Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Barantin Musnahkan Sapi Tanpa Dokumen, Upaya Jaga Kesehatan Ternak Dan Ketahanan Pangan
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Indonesia
melalui perwakilan di Papua Tengah melakukan pemusnahan terhadap seekor sapi
yang masuk ke wilayah Timika tanpa kelengkapan dokumen resmi yang
dipersyaratkan. Tindakan ini diambil sebagai langkah pengamanan terakhir guna
melindungi wilayah dari potensi masuknya berbagai jenis penyakit hewan
berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian luas, baik dari sisi kesehatan maupun
ekonomi.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra,
menjelaskan bahwa hewan yang tidak disertai dokumen resmi tidak dapat
dipastikan kondisi kesehatannya, sehingga berisiko membawa penyakit menular
seperti Penyakit Mulut dan Kuku serta Brucella.Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya dapat menular dengan
cepat ke ternak lain dan menyebabkan kematian, tetapi juga berpotensi
mengganggu ketahanan pangan daerah. Dari sisi ekonomi, wabah penyakit akan menimbulkan kerugian
besar, mulai dari biaya penanganan, penurunan hasil produksi, hingga gangguan
pasokan yang berujung pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.Kejadian ini bermula saat petugas melakukan pengawasan ketat
lalu lintas hewan kurban di Pelabuhan Pomako pada 2 Mei 2026. Ditemukan seekor
sapi yang diangkut menggunakan kapal kayu dan diketahui berasal dari Tual,
Maluku, namun tidak memiliki dokumen karantina yang sah. Hewan tersebut kemudian ditahan sesuai prosedur yang berlaku
selama tiga hari kerja untuk memberikan kesempatan kepada pemilik melengkapi
persyaratan yang ada. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, dokumen yang
dibutuhkan tetap tidak dapat dipenuhi.Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019,
pemasukan hewan tanpa kelengkapan dokumen merupakan pelanggaran yang dapat
ditindak tegas. Akhirnya, hewan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan
dikubur sesuai standar yang berlaku, dengan proses yang disaksikan oleh
perwakilan instansi terkait.“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha
untuk selalu mematuhi peraturan yang ada. Kelengkapan dokumen adalah wujud
tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan kesehatan hewan dan kesejahteraan
kita semua,” pesan Anton. Penulis: Jid
Editor: GF
06 Mei 2026, 13:52 WIT
Belum Ada Kejelasan, 11 SPPG Di Mimika Masih Berstatus Dihentikan Sementara
Papuanewsoline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika sekaligus
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa
hingga saat ini belum ada kepastian atau perkembangan terbaru terkait nasib 11
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diberhentikan sementara oleh Badan
Gizi Nasional (BGN).Sebanyak delapan unit di antaranya terkendala masalah
instalasi pengolahan air limbah, sedangkan tiga lainnya mengalami hambatan dari
sisi administrasi. Kesebelasnya merupakan bagian dari total 18 SPPG yang
beroperasi di wilayah ini.Menurut Emanuel Kemong, pihaknya terus melakukan koordinasi
guna mencari solusi terbaik, namun keputusan akhir masih menunggu arahan resmi
dari pihak yang berwenang. “Kami hanya membantu dalam pengawasan, koordinasi, dan
evaluasi. Urusan teknis serta keputusan lebih lanjut sepenuhnya menjadi
wewenang dan tanggung jawab BGN,” jelasnya (4/5/2026).Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua BGN Regional Papua
Tengah, Nalen Situmorang, yang sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir April
lalu belum ada petunjuk resmi yang diterima terkait tindak lanjut dari kasus
ini. Semua pihak masih menunggu kebijakan yang akan ditetapkan
guna memulihkan kembali layanan yang sangat dinantikan masyarakat.“Kami berharap proses penyelesaian ini dapat berjalan cepat
dan lancar, agar layanan makanan bergizi bagi para siswa dapat segera berjalan
kembali dengan baik. Semoga kendala yang ada segera terselesaikan demi manfaat
pendidikan dan kesehatan anak-anak kita,” harap Emanuel Kemong. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 21:25 WIT
Euforia Kelulusan Dikeluhkan, Pelajar Lakukan Aksi Tidak Tertib Di Jalan Raya
Papuanewsonline.com, Timika – Rasa syukur atas kelulusan
yang dirayakan para siswa SMA di Kabupaten Mimika justru menimbulkan keluhan
dari masyarakat. Pada Senin (4/5/26), sejumlah pelajar terlihat melakukan
tindakan yang tidak tertib dan membahayakan saat melintas di Jalan Budi Utomo.
Mereka yang mengenakan seragam penuh coretan bergerak berkelompok menggunakan
sepeda motor dengan cara berkendara yang sembarangan.Perilaku tersebut dinilai sangat berisiko, mengingat banyak
di antara mereka yang tidak menggunakan helm sesuai standar dan memodifikasi
kendaraan dengan knalpot yang berisik. Aksi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan
lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan
banyak pihak.Saleh, salah satu warga sekaligus pengemudi ojek,
menyampaikan kekesalannya namun tetap berharap hal ini menjadi pelajaran. “Boleh saja bersuka cita, tapi harus tetap menjaga
keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebaiknya perayaan dilakukan dengan
cara yang positif, misalnya berkumpul bersama keluarga atau mempersiapkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.Warga juga meminta pihak sekolah untuk terus mengingatkan
dan membimbing para siswa, serta mengharapkan peran aktif Satuan Lalu Lintas
untuk melakukan penertiban di lapangan.“Semoga ke depannya, setiap momen bahagia seperti ini dapat
dirayakan dengan cara yang terpuji, aman, dan tidak menimbulkan keresahan bagi
lingkungan sekitar,” harap warga. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Mei 2026, 21:21 WIT
55 Lulusan SMKS Yapis TIK Mimika Dilepas, Siap Berperan Menuju Indonesia Emas 2045
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 55 siswa-siswi kelas
XII SMKS YAPIS Teknologi Informasi dan Komunikasi Mimika resmi mengikuti acara
penamatan dan pelepasan Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin (04/05/26).
Berlangsung khidmat di Hotel Horison Diana, kegiatan ini mengusung tema
“Generasi Muda yang Bertaqwa, Adaptif, Unggul, dan Berbudaya Saing Menuju
Indonesia Emas 2045”, serta dihadiri oleh orang tua siswa, dewan pengajar,
pengurus yayasan, perwakilan pemerintah daerah, instansi terkait, dan mitra
kerja sekolah yaitu Telkomsel (04/05/26)Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan
sekaligus awal perjalanan baru yang penuh harapan dan tantangan bagi para
lulusan.Ketua Yayasan Islam Mimika, Muhammad Saad Lausiri, dalam
sambutannya mengingatkan para siswa untuk senantiasa menjaga nama baik
almamater dan menjadikan belajar sebagai kebiasaan seumur hidup. Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa
acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting menuju kehidupan
yang lebih luas. Ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang telah berperan
mencetak generasi berkarakter dan kompeten, serta mengucapkan terima kasih
kepada para pendidik atas dedikasi dan orang tua atas dukungan yang diberikan.Kepada para lulusan, disampaikan bahwa kelulusan bukanlah
titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebagai lulusan SMK yang memiliki keahlian khusus, mereka
memiliki keunggulan untuk langsung berkarya di dunia kerja maupun melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka diharapkan terus mengasah kemampuan, bersikap jujur
dan disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan
yang akan ditemui di masa depan.Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk
terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan
dan teknologi. Para lulusan diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi
penggerak kemajuan daerah.Harapannya, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat
menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita sekaligus memberikan kontribusi
nyata bagi kemajuan Kabupaten Mimika, bangsa, dan negara ke depannya. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
04 Mei 2026, 17:33 WIT
Ikan Sapu-Sapu Tembus Di Danau Sentani, Berada Sejak Dua Dekade Lalu
Papuanewsonline.com, Jayapura – Penemuan ikan sapu-sapu atau
pleco yang viral di media sosial membuka fakta bahwa spesies asal Sungai Amazon
ini ternyata sudah hidup di Danau Sentani sejak lama, bukan baru saja muncul.
Temuan ikan berukuran besar yang diperkirakan berusia 3–5 tahun ini bahkan
diduga sedang dalam masa berkembang biak, mengingat bentuk perutnya yang tampak
membesar. (03/05/26)Ikan ini mampu menghasilkan ribuan telur dengan siklus
perkembangbiakan yang cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu 1–2 tahun untuk
dapat bereproduksi kembali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan BRIN pada tahun 2020,
sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyebut ikan ini sudah mulai
banyak terlihat sejak awal tahun 2000-an. Diduga ikan ini masuk ke perairan
tersebut karena dilepaskan secara sengaja oleh pemilik akuarium, mengingat
fungsinya yang umumnya hanya sebagai pembersih kaca akuarium. Keberadaannya juga menyoroti lemahnya pengawasan lalu lintas
ikan, padahal peraturan yang ada melarang peredaran bebasnya dan mengancam
pelaku dengan hukuman penjara hingga tiga tahun serta denda maksimal Rp3
miliar.Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki daya adaptasi
yang tinggi dan berpotensi merusak keseimbangan alam. Ia dapat merusak dasar
perairan serta bersaing memperebutkan sumber makanan dengan ikan asli daerah. Selain itu, ikan ini tidak aman untuk dikonsumsi karena
berisiko mengandung logam berat berbahaya bagi tubuh manusia.Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke
perairan umum dan segera menangkapnya jika ditemukan. Pemerintah daerah
diharapkan mengambil langkah nyata seperti penangkapan massal, penyuluhan
kepada warga, serta mengembangkan budidaya ikan lokal. Ikan yang berhasil ditangkap pun dapat dimanfaatkan kembali
sebagai bahan pembuatan pupuk cair atau campuran pakan ternak agar tetap
memberikan manfaat. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:59 WIT
Piknik Buku di Mimika, Kolaborasi Singgah Baca dan Mimika Book Party Dorong Semangat Literasi
Papuanewsonline.com, Mimika — Komunitas Singgah Baca
berkolaborasi dengan Mimika Book Party menggelar kegiatan Piknik Buku pada
Minggu (3/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Perpustakaan Kuala Kencana
ini diikuti sekitar 18 peserta, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan
rangkaian aktivitas literasi yang santai namun bermakna.Pendiri Singgah Baca, Dina Resky, menjelaskan bahwa kegiatan
ini diawali dengan sesi berbagi buku. Para peserta duduk santai di atas rumput
sambil menikmati jajanan, sembari menceritakan buku yang mereka bawa maupun
buku favorit masing-masing.“Jadi, kegiatan hari ini adalah Piknik Buku. Kali ini
Singgah Baca berkolaborasi dengan Mimika Book Party. Peserta yang ikut sekitar
18 orang. Kami berbagi cerita tentang buku dalam suasana santai di ruang
terbuka,” ujarnya.Setelah sesi berbagi, kegiatan dilanjutkan di dalam
Perpustakaan Kuala Kencana dengan sesi journaling yang dipandu oleh Zara
Meutia, seorang pegiat journaling. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk
menuliskan hal-hal yang disyukuri serta melakukan refleksi diri melalui jurnal
yang telah disediakan.Dina berharap kegiatan Piknik Buku dapat menjadi agenda
rutin, misalnya sebulan sekali, serta terus melibatkan kolaborasi dengan
berbagai pegiat literasi lainnya.“Ke depan, kami ingin kegiatan ini bisa dilakukan di
berbagai tempat. Namun, keterbatasan ruang terbuka hijau di Timika menjadi
tantangan tersendiri,” tambahnya.Selain Piknik Buku, Singgah Baca juga berencana
mengembangkan program lain seperti diskusi buku dan kegiatan literasi untuk
anak-anak. Komunitas ini juga memiliki taman baca yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai ruang belajar dan berbagi.Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya
generasi muda, dapat kembali membiasakan diri membaca buku serta menularkan
semangat literasi kepada lingkungan sekitar.“Semoga ke depan semakin banyak taman baca independen yang
tumbuh dan berkembang di berbagai daerah,” tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Mei 2026, 19:53 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung
Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim
kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat
warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati
sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media
Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi
ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu
depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa
masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak
Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang
berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya.
Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk
masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius
kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir
ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan,
untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya
meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait
solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa
Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam
menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada
kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu
(2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti
ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil
mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap
keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat
Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia
menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan
bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,”
ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan
manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi
yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab
dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong
penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai
salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat
ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan
pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses
pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus
mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi
Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167
satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui
pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288
ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap
peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci
utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun
karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman
terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar
dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan
dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar.
Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat
persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan
bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar
pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)
03 Mei 2026, 14:24 WIT
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten
Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to
Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah
mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu
menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika,
Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi
kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari
setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap
peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui
karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan
fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca
pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh
peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam
tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja
organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam
mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan
etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan
integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta
tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para
peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan.
Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan
membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan
apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak
yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai
menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di
Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga,
khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di
bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta
dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan,
serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
dunia kerja. Penulis: Bim
Editor: GF
30 Apr 2026, 19:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru