Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Operasikan 29 Dapur Lapangan, Polri Jamin Kebutuhan Konsumsi Warga Terpenuhi
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengoperasikan puluhan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, saat ini Polri telah menyiapkan 29 dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi terdampak.“Untuk dapur lapangan yang juga kita persiapkan ada 29 dapur lapangan. Di Aceh 17 titik, di Sumatera Utara 7 titik, dan di Sumatera Barat 5 titik,” kata Kapolri.Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana yang digelar di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/11/2025).Dapur lapangan tersebut berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan siap saji bagi warga terdampak, relawan, serta petugas gabungan yang bertugas di lokasi bencana.Keberadaan dapur lapangan dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.Selain mengoperasikan dapur lapangan, Polri juga mendukung pelayanan kesehatan melalui pendirian posko kesehatan serta pengerahan personel guna mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak.Kapolri menegaskan, Polri akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian jumlah dapur lapangan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. PNO-12
29 Des 2025, 22:22 WIT
Polres Malra Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau
Papuanewsonline.com, Malra - Kurang dari 1x24 jam, personel Kepolisian Resor Maluku Tenggara bersama Polsek Kei Kecil Barat berhasil mengamankan A.R alias Alex, 32 tahun, terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau, Minggu (28/12/2025).Residivis kasus pembunuhan yang merupakan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis pada Sabtu (27/12/2025).Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi, S.Pt., SIK, dalam press release di Mako Polres Malra, Senin (29/12/2025), mengaku pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Malra."Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 Tahun dan 8 Bulan," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy,S.Pd., SH., MH. AKBP. Rian menjelaskan kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Saat tiba di dalam rumah korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah. Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang). "Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya," jelasnya.Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Maluku Tenggara pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut."Setelah tiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan mengamankannya beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau. Kapolres menghimbau semua komponen masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara."Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan," pintanya.Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik."Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara," tegasnya. PNO-12
29 Des 2025, 22:13 WIT
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di
Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban
jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga
total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat
konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi
sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan
karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah
dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi
terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama
Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran
jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua
kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan
di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan
demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu
Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah
satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa
aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota
masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat
yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang,
menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang
diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya
mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh
pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah
memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian
konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai
dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan
akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan
menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:20 WIT
Natal Penuh Kehangatan di Yahukimo, Marinir Hadirkan Sukacita untuk Warga Pedalaman
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Udara dingin pegunungan
Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terasa berbeda pada Minggu (28/12/2025).
Di tengah kabut tebal yang menyelimuti wilayah pedalaman, kehadiran prajurit
Korps Marinir dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 5 membawa suasana hangat dalam
perayaan Natal bersama warga setempat.Langkah prajurit menyusuri jalan setapak menjadi penanda
kehadiran negara di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Kedatangan
mereka bukan semata menjalankan tugas pengamanan perbatasan, tetapi juga
membawa misi kemanusiaan dalam suasana Natal dan akhir tahun.“Kami datang bukan untuk tempur, tapi membawa kasih dan
kepedulian di pengujung tahun,” ujar Dansatgas Pamtas Letkol Marinir T.
Pristiyanto. Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan sosial yang dilakukan
bersama masyarakat kampung.Berbagai bingkisan Natal dibagikan sebagai simbol perhatian
dan kepedulian kepada warga pedalaman. Aksi ini menjadi wujud bahwa menjaga
kedaulatan negara tidak hanya dilakukan melalui kekuatan pertahanan, tetapi
juga dengan pendekatan kemanusiaan dan kebersamaan.Anak-anak menjadi pihak yang paling antusias menyambut
kehadiran prajurit Marinir. Senyum ceria terlihat saat mereka mengenakan topi
merah Natal, menerima pakaian baru, serta menikmati camilan yang jarang mereka
dapatkan dalam keseharian.Kebahagiaan juga dirasakan para orang tua dan tokoh
masyarakat. Patius (56), salah satu tokoh setempat, mengungkapkan rasa harunya
melihat prajurit membaur tanpa sekat, menciptakan suasana kekeluargaan di momen
Natal.“Natal tahun ini terasa lebih spesial dan penuh kedamaian,”
ungkapnya, menggambarkan perasaan warga yang merasakan langsung kehadiran dan
perhatian aparat negara.Letkol Marinir T. Pristiyanto menegaskan bahwa kegiatan
tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu rakyat.
“Kami ingin memastikan warga merayakan dengan aman dan bahagia,” tegasnya.
Interaksi hangat ini diharapkan semakin memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa
aman, dan menghadirkan harapan akan Papua yang damai dan harmonis. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:18 WIT
Sinergi TNI–Polri Mimika Perkuat Pengamanan dan Pelayanan Publik Jelang Tahun Baru 2026
Papuanewsonline.com, Mimika – Personel TNI dari Kodim
1710/Mimika bersinergi bersama Polri melaksanakan kegiatan pengamanan dan
pelayanan kepada masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Kegiatan ini
berlangsung pada Senin (29/12/2025) sebagai upaya menciptakan situasi keamanan
dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif.Komitmen pengamanan tersebut disampaikan Komandan Kodim
1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., yang menegaskan
kesiapan aparat dalam memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun
dengan tenang dan aman.Pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI kepada
Polri, mengingat tingginya intensitas aktivitas masyarakat selama libur Natal
dan Tahun Baru. Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis,
termasuk pos pengamanan dan pelayanan, guna memantau perkembangan situasi di
lapangan.Selain penjagaan statis, aparat TNI–Polri juga melaksanakan
patroli dialogis dan pemantauan rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan
keamanan, kemacetan lalu lintas, serta kejadian menonjol lainnya yang dapat
mengganggu kenyamanan masyarakat.Dalam pelaksanaan tugasnya, personel di lapangan tidak hanya
fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada
masyarakat. Imbauan kamtibmas, pesan keselamatan diri dan keluarga, serta
ajakan untuk bersama-sama menjaga ketertiban disampaikan secara persuasif
kepada warga.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan
mampu memberikan rasa aman sekaligus mendekatkan TNI–Polri dengan warga.
Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga suasana perayaan tetap
damai dan terkendali.Sinergitas dan soliditas TNI–Polri yang terlihat di pos
pengamanan menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan
daerah. Kerja sama lintas institusi ini juga menunjukkan kesiapan aparat dalam
menghadapi dinamika situasi akhir tahun.Melalui pengamanan dan pelayanan terpadu tersebut, aparat
berharap perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Mimika dapat
berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh ketertiban, serta meningkatkan
kepercayaan publik terhadap kinerja aparat keamanan. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:16 WIT
Upacara Bendera Akhir Tahun di Lanud YKU Timika Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
Papuanewsonline.com, Mimika – TNI Angkatan Udara melalui
Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika melaksanakan upacara bendera mingguan yang
sarat makna di penghujung tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung khidmat di
Lapangan Mako Lanud YKU, Papua Tengah, pada Senin (29/12/2025).Upacara dipimpin oleh Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud
YKU Timika, Mayor Kal I Gusti Bagus Wira Eka Putra, S.T., dan diikuti oleh
seluruh personel militer serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Lanud
YKU. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh disiplin.Pelaksanaan upacara bendera di akhir tahun ini menjadi
momentum refleksi atas pelaksanaan tugas dan pengabdian sepanjang 2025.
Nilai-nilai nasionalisme, loyalitas, serta kedisiplinan prajurit kembali
diteguhkan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pertahanan negara.Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh penghormatan,
mencerminkan kesiapan mental dan profesionalisme personel Lanud YKU Timika.
Kekompakan barisan peserta upacara menunjukkan soliditas internal yang tetap
terjaga hingga akhir tahun.Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kadislog Lanud YKU
menekankan pentingnya menjaga semangat kebangsaan serta soliditas satuan,
meskipun berada di fase penutup tahun anggaran dan kalender kegiatan. Evaluasi
kinerja selama setahun juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan
kualitas pengabdian.Upacara bendera tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas
mingguan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan
bangsa serta komitmen kesetiaan prajurit TNI AU kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia.Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian aktivitas
kedinasan Lanud YKU Timika sepanjang 2025. Semangat optimisme dan tekad untuk
terus berkontribusi secara maksimal ditanamkan sebagai bekal menghadapi
tantangan tugas di tahun mendatang.Dengan terselenggaranya upacara ini, Lanud YKU Timika
menegaskan kesiapan seluruh personelnya untuk menyongsong tahun 2026 dengan
semangat baru, profesionalisme yang semakin kuat, dan pengabdian yang
berkelanjutan bagi bangsa dan negara. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:13 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang
terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban
jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan
tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober
lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang.
Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat
menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka
panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan
keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia
menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan,
mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu
bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan
perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski
sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik
kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa
waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara
mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah
sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk
prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi
setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu
akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu
saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin
memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat
terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia
terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang.
Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus
meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus
mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan
kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi
terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Des 2025, 18:11 WIT
Mimika Sambut Pergantian Tahun Tanpa Pesta Kembang Api
Papuanewsonline.com, Mimika – Perayaan malam pergantian
tahun di Kabupaten Mimika dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api.
Kebijakan ini diambil meskipun sebagian masyarakat memiliki keinginan untuk
tetap merayakan malam tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya.Kepastian tersebut disampaikan Kapolres Mimika AKBP
Billyandha Hildiario Budiman saat memberikan keterangan kepada awak media di
pelataran Graha Eme Neme Yauware, Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan bahwa
keputusan tersebut merupakan kebijakan yang harus diterima bersama dalam
situasi nasional saat ini.Menurut Kapolres, larangan penyelenggaraan pesta kembang api
merupakan perintah langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal
Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kebijakan ini berlaku secara nasional dan harus
dilaksanakan oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah.Larangan tersebut tidak terlepas dari bencana alam yang
melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Kondisi tersebut membuat bangsa
Indonesia berada dalam suasana duka, sehingga perayaan yang bersifat hura-hura
dinilai tidak selaras dengan rasa empati dan solidaritas nasional.Kapolres Mimika menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan
berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah agar imbauan ini turut disampaikan
secara luas kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi
kesalahpahaman serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.Sebagai alternatif, perayaan malam tahun baru di Mimika
diarahkan untuk diisi dengan kegiatan doa lintas agama. Pendekatan ini dinilai
lebih bermakna karena mengedepankan nilai kebersamaan, refleksi, dan harapan
akan keselamatan di tahun yang akan datang.Doa lintas agama juga dipandang sebagai wujud solidaritas
masyarakat Mimika terhadap saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana,
sekaligus sebagai momentum memperkuat persatuan di tengah perbedaan keyakinan.Polres Mimika berharap masyarakat dapat memahami dan
mendukung kebijakan tersebut demi terciptanya suasana pergantian tahun yang
aman, tertib, dan penuh makna, tanpa mengurangi esensi kebersamaan dalam
menyambut tahun baru. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:07 WIT
Indonesia Tegaskan Penolakan terhadap Wacana Fasilitas Logistik Militer China
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara
tegas menyatakan penolakan terhadap rencana China yang disebut-sebut ingin
membangun fasilitas logistik militer di wilayah Indonesia. Sikap tersebut
disampaikan sebagai respons atas laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika
Serikat (Pentagon) yang menyinggung kemungkinan Indonesia menjadi salah satu
lokasi yang dipertimbangkan Beijing.Dalam laporan tersebut, Pentagon menyoroti ambisi China
untuk memperluas jangkauan operasional militer global melalui pembangunan
jaringan fasilitas logistik di luar negeri. Langkah itu disebut bertujuan
mendukung kebutuhan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), baik angkatan
laut, udara, maupun darat.Pentagon menilai posisi strategis Indonesia berada di jalur
lintas laut internasional yang krusial bagi keamanan jalur perdagangan dan
energi kawasan Indo-Pasifik. Faktor geografis tersebut dianggap memiliki nilai
strategis dalam proyeksi kekuatan dan kepentingan global China di kawasan.Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan
tidak pernah memberikan ruang ataupun izin bagi pembangunan fasilitas logistik
maupun pangkalan militer asing di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa
Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta
memiliki ketentuan hukum nasional yang melarang keberadaan pangkalan militer
asing di dalam wilayah Indonesia.Pemerintah juga menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan
nasional merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan dalam bentuk apa pun,
termasuk kerja sama pertahanan yang berpotensi melanggar batas-batas kedaulatan
negara.Dalam laporan Pentagon tersebut, selain Indonesia, beberapa
negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti Thailand,
Myanmar, Singapura, dan Pakistan juga disebut masuk dalam daftar negara yang
dipertimbangkan China sebagai lokasi pengembangan fasilitas logistik militer.Pemerintah Indonesia memastikan akan terus menjaga
konsistensi kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis nasional
tanpa terlibat dalam rivalitas militer negara-negara besar, sekaligus tetap
berkomitmen pada stabilitas dan perdamaian kawasan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
29 Des 2025, 18:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru