logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Anomali Cuaca Akhir Tahun, Timika Alami Suhu Panas Ekstrem Meski Intensitas Hujan Tinggi Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak biasa menjelang akhir tahun 2025. Di tengah tingginya intensitas hujan, suhu udara justru terasa panas ekstrem, menciptakan kondisi gerah yang berbeda dari karakter musim penghujan pada umumnya.Berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang mengalami penurunan suhu saat hujan meningkat, Timika justru menunjukkan pola sebaliknya. Hujan tidak turun merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu tertentu, sehingga panas masih mendominasi sejak pagi hingga siang hari.“Kita harus waspada dengan perubahan cuaca ini agar tidak terkena masalah kesehatan,” ujar Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono, saat ditemui di Kantor BMKG Mimika, Selasa (30/12/25).Berdasarkan catatan BMKG Mimika, suhu rata-rata udara selama Desember 2025 berada di kisaran 27 derajat Celsius. Namun demikian, pada siang hari suhu dapat meningkat signifikan dan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius, terutama saat cuaca cerah sebelum hujan turun.Sony menjelaskan bahwa hujan pada bulan Desember didominasi oleh pembentukan awan-awan besar yang muncul pada sore hari. Awan tersebut bergerak dari arah utara menuju wilayah Kota Timika hingga kawasan Pomako di bagian selatan.“Pagi cerah, siang panas terik, dan hujan baru turun sore hari,” katanya.BMKG juga memprediksi hujan lebat yang disertai petir akan rutin terjadi pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIT dengan durasi sekitar satu hingga dua jam. Dalam kondisi tertentu, apabila awan terbentuk secara masif, hujan ringan berpotensi berlangsung hingga tengah malam.Memasuki Januari 2026, pola cuaca di wilayah Mimika diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Perbedaan utama yang diprediksi adalah adanya peningkatan kecepatan angin yang berkisar antara 3 hingga 5 knot dibandingkan bulan sebelumnya.Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Mimika masih tergolong normal. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran skala lokal.BMKG Mimika mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan pola cuaca yang terjadi serta secara rutin memantau informasi dan peringatan cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak kesehatan maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 14:50 WIT
Disposisi Sudah Terbit, Warga Mimika Masih Menanti Kepastian Ganti Rugi Tanah dari Pemkab Papuanewsonline.com, Mimika — Sejumlah warga di Kabupaten Mimika hingga akhir tahun 2025 masih menunggu kepastian pembayaran ganti rugi tanah yang telah digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kepentingan pembangunan fasilitas publik. Penantian panjang tersebut memunculkan keresahan, terutama karena proses administrasi disebut telah berjalan dan bahkan telah memperoleh disposisi dari pimpinan daerah.Tanah-tanah milik warga tersebut diketahui telah dimanfaatkan pemerintah untuk berbagai kepentingan, mulai dari perkantoran distrik hingga fasilitas pendidikan dan perpustakaan. Namun hingga kini, hak pemilik tanah berupa pembayaran ganti rugi belum sepenuhnya direalisasikan oleh pemerintah daerah.Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga nama warga yang tanahnya telah mendapatkan disposisi dari Bupati Mimika. Mereka adalah Paulus Pinimet atas penggunaan tanah untuk Kantor Distrik Kuala Kencana, Theodurus Boyau atas tanah yang digunakan untuk Persekolahan SMP Negeri 8 Wania, serta Ice Naiwapa atas lahan yang dipakai untuk pembangunan Perpustakaan Timika Indah.Salah satu pemilik tanah, Paulus Pinimet, mengungkapkan bahwa sesuai informasi yang diterimanya, pembayaran ganti rugi seharusnya dilakukan pada 25 November 2025. Namun hingga memasuki penghujung Desember, belum ada kejelasan kapan pembayaran tersebut akan direalisasikan.Menurut Paulus, seluruh persyaratan administratif yang diminta pemerintah telah dipenuhi sejak lama. Mulai dari dokumen kepemilikan tanah, proses verifikasi, hingga disposisi internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika telah dilalui tanpa kendala berarti.“Kami sudah mengikuti semua prosedur yang diminta. Berkas lengkap, proses sudah jalan, bahkan sudah ada disposisi. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian pembayaran,” ujar Paulus saat ditemui wartawan.Ia menuturkan bahwa penantian tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan pemilik tanah. Tanah, menurutnya, memiliki nilai sosial dan historis yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Mimika.Upaya komunikasi dengan pihak pemerintah daerah pun, kata Paulus, telah dilakukan berulang kali. Namun jawaban yang diterima masih sebatas janji dan penjelasan normatif tanpa kejelasan waktu pembayaran.“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hak kami dipenuhi sesuai kesepakatan dan nilai tanah yang sudah ditentukan. Ini soal keadilan,” tegasnya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran ganti rugi tersebut. Belum diketahui apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kendala anggaran, administrasi, atau faktor lainnya.Kondisi ini menimbulkan perhatian di tengah masyarakat, terutama karena pembangunan fasilitas publik seharusnya berjalan seiring dengan pemenuhan hak-hak warga yang lahannya digunakan negara. Transparansi dan kepastian hukum menjadi tuntutan yang terus disuarakan.Sejumlah warga menilai, keterlambatan pembayaran ganti rugi berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah jika tidak segera diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya tata kelola pengadaan tanah yang adil dan berkeadilan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki karakteristik sosial dan adat yang kuat dalam penguasaan tanah.Para pemilik tanah berharap, memasuki tahun anggaran berikutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika dapat segera merealisasikan pembayaran ganti rugi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya dan demi menjaga kepercayaan publik. Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 13:58 WIT
Serangan Bersenjata Diklaim TPNPB di Yahukimo, Anggota Brimob Tertembak dan Kendaraan Dibakar Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo mengklaim telah melakukan serangan terhadap aparat Brimob. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam, 29 Desember 2025.Dalam klaim yang disampaikan melalui siaran pers kepada Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, disebutkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan satu anggota Brimob mengalami luka tembak. Selain itu, satu unit mobil milik Brimob juga dilaporkan dibakar dalam insiden tersebut.Komandan Operasi TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah komandonya dan diklaim sebagai bagian dari perjuangan yang mereka jalankan. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam rilis yang beredar ke sejumlah media.Selain kendaraan dinas, TPNPB juga mengklaim telah membakar satu unit rumah Brimob yang diketahui dihuni oleh anggota Brimob. Aksi tersebut disebut terjadi dalam rangkaian serangan yang sama pada malam kejadian.Anggota Brimob yang tertembak dilaporkan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai kondisi terakhir korban, termasuk kepastian apakah korban selamat atau meninggal dunia.Juru Bicara Komnas TPNPB, Sebby Sambom, dalam keterangan terpisah, menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi yang terus dilakukan oleh TPNPB. Klaim tersebut kembali menegaskan posisi kelompok bersenjata itu dalam konflik yang berlangsung di Papua.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan gangguan keamanan.Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun aparat keamanan terkait klaim serangan tersebut. Papua News Online masih berupaya menghimpun informasi lanjutan guna memperoleh konfirmasi dan gambaran utuh mengenai situasi di lapangan.Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Des 2025, 13:52 WIT
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan. Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api, 45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan. “Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya.  Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Des 2025, 04:24 WIT
Klaim TPNPB Soal Kontak Senjata di Yahukimo, Empat Anggota TNI Disebut Tewas Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas menyusul klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo terkait kontak senjata dengan aparat TNI. Dalam pernyataan resmi, TPNPB menyebut empat anggota TNI tewas dalam insiden yang terjadi di Jalan Saralala pada akhir Desember 2025.Klaim tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB. Insiden ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.Dalam pernyataannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas gugurnya anggota TPNPB dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam peristiwa tersebut. Selain pernyataan tertulis, kelompok ini turut mengunggah tiga video yang dikaitkan dengan insiden di Yahukimo, meskipun keaslian dan konteks video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim tersebut. Juru Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang selama ini dikenal rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan disebut terus memantau perkembangan situasi untuk mencegah meluasnya konflik.Upaya pendekatan keamanan dan dialog sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait guna meredam eskalasi kekerasan. Namun, hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya kesepakatan damai yang mampu menghentikan aksi saling serang di lapangan.TPNPB dalam pernyataannya juga menegaskan kesiapan mereka menanggung risiko atas tindakan yang dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.Situasi keamanan di Yahukimo hingga kini masih terus dipantau, sementara masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada dan menghindari wilayah rawan konflik.  Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 04:19 WIT
Warga Suku Amungme Desak Kepastian Pembayaran Tanah di Mimika yang Tak Kunjung Tuntas Papuabewsonline.com, Timika – Persoalan pembayaran tanah milik warga Suku Amungme di Kabupaten Mimika kembali mencuat. Paulus Pinimet menyatakan sikap dan menyuarakan keprihatinan atas belum adanya kepastian dari pemerintah terkait rencana pembayaran tanah di tiga lokasi strategis yang saat ini telah digunakan untuk fasilitas publik.Paulus menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyampaikan rencana pembayaran tanah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut resmi yang dirasakan oleh pemilik hak ulayat. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di kalangan warga yang telah lama menunggu kejelasan.Dalam keterangannya kepada jurnalis Papua News Online, Paulus menyebutkan tiga lokasi yang menjadi pokok persoalan, yakni lahan perpustakaan di kawasan Timika Indah, SMP Negeri 8 Timika, serta Kantor Distrik Kuala Kencana. “Kami telah menunggu pembayaran ini sejak lama, tapi belum ada kepastian dari pemerintah,” kata Paulus.Ia menegaskan bahwa pembayaran tanah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah harus diwujudkan secara nyata agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.Paulus juga mengingatkan adanya janji yang pernah disampaikan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, terkait penyelesaian pembayaran tanah tersebut. “Bupati JOHANES RETOB telah berjanji untuk membayar tanah kami, tapi kami belum melihat hasilnya,” tambahnya.Lebih lanjut, Paulus menyampaikan bahwa penantian panjang ini seharusnya segera diakhiri dengan langkah konkret dari pemerintah. Ia berharap tidak ada lagi penundaan yang dapat memperpanjang persoalan dan memperburuk hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat. “Kami tidak ingin ada lagi penundaan, kami ingin pembayaran ini segera dilakukan,” ujarnya.Hingga berita ini diturunkan, jurnalis Papua News Online telah berupaya menghubungi pihak pemerintah daerah untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan resmi terkait perkembangan pembayaran tanah tersebut. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan oleh pihak berwenang.Masyarakat Suku Amungme berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran tanah secara adil dan transparan. Papua News Online akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik.  Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Des 2025, 04:16 WIT
Melalui Dokkes Polres Langkat, Polri Hadir Beri Layanan Kesehatan Kepada Masyarakat Papuanewsonline.com, Langkat - Pada hari Senin, 29 Desember 2025, Polri melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Langkat melaksanakan bakti kesehatan berupa obat-obatan kepada masyarakat Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat pasca bencana alam banjir yang melanda wilayah tersebut.Bantuan obat-obatan yang diberikan meliputi vitamin, obat batuk, obat pilek, obat penurun demam, obat luka, serta sirup penunjang peningkatan imunitas tubuh. Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan membantu masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir.Selain memberikan bantuan medis, Tim Dokkes Polres Langkat juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat dengan menyampaikan pesan-pesan semangat dan empati. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan optimisme serta semangat baru bagi warga untuk bangkit dan menjalani kehidupan pasca bencana alam yang berdampak besar terhadap tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari mereka.Akibat bencana banjir tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masjid karena rumah yang mereka huni hanyut terbawa arus banjir atau mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat dihuni lagi. Berdasarkan data di Desa Harapan Makmur, terdapat 11 rumah hilang terbawa arus, 10 rumah mengalami rusak parah, dan 15 rumah rusak ringan. Kondisi permukiman di sepanjang perjalanan menuju Desa Sei Pakis juga menunjukkan banyak rumah warga yang terdampak, baik yang hancur maupun yang masih dapat dihuni setelah dilakukan pembersihan lumpur dan sisa genangan air.Masyarakat menyampaikan harapan agar bantuan dan perhatian dari berbagai pihak terus berlanjut, khususnya untuk membantu pemulihan kehidupan dan perbaikan tempat tinggal mereka. Warga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri dan seluruh pihak terkait atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan pasca bencana alam. PNO-12 29 Des 2025, 22:54 WIT
Brimob Polda Sumut Bantu Bersihkan SMP Negeri 1 Tanjung Pura dari Genangan Lumpur Pasca Banjir Papuanewsonline.com, Langkat - Pada hari Senin, 29 Desember 2025, Satuan Brigade Mobil (Brimob) Batalyon A Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pembersihan pasca bencana banjir di wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Salah satu lokasi terdampak yang menjadi fokus utama kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 1 Tanjung Pura, yang mengalami dampak cukup signifikan akibat genangan lumpur dan material sisa banjir.SMP Negeri 1 Tanjung Pura merupakan sekolah yang memiliki nilai sejarah tinggi, karena salah satu sekolah tertua dikabupaten langkat. Pada masa kolonial Belanda, sekolah ini merupakan lembaga pendidikan bagi kalangan bangsawan atau petinggi pemerintahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, sekolah tersebut secara resmi ditarik dan dikelola oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1955 hingga saat ini, serta terus berperan penting dalam dunia pendidikan di Tanjung Pura.Kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut telah memasuki hari kelima, dengan fokus membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta fasilitas pendukung lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan maksimal agar lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan. Direncanakan, dalam dua hari ke depan, SMP Negeri 1 Tanjung Pura sudah dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar, menyambut tahun ajaran baru.Bantuan dan keterlibatan Brimob Polda Sumut dalam kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pasca bencana. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi pihak sekolah, para siswa, serta orang tua murid di wilayah Tanjung Pura.Melalui kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut menegaskan komitmen dan semangat pengabdian Polri, dengan menjunjung tinggi prinsip Polri siap membantu dan melayani masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam penanggulangan bencana serta dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada bangsa dan negara. PNO-12 29 Des 2025, 22:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT