logo-website
Senin, 16 Feb 2026,  WIT
BERITA Pendidikan & Kesehatan Homepage
Sambangi SMP Negeri 14 Ambon, Satgaswil Maluku Sosialisasi Pencegahan IRET Sejak Dini Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar terus diperkuat. Tim Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 14 Ambon, Sabtu (13/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 14 Ambon, Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa, dewan guru, serta jajaran tenaga pendidik.Penjabat Kepala SMP Negeri 14 Ambon, Ramli, S.Pd, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil Maluku atas pembinaan dan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya membentengi peserta didik dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” ujar Ramli.Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.“Kami mengimbau seluruh guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi pembinaan ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kembali dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta damai benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan aparat dan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang menyimpang,” tutup Ramli.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim (Katim) Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT/Polri, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET di kalangan pelajar, khususnya pada usia SMP/MTs yang dinilai rentan terpapar.Dalam kegiatan yang diawali dengan pembinaan pada apel pagi tersebut, IPTU Irawan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa SMP/MTs terhadap Aksi Terorisme di Indonesia.”Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah proses yang berawal dari sikap dan pola pikir intoleran yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan ekstremisme.“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan platform digital, termasuk game online. Karena itu, penting bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.IPTU Irawan juga memaparkan potensi pelaku, modus operandi, serta modus baru yang digunakan kelompok teror, termasuk sasaran yang kerap dibidik. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah Indonesia telah ditemukan kasus pelajar tingkat SMP/MTs yang terpapar paham radikal dan diamankan oleh Densus 88 AT Polri.Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perilaku intoleransi dan radikalisme yang kerap muncul di lingkungan sekolah, indikator awal perubahan sikap, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.Kepada pihak sekolah dan para guru, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengimbau agar lebih peka dan melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, seperti menarik diri dari pergaulan, menutup diri, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah, yang dapat menjadi indikasi awal paparan paham radikal.Di akhir kegiatan, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengajak seluruh siswa SMP Negeri 14 Ambon untuk menolak dan menjauhi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, serta menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Cegah Satgaswil Maluku di SMP Negeri 14 Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sejak dini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten bermuatan provokasi, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai efektif sebagai benteng awal pencegahan radikalisme.Pelibatan aktif pihak sekolah, guru, dan siswa menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ruang pendidikan tetap aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar Maluku yang cerdas, toleran, serta berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. PNO-12 15 Des 2025, 08:59 WIT
Dinas Peternakan Mimika Gelar Konsultasi Penanganan LSD, Dokter Sarankan Penggunaan Trusanek Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Peternakan Kabupaten Mimika menyelenggarakan pelatihan pengelolaan pakan ternak sapi serta pengorganisasian kelompok peternak sebagai bagian dari upaya menangani maraknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Mimika dan diikuti 58 peserta, termasuk kelompok peternak sapi dari SP 7.Kepala Bidang Produksi, Ema Kornelia Korwa, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa pengelolaan pakan yang baik menjadi kunci peningkatan kualitas dan kuantitas produksi sapi. Ia menilai bahwa pola pemeliharaan yang tepat akan sangat menentukan kekuatan ketahanan tubuh hewan ternak terhadap penyakit.Dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan kelompok peternak SP 7, Sufian, melaporkan kondisi sapi mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak normal. Menurutnya, beberapa sapi mengalami benjolan putih di kulit, sulit mengalami peningkatan bobot, dan terdapat penyakit kulit berwarna putih. Situasi ini membuat para peternak memerlukan penjelasan yang lebih jelas mengenai penyebab dan langkah penanganannya.Menanggapi laporan tersebut, Dokter Hewan Drh. Achmad Rozaqqi memberikan saran penanganan langsung terkait penyakit LSD yang tengah merebak di Mimika. Ia merekomendasikan penggunaan produk trusanek sebagai langkah awal mengatasi gejala sekaligus meminimalkan potensi penyebaran penyakit di antara ternak.“Gunakan trusanek untuk menangani LSD pada sapi. Ini akan membantu mengurangi gejala dan mencegah penyebaran penyakit,” kata Drh. Achmad Rozaqqi melalui pemaparan daring yang diikuti seluruh peserta.Selain itu, dokter menekankan pentingnya melakukan isolasi yang memadai antara sapi yang sakit dan sapi yang sehat. “Ambil jarak yang cukup antara sapi yang sakit dan sehat, lalu kirim sampel ke laboratorium untuk diuji,” tambahnya dalam penjelasan lanjutan.Ia juga mengingatkan bahwa penanganan LSD memerlukan pemeriksaan akurat untuk memastikan jenis penyakit yang diderita dan menentukan tindakan yang paling tepat. Pemeriksaan laboratorium dianggap penting agar langkah penanggulangan tidak keliru dan dapat dilakukan secara terarah.Para peternak yang hadir menyambut baik arahan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh anjuran dokter demi mencegah penyebaran penyakit lebih luas, sekaligus memastikan ternak tetap produktif dan sehat. Penulis: HendrikEditor: GF 09 Des 2025, 01:01 WIT
Komunitas IJB Timika Gelar Aksi Solidaritas, Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera Papuanewsonline.com, Timika - Solidaritas mahasiswa Institut Jambatan Bulan (IJB) Timika terpancar melalui aksi penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera.Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada tanggal 3 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIT, di titik strategis lampu merah Pasar Lama Timika, Papua Tengah.Kegiatan mulia ini diinisiasi dan dikordinatori oleh komunitas LMP (Lingkar Mahasiswa Peduli), yang dalam pelaksanaannya dikawal dan diawasi langsung oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) IJB. Aksi ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa IJB terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan.Ringga, selaku koordinator dan Ketua komunitas LMP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. "Sebagai mahasiswa, kita terpanggil untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir dan longsor," ujarnya dengan penuh semangat.Hasil yang memuaskan tercapai, dengan total donasi yang terkumpul mencapai Rp18.101.000. "Kami sangat berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan berdonasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban dan membantu proses pemulihan mereka," tambah Ringga penuh harapan.Aksi penggalangan dana ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IJB tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen untuk berkontribusi positif bagi masyarakat luas.  Penulis: Im Editor: GF 08 Des 2025, 18:41 WIT
234 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 234 calon siswa (Casis) Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Sabtu (6/12/25).Ratusan peserta seleksi yang mengikuti tes tersebut berasal dari pengiriman Polres jajaran Polda Maluku. Hadir memantau jalannya tes yaitu Karo SDM Kombes Pol Djemy Junaidi S.I.K, Kabid Propam dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku.Selain sejumlah pejabat utama Polda Maluku, turut hadir mengawasi jalannya seleksi yaitu pengawas dan panitia seleksi internal dari Biro SDM, Sat Brimob, Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Hadir juga pengawas eksternal dari Dispora Provinsi Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, seleksi Bintara Brimob Polri dilaksanakan dengan menggunakan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis."Bapak Kapolda telah menekankan terkait prinsip BETAH, sehingga nantinya dapat melahirkan para calon anggota Polri yang terbaik untuk masa depan Polri," ungkap Kombes Rositah.Kapolda, lanjut Kombes Rositah, juga menekankan kepada para panitia seleksi agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, serta selalu menjalin koordinasi yang baik antar sesama anggota panitia.Kepada para peserta seleksi dan orang tua, Kapolda juga mengingatkan untuk dapat memegang teguh sumpah dan janjinya yang sudah diucapkan saat pelaksanaan Pakta integritas. "Semua tahapan seleksi harus diikuti dengan baik dan benar serta tidak melakukan KKN," tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Pada Tes Kesamaptaan Jasmani para casis menjalani sejumlah tahapan yaitu lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, sit up selama 1 menit, pus up selama 1 menit, pul up selama 1 menit, shutlerun dan renang kolam dengan jarak 25 meter. PNO-12 07 Des 2025, 09:30 WIT
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Papua: Pertemuan Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Pertemuan antara Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua menjadi salah satu agenda penting dalam rangka menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan rekomendasi berbasis penelitian lapangan. Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional ini menyampaikan temuan serta analisis terkini mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam proses perencanaan pembangunan wilayah perbatasan.Dalam forum tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi menyeluruh terhadap keberlangsungan program transmigrasi di Senggi. Mereka menekankan perlunya memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur tujuan awal, yakni pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi rekomendasi teknis maupun struktural yang ditawarkan kepada pemerintah provinsi.Tim ITB juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor infrastruktur dasar. Akses jalan yang memadai, ketersediaan listrik, dan penyediaan air bersih dianggap sebagai elemen penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Layanan dasar seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, serta kesehatan juga dipandang sebagai faktor penentu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, tim memberikan perhatian pada potensi dampak lingkungan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.Dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim memaparkan pentingnya menjaga harmonisasi sosial antara warga transmigran dan masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP). Interaksi antar kelompok dinilai memegang peran penting dalam keberhasilan transmigrasi jangka panjang. Pendekatan budaya, penghormatan terhadap hukum adat, serta antisipasi terhadap potensi gesekan sosial menjadi poin kunci dalam rekomendasi yang disampaikan tim Unpad kepada pemerintah provinsi.Sementara itu, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis mengenai kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan kualitas jaringan jalan, fasilitas air bersih, serta prasarana umum untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan masyarakat. Kajian teknis ini diharapkan dapat memperkuat rencana pembangunan berbasis kebutuhan aktual yang terjadi di lapangan.Kolaborasi lintas kampus terlihat semakin kuat dengan kehadiran tim Universitas Indonesia (UI) dan IPB University. Keduanya menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat Senggi. Mereka menyampaikan bahwa sejumlah komoditas lokal seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan menuju tahap industrialisasi kecil. Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam dinilai memiliki peluang signifikan jika dikelola dengan pendekatan sinergis antara pertanian dan peternakan.Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan akademisi melalui program Ekspedisi Patriot. Temuan dan rekomendasi yang disusun berdasarkan data lapangan dinilai sangat relevan untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah transmigrasi dan kawasan perbatasan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Papua yang mandiri, produktif, dan inklusif.Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Dengan fondasi data lapangan yang akurat dan kerja sama lintas institusi, rekomendasi yang diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Distrik Senggi dan wilayah perbatasan Indonesia secara lebih luas. Penulis: TEP Editor: GF 04 Des 2025, 17:37 WIT
KAHMI Mimika Gelar Musda Pertama, Fokus Sinergi dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah Papuanewsonline.com, Mimika - Korps Alumni HMI (KAHMI) Mimika akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) Pertama pada Sabtu (6/12/2025) sebagai tonggak awal konsolidasi organisasi alumni HMI di daerah. Momentum bersejarah ini mengusung tema “Sinergi, Kontribusi, dan Penguatan Peran Strategis KAHMI untuk Pembangunan Daerah,” yang merefleksikan tekad para alumni untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan Mimika. Ketua Panitia Musda, Duma Tato Sanda, menjelaskan bahwa Musda ini bukan hanya untuk memilih kepemimpinan baru, tetapi juga ruang merumuskan arah gerak yang visioner. “Kita akan membangun sinergi antar-alumni dan pemangku kepentingan, menghadirkan kontribusi nyata, serta memperkuat kapasitas kelembagaan,” ujarnya. Dengan semangat hijau-hitam, KAHMI siap melangkah bersama untuk Mimika yang lebih maju dan adil. Ketua Majelis Daerah KAHMI Mimika, Suraya Madubun, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan Musda perdana. Ia mengajak seluruh alumni HMI di Mimika untuk menjadikan acara ini sebagai ruang konsolidasi ide dan penyatuan langkah. “KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga mitra dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya. Suraya juga berharap Musda ini berlangsung lancar dan demokratis, menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi dan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-HMI-an, mari kita jadikan Musda ini sebagai langkah maju untuk Mimika yang lebih berkembang,” pungkasnya.   Penulis: Jid Editor: GF 04 Des 2025, 05:21 WIT
SLB Negeri Mimika Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025 Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh semangat dan kehangatan memenuhi Ballroom Hotel Horison Diana, Rabu 3 Desember 2025, saat SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi” dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta siswa penyandang disabilitas.Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri Mimika yang memukau dan menggetarkan hati para tamu undangan. Keberanian dan kemampuan anak-anak tampil di panggung mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh hadirin, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar ketika diberi ruang dan dukungan yang memadai.Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolaboratif untuk memenuhi hak penyandang disabilitas. “Pendidikan, kesehatan, sosial, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan untuk membuka akses yang adil bagi penyandang disabilitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa SLB Negeri Mimika merupakan salah satu penerima hibah bantuan dari Pemerintah Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar.Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang terus diberikan. Menurutnya, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika, tantangan yang mereka hadapi sangat besar. “Kami adalah satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika. Tanggung jawab kami besar, tetapi harapan kami jauh lebih besar agar anak-anak ini mendapat akses pendidikan yang layak dan setara,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menegaskan nilai kesetaraan manusia dalam perspektif kemanusiaan dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia berharga tanpa memandang kondisi fisik maupun mental. “Tidak ada manusia yang kurang. Yang ada hanyalah manusia dengan cara berkembang yang berbeda,” tuturnya. Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.Acara ini bukan hanya menjadi sarana perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kembali tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Melalui keterlibatan aktif para pemangku kebijakan, sekolah, dan masyarakat, SLB Negeri Mimika berharap lahir ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak-anak disabilitas.Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan yang inklusif dan nondiskriminatif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama untuk menghadirkan Mimika yang lebih ramah disabilitas, di mana setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Penulis: AbimEditor: GF 03 Des 2025, 22:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT