logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
29% APBD Mimika Untuk Belanja Pegawai, Masih Di Bawah Batas Ketentuan Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan bahwa alokasi anggaran untuk belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2026 mencapai 29 persen dari total nilai yang ditetapkan. Angka ini dinilai masih aman karena berada di bawah batas maksimal yang diizinkan, yaitu sebesar 30 persen.Bahkan, kondisi ini menjadi alasan rasa syukur, mengingat di daerah lain alokasinya ada yang melebihi ketentuan hingga 40 persen dan berujung pada kebijakan penangguhan tugas bagi sebagian tenaga kerja.Kondisi ini juga yang melatarbelakangi kebijakan pemerintah daerah yang tidak lagi menerima permohonan mutasi pegawai dari luar wilayah. Saat ini, jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Mimika telah mencapai sekitar 9.000 orang, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara serta 4.000 hingga 5.000 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.Bupati menjelaskan bahwa besarnya alokasi dana untuk keperluan tersebut di setiap instansi sangat bergantung pada jumlah tenaga kerja yang ada di dalamnya.“Semakin banyak pegawai yang bertugas, maka semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan. Hal ini terlihat jelas pada beberapa instansi, seperti Satpol PP yang menggunakan Rp41 miliar dari total anggarannya untuk keperluan pegawai, dengan sisa dana sekitar Rp5 miliar untuk menjalankan berbagai program kerja. Demikian pula dengan Dinas Pendidikan yang mengelola dana sekitar Rp700 miliar, di mana Rp400 miliar di antaranya dialokasikan untuk keperluan yang sama,” jelas Johannes Rettob.“Kami bersyukur pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan seimbang dan sesuai aturan yang berlaku. Semoga kondisi ini terus terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, program pembangunan tetap berjalan lancar, dan kesejahteraan seluruh aparatur tetap terjamin dengan baik,” harap Bupati.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:56 WIT
Barantin Musnahkan Sapi Tanpa Dokumen, Upaya Jaga Kesehatan Ternak Dan Ketahanan Pangan Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Indonesia melalui perwakilan di Papua Tengah melakukan pemusnahan terhadap seekor sapi yang masuk ke wilayah Timika tanpa kelengkapan dokumen resmi yang dipersyaratkan. Tindakan ini diambil sebagai langkah pengamanan terakhir guna melindungi wilayah dari potensi masuknya berbagai jenis penyakit hewan berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian luas, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menjelaskan bahwa hewan yang tidak disertai dokumen resmi tidak dapat dipastikan kondisi kesehatannya, sehingga berisiko membawa penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku serta Brucella.Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya dapat menular dengan cepat ke ternak lain dan menyebabkan kematian, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah. Dari sisi ekonomi, wabah penyakit akan menimbulkan kerugian besar, mulai dari biaya penanganan, penurunan hasil produksi, hingga gangguan pasokan yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.Kejadian ini bermula saat petugas melakukan pengawasan ketat lalu lintas hewan kurban di Pelabuhan Pomako pada 2 Mei 2026. Ditemukan seekor sapi yang diangkut menggunakan kapal kayu dan diketahui berasal dari Tual, Maluku, namun tidak memiliki dokumen karantina yang sah. Hewan tersebut kemudian ditahan sesuai prosedur yang berlaku selama tiga hari kerja untuk memberikan kesempatan kepada pemilik melengkapi persyaratan yang ada. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, dokumen yang dibutuhkan tetap tidak dapat dipenuhi.Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, pemasukan hewan tanpa kelengkapan dokumen merupakan pelanggaran yang dapat ditindak tegas. Akhirnya, hewan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur sesuai standar yang berlaku, dengan proses yang disaksikan oleh perwakilan instansi terkait.“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu mematuhi peraturan yang ada. Kelengkapan dokumen adalah wujud tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan kesehatan hewan dan kesejahteraan kita semua,” pesan Anton.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:52 WIT
Festival Grassroot Sepak Bola Mimika Dibuka, Tanamkan Karakter Dan Cetak Bibit Berbakat Papuanewsonline.com, Timika – PSSI Kabupaten Mimika menyelenggarakan Festival Grassroot Sepak Bola yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia 10 dan 12 tahun pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Stadion Wania Imipi SP 1 Mimika ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.Pembukaan acara dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pelaksana Tugas Ketua PSSI Mimika, serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Ananias Faot, yang mewakili Bupati Mimika.Dalam sambutannya, Ananias Faot menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam pembinaan olahraga sejak usia dini. Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan sportivitas yang harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas olahraga, khususnya sepak bola. Ia juga mengajak para orang tua dan pembina untuk memahami bahwa kegiatan ini bukan hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter anak-anak sejak dini.Pemerintah berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit berbakat yang tersebar di berbagai daerah. Para talenta muda yang muncul nantinya harus terus dibina, dibimbing, dan diperhatikan dengan baik agar mampu berkembang menjadi atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. Meskipun diguyur hujan deras sepanjang acara, semangat dan antusiasme para peserta tidak surut sedikit pun, menjadikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan.“Semoga kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan demi kemajuan olahraga di Mimika. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, dan selamat bertanding bagi para peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, jadilah contoh yang baik, dan raih prestasi yang membanggakan bagi kita semua,” harap Ananias menutup sambutannya. Penulis: Andi Ilham Editor: GF 06 Mei 2026, 13:48 WIT
DPR Papua Tengah Cari Solusi Persoalan Pesisir Mimika, Pengelolaan Tailing Disorot Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Kabupaten Mimika serta perwakilan masyarakat wilayah pesisir di Ruang Serbaguna Hotel Horison Diana Mimika, Selasa (5/5/2026). Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antar Wakil Ketua IV DPRPT John NR Gobai, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Ketua DPRK Mimika, dan masyarakat pesisir mimika. Pertemuan ini menjadi ruang membahas empat is utama demi kesejahteran warga pesisir.Dalam pembahasan, Wakil Ketua IV DPRPT John NR Gobai menyoroti masalah akses tray kapal pelayaran ke Pelabuhan Sipu-sipu Distrik Jita yang sempat terhenti. Ia menyebut upaya mempertahankan jalur ini sudah dilakukan sejak 2023 dan menyebutnya sebagai kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyat. “Keputusan pemerintah sudah jelas, jalur ini harus dipertahankan agar warga bisa bepergian dengan biaya murah hanya Rp15.000,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sisa pasir tambang atau tailing harus dijadikan peluang usaha yang dikuasai oleh warga lokal, dengan izin yang diprioritaskan bagi orang asli Papua agar hasilnya bermanfaat untuk daerah.Selain itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi perhatian. John meminta masyarakat melihat manfaatnya daripada mempersoalkan namanya, mengingat fasilitas yang disediakan akan sangat membantu para nelayan. Pembangunan Stasiun Pengisian BBM Nelayan di kawasan Pomako juga didesak segera diselesaikan, sedangkan pengelolaan Pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan disepakati akan dibahas lebih lanjut antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar pengelolaannya berjalan efektif.Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan ini yang menjadi ruang dialog penting. Ia menegaskan bahwa penyelesaian berbagai permasalahan ini membut kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, lembaga legislatif maupun perusahaan.“Kami berharap hasil pertemuan ini melahir rekomendasi yang nyata, sehingga semua permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat dan bermanfaat bagi kesejahteran warga Mimika,” harapnya.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:44 WIT
ULMWP Umumkan Perombakan Kabinet Pemerintahan Sementara pada 1 Mei 2026 Papuanewsonline.com, Papua Barat — Presiden Sementara ULMWP, Benny Wenda, mengumumkan perombakan kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP bertepatan dengan peringatan 1 Mei 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs ULMWP sebagai bagian dari refleksi atas sejarah integrasi Papua ke Indonesia pada 1963.Dalam pernyataannya, Benny Wenda menyebut tanggal 1 Mei sebagai hari berkabung bagi rakyat Papua Barat. Ia menilai momentum tersebut sebagai awal dari tragedi panjang yang menurutnya masih berlangsung hingga saat ini.“Tanggal 1 Mei akan selalu menjadi hari berkabung di Papua Barat. Hari ini kita memperingati 63 tahun Indonesia menginvasi tanah kita, awal dari tragedi yang masih kita alami hingga saat ini,” tulis Benny Wenda dalam pernyataan resminya.Ia juga menyinggung Perjanjian New York tahun 1962 yang melibatkan Indonesia, Belanda, dan Amerika Serikat. Menurutnya, rakyat Papua Barat seharusnya diberikan hak menentukan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan, namun hal itu tidak terjadi sebagaimana yang diharapkan kelompok mereka.Dalam pernyataan tersebut, Benny Wenda turut menyoroti berbagai situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua. Ia mengklaim bahwa konflik dan operasi militer masih berlangsung hingga kini dan berdampak pada masyarakat sipil di sejumlah wilayah.“Lima belas warga Papua tak berdosa yang dibunuh bulan ini di Puncak adalah bukti bahwa perang Indonesia terhadap West Papua tidak pernah berhenti,” tulisnya.Meski demikian, Benny Wenda menyebut 1 Mei juga menjadi simbol perlawanan politik bagi ULMWP. Ia mengingatkan bahwa pada tanggal yang sama tahun 2021, ULMWP mendeklarasikan kabinet Pemerintahan Sementara sebagai simbol perjuangan politik mereka.“Hari ini, dari hari-hari lainnya, kita tidak akan tunduk pada pemerintahan kolonial Indonesia. Sebaliknya, ULMWP memulihkan kedaulatan kita yang dicuri dengan membangun kapasitas pemerintahan sementara kita,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Benny Wenda mengumumkan susunan baru kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP yang terdiri dari berbagai kementerian dan perwakilan bidang strategis. Sejumlah nama diumumkan mengisi posisi kementerian, mulai dari urusan luar negeri, hukum, kesehatan, hingga lingkungan hidup dan urusan perempuan serta anak.Selain struktur sipil pemerintahan sementara, ULMWP juga mencantumkan susunan kepemimpinan Tentara Papua Barat dalam pengumuman tersebut. Nama Jenderal Goliath Tabuni kembali disebut sebagai Panglima Tertinggi bersama sejumlah petinggi lainnya dalam struktur militer organisasi.Benny Wenda menegaskan bahwa ULMWP terus berupaya memperkuat dukungan internasional terhadap perjuangan politik Papua Barat. Ia mengklaim organisasinya telah mendorong isu Papua masuk dalam perhatian komunitas internasional dan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.“ULMWP telah mendorong Papua Barat ke dalam agenda internasional, memenangkan permintaan lebih dari 100 negara PBB untuk melakukan kunjungan Hak Asasi Manusia PBB,” tulisnya.Di akhir pernyataannya, Benny Wenda mengajak masyarakat Papua Barat untuk tetap menjaga persatuan dan terus mendukung perjuangan ULMWP menuju kemerdekaan yang mereka cita-citakan.“Kepada rakyat West Papua, saya meminta Anda terus menaruh kepercayaan Anda pada misi ULMWP: kemerdekaan akan segera tiba,” tutup Benny Wenda.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait isi pernyataan dan pengumuman perombakan kabinet Pemerintahan Sementara ULMWP tersebut. (GF) 05 Mei 2026, 13:23 WIT
TPNPB Yahukimo Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Asmat Papuanewsonline.com, Yahukimo — TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap dua unit kapal di wilayah perbatasan Yahukimo dan Asmat pada Minggu, 3 Mei 2026. Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke-II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterbitkan pada Senin, 4 Mei 2026.Dalam siaran pers itu, juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut laporan diterima langsung dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka. Pernyataan tersebut turut mencantumkan nama sejumlah pimpinan TPNPB sebagai penanggung jawab rilis.Adapun nama yang tercantum yakni Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.Dalam keterangannya, TPNPB menyatakan bahwa penyerangan dilakukan terhadap dua kapal yang disebut milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia.“Kami bertanggung jawab atas penembakan dua unit kapal milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia pada hari Minggu, 3 Mei 2026 di perbatasan Asmat dan Yahukimo,” demikian kutipan rilis tersebut.TPNPB juga mengklaim operasi itu dilakukan oleh pasukan yang mereka sebut sebagai “Batalyon Kanibal” di bawah pimpinan Mayor Beres Murup dan Kuron Marup, bersama pasukan khusus pimpinan Akar Heluka.Menurut TPNPB, aksi tersebut dilakukan karena kapal-kapal itu diduga digunakan untuk melakukan pendoropan agen intelijen militer ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah konflik bersenjata.Selain mengklaim penembakan dua kapal, TPNPB Kodap XVI Yahukimo turut mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap dalam rilis tersebut. Beberapa poin di antaranya meminta warga pendatang keluar dari wilayah operasi serta menetapkan daftar pencarian terhadap kapal dan pesawat sipil yang disebut terlibat dalam aktivitas militer.TPNPB juga menyebut sejumlah fasilitas sipil seperti sekolah, kantor pemerintah, dan rumah sakit sebagai sasaran karena menurut mereka fungsi fasilitas tersebut telah diambil alih untuk kepentingan militer.Hingga Senin, 4 Mei 2026, Papuanewsonline.com mengaku belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait kebenaran klaim penembakan tersebut.Upaya konfirmasi disebut telah dilakukan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih melalui Kapendam XVII/Cenderawasih serta Kabid Humas Polda Papua guna meminta tanggapan terkait insiden dan pernyataan sikap TPNPB tersebut.Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan, termasuk Yahukimo, dalam beberapa waktu terakhir memang masih menjadi perhatian menyusul meningkatnya ketegangan dan aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah titik rawan konflik. (GF) 05 Mei 2026, 13:20 WIT
TPNPB Tolak Keputusan ULMWP, Klaim Pencantuman Nama Petinggi Organisasi Dilakukan Sepihak Papuanewsonline.com, Papua — Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi menyatakan penolakan terhadap keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP yang dipimpin Benny Wenda terkait pencantuman sejumlah nama pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) ke dalam struktur kabinet pemerintahan sementara tersebut.Penolakan itu disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 4 Mei 2026, yang ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB-OPM dan disampaikan oleh juru bicara organisasi, Sebby Sambom.Dalam pernyataan tersebut, Kepala Staf Umum TPNPB, Mayor Jenderal Terianus Satto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui ataupun menyetujui keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP yang memasukkan nama sejumlah petinggi TPNPB ke dalam kabinet pemerintahan versi Benny Wenda.Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB di bawah pimpinan Kepala Staf Umum TPNPB Mayjend Terianus Satto secara resmi menolak keputusan Pemerintahan Sementara (ULMWP) dibawa kepemimpinan Saudara Benny Wenda, Bucthar Tabuni, Simion Alua Surabut dan kelompoknya yang secara sepihak telah mengangkat petinggi Komando Nasional-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (Komnas TPNPB) seperti Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen dalam kelompoknya Benny Wenda.Dalam keterangannya, Terianus Satto juga menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan bersama antara TPNPB dan ULMWP terkait pengangkatan para pimpinan TPNPB ke dalam kabinet pemerintahan sementara tersebut.“TPNPB dan ULMWP versi Pemerintahan Sementara tidak pernah membuat kesepakatan dan tidak pernah memutuskan sikap bersama untuk mengangkat Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen untuk bergabung dalam kabinetnya Benny Wenda,” demikian bunyi pernyataan dalam siaran pers tersebut.TPNPB menilai keputusan Pemerintahan Sementara ULMWP itu sebagai tindakan sepihak yang dianggap melanggar mekanisme organisasi. Mereka menyebut TPNPB memiliki sistem hirarki kepemimpinan dan prosedur tersendiri dalam pengambilan keputusan strategis organisasi.Menurut pernyataan tersebut, pencantuman nama para petinggi TPNPB ke dalam struktur kabinet ULMWP dinilai sebagai upaya yang dapat merusak organisasi dan perjuangan politik Papua baik di dalam maupun luar negeri.Selain menyampaikan penolakan, pihak TPNPB juga mengimbau seluruh elemen perjuangan Papua, termasuk mahasiswa, pejuang sipil kota, dan masyarakat Papua agar tidak terpengaruh oleh keputusan yang diumumkan Pemerintahan Sementara ULMWP pada 30 April 2026 lalu.TPNPB juga memberikan WARNING terhadap Pemerintahan Sementara ULMWP dibawa kepimpinan Benny Wenda, Bucthar Tabuni, Simion Alua Surabut dan kelompoknya untuk tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum dalam KOMNAS TPNPB.Mereka meminta Benny Wenda beserta jajaran Pemerintahan Sementara ULMWP segera memberikan klarifikasi terbuka terkait pencantuman nama pimpinan TPNPB dalam struktur kabinet tersebut.Dalam bagian akhir siaran pers, Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB kembali menegaskan sikap keras terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan tindakan yang dinilai merusak nama organisasi TPNPB baik secara nasional maupun internasional.Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa TPNPB meminta seluruh pihak menghentikan tindakan yang disebut sebagai “kudeta militer” terhadap organisasi mereka dan memperingatkan adanya konsekuensi apabila hal itu terus dilakukan.Siaran pers tersebut ditandatangani oleh sejumlah pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen. (GF) 05 Mei 2026, 13:07 WIT
KONI Mimika Terancam Dualisme, Tokoh Muda Soroti Dugaan Permainan Pihak Ketiga Papuanewsonline.com, Mimika — Potensi dualisme kepengurusan di tubuh KONI Mimika mencuat ke publik. Dianu Omaleng, tokoh muda yang menamakan diri “Pelur Anak Negeri”, mempertanyakan siapa dalang di balik potensi perpecahan tersebut.“Menjaga persatuan sesama anak negeri di Tanah Amungsa Bumi Kamoro jauh lebih baik daripada sekadar urusan struktural,” tegas Dianu dalam pernyataan tertulisnya, 2 Mei 2026. Pada media Papuanewsonline,com.Rawan Dimanfaatkan Pihak Ketiga  Dianu mengingatkan, potensi perpecahan di KONI Mimika rawan dimanfaatkan pihak ketiga. Ia menawarkan empat langkah antisipasi agar konflik tidak melebar:1. Dialog dimediasi akademisi – Pengurus lama dan baru perlu duduk bersama dengan dimediasi tokoh akademisi untuk menetralisir ketegangan sebelum menjadi konflik terbuka.2. Klarifikasi legalitas transparan – Status SK kepengurusan harus diperjelas secara administratif melalui KONI Provinsi atau Pusat. “Jika administrasi rapi dan transparan, pihak ketiga tidak punya celah hukum untuk memancing di air keruh,” kata Dianu.3. Fokus pada prestasi atlet – Pihak ketiga biasanya masuk saat ada kekosongan aktivitas akibat konflik. Dengan tetap fokus pada pembinaan atlet dan agenda olahraga, energi masyarakat terarah pada hal positif.4. Tutup ruang provokasi media – Perpecahan sering diperparah opini di media sosial. Dianu mengusulkan kesepakatan tidak saling menyerang di ruang publik untuk menjaga marwah anak negeri.Persatuan Benteng Terkuat  “Persatuan adalah benteng terkuat. Selama komunikasi antar pengurus tetap berjalan dengan kepala dingin, niat pihak ketiga untuk memecah belah tidak akan berhasil,” ujarnya.Dianu menambahkan, semangat memajukan KONI Mimika di bawah kepemimpinan baru harus dibarengi penyelesaian masa jabatan lama secara terhormat. “Agar tidak meninggalkan api dalam sekam,” tutupnya.Hingga berita ini dirilis, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pengurus KONI Mimika lama, pengurus baru, serta KONI Provinsi Papua Tengah terkait status kepengurusan dan langkah rekonsiliasi. Penulis: Hendrik Editor: GF 04 Mei 2026, 21:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT