logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Apresiasi Negara untuk Prajurit Berprestasi, Menhan Beri Motivasi Penerima KPLB di Timika Papuanewsonline.com, Timika - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan motivasi kepada 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia penerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Timika, Papua Tengah, Jumat (2/1/2025).Pemberian KPLB tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas keberhasilan para prajurit dalam melaksanakan operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat, yang dinilai berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap stabilitas keamanan.Prajurit yang menerima penghargaan tersebut berasal dari Komando Operasi TNI Habema yang menjalankan operasi di sejumlah wilayah rawan, di antaranya Kabupaten Lanny Jaya, Intan Jaya, dan Teluk Bintuni.Dalam pelaksanaan tugasnya, operasi yang dilakukan para prajurit dilaksanakan secara terukur dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, sehingga masyarakat setempat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan lebih tenang.Kenaikan Pangkat Luar Biasa dipandang sebagai amanah moral bagi setiap prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas negara di wilayah penugasan.Selain memberikan motivasi kepada para prajurit, Menteri Pertahanan juga meresmikan Fasilitas Marshalling Area Jenderal Ahmad Yani di Timika sebagai bagian dari upaya penguatan sarana dan prasarana pendukung tugas TNI di Papua.Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan operasional serta mobilitas pasukan dalam menghadapi tantangan geografis dan dinamika keamanan di wilayah Papua.Dalam rangka penguatan struktur dan efektivitas tugas, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan organisasi TNI di Papua sebagai bagian dari strategi jangka panjang.Menutup rangkaian kegiatan, disampaikan pula bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan atas penyempurnaan Komando Operasi Papua yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2026. (GF) 03 Jan 2026, 16:29 WIT
KUHP Nasional dan KUHAP Baru Berlaku Serentak, Indonesia Resmi Tinggalkan Hukum Pidana Kolonial Papuanewsonline.com, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memberlakukan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2024, terhitung mulai Kamis (2/1/2026). Pemberlakuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hukum nasional.Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan bahwa berlakunya kedua undang-undang tersebut menandai berakhirnya penggunaan sistem hukum pidana kolonial yang telah diterapkan lebih dari satu abad di Indonesia.Menurut Yusril, momentum ini sekaligus membuka babak baru penegakan hukum nasional yang lebih modern, manusiawi, dan berkeadilan, serta berakar pada nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari cita-cita besar reformasi hukum nasional.“Pemberlakuan KUHP Nasional dan KUHAP baru hari ini merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kita secara resmi meninggalkan sistem hukum pidana kolonial dan memasuki era penegakan hukum yang lebih manusiawi, modern, dan berkeadilan,” ujar Yusril dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/1/2026).Yusril menjelaskan bahwa KUHAP baru menggantikan KUHAP lama yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, produk hukum era Orde Baru. Meski lahir setelah kemerdekaan, KUHAP lama dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip hak asasi manusia sebagaimana berkembang pasca-amandemen UUD 1945.Pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru merupakan hasil dari proses panjang reformasi hukum pidana yang telah dimulai sejak Reformasi 1998. KUHP lama yang bersumber dari Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie Tahun 1918 dinilai tidak lagi relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia modern karena cenderung represif dan menitikberatkan pidana penjara.KUHP Nasional yang baru mengubah pendekatan pemidanaan dari retributif menjadi restoratif. Tujuan pemidanaan tidak hanya berfokus pada penghukuman pelaku, tetapi juga pemulihan korban, masyarakat, serta pelaku itu sendiri melalui pidana alternatif seperti kerja sosial, rehabilitasi, dan mediasi.Selain itu, KUHP Nasional juga mengakomodasi nilai-nilai lokal, adat, dan budaya Indonesia dalam sistem hukum pidana. Beberapa ketentuan sensitif, termasuk yang berkaitan dengan ranah privat, dirumuskan sebagai delik aduan guna membatasi intervensi negara yang berlebihan.Sementara itu, KUHAP baru memperkuat mekanisme penyidikan, penuntutan, dan persidangan agar lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai aturan pelaksana, termasuk 25 Peraturan Pemerintah dan satu Peraturan Presiden, untuk mendukung masa transisi serta memastikan prinsip non-retroaktif tetap dijalankan.“Pemberlakuan ini bukan akhir, melainkan awal dari evaluasi berkelanjutan. Pemerintah terbuka terhadap masukan masyarakat sipil demi terwujudnya sistem hukum pidana yang adil, manusiawi, dan berdaulat,” pungkas Yusril. (GF) 03 Jan 2026, 00:06 WIT
Maksimalkan Bantuan dengan Kerahkan Alat Berat, Polri Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra Papuanewsonline.com, Sumatra - Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memaksimalkan bantuan dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, Polri telah mengerahkan total 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pengerahan tersebut dilakukan secara terbuka dan terukur untuk membersihkan lumpur dan material banjir, membuka akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.Di wilayah Aceh, alat berat Polri dikerahkan secara luas di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara. Sedikitnya 27 unit alat berat bekerja setiap hari untuk membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, membangun serta memperkuat tanggul sungai, hingga mengamankan harta benda masyarakat. Di sejumlah lokasi, personel Polri bersama warga bahu membahu mengoperasikan alat berat demi mempercepat pemulihan lingkungan tempat tinggal.Sementara itu, di Sumatera Barat, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses nagari dan korong, membersihkan pemukiman dan fasilitas layanan publik, serta memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.Di Sumatera Utara, pengerahan 47 unit alat berat dilakukan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menegaskan bahwa Polri memahami betul beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.“Kami merasakan langsung duka dan kelelahan masyarakat yang rumah, lingkungan, dan akses hidupnya tertimbun lumpur serta material. Polri tidak akan berhenti hingga seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih. Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” ujar Trunoyudo dengan penuh empati.Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kesabaran serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit ini.“Kami sangat salut atas kesabaran, ketabahan, dan kerja sama masyarakat. Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” tambahnya.Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, mengerahkan alat berat dan seluruh kemampuan yang dimiliki, serta memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga, hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar kembali pulih. PNO-12 02 Jan 2026, 21:54 WIT
Polri Lakukan Transformasi Dalam Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Papuanewsonline.com, Jakarta – Perlindungan terhadap perempuan dan anak terus menjadi perhatian serius di tingkat nasional maupun internasional. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak asasi manusia, tetapi juga mencerminkan komitmen negara dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.Di Indonesia, perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas kebijakan pemerintah, seiring masih tingginya kasus kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya yang menimpa kelompok rentan. Dalam konteks tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memegang peran strategis sebagai penegak hukum yang bertugas melindungi, mengayomi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.Sejalan dengan dinamika sosial dan tuntutan reformasi kelembagaan, Polri terus melakukan transformasi dalam penanganan kasus perempuan dan anak. Salah satu tonggak pentingnya adalah pembentukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berorientasi pada perlindungan korban.Komitmen ini juga diperkuat dengan berbagai landasan hukum nasional dan internasional, seperti Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta Undang-Undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Regulasi tersebut menjadi dasar bagi Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif HAM.Di sisi lain, Polri menyadari masih adanya tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk melapor, stigma terhadap korban, hingga perlunya peningkatan kapasitas personel dalam memahami isu gender dan kelompok rentan. Oleh karena itu, Polri secara berkelanjutan melakukan penguatan kapasitas melalui pelatihan, penyusunan SOP, kerja sama lintas lembaga, serta peningkatan kualitas pendidikan internal.Sebagai bagian dari upaya penguatan tersebut, Polri berencana memasukkan Mata Kuliah Perempuan dan Kelompok Rentan ke dalam kurikulum S1 Bintara Polwan yang diselenggarakan di STIK–PTIK. Langkah ini diharapkan dapat membekali para Polwan sejak dini dengan perspektif gender, perlindungan kelompok rentan, serta kemampuan penanganan kasus secara lebih sensitif dan profesional.Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penguatan kurikulum pendidikan merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Polri dalam perlindungan perempuan dan anak.“Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum di hilir, tetapi juga pada penguatan di hulu melalui pendidikan," ujarnya, Jum'at (2/1/2026).Rencana dimasukkannya mata kuliah perempuan dan kelompok rentan dalam kurikulum S1 Bintara Polwan di STIK–PTIK merupakan bentuk komitmen Polri untuk mencetak personel yang profesional, humanis, dan memiliki kepekaan terhadap isu-isu perlindungan kelompok rentan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.Ia menambahkan, melalui penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas personel, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, Polri berharap dapat membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih komprehensif, inklusif, serta berorientasi pada keadilan dan pemulihan korban.Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman, demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif kemanusiaan. PNO-12 02 Jan 2026, 21:37 WIT
Pastikan Malam Tahun Baru Aman, Kapolda dan Forkopimda Maluku Patroli Motor Sisir Titik Rawan Papuanewsonline.com, Ambon - Setelah rangkaian doa bersama lintas agama digelar dalam menyambut tahun baru 2026, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Forkopimda Maluku melanjutkan patroli skala besar menggunakan sepeda motor di kota Ambon.Patroli motor yang dilakukan untuk memastikan masyarakat aman dalam menyambut 2026 ini diikuti oleh Kapolda, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Dankodaeral IX/Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H dan sejumlah petinggi TNI dan Polri. Patroli skala besar tersebut dilepas secara langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dari lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Rabu malam (31/12/2025).Kapolda mengungkapkan, patroli skala besar yang dilakukan selain sebagai bentuk sinergitas TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah, juga untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. "Kita patroli keliling agar masyarakat merasa nyaman. Agar malam tahun baru berjalan aman, lancar, kondusif, tidak ada masyarakat yang mengalami permasalahan, atau mengalami gangguan Kamtibmas, itu harapan kita bersama," ujarnya.Kapolda menegaskan patroli yang dilakukan tidak hanya sekadar pemantauan wilayah, namun bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat menyambut Tahun Baru 2026 berjalan tanpa hambatan.Sepanjang rute patroli, Kapolda dan rombongan memantau kelancaran arus lalu lintas serta sejumlah titik konsentrasi massa di Kota Ambon. Kehadiran aparat TNI-Polri di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa tenang sehingga warga dapat beraktivitas dengan nyaman. “Kami ingin memastikan tidak ada hambatan di lapangan, baik itu kendala lalu lintas maupun gangguan keamanan lainnya. Kehadiran kami di sini adalah bentuk representasi negara untuk melindungi dan melayani masyarakat di momen ini,” tambah Kapolda.Ia mengaku selama pelaksanaan Operasi Lilin Salawaku hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah Maluku secara umum aman dan kondusif.Menurutnya, keamanan yang terjadi merupakan dukungan dan kerjasama semua pihak, termasuk seluruh elemen masyarakat. "Perayaan Natal berjalan aman dan kondusif adalah hasil doa usaha dan kerja sama kita semua termasuk dukungan masyarakat," jelasnya.Berdasarkan pantauan selama patroli, situasi kamtibmas di Kota Ambon dan sekitarnya terpantau aman dan terkendali. Arus mobilisasi masyarakat mengalir lancar berkat kesiapsiagaan personel gabungan yang telah ditempatkan di berbagai titik strategis.Kapolda Maluku juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Sinergitas antara aparat keamanan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama terciptanya suasana damai menyambut fajar tahun 2026 di Bumi Raja-Raja. PNO-12 02 Jan 2026, 16:39 WIT
Kapolda Maluku Ikuti Vicon Bersama Forkopimda, Pantau Situasi Nasional Malam Pergantian Tahun Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menghadiri kegiatan Video Conference (Vicon) dalam rangka pemantauan pengamanan malam pergantian tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kediaman Gubernur Maluku, kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, Rabu (31/12/2025) malam.Vicon dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Jakarta, didampingi Menkopolhukam RI, Panglima TNI, serta jajaran Kementerian terkait. Agenda ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran kewilayahan dalam menjaga situasi Kamtibmas di seluruh penjuru Indonesia agar tetap kondusif.Dalam pemantauan secara virtual tersebut, Kapolda Maluku hadir bersama unsur pimpinan daerah lainnya sebagai bentuk soliditas TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi Maluku. Hadir Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, DanKoderal IX Ambon, Kabinda Maluku, ⁠Danlanud Patimura Ambon, Wakapolda Maluku, ⁠Danrem 151 Binaiya, Perwakilan Kajati Maluku, Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, As Ops Kodam XV/Pattimura, Plh. Sekda Provinsi Maluku dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.Kapolda Maluku melalui Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K menyampaikan, vicon yang dilakukan menjadi sarana instruksi strategis dari pusat guna memastikan parameter keamanan terpenuhi di setiap daerah."Bapak Kapolda menekankan bahwa koordinasi malam ini adalah instruksi langsung dari Bapak Kapolri untuk menjamin kenyamanan masyarakat saat merayakan malam pergantian tahun. Kami di Maluku telah memetakan titik-titik keramaian dan menyiagakan personel gabungan guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan," ungkapnya.Dalam laporannya, Kapolda Maluku menegaskan secara umum situasi keamanan di 11 Kabupaten/Kota di Maluku berada dalam kondisi aman dan terkendali. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu menciptakan iklim yang sejuk bagi masyarakat Maluku dalam menyambut tahun baru 2026. PNO-12 02 Jan 2026, 16:23 WIT
Respons Cepat Polres Malra Menangkap Pelaku Pengancaman Senjata Tajam di Malam Tahun Baru Papuanewsonline.com, Malra - Respons cepat jajaran Kepolisian Resor Maluku Tenggara (Polres Malra) berhasil mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Seorang pemuda berinisial M.B alias Musa diamankan petugas setelah diduga melakukan pengancaman terhadap pengguna jalan dengan menggunakan senjata tajam.Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim Polres Malra Iptu Barry Talabessy, S.Pd., S.H., M.H., dalam keterangan pers pada Kamis (1/1/2026) pukul 15.00 WIT, mengungkapkan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari pengamanan intensif malam pergantian tahun.Kapolres menjelaskan, kejadian bermula pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026 sekitar pukul 03.30 WIT, saat personel Polres Maluku Tenggara tengah melaksanakan patroli dan pengamanan perayaan Tahun Baru di kawasan Landmark Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kei Kecil. Petugas menerima laporan masyarakat mengenai adanya seorang pemuda dalam kondisi mabuk yang menghadang serta mengancam pengguna jalan dengan senjata tajam.“Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota patroli langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di TKP, petugas mendapati terduga pelaku M.B alias Musa dalam keadaan mabuk dan sedang melakukan pengancaman sambil menggenggam sebilah pisau berbentuk sangkur,” ujar AKBP Rian Suhendi.Dengan tindakan cepat, terukur, dan profesional, petugas berhasil membekuk serta mengamankan pelaku beserta barang bukti senjata tajam. Selanjutnya, terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.Berdasarkan hasil penyidikan, M.B alias Musa diduga melanggar ketentuan hukum terkait kepemilikan dan membawa senjata tajam tanpa izin. Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 tentang Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen (Staatsblad 1948 Nomor 17), dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun.Kapolres menegaskan bahwa Polres Maluku Tenggara berkomitmen penuh menjaga stabilitas kamtibmas dan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, khususnya yang melibatkan penggunaan senjata tajam.“Polres Maluku Tenggara akan terus konsisten dalam penegakan hukum demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menekan peredaran minuman keras, karena miras menjadi salah satu faktor dominan pemicu aksi kekerasan,” tegas Kapolres.Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak membawa atau menggunakan senjata tajam ilegal karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta mengharapkan dukungan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.Kecepatan respons Polres Maluku Tenggara dalam menangani kasus pengancaman bersenjata tajam di malam pergantian tahun menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Langkah cepat ini tidak hanya mencegah terjadinya korban jiwa, tetapi juga menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman di momen krusial perayaan Tahun Baru.Penegakan hukum yang tegas, disertai imbauan preventif terkait pengendalian minuman keras dan larangan membawa senjata tajam, merupakan strategi penting dalam menekan angka kekerasan. Sinergi berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Maluku Tenggara. PNO-12 02 Jan 2026, 16:13 WIT
Aksi Humanis Polisi, Punguti Sampah Usai Perayaan Tahun Baru di Yogyakarta Papuanewsonline.com, Yogyakarta - Personel Polresta Yogyakarta melakukan pembersihan sampah usai pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis (1/1/2026) dini hari. Aksi tersebut terekam dan mendapat perhatian luas masyarakat.Sejumlah personel kepolisian tampak memunguti sampah yang berserakan di sepanjang kawasan Titik Nol KM. Sampah tersebut merupakan sisa aktivitas masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun di lokasi tersebut.Pembersihan dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian anggota Polri terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus untuk mempersiapkan pembukaan kembali akses lalu lintas yang sebelumnya ditutup selama perayaan berlangsung.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, tindakan tersebut mencerminkan sikap humanis dan tanggung jawab anggota Polri di lapangan, tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.“Personel di lapangan secara spontan melakukan pembersihan karena melihat kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah. Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan fasilitas umum yang digunakan masyarakat,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menjelaskan, pembersihan sampah juga dilakukan mengingat sejumlah ruas jalan di sekitar Titik Nol KM akan segera dibuka kembali untuk aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Senopati, Jalan KHA Dahlan, Jalan Margo Mulyo, dan Jalan Trikora.“Setelah area dinilai cukup bersih dan aman, petugas dari Satuan Lalu Lintas langsung membuka kembali akses jalan agar dapat digunakan oleh masyarakat,” lanjutnya.Sebelumnya, kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi salah satu titik favorit warga dan wisatawan untuk merayakan malam pergantian tahun. Ribuan orang memadati area tersebut hingga dini hari, sehingga menyisakan cukup banyak sampah di lokasi.Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan ruang publik. PNO-12 02 Jan 2026, 15:45 WIT
Polda Maluku: Pengamanan Malam Pergantian Tahun 2026 Berjalan Lancar Papuanewsonline.com, Ambon – Pengamanan malam ganti tahun 2026 berlangsung sukses. Ini setelah situasi kamtibmas di wilayah Maluku terpantau aman dan kondusif.Demikian disampaikan Kamin Operasi Lilin Salawaku 2025, AKBP Umar Sahupala, saat memimpin apel konsolidasi yang berlangsung di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Kamis (1/1/2026)."Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas pengamanan malam pergantian tahun dengan baik dan penuh tanggung jawab," kata AKBP Umar Sahupala dalam arahannya.Secara umum, Sahupala mengaku situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama malam pergantian tahun terpantau aman dan kondusif.“Alhamdulillah, pengamanan malam pergantian Tahun Baru berjalan aman dan lancar sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.Lebih lanjut, Sahupala menekankan kepada seluruh personel agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Ia menginstruksikan agar pengamanan terus dilakukan, khususnya terhadap masyarakat yang melaksanakan ibadah, serta meningkatkan patroli di tempat-tempat wisata dan pusat perbelanjaan.“Laksanakan pengamanan kepada masyarakat yang beribadah, tingkatkan patroli di lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, serta berikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat,” tegasnya.Mengakhiri arahannya, Kamin Ops Lilin Salawaku 2025 tersebut menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Maluku.“Selamat Tahun Baru 2026. Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae,” pungkasnya. PNO-12 02 Jan 2026, 15:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT