Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Kapolda Maluku Kunjungi Kampus Unpatti Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kerjasama di bidang riset dan pendidikan, Jumat (5/12/25/2025).Kedatangan Kapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku ini disambut hangat oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd bersama para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas.Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Rektor Unpatti, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada rektor bersama jajarannya yang telah menyambut kedatangan pihaknya.Prof. Dadang berharap pertemuan dengan jajaran akademisi kampus terbesar di Maluku ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan ke depan."Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini khususnya di bidang pendidikan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam kegiatan kajian terkait masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku," harapnya.Menurut Kapolda, dunia kampus bukan hal yang asing baginya. Ia berharap dapat terus meningkatkan kerjasama strategis, khususnya dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) anak-anak Maluku, terlebih lagi personel Polri."Kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan apalagi di era kemajuan teknologi digital saat ini, maka peningkatan sumber daya manusia Polri sangat dibutuhkan dalam medukung tugas kepolisian di lapangan," jelasnya.Kemajuan provinsi Maluku dalam berbagai bidang, lanjut Kapolda, merupakan impian semua pihak termasuk Polda Maluku. Seluruh elemen masyarakat menginginkan Maluku yang maju aman, damai dan sejahtera."Kita yang hadir saat ini saya yakin semua akan sepakat Maluku yang aman dan maju. Kami sangat berharap dengan adanya para akademisi yang merupakan orang asli Maluku bisa berkolaborasi dengan kami menciptakan situasi yang aman dan kondusif," harapnya.Keamanan dan kedamaian di Maluku merupakan harapan semua orang. Maluku yang aman akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berusaha. Meningkatnya sebuah usaha akan berdampak pada tumbuhnya roda ekonomi di daerah para Raja-raja."Kalau masyarakat kita bisa beraktifitas dengan nyaman maka Maluku bisa terus maju, sebab dengan situasi yang kondusif maka semua orang akan datang ke Maluku, apalagi daerah kita ini memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar," ungkapnya.Sumberdaya alam Maluku cukup besar. Hal ini kalau dapat diolah dengan benar yang didukung dengan keamanan maka akan memberikan dampak kemajuan yang cukup besar kepada masyarakat."Situasi yang aman adalah tanggung jawab kita bersama, dan akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kriminal yang kalau dilihat bisa berdampak pada eskalasi yang lebih besar. Makanya dibutuhkan peran serta kita semua untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Keamanan itu di atas segalanya dan menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.Pada kesempatan itu, Kapolda juga berharap, para guru besar di "Kampus Orang Basudara" ini dapat melakukan riset terkait efektivitas Program Polda Maluku dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. "Kami juga sangat berharap nantinya dari para guru besar bisa melakukan langkah-langkah riset terkait bagaimana solusi agar masyarakat umum bisa semakin percaya kepada Polri," harapnya.Irjen Dadang juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Berdasarkan informasi yang diterima minuman ini bisa dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya."Kami berfikir agar terkait sopi yang dapat dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya, kalau bisa program ini terus dikembangkan dan hasilnya dipasarkan. Harus ada rancangan khusus sehingga kedepannya kita bukan saja sekadar menyampaikan wacana namun bisa direalisasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pintanya.Kedatangan Kapolda bersama rombongan PJU Polda Maluku mendapat apresiasi dari Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Maluku bersama rombongan."Kami berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama Polda dan Unpatti dalam kegiatan kajian akademik terkait masalah keamanan di ruang publik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman dalam beraktifitas," harapnya.Terkait harapan Kapolda mengenai riset mengenai efektivitas program Polda Maluku, Prof. Fredy mengaku akan menindaklanjuti secara bersama."Kami berharap apa yang disampaikan Pak Kapolda bisa sama-sama kita tindak lanjuti dengan baik khususnya dalam membuat kajian khusus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri," katanya.Ketua LPPM Unpatti juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Apresiasi yang tinggi disampaikan atas program Polda Maluku terkait pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.Ia berharap pertemuan silaturahmi ini juga dapat menjadi momen penyamaan persepsi terkait penanganan miras tradisional jenis sopi. Ia mengaku banyak kejadian kriminal atau tindakan kekerasan yang terjadi akibat pelaku mengonsumsi Sopi. "Saat ini LPPM Unpatti Ambon sedangan mengkaji untuk bagaimana minuman Sopi bisa diolah menjadi prodak turunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Maluku sehingga Sopi yang awalnya hanya minumam beralkohol biasa dan murah yang sering menjadi penyebab permasalahan dapat kita olah menjadi suatu produk yang punya nilai jual tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Maluku," harapnya. PNO-12
06 Des 2025, 07:31 WIT
Polri Distribusikan 348 Kg Logistik Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Papuanewsonline.com, Aceh - Upaya bantuan kemanusiaan terus dilakukan Polri untuk mendukung penanganan korban bencana di wilayah Aceh Tamiang. Pada Jumat, 5 Desember 2025, satu unit helikopter AW169 (P-3303) diterbangkan dalam misi Dukungan Kemanusiaan, membawa total 348 kilogram logistik penting untuk masyarakat terdampak.Penerbangan yang dilaksanakan melalui rute Polda Aceh – SIM – Aceh Tamiang – KNO – SIM itu merupakan bagian dari tugas BKO Polda Kalteng / Backup Polda Aceh. Lokasi dropping logistic dilakukan di Islamic Center, Kabupaten Aceh Tamiang.Adapun jenis logistik yang dibawa meliputi:- Alkom 5 koli (135 kg)- Air mineral 3 galon (60 kg)- Mesin air 2 koli (12 kg)- Inventaris Dansat 1 koli (17 kg)- Obat-obatan 4 koli (51 kg)- Rak galon 1 koli (4 kg)- Komputer & berkas SDM 1 koli (15 kg)- Biskuit 9 koli (54 kg)Penerbangan dipimpin oleh AKP Sya'ban, dibantu Iptu Rexy Subroto, Aipda Rudi Nurmaludin, dan Aipda Rian Prabowo sebagai kru. Turut serta pula tiga personel sebagai PAX, yaitu anggota Divhumas, anggota Bagkes Brimob, dan anggota TIK Polda.Helikopter mulai Start Engine pukul 08.20 WIB dan Take Off pukul 08.30 WIB dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk proses pengiriman logistik.Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri akan terus memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.“Pengiriman logistik melalui jalur udara ini menjadi langkah cepat Polri untuk memastikan kebutuhan warga terdampak bencana segera terpenuhi. Kami hadir untuk membantu masyarakat dengan segala kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.Brigjen Trunoyudo juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor perkembangan situasi di Aceh Tamiang dan menambah dukungan bila dibutuhkan.“Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Bila diperlukan tambahan bantuan, baik personel maupun logistik, Polri siap mengirimkan,” tambahnya.Misi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat Aceh Tamiang serta memastikan distribusi bantuan berlangsung aman dan lancar. PNO-12
06 Des 2025, 07:23 WIT
Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Polri Libatkan Generasi Muda Perkuat Kepercayaan Publik
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan publik dengan melibatkan peran aktif generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Dosen Utama Kepolisian Tk. I STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Gupuh Setiyono, S.I.K., M.H., dalam sebuah diskusi bersama mahasiswa STIK-PTIK dan mahasiswa lainnya pada hari, Kamis (04/12/2025).Dalam sesi dialog tersebut, Irjen Gupuh menekankan bahwa transparansi dan partisipasi publik sangat penting bagi wajah Polri ke depan. “Agar informasi yang diterima oleh masyarakat tentang kinerja Polri ini ke depan bisa dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran generasi muda dalam proses perubahan institusi. “Pastinya kami mengharapkan peran aktif dari seluruh generasi muda, khususnya Gen Z ini, bahwa institusi Polri itu adalah milik kita bersama,” tegasnya.Menurutnya, keterlibatan anak muda bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan masa depan Polri. “Nantinya mereka juga, di Polri sendiri, ada Gen Z. Tadi yang diskusi adalah generasi-generasi mereka juga. Sehingga ke depan yang akan mengawal Polri adalah mereka-mereka juga,” kata Irjen Gupuh.Ia menambahkan bahwa Polri perlu menyesuaikan diri dengan pola pikir dan kebutuhan generasi muda agar tidak terjadi jarak komunikasi. “Nantinya kita menyesuaikan apa yang diinginkan oleh Gen Z, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat ini tidak ada ‘lag’-nya, tidak ada yang hilang, sehingga nyambung terus,” jelasnya.Irjen Gupuh menyebutkan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dan akan dilakukan institusi kepolisian. “Ini juga bagian dari strategi Polri untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan Polri, kami memahami apa yang diinginkan. Antara lain kecepatan, ketepatan, dan akurasinya,” ungkapnya.Ia berharap diskusi terbuka seperti ini bisa memperkuat pemahaman publik mengenai arah perubahan Polri sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memberikan masukan konstruktif. “Lebih baik kita tanyakan langsung kepada Gen Z yang ada di sini,” tambahnya.Melalui pendekatan yang lebih inklusif ini, Polri menargetkan terciptanya hubungan yang lebih solid, modern, dan adaptif antara kepolisian dan masyarakat. PNO-12
05 Des 2025, 18:51 WIT
Usai Audiensi dengan KIP, Kapolri Siap Lakukan Perubahan Guna Menjadi Institusi yang diandalkan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi jajaran pimpinan dan komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). "Sebagaimana amanah dari UU tentunya keterbukaan terkait informasi publik dimana Komisi Informasi Pusat menjadi komisi ditunjuk untuk menyelenggarakan dan melayani sengketa terkait dengan keterbukaan informasi publik," kata Sigit kepada awak media usai menerima audiensi. Dalam hal ini, Sigit menegaskan bahwa, Polri akan terus menjadi institusi yang terbuka dan melakukan perbaikan untuk terus memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat. "Sehingga harapan masyarakat terhadap keterbukaan informasi publik betul-betul bisa kita sajikan, kita berikan, sesuai dengan standar yang diharapkan, sesuai dengan harapan masyarakat terkait aturan keterbukaan infornasi publik," ujar Sigit. Sigit menyebut, segala saran maupun masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi guna mewujudkan institusi Korps Bhayangkara yang diinginkan oleh khalayak luas. "Yang jelas apapun hasilnya kami terus akan lakukan perbaikan dan evaluasi untuk menuju apa yang diwajibkan, apa yang diharuskan dan apa yang menjadi harapan bagi masyarakat," ucap Sigit. Di sisi lain, Sigit mengapresiasi jajaran KIP yang terus menjalin sinergisitas dengan Polri terkait keterbukaan informasi publik. Ia pun selalu terbuka akan saran dan masukan. "Terima kasih kepada pimpinan KIP dan seluruh komisioner yang telah berkenan hadir. Berkenan tinjau institusi Polri sebagai salah satu institusi yang memang selama ini cukup menarik dan menjadi sorotan publik. Kami terima kasih untuk masukan dan saran-sarannya," tutup Sigit. PNO-12
05 Des 2025, 17:29 WIT
Tim Trauma Healing Ops Aman Nusa II Tinjau Posko Pengungsian di Kota Padang
Papuanewsonline.com, Padang - Tim Trauma Healing Operasi Aman Nusa II pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.30 WIB melaksanakan peninjauan ke sejumlah titik pengungsian di Kota Padang. Rombongan dipimpin oleh Brigjen Pol Nina Febri Linda, SH., MH., yang langsung meninjau SD Negeri Cupak Tangah 02, Kecamatan Pauh, salah satu lokasi yang difungsikan sebagai posko pengungsian korban bencana.Dalam kunjungannya, Brigjen Pol Nina Febri Linda menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.“Kami ingin memastikan kondisi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, mendapat perhatian penuh. Fasilitas posko juga harus berfungsi optimal agar mereka merasa aman dan nyaman,” ujarnya saat berada di lokasi.Selain memantau kondisi posko, rombongan juga meninjau pelaksanaan trauma healing bagi para korban terdampak, khususnya anak-anak. Program ini menjadi bagian penting dalam pemulihan psikologis pascabencana.“Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Kami memastikan kegiatan trauma healing berjalan efektif agar para korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa tenang,” tambahnya.Usai dari Cupak Tangah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengecek dapur lapangan Polri di Posko Bencana Lubuk Minturun, Kota Padang. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan dan logistik bagi pengungsi berjalan lancar.“Dapur lapangan harus mampu menyediakan makanan yang cukup, aman, dan tepat waktu. Ini sangat penting bagi keberlangsungan para pengungsi selama berada di posko,” tegas Brigjen Pol Nina.Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Situasi di titik-titik peninjauan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tim memastikan pelayanan terhadap para pengungsi terus ditingkatkan demi mendukung proses pemulihan pascabencana. PNO-12
05 Des 2025, 17:18 WIT
Muhammad Rullyandi: Usulan Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Sebagai Kemunduran Reformasi
Papuanewsonline.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, menanggapi isu yang belakangan muncul terkait wacana reposisi atau reformasi kelembagaan Polri, khususnya usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak sejalan dengan amanat reformasi dan justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam penataan kelembagaan negara.Dalam pandangannya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejalan dengan TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000. Ketentuan tersebut, kata Rullyandi, merupakan bagian penting dari agenda reformasi yang menegaskan pemisahan TNI-Polri dan penguatan peran Polri sebagai alat negara.“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain yang sudah final dalam kerangka reformasi. Penempatan ini justru memastikan Polri dapat menjalankan fungsi keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik secara efektif,” ujar Muhammad Rullyandi.Ia menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan Polri telah berlangsung panjang, baik secara struktural maupun instrumental, dan merupakan hasil evolusi penataan institusi kepolisian sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Berbagai perubahan posisi Polri mulai dari pernah ditempatkan di bawah Perdana Menteri hingga kembali berada di bawah Presiden menunjukkan proses konsolidasi peran strategis Polri dalam struktur negara.Secara filosofis, ujar Rullyandi, keberadaan kepolisian merupakan unsur fundamental dalam pembentukan negara modern. Di berbagai belahan dunia, polisi diposisikan sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemerintahan di bidang keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan masyarakat. Model kepolisian pun bervariasi, mulai dari yang terfragmentasi seperti di Amerika Serikat hingga yang tersentralisasi seperti di Prancis dan Jepang.Indonesia, sebagai negara kepulauan, menurutnya tepat memilih model kepolisian terintegrasi yang berada di bawah Presiden, dengan struktur komando dari pusat hingga daerah melalui Polda, Polres, dan Polsek. Sistem ini dinilai mampu memastikan efektivitas keamanan dan pelayanan publik di seluruh wilayah.“Koordinasi antara Presiden sebagai kepala negara dan Polri sebagai aparat negara akan jauh lebih efisien bila Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Menempatkannya di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dan memperpanjang birokrasi,” tegas Rullyandi.Ia menambahkan bahwa keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pembantu Presiden juga sudah mengisi fungsi strategis dalam penetapan arah kebijakan kepolisian serta pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Dengan struktur tersebut, tidak ada alasan untuk memindahkan Polri ke bawah kementerian.“Kompolnas sudah menjalankan peran sebagai auxiliary state organ yang membantu Presiden dalam fungsi kepolisian. Dengan desain seperti ini, struktur birokrasi tetap efisien dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelasnya.Rullyandi menegaskan bahwa usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bertentangan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia dan tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998 yang mendorong profesionalisme, modernisasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan publik secara optimal,” pungkasnya. PNO-12
05 Des 2025, 17:05 WIT
Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana
Papuanewsonline.com, Jakarta - Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12/2025).Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi. PNO-12
05 Des 2025, 16:48 WIT
Bantuan Sembako Kembali dikirim Polda Aceh Untuk Korban Banjir
Papuanewsonline.com, Aceh - Polda Aceh kembali mengirimkan bantuan sembako dan BKO personel Polri untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 4 Desember 2025.Selain itu, juga dikirim perbantuan 10 tenaga medis beserta 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri.Bantuan sembako dan BKO personel Polda Aceh yang berjumlah 115 orang, serta tenaga medis, tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri, pagi ini, Kamis, sekira pukul 07.30 telah berlabuh menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 di Pelabuhan Lhokseumawe, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.Selanjutnya, bantuan sembako dan rombongan personel Polri itu akan bertolak menuju Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, lanjutnya."Benar, pagi ini sekira pukul 07.30 Wib, dengan menggunakan Kapal Wisanggeni 8005, bantuan sembako dan BKO Personel Polda Aceh sebanyak 115 orang, serta 10 tenaga medis, 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan Mabes Polri, telah berlabuh di Pelabuhan Lhokseumawe dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sana, " sebut Kabid Humas.Personel Polri akan bekerja sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, tutup Kabid Humas. PNO-12
05 Des 2025, 15:59 WIT
Wakapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Akpol 90
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat. PNO-12
04 Des 2025, 09:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru