logo-website
Sabtu, 28 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Serapan APBD Mimika Seret: Teguran Bupati Picu Sorotan Publik soal Lemahnya Koordinasi Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2025 menunjukkan kinerja yang jauh dari memuaskan. Hingga akhir November, realisasi keuangan baru menyentuh angka 50 persen. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pemerintah daerah dalam menjalankan program dan menjawab kebutuhan masyarakat.Situasi tersebut mencuat dalam apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan pada Senin (24/11/2025), ketika Bupati Mimika, Johanes Rettob, menyampaikan teguran tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menyoroti lambannya penyerapan anggaran yang dinilai dapat menghambat berbagai kegiatan yang telah direncanakan sejak awal tahun.“Realisasi ini baru 50 persen, jadi masih ada 50 persen lagi yang harus kita kejar! Dana hibah jangan ditahan-tahan, segera disalurkan,” tegasnya di hadapan jajaran OPD. Instruksi tersebut menandai kegelisahan pemerintah daerah terhadap risiko gugurnya sejumlah program jika realisasi tidak dipercepat.Akan tetapi, teguran terbuka tersebut justru memperlihatkan adanya masalah yang lebih mendasar dalam birokrasi Mimika. Rendahnya penyerapan anggaran mengindikasikan bahwa perencanaan, koordinasi, serta pengawasan internal tidak berjalan optimal sepanjang tahun anggaran 2025. Banyak kalangan menilai bahwa peringatan keras tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan struktural yang sudah berulang.Di sisi lain, publik menilai bahwa lambannya realisasi bukan sekadar tanggung jawab OPD, tetapi juga mencerminkan lemahnya kendali dan arahan dari pucuk pimpinan daerah. Bupati semestinya tidak hanya memberikan teguran di akhir tahun, tetapi memastikan seluruh proses mulai dari perencanaan, penetapan program, hingga pelaksanaan berjalan sesuai target.Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gagalnya sejumlah program yang bersumber dari APBD. Masyarakat yang selama ini menunggu realisasi kegiatan pembangunan—baik hibah, bantuan sosial, maupun layanan publik lainnya—berisiko menjadi pihak yang paling dirugikan oleh buruknya manajemen anggaran.Serapan yang macet juga dapat memicu ketidakpercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Mimika. Apalagi, persoalan keterlambatan anggaran bukanlah hal baru melainkan pola yang berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi yang signifikan.Pada akhirnya, rendahnya kinerja penyerapan anggaran ini membuka kembali diskusi soal pentingnya reformasi birokrasi di Kabupaten Mimika. Tanpa langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat koordinasi antar-OPD, masalah serupa berpotensi terulang dan kembali menyulitkan masyarakat yang bergantung pada realisasi APBD. Penulis: JidEditor: GF 25 Nov 2025, 01:51 WIT
APBD Mimika Merosot Rp 1 Triliun: Prioritas Pemerintah atau Kebutuhan Rakyat? Papuanewsonline.com, Timika – Masyarakat Mimika dikejutkan oleh kabar bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dipastikan merosot drastis. Penurunannya mencapai hampir Rp 1 triliun dari total APBD tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 6,3 triliun. Kondisi ini memicu rasa pesimistis publik terhadap kemampuan pemerintah daerah mempertahankan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.Bupati Mimika Johannes Rettob menjelaskan bahwa penyebab utama penurunan anggaran berasal dari efisiensi pada Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Otonomi Khusus. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut berdampak langsung terhadap komposisi anggaran daerah untuk tahun mendatang.“APBD Mimika 2026 turun karena terjadi efisiensi terkait Dana Bagi Hasil, DAK, dan Otsus,” ujar Bupati Rettob, merespons kekhawatiran publik mengenai arah pembangunan daerah di tengah pengetatan anggaran.Di tengah kondisi serba terbatas ini, Bupati Rettob menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjalankan program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang digunakan bukan sekadar memenuhi keinginan pemerintah, tetapi merujuk pada aspirasi warga yang selama ini disampaikan dalam berbagai kesempatan.“Kita memakai pendekatan mendengar kebutuhan masyarakat, bukan hanya apa yang kita inginkan,” klaim Rettob. Namun, pernyataan ini mendapat sorotan publik yang mempertanyakan sejauh mana komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam kondisi anggaran yang menyusut signifikan.Dalam penjelasannya, Rettob memastikan bahwa setiap program dalam APBD 2026 disusun berdasarkan skala prioritas dan tetap berpedoman pada visi-misi pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan fokus pada program-program yang dianggap paling penting untuk pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.Meski demikian, kekhawatiran tetap mencuat dari berbagai kalangan. Dengan anggaran yang jauh lebih kecil, muncul dugaan bahwa program-program yang paling dibutuhkan masyarakat mungkin akan tersisih oleh proyek-proyek yang lebih menguntungkan secara politis. Publik menilai bahwa pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya ketimpangan dalam realisasi anggaran.Kondisi ini membuat masyarakat Mimika kini berada pada posisi menunggu, mengamati apakah janji prioritas rakyat benar-benar akan diwujudkan. Banyak pihak berharap agar pemerintah daerah tidak terjebak pada retorika, melainkan menjalankan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kebutuhan warga.Bagi sebagian masyarakat, penurunan anggaran ini bukan hanya persoalan teknis fiskal, tetapi juga ujian bagi transparansi, kepekaan sosial, dan integritas pemerintah daerah dalam memimpin pembangunan. Waktu akan membuktikan, apakah janji Bupati dan jajaran mampu menjadi kenyataan atau justru menjadi kekecewaan baru bagi rakyat Mimika. Penulis: JidEditor: GF 25 Nov 2025, 01:47 WIT
Wagub Papua Buka Rakornas Gercin Indonesia, Tekankan Peran Ormas dalam Penguatan Kebangsaan Papuanewsonline.com, Jayapura - Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Rumaropen, resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin Indonesia) yang mempertemukan kepengurusan dari enam provinsi di Tanah Papua. Acara ini digelar di Aula Lukmen Lantai 9, Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, pada Jumat (21/11/25), dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi ormas di Papua.Dalam pembukaannya, Wagub Aryoko menegaskan bahwa Gercin Indonesia memiliki peran strategis sebagai organisasi masyarakat yang ikut memperkuat semangat kebangsaan dan komitmen terhadap NKRI. Menurutnya, kehadiran ormas seperti Gercin dapat mengisi ruang sosial dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Tanah Papua.Ia menilai visi Gercin Indonesia sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat kebersamaan dan mendorong kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah. Melalui rilis resminya, Wagub menyebut organisasi ini sebagai wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus memperkuat integrasi sosial di Papua.Rakornas ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan internal organisasi, tetapi juga ruang untuk melahirkan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pembangunan Papua yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Papua menilai forum ini relevan dengan arah Transformasi Papua Baru yang berfokus pada peningkatan SDM, penguatan ekonomi daerah, percepatan infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan yang modern.Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Dr. Lenis Kogoya selaku Staf Khusus Menteri Pertahanan RI, perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, serta unsur Forkopimda. Pengurus DPN, DPD, dan DPC Gercin Indonesia dari seluruh wilayah Tanah Papua juga hadir memperkuat agenda besar organisasi tersebut.Dalam kesempatan itu, Wagub memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gercin Indonesia yang telah konsisten mendorong wawasan kebangsaan di berbagai lapisan masyarakat Papua. Ia menilai keberadaan ormas ini memberikan ruang bagi anak-anak Papua untuk berperan aktif dalam gerakan sosial dan kebangsaan.Wagub menegaskan bahwa Papua bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang menentukan arah kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta Rakornas untuk menjadikan forum ini sebagai pijakan memperkuat persatuan dalam membangun enam provinsi di Tanah Papua.Menutup sambutannya, Wagub mengajak seluruh elemen masyarakat merawat semangat persaudaraan demi masa depan yang damai dan sejahtera. Ia berharap Rakornas ini membawa manfaat yang nyata dan menjadi bagian dari langkah besar menuju Papua yang lebih maju dan harmonis.(GF) 24 Nov 2025, 17:30 WIT
Egois dan Tidak Komunikatif: Pemerintahan Johannes Rettob dan Emanuel Kemong Dihujani Kritik Papuanewsonline.com, Mimika - Pemerintahan Kabupaten Mimika yang dipimpin oleh Bupati Johanes Retob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong tengah menghadapi kritik pedas dari masyarakat. Beberapa isu yang menjadi sorotan termasuk janji kuota CPNS untuk anak Amungme dan Kamoro yang belum terealisasi, rencana pelantikan yang tidak jelas, dan kurangnya komunikasi dengan pemuda Mimika.Edoardus Rahawadan, seorang tokoh pemuda, menyatakan bahwa pemerintahan saat ini terlalu egois dan tidak komunikatif. "Pembangunan harus komunikatif, bukan egois. Tidak semua hal penting untuk pemerintah, namun komunikasi adalah hal yang sangat penting," katanya.Masyarakat Mimika juga mengkritik pemerintahan karena tidak merangkul semua pihak, termasuk pemuda dan lembaga masyarakat adat. "Pemuda Mimika mati suri karena pemerintah tidak punya daya upaya untuk membangkitkan semangat pemuda," kata Edo.Kritik juga dilontarkan terhadap pemerintahan karena tidak transparan dalam pengelolaan proyek dan anggaran. "Lembaga masyarakat adat Amungme dan Kamoro yang merupakan lembaga yang harusnya dibina pemerintah juga dibiarkan bermasalah dan pemerintah tidak berdaya untuk merangkul mereka," kata Edo.Edo juga menyarankan agar Bupati dan Wakil Bupati Mimika segera membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, termasuk tim pemenangan dan masyarakat. "Jangan melihat kami mengkritik lalu kemudian menganggap kami ini musuh. Kami hanya ingin pemerintahan yang baik dan transparan," katanya.Pemerintahan Mimika telah didesak untuk melakukan evaluasi dan koreksi terhadap kinerja mereka dan memperbaiki komunikasi dengan masyarakat. Apakah pemerintahan Johanes Retob dan Emanuel Kemong dapat menjawab tantangan ini? Penulis: Hendrik Editor: GF 24 Nov 2025, 17:23 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Bagikan Buku Bacaan Untuk Anak SD di Intan Jaya Papuanewsonline.com, Intan Jaya - Dalam rangka mendukung peningkatan minat baca dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan, sebanyak 18 personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan mengajar dan pembagian buku bacaan kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas di wilayah Intan Jaya, pada Minggu (23/11/2025).Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIT ini diisi dengan sesi mengajar yang interaktif dan pemberian buku bacaan kepada anak-anak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak Papua, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas dan berdaya saing di masa depan.Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Bripda Ramadhan Dalif Makaminan dan Bripda Alex Logo dan 16 Personel lainya. Kehadiran mereka di tengah-tengah anak-anak memberikan nuansa hangat dan penuh semangat belajar, sekaligus mempererat hubungan baik antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.Kepala Operasi Damai Cartenz menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang menjadi prioritas utama dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat Papua. “Kami percaya bahwa pendidikan dan literasi adalah fondasi utama untuk masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak Papua termotivasi untuk membaca dan belajar lebih semangat,” ujar Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. juga mengapresiasi inisiatif personel yang terus aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan sosial dan edukatif di lapangan. “Pendekatan ini adalah bagian dari strategi keberlanjutan dalam menjaga stabilitas dan pembangunan sosial di wilayah ini,” ungkapnya.Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat Papua, demi masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing. PNO-12 24 Nov 2025, 14:25 WIT
Gelar Apel Kasatwil 2025, Polri: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri akan menggelar Apel Kasatwil Tahun 2025 pada 24–26 November 2025 di Mako Pusat Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor. Kegiatan ini akan diikuti sebanyak 607 peserta, terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, para Kapolda, Karo Ops, hingga seluruh Kapolres dari berbagai wilayah Indonesia.Apel Kasatwil tahun ini mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat”. Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mendapatkan paparan dari berbagai narasumber strategis, baik internal maupun eksternal, di antaranya Menteri Hukum dan HAM, Panglima TNI, Kapolri, PJU Mabes Polri, Komisi Percepatan Reformasi Polri, serta sejumlah pakar dan ahli.Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa Apel Kasatwil merupakan momentum penting bagi jajaran kepolisian untuk memperkuat arah kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.“Apel Kasatwil Polri ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat profesionalisme Polri dan memastikan sinergi dengan arah kebijakan nasional,” jelas Brigjen Trunoyudo, Minggu (23/11/25).Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Polri diharapkan semakin siap menjalankan peran sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.“Dengan adanya Apel Kasatwil 2025 ini, Polri diharapkan dapat berperan optimal sebagai instrumen negara yang menjaga keamanan, sekaligus sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri sejumlah perwakilan Atase Kepolisian dari berbagai negara sahabat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan internasional terhadap komitmen Polri dalam memperkuat profesionalisme.“Acara ini juga akan dihadiri sejumlah perwakilan Atase Kepolisian dari berbagai negara sahabat,” tutup Brigjen Trunoyudo. PNO-12 24 Nov 2025, 14:15 WIT
Bupati Boven Digoel Tegaskan Komitmen Dukung Program TEKAT untuk Majukan Ekonomi Desa Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAT) terus digencarkan di berbagai wilayah Papua Selatan, termasuk di Mindiptana, Boven Digoel. Kehadiran Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa.Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba menilai TEKAT sebagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kampung. Ia menyebut bahwa penguatan ekonomi desa merupakan fondasi penting untuk membangun daerah secara berkelanjutan. “Program TEKAT ini sangat penting bagi kami di Boven Digoel, karena dapat membantu masyarakat desa meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup,” ujar Bupati Roni Omba.Pelaksanaan program ini turut melibatkan pendamping profesional yang bekerja langsung mendampingi masyarakat di lapangan. Salah satunya adalah Adik Meri Embiri, Pendamping TEKAT di Mindiptana, yang berbagi pengalaman mengenai peran dan tantangan yang dihadapi dalam proses pemberdayaan masyarakat.Menurut Adik Meri Embiri, pendamping TEKAT berperan sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat mengidentifikasi potensi ekonomi desa dan menyusun perencanaan yang tepat. “Pendamping TEKAT ini seperti menjadi mentor atau fasilitator bagi masyarakat desa. Kami membantu mereka mengidentifikasi potensi desa dan membuat perencanaan yang tepat untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup,” jelasnya.Bupati Roni Omba juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan dukungan terhadap penyelenggaraan program ini. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan guna mempercepat peningkatan ekonomi kampung. “Kami akan terus mendukung program TEKAT dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi desa,” katanya.Dengan adanya dukungan tersebut, para pendamping dan masyarakat desa diharapkan semakin termotivasi untuk memaksimalkan potensi wilayah masing-masing. Program TEKAT dipandang sebagai jembatan bagi masyarakat menuju perubahan ekonomi yang lebih baik.Di Mindiptana, para pendamping bersama warga terus menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan sesuai potensi lokal. Kerja sama itu menjadi kunci penting dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara bertahap dan terarah.Semangat yang dibawa oleh Adik Meri Embiri dan tim pendamping TEKAT Mindiptana memperkuat harapan bahwa transformasi ekonomi desa di Boven Digoel dapat berjalan efektif. Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program TEKAT diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan warga kampung. Penulis: HendrikEditor: GF 24 Nov 2025, 02:09 WIT
Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Pasca Erupsi Semeru Papuanewsonline.com, Lumajang - Polri melalui Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi bahwa upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah ini menjadi wujud hadirnya negara dalam memastikan keselamatan, ketenangan, dan pemulihan warga di masa darurat.Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim, S.H., M.M., telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.Memasuki pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin AKBP Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan membantu membersihkan rumah-rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi. Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan, sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.Pada pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana. Di tengah tawa yang mulai kembali terdengar, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hanya soal membenahi bangunan, tetapi juga memulihkan hati dan rasa aman para korban, terutama anak-anak.Pada pukul 11.00 WIB, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden Republik Indonesia yang meninjau langsung kesiapan logistik, pelayanan dapur lapangan, dan pendampingan warga terdampak yang dilakukan Brimob. Kehadiran pemerintah pusat tersebut memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.Sehari sebelumnya, Jumat (21/11/2025), Polda Jawa Timur telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan tersebut dilepas oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama Polda Jatim dari halaman Gedung Tribrata Mapolda Jatim. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo yang menampung ratusan warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, serta 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Wakapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh distribusi dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih. Upaya Brimob di lapangan mulai dari dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing merupakan bagian integral dari misi kemanusiaan Polri dalam menjaga keselamatan dan memulihkan warga Lumajang yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana. PNO-12 23 Nov 2025, 09:22 WIT
Jemi Patabang Menggandeng PT PLN UP2K Papua Tengah untuk Survei Kelistrikan di Distrik Beoga Papuanewsonline.com, Puncak – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Dapil III Puncak, Jemi Patabang, S.Pd., M.Si, memfasilitasi dan mengajak PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah melakukan survei langsung ke Distrik Beoga pada 21 November 2025. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan pembangunan jaringan kelistrikan di wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan listrik secara optimal.Dalam agenda survei tersebut, tim PLN turut didampingi oleh Jemi Patabang bersama Kapolsek Beoga, Danramil Beoga, serta anggota Satgas. Kehadiran aparat keamanan memastikan kegiatan lapangan dapat berjalan aman dan kondusif mengingat kondisi geografis dan situasi wilayah yang cukup menantang.Survei lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi teknis dan kesiapan infrastruktur di Distrik Beoga. Masyarakat setempat menyambut baik kunjungan ini, karena sudah lama menantikan kehadiran listrik yang stabil. Beberapa kepala kampung dan perwakilan warga menyampaikan harapan agar program ini menjadi jawaban atas kerinduan mereka untuk menikmati listrik menyala 24 jam.Sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia, Jemi Patabang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga Beoga. Ia berharap hasil survei tersebut dapat dijadikan dasar kuat oleh PLN Papua Tengah untuk disampaikan hingga ke Kementerian ESDM agar kebutuhan listrik masyarakat bisa ditangani secara menyeluruh.Tim survei PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jaringan listrik, menentukan kebutuhan teknis, serta menghitung kapasitas daya yang diperlukan. Selain itu, survei ini menjadi dasar dalam penyusunan rencana pengembangan unit pembangkit yang sesuai dengan situasi di lapangan.Rangkaian data dan temuan dari survei nantinya akan ditindaklanjuti sebagai usulan resmi yang dapat diajukan untuk pengembangan infrastruktur kelistrikan. PLN menekankan bahwa akurasi data lapangan menjadi kunci penting dalam menentukan solusi yang tepat bagi kebutuhan masyarakat Beoga.Tim PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Jemi Patabang yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga proses survei dapat terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada kepala distrik, para kepala kampung, aparat keamanan, serta masyarakat Beoga yang telah mendukung dan membantu kelancaran kegiatan tersebut.Dengan berjalannya survei ini, masyarakat Distrik Beoga menaruh harapan besar agar langkah tersebut menjadi awal perubahan nyata menuju layanan listrik yang lebih merata dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah pegunungan Papua. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT