Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
Papuanewsonline.com, Timika – Calon jemaah haji reguler dari
Kabupaten Mimika sejumlah 120 jamaah, didampingi tiga petugas resmi, akhirnya
berangkat menuju Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji tahun 2026 atau 1447
Hijriah. Momen pelepasan rombongan kloter kedua berlangsung sangat khidmat dan
sarat haru di Masjid Al Azhar, Jalan Bhayangkara, pada Minggu (10/5/26).Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari pelepasan resmi
yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 28 April lalu. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, H. M.
Hilal, berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan memurnikan
niat ibadah.“Haji bukan sekadar perjalanan rohani semata, melainkan
ibadah suci untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujarnya.Ia juga mengimbau agar nama baik daerah selalu dijaga selama
berada di Arab Saudi, mengingat perhatian besar yang telah diberikan pemerintah
daerah.Suasana semakin mengharukan saat Ketua MUI Mimika, Ustadz
KH. M. Amin AR, memimpin doa bersama, diiringi tangis haru para jemaah dan
keluarga yang mengantar. Setelah menunaikan sholat sunnah safar, rombongan
bergerak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan bus pemerintah dengan
pengawalan ketat. Mereka dijadwalkan menginap di Asrama Haji Sudiang Makassar
pada 11 Mei, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya. Penasehat PPIHD Mimika, H. M. Darwis, turut menyampaikan doa
dan ucapan selamat jalan.“Kami ucapkan selamat menempuh perjalanan suci, semoga Bapak
Ibu senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan. Besar harapan kami
agar Bapak Ibu pulang kembali ke Mimika dengan membawa keberkahan dan predikat
haji mabrur,” ungkapnya. Ia menegaskan panitia akan terus berikan pelayanan terbaik
mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti.
Penulis: Jid
Editor: GF
10 Mei 2026, 23:20 WIT
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
Papuanewsonline.com, Timika — Tingginya kasus malaria di
Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan data yang
sebelumnya dipublikasikan Dinas Kesehatan Mimika pada 26 Februari 2026, jumlah
kasus malaria sepanjang Januari hingga akhir Desember 2025 mencapai 182.980
kasus dan disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Badan Koordinasi
Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Tanah Papua. Wakil Sekretaris Bidang Hukum
dan Hak Asasi Manusia BADKO HMI Tanah Papua, M Ardhi Chairun, menilai tingginya
angka malaria di Mimika tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Menurut Ardhi, tingginya penyebaran malaria berkaitan
langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua
Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah lebih serius
dan terfokus untuk menangani persoalan tersebut.“Kasus malaria yang sangat tinggi di Kabupaten Mimika jangan
dianggap biasa, baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah
Kabupaten Mimika, karna ini menyangkut dengen kualitas hidup masyarakat
Mimika,” kata Ardhi dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2026).Ia menjelaskan, malaria bukan hanya berdampak pada kesehatan
fisik masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas
sumber daya manusia di daerah.“Kami mengkaji bahwa Malaria ini dapat menurunkan
kecerdasaran ‘alias bikin bodoh dan membuat orang tidak produktif bahkan dapat
merusak limpa’,” ucap Ardhi.Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk hidup sehat dan
berkualitas. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada
pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian
penyebaran malaria, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu
hamil.Ardhi menilai upaya pemeriksaan dan pengobatan yang selama
ini dilakukan tenaga kesehatan sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan
diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan satuan intervensi khusus
pengendalian vektor malaria di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.“Untuk itu kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah dan
Bupati Mimika untuk membentuk satuan intevensi vektor secara fokus di Kota
Timika, melihat kerja-kerja pemeriksaan dan pengobatan sudah berjalan cukup
baik,” ujarnya.Selain itu, BADKO HMI Tanah Papua juga mendorong adanya
kerja kolaboratif lintas sektor dalam menangani malaria. Menurut Ardhi,
persoalan malaria tidak bisa sepenuhnya dibebankan hanya kepada sektor
kesehatan semata.Ia menyebut penanganan malaria membutuhkan keterlibatan
berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga
sektor lingkungan dan infrastruktur untuk memastikan pengendalian berjalan
maksimal.Ardhi juga menyoroti minimnya informasi publik terkait
perkembangan kasus malaria di Mimika. Ia meminta pemerintah lebih aktif
memberikan edukasi dan membuka data perkembangan kasus secara berkala agar
masyarakat memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan dini.“Kita tidak banyak mendapatkan informasi tentang malaria
ditengah Publik, jadi kasus malaria perlu di umumkan tiap bulan ke masyarakat,
agar masyarakat paham babwa malaria itu menular dan dapat mengancam jiwa,”
tutup Ardhi.Tingginya angka malaria di Mimika selama beberapa tahun
terakhir memang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Papua Tengah.
Faktor iklim, lingkungan, hingga mobilitas masyarakat disebut menjadi penyebab
penyebaran malaria masih sulit ditekan.Pemerintah daerah sebelumnya terus melakukan berbagai
langkah penanganan seperti pemeriksaan massal, pembagian kelambu, pengasapan,
hingga pengobatan gratis bagi warga yang terpapar malaria. Namun, tingginya
jumlah kasus menunjukkan perlunya strategi yang lebih terpadu dan
berkelanjutan. (GF)
10 Mei 2026, 21:53 WIT
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mimika merilis informasi
prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Timika. Informasi ini berlaku
mulai hari ini, 10 Mei pukul 09.00 WIT hingga esok hari, 11 Mei 2026 pukul
08.00 WIT, sebagai panduan bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah
perairan.Berdasarkan pemantauan dan analisis, tinggi gelombang di
perairan tersebut diprediksi berkisar antara 0,6 hingga 1,5 meter. Gelombang dengan ketinggian mendekati angka maksimal
diperkirakan akan terjadi pada pagi hari tanggal 11 Mei, sehingga perlu menjadi
perhatian khusus bagi para pelaku usaha perikanan dan transportasi laut saat
berlayar.Kondisi atmosfer di wilayah ini diprediksi didominasi oleh
hujan ringan dengan tingkat kelembaban udara mencapai 80 hingga 90 persen. Suhu
udara rata-rata berada di kisaran 26 sampai 28 derajat Celcius. Sementara itu, angin berhembus dengan kecepatan 3 hingga 10
knot, yang arahnya berubah-ubah dari timur, tenggara, hingga ke utara.Pihak BMKG mengimbau seluruh nelayan, awak kapal, dan
masyarakat pesisir untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi alam yang
dapat terjadi sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu memperhatikan pembaruan informasi
cuaca maritim terbaru sebelum melaut, demi menjamin keselamatan dan keamanan
selama beraktivitas di tengah laut. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
10 Mei 2026, 16:01 WIT
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
Papuanewsonline.com, Timika – Satuan Reserse Narkoba
(Satresnarkoba) Polres Mimika menggerebek sekaligus membongkar pabrik pembuatan
minuman keras (Miras) ilegal jenis sopi yang tersembunyi di kawasan hutan di
wilayah Jalan Poros SP 5, Timika, Papua Tengah, (8/5/2026).Lokasi pabrik ini cukup sulit dijangkau karena harus
menyeberangi aliran sungai, namun keberadaannya berhasil terungkap setelah
aparat melakukan penyelidikan mendalam. Penggerebekan dipimpin langsung oleh
Kasat Resnarkoba, Iptu Yakobus Rante Limbong, didampingi Kaur Bin Opsnal Ipda
Suryadi Rasid dan anggota.Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIT,
terlihat tiga orang sedang sibuk menjalankan proses produksi. Namun, melihat
kedatangan aparat, ketiga pelaku segera melarikan diri masuk ke dalam hutan dan
menyeberangi sungai, sehingga tidak berhasil diamankan. “Sayang sekali mereka lolos karena medan yang sulit, namun
kami pastikan lokasi ini sudah tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Iptu Hempy
Ona, Kasi Humas Polres Mimika.Petugas kemudian menemukan dan memusnahkan barang bukti
berupa empat drum besar berisi bahan baku, satu ember besar berkapasitas 50
liter berisi sopi siap edar, serta peralatan produksi. Sebagian barang bukti lainnya seperti jeriken dan kemasan
plastik diamankan untuk proses hukum. Tempat pembuatan tersebut langsung dibongkar dan dibakar
agar tidak difungsikan kembali.“Tindakan ini bentuk nyata kami jaga keamanan dan kesehatan
masyarakat,” ujar Iptu Yakobus.Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan operasi
penindakan secara rutin guna memutus mata rantai peredaran miras ilegal yang
dinilai mengganggu ketertiban dan membahayakan nyawa. “Kami tidak akan berhenti melakukan penindakan di seluruh
wilayah hukum Mimika. Semua bentuk pelanggaran hukum akan kami tindak tegas
demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat,” tegas Iptu Yakobus Rante
Limbong. Penulis: Jid
Editor: GF
10 Mei 2026, 15:55 WIT
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, S.Sos.,M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan menciptakan situasi aman di Papua Tengah di tengah dinamika keamanan yang terjadi di sejumlah wilayah pedalaman.Menurut Jerry Alom, masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai, tenang, dan terbebas dari konflik berkepanjangan. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta menahan diri demi keselamatan masyarakat sipil.“Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua. Masyarakat hanya ingin hidup aman, bekerja dengan tenang, dan membesarkan keluarga dalam suasana yang damai,” ujar Jerry Alom, Sabtu (9/5/2026).Ia menyampaikan bahwa masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perbatasan Kabupaten Mimika dan Puncak, sangat berharap situasi keamanan segera kondusif agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal."Semangat persatuan dan kepedulian sosial harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan", tegasnya. Menurutnya, tokoh adat, tokoh gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial di Papua.“Papua ini rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga persaudaraan, saling melindungi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” katanya.Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terus mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog dan pendekatan damai demi menjaga stabilitas serta masa depan generasi muda Papua."Masyarakat Papua memiliki semangat gotong royong dan nilai kekeluargaan yang kuat. Nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kedamaian dan memperkuat persatuan di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini", tandasnya. Lanjutnya, sebagai Anggota LMA Kabupaten Mimika, ia sangat percaya kedamaian Papua bisa terwujud apabila semua pihak menahan diri dan komitmen menjaga persaudaraan bersama. "Kami percaya Papua bisa tetap damai jika semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kemanusiaan dan persaudaraan,” tutupnya. Penulis: JidEditor: GF
10 Mei 2026, 07:32 WIT
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
Papuanewsonline.com, Timika – Kecelakaan lalu lintas kembali
terjadi di wilayah Timika, tepatnya di persimpangan Jalan Hasanuddin dengan
Jalan WR Supratman, pada Sabtu pagi (9/5/2026). Sebuah mobil pickup yang
berfungsi mengangkut pasokan air galon mengalami insiden tunggal hingga masuk
ke parit dan terguling. Kejadian ini langsung menyita perhatian warga maupun
pengendara yang sedang melintas di lokasi.Berdasarkan keterangan di lapangan, tidak ada korban jiwa
maupun pihak yang terluka dalam peristiwa tersebut, pengemudi kendaraan
dikabarkan selamat dan dalam keadaan sadar.Menurut keterangan Ilham, warga yang berada di lokasi,
kendaraan tersebut bergerak dari arah Jalan WR Supratman dan hendak berbelok ke
kanan menuju Jalan Hasanuddin Ujung. Namun, diduga pengemudi kehilangan kendali
atas laju kendaraan, sehingga mobil meluncur masuk ke dalam parit dan akhirnya
terguling miring ke samping. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup padat, sehingga kejadian
ini sempat menimbulkan keramaian sejenak.Setelah berbicara langsung dengan pengemudi, diketahui bahwa
penyebab utama kejadian ini adalah keterbatasan kemampuan mengemudi.Lokasi kejadian yang merupakan pertigaan dan cukup ramai
dilewati berbagai jenis kendaraan dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi
pengemudi yang belum mahir dalam mengendalikan kendaraan.Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan.
Warga berharap agar setiap pengendara benar-benar memastikan memiliki keahlian
yang memadai sebelum berkendara di jalan raya, apalagi melintasi persimpangan
yang padat. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Mari selalu
berhati-hati, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan keselamatan diri serta
orang lain selalu menjadi prioritas utama di jalan,” harap warga. Penulis: Jid
Editor: GF
09 Mei 2026, 19:56 WIT
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Papuanewsoline.com, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI)
kembali menyalurkan pembagian keuntungan bersih tahun 2025 kepada pemerintah
pusat dan daerah sebesar Rp4,8 triliun pada 8 April 2026. Penyetoran ini
menjadikan total sumbangsih perusahaan bagi negara kini menembus angka Rp75
triliun. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan seluruh penyetoran
dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab.“Dana ini kami harapkan benar-benar bermanfaat untuk
memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujarnya.Dari total nilai tersebut, Pemerintah Pusat menerima Rp1,92
triliun, Provinsi Papua Tengah mendapat Rp720,5 miliar, dan Kabupaten Mimika
memperoleh porsi terbesar daerah yakni Rp1,2 triliun. Selain Mimika, tujuh
kabupaten lain seperti Nabire, Paniai, hingga Intan Jaya masing-masing
mendapatkan Rp137,2 miliar dengan akumulasi mencapai Rp960,4 miliar. Secara keseluruhan, dari Rp75 triliun kontribusi, Rp16,9
triliun berupa dividen untuk MIND ID, sedangkan Rp13,48 triliun disalurkan ke
pemerintah daerah, di mana Rp10,6 triliun telah dibayarkan sepanjang 2025 lalu.
Semoga dana ini mempercepat pembangunan infrastruktur dan
pelayanan publik di Mimika dan wilayah lainnya.Tony Wenas menjelaskan nilai setoran berpotensi tumbuh
seiring harga komoditas yang masih menguntungkan, meski saat ini produksi baru
berjalan 40–50 persen. Kondisi ini terjadi pasca insiden di tambang bawah tanah
Grasberg Block Cave, dan pemulihan operasional masih berlangsung bertahap. Perusahaan menargetkan kembali berproduksi maksimal pada
awal tahun 2028 mendatang. Ia berharap proses pemulihan berjalan lancar dan aman,
sehingga target produksi tercapai dan manfaat ekonomi bagi Mimika serta seluruh
rakyat Indonesia semakin besar di masa depan.Tak hanya menyetor ke kas negara, PTFI juga menyalurkan dana
kemitraan dan pengembangan masyarakat sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun 2025.
Program sosial ini diagendakan berjalan terus hingga tahun 2041 dengan nilai
sekitar Rp1,7 triliun per tahun. “Bagi kami, keberhasilan perusahaan terlihat jelas saat
taraf hidup masyarakat sekitar tambang semakin maju dan sejahtera,” tegas Tony. Penulis: Jid
Editor: GF
09 Mei 2026, 19:52 WIT
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Papuanewsonline.com, Timika — Lembaga Pemasyarakatan Kelas
IIB Timika menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal,
Narkoba, dan Penipuan di halaman Lapas Timika, Jumat (8/05/2026). Kegiatan ini
dilaksanakan serentak di seluruh lapas/rutan se-Indonesia sesuai Instruksi
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150. Apel dihadiri
perwakilan TNI, Polri, BNN Mimika, akademisi, LSM, organisasi kepemudaan,
pejabat struktural, dan seluruh staf Lapas Timika. Acara diawali menyanyikan
lagu Indonesia Raya.
Kepala Lapas Kelas IIB Timika Hernowo menegaskan integritas
adalah fondasi utama lembaga pemasyarakatan. “Dalam setiap institusi yang
mengemban amanah publik, integritas adalah fondasi yang tak tergoyahkan,
terlebih lagi di lembaga pemasyarakatan, di mana kepercayaan dan ketertiban
menjadi pilar utama dalam proses pembinaan,” kata Hernowo dalam sambutannya.
Hernowo menjelaskan ikrar ini menindaklanjuti Keputusan
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Nomor M.IP-OT.01.02 tahun 2025 tentang
Program Aksi Kementerian, khususnya angka 6 tentang pemberantasan narkoba dan
pelaku penipuan dengan berbagai modus di dalam lapas/rutan. “Sesuai Keputusan
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor M.IP-OT.01.02
tahun 2025, tentang Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,
khususnya angka 6 tentang pemberantasan narkoba, pelaku penipuan, dengan
berbagai modus di dalam lapas/rutan,” ungkapnya.
Ia juga merujuk arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
pada rapat analisis dan evaluasi 5 Mei 2026 mengenai penanggulangan gangguan
keamanan dan ketertiban yang dikendalikan dari dalam lapas/rutan. Ikrar ini,
kata Hernowo, bukan sekadar seremonial melainkan deklarasi moral dan komitmen
kolektif.
Menurut Hernowo, ada tiga ancaman utama yang merongrong
tujuan rehabilitasi: handphone ilegal, narkoba, dan penipuan. “Keberadaan
perangkat komunikasi terlarang ini bukan hanya melanggar peraturan, tetapi juga
membuka celah bagi praktik-praktik kriminal, mulai dari koordinasi kejahatan
hingga penipuan dari dalam lapas,” tegasnya.
Ia menyebut pemberantasan HP ilegal sebagai langkah
fundamental memutus mata rantai kejahatan. “Pemberantasan handphone ilegal
adalah langkah fundamental untuk memutus mata rantai kejahatan yang seringkali
berakar dari komunikasi tanpa pengawasan. Ini adalah upaya untuk mengembalikan
fungsi lapas sebagai tempat pembinaan, bukan sarana untuk melanjutkan aktivitas
terlarang,” ujar Hernowo.
Soal narkoba, Hernowo menilai masalah ini kompleks dan
merusak proses rehabilitasi. “Ancaman narkoba di dalam lapas adalah masalah
yang kompleks dan multidimensional. Narkoba tidak hanya merusak individu,
tetapi juga menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi rehabilitasi dan
perang terhadap narkoba di dalam lapas adalah prioritas utama serta bukan hanya
tentang penindakan, tetapi juga tentang pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi
bagi mereka yang terjerat,” katanya.
Hernowo juga mengingatkan praktik penipuan mencoreng nama
baik institusi. “Praktik penipuan, baik yang dilakukan oleh narapidana maupun
oknum yang tidak bertanggung jawab, mencoreng nama baik institusi
pemasyarakatan dan merugikan masyarakat, bahwa tindakan penipuan adalah
pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan merusak citra keadilan,” ucapnya.
Ia meminta jajaran menjadi garda terdepan menjaga lapas dari infiltrasi barang
haram dan memperkuat pengawasan internal.
Penulis: Hendrik
Editor: GF
09 Mei 2026, 19:42 WIT
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
Papuanewsoline.com, Mimika - Melalui siaran pers yang
diluncurkan Jumat (8/5/2026), Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB lewat juru
bicaranya, Sebby Sambom, menyatakan telah terjadi operasi militer yang
dilakukan aparat sejak Kamis malam hingga Jumat pagi di kawasan Kali Kabur,
Tembagapura. Menurut pernyataan itu, sasaran operasi adalah warga sipil yang
mayoritas berprofesi sebagai pendulang emas tradisional di sekitar area limbah
tambang PT Freeport Indonesia. Pihak TPNPB mengecam keras tindakan tersebut dan
menyebutnya sebagai kekerasan yang tidak beralasan terhadap warga biasa maupun
anak-anak. Kami sangat prihatin mendengar kabar ini dan berharap kebenaran
segera terungkap demi keadilan bagi semua pihak.Dalam laporannya, TPNPB mengklaim sedikitnya lima warga
sipil meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara seorang balita mengalami
luka tembak di bagian bibir. Disebutkan pula masih ada korban luka maupun
jenazah yang belum bisa dievakuasi karena wilayah tersebut berada di kendali
aparat keamanan. Insiden ini juga memicu arus pengungsian besar-besaran, di
mana warga berjalan kaki lewat jalur umum maupun hutan menuju Kimbeli dan Kota
Timika hingga siang hari. Kami turut bersedih atas musibah yang menimpa warga
dan mendoakan keselamatan bagi seluruh pengungsi yang sedang berjuang
menyelamatkan diri.Merespons situasi ini, TPNPB meminta perhatian dunia
internasional atas kondisi kemanusiaan di Papua. Mereka secara khusus
menyerukan keterlibatan organisasi seperti Palang Merah Internasional dan
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk turun tangan menangani para pengungsi dan
meredakan ketegangan. Menurut mereka, intervensi pihak luar sangat dibutuhkan agar
warga sipil terlindungi dan tidak ada lagi korban berjatuhan. Kami berharap
seruan ini didengar, dan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau mereka
yang terdampak agar penderitaan warga berkurang.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi
maupun konfirmasi dari pihak TNI, pemerintah, maupun Kapendam XVII/Cenderawasih
terkait klaim dan tuduhan yang disampaikan TPNPB. Penulis: JidEditor: GF
09 Mei 2026, 18:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru