logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Operasikan 29 Dapur Lapangan, Polri Jamin Kebutuhan Konsumsi Warga Terpenuhi Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengoperasikan puluhan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, saat ini Polri telah menyiapkan 29 dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi terdampak.“Untuk dapur lapangan yang juga kita persiapkan ada 29 dapur lapangan. Di Aceh 17 titik, di Sumatera Utara 7 titik, dan di Sumatera Barat 5 titik,” kata Kapolri.Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana yang digelar di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/11/2025).Dapur lapangan tersebut berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan siap saji bagi warga terdampak, relawan, serta petugas gabungan yang bertugas di lokasi bencana.Keberadaan dapur lapangan dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.Selain mengoperasikan dapur lapangan, Polri juga mendukung pelayanan kesehatan melalui pendirian posko kesehatan serta pengerahan personel guna mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak.Kapolri menegaskan, Polri akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian jumlah dapur lapangan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. PNO-12 29 Des 2025, 22:22 WIT
Polres Malra Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau Papuanewsonline.com, Malra - Kurang dari 1x24 jam, personel Kepolisian Resor Maluku Tenggara bersama Polsek Kei Kecil Barat berhasil mengamankan A.R alias Alex, 32 tahun, terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau, Minggu (28/12/2025).Residivis kasus pembunuhan yang merupakan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis pada Sabtu (27/12/2025).Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi, S.Pt., SIK, dalam press release di Mako Polres Malra, Senin (29/12/2025), mengaku pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Malra."Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 Tahun dan 8 Bulan," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy,S.Pd., SH., MH. AKBP. Rian menjelaskan kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Saat tiba di dalam rumah korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah. Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang). "Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya," jelasnya.Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Maluku Tenggara pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut."Setelah tiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan mengamankannya beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau. Kapolres menghimbau semua komponen masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara."Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan," pintanya.Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik."Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara," tegasnya. PNO-12 29 Des 2025, 22:13 WIT
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang, menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:20 WIT
Natal Penuh Kehangatan di Yahukimo, Marinir Hadirkan Sukacita untuk Warga Pedalaman Papuanewsonline.com, Yahukimo – Udara dingin pegunungan Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terasa berbeda pada Minggu (28/12/2025). Di tengah kabut tebal yang menyelimuti wilayah pedalaman, kehadiran prajurit Korps Marinir dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 5 membawa suasana hangat dalam perayaan Natal bersama warga setempat.Langkah prajurit menyusuri jalan setapak menjadi penanda kehadiran negara di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Kedatangan mereka bukan semata menjalankan tugas pengamanan perbatasan, tetapi juga membawa misi kemanusiaan dalam suasana Natal dan akhir tahun.“Kami datang bukan untuk tempur, tapi membawa kasih dan kepedulian di pengujung tahun,” ujar Dansatgas Pamtas Letkol Marinir T. Pristiyanto. Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan sosial yang dilakukan bersama masyarakat kampung.Berbagai bingkisan Natal dibagikan sebagai simbol perhatian dan kepedulian kepada warga pedalaman. Aksi ini menjadi wujud bahwa menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan melalui kekuatan pertahanan, tetapi juga dengan pendekatan kemanusiaan dan kebersamaan.Anak-anak menjadi pihak yang paling antusias menyambut kehadiran prajurit Marinir. Senyum ceria terlihat saat mereka mengenakan topi merah Natal, menerima pakaian baru, serta menikmati camilan yang jarang mereka dapatkan dalam keseharian.Kebahagiaan juga dirasakan para orang tua dan tokoh masyarakat. Patius (56), salah satu tokoh setempat, mengungkapkan rasa harunya melihat prajurit membaur tanpa sekat, menciptakan suasana kekeluargaan di momen Natal.“Natal tahun ini terasa lebih spesial dan penuh kedamaian,” ungkapnya, menggambarkan perasaan warga yang merasakan langsung kehadiran dan perhatian aparat negara.Letkol Marinir T. Pristiyanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu rakyat. “Kami ingin memastikan warga merayakan dengan aman dan bahagia,” tegasnya. Interaksi hangat ini diharapkan semakin memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa aman, dan menghadirkan harapan akan Papua yang damai dan harmonis.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:18 WIT
Sinergi TNI–Polri Mimika Perkuat Pengamanan dan Pelayanan Publik Jelang Tahun Baru 2026 Papuanewsonline.com, Mimika – Personel TNI dari Kodim 1710/Mimika bersinergi bersama Polri melaksanakan kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (29/12/2025) sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif.Komitmen pengamanan tersebut disampaikan Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., yang menegaskan kesiapan aparat dalam memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan tenang dan aman.Pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI kepada Polri, mengingat tingginya intensitas aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk pos pengamanan dan pelayanan, guna memantau perkembangan situasi di lapangan.Selain penjagaan statis, aparat TNI–Polri juga melaksanakan patroli dialogis dan pemantauan rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta kejadian menonjol lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.Dalam pelaksanaan tugasnya, personel di lapangan tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Imbauan kamtibmas, pesan keselamatan diri dan keluarga, serta ajakan untuk bersama-sama menjaga ketertiban disampaikan secara persuasif kepada warga.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendekatkan TNI–Polri dengan warga. Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga suasana perayaan tetap damai dan terkendali.Sinergitas dan soliditas TNI–Polri yang terlihat di pos pengamanan menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Kerja sama lintas institusi ini juga menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi dinamika situasi akhir tahun.Melalui pengamanan dan pelayanan terpadu tersebut, aparat berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Mimika dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh ketertiban, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja aparat keamanan.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:16 WIT
Upacara Bendera Akhir Tahun di Lanud YKU Timika Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna Papuanewsonline.com, Mimika – TNI Angkatan Udara melalui Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika melaksanakan upacara bendera mingguan yang sarat makna di penghujung tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Lapangan Mako Lanud YKU, Papua Tengah, pada Senin (29/12/2025).Upacara dipimpin oleh Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud YKU Timika, Mayor Kal I Gusti Bagus Wira Eka Putra, S.T., dan diikuti oleh seluruh personel militer serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Lanud YKU. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh disiplin.Pelaksanaan upacara bendera di akhir tahun ini menjadi momentum refleksi atas pelaksanaan tugas dan pengabdian sepanjang 2025. Nilai-nilai nasionalisme, loyalitas, serta kedisiplinan prajurit kembali diteguhkan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pertahanan negara.Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan kesiapan mental dan profesionalisme personel Lanud YKU Timika. Kekompakan barisan peserta upacara menunjukkan soliditas internal yang tetap terjaga hingga akhir tahun.Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kadislog Lanud YKU menekankan pentingnya menjaga semangat kebangsaan serta soliditas satuan, meskipun berada di fase penutup tahun anggaran dan kalender kegiatan. Evaluasi kinerja selama setahun juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pengabdian.Upacara bendera tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas mingguan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa serta komitmen kesetiaan prajurit TNI AU kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian aktivitas kedinasan Lanud YKU Timika sepanjang 2025. Semangat optimisme dan tekad untuk terus berkontribusi secara maksimal ditanamkan sebagai bekal menghadapi tantangan tugas di tahun mendatang.Dengan terselenggaranya upacara ini, Lanud YKU Timika menegaskan kesiapan seluruh personelnya untuk menyongsong tahun 2026 dengan semangat baru, profesionalisme yang semakin kuat, dan pengabdian yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:13 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang. Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Des 2025, 18:11 WIT
Mimika Sambut Pergantian Tahun Tanpa Pesta Kembang Api Papuanewsonline.com, Mimika – Perayaan malam pergantian tahun di Kabupaten Mimika dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api. Kebijakan ini diambil meskipun sebagian masyarakat memiliki keinginan untuk tetap merayakan malam tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya.Kepastian tersebut disampaikan Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat memberikan keterangan kepada awak media di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan kebijakan yang harus diterima bersama dalam situasi nasional saat ini.Menurut Kapolres, larangan penyelenggaraan pesta kembang api merupakan perintah langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kebijakan ini berlaku secara nasional dan harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah.Larangan tersebut tidak terlepas dari bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Kondisi tersebut membuat bangsa Indonesia berada dalam suasana duka, sehingga perayaan yang bersifat hura-hura dinilai tidak selaras dengan rasa empati dan solidaritas nasional.Kapolres Mimika menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah agar imbauan ini turut disampaikan secara luas kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi kesalahpahaman serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.Sebagai alternatif, perayaan malam tahun baru di Mimika diarahkan untuk diisi dengan kegiatan doa lintas agama. Pendekatan ini dinilai lebih bermakna karena mengedepankan nilai kebersamaan, refleksi, dan harapan akan keselamatan di tahun yang akan datang.Doa lintas agama juga dipandang sebagai wujud solidaritas masyarakat Mimika terhadap saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana, sekaligus sebagai momentum memperkuat persatuan di tengah perbedaan keyakinan.Polres Mimika berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung kebijakan tersebut demi terciptanya suasana pergantian tahun yang aman, tertib, dan penuh makna, tanpa mengurangi esensi kebersamaan dalam menyambut tahun baru.  Penulis: JidEditor: GF 29 Des 2025, 18:07 WIT
Indonesia Tegaskan Penolakan terhadap Wacana Fasilitas Logistik Militer China Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana China yang disebut-sebut ingin membangun fasilitas logistik militer di wilayah Indonesia. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang menyinggung kemungkinan Indonesia menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan Beijing.Dalam laporan tersebut, Pentagon menyoroti ambisi China untuk memperluas jangkauan operasional militer global melalui pembangunan jaringan fasilitas logistik di luar negeri. Langkah itu disebut bertujuan mendukung kebutuhan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baik angkatan laut, udara, maupun darat.Pentagon menilai posisi strategis Indonesia berada di jalur lintas laut internasional yang krusial bagi keamanan jalur perdagangan dan energi kawasan Indo-Pasifik. Faktor geografis tersebut dianggap memiliki nilai strategis dalam proyeksi kekuatan dan kepentingan global China di kawasan.Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan tidak pernah memberikan ruang ataupun izin bagi pembangunan fasilitas logistik maupun pangkalan militer asing di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta memiliki ketentuan hukum nasional yang melarang keberadaan pangkalan militer asing di dalam wilayah Indonesia.Pemerintah juga menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan dalam bentuk apa pun, termasuk kerja sama pertahanan yang berpotensi melanggar batas-batas kedaulatan negara.Dalam laporan Pentagon tersebut, selain Indonesia, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Thailand, Myanmar, Singapura, dan Pakistan juga disebut masuk dalam daftar negara yang dipertimbangkan China sebagai lokasi pengembangan fasilitas logistik militer.Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menjaga konsistensi kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis nasional tanpa terlibat dalam rivalitas militer negara-negara besar, sekaligus tetap berkomitmen pada stabilitas dan perdamaian kawasan.  Penulis: Hendrik Editor: GF 29 Des 2025, 18:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT