logo-website
Kamis, 23 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Timika Makin Rawan, Pria 22 Tahun Dibacok OTK Di Kompleks Gorong-Gorong Papuanewsonline.com, Timika – Situasi keamanan di Kota Timika kembali menjadi sorotan setelah aksi kekerasan menggunakan senjata tajam sekitar pukul 21.00 WIT. Seorang pria berinisial FA (22) menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Freeport Lama, Kompleks Gorong-gorong. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang meresahkan masyarakat setempat. (11/2/26)Menurut keterangan saksi mata, pelaku mendatangi korban dalam kondisi sempoyongan dan sempat membentak korban serta temannya. Setelah tidak mendapatkan respons, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun, tak berselang lama, pelaku kembali dan langsung memukul korban pada bagian pipi sebelah kanan. Korban yang berusaha melakukan perlawanan membuat pelaku kembali melarikan diri menuju rumahnya. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali lagi dengan membawa sebilah parang dan langsung menyerang korban secara brutal.Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka tebas serius, antara lain di bagian pipi kiri, siku tangan kiri, serta jari tangan kiri yang nyaris putus.Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattineta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis intensif. "Benar, ada kejadian tadi malam, dan korban langsung dilarikan ke RSUD. Sampai saat ini, pihak keluarga korban juga belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian," ujar AKP Mattineta.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:47 WIT
Ratusan Korban Mogok Kerja Freeport Geruduk Dprk Mimika, Tuntut Keadilan Setelah 9 Tahun Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan korban mogok kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRK Mimika. Dengan membawa poster dan pduk, massa aksi menuntut keadilan atas hak-hak buruh yang dinilai belum dipulihkan sejak peristiwa mogok kerja yang terjadi sembilan tahun lalu. Aksi ini menunjukkan kekecewaan mendalam serta harapan agar suara mereka didengar oleh para wakil rakyat. (12/2/26)Dalam aksinya, para buruh yang terdampak mogok kerja menuliskan pesan-pesan tuntutan di pduk, salah satunya menyatakan bahwa mogok kerja tahun 2017 telah dinyatakan sah sesuai Perjanjian Kerja Bersama dan Nota Kesepahaman. Mereka mendesak PT Freeport Indonesia untuk membawa masalah ini ke jalur penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), bukan justru menghukum buruh, memutus hak secara sepihak, atau membiarkan para pekerja terkatung-katung tanpa kejelasan. Bagi mereka, mogok kerja merupakan hak konstitusional yang sah secara hukum, sehingga negara tidak boleh berdiam diri.Massa aksi mendesak DPRK Mimika untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) yang bertugas menyelesaikan persoalan yang menimpa 8.300 buruh terdampak mogok kerja. Isu divestasi saham pemerintah sebesar 51 persen juga turut disuarakan dalam aksi tersebut. Menurut mereka, keuntungan yang didapatkan dari divestasi saham tidak sebanding dengan penderitaan serta ratusan nyawa yang disebut hilang dalam pusaran konflik industrial tersebut. "Kami minta bapak ibu anggota DPRK segera membentuk Pansus. Jangan hanya duduk di sini lalu pulang tanpa memberikan solusi," tegas Koordinator Aksi, James Billy Laly.Para demonstran mengingatkan agar persoalan yang menimpa para buruh tidak dijadikan komoditas politik atau ladang bisnis yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Dalam aksi damai tersebut, massa menyampaikan lima poin tuntutan utama, yang meliputi penghentian praktik "negara dalam negara" oleh PT Freeport Indonesia, peran aktif DPRK dan Pemkab Mimika, penyelesaian sengketa mogok kerja sebagai syarat mutlak dalam RUPS mendatang, pembentukan Pansus Moker oleh DPRK Mimika, serta pemberian ruang komunikasi selama 21 hari untuk penyelesaian yang adil dan bermartabat.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:43 WIT
Buruh PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Damai, Menuntut Hak-Hak Mereka Dipenuhi Papuanewsonline,com, Timika - Para buruh yang tergabung dalam 8.300 korban mogok kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar aksi damai pada tanggal 12 Februari 2026 untuk menuntut hak-hak mereka yang telah diabaikan oleh perusahaan.Aksi ini merupakan protes terhadap pengabaian hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menegaskan bahwa status hukum para buruh sah secara hukum berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.Massa aksi menuntut Pemerintah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap pelanggaran yang dilakukan PT Freeport Indonesia. Mereka membawa beberapa dokumen yang membuktikan bahwa mogok kerja mereka sah dan bahwa perusahaan telah melanggar hak-hak mereka, termasuk putusan Mahkamah Agung yang telah memberikan legitimasi yudisial tertinggi terhadap penetapan status mogok sah yang dilakukan oleh pekerja."Pemerintah harus bertindak tegas menghentikan pembangkangan PT Freeport Indonesia terhadap hukum," kata Billy Laly, koordinator karyawan mogok PT Freeport Indonesia wilayah Timika. "Kami menuntut hak-hak kami dipenuhi dan perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan mereka."Massa aksi juga menuntut agar DPRK Kabupaten Mimika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk segera mengambil peran aktif dan bertanggung jawab secara kelembagaan. Mereka meminta agar pemerintah untuk tidak membiarkan perusahaan bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan hak-hak buruh. Penulis: Hend Editor: GF 12 Feb 2026, 22:31 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut. Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50 Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit," ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di balik aksi penembakan.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Feb 2026, 22:22 WIT
JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura, yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat dan berkeadilan.Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.  Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 19:29 WIT
Penembakan Bandara Korowai Batu, Aparat Evakuasi Korban dan Perketat Pengamanan Wilayah Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Peristiwa penembakan terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) pagi, yang mengakibatkan dua pilot pesawat meninggal dunia.Kasatgas HDC, Kombespol Yusuf Sutejo S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa proses evakuasi terhadap kedua korban telah dilaksanakan dan jenazah diterbangkan ke Timika untuk menjalani tahapan identifikasi serta autopsi.Setelah proses identifikasi dan autopsi rampung, jenazah akan dilakukan pemulasaran sebelum diberangkatkan menuju Jakarta melalui Bandara Timika untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang dinyatakan selamat. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah sebelumnya sempat mengungsi demi alasan keamanan.Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz dan TNI Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan di sekitar area bandara guna mencegah potensi gangguan lanjutan.Pengamanan juga difokuskan pada upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat, termasuk memastikan warga sipil yang sempat mengungsi dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.Di sisi lain, aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta meningkatkan koordinasi lintas satuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah tersebut.Sebagai langkah antisipasi, penerbangan menuju dan dari Bandara Korowai Batu untuk sementara waktu ditutup hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman dan kondusif.Langkah-langkah cepat ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Penulis: HendEditor: GF 12 Feb 2026, 19:26 WIT
Penembakan di Mile 50 Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Lainnya Luka-Luka Papuanewsonline.com, Mimika – Insiden penembakan terjadi di Mile 50, area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.Korban gugur diketahui merupakan anggota TNI berpangkat Sersan Kepala berinisial AC. Sementara dua korban lainnya langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tersebut. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis secara optimal sesuai prosedur penanganan darurat.Usai kejadian, aparat gabungan TNI dan Polri langsung bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta memperketat pengamanan di jalur utama menuju Tembagapura guna mencegah kemungkinan terjadinya gangguan lanjutan.Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara waktu ditutup sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan masyarakat serta kelancaran proses pengamanan di lapangan.Pihak keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan dengan mengerahkan personel tambahan serta berkoordinasi intensif dengan unsur terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, turut membenarkan adanya laporan insiden penembakan di Mile Post 50, yang merupakan jalur vital menuju kawasan operasional perusahaan.Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan keselamatan karyawan serta kelancaran aktivitas operasional perusahaan di tengah situasi yang berkembang.Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu objek vital nasional yang membutuhkan pengamanan berlapis demi menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan seluruh pihak.Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penulis: Hend Editor: GF 12 Feb 2026, 15:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT