Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polres Mimika Ungkap Kasus Narkoba, Musnahkan 420 Gram Sabu Senilai Rp1 Miliar
Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Reserse Narkoba Polres
Mimika kembali menegaskan komitmen memberantas peredaran gelap narkotika di
wilayah Papua Tengah. Hal ini diungkapkan Wakapolres Mimika, Kompol. Junan
Plitomo, dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti pada Kamis (30/4/2026).
Pengungkapan bermula dari penangkapan dua pengedar berinisial N dan M.M yang
beroperasi di titik berbeda Kota Timika.Tersangka N ditangkap di Jalan Serui Mekar pada pukul 21.30
WIT, diikuti penangkapan M.M di Jalan Matoa sekitar pukul 23.00 WIT. Diketahui,
tersangka N merupakan residivis kasus narkotika sejak tahun 2018.Dari kedua pelaku, petugas menyita total 181 paket sabu siap
edar, yang terdiri dari kemasan kecil maupun besar. Hasil penimbangan
Laboratorium Forensik Polda Papua menunjukkan berat bersih barang bukti
mencapai 420,6186 gram. Rinciannya, tersangka pertama membawa 35 paket seberat
133,3024 gram, sedangkan tersangka kedua menguasai 146 paket dengan berat
389,2727 gram. Sebagian barang disisihkan untuk pembuktian hukum, sementara
sisanya dimusnahkan secara resmi. Polisi juga menetapkan satu orang lagi
berinisial M alias Matruji sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga
terlibat dalam jaringan ini.Wakapolres menegaskan tindakan ini sebagai bukti keseriusan
memutus rantai narkoba yang kian meresahkan masyarakat.“Jika beredar, barang haram ini bernilai sekitar Rp1,05
miliar dan berpotensi merusak ribuan generasi muda,” tegasnya. Kedua pelaku kini dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika
junto Pasal 609 ayat (2) KUHP baru, dengan ancaman hukuman penjara antara 6
hingga 20 tahun. Aparat menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun
yang merusak masa depan bangsa.“Selamat kepada seluruh jajaran Satresnarkoba atas
keberhasilan dan kerja kerasnya mengungkap kasus ini. Semoga langkah ini
menjadi peringatan keras bagi pengedar lainnya dan memberikan rasa aman bagi
masyarakat,” ujar Kompol Junan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang terus
aktif memberikan informasi, serta berharap kerja sama ini tetap terjalin erat
demi mewujudkan Mimika yang bersih dari narkoba dan sejahtera. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:59 WIT
BPJS Ketenagakerjaan Mimika Tekankan Kewajiban Perusahaan Lindungi Pekerja
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala BPJS Ketenagakerjaan
Kabupaten Mimika, Andika Catur Putra, menegaskan pentingnya perlindungan
jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah tersebut. Pernyataan ini
disampaikannya saat wawancara di Swiss-Belinn Timika, Senin (11/5/2026).
Sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan
empat program utama meliputi jaminan kecelakaan kerja, hari tua, kematian,
hingga pensiun.Ia mengingatkan bahwa perlindungan ini adalah hak normatif
pekerja, sekaligus kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pemberi
kerja sesuai peraturan perundang-undangan.“Program this berfungsi sebagai jaring pengaman sosial agar
pekerja tidak kehilangan penghasilan secara drastis saat menghadapi risiko
seperti kecelakaan, kematian, hingga pemutusan hubungan kerja,” ujar Andika. Ia menjelaskan bahwa perlindungan ini juga menjadi tanggung
jawab perusahaan demi menciptakan rasa aman dan nyaman, yang pada akhirnya
berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja. Lebih dari itu, manfaatnya sangat luas, termasuk santunan
dan beasiswa pendidikan bagi dua anak ahli waris mulai dari TK hingga perguruan
tinggi, guna mencegah munculnya kemiskinan baru.Pihaknya juga menegaskan aturan tegas bagi perusahaan yang
tidak patuh, sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2011 dan PP No. 86 Tahun
2013, dengan ancaman sanksi administratif hingga pidana. Pelanggaran yang
sering ditemui antara lain perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja sama
sekali, atau hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja, upah, maupun jenis
program. Untuk itu, langkah awal yang dilakukan adalah sosialisasi
dan teguran, namun akan ditindak lanjuti kunjungan dan pemanggilan jika tetap
mengabaikan aturan yang berlaku.Andika menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah dan
Kejaksaan Negeri Mimika telah berjalan lama melalui pendampingan dan bantuan
hukum demi memastikan hak pekerja terjaga. “Kami mengajak seluruh perusahaan untuk segera mendaftarkan
tenaga kerjanya tanpa terkecuali. Selamat dan terima kasih atas kepatuhan serta
kepedulian Bapak/Ibu pemberi kerja. Semoga kerja sama ini membawa keberkahan,
keamanan, dan kesejahteraan bagi kita semua, keluarga besar pekerja di Mimika,”
pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:54 WIT
TNI AL dan Kampung Nawaripi Sukseskan Program KKRI, Cetak Generasi Muda Berkarakter
Papuanewsonline.com, Timika – Pangkalan TNI Angkatan Laut
(Lanal) Timika bersama Pemerintah Kampung Nawaripi sukses menggelar kegiatan
Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Lamal Timika, Minggu (10/5/2026).
Program pembinaan karakter ini merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto, yang
bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki
semangat cinta tanah air yang tinggi. Kegiatan ini diikuti para pelajar dari
berbagai sekolah di antaranya SMAN 1, SMAN 6, SMA Santa Maria, SMA Taruna, dan
SMK Yapis Mimika.Komandan Lanal Timika, Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H.,
M.Tr.Opsla., menjelaskan KKRI menjadi wadah strategis menanamkan nilai
kebangsaan dan persatuan. Para peserta dibekali materi baris-berbaris, wawasan
kebangsaan, pembentukan karakter, serta kebersamaan lintas suku dan budaya. “Tujuannya agar anak-anak bangsa saling menyayangi, bersatu,
dan bersinergi demi kemajuan Indonesia,” ujarnya. Kegiatan juga melibatkan kunjungan edukatif ke kawasan
wisata Nawaripi Mile-21 untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab menjaga
kelestarian alam.Kepala Kampung Nawaripi sekaligus Ketua DPC APDESI Mimika,
Norman Ditubun, menyampaikan dukungan penuh pemerintah kampung terhadap program
ini. Ia menilai kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kedisiplinan,
nasionalisme, dan kepedulian sosial di kalangan remaja. Menurutnya,
keterlibatan pemuda sejak dini sangat penting agar tumbuh rasa memiliki dan
tanggung jawab terhadap masa depan bangsa serta lingkungan sekitar tempat
tinggal mereka.“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas
terselenggaranya kegiatan ini. Semoga melalui KKRI lahir generasi penerus yang
tangguh, berkarakter kuat, dan setia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia,” ucap Norman penuh harap. Ia berdoa agar nilai-nilai bela negara yang ditanamkan
senantiasa melekat dalam diri setiap peserta, menjadi bekal berharga dalam
membangun daerah dan negara di masa mendatang. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:52 WIT
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Negeri Mimika Jalin Sinergi Perkuat Perlindungan Pekerja
Papuanewsonline.com, Timika – BPJS Ketenagakerjaan Cabang
Mimika resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Mimika
melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang Perdata dan Tata
Usaha Negara. Acara yang berlangsung khidmat di Hotel Swiss-Belinn Timika,
Senin (11/5/2026), ini dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran kejaksaan,
perwakilan perusahaan, serta instansi terkait.Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas
dan memperkuat jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah Kabupaten
Mimika agar hak-hak mereka terjamin secara hukum.Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mimika, Andhika Catur Putra,
mengungkapkan kerja sama ini bertujuan meningkatkan kepatuhan dunia usaha
terhadap aturan jaminan sosial sekaligus memastikan perlindungan yang lbih
inklusif dan berkelanjutan. “Ini bentuk sinergi nyata antar lembaga demi memberi
perlindungan maksimal kepada pekerja. Kami berkomitmen penuh menjamin setiap
pekerja terhindar dari risiko sosial ekonomi, dan bersama kita wujudkan masa
depan tenaga kerja Mimika yang lebih baik dan sejahtera,” ujarnya menegaskan
mandat lembaganya.Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mimika, Dr. I Putu
Eka Suyantha, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan berupa bantuan dan
pertimbangan hukum demi kelancaran program ini. Ia menekankan peran kejaksaan bukanlah sebagai penagih,
melainkan mitra yang memulihkan kepatuhan hukum agar kewajiban perusahaan
terhadap pekerja terpenuhi. “Di tengah dinamika pembangunan, negara harus hadir memberi
kepastian hukum. Kami pastikan aturan dipatuhi demi melindungi hak-hak pekerja
sebagai warga negara,” tegasnya.Pemerintah Kabupaten Mimika yang diwakili Asisten II Sekda,
Santi Sonda, memberikan apresiasi tinggi atas langkah strategis ini. Ia menilai kerja sama ini bukan sekadar formalitas,
melainkan bukti nyata kepedulian bersama mengingat tenaga kerja adalah aset
utama pembangunan daerah.Program perlindungan mulai dari kecelakaan kerja, kematian,
hingga kehilangan pekerjaan kini diharapkan menjangkau lebih luas. “Terima kasih dan selamat atas terjalinnya kerja sama ini.
Semoga sinergi ini makin mengukuhkan kepatuhan perusahaan, serta melahirkan
masyarakat Mimika yang sejahtera, aman, dan berdaya saing tinggi,” ucap Santi
penuh harap. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:23 WIT
Harga Barang di Mimika Naik Tajam, Pemerintah Imbau Ganti Plastik dengan Wadah Ramah Lingkungan
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan
usai apel di pusat pemerintahan sp 3 Senin (11/5/2026) bahwa harga kebutuhan
pokok dan barang penunjang mengalami lonjakan sangat signifikan belakangan ini.
Kenaikan tersebut tercatat mencapai 30 hingga 70 persen dan merambah ke
berbagai jenis produk, termasuk air minum kemasan yang kini harganya juga naik
hingga di lingkungan sekolah.Meski ada wacana penurunan harga di masa depan, hingga kini
belum ada kepastian kapan harga akan kembali stabil seperti semula. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari ketegangan
geopolitik dan konflik bersenjata di sejumlah negara, yang sangat mempengaruhi
rantai pasok serta harga minyak mentah di pasar internasional.Mengingat minyak menjadi bahan baku utama pembuatan plastik,
kelangkaan bahan baku dan kenaikan biaya produksi tak terelakkan, dan beban
biaya tersebut akhirnya dirasakan hingga ke tingkat konsumen di daerah.Menyikapi situasi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk
mulai beralih menggunakan kemasan alternatif. Wadah berbahan kertas seperti paper bag, gelas kertas, atau
bahan ramah lingkungan lain disarankan menggantikan plastik maupun tinwall,
selain karena ketersediaannya terbatas, plastik juga diketahui sulit terurai
dan merusak lingkungan.Langkah ini diharapkan menjadi solusi sementara yang bijak
bagi semua pihak.“Kita berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar
harga kembali terjangkau. Mari kita dukung anjuran ini demi kebaikan bersama
dan kelestarian alam kita,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas
pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat Mimika yang telah
beradaptasi dengan baik menghadapi situasi ini demi ketertiban bersama. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:18 WIT
Stok LPG Mimika Menipis Akibat Pasokan Nasional, Diperkirakan Normal Kembali pada 20 Mei
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan
keterangan usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (11/5/2026). Ia
menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji atau LPG yang dirasakan masyarakat bukanlah
masalah lokal semata, melainkan dampak dari keterbatasan pasokan secara
nasional.Kondisi ini terjadi karena sebagian kebutuhan masih
bergantung pada barang impor, ditambah lagi dengan keterlambatan jadwal
kedatangan kapal pengangkut yang membuat distribusi ke daerah menjadi terhambat
dan stok di pasaran menipis.Kabar baiknya, situasi ini diprediksi akan berubah total
mulai tanggal 20 Mei mendatang. Pasokan untuk wilayah Mimika dipastikan kembali
normal dengan kuota mencapai 7 metrik ton setiap minggunya, sehingga masyarakat
diharapkan kembali mudah memperoleh LPG di pengecer maupun toko. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah
dampak logis dari lonjakan biaya pengangkutan dari Makassar maupun Surabaya
akibat mahalnya bahan bakar kapal, yang tercatat naik sekitar 12 persen atau
bertambah Rp40.000 per pengiriman.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak
dan hemat dalam menggunakan energi, mengingat tantangan ketersediaan bahan
bakar masih dirasakan di tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, pengawasan ketat terus dilakukan di kawasan
Pasar Timika oleh 20 petugas yang bekerja dalam dua shift. “Semoga situasi pasokan dan harga ini segera kembali stabil
sepenuhnya seperti sedia kala. Mari kita saling mendukung dengan menggunakan
energi secukupnya demi kebaikan kita semua dan kelancaran bersama,” ujar
Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas
pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh masyarakat Mimika dalam
menghadapi kondisi ini dengan tertib. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Mei 2026, 20:12 WIT
Warga Sipil Tewas di Tembagapura, BADKO HMI Papua Soroti Operasi Aparat
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang warga sipil bernama
Nemia Zanambani dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak dalam operasi
aparat keamanan di Distrik Tembagapura pada Senin, 2 Maret 2026. Selain korban
meninggal dunia, dua warga sipil lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun dan telah dipublikasikan menyebutkan bahwa beberapa
anak turut diamankan dan dibawa ke markas militer setempat.Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Bidang Hukum dan HAM
BADKO HMI Papua, Febri Setiawan Tansir pada 10 Mei 2026 menyampaikan
keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi.“Sudah seharusnya rakyat hidup tanpa rasa takut terhadap
keselamatan jiwanya. Namun hingga hari ini masyarakat masih dihantui ketakutan
dan rasa tidak aman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.Ia menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan
perlindungan terhadap masyarakat sipil, bukan hanya menitikberatkan pada
pendekatan stabilitas keamanan semata.Menurutnya, peristiwa ini bukan kali pertama warga sipil
yang tidak bersenjata menjadi korban dalam konflik bersenjata di Papua. Ia
mempertanyakan mengapa masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling
dirugikan setiap kali operasi keamanan berlangsung.“Pertanyaannya sederhana namun mendesak, mengapa rakyat
sipil selalu harus membayar mahal dalam setiap operasi keamanan? Tugas negara
adalah melindungi seluruh warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam
bayang-bayang teror dan ketakutan,” ujarnya.Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang korban sipil
dalam konflik bersenjata di Papua. BADKO HMI Papua Bidang Hukum dan HAM
menegaskan bahwa negara tidak boleh terus berlindung di balik alasan stabilitas
keamanan apabila keselamatan masyarakat sipil tidak dapat dijamin.“Stabilitas tanpa perlindungan terhadap rakyat adalah
kegagalan negara. Setiap nyawa sipil yang melayang menjadi bukti bahwa
pendekatan yang selama ini digunakan perlu dievaluasi secara serius,”
lanjutnya.Mereka juga mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk
bertanggung jawab serta melakukan penanganan yang adil dan transparan terhadap
peristiwa tersebut.“Atas nama kemanusiaan, kami turut menyampaikan belasungkawa
yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga mendoakan
korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan,” tutupnya. Penulis: Abim
Editor: GF
11 Mei 2026, 19:06 WIT
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
Papuanewsonline.com, Timika – Calon jemaah haji reguler dari
Kabupaten Mimika sejumlah 120 jamaah, didampingi tiga petugas resmi, akhirnya
berangkat menuju Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji tahun 2026 atau 1447
Hijriah. Momen pelepasan rombongan kloter kedua berlangsung sangat khidmat dan
sarat haru di Masjid Al Azhar, Jalan Bhayangkara, pada Minggu (10/5/26).Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari pelepasan resmi
yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 28 April lalu. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. M.
Hilal, berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan memurnikan
niat ibadah.“Haji bukan sekadar perjalanan rohani semata, melainkan
ibadah suci untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya.Ia juga mengimbau agar nama baik daerah selalu dijaga selama
berada di Arab Saudi, mengingat perhatian besar yang telah diberikan pemerintah
daerah.Suasana semakin mengharukan saat Ketua MUI Mimika, Ustadz
KH. M. Amin AR, memimpin doa bersama, diiringi tangis haru para jemaah dan
keluarga yang mengantar. Setelah menunaikan sholat sunnah safar, rombongan
bergerak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan bus pemerintah dengan
pengawalan ketat. Mereka dijadwalkan menginap di Asrama Haji Sudiang Makassar
pada 11 Mei, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya. Penasehat PPIHD Mimika, H. M. Darwis, turut menyampaikan doa
dan ucapan selamat jalan.“Kami ucapkan selamat menempuh perjalanan suci, semoga Bapak
Ibu senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan. Besar harapan kami
agar Bapak Ibu pulang kembali ke Mimika dengan membawa keberkahan dan predikat
haji mabrur,” ungkapnya. Ia menegaskan panitia akan terus berikan pelayanan terbaik
mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti.
Penulis: Jid
Editor: GF
10 Mei 2026, 23:20 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di
Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang
sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah
kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980
kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi
Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum
dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya
angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan
langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua
Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius
dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan
dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah
Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat
Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan
fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas
sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan
kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat
merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan
berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada
pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian
penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu
hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama
ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan
diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus
pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan
Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota
Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup
baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya
kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi,
persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor
kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan
berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga
sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan
maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait
perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif
memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar
masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria
ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat,
agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,”
tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun
terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah.
Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab
penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai
langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan,
hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya
jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan
berkelanjutan. (GF)
10 Mei 2026, 21:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru