Papuanewsonline.com
Heboh! Rp8,1 Miliar Dana KPU Mimika Raib, Bayar Brosur Rp3 Miliar Ditransfer ke 5 Rekening
Audit: Rp5,5 Miliar Pengadaan KPU Mimika Tak Dapat Diyakini, Bayar ke Rekening Pribadi
Audit Temukan 30 Pengadaan KPU Mimika Tanpa HPS, 1 Kontrak Rp2,8 M Dipertanyakan
Audit Temukan 30 Pengadaan KPU Mimika Tanpa HPS, 1 Kontrak Rp2,8 M Dipertanyakan
"Tong Masih di Sini": Kreativitas Anak Muda Papua Berkumpul di Papua Kreatif
Gema Papua 2026: Kreativitas Anak Muda Ubah Budaya Jadi Peluang Ekonomi
Kontak Tembak Di Tolikara, Pemuda Palopo Tertembak di Kompleks Pertamina Lama
Kobarkan Nasionalisme, Polres Merauke Ikuti Pawai Obor HUT RI ke-81
Menembus Batas Alam Ugimba: Koops TNI Habema Hadirkan Kembali Negara di Bawah Kaki Gunung Cartenz
Bareskrim Polri Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Aliansi Pemuda Amungsa Minta Dinas Pendidikan Perhatikan Sekolah PKBM Di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang selama ini telah berperan aktif memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.Dalam pernyataan sikapnya, APA menilai bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk sektor pendidikan harus dimanfaatkan sesuai dengan tujuan dan peruntukannya, termasuk melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.Menurut APA, salah satu lembaga yang patut mendapat perhatian adalah Yayasan PKBM di SP2 Jalur 5, Distrik Mimika Baru, yang telah memberikan pendidikan kepada anak-anak dari tujuh suku di Kabupaten Mimika, terutama anak-anak Amungme dan Kamoro yang berasal dari keluarga kurang mampu.Oleh karena itu, APA meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar segera turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut dan memberikan dukungan nyata melalui bantuan fasilitas pendidikan serta program pembinaan yang berkelanjutan.Aliansi Pemuda Amungsa meyakini bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak sekaligus menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Papua yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menghadapi masa depan yang lebih baik.Melalui pernyataan sikap tersebut, APA berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap lembaga pendidikan nonformal yang telah berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Mimika."Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Mimika."Penulis: JidEditor: OF
18 Jul 2026, 08:51 WIT
Hadapi Era Green Shipping, STIP Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global
Papuanewsonline.com, Jakarta – Industri pelayaran dunia tengah mengalami transformasi besar. Digitalisasi kapal, otomatisasi sistem navigasi, penerapan teknologi rendah emisi, hingga target dekarbonisasi menuntut lahirnya sumber daya manusia maritim yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjawab tantangan keberlanjutan.Menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia meluluskan dan melepas 1.735 sumber daya manusia maritim di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Lulusan terdiri atas 361 lulusan Program Diploma IV dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta 1.374 peserta Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat I sampai V. Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan industri pelayaran nasional maupun internasional yang terus berkembang.Mewakili Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan bahwa perubahan lanskap industri pelayaran global menuntut hadirnya SDM yang mampu menguasai teknologi sekaligus menjunjung tinggi keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan."Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Di tengah pesatnya transformasi industri pelayaran global, mulai dari digitalisasi, pemanfaatan teknologi cerdas, peningkatan standar keselamatan, hingga penerapan efisiensi energi dan perlindungan lingkungan, sektor maritim dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, lulusan STIP harus mampu menjadi insan maritim yang profesional, adaptif, dan memiliki daya saing global," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan kualitas SDM merupakan faktor strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan pendidikan dan pelatihan maritim yang selaras dengan kebutuhan industri melalui pembaruan kurikulum, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi yang erat dengan dunia usaha dan dunia industri.Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Suharto, menegaskan bahwa transformasi sektor transportasi hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi perubahan."BPSDMP terus melakukan transformasi pendidikan vokasi transportasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sektor transportasi. Penguatan kompetensi, karakter, serta kolaborasi dengan mitra industri dan institusi internasional akan terus menjadi prioritas kami dalam membangun SDM transportasi Indonesia yang berdaya saing global," katanya.Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perhubungan, STIP Indonesia telah menerapkan sistem pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri. Taruna tidak hanya memperoleh pembelajaran di kelas, tetapi juga menjalani praktik di simulator, laboratorium, praktik berlayar di kapal niaga, hingga magang di perusahaan pelayaran dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).Ketua STIP Indonesia, Tri Cahyadi, mengatakan bahwa perubahan kebutuhan industri menjadi dasar utama dalam penyusunan sistem pembelajaran di STIP."Industri pelayaran membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami standar internasional, sekaligus memiliki karakter dan integritas yang kuat. Karena itu, STIP terus memperkuat proses pembelajaran melalui pendekatan Outcome-Based Education, peningkatan kualitas praktik, serta memperluas kerja sama internasional agar lulusan memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.Komitmen tersebut tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih STIP Indonesia. Pada tahun 2026, STIP memperoleh Akreditasi Internasional Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) untuk bidang Engineering Technology and Similarity Named Programs. Selain itu, STIP aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan maritim dunia, di antaranya World Maritime University (Swedia), Hochschule Flensburg University of Applied Sciences (Jerman), Jimei University (Tiongkok), Korea Maritime and Ocean University, serta berbagai organisasi maritim internasional melalui program pertukaran mahasiswa, dosen, pelatihan internasional, hingga pengembangan kompetensi di bidang dekarbonisasi pelayaran dan antikorupsi maritim.Mengusung tema "Navigating the Future: Seafarers as the Leaders in Maritime Technology and Guardians of the Environment", STIP menegaskan komitmennya dalam menyiapkan perwira transportasi laut yang mampu memimpin transformasi teknologi maritim sekaligus menjadi penjaga keberlanjutan lingkungan.Dengan bertambahnya 1.735 lulusan baru pada tahun ini, Indonesia semakin memperkuat ketersediaan SDM maritim yang profesional dan berdaya saing global. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri pelayaran nasional, memperkuat keselamatan pelayaran, serta menjawab kebutuhan tenaga profesional di tengah transformasi menuju industri maritim yang lebih digital, efisien, dan ramah lingkungan.Penulis: JidEditor: OF
16 Jul 2026, 21:47 WIT
Warga Kritik Kinerja Kadisdik Mimika: Jangan Hanya Duduk di Ruangan Ber-AC
Papuanewsonline.com, Timika, – Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, mendapat kritikan dari warga. Kritik tersebut dilayangkan terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan minimnya pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Mimika.Warga Mimika, Pogi Welerubun, menilai Kepala Dinas Pendidikan belum maksimal turun ke lapangan untuk melihat langsung persoalan yang terjadi di sekolah. Menurutnya, pejabat pendidikan tidak cukup hanya bekerja dari balik meja."Kepala dinas itu harus jeli, harus turun. Jangan terlalu banyak duduk di dalam ruangan ber-AC lalu berpangku tangan. Turun langsung ke lapangan, lihat," kata Pogi saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (16/7/2026).Soroti Penerimaan Siswa di SMA Negeri 6 TimikaPogi secara khusus menyoroti proses penerimaan siswa baru di SMA Negeri 6 Timika. Ia menemukan adanya siswa dari luar zona yang diterima, sementara warga yang berdomisili di sekitar Pasar Sentral dan Nayaro justru ditolak."Harusnya didahulukan yang di seputaran situ dulu. Baru bisa terima dari SP 13, SP 12, Mapurujaya. Bukan langsung serobotan saja masuk. Itu kepala dinas harus lihat hal-hal seperti begitu," ujarnya.Ia khawatir, jika Dinas Pendidikan berdiam diri, proses penerimaan siswa rawan terjadi praktik kolusi dan pungutan liar."Kalau dibiarkan, penerimaan bisa berdasarkan kedekatan atau uang," kata dia.Antrean Formulir dan Dugaan PungutanSelain masalah zonasi, Pogi juga menyoroti proses pembagian formulir pendaftaran yang dinilai tidak tertib dan tidak transparan.Menurutnya, orang tua siswa harus mengantre sejak pukul 04.00 WIT tanpa adanya sistem nomor antrean yang jelas."Guru-guru bagi formulir itu kadang lihat orang, keluarganya, baru dia kasih. Sementara orang antre dari jam 4 pagi sampai jam 9 lewat untuk dapat formulir. Itu rebutan seperti orang rebutan sembako. Tidak dibikin nomor antrean," tuturnya.Pogi juga menyinggung masih adanya dugaan pungutan biaya pendaftaran, padahal Pemerintah Kabupaten Mimika telah mencanangkan program sekolah gratis."Selama ini mungkin ada keluhan-keluhan dari sekolah-sekolah. Masalah pendidikan, ada yang gratis, ada yang masih dibayar dengan pungutan-pungutan seperti daftar mesti dibayar," tegasnya.Ia berharap Kepala Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan turun langsung memantau kondisi sekolah agar sistem pendidikan di Mimika berjalan adil dan transparan.Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, belum berhasil dikonfirmasi.Penulis: HendrikEditor. : Gf
16 Jul 2026, 14:51 WIT
Seperti Apa Pergaulan Anak di Boarding School? Ini Faktanya
Papuanewsonline.com, Mimika - “Pergaulan di asrama seperti apa?”, pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan setiap orang tua yang mempertimbangkan boarding school. Jawabannya bergantung pada sistem sekolah. Di boarding school yang baik, pergaulan didesain: teman sekamar dirotasi, konflik dimediasi, dan aktivitas bersama membangun ikatan yang sehat. Untuk lebih detailnya, Anda bisa baca penjelasannya di artikel ini. Pertanyaan Paling Sering: Bagaimana Pergaulan di Asrama?Pengertian boarding school selama ini selalu erat stigmanya dengan sistem yang teratur dan aman bagi siswa. Tidak heran jika pergaulan juga menjadi concern ketika anak sekolah. Apalagi di beberapa asrama bisa terjadi perundungan yang akhirnya memberikan kejadian traumatis bagi siswa. Tetapi, perlu ditekankan, “tidak semua sekolah”, melainkan hanya “beberapa sekolah yang sistem pendidikannya tidak terkontrol dengan baik”. Berbeda dengan sistem asrama di Boarding School yang justru sistem pengawasan dilakukan oleh pembina asrama dan pembina akademik hingga 24 jam. Dengan begitu, anak tetap terkontrol dan bila terjadi konflik, bisa segera dimediasi oleh pembina asrama maupun guru di sekolah. Sistem yang Membentuk Pergaulan PositifBanyak sistem dan kegiatan di asrama yang tanpa disadari sebenarnya dapat membentuk pergaulan positif antar sesama, misalnya:1. Rotasi Teman SekamarSetiap 3 atau 6 bulan sekali, setidaknya harus ada rotasi kamar, agar siswa tidak berteman dengan orang yang sama dalam setiap periode. Ini juga mengajarkan mereka agar bisa beradaptasi dengan berbagai karakter sebelum menghadapi dunia luar. Secara tidak langsung, tentunya akan memperluas relasi sosial siswa. 2. Kegiatan Bersama: Olahraga, Ibadah, Study GroupIbadah tidak hanya berupa kegiatan spiritual biasa, namun dibaliknya ada momen kebersamaan terutama jika dijalankan bersama-sama. Begitu juga dengan kegiatan lainnya seperti olahraga dan study group. Interaksi yang terjadi jauh lebih positif dan juga terjaga. 3. Peran Pembina dalam Mediasi KonflikSecara teknis, pembina juga bertanggungjawab menjadi penengah dan pembimbing siswa terutama ketika terjadi konflik antar siswa. Pembina akan mengarahkan penyelesaian dengan cara baik-baik dan menjadikannya sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Nilai yang Tumbuh dari Kehidupan KomunalHidup bersama dalam 24 jam memang bukan hal yang mudah, terutama menghadapi orang dengan karakter berbeda. Namun, bukan soal itu, melainkan kita harus melihat nilai-nilai yang tumbuh setelah kebersamaan tersebut. Toleransi, Empati, dan Kerja SamaContohnya, toleransi, empat, dan kerjasama. Karena hidup dengan latar belakang dan kebiasaan berbeda, maka kita akan belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Artinya, mengajarkan kita untuk bersikap toleransi. Begitu juga ketika teman merasa kesulitan, siswa akan belajar untuk memahami perasaannya atau bersikap empati dan membantu mereka. Dengan kebersamaan yang dilakukan setiap harinya, maka tumbuhlah sikap tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama daripada pribadi.Contoh: Kehidupan Sosial di SMA DwiwarnaNah, contoh kehidupan sosial di SMA Dwiwarna kurang lebih hampir sama dengan penjelasan sebelumnya. Sekolah ini juga menjalankan rangkaian kegiatan bersama-sama, mulai dari ibadah bersama di masjid, belajar kelompok di asrama, kegiatan keolahragaan, hingga keterlibatan pembina sebagai orang tua kedua di asrama. Rutinitas harian yang dilakukan siswa bersama-sama di asrama seperti piket harian, jadwal harian, makan bersama, dan kegiatan lainnya juga membentuk rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial yang sangat kuat. Kegiatan bareng siswa di asrama bisa dilihat di TikTok @smadwiwarna, sedangkan cerita kehidupan asrama melalui Instagram @sma_dwiwarna.Tanda Boarding School dengan Lingkungan Sosial yang SehatMenilai lingkungan sosial itu sehat atau tidaknya bisa dinilai dari hubungan siswa dan pembina yang lebih terbuka, tidak ada kelompok yang mendominasi/ mengucilkan satu sama lain, siswa mudah beradaptasi, siswa diajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik-baik, banyak kegiatan positif, suasana belajar selalu kondusif dan tetap suportif meski tengah berkompetisi, interaksi antara siswa sangat natural, dan siswa terlihat sangat percaya diri dan aktif untuk berteman dengan siapa saja. Oleh karena itu, bagi orang tua, sebelum menentukan pilihan sekolah, memahami pengertian boarding school sangat penting agar tahu bedanya dengan sekolah reguler. Perlu dicatat juga, bahwa sistem boarding school yang baik tentu akan menjaga pergaulan siswa-siswanya selama di sekolah. Sebab itu, orang tua harus riset mendalam lagi terkait sekolah tujuannya. Untuk informasi seputar SMA Dwiwarna, Anda bisa mengunjungi laman resmi websitenya.Editor: OF
15 Jul 2026, 13:27 WIT
Mimika Miliki Payung Hukum Air Bersih: Draf Ranperda Diserahkan UNICEF, Jamin Layanan Berkelanjutan
Papuanewsonline.com, Mimika - Sebuah tonggak sejarah baru terukir di lantai dua Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Selasa pagi. Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi menerima penyerahan draf Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dari UNICEF Papua. Langkah krusial ini menjadi kunci masa depan layanan air bersih dan sanitasi bagi ratusan ribu warga, sekaligus melengkapi pengelolaan infrastruktur yang selama ini dibangun PT Freeport Indonesia dan jaringan PDAM yang melayani 14 ribu sambungan, namun belum memiliki landasan hukum yang jelas. (14/7/26) Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, jajaran pimpinan daerah, Ketua BAPEMPERDA DPRK Mimika Iwan Anwar, perwakilan UNICEF Papua, PT Freeport Indonesia, serta berbagai mitra pembangunan. Selama enam bulan terakhir, sejak Januari 2026, penyusunan draf ini dilakukan melalui diskusi mendalam, konsultasi dengan lima direktorat di berbagai kementerian terkait, serta melibatkan partisipasi masyarakat guna memastikan aturan yang dihasilkan kuat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.Perwakilan UNICEF Papua, Reza, menegaskan bahwa air bersih dan sanitasi adalah hak asasi manusia yang diakui dunia internasional.“Infrastruktur saja tak cukup, layanan ini ibarat tubuh yang butuh tulang, ia butuh regulasi, kelembagaan yang jelas, dan sistem pendanaan yang kuat agar tetap hidup dan bermanfaat selamanya,” ujarnya. Draf ini disusun agar Mimika memiliki landasan yang setara dengan kota-kota maju di Indonesia, sehingga pengelolaan air dapat berjalan secara profesional dan mandiri.Wakil Bupati Emanuel Kemong menyambut langkah ini dengan penuh antusiasme, menekankan pentingnya sinergi semua pihak demi mewujudkan Mimika yang sehat dan bersih. Sementara itu, Ketua BAPEMPERDA Iwan Anwar menegaskan keseriusan DPRK untuk segera membahas dan mengesahkan draf ini tahun ini juga, meskipun padat agenda. Ia menyoroti kondisi sumur yang mulai tercemar di beberapa wilayah, serta menekankan agar lembaga pengelola nantinya dikelola oleh putra daerah yang berkompeten demi menjaga kepentingan warga selamanya.Penyerahan dokumen ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah nyata menjamin masa depan warga. Dengan payung hukum yang kokoh, kekayaan sumber daya alam Mimika kini disertai pula jaminan pelayanan dasar yang layak, beradab, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang secara berkelanjutan.Penulis: JidEditor: OF
15 Jul 2026, 09:05 WIT
Resmi Dibuka! MTQ I Papua Tengah di Mimika, Lahirkan Generasi Qurani & Perkuat Persatuan
Papuanewsonline.com, Mimika – Musabaqah Tilawatil Quran Pertama Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka secara megah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (14/7/2026). Ajang bersejarah ini berlangsung selama tiga hari hingga 16 Juli 2026, dibuka secara simbolis oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Ukkas didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong serta para pemimpin daerah. Kegiatan perdana ini diikuti kafilah dari tujuh kabupaten: Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, dan Puncak Jaya.Mengusung tema “Al-Quran di Hati, Harmoni di Bumi”, MTQ ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya membangun karakter berlandaskan nilai luhur serta menjaring qari dan qoriah terbaik untuk mewakili daerah di ajang nasional bulan September mendatang.Berbagai cabang dipertandingkan, mulai dari seni baca Al-Quran, hafalan, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah. Semangat kegiatan ini selaras dengan semboyan Mimika: Eme Neme Yauware, Bersatu Bersaudara Kita Membangun.Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyambut hangat kehadiran seluruh peserta dan menyebut momentum ini bersejarah bagi Provinsi Papua Tengah. “Ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan. Mari jadikan ajang ini untuk memperkuat kecintaan pada Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ujarnya. Ia berpesan agar peserta berlomba dengan akhlak mulia, dan dewan hakim bekerja secara adil serta transparan.Staf Ahli Gubernur Ukkas menegaskan pembangunan Papua Tengah tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun manusia yang cerdas dan berkarakter. “Nilai Al-Quran tentang keadilan, kasih sayang, dan kedamaian adalah fondasi kerukunan di tengah keberagaman suku dan budaya kita,” tegasnya. Harapannya, semangat luhur ini terus terjaga agar daerah senantiasa aman, damai, dan harmonis menuju masa depan yang cerah.Penulis: JidEditor: OF
15 Jul 2026, 09:02 WIT
Pawai Ta’aruf MTQ I Papua Tengah Dibuka Meriah, Simbol Persatuan Delapan Kabupaten
Papuanewsonline.com, Mimika – Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Emanuel Kemong, secara resmi melepas Pawai Ta’aruf pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Pertama Tingkat Provinsi Papua Tengah. Acara berlangsung meriah di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Selasa (14/7/2026), diikuti kafilah dari delapan kabupaten se-Papua Tengah: Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Para peserta tampil memadukan busana muslim dan kekayaan busana adat masing-masing daerah.Emanuel menyampaikan selamat datang yang tulus kepada seluruh kafilah, dewan hakim, peserta, dan tamu undangan yang telah hadir di tanah Mimika. Ia menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah MTQ pertama ini adalah amanah besar yang harus dijalankan penuh tanggung jawab. “Kehadiran saudara-saudara kita dari berbagai pelosok menunjukkan kesiapan kita bersama untuk menyatukan hati dalam kasih sayang Al-Qur’an,” ujarnya hangat. Pawai ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol nyata persatuan dan ukhuwah Islamiyah. “Keragaman suku, budaya, dan bahasa bukan penghalang, melainkan kekuatan besar yang dianugerahkan Tuhan untuk kita rawat bersama,” tegas Emanuel. Tema yang diusung, “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, mengajak menyelaraskan nilai-nilai suci Al-Qur’an dengan kearifan lokal masyarakat Papua yang menjunjung persaudaraan dan gotong royong.Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, tertib, dan menjaga kebersihan serta ketertiban. Selain lomba, masyarakat juga diajak mendukung perekonomian lokal dengan berkunjung ke stan UMKM yang telah disiapkan di lokasi acara. Terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada LPTQ, Kementerian Agama, aparat keamanan, relawan, dan seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan acara agung ini.Penulis: JidEditor: OF
14 Jul 2026, 17:05 WIT
"Kisah Inspiratif" Pemuda Asal Aceh Berhasil Wujudkan Mimpi Menjadi Prajurit TNI AD
Papuanewsonline.com, Aceh Besar – Tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mengantarkan Muhammad Harist (20), putra asal Gampong Meunara, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Harist dinyatakan lulus pada Sidang Pemilihan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada 11 Juli 2026.Selanjutnya, Harist akan mengikuti pendidikan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK) TNI AD Gelombang II TA 2026 di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub), Cimahi, Jawa Barat, yang dijadwalkan dibuka pada 16 Juli 2026.Muhammad Harist lahir di Aceh Besar pada 12 Maret 2006. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara, putra pasangan almarhum Sanusi, seorang petani, dan Wardati, ibu rumah tangga. Harist menempuh pendidikan di SD Negeri Lam Ilie Indrapuri, MTsN 1 Aceh Besar, serta lulus dari SMKN 1 Al Mubarkeya Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada tahun 2025.Keberhasilan Harist menjadi prajurit TNI AD menjadi kebanggaan bagi keluarga maupun masyarakat Aceh Besar, khususnya Kecamatan Indrapuri. Kisah perjuangannya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita apabila disertai tekad yang kuat, disiplin, serta kerja keras yang konsisten.Danramil 06/Indrapuri Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kapten Inf Rais, S.A.P., M.P.A., mengaku kagum atas kegigihan Harist dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi."Harist memiliki semangat yang luar biasa. Ia sering datang ke Koramil untuk bertanya dan meminta arahan mengenai persiapan menghadapi seleksi prajurit TNI AD. Kami selalu mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan jasmani, serta mempersiapkan diri menghadapi tes psikologi dan seluruh tahapan seleksi. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan ketekunannya, Harist berhasil mewujudkan cita-citanya. Kami mengucapkan selamat dan berharap ia dapat mengikuti pendidikan dengan baik hingga resmi menjadi prajurit TNI AD," ujar Danramil.Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Harist saat Babinsa Koramil 06/Indrapuri Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Sertu Teuku Herman, didampingi perangkat Gampong Meunara, mengunjungi rumah keluarga untuk menyampaikan ucapan selamat.Dengan penuh rasa syukur, Wardati menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Koramil 06/Indrapuri yang telah memberikan motivasi, pendampingan, dan pembinaan kepada putranya selama mempersiapkan diri mengikuti seleksi."Kami sekeluarga sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membimbing Harist. Semoga seluruh kebaikan dan ketulusan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT," ungkap Wardati.Sementara itu, Sertu Teuku Herman mengatakan bahwa Harist dikenal sebagai sosok yang tekun, disiplin, dan tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-citanya menjadi prajurit TNI AD. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang berkelanjutan, serta doa dan dukungan keluarga.Kisah Muhammad Harist diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa semangat pantang menyerah, disiplin, dan kerja keras akan membuka jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat. PNO-12
14 Jul 2026, 14:17 WIT
Tekan Angka Stunting, Dinas Kesehatan Mimika Genjot Program Obat Pencegahan Massal
Papuanewsonline.com, Mimika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar pertemuan sosialisasi dan advokasi Program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis dan Kecacingan Tahun 2026 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor guna menekan angka kecacingan, yang kini terbukti menjadi salah satu penyebab utama terjadinya stunting pada anak-anak. Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr. Sisma HL, dan dihadiri oleh 26 Kepala Puskesmas, perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta para tenaga kesehatan.Dr. Sisma menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan dukungan kuat dari sekolah, tokoh agama, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat. “Semakin luas jangkauan pemberian obat, semakin efektif kita memutus rantai penularan penyakit ini,” ujarnya. Hingga Februari 2026, dari target 61.472 anak usia 1–12 tahun, tercatat 81,6 persen atau 50.171 anak sudah menerima obat cacing. Angka ini tergolong baik, namun masih harus dikejar untuk mencapai target nasional sebesar 95 persen.Penyakit kecacingan sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya sangat berbahaya bagi masa depan anak. Dr. Susana Namsa menjelaskan bahwa cacing mengganggu penyerapan gizi dan vitamin, memicu anemia, malnutrisi, hingga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan.Di Mimika saja, kecacingan diperkirakan menyumbang sekitar 40 persen penyebab kasus stunting. Artinya, mencegah kecacingan adalah langkah sangat penting untuk mencegah gagal tumbuh dan membangun generasi yang sehat serta cerdas.Mulai tahun ini, program pemberian obat cacing dilaksanakan terpisah dari penanganan filariasis, dijadwalkan pada bulan Februari dan Agustus berbarengan dengan pemberian Vitamin A agar pelaksanaannya lebih teratur dan efisien. Target utamanya adalah menurunkan angka kecacingan di bawah 10 persen agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Seluruh peserta rapat berkomitmen menyusun strategi agar cakupan pemberian obat segera mencapai target nasional secara merata di seluruh wilayah Mimika.Penulis: JidEditor: OF
13 Jul 2026, 16:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru