TPNPB Kodap Ndugama Klaim Kontak Senjata di Nduga, Satu Prajurit TNI Tewas dan Senjata Dirampas
Kelompok bersenjata menyatakan aksi tersebut sebagai bagian dari rangkaian operasi bersenjata sepanjang 2025 hingga awal 2026 di wilayah Ndugama Derakma
Papuanewsonline.com - 11 Jan 2026, 20:26 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Nduga —Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Derakma mengklaim telah terlibat dalam kontak senjata dengan aparat militer Indonesia di wilayah Nduga pada 8 Januari 2026. Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut seorang prajurit TNI bernama Kopda Satria Taopan tewas dalam peristiwa tersebut.
Klaim itu disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas
Pusat KOMNAS TPNPB yang dirilis pada 11 Januari 2026. Dalam siaran pers
tersebut disebutkan bahwa korban merupakan seorang snaiper TNI yang terlibat
dalam kontak senjata dengan pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.
Selain mengklaim menewaskan satu anggota TNI, TPNPB juga
menyatakan berhasil merampas sejumlah perlengkapan militer milik aparat
keamanan Indonesia. Barang-barang yang diklaim dirampas meliputi satu pucuk
senjata paras panjang, lima buah magasin, sejumlah peluru, serta satu unit
handy talky (HT).
Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Egianus Kogeya,
dalam siaran pers tersebut menegaskan bahwa aksi kontak senjata tersebut
merupakan bagian dari perjuangan kelompoknya. Ia menyatakan bahwa pasukan TPNPB
di wilayah Ndugama Derakma tidak akan mundur dari perjuangan yang mereka klaim
sebagai upaya kemerdekaan Papua Barat.
Egianus Kogeya juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025
hingga Januari 2026, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma telah beberapa kali
terlibat dalam kontak senjata dengan aparat militer Indonesia. Dalam
pernyataannya, ia mengklaim bahwa sejumlah senjata dan logistik militer
berhasil direbut dalam rangkaian operasi tersebut.
Pernyataan senada turut disampaikan oleh Komandan Batalyon
Yuguru, Yibet Gwijangge, bersama Komandan Operasi Batalyon Yuguru, Mayor
Soa-Soa Karunggu. Keduanya menyatakan bahwa kelompok bersenjata tersebut tidak
akan menghentikan perlawanan hingga tujuan yang mereka nyatakan tercapai.
Laporan perang yang dirilis TPNPB Kodap III Ndugama Derakma
juga mencatat sejumlah aksi kontak senjata lain yang diklaim terjadi di wilayah
tersebut dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026. Dalam laporan itu, TPNPB
mengklaim adanya korban dari pihak aparat keamanan serta perampasan
perlengkapan militer.
Hingga berita ini diturunkan, klaim yang disampaikan TPNPB
Kodap III Ndugama Derakma tersebut masih bersumber dari siaran pers kelompok
bersenjata dan belum disertai keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat
keamanan Indonesia.
Penulis: Hend
Editor: GF