia juga menyempatkan diri menyapa langsung masyarakat yang tinggal di hunian sementara yang berada di sekitar lokasi.Sebelum meninggalkan Aceh Tamiang, Presiden secara simbolis menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.Berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, total hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 4.089 unit. Dari jumlah tersebut, 1.949 unit dibangun oleh BNPB, sementara sisanya merupakan kontribusi dari kementerian, lembaga, dan pihak swasta.Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 1.426 kepala keluarga. Bantuan tersebut telah tersalurkan seluruhnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana. (GF) 22 Mar 2026, 22:55 WIT
Proses Seleksi Terbuka Sekda Nduga Disorot, Transparansi dan Netralitas ASN Dipertanyakan Papuanewsonline.com, Nduga – Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nduga kini tengah menjadi sorotan publik. Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang sedang berlangsung dinilai belum mencerminkan prinsip transparansi dalam tata kelola pemerintahan.Sejumlah pihak menilai pelaksanaan seleksi tersebut terkesan tertutup dan kurang memberikan akses informasi yang memadai, baik kepada masyarakat maupun kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat.Kritik semakin menguat seiring dengan minimnya publikasi terkait tahapan seleksi. Informasi mengenai proses administrasi hingga tahapan lanjutan disebut tidak disampaikan secara terbuka sebagaimana mestinya dalam mekanisme seleksi jabatan strategis."Proses seleksi yang berlangsung saat ini diduga tidak memenuhi asas keterbukaan dan objektivitas. Hal ini sangat disayangkan karena dapat mencederai prinsip netralitas ASN dan merusak integritas kelembagaan di Kabupaten Nduga," ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan birokrasi.Landasan Hukum yang Menjadi AcuanSecara regulasi, proses pengisian jabatan Sekda telah diatur secara ketat dalam beberapa peraturan perundang-undangan, di antaranya:Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif.Dalam aturan tersebut, setiap tahapan seleksi—mulai dari pengumuman, seleksi administrasi, asesmen kompetensi, hingga wawancara akhir—wajib dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan kepada khalayak.Potensi Penyalahgunaan WewenangSejumlah pihak mengingatkan Penjabat (Pj) Bupati Nduga, Yoas Beon, agar tetap tegak lurus pada aturan yang berlaku. Jika proses seleksi ini terbukti mengabaikan prinsip-prinsip hukum, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang (abuse of power).Publik kini mendesak lembaga pengawas seperti Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Inspektorat untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat serta mengevaluasi jalannya proses seleksi di Nduga. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya praktik nepotisme dalam penentuan jabatan strategis.Dampak pada Kepercayaan PublikPolemik ini dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Nduga. Transparansi yang lemah berpotensi merusak citra birokrasi di mata publik.Situasi ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam setiap proses pengisian jabatan publik, demi menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.Hingga berita ini dinaikkan, Bupati Nduga Yoas Beon belum memberikan keterangan resmi terkait polemik seleksi Sekda tersebut. Pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan dan prosedur yang telah dijalankan. Penulis: Hendrik Editor: GF 22 Mar 2026, 19:57 WIT
Polri Apresiasi Inovasi Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Papuanewsonline.com, Jakarta - Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, melakukan peninjauan ke kawasan Taman Margasatwa Ragunan pada Minggu (22/3) guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berwisata selama libur Idulfitri.Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Tjahyono tidak hanya melakukan pengecekan situasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Ia menyapa masyarakat, berdialog, serta memastikan fasilitas dan pelayanan di lokasi wisata berjalan dengan baik.“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau agar seluruh pengunjung tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku di lokasi wisata,” ujar Brigjen Tjahyono.Ia menekankan bahwa momen libur Lebaran identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk kunjungan ke destinasi wisata. Oleh karena itu, Polri mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri saat beraktivitas.Selain itu, Brigjen Tjahyono juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, khususnya di area yang memiliki potensi risiko. Orang tua diminta untuk selalu mengawasi anak-anaknya, serta memastikan mereka berada dalam kondisi aman selama berada di lokasi wisata.Berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung di Ragunan tercatat mencapai 43.348 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk terdiri dari 52 unit bus, 2.030 mobil, 5.519 sepeda motor, serta 36 sepeda. Dalam kesempatan tersebut, dilaporkan tidak terdapat kejadian menonjol, termasuk anak hilang maupun insiden lainnya.Lebih lanjut, Brigjen Tjahyono juga memberikan apresiasi kepada pengelola Ragunan atas kesiapan sarana dan prasarana yang dinilai memadai, mulai dari fasilitas umum hingga layanan bagi penyandang disabilitas. Ia juga menyoroti adanya pengaturan kapasitas pengunjung melalui kategori suasana kondisi, mulai dari hijau, kuning, hingga merah, sebagai langkah antisipasi kepadatan.Apresiasi juga datang dari salah satu pengunjung, Iqbal (20), yang mengaku merasa nyaman selama berwisata di Ragunan. “Alhamdulillah tadi masuk cukup tertib, petugasnya juga banyak dan membantu. Jadi kami sebagai pengunjung merasa lebih aman dan nyaman saat liburan di sini,” ungkapnya.Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama di tengah tingginya jumlah pengunjung saat libur Lebaran.“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pihak, baik pengelola maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan lancar selama masa libur Lebaran,” tutup Brigjen Tjahyono. PNO-12 22 Mar 2026, 19:51 WIT
Polri Tinjau Kawasan Wisata Ragunan, Pastikan Keselamatan dan Kenyaman Masyarakat Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait keselamatan selama libur dan arus balik Lebaran. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop usai peninjauan di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (21/3/2026).Dalam keterangannya, Polri mengingatkan bahwa momen libur Idulfitri identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri apabila merasa lelah saat berkendara maupun beraktivitas.“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ujar Brigjen Pol. Tjahyono Saputro.Khusus di destinasi wisata, terutama wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi risiko kecelakaan. Pengunjung juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi cuaca, arus air, serta mengikuti rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan.Selain itu, orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak secara ketat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi, menghindari area terlarang, serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia.Dalam kesempatan tersebut, Polri juga mengingatkan para pengelola tempat wisata untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung. Pengelola diharapkan mampu mengatur kapasitas, menyediakan sarana dan prasarana keselamatan, serta menyiapkan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di lokasi wisata.Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan Ragunan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 43.348 orang, dengan rincian 52 unit bus, 2.030 unit mobil, 5.519 unit sepeda motor, serta 36 unit sepeda. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan anak terpisah maupun kejadian menonjol lainnya.Polri juga memberikan apresiasi kepada pengelola Taman Margasatwa Ragunan atas kesiapan fasilitas dan pelayanan yang dinilai cukup baik, mulai dari fasilitas umum, ruang menyusui, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Selain itu, keberadaan pelaku UMKM di dalam area wisata turut memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.Dari sisi manajemen pengunjung, pengelola juga telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan kategori kapasitas, yakni kondisi hijau untuk jumlah pengunjung hingga 80.000 orang, kuning antara 80.000 hingga 100.000 orang, dan merah apabila melebihi 100.000 orang.Polri menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola, petugas, dan masyarakat. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan seluruh rangkaian aktivitas libur Lebaran, termasuk wisata dan arus balik, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. PNO-12 22 Mar 2026, 19:45 WIT
Wakapolda Maluku Laksanakan Salat Ied Bersama Warga Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (21/3/2026) pagi, di tengah guyuran hujan.Salat Ied yang dimulai pukul 06.45 WIT tersebut tetap berlangsung khusyuk. Ribuan jemaah, termasuk personel Polda Maluku dan keluarga, bertahan mengikuti ibadah hingga selesai meski cuaca kurang bersahabat.Pelaksanaan salat dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari, serta masyarakat umum.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni mengatakan, momentum Idulfitri menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan dan kebersamaan, termasuk dalam situasi apa pun.“Cuaca tidak menyurutkan semangat kita untuk beribadah. Ini menunjukkan bahwa nilai ketakwaan dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.Bertindak sebagai khatib, Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., dalam khutbahnya menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai-nilai spiritual setelah Ramadan.“Idulfitri adalah saat untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah, baik sesama umat maupun sebagai bangsa,” kata khatib.Ia juga mengajak jamaah untuk terus menjaga kepedulian sosial dan semangat berbagi sebagai bagian dari karakter seorang muslim.Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 07.30 WIT.Momentum ini sekaligus mencerminkan kebersamaan antara jajaran Polda Maluku dan masyarakat dalam merayakan Idulfitri, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. PNO-12 22 Mar 2026, 13:35 WIT
Pastikan Situasi Kondusif, Kapolda Maluku Dan Forkopimda Pantau Malam Takbiran Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku memantau langsung pelaksanaan malam takbiran Idulfitri di Kota Ambon, Jumat (20/3/2026).Pemantauan dipusatkan di pelataran Gong Perdamaian Dunia Ambon dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon, Kapolresta Ambon, perwakilan Densus 88 Antiteror Polri wilayah Maluku, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.Selain pemantauan langsung di lapangan, Kapolda Maluku bersama Forkopimda juga mengikuti video conference (vicon) yang digelar Mabes Polri bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI, dalam rangka memonitor situasi malam takbiran secara nasional melalui Operasi Ketupat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan bahwa kehadiran aparat bersama unsur Forkopimda bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib.“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan masyarakat dapat merayakan malam takbiran dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.“Sinergitas antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri,” tambahnya.Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Kota Ambon terpantau aman dan kondusif, dengan aktivitas masyarakat berjalan lancar di bawah pengamanan aparat gabungan.Kehadiran langsung Kapolda Maluku bersama Forkopimda di tengah masyarakat pada malam takbiran bukan sekadar simbolik, tetapi mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Momentum malam takbiran yang identik dengan mobilitas tinggi dan potensi kerawanan sosial membutuhkan kehadiran negara secara nyata, bukan hanya melalui instruksi, tetapi juga melalui pengawasan langsung di lapangan.Sinergi lintas sektor yang terlihat antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah menjadi indikator penting bahwa pengelolaan keamanan publik di Maluku semakin mengedepankan kolaborasi. Hal ini penting, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial yang beragam seperti Ambon, di mana stabilitas keamanan sangat bergantung pada koordinasi yang solid antar pemangku kepentingan.Selain itu, keterlibatan dalam video conference bersama Mabes Polri menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya bersifat lokal, tetapi terintegrasi dalam sistem pengawasan nasional melalui Operasi Ketupat. Ini mempertegas bahwa situasi kondusif di daerah merupakan bagian dari stabilitas nasional secara keseluruhan.Dengan kondisi yang terpantau aman dan terkendali, pelaksanaan malam takbiran di Kota Ambon menjadi cerminan keberhasilan aparat dalam mengelola potensi kerawanan sekaligus menjaga ruang publik tetap nyaman bagi masyarakat dalam merayakan momen keagamaan. PNO-12 22 Mar 2026, 13:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT