Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik
Papuanewsonline.com, Surabaya - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang sedang mudik Lebaran.Hal tersebut disampaikan Kapolri usai meninjau langsung Stasiun Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3) pagi.Sigit mengatakan dari hasil pemantauan di Posko Terpadu Stasiun Surabaya Gubeng sudah mulai terlihat peningkatan penumpang hingga 11 persen jika dibandingkan kondisi normal. Ia menyebut peningkatan penumpang mulai terjadi sejalan dengan pemberian diskon tiket dari pemerintah untuk tiket kereta api. Selain itu, Sigit menyebut Stasiun Surabaya Gubeng juga menjadi salah satu titik sentral pemudik yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal."Tadi kita lihat ada yang juga datang dari luar kota, ada yang dari NTT, Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk sampai di wilayah-wilayah lokal dan juga melayani perjalanan jauh baik ke Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan DKI Jakarta," ujarnya. Lewat peningkatan itu, Kapolri juga meminta agar seluruh pihak dapat mengantisipasi jika pemudik di lapangan jauh lebih tinggi dari prediksi Kementerian Perhubungan.Ia mengingatkan kepada seluruh petugas untuk tidak lengah dan harus menyiapkan mitigasi jika terjadi lonjakan pemudik baik di Stasiun, Terminal ataupun pelabuhan. Secara khusus"Tentunya kita tetap harus mempersiapkan diri, tidak boleh underestimate terkait dengan prediksi survei yang ada," tegas Kapolri. "Sehingga kemudian pada saat terjadi potensi lonjakan, semuanya sudah siap. Di kereta tadi saya tanya apakah ada kereta tambahan, kalau ada lompatan dari KAI juga mempersiapkan," imbuhnya. Karenanya, Sigit memerintahkan seluruh jajaran dan pihak terkait agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari sistem tiket, keamanan hingga kesehatan bagi para pemudik."Tentunya saya berpesan kepada seluruh anggota untuk terus memberikan pelayanan terbaik khususnya mendekati puncak arus mudik yang diperkirakan biasanya terjadi pada H-2," tuturnya.Tidak ketinggalan, Kapolri juga meminta agar patroli di sekitar wilayah stasiun, terminal hingga rumah-rumah masyarakat yang ditinggalkan selama mudik untuk terus ditingkatkan.Ia menekankan hal itu penting agar dapat meminimalisir potensi kerawanan tindak kejahatan yang mungkin terjadi selama periode libur Lebaran 2026."Yang jelas pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan di mudik di tahun 2026," tuturnya."Tentunya harapannya seluruh stakeholder terkait bersama-sama bersinergi untuk bisa bekerja memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutup Kapolri. PNO-12
20 Mar 2026, 13:53 WIT
“Biar Saya Dibenci!”, Pengakuan Johannes Rettob Bongkar Strategi Sunyi di Balik Pelantikan
Papuanewsonline.com, Mimika – Gelombang kemarahan publik
pecah usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, 11
Maret 2026. Demonstrasi bermunculan, kritik membanjir, dan satu unggahan pastor
di media sosial menyulut api yang lebih besar, hingga disebut “tidak bijaksana,
bahkan cenderung bodoh.”Namun di balik riuh emosi itu, muncul satu pengakuan yang
justru membalik arah perdebatan. Adalah Pastor Amandus Rahadat yang pertama kali membuka
tabir tersebut. Dalam khotbahnya di Gereja Katolik Tiga Raja Mimika, seperti
dikutip Papuanewsonline.com dari akun TikTok, Rabu 18 Maret 2026, Rahadat
mengaku sempat ikut terseret arus kemarahan.“Empat puluh tiga tahun saya mengabdi di tanah ini. Tapi
melihat hasil pelantikan itu, saya bertanya—inikah hasilnya?” ujarnya, getir.Kekecewaan itu bukan tanpa alasan. Minimnya keterwakilan
Orang Asli Papua (OAP), khususnya Amungme dan Kamoro, dalam struktur jabatan
baru memantik luka lama: rasa tersisih di tanah sendiri.Namun alih-alih larut dalam asumsi, Pastor Amandus memilih
jalan berbeda mengkonfrontasi langsung pengambil keputusan.Ia menghubungi Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pertemuan pun
terjadi. Selama satu setengah jam, enam pertanyaan “tajam” dilontarkan—mulai
dari dugaan dominasi suku tertentu, potensi praktik transaksional dalam promosi
jabatan, hingga peran Wakil Bupati Emanuel Kemong.Yang muncul kemudian bukan sekadar klarifikasi—melainkan
pengakuan strategi yang berisiko secara politik.“Kalau saya mau cari simpati, saya bisa angkat saja orang
Kamoro atau Amungme meski belum memenuhi syarat. Tapi itu berarti saya tidak
sayang mereka,” kata Johannes Rettob, dikutip Pastor Amandus. Pernyataan
berikutnya lebih tajam—bahkan terdengar seperti tantangan:“Demi masa depan mereka, saya rela nama saya jelek. Biar
saya dibenci.”Pernyataan ini menjadi titik balik. Bupati mengklaim sedang
memainkan “strategi sunyi”: tidak populis hari ini, tapi membangun fondasi
jangka panjang agar OAP benar-benar siap, bukan sekadar simbol. Namun di
sinilah kontroversi justru menguat.Apakah ini bentuk kepemimpinan visioner—atau justru
pembenaran atas ketimpangan yang terjadi hari ini? Pastor Amandus sendiri
mengakui perubahan sikapnya.“Mata saya terbuka. Kita terlalu cepat marah, tanpa memahami
aturan,” katanya. Ia bahkan mengkritik publik secara keras: “Banyak yang
buta—buta pikiran, buta hati. Termasuk saya.”Meski begitu, ia tidak menutup kritik. Ia justru melempar
pertanyaan yang lebih mendasar: jika orang Papua mampu mengerjakan pekerjaan
tertentu, mengapa masih didominasi pendatang?Di titik ini, polemik Mimika tidak lagi sekadar soal
pelantikan jabatan. Ini adalah pertarungan antara dua realitas:Keadilan instan yang dituntut publikProses panjang berbasis regulasi yang diklaim pemerintahDi tengah tarik-menarik itu, satu hal menjadi jelas:
keputusan Johannes Rettob bukan hanya administratif—tetapi politis, bahkan
ideologis. Dan seperti semua keputusan besar, ia datang dengan harga:kepercayaan publik. Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang
benar atau salah. Melainkan—apakah Mimika siap menunggu sebuah janji masa
depan, sementara rasa ketidakadilan masih terasa hari ini?
Penulis: Nerius Rahabav
18 Mar 2026, 11:15 WIT
Bocor Rekaman Pejabat: Pemkab Mimika Diduga “Salah Bayar” Rp 11 Miliar ke PT Petrosea
Papuanewsonline.com, Mimika – Skandal dugaan salah
bayar ganti rugi tanah Petrosea kembali mengguncang Pemerintah Kabupaten
Mimika, Provinsi Papua Tengah Rekaman percakapan yang beredar luas pada Rabu (18/3/2026)
dini hari, pukul 03.00 WIT, yang diterima Papuanewsonline.com, mengindikasikan
adanya pengakuan dari pejabat internal bahwa pembayaran senilai Rp 11 miliar
kepada PT Petrosea Tbk merupakan sebuah kekeliruan fatal.Dalam rekaman tersebut, seorang pejabat teras Pemkab Mimika
secara terang-terangan menyebut pembayaran ganti rugi tanah di kawasan
Bundaran Cendrawasih dilakukan kepada pihak yang tidak semestinya.Ia bahkan menyinggung status kepemilikan saham perusahaan
yang disebut didominasi warga negara asing.“Pemkab Mimika salah bayar ganti rugi tanah sebesar Rp 11
miliar kepada PT Petrosea. Nanti cek pemilik atau pemegang sahamnya, itu warga
Australia,” ujar suara dalam rekaman yang beredar.Pernyataan ini sontak memantik polemik baru dalam konflik
hak ulayat antara tokoh adat Amungme, Helena Beanal, dengan pihak perusahaan
tambang terbesar kedua di Indonesia yakni PT Petrosea Tbk.Sengketa yang sebelumnya hanya berkutat pada klaim
kepemilikan tanah kini melebar menjadi dugaan pelanggaran administrasi, hingga
potensi kerugian keuangan daerah.Jika benar terjadi “salah bayar”, maka pertanyaan krusial
muncul, bagaimana proses verifikasi dilakukan sebelum dana miliaran rupiah
itu dicairkan? apakah ada kelalaian, atau justru indikasi permainan di balik
layar?Lebih jauh, isu keterlibatan pihak asing dalam penerimaan
ganti rugi tanah adat di Mimika, Papua Tengah, berpotensi membuka babak baru
yang lebih sensitif, menyangkut kedaulatan hak ulayat serta tata kelola
investasi di daerah.Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi
dari Pemkab Mimika maupun dari pihak PT Petrosea Tbk terkait isi rekaman
tersebut.Namun tekanan publik dipastikan akan terus menguat, mendesak
transparansi dan audit menyeluruh atas kebijakan pembayaran yang kini terlanjur
menjadi sorotan.Kasus ini bukan sekadar soal administrasi. Ini adalah ujian
serius bagi integritas birokrasi daerah, apakah mampu berdiri di atas
kepentingan rakyat, atau justru tersandera oleh kekuatan korporasi. Bersambung...
Penulis : Nerius Rahabav
18 Mar 2026, 11:08 WIT
Mudik Lebaran 2026, Kapolri Tinjau Terminal Bungurasih Pastikan Keamanan dan Keselamatan Penumpang
Papuanewsonline.com, Sidoarjo – Listyo Sigit Prabowo
meninjau langsung kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya
Bungurasih. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengamanan serta
pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal di terminal terbesar di Jawa Timur
tersebut.Dalam kunjungannya, Kapolri memantau berbagai aspek
pelayanan mudik, mulai dari kondisi fasilitas terminal, kesiapan armada bus,
hingga pelayanan terhadap calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan ke
berbagai daerah di Indonesia.Kapolri menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi
peningkatan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan mudik menggunakan bus
dari Terminal Purabaya. Lonjakan tersebut diperkirakan masih akan terus
meningkat hingga mendekati puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 17
hingga 20 Maret mendatang.“Tadi kami berinteraksi baik dengan masyarakat yang akan
menggunakan kendaraan bus untuk mudik, apakah di sekitar kota. Namun ada juga
yang melaksanakan mudik nasional, karena memang pelayanan di Purabaya ini
melayani antar kota antar provinsi dan juga antar pulau, sampai dengan Bali,”
ujarnya.Selain memantau pergerakan penumpang, petugas juga melakukan
pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus yang akan
beroperasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi armada
benar-benar layak jalan sebelum mengangkut penumpang menuju berbagai tujuan
mudik.Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan terhadap para
pengemudi dan awak bus juga dilakukan melalui tes urine. Langkah tersebut
menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan sehingga para
penumpang dapat sampai ke tujuan dengan aman.“Karena kami selalu berpesan bahwa tolong untuk mudik kali
ini bagaimana caranya agar kita bisa menurunkan angka kecelakaan. Karena
harapan kita tentunya pemudik bisa sampai di rumah masing-masing, bertemu
keluarga dan berbagi kebahagiaan," ucap Jenderal Polisi Listyo Sigit
Prabowo.Kapolri juga memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas
di lapangan akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk
merespons cepat berbagai keluhan penumpang selama periode mudik Lebaran
berlangsung.Menurutnya, sinergitas antarinstansi menjadi faktor penting
dalam menyukseskan pelayanan arus mudik. Ia pun mengingatkan para sopir bus
untuk selalu berhati-hati selama perjalanan serta mengutamakan keselamatan
penumpang.
“Hati-hati di jalan, kalau capek istirahat. Yang jauh, saya
minta untuk disiapkan juga ada supir cadangan ya, sehingga kemudian kita
menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan di tengah jalan,” ujarnya. (GF)
16 Mar 2026, 21:46 WIT
Jelang Hari Raya Nyepi 2026, Kemenhub Lakukan Penyesuaian Operasional Transportasi di Bali
Papuanewsonline.com, Bali – Pemerintah melalui Kementerian
Perhubungan melakukan penyesuaian operasional sejumlah layanan transportasi di
Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kebijakan ini
dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus
menghormati tradisi sakral umat Hindu di Pulau Dewata.Penyesuaian operasional tersebut dilakukan melalui
koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan,
instansi terkait, serta unsur masyarakat adat. Langkah ini juga menjadi bagian
dari upaya pemerintah untuk menjaga ketertiban serta memastikan masyarakat
dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sebelum dan sesudah Nyepi.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa
penyesuaian operasional transportasi merupakan bentuk dukungan pemerintah
terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi sekaligus menjaga keselamatan serta
kenyamanan perjalanan masyarakat.“Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar
mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi,
sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian
penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk
merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan
tertib, selamat, aman, dan nyaman,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (15/3).Salah satu penyesuaian dilakukan pada sektor transportasi
udara. Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan
dihentikan sementara mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat,
20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Selama periode tersebut seluruh aktivitas
penerbangan domestik maupun internasional tidak beroperasi dan akan kembali
berjalan normal setelah Nyepi berakhir.Selain itu, penyesuaian juga diterapkan pada layanan
penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya. Pada lintasan Pelabuhan
Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, layanan penyeberangan dari Ketapang akan
dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara layanan dari
Gilimanuk ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA dan kembali
dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah Nyepi selesai.Penyesuaian juga dilakukan pada layanan pelayaran lintasan Pelabuhan
Padang Bai – Pelabuhan Lembar. Aktivitas pelayaran pada lintasan tersebut akan
dihentikan sementara selama pelaksanaan Nyepi dan kembali beroperasi setelah
periode penyepian berakhir.Di sektor transportasi darat, terminal angkutan umum di Bali
turut menyesuaikan operasionalnya. Terminal Tipe A Mengwi sebagai salah satu
simpul transportasi utama di Bali akan membatasi layanan keberangkatan bus
antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Selanjutnya,
operasional terminal akan dihentikan selama Hari Raya Nyepi dan kembali
berjalan normal setelah perayaan tersebut selesai.Menhub Dudy juga meminta seluruh operator transportasi untuk
memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, termasuk kelayakan
armada serta kesiapan sumber daya manusia yang bertugas selama masa penyesuaian
operasional.“Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus
berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh
layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi
standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Menhub.Seiring dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang akan
melakukan perjalanan menuju maupun keluar dari Bali diimbau untuk memperhatikan
jadwal operasional transportasi yang berlaku, mengikuti arahan petugas di
lapangan, serta menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang menjadi bagian
penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. (GF)
16 Mar 2026, 21:43 WIT
Investasi USD20 Miliar Proyek Masela Dipercepat, Bahlil Tekan INPEX Segera Masuk Tahap Final
Papuanewsonline.com, Tokyo – Pemerintah Indonesia
menunjukkan keseriusan untuk memastikan Proyek Abadi Masela benar-benar
berjalan setelah puluhan tahun tertunda. Komitmen tersebut terlihat dalam
pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
dengan pimpinan perusahaan energi Jepang INPEX di Tokyo, Jepang.Dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda,
Minggu (15/3/2026) waktu setempat, Bahlil secara langsung mendorong percepatan
realisasi proyek gas raksasa di Laut Arafura tersebut agar segera masuk tahap
keputusan investasi akhir.Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk
mempercepat proyek dengan nilai investasi mencapai USD20 miliar atau sekitar
Rp339 triliun. Pemerintah memandang Proyek Abadi Masela sebagai salah satu
penggerak ekonomi baru bagi kawasan Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan
gas besar untuk kebutuhan industri nasional di masa depan.Dalam kesempatan itu, Bahlil juga mengapresiasi kemajuan
pembangunan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menegaskan
harapannya agar proyek tersebut dapat segera memasuki tahap Front End
Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau paling lambat pada
kuartal ketiga tahun ini."Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan
ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun
baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini
kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan itu.Untuk mencapai target tersebut, Bahlil bahkan menawarkan
solusi terkait kepastian pembeli gas dari Lapangan Abadi Masela yang
diproyeksikan mencapai produksi 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA). Ia
menyatakan bahwa jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka
negara melalui Danantara siap mengambil peran."Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar
negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk
bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang
membeli," ujar Bahlil.Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda
menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mempercepat realisasi proyek Abadi
Masela yang telah lama dikembangkan perusahaan tersebut."Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati
dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat
saya pribadi, tapi kami segera jajaran INPEX memiliki komitmen juga untuk
mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan
Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama
untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami
semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini,"
ujar Ueda.Dari sisi administratif, kemajuan proyek ini juga diperkuat
dengan sejumlah perizinan penting yang telah diselesaikan pada awal 2026.
Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, disusul persetujuan pelepasan
kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.Dengan dukungan lintas kementerian serta komitmen investasi
besar dari para pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Proyek Abadi Masela
dapat segera memasuki tahap pembangunan berikutnya dan menjadi salah satu pusat
pertumbuhan energi baru bagi Indonesia, khususnya di kawasan timur. (GF)
16 Mar 2026, 21:26 WIT
Bupati Roni Omba Pimpin Panen Padi di Asikie, Dorong Pertanian Skala Kecil
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Roni Omba
memimpin langsung acara panen padi di Asikie, Distrik Jair, Kabupaten Boven
Digoel, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah
daerah untuk mendorong pengembangan pertanian skala kecil sebagai upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat lokal.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Roni Omba didampingi oleh
sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kelompok tani
setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan
sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah
tersebut.Bupati Roni Omba menilai pertanian skala kecil memiliki
potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola
secara serius dan berkelanjutan. "Pertanian skala kecil dapat menjadi
kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Roni Omba.Ia juga menegaskan pentingnya peran kelompok tani dalam
menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan kualitas hasil panen.
Dukungan pemerintah, menurutnya, akan terus diberikan melalui berbagai program
pengembangan pertanian." Kami akan terus mendukung kelompok tani dengan
penyediaan bibit unggul dan teknologi pertanian modern," tambahnya.Kegiatan panen padi tersebut tidak hanya menjadi simbol
keberhasilan para petani dalam mengelola lahan pertanian, tetapi juga menjadi
momentum untuk meningkatkan semangat para petani lokal agar terus mengembangkan
sektor pertanian.Selain dihadiri oleh pemerintah daerah dan kelompok tani,
kegiatan tersebut juga disaksikan oleh masyarakat setempat yang turut ambil
bagian dalam proses panen. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan yang
berlangsung di area persawahan tersebut.Kehadiran masyarakat dalam kegiatan panen ini sekaligus
menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi bagian penting dari kehidupan
ekonomi warga di Distrik Jair.Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap
pertanian skala kecil dapat berkembang menjadi salah satu sektor strategis yang
mampu memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Jair dan sekitarnya.
Penulis: HendrikEditor: GF
16 Mar 2026, 16:21 WIT
PATROLI HUMANIS OPS DAMAI CARTENZ HADIRKAN SENYUM DAN RASA AMAN BAGI WARGA SINAK
Papuanewsonline.com, Puncak – Suasana penuh kehangatan terasa kental di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis pada Sabtu (14/03). Di tengah kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan Papua yang memiliki karakteristik tersendiri, kehadiran aparat keamanan tidak hanya berperan menjaga stabilitas, tetapi juga menghadirkan kedekatan serta rasa aman yang mendalam bagi setiap warga.Saat menyusuri setiap sudut kampung, personel terlihat secara aktif menyapa warga yang tengah menjalankan aktivitas harian. Anak-anak yang awalnya hanya mengamati dari kejauhan perlahan mulai mendekat dengan penuh rasa penasaran, kemudian tertawa riang saat mendapatkan sapaan hangat dari para anggota. Senyum yang saling tukarkan menjadi bukti bahwa kehadiran aparat tidak lagi dianggap sebagai kekhawatiran, melainkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Patroli ini tidak hanya difokuskan pada pemantauan situasi keamanan wilayah, tetapi juga untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan lancar dan nyaman. Personel juga melakukan pengamanan terhadap beberapa objek vital yang berada di sekitar Distrik Sinak, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman yang mungkin muncul. Selain itu, para anggota juga mengambil waktu untuk berbincang santai dengan masyarakat, mendengar keluhan serta harapan mereka terkait kondisi wilayah dan kebutuhan sehari-hari. Bagi warga setempat, kehadiran aparat secara rutin di tengah kampung menjadi bukti nyata bahwa negara peduli dan memberikan perlindungan yang merata hingga ke pelosok pegunungan. Meskipun wilayah ini memiliki tantangan keamanan tersendiri, namun dengan pendekatan humanis yang diterapkan, rasa saling percaya antara masyarakat dan aparat semakin terjalin erat.(Jid)
16 Mar 2026, 00:15 WIT
Masuki Hari Kedua Operasi Ketupat Salawaku 2026, Perketat Pengamanan di Titik Keramaian
Papuanewsonline.com, Ambon – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku meningkatkan kesiapsiagaan personel melalui apel kesiapan yang dipimpin Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Maluku Kombes Pol. Donni Eka Syaputra selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Preventif. Apel berlangsung di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Sabtu (14/3/2026).Kegiatan tersebut diikuti para Kasubsatgas serta personel yang terlibat dalam operasi sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.Dalam arahannya, Kombes Pol Donni Eka Syaputra menyampaikan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku masih relatif kondusif. Namun demikian, aktivitas masyarakat mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah lokasi keramaian.“Memasuki hari kedua operasi, situasi kamtibmas masih dalam kondisik aman dan terkendali. Namun kita mulai melihat peningkatan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat wisata, serta kawasan pelabuhan. Oleh karena itu seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Intelijen dalam memberikan informasi serta perkiraan intelijen terkait perkembangan situasi kamtibmas sebelum personel melaksanakan tugas di lapangan.Menurutnya, informasi intelijen yang akurat sangat dibutuhkan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan pengambilan keputusan yang tepat dalam menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan operasi.Selain itu, seluruh personel diminta untuk melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing serta terus memantau dinamika situasi keamanan di wilayah tugasnya.Dalam kesempatan tersebut, Dirpamobvit juga menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Kapolda Maluku, Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku diminta untuk terus melakukan razia terhadap peredaran minuman keras tradisional jenis sopi yang kerap menjadi pemicu berbagai tindak pidana di masyarakat.“Peredaran miras tradisional seperti sopi sering menjadi faktor pemicu berbagai gangguan kamtibmas, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga konflik antar kelompok masyarakat. Karena itu penindakan terhadap peredarannya harus terus dilakukan,” tegasnya.Untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal, Polda Maluku juga akan melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) secara rutin setiap hari guna menilai efektivitas pelaksanaan tugas serta menentukan langkah-langkah strategis selanjutnya.Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polda Maluku berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian kegiatan menjelang hingga setelah Hari Raya Idulfitri.Apel kesiapan personel yang digelar Polda Maluku pada hari kedua Operasi Ketupat Salawaku 2026 menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Idulfitri. Peningkatan aktivitas masyarakat di pusat keramaian, pelabuhan, dan tempat wisata menjadi salah satu indikator dimulainya mobilitas menjelang musim mudik.Selain penguatan pengamanan di lapangan, langkah penertiban peredaran minuman keras tradisional seperti sopi juga menjadi bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas di masyarakat.Dengan pengawasan yang intensif, dukungan intelijen, serta evaluasi rutin selama operasi berlangsung, diharapkan situasi keamanan di wilayah Maluku tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. PNO-12
15 Mar 2026, 11:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru