Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Dinkes Papua Tengah Imbau Waspada Super Flu, Publik Diminta Terapkan PHBS
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Provinsi Papua
Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana
(DKP2KB) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7/006.01/DKP2KB terkait
kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit Super Flu. Langkah ini
diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap penyakit menular saluran pernapasan
akut yang memiliki tingkat penularan tinggi.Penyakit Super Flu dinilai berpotensi menimbulkan dampak
luas bagi kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh
karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas
sektor, khususnya pada layanan kesehatan dan masyarakat umum di wilayah Papua
Tengah.Pelaksana Tugas Kepala Dinas DKP2KB Provinsi Papua Tengah,
dr. Agus, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut berfungsi sebagai imbauan
sekaligus pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan kesehatan. Fokus utamanya
adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan, mendorong penerapan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kesiapan fasilitas
layanan kesehatan.Masyarakat diminta untuk aktif mengikuti perkembangan
informasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, maupun Dinas Kesehatan kabupaten dan kota.
Penyebaran informasi yang akurat dinilai penting untuk mencegah kepanikan
sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif.Upaya pencegahan yang ditekankan meliputi menjaga kebersihan
diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand
sanitizer, menggunakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan, serta
menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan tanda-tanda demam,
batuk, atau sesak napas.Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah
yang berpotensi terjadi penularan, pemerintah mengimbau agar selalu mengikuti
arahan dari pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat. Kedisiplinan
dalam menerapkan anjuran kesehatan dinilai menjadi kunci utama dalam memutus
rantai penularan.Apabila mengalami gejala yang mengarah pada Super Flu,
masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan
terdekat. Langkah isolasi mandiri sementara dan pelaporan kondisi kesehatan ke
Puskesmas, rumah sakit, atau Dinas Kesehatan setempat juga sangat dianjurkan.Di sisi lain, fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Papua
Tengah diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui deteksi dini, surveilans
aktif, serta pelaporan kasus suspek secara berjenjang. Upaya ini diharapkan
mampu mempercepat respons penanganan dan melindungi kesehatan masyarakat secara
menyeluruh. Penulis: JidEditor: GF
15 Jan 2026, 17:25 WIT
Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir, Polri Hadir Beri Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Menjawab kondisi tersebut, Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat, bahkan hingga ke pintu rumah warga yang membutuhkan perawatan khusus.Pusdokes Polri dan Bid Dokes Polda Aceh melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan, serta home visit kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu, (14/1/2026).Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Tim BKO Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dokkes Polres Aceh Tamiang, serta Tim Biddokkes Polda Aceh, sebagai wujud sinergi lintas satuan dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M. Si. dalam keterangannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujar dr. Dafianto Arief.Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.Tim juga melaksanakan home visit terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik. Perwakilan dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, AMK, menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” ujarnya.Kehadiran tim kesehatan Polri disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.Sementara itu, Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, dan melindungi masyarakat bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat. PNO-12
15 Jan 2026, 14:48 WIT
Polri dan Relawan Mahasiswa Hadir di Tengah Masyarakat Berikan Pendampingan Psikologi Pasca Banjir
Papuanewsonline.com, Jakarta Utara - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (13/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik. PNO-12
14 Jan 2026, 21:45 WIT
Cuaca Mimika Masih Tidak Stabil, Warga Diminta Waspada Pasca Angin Kencang
Papuanewsonline.com, Mimika — Pasca terjadinya angin kencang
yang melanda Kabupaten Mimika pada Selasa malam, 13 Januari 2026, Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika kembali
mengeluarkan pembaruan prakiraan cuaca untuk Rabu, 14 Januari 2026. Kondisi
cuaca secara umum diprediksi masih bersifat fluktuatif.Sebagian besar wilayah Mimika diperkirakan akan berada dalam
kondisi langit berawan sejak siang hingga sore hari. BMKG mencatat sedikitnya
15 distrik akan didominasi awan mendung tanpa indikasi hujan lebat yang
signifikan.Distrik-distrik tersebut meliputi Mimika Baru, Agimuga,
Mimika Timur, Mimika Barat, Jita, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Kuala
Kencana, Mimika Barat Jauh, Tembagapura, Mimika Barat Tengah, Kwamki Narama,
Iwaka, Wania, serta Distrik Amar.Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas ringan masih
berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pegunungan dan pedalaman. Distrik Jila,
Alama, dan Hoya menjadi kawasan yang diperkirakan mengalami kondisi tersebut.BMKG menilai kondisi cuaca yang berubah-ubah ini perlu
menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di
luar ruangan maupun yang bergantung pada transportasi darat dan laut.Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan
menyesuaikan pakaian terhadap perubahan suhu udara yang tidak menentu, guna
menghindari gangguan kesehatan.Untuk wilayah perkotaan Mimika, suhu udara rata-rata
tercatat berada di kisaran 25 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang
relatif stabil sepanjang hari.BMKG terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap
potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk kemungkinan
genangan air dan gangguan aktivitas. Informasi cuaca terkini dan terperinci
dapat diakses melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi dan mitigasi
risiko. Penulis: JidEditor: GF
14 Jan 2026, 21:32 WIT
KBM SD Negeri Inauga Mimika Terhenti, Pemalangan Telah dilakukan sebanyak tujuh kali
Papuanewsonline.com, Timika - Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Inauga yang berlokasi di Jalan Budi Utomo Ujung Kabupaten Mimika terhenti sementara akibat pemalangan kembali terjadi pada Rabu (14/1/26) pagi. Akibat tindakan tersebut, ratusan guru dan siswa tidak dapat memasuki lingkungan sekolah dan terpaksa berada di luar pagar tanpa kepastian kapan pembelajaran dapat kembali berjalan normal. “Kita sangat prihatin dengan kondisi ini, karena pendidikan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak boleh terus-terusan terganggu,” ujar salah satu komite sekolah yang mendampingi siswa. Kepala SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait adanya rencana pemalangan sejak Selasa (13/1/2026) malam. Menindaklanjuti informasi tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan mendatangi lokasi sekolah pada malam hari. “Saya mendapat informasi sejak semalam, lalu saya langsung ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sekolah. Saat itu mereka sudah tidak berada di lokasi dan belum ada pduk pemalangan,” kata Diana. Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan namun tidak dapat mencegah aksi pemalangan terjadi.Pada pagi hari Rabu, pihak sekolah kembali mendatangi lokasi dengan harapan aktivitas KBM dapat berjalan seperti biasa. Pasalnya, pada kejadian pemalangan sebelumnya, siswa masih dapat mengikuti proses pembelajaran meski sekolah sempat dipalang. “Pagi ini kami datang dengan harapan KBM bisa berjalan, karena selama ini walaupun ada pemalangan, anak-anak masih bisa masuk ke sekolah,” ujarnya. Namun, pada pemalangan kali ini akses masuk ke area sekolah tertutup sepenuhnya sehingga tidak mungkin bagi proses pembelajaran untuk dilaksanakan. Diana mengungkapkan bahwa aksi pemalangan terhadap sekolah tersebut telah berulang kali terjadi. “Pemalangan seperti ini sudah yang ketujuh kali,” ungkapnya dengan nada khawatir. Sementara itu, salah satu perwakilan pihak yang melakukan pemalangan menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menuntut adanya penyelesaian terkait pembayaran yang menjadi tuntutan mereka selama ini. “Kami hanya minta solusi soal pembayaran. Kami minta pihak yang bertanggung jawab turun langsung ke sini untuk menemukan titik temu yang adil,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa mereka tidak ingin mengganggu pendidikan anak-anak namun terpaksa mengambil langkah ini karena permasalahan belum menemukan jalan keluar. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas KBM di SD Negeri Inauga masih terhenti dan pihak sekolah serta komite terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi cepat. Penulis: JidEditor: GF
14 Jan 2026, 18:57 WIT
Janji Tak Terwujud, Masyarakat Adat Kunci Gerbang Empat Sekolah di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika - Empat gerbang pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendadak terkunci rapat yang membuat ribuan generasi muda kehilangan akses untuk belajar mengajar. Eskalasi sengketa hak ulayat yang belum menemukan titik terang melumpuhkan aktivitas sekolah di SMA Negeri 1 Mimika, SMA Negeri 7, SMPN 7, dan SD Negeri Inauga Mimika pada Rabu (14/1/2026). “Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, karena masa depan anak-anak kita sedang terancam akibat ketidakpastian yang berlarut-larut,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang mendampingi aksi.Aksi pemalangan lahan dimulai sejak pukul 06.30 WIT, memaksa para siswa dan guru tertahan di luar pagar tanpa kepastian kapan proses pendidikan dapat kembali berjalan normal. Masyarakat pemilik hak ulayat memasang berbagai pduk tuntutan di pintu masuk sekolah sebagai bentuk protes atas ketidakpastian status pembayaran tanah yang sudah berlangsung sejak belasan tahun silam. Isi pduk menyebutkan bahwa Bupati Mimika dan Tim Terpadu dianggap tidak bertanggung jawab atas keputusan penyelesaian lahan yang telah ditetapkan. Abina Serontouw, salah satu perwakilan pemilik hak ulayat, mengatakan bahwa langkah ekstrem ini terpaksa diambil karena pemerintah daerah terus mengabaikan hak warga. “Kami mau Bupati Mimika turun langsung dan menyelesaikan masalah ini supaya hak-hak ini kembali ke pemerintah,” pinta Abina. Ia menegaskan bahwa secara hukum, sertifikat asli dan surat pelepasan lahan masih berada di tangan masyarakat adat sebagai pemilik sah secara ulayat.“Kita tidak ingin mengganggu pendidikan anak-anak, tetapi kami juga tidak bisa terus diperlakukan seperti ini,” tambahnya.Menurut Abina, pemerintah hanya memiliki fisik bangunan sekolah, sementara dasar kepemilikan tanah masih menjadi sengketa yang menggantung sejak tahun 2011.“Surat sertifikat dan pelepasan itu belum hak pemerintah karena masih hak kami dan hanya bangunannya saja milik pemerintah,” tegasnya. Janji mengenai realisasi pembayaran lahan telah diucapkan berulang kali oleh dinas terkait namun tidak pernah terwujud. “Makanya hari ini kami datang menagih janji itu. Semoga pemerintah segera memberikan solusi yang jelas dan adil bagi semua pihak,” pungkasnya. Penulis: JidEditor: GF
14 Jan 2026, 18:36 WIT
Wakapolda Maluku Hadiri Pertemuan Kesiapan Pembentukan Pusat Studi & Universitas Kepolisian
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H mengikuti pertemuan membahas kesiapan pembentukan Pusat Studi dan Universitas Kepolisian, dalam rangka penguatan kualitas sumber daya manusia Polri.Pertemuan dengan Mabes Polri dan Polda Jajaran se Indonesia ini diikuti Wakapolda melalui video conference (vicon) dari ruang vicon lantai 2 Mapolda Maluku, Selasa (13/1/2026).Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo ini dirangkai dengan sosialisasi Program Perkuliahan Online Universitas Indonesia.Wakapolri dalam arahannya menegaskan bahwa pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Universitas Kepolisian merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi keilmuan Polri yang adaptif terhadap dinamika sosial, hukum, dan teknologi. Olehnya itu, perlunya percepatan penjajakan serta tindak lanjut kerja sama dengan perguruan tinggi yang telah memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan Polri, agar implementasi program dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.Wakapolri juga menyoroti pentingnya pelaksanaan sosialisasi yang komprehensif dan berkesinambungan kepada seluruh anggota Polri. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan animo dan kesadaran personel dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik melalui skema perkuliahan tatap muka maupun program pendidikan daring yang telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia.Lebih lanjut, Ia mendorong agar Polri di daerah aktif membangun kolaborasi dengan kalangan akademisi serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan Pusat Studi Kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori dan kebijakan, tetapi juga relevan dengan karakteristik, kebutuhan, serta kearifan lokal di masing-masing wilayah.Terkait hal itu, Polda Maluku menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan pimpinan sebagai bagian dari komitmen mendukung transformasi Polri yang Presisi melalui penguatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia."Kami Polda Maluku siap untuk menindaklanjuti arahan pimpinan dan mendukung pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Universitas Kepolisian," ungkap Wakapolda.Untuk diketahui, dalam rapat tersebut Wakapolda didampingi Karo SDM, Kabid TIK, Kabag Kerma Biroops, serta para perwira menengah yang mewakili satuan kerja terkait. PNO-12
14 Jan 2026, 13:14 WIT
Aksi Pemalangan Tutup Total Akses SMAN 1 Mimika, Ribuan Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah
Papuanewsonline.com, Mimika — Aktivitas belajar mengajar di
SMA Negeri 1 Mimika lumpuh total akibat aksi pemalangan yang terjadi sejak
Selasa malam hingga Rabu pagi, 14 Januari 2026. Seluruh akses menuju lingkungan
sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru, ditutup menggunakan papan dan
digembok, sehingga sekolah tidak dapat beroperasi seperti biasa.Kondisi tersebut membuat sekitar 1.400 siswa yang datang ke
sekolah pada pagi hari terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Para siswa terlihat berhamburan di sekitar jalan sekolah karena tidak
diperbolehkan memasuki area pendidikan yang telah dipalang.Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Yeniy Gogani, menyatakan bahwa
keputusan memulangkan siswa diambil sebagai langkah antisipasi untuk
menghindari risiko yang tidak diinginkan. Situasi sekolah yang tidak kondusif
dinilai dapat membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.Kebijakan memulangkan siswa, menurutnya, bukan berarti
meliburkan kegiatan belajar. Proses pendidikan tetap berjalan dengan mekanisme
belajar dari rumah agar hak siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi
di tengah situasi darurat yang terjadi.Yeniy menegaskan bahwa peristiwa pemalangan tersebut telah
sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Ia menilai, terhentinya
kegiatan sekolah meski hanya satu hari dapat berdampak pada ketertinggalan
materi pelajaran bagi para siswa.Ia juga menekankan bahwa persoalan di luar sekolah
seharusnya tidak mengorbankan dunia pendidikan. Menurutnya, setiap permasalahan
idealnya diselesaikan melalui dialog dan diskusi agar tidak berdampak langsung
pada siswa yang sedang menempuh pendidikan.Terkait penyebab pemalangan, Yeniy menjelaskan bahwa
berdasarkan isi pduk yang terpasang, pihak yang melakukan aksi mengklaim
bahwa lahan sekolah merupakan milik mereka. Namun, ia menegaskan bahwa
persoalan kepemilikan tanah bukan menjadi kewenangan pihak sekolah untuk
menyelesaikannya.Sebagai pimpinan sekolah, fokus utama yang dipegang adalah
memastikan keberlangsungan pendidikan bagi seluruh siswa SMAN 1 Mimika. Dengan
jumlah peserta didik yang mencapai sekitar 1.400 orang, sekolah berharap
situasi ini tidak berlarut-larut.Pihak sekolah berharap agar permasalahan pemalangan dapat
segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait, sehingga aktivitas belajar
mengajar dapat kembali berjalan normal dan siswa dapat kembali bersekolah tanpa
hambatan. Penulis: BimEditor: GF
14 Jan 2026, 09:49 WIT
Enam Personel Polda Maluku Ikut Seleksi Pelatihan Kepemimpinan 2026
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak enam personel Polda Maluku akan mengikuti seleksi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Tahun Anggaran 2026.Sebelum pelaksanaan seleksi dimulai, keenam personel Polda Maluku ini terlebih dahulu mengikuti kegiatan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah melalui video conference, Selasa (13/1/2026).Kegiatan yang dihelat SSDM Polri secara virtual ini diikuti dari Ruang Vicon Mapolda Maluku. Hadir Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi Sik bersama Kabid Propam dan Kabid Dokkes Polda Maluku.Enam peserta seleksi kepemimpinan dari Polda Maluku terdiri dari satu orang untuk seleksi PKN TK II, dan lima orang ikut seleksi PKP.Karo Dalpers SSDM Polri, Brigjen. Pol. Erthel Stephan, S.H., S.I.K., M.Si dalam arahannya saat memimpin Vicon Pakta Integritas menyampaikan terima kasih kepada para panitia penyelenggara seleksi di tingkatkan pusat dan Polda jajaran atas pelaksanaan seleksi. "Kami menyampaikan terima kasih karena selama ini sudah menyelenggarakan seleksi pengembangan di internal Polri dengan baik dan maksimal," katanya.Ia juga berpesan kepada para peserta seleksi agar dapat mengikuti semua tahapan dengan baik dan serius. "Dalam seleksi nanti panitia penyelenggara akan tetap berpedoman dan mengikuti aturan yang ada, sebab tujuan dari dilaksanakannya seleksi ini untuk membentuk calon pemimpin Polri yang baik dan berkualitas di masa depan," tegasnya.Para peserta diminta dapat maksimalkan kompetensi yang dimiliki. Jangan pernah bergantung harapan kelulusan ke orang lain. "Kelulusan dalam seleksi adalah hasil usaha dan jeripayah setiap peserta seleksi," ungkapnya. PNO-12
13 Jan 2026, 20:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru