Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Sambangi SMP Negeri 14 Ambon, Satgaswil Maluku Sosialisasi Pencegahan IRET Sejak Dini
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar terus diperkuat. Tim Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 14 Ambon, Sabtu (13/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 14 Ambon, Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa, dewan guru, serta jajaran tenaga pendidik.Penjabat Kepala SMP Negeri 14 Ambon, Ramli, S.Pd, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil Maluku atas pembinaan dan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya membentengi peserta didik dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” ujar Ramli.Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.“Kami mengimbau seluruh guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi pembinaan ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kembali dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta damai benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan aparat dan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang menyimpang,” tutup Ramli.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim (Katim) Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT/Polri, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET di kalangan pelajar, khususnya pada usia SMP/MTs yang dinilai rentan terpapar.Dalam kegiatan yang diawali dengan pembinaan pada apel pagi tersebut, IPTU Irawan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa SMP/MTs terhadap Aksi Terorisme di Indonesia.”Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah proses yang berawal dari sikap dan pola pikir intoleran yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan ekstremisme.“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan platform digital, termasuk game online. Karena itu, penting bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.IPTU Irawan juga memaparkan potensi pelaku, modus operandi, serta modus baru yang digunakan kelompok teror, termasuk sasaran yang kerap dibidik. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah Indonesia telah ditemukan kasus pelajar tingkat SMP/MTs yang terpapar paham radikal dan diamankan oleh Densus 88 AT Polri.Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perilaku intoleransi dan radikalisme yang kerap muncul di lingkungan sekolah, indikator awal perubahan sikap, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.Kepada pihak sekolah dan para guru, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengimbau agar lebih peka dan melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, seperti menarik diri dari pergaulan, menutup diri, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah, yang dapat menjadi indikasi awal paparan paham radikal.Di akhir kegiatan, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengajak seluruh siswa SMP Negeri 14 Ambon untuk menolak dan menjauhi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, serta menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Cegah Satgaswil Maluku di SMP Negeri 14 Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sejak dini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten bermuatan provokasi, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai efektif sebagai benteng awal pencegahan radikalisme.Pelibatan aktif pihak sekolah, guru, dan siswa menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ruang pendidikan tetap aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar Maluku yang cerdas, toleran, serta berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. PNO-12
15 Des 2025, 08:59 WIT
58 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Rikes Tahap Dua
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 58 calon siswa (casia) Bintara Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani pemeriksaan kesehatan tahap dua di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, Jumat (12/12/2025).Pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan peserta seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri dilakukan oleh tenaga medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, mengungkapkan, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi Rontgen, pemeriksaan Darah, Pemeriksaan Urine dan pemeriksaan Kesehatan Jiwa.Menurutnya, rikkes tahap dua merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri. Ini bertujuan untuk memastikan calon anggota Polri memiliki kondisi kesehatan yang prima sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Menurutnya, pelaksanaan tahapan rikkes dua berjalan tertib dan lancar. "Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat," harapnya.Untuk diketahui, rikkes tahap dua turut dihadiri Karo SDM dan Kabid Dokkes Polda Maluku. PNO-12
12 Des 2025, 18:46 WIT
Dinas Peternakan Mimika Gelar Konsultasi Penanganan LSD, Dokter Sarankan Penggunaan Trusanek
Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Peternakan Kabupaten
Mimika menyelenggarakan pelatihan pengelolaan pakan ternak sapi serta
pengorganisasian kelompok peternak sebagai bagian dari upaya menangani maraknya
penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi di wilayah tersebut.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Mimika dan diikuti 58 peserta,
termasuk kelompok peternak sapi dari SP 7.Kepala Bidang Produksi, Ema Kornelia Korwa, membuka kegiatan
dengan menegaskan bahwa pengelolaan pakan yang baik menjadi kunci peningkatan
kualitas dan kuantitas produksi sapi. Ia menilai bahwa pola pemeliharaan yang
tepat akan sangat menentukan kekuatan ketahanan tubuh hewan ternak terhadap
penyakit.Dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan kelompok peternak
SP 7, Sufian, melaporkan kondisi sapi mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda
tidak normal. Menurutnya, beberapa sapi mengalami benjolan putih di kulit,
sulit mengalami peningkatan bobot, dan terdapat penyakit kulit berwarna putih.
Situasi ini membuat para peternak memerlukan penjelasan yang lebih jelas
mengenai penyebab dan langkah penanganannya.Menanggapi laporan tersebut, Dokter Hewan Drh. Achmad
Rozaqqi memberikan saran penanganan langsung terkait penyakit LSD yang tengah
merebak di Mimika. Ia merekomendasikan penggunaan produk trusanek
sebagai langkah awal mengatasi gejala sekaligus meminimalkan potensi penyebaran
penyakit di antara ternak.“Gunakan trusanek untuk menangani LSD pada sapi. Ini akan
membantu mengurangi gejala dan mencegah penyebaran penyakit,” kata Drh. Achmad
Rozaqqi melalui pemaparan daring yang diikuti seluruh peserta.Selain itu, dokter menekankan pentingnya melakukan isolasi
yang memadai antara sapi yang sakit dan sapi yang sehat. “Ambil jarak yang
cukup antara sapi yang sakit dan sehat, lalu kirim sampel ke laboratorium untuk
diuji,” tambahnya dalam penjelasan lanjutan.Ia juga mengingatkan bahwa penanganan LSD memerlukan
pemeriksaan akurat untuk memastikan jenis penyakit yang diderita dan menentukan
tindakan yang paling tepat. Pemeriksaan laboratorium dianggap penting agar
langkah penanggulangan tidak keliru dan dapat dilakukan secara terarah.Para peternak yang hadir menyambut baik arahan tersebut.
Mereka menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh anjuran dokter demi mencegah
penyebaran penyakit lebih luas, sekaligus memastikan ternak tetap produktif dan
sehat. Penulis: HendrikEditor: GF
09 Des 2025, 01:01 WIT
Komunitas IJB Timika Gelar Aksi Solidaritas, Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera
Papuanewsonline.com, Timika - Solidaritas mahasiswa Institut
Jambatan Bulan (IJB) Timika terpancar melalui aksi penggalangan dana untuk
membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau
Sumatera.Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada tanggal 3 Desember
2025, mulai pukul 09.00 WIT, di titik strategis lampu merah Pasar Lama Timika,
Papua Tengah.Kegiatan mulia ini diinisiasi dan dikordinatori oleh
komunitas LMP (Lingkar Mahasiswa Peduli), yang dalam pelaksanaannya dikawal dan
diawasi langsung oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) IJB. Aksi ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial
mahasiswa IJB terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan.Ringga, selaku koordinator dan Ketua komunitas LMP,
menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran mahasiswa
sebagai agen perubahan yang memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat yang
sedang tertimpa musibah. "Sebagai mahasiswa, kita terpanggil untuk meringankan
beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir dan
longsor," ujarnya dengan penuh semangat.Hasil yang memuaskan tercapai, dengan total donasi yang
terkumpul mencapai Rp18.101.000. "Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah
berpartisipasi dan berdonasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban
dan membantu proses pemulihan mereka," tambah Ringga penuh harapan.Aksi penggalangan dana ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IJB
tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan
komitmen untuk berkontribusi positif bagi masyarakat luas. Penulis: Im
Editor: GF
08 Des 2025, 18:41 WIT
234 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 234 calon siswa (Casis) Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Sabtu (6/12/25).Ratusan peserta seleksi yang mengikuti tes tersebut berasal dari pengiriman Polres jajaran Polda Maluku. Hadir memantau jalannya tes yaitu Karo SDM Kombes Pol Djemy Junaidi S.I.K, Kabid Propam dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku.Selain sejumlah pejabat utama Polda Maluku, turut hadir mengawasi jalannya seleksi yaitu pengawas dan panitia seleksi internal dari Biro SDM, Sat Brimob, Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Hadir juga pengawas eksternal dari Dispora Provinsi Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, seleksi Bintara Brimob Polri dilaksanakan dengan menggunakan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis."Bapak Kapolda telah menekankan terkait prinsip BETAH, sehingga nantinya dapat melahirkan para calon anggota Polri yang terbaik untuk masa depan Polri," ungkap Kombes Rositah.Kapolda, lanjut Kombes Rositah, juga menekankan kepada para panitia seleksi agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, serta selalu menjalin koordinasi yang baik antar sesama anggota panitia.Kepada para peserta seleksi dan orang tua, Kapolda juga mengingatkan untuk dapat memegang teguh sumpah dan janjinya yang sudah diucapkan saat pelaksanaan Pakta integritas. "Semua tahapan seleksi harus diikuti dengan baik dan benar serta tidak melakukan KKN," tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Pada Tes Kesamaptaan Jasmani para casis menjalani sejumlah tahapan yaitu lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, sit up selama 1 menit, pus up selama 1 menit, pul up selama 1 menit, shutlerun dan renang kolam dengan jarak 25 meter. PNO-12
07 Des 2025, 09:30 WIT
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Papua: Pertemuan Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura — Pertemuan antara Tim
Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua menjadi salah satu agenda penting dalam
rangka menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan rekomendasi berbasis
penelitian lapangan. Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional
ini menyampaikan temuan serta analisis terkini mengenai kondisi sosial,
ekonomi, dan infrastruktur di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten
Keerom. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan akademisi
dalam proses perencanaan pembangunan wilayah perbatasan.Dalam forum tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung
(ITB) yang dipimpin Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi menyeluruh
terhadap keberlangsungan program transmigrasi di Senggi. Mereka menekankan
perlunya memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur tujuan awal,
yakni pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas
hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi
rekomendasi teknis maupun struktural yang ditawarkan kepada pemerintah provinsi.Tim ITB juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor
infrastruktur dasar. Akses jalan yang memadai, ketersediaan listrik, dan
penyediaan air bersih dianggap sebagai elemen penting untuk mendukung aktivitas
ekonomi dan sosial masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Layanan dasar
seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, serta kesehatan juga dipandang
sebagai faktor penentu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu,
tim memberikan perhatian pada potensi dampak lingkungan agar pembangunan
berjalan berkelanjutan.Dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim memaparkan
pentingnya menjaga harmonisasi sosial antara warga transmigran dan masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP). Interaksi antar kelompok dinilai memegang peran
penting dalam keberhasilan transmigrasi jangka panjang. Pendekatan budaya,
penghormatan terhadap hukum adat, serta antisipasi terhadap potensi gesekan
sosial menjadi poin kunci dalam rekomendasi yang disampaikan tim Unpad kepada
pemerintah provinsi.Sementara itu, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis mengenai
kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Rekomendasi tersebut
mencakup peningkatan kualitas jaringan jalan, fasilitas air bersih, serta
prasarana umum untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan masyarakat.
Kajian teknis ini diharapkan dapat memperkuat rencana pembangunan berbasis
kebutuhan aktual yang terjadi di lapangan.Kolaborasi lintas kampus terlihat semakin kuat dengan
kehadiran tim Universitas Indonesia (UI) dan IPB University. Keduanya menyoroti
pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat Senggi. Mereka menyampaikan
bahwa sejumlah komoditas lokal seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao
memiliki potensi besar untuk dikembangkan menuju tahap industrialisasi kecil.
Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam dinilai memiliki
peluang signifikan jika dikelola dengan pendekatan sinergis antara pertanian
dan peternakan.Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi yang
diberikan akademisi melalui program Ekspedisi Patriot. Temuan dan rekomendasi
yang disusun berdasarkan data lapangan dinilai sangat relevan untuk memperkuat
arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah transmigrasi dan kawasan
perbatasan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi
tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Papua yang mandiri, produktif, dan
inklusif.Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Dengan fondasi data
lapangan yang akurat dan kerja sama lintas institusi, rekomendasi yang
diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat
pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Distrik Senggi dan wilayah
perbatasan Indonesia secara lebih luas. Penulis: TEP Editor: GF
04 Des 2025, 17:37 WIT
Polres Aceh Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana Alam
Papuanewsonline.com, Takengon – Polres Aceh Tengah kembali memberikan layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi korban bencana alam di Posko Pengungsian Desa Mendale dan Posko SDN Paya Reje, Kecamatan Kebayakan, Rabu (3/12/2025).Petugas medis dari Sidokkes Polres Aceh Tengah turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, layanan konsultasi, penanganan medis, serta membagikan obat-obatan dan vitamin kepada warga yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Polri, khususnya Polres Aceh Tengah, dalam masa darurat pascabencana."Kami hadir memberikan pelayanan kesehatan, konsultasi, memberi semangat dan pengobatan gratis kepada masyarakat korban bencana alam," ujar Kapolres.Layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kondisi kesehatan para pengungsi korban terdampak bencana alam tetap terjaga di tengah situasi yang masih belum stabil. PNO-12
04 Des 2025, 08:41 WIT
KAHMI Mimika Gelar Musda Pertama, Fokus Sinergi dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika - Korps
Alumni HMI (KAHMI) Mimika akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda)
Pertama pada Sabtu (6/12/2025) sebagai tonggak awal konsolidasi organisasi
alumni HMI di daerah. Momentum bersejarah ini mengusung
tema “Sinergi, Kontribusi, dan Penguatan Peran Strategis KAHMI untuk
Pembangunan Daerah,” yang merefleksikan tekad para alumni untuk menjadi mitra
strategis dalam mendorong kemajuan Mimika. Ketua Panitia Musda, Duma Tato
Sanda, menjelaskan bahwa Musda ini bukan hanya untuk memilih kepemimpinan baru,
tetapi juga ruang merumuskan arah gerak yang visioner. “Kita akan membangun sinergi
antar-alumni dan pemangku kepentingan, menghadirkan kontribusi nyata, serta
memperkuat kapasitas kelembagaan,” ujarnya. Dengan semangat hijau-hitam,
KAHMI siap melangkah bersama untuk Mimika yang lebih maju dan adil. Ketua Majelis Daerah KAHMI
Mimika, Suraya Madubun, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
mendukung pelaksanaan Musda perdana. Ia mengajak seluruh alumni HMI di
Mimika untuk menjadikan acara ini sebagai ruang konsolidasi ide dan penyatuan
langkah. “KAHMI hadir bukan hanya sebagai
wadah silaturahmi, tetapi juga mitra dalam pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan,” katanya. Suraya juga berharap Musda ini
berlangsung lancar dan demokratis, menghasilkan keputusan terbaik bagi
organisasi dan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan
nilai-nilai ke-HMI-an, mari kita jadikan Musda ini sebagai langkah maju untuk
Mimika yang lebih berkembang,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Des 2025, 05:21 WIT
SLB Negeri Mimika Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh semangat dan
kehangatan memenuhi Ballroom Hotel Horison Diana, Rabu 3 Desember 2025, saat
SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.
Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses
Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi”
dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta
siswa penyandang disabilitas.Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri
Mimika yang memukau dan menggetarkan hati para tamu undangan. Keberanian dan
kemampuan anak-anak tampil di panggung mendapatkan apresiasi tinggi dari
seluruh hadirin, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar ketika
diberi ruang dan dukungan yang memadai.Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine,
dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolaboratif untuk memenuhi hak
penyandang disabilitas. “Pendidikan, kesehatan, sosial, masyarakat, dan
pemerintah harus berjalan beriringan untuk membuka akses yang adil bagi
penyandang disabilitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa SLB Negeri Mimika
merupakan salah satu penerima hibah bantuan dari Pemerintah Daerah sebagai
bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar.Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan
apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang terus diberikan.
Menurutnya, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika,
tantangan yang mereka hadapi sangat besar. “Kami adalah satu-satunya lembaga
pendidikan khusus di Kabupaten Mimika. Tanggung jawab kami besar, tetapi
harapan kami jauh lebih besar agar anak-anak ini mendapat akses pendidikan yang
layak dan setara,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Bupati Mimika,
Inosensius Yoga Pribadi, menegaskan nilai kesetaraan manusia dalam perspektif
kemanusiaan dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia berharga tanpa
memandang kondisi fisik maupun mental. “Tidak ada manusia yang kurang. Yang ada
hanyalah manusia dengan cara berkembang yang berbeda,” tuturnya. Pemerintah
Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif terutama
pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.Acara ini bukan hanya menjadi sarana perayaan, tetapi juga
momentum refleksi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kembali
tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Melalui
keterlibatan aktif para pemangku kebijakan, sekolah, dan masyarakat, SLB Negeri
Mimika berharap lahir ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap
kebutuhan anak-anak disabilitas.Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 ini
diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan
yang inklusif dan nondiskriminatif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai
kunci utama untuk menghadirkan Mimika yang lebih ramah disabilitas, di mana
setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Penulis: AbimEditor: GF
03 Des 2025, 22:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru