logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA Pendidikan & Kesehatan Homepage
Peringati Hari Anak Nasional, KOHATI Mimika Dukung Anak Papua Cerdas & Berkarakter Papuanewaonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Korps HMI‑Wati (KOHATI) Cabang Persiapan Mimika menyelenggarakan kegiatan bertajuk “KOHATI Goes to School”. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan masa depan anak‑anak di wilayah Papua.Kegiatan yang berlangsung penuh keceriaan ini diisi dengan beragam lomba yang mendidik, permainan yang mengasah kemampuan, serta penyuluhan ringan namun bermakna. (5/7/26) Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menempuh pendidikan, menjaga kebersihan diri, membangun karakter yang baik, hingga pemahaman tentang perlindungan hak‑hak anak. Pendekatan yang menyenangkan dirancang agar anak‑anak tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh percaya diri dan bersemangat ke sekolah.Ketua KOHATI Cabang Persiapan Mimika menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen membangun generasi muda Papua yang cerdas, sehat, berkarakter kuat, dan terlindungi. “Anak‑anak adalah investasi paling berharga bagi masa depan bangsa. Lewat kegiatan sederhana ini, kami ingin hadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan memotivasi mereka agar berani bermimpi tinggi serta tekun mengejar cita‑cita,” ujarnya.KOHATI juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan para orang tua untuk bersatu menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung sepenuhnya tumbuh kembang anak. Hal ini penting demi membangun generasi penerus yang tangguh menuju Indonesia Emas tahun 2045.Penulis: JidEditor: OF 05 Jul 2026, 22:00 WIT
Bersama PTFI, Pemkab Mimika Siap Bangun Kembali Sekolah Waa Banti, Lokasi Masih Dibahas Papuanewaonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Divisi Hubungan Pemerintah PT Freeport Indonesia bersiap membangun kembali gedung SD dan SMP satu atap di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura. Bangunan ini sebelumnya hangus dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata pada tahun 2018 lalu.Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika, Petrus Cahyono Balubun, menyampaikan hal itu usai survei bersama pihak PTFI dan Kepala Distrik Tembagapura pada Jumat (3/7/2026). Namun muncul aspirasi dari tokoh masyarakat yang menolak pembangunan di lokasi lama dan mengusulkan pemindahan ke Kampung Opitawak atau Banti 2. Pemerintah Distrik dijadwalkan segera menggelar musyawarah warga untuk menentukan titik yang paling tepat.Selain gedung sekolah, pihaknya juga meninjau rumah dinas guru yang saat ini masih ditempati tenaga kesehatan. PTFI berkomitmen merenovasi dua unit bangunan tersebut agar layak digunakan pengajar. Dinas Pendidikan berencana mengirim lima orang guru, Kepala TK, dan Kepala SD lebih dulu sebelum pembangunan dimulai.Petrus juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Polres Mimika khususnya Polsek Tembagapura yang selama ini memfasilitasi kegiatan belajar mengajar anak-anak di wilayah konflik, terutama bagi siswa dari Kampung Kimbeli. Dukungan tersebut menjadi penopang penting agar proses pendidikan tidak terhenti meski dalam kondisi sulit.Penulis: JidEditor: OF 04 Jul 2026, 11:56 WIT
BRIDA dan Uncen Gelar FGD Kajian Sosial Budaya untuk Review Masterplan Pengelolaan Tailing di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Sosial Budaya Mendukung Skema Pengangkutan Limbah Tailing di Kabupaten Mimika, Jumat (3/7/2026).Kegiatan ini merupakan bagian dari proses review Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Bumi Tembaga Indonesia (BTI) yang telah disusun sejak tahun 2002. Peninjauan kembali dilakukan untuk menyesuaikan masterplan dengan perkembangan regulasi, penataan ruang, pembangunan wilayah, serta kondisi terkini di Kabupaten Mimika.Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, mengatakan proses review masterplan pada tahun 2026 dilakukan melalui kajian yang komprehensif dengan melibatkan perguruan tinggi."Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing telah disusun sejak tahun 2002. Seiring perkembangan berbagai kebijakan dan kondisi daerah, sejumlah aspek dalam masterplan tersebut sudah tidak lagi sepenuhnya sesuai sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali," ujarnya.Menurut Darius, terdapat dua aspek utama yang menjadi fokus kajian. Aspek teknis dikerjakan melalui kerja sama dengan Universitas Yapis Papua yang melibatkan akademisi, termasuk dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara aspek sosial budaya dipercayakan kepada Universitas Cenderawasih."Melalui FGD ini kami ingin menghimpun berbagai masukan, data, pandangan, dan saran dari seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan masterplan. Pengelolaan tailing tidak hanya dilihat dari sisi teknis dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kehidupan sosial budaya masyarakat yang terdampak," katanya.Ia berharap proses review dapat segera diselesaikan sehingga hasilnya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan tailing di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Cenderawasih, BRIDA Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, perangkat daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.Menurutnya, pengelolaan dan pemanfaatan tailing merupakan isu strategis karena tidak hanya menyangkut aspek teknis, lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial budaya masyarakat."Review masterplan ini tidak boleh hanya dilihat dari sisi pemanfaatan material atau nilai ekonominya saja. Kita harus memastikan setiap kebijakan memperhatikan kondisi masyarakat, hak-hak masyarakat adat, ruang hidup, nilai budaya, kearifan lokal, serta dampak sosial yang mungkin timbul," tegasnya.Abraham menambahkan Pemerintah Kabupaten Mimika menginginkan pemanfaatan tailing dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, namun tetap dilakukan secara hati-hati, terukur, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.Ia juga menekankan empat hal penting dalam penyusunan masterplan, yakni mengutamakan kepentingan masyarakat lokal dan masyarakat adat, mengarahkan pemanfaatan tailing untuk mendukung pembangunan daerah dan membuka peluang ekonomi, menjadikan aspek sosial budaya sebagai bagian utama dalam perumusan kebijakan, serta mendorong seluruh organisasi perangkat daerah bekerja secara terpadu agar rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti dalam program maupun regulasi."Saya berharap hasil FGD ini menjadi bahan penting dalam penyempurnaan masterplan sehingga aspek sosial budaya benar-benar mendapat perhatian. Jangan sampai kebijakan pembangunan mengabaikan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan," pungkasnya.Penulis: BimEditor: OF 03 Jul 2026, 21:37 WIT
Wakapolri Resmikan Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri Papuanewsonline.com, Lembang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. Revitalisasi ini memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu, dan penguatan spiritual bagi peserta didik.Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibangun secara instan.“Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT.”Menurut Wakapolri, pendidikan kepolisian harus memadukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Ia menekankan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pembangunan peradaban.“Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat.”Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim menginternalisasikan semangat “Impossible is Nothing” dengan meneladani kegigihan seluruh personel yang mampu tampil optimal termasuk personel penyandang disabilitas dalam rangkaian Hari Bhayangkara Ke-80.Selain itu, ia menegaskan reformasi pendidikan Polri melalui penerapan meritokrasi, pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool, penyempurnaan kurikulum, serta pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital untuk mempersiapkan pemimpin Polri yang adaptif menghadapi tantangan masa depan.Peresmian revitalisasi masjid turut diisi kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia mengapresiasi komitmen Polri dalam memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah.“Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas.”K.H. Aang Ridwan berharap Polri terus menjaga keutuhan NKRI, melanjutkan reformasi ke arah yang lebih baik, serta semakin dicintai masyarakat.Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi, tetapi juga melalui penguatan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan yang berlandaskan integritas serta pengabdian kepada masyarakat. PNO-12 02 Jul 2026, 22:21 WIT
Dinkes Mimika Gelar Workshop Penanganan Filariasis, Perkuat Pencegahan Sejak Dini Papuanewsonline.com, Mimika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Tatalaksana Kasus Kronis Filariasis di Hotel Grand Tembaga pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari 26 puskesmas serta perwakilan tiga rumah sakit se-Kabupaten Mimika, dengan narasumber dari Kementerian Kesehatan yang hadir secara daring. Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, dr. Sisma HL, menyampaikan bahwa meskipun saat ini tercatat hanya dua kasus kronis, hal tersebut tidak boleh dianggap remeh.  Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas sangat diperlukan, termasuk dalam hal pencatatan, pelaporan yang akurat, serta penanganan yang tepat di setiap wilayah kerja puskesmas. Salah satu tantangan yang dibahas adalah pengambilan sampel darah yang biasanya dilakukan malam hari, yang sering membuat warga merasa terganggu.  Menanggapi hal itu, kini tersedia alat uji cepat atau RDT yang dapat dipakai pada siang hari. Masyarakat diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan demi mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk ini. Dr. Sisma menegaskan bahwa kunci utama pencegahan adalah Pola Hidup Bersih dan Sehat. Oleh karena itu, petugas promosi kesehatan dilibatkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.  Pemerintah juga mengimbau warga segera berobat jika mengalami pembengkakan pada kaki atau lengan, serta mendukung program pengobatan massal yang dilaksanakan petugas.   Penulis: Jid Editor: GF   01 Jul 2026, 21:54 WIT
Perluas Akses Kesehatan Di Papua, Pemerintah Gelar Layanan Gratis dan Pengobatan Massal Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat Papua melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan massal, dan kegiatan donor darah di Jayapura. Langkah ini merupakan bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan layanan kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan warga. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi prioritas utama sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kondisi kesehatan yang baik adalah fondasi utama agar masyarakat dapat tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan berdaya saing tinggi. “Kegiatan seperti pengobatan massal tidak hanya memudahkan warga mendapatkan pengobatan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini penyakit. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih parah,” jelasnya. Program ini juga bertujuan memperkecil kesenjangan akses kesehatan serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengapresiasi antusiasme warga yang ikut serta dalam donor darah. Ia mengingatkan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki nilai besar untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Keberhasilan layanan ini, katanya, sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan aktif masyarakat.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:32 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen, orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah selesai dilakukan.  “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.  “Anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT