logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polres Mimika Ungkap Kasus Narkoba, Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika kembali menegaskan komitmen memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Papua Tengah. Hal ini diungkapkan Wakapolres Mimika, Kompol. Junan Plitomo, dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti pada Kamis (30/4/2026). Pengungkapan bermula dari penangkapan dua pengedar berinisial N dan M.M yang beroperasi di titik berbeda Kota Timika.Tersangka N ditangkap di Jalan Serui Mekar pada pukul 21.30 WIT, diikuti penangkapan M.M di Jalan Matoa sekitar pukul 23.00 WIT. Diketahui, tersangka N merupakan residivis kasus narkotika sejak tahun 2018.Dari kedua pelaku, petugas menyita total 181 paket sabu siap edar, yang terdiri dari kemasan kecil maupun besar. Hasil penimbangan Laboratorium Forensik Polda Papua menunjukkan berat bersih barang bukti mencapai 420,6186 gram. Rinciannya, tersangka pertama membawa 35 paket seberat 133,3024 gram, sedangkan tersangka kedua menguasai 146 paket dengan berat 389,2727 gram. Sebagian barang disisihkan untuk pembuktian hukum, sementara sisanya dimusnahkan secara resmi. Polisi juga menetapkan satu orang lagi berinisial M alias Matruji sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga terlibat dalam jaringan ini.Wakapolres menegaskan tindakan ini sebagai bukti keseriusan memutus rantai narkoba yang kian meresahkan masyarakat.“Jika beredar, barang haram ini bernilai sekitar Rp1,05 miliar dan berpotensi merusak ribuan generasi muda,” tegasnya. Kedua pelaku kini dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika junto Pasal 609 ayat (2) KUHP baru, dengan ancaman hukuman penjara antara 6 hingga 20 tahun. Aparat menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang merusak masa depan bangsa.“Selamat kepada seluruh jajaran Satresnarkoba atas keberhasilan dan kerja kerasnya mengungkap kasus ini. Semoga langkah ini menjadi peringatan keras bagi pengedar lainnya dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kompol Junan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang terus aktif memberikan informasi, serta berharap kerja sama ini tetap terjalin erat demi mewujudkan Mimika yang bersih dari narkoba dan sejahtera.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:59 WIT
BPJS Ketenagakerjaan Mimika Tekankan Kewajiban Perusahaan Lindungi Pekerja Papuanewsonline.com, Timika – Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika, Andika Catur Putra, menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikannya saat wawancara di Swiss-Belinn Timika, Senin (11/5/2026). Sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program utama meliputi jaminan kecelakaan kerja, hari tua, kematian, hingga pensiun.Ia mengingatkan bahwa perlindungan ini adalah hak normatif pekerja, sekaligus kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pemberi kerja sesuai peraturan perundang-undangan.“Program this berfungsi sebagai jaring pengaman sosial agar pekerja tidak kehilangan penghasilan secara drastis saat menghadapi risiko seperti kecelakaan, kematian, hingga pemutusan hubungan kerja,” ujar Andika. Ia menjelaskan bahwa perlindungan ini juga menjadi tanggung jawab perusahaan demi menciptakan rasa aman dan nyaman, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja. Lebih dari itu, manfaatnya sangat luas, termasuk santunan dan beasiswa pendidikan bagi dua anak ahli waris mulai dari TK hingga perguruan tinggi, guna mencegah munculnya kemiskinan baru.Pihaknya juga menegaskan aturan tegas bagi perusahaan yang tidak patuh, sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2011 dan PP No. 86 Tahun 2013, dengan ancaman sanksi administratif hingga pidana. Pelanggaran yang sering ditemui antara lain perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja sama sekali, atau hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja, upah, maupun jenis program. Untuk itu, langkah awal yang dilakukan adalah sosialisasi dan teguran, namun akan ditindak lanjuti kunjungan dan pemanggilan jika tetap mengabaikan aturan yang berlaku.Andika menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Mimika telah berjalan lama melalui pendampingan dan bantuan hukum demi memastikan hak pekerja terjaga. “Kami mengajak seluruh perusahaan untuk segera mendaftarkan tenaga kerjanya tanpa terkecuali. Selamat dan terima kasih atas kepatuhan serta kepedulian Bapak/Ibu pemberi kerja. Semoga kerja sama ini membawa keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan bagi kita semua, keluarga besar pekerja di Mimika,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:54 WIT
TNI AL dan Kampung Nawaripi Sukseskan Program KKRI, Cetak Generasi Muda Berkarakter Papuanewsonline.com, Timika – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika bersama Pemerintah Kampung Nawaripi sukses menggelar kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Lamal Timika, Minggu (10/5/2026). Program pembinaan karakter ini merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat cinta tanah air yang tinggi. Kegiatan ini diikuti para pelajar dari berbagai sekolah di antaranya SMAN 1, SMAN 6, SMA Santa Maria, SMA Taruna, dan SMK Yapis Mimika.Komandan Lanal Timika, Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H., M.Tr.Opsla., menjelaskan KKRI menjadi wadah strategis menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan. Para peserta dibekali materi baris-berbaris, wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, serta kebersamaan lintas suku dan budaya. “Tujuannya agar anak-anak bangsa saling menyayangi, bersatu, dan bersinergi demi kemajuan Indonesia,” ujarnya. Kegiatan juga melibatkan kunjungan edukatif ke kawasan wisata Nawaripi Mile-21 untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.Kepala Kampung Nawaripi sekaligus Ketua DPC APDESI Mimika, Norman Ditubun, menyampaikan dukungan penuh pemerintah kampung terhadap program ini. Ia menilai kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kedisiplinan, nasionalisme, dan kepedulian sosial di kalangan remaja. Menurutnya, keterlibatan pemuda sejak dini sangat penting agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa serta lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga melalui KKRI lahir generasi penerus yang tangguh, berkarakter kuat, dan setia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Norman penuh harap. Ia berdoa agar nilai-nilai bela negara yang ditanamkan senantiasa melekat dalam diri setiap peserta, menjadi bekal berharga dalam membangun daerah dan negara di masa mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:52 WIT
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Negeri Mimika Jalin Sinergi Perkuat Perlindungan Pekerja Papuanewsonline.com, Timika – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Mimika melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Acara yang berlangsung khidmat di Hotel Swiss-Belinn Timika, Senin (11/5/2026), ini dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran kejaksaan, perwakilan perusahaan, serta instansi terkait.Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas dan memperkuat jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah Kabupaten Mimika agar hak-hak mereka terjamin secara hukum.Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mimika, Andhika Catur Putra, mengungkapkan kerja sama ini bertujuan meningkatkan kepatuhan dunia usaha terhadap aturan jaminan sosial sekaligus memastikan perlindungan yang lbih inklusif dan berkelanjutan. “Ini bentuk sinergi nyata antar lembaga demi memberi perlindungan maksimal kepada pekerja. Kami berkomitmen penuh menjamin setiap pekerja terhindar dari risiko sosial ekonomi, dan bersama kita wujudkan masa depan tenaga kerja Mimika yang lebih baik dan sejahtera,” ujarnya menegaskan mandat lembaganya.Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mimika, Dr. I Putu Eka Suyantha, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan berupa bantuan dan pertimbangan hukum demi kelancaran program ini. Ia menekankan peran kejaksaan bukanlah sebagai penagih, melainkan mitra yang memulihkan kepatuhan hukum agar kewajiban perusahaan terhadap pekerja terpenuhi. “Di tengah dinamika pembangunan, negara harus hadir memberi kepastian hukum. Kami pastikan aturan dipatuhi demi melindungi hak-hak pekerja sebagai warga negara,” tegasnya.Pemerintah Kabupaten Mimika yang diwakili Asisten II Sekda, Santi Sonda, memberikan apresiasi tinggi atas langkah strategis ini. Ia menilai kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata kepedulian bersama mengingat tenaga kerja adalah aset utama pembangunan daerah.Program perlindungan mulai dari kecelakaan kerja, kematian, hingga kehilangan pekerjaan kini diharapkan menjangkau lebih luas. “Terima kasih dan selamat atas terjalinnya kerja sama ini. Semoga sinergi ini makin mengukuhkan kepatuhan perusahaan, serta melahirkan masyarakat Mimika yang sejahtera, aman, dan berdaya saing tinggi,” ucap Santi penuh harap. Penulis: Andi Ilham Editor: GF 11 Mei 2026, 20:23 WIT
Harga Barang di Mimika Naik Tajam, Pemerintah Imbau Ganti Plastik dengan Wadah Ramah Lingkungan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan usai apel di pusat pemerintahan sp 3 Senin (11/5/2026) bahwa harga kebutuhan pokok dan barang penunjang mengalami lonjakan sangat signifikan belakangan ini. Kenaikan tersebut tercatat mencapai 30 hingga 70 persen dan merambah ke berbagai jenis produk, termasuk air minum kemasan yang kini harganya juga naik hingga di lingkungan sekolah.Meski ada wacana penurunan harga di masa depan, hingga kini belum ada kepastian kapan harga akan kembali stabil seperti semula. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di sejumlah negara, yang sangat mempengaruhi rantai pasok serta harga minyak mentah di pasar internasional.Mengingat minyak menjadi bahan baku utama pembuatan plastik, kelangkaan bahan baku dan kenaikan biaya produksi tak terelakkan, dan beban biaya tersebut akhirnya dirasakan hingga ke tingkat konsumen di daerah.Menyikapi situasi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kemasan alternatif. Wadah berbahan kertas seperti paper bag, gelas kertas, atau bahan ramah lingkungan lain disarankan menggantikan plastik maupun tinwall, selain karena ketersediaannya terbatas, plastik juga diketahui sulit terurai dan merusak lingkungan.Langkah ini diharapkan menjadi solusi sementara yang bijak bagi semua pihak.“Kita berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar harga kembali terjangkau. Mari kita dukung anjuran ini demi kebaikan bersama dan kelestarian alam kita,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat Mimika yang telah beradaptasi dengan baik menghadapi situasi ini demi ketertiban bersama. Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:18 WIT
Stok LPG Mimika Menipis Akibat Pasokan Nasional, Diperkirakan Normal Kembali pada 20 Mei Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan keterangan usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji atau LPG yang dirasakan masyarakat bukanlah masalah lokal semata, melainkan dampak dari keterbatasan pasokan secara nasional.Kondisi ini terjadi karena sebagian kebutuhan masih bergantung pada barang impor, ditambah lagi dengan keterlambatan jadwal kedatangan kapal pengangkut yang membuat distribusi ke daerah menjadi terhambat dan stok di pasaran menipis.Kabar baiknya, situasi ini diprediksi akan berubah total mulai tanggal 20 Mei mendatang. Pasokan untuk wilayah Mimika dipastikan kembali normal dengan kuota mencapai 7 metrik ton setiap minggunya, sehingga masyarakat diharapkan kembali mudah memperoleh LPG di pengecer maupun toko. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah dampak logis dari lonjakan biaya pengangkutan dari Makassar maupun Surabaya akibat mahalnya bahan bakar kapal, yang tercatat naik sekitar 12 persen atau bertambah Rp40.000 per pengiriman.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dan hemat dalam menggunakan energi, mengingat tantangan ketersediaan bahan bakar masih dirasakan di tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, pengawasan ketat terus dilakukan di kawasan Pasar Timika oleh 20 petugas yang bekerja dalam dua shift. “Semoga situasi pasokan dan harga ini segera kembali stabil sepenuhnya seperti sedia kala. Mari kita saling mendukung dengan menggunakan energi secukupnya demi kebaikan kita semua dan kelancaran bersama,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh masyarakat Mimika dalam menghadapi kondisi ini dengan tertib.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:12 WIT
Warga Sipil Tewas di Tembagapura, BADKO HMI Papua Soroti Operasi Aparat Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang warga sipil bernama Nemia Zanambani dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam operasi aparat keamanan di Distrik Tembagapura pada Senin, 2 Maret 2026. Selain korban meninggal dunia, dua warga sipil lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun dan telah dipublikasikan menyebutkan bahwa beberapa anak turut diamankan dan dibawa ke markas militer setempat.Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Bidang Hukum dan HAM BADKO HMI Papua, Febri Setiawan Tansir pada 10 Mei 2026 menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi.“Sudah seharusnya rakyat hidup tanpa rasa takut terhadap keselamatan jiwanya. Namun hingga hari ini masyarakat masih dihantui ketakutan dan rasa tidak aman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.Ia menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat sipil, bukan hanya menitikberatkan pada pendekatan stabilitas keamanan semata.Menurutnya, peristiwa ini bukan kali pertama warga sipil yang tidak bersenjata menjadi korban dalam konflik bersenjata di Papua. Ia mempertanyakan mengapa masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali operasi keamanan berlangsung.“Pertanyaannya sederhana namun mendesak, mengapa rakyat sipil selalu harus membayar mahal dalam setiap operasi keamanan? Tugas negara adalah melindungi seluruh warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam bayang-bayang teror dan ketakutan,” ujarnya.Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua. BADKO HMI Papua Bidang Hukum dan HAM menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berlindung di balik alasan stabilitas keamanan apabila keselamatan masyarakat sipil tidak dapat dijamin.“Stabilitas tanpa perlindungan terhadap rakyat adalah kegagalan negara. Setiap nyawa sipil yang melayang menjadi bukti bahwa pendekatan yang selama ini digunakan perlu dievaluasi secara serius,” lanjutnya.Mereka juga mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk bertanggung jawab serta melakukan penanganan yang adil dan transparan terhadap peristiwa tersebut.“Atas nama kemanusiaan, kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga mendoakan korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan,” tutupnya. Penulis: Abim Editor: GF 11 Mei 2026, 19:06 WIT
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam Papuanewsonline.com, Timika – Calon jemaah haji reguler dari Kabupaten Mimika sejumlah 120 jamaah, didampingi tiga petugas resmi, akhirnya berangkat menuju Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah. Momen pelepasan rombongan kloter kedua berlangsung sangat khidmat dan sarat haru di Masjid Al Azhar, Jalan Bhayangkara, pada Minggu (10/5/26).Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari pelepasan resmi yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 28 April lalu. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. M. Hilal, berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan memurnikan niat ibadah.“Haji bukan sekadar perjalanan rohani semata, melainkan ibadah suci untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya.Ia juga mengimbau agar nama baik daerah selalu dijaga selama berada di Arab Saudi, mengingat perhatian besar yang telah diberikan pemerintah daerah.Suasana semakin mengharukan saat Ketua MUI Mimika, Ustadz KH. M. Amin AR, memimpin doa bersama, diiringi tangis haru para jemaah dan keluarga yang mengantar. Setelah menunaikan sholat sunnah safar, rombongan bergerak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan bus pemerintah dengan pengawalan ketat. Mereka dijadwalkan menginap di Asrama Haji Sudiang Makassar pada 11 Mei, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya. Penasehat PPIHD Mimika, H. M. Darwis, turut menyampaikan doa dan ucapan selamat jalan.“Kami ucapkan selamat menempuh perjalanan suci, semoga Bapak Ibu senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan. Besar harapan kami agar Bapak Ibu pulang kembali ke Mimika dengan membawa keberkahan dan predikat haji mabrur,” ungkapnya. Ia menegaskan panitia akan terus berikan pelayanan terbaik mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti. Penulis: Jid Editor: GF 10 Mei 2026, 23:20 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980 kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi, persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat, agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,” tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah. Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan, hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan berkelanjutan. (GF) 10 Mei 2026, 21:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT