logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Gudang Mebel di Jalan Bougenville Ludes Dilalap Api, Warga Timika Panik Saat Kobaran Membesar Papuanewsonline.com, Timika — Kepanikan melanda warga Jalan Bougenville, Distrik Mimika Baru, Timika, Papua Tengah, pada Kamis (2/10/2025) dini hari. Tepat pukul 02.20 WIT, gudang mebel dua lantai milik Ahmat Abidol terbakar hebat. Api berkobar cepat, melalap lantai dua bangunan ruko, disertai kepulan asap tebal yang membumbung ke udara. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi berhamburan keluar rumah saat mendengar suara letupan dan melihat cahaya api yang membesar. Beberapa di antaranya mencoba membantu memindahkan barang-barang, namun kobaran yang kian membesar membuat upaya itu sulit dilakukan. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Agustina Rahaded, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung mengerahkan tujuh armada pemadam kebakaran untuk memadamkan api. “Kebakaran di Jalan Bougenville itu menimpa ruko milik Ahmat Abidol, yang difungsikan sebagai gudang mebel. Api melalap lantai dua bangunan. Korban jiwa nihil, hanya kerugian materil yang masih dalam pendataan,” ungkap Agustina saat dikonfirmasi, Kamis pagi. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sempat menyebar dengan cepat dan dikhawatirkan merembet ke bangunan sekitar. Berkat kesigapan petugas damkar dan bantuan warga, api berhasil dijinakkan menjelang pagi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama tim BPBD masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik, namun hal itu belum dapat dipastikan. Agustina menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik ruko dan aparat setempat untuk mendata total kerugian yang ditimbulkan. “Jumlah kerugian belum bisa dipastikan karena proses pendataan masih berjalan,” katanya. Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran ruko di wilayah Timika. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan menambah fasilitas pencegahan kebakaran, mengingat banyak bangunan di kawasan tersebut difungsikan sebagai gudang maupun tempat usaha. “Api kalau sudah besar begini sangat berbahaya. Kami harap ada sistem peringatan dini atau alat pemadam ringan yang bisa tersedia di setiap ruko,” ujar salah satu warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini tetap menyisakan duka mendalam bagi pemilik ruko karena seluruh isi gudang mebel dilaporkan ludes terbakar.     Penulis: JidEditor: GF 02 Okt 2025, 12:41 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Penyakit Ikan di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya menjaga keberlanjutan sektor perikanan di Papua Tengah semakin diperkuat dengan langkah intensif yang dilakukan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah. Sepanjang tahun 2025, instansi ini terus menggencarkan pemantauan daerah sebar Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dan pemetaan Jenis Asing Invasif (JAI), dengan Kabupaten Mimika menjadi salah satu titik fokus utama. Target pemantauan meliputi sejumlah penyakit ikan berbahaya yang berpotensi merugikan ekonomi perikanan, antara lain Edwardsiella ictaluri, Edwardsiella tarda, White Spot Syndrome Virus (WSSV), hingga Koi Herpes Virus (KHV). Penyakit-penyakit ini dikenal mampu menyebabkan kematian massal pada ikan budidaya maupun tangkapan, sehingga menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha perikanan dan nelayan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, khususnya Pasal 27 ayat 3. Pasal tersebut menegaskan perlunya surveilans untuk mengetahui potensi daerah sebaran penyakit karantina, sebagai bentuk perlindungan bagi sektor perikanan. “Langkah ini sangat krusial untuk memastikan ekosistem perikanan tetap sehat, berdaya saing, serta tidak terancam oleh penyakit menular yang dapat merugikan ekonomi masyarakat,” terang Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, saat mendampingi tim pemeriksa di salah satu kolam budidaya ikan di Mimika, Jumat (26/9/25). Anton menjelaskan, pemantauan HPI/HPIK tidak hanya sebatas pengecekan rutin, tetapi juga berfungsi sebagai sistem kewaspadaan dini yang mampu mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit. “Melalui pemantauan rutin, kita bisa segera memetakan wilayah yang rawan penyakit, sehingga langkah pencegahan, pengendalian, bahkan penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Dengan begitu, keberlanjutan usaha perikanan tetap terjaga dan masyarakat terlindungi dari kerugian ekonomi,” jelasnya. Selain itu, pemetaan Jenis Asing Invasif (JAI) juga sangat penting untuk mengantisipasi masuknya spesies asing yang bisa merusak keseimbangan ekosistem perairan lokal. Kabupaten Mimika, yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan kelautan, menjadi wilayah strategis bagi kegiatan ini. Dengan adanya pemantauan teratur, masyarakat diharapkan dapat terus menjalankan usaha perikanan dengan rasa aman, tanpa khawatir akan ancaman penyakit yang bisa menyebabkan kerugian besar. Anton menegaskan, hasil pemantauan dan pemetaan nantinya akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Data ini akan sangat berguna untuk mendukung kebijakan perlindungan sumber daya perikanan di Papua Tengah, khususnya Mimika. Harapannya, sektor perikanan bisa terus berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional,” pungkasnya.     Penulis: Jid Editor: GF  29 Sep 2025, 23:49 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pemeriksaan Ribuan Kepiting Hidup Senilai Rp74 Juta Papuanewsonline.com, Mimika – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ekspor komoditas perikanan dari Papua. Sebanyak 2.580 ekor kepiting hidup dengan nilai ekonomi mencapai Rp74 juta menjalani pemeriksaan ketat sebelum diterbangkan ke Singapura melalui Pos Pelayanan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/09/2025). Pemeriksaan ribuan kepiting ini dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik, kesehatan, serta kemungkinan adanya luka, parasit, maupun penyakit yang bisa mengancam kualitas produk. Tak hanya itu, petugas juga memeriksa standar kebersihan dan kelayakan wadah pengangkut, termasuk suhu dan kadar oksigen, agar kepiting dapat bertahan hidup selama perjalanan ekspor yang memakan waktu berjam-jam. “Proses ini penting untuk memastikan setiap kepiting dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak konsumsi. Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi mitra dagang kita di luar negeri,” jelas Anton Panji Mahendra, Kepala Karantina Papua Tengah. Anton menegaskan bahwa pemeriksaan karantina bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia. Menurutnya, kualitas ekspor yang baik akan berdampak langsung pada keberlanjutan perdagangan serta peningkatan ekonomi daerah. “Setiap komoditas yang diekspor harus dipastikan sehat, bebas hama penyakit, serta sesuai standar negara tujuan. Kita tidak hanya melindungi sumber daya hayati dalam negeri, tapi juga menjaga nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya. Selain itu, Karantina Papua Tengah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari nelayan, eksportir, hingga pemerintah daerah dan pusat, demi meningkatkan volume dan kualitas ekspor dari Papua Tengah. Komoditas seperti kepiting hidup, udang, ikan, maupun hasil tumbuhan menjadi andalan daerah dalam mendukung perekonomian lokal sekaligus devisa negara. “Papua Tengah punya potensi besar di sektor perikanan dan kelautan. Jika dijaga dengan baik, ekspor kita bisa terus meningkat, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mengangkat nama Papua di pasar global,” tambah Anton. Program pemeriksaan dan pengawasan ketat ini juga membawa harapan besar bagi para nelayan Mimika. Dengan kualitas produk yang terjamin, akses ke pasar internasional semakin terbuka luas, sehingga hasil tangkapan mereka dapat bernilai lebih tinggi. Pemerintah pun berharap agar peningkatan ekspor ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.     Penulis: Jid Editor: GF  29 Sep 2025, 23:34 WIT
Terendam Dalam Air Beracun B3, Tiga Penambang Emas Ilegal Ditemukan Tewas Papuanewsonline.com, Buru - Tiga Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di kawasan Gunung Botak, Desa Persiapan Wamsait Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, ditemukan tewas. Mereka diduga menghirup bahan berbahaya dan beracun (B3).Ketiga PETI yang ditemukan meninggal dunia di dalam lubang galian pada Rabu, 24 September 2025 diantaranya Asri, 37 tahun, Tasid Jawa, 37 tahun, dan La Onyong, 39 tahun.Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang, mengatakan, berdasarkan pengakuan saksi Cano, peristiwa itu berawal saat para korban hendak melakukan penggalian emas secara manual.Saat para korban masuk ke dalam lubang galian setinggi kurang lebih 8 meter, tiba-tiba bak rendaman berisi obat-obatan B3 yang berada di atas lubang jebol. Air kemudian masuk ke dalam lubang."Air yang mengandung obat-obatan B3 di dalam bak yang jebol masuk ke dalam lubang yang dikerjakan oleh para korban," katanya.Melihat kejadian, saksi dan para penambang yang berada di lokasi kemudian berusaha menolong. Korban La Onyong yang pertama dievakuasi karena masih berada di pintu lubang. Sedangkan 2 korban lainnya sudah masuk ke dalam lubang."Ketiga korban diduga keracunan air bak rendaman yang mengandung B3. Ketiga korban dapat dievakuasi dari dalam lubang namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa (MD)," jelasnya.Sejak ditemukan meninggal dunia (MD), para korban kemudian telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing."Kami menghimbau kepada para penambang untuk tidak lagi melakukan aktifitas pertambangan secara ilegal, karena sangat berbahaya kepada diri sendiri maupun lingkungan," pintanya. PNO-12 26 Sep 2025, 15:42 WIT
Distrik Mimika Baru Cari Solusi Sampah: Dari Bank Sampah Hingga Pemanfaatan Bekas Galian Papuanewsonline.com, Mimika — Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Distrik Mimika Baru. Untuk itu, pemerintah distrik tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari mengoptimalkan bank sampah, menyiapkan tempat sampah besi di titik-titik strategis, hingga memanfaatkan lahan bekas galian sebagai solusi alternatif pembuangan limbah. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, menuturkan bahwa saat ini sudah ada tiga titik bank sampah yang aktif beroperasi, yakni di Lapangan Jayanti, Jalan Busiri, dan tembusan Petrosea. “Sebanyak 24 petugas juga sudah bekerja hampir satu bulan. Mereka bertugas menjemput sampah dari rumah ke rumah sekaligus memilahnya,” jelas Joel. Sampah organik hasil pemilahan ditampung sementara di belakang kantor Distrik Mimika Baru, sementara limbah anorganik dimanfaatkan untuk menutup bekas galian material di kawasan SP 2. Menurut Joel, langkah ini diambil karena kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka semakin kritis. “TPA tinggal empat hektar, dan kondisinya sudah penuh. Jadi, bagaimana kita siasati? Kita butuh alternatif lain,” tegasnya. Pihaknya bahkan sudah meminta izin kepada pemilik tanah bekas galian agar lahan tersebut bisa dipakai untuk menampung sampah dalam jangka pendek. Tak hanya mengandalkan program pemerintah, Joel juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Cukup taruh sampah di depan rumah, nanti ada petugas yang jemput. Jangan buang di kali, jangan buang sembarangan, karena dampaknya kita sendiri yang rasakan,” ujarnya. Selain itu, Distrik Mimika Baru juga menyiapkan inovasi baru berupa tempat sampah dari besi yang akan dipasang di pusat perbelanjaan, sekolah, hotel, hingga rumah ibadah. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah menyalurkan sampah ke tempat yang seharusnya. Saat ini, Pemkab Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sedang merancang program pembangunan bank sampah. Joel memastikan Distrik Mimika Baru siap berkoordinasi agar program tersebut tidak berjalan tumpang tindih. “Kalau ada koordinasi yang baik, pengelolaan sampah bisa lebih maksimal. Kami di distrik siap mendukung penuh,” pungkasnya. Dengan berbagai langkah ini, Distrik Mimika Baru berharap bisa mengurangi beban TPA Iwaka sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Timika. Penulis: Jid Editor: GF   26 Sep 2025, 05:24 WIT
Gelar Anev Kehumasan, Kadiv Humas Tekankan Refleksi Demi Meningkatkan Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Jakarta - Divisi Humas Polri menggelar kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) serta pembinaan kesehatan mental personel yang dibuka langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho. Total 653 personel yang mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun daring.Irjen Pol. Sandi menyatakan, tugas kepolisian yang dijalankan jajaran humas harus dibarengi dengan sehatnya kekuatan fisik dan mental. Terlebih, tantangan dan tugas yang dijalankan ke depan akan semakin kompleks.“Kita meningkatkan kesehatan mental kita, dan kita juga anev apa yang sudah kita kerjakan, apa yang belum kita kerjakan, sehingga nanti berkorelasi,” ujar Irjen Pol. Sandi, Rabu (24/9/25).Ia menyampaikan, dengan kegiatan ini juga diharapkan jajaran Humas Polri bisa merefleksi diri untuk meningkatkan kemampuannya dan tahu tupoksinya dalam bekerja. Setiap jajaran juga harus menyadari bahwa profesi kepolisian adalah profesi yang mulia dan sepatutnya dijalani dengan penuh tanggung jawab.“Maka dari itu jangan nodai kemuliaan profesi kepolisian dengan hal-hal yang tidak bermanfaat ataupun hal-hal yang menyimpang,” ungkap Irjen Pol. Sandi.Ditegaskan Irjen Pol. Sandi, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini juga harus dijadikan refleksi diri untuk semakin meningkatkan pelayanan kehumasan. Mitigasi menjadi salah satu yang penting dan harus dilakukan jajaran Divisi Humas Polri.“Semoga kegiatan yang baik ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat yang besar bagi kita semua, serta semakin memperkuat peran di Divisi Humas Polri sebagai penjaga citra positif, kepercayaan masyarakat, dan harapan terhadap isu kepolisian, sehingga polisi menjadi mitra dan selalu di hati masyarakat,” jelas Kadiv Humas. PNO-12 25 Sep 2025, 14:13 WIT
Pemkab Mimika Perkuat TP3S Lewat Kolaborasi Multi Pihak: Upaya Konkret Turunkan Stunting Menuju Gene Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Melalui penguatan Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S), Pemkab Mimika menggelar rapat koordinasi sekaligus peningkatan kapasitas terkait simulasi analisa data bina bangda, yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Selasa (24/9/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dan dihadiri berbagai pihak penting, antara lain pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PT Freeport Indonesia (PTFI), YPMAK, Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI), serta project PASTI-Papua. Rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kemampuan TP3S dalam menganalisis data hingga ke tingkat distrik. Dengan data yang akurat dan terukur, intervensi penurunan stunting dapat lebih tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi lintas sektor dan mendorong kolaborasi yang lebih erat antar stakeholder. “Kabupaten Mimika telah membentuk TP3S untuk memastikan keterpaduan intervensi yang dilaksanakan lintas sektor. Tim ini bertugas menyusun rencana aksi, memantau pelaksanaan, hingga memastikan setiap langkah benar-benar memberikan dampak nyata,” ungkap Emanuel Kemong dalam sambutannya. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka stunting hingga 14,4 persen pada tahun 2029 dan menekan angka tersebut sampai 5 persen pada 2045 untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia. Kabupaten Mimika turut berkomitmen menjadi bagian dari pencapaian target tersebut. Emanuel mengakui bahwa tantangan di lapangan masih banyak, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya kesadaran gizi, hingga masalah sanitasi. Namun, ia optimis bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong akan menjadi modal penting untuk menekan angka stunting di Mimika. Kehadiran berbagai mitra pembangunan seperti WVI, PTFI, dan YPMAK dinilai menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting. Dengan dukungan dana, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas, sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program hingga pelosok Mimika. “Kerjasama multi pihak ini harus terus dijaga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan kehadiran mitra pembangunan menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masa depan anak-anak Mimika adalah tanggung jawab bersama,” tambah Emanuel.   Penulis: Abim Editor: GF 24 Sep 2025, 04:16 WIT
Pemkab Mimika Bentuk Bank Sampah di Kelurahan: Warga Bisa Jual Langsung dan Dapat Uang Tunai Papuanewsonline.com, Mimika – Sampah kini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, melainkan bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Mimika. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob resmi meluncurkan program Bank Sampah, yang dalam tahap awal akan dibentuk di 11 kelurahan di Distrik Mimika Baru. Program ini menghadirkan paradigma baru: masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi bisa menjualnya dan memperoleh uang tunai. “Pemkab mulai melakukan perubahan pemikiran terhadap sampah. Kita harus buat sampah jadi uang,” tegas Bupati Johannes Rettob saat memberikan keterangan di Mimika, Selasa (23/9/2025). Untuk merealisasikan program ini, Pemkab Mimika telah menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) dan para lurah di Distrik Mimika Baru. Pertemuan resmi dilakukan untuk menyepakati mekanisme pembelian sampah dari masyarakat. “Kita sudah rapatkan bersama, dan diputuskan berapa harga beli sampah dari masyarakat. Semua sudah disepakati, sehingga ke depan warga tidak bingung lagi bagaimana sistemnya,” jelas Bupati. Bank sampah di 11 kelurahan nantinya akan dibantu oleh agen-agen bank sampah di tingkat lingkungan yang lebih kecil. Para agen ini berperan aktif menjemput sampah langsung dari rumah-rumah warga, sehingga masyarakat tidak kesulitan menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Selain itu, program bank sampah ini juga akan disosialisasikan secara luas, termasuk ke sekolah-sekolah. Dengan begitu, generasi muda Mimika dapat memahami sejak dini pentingnya mengelola sampah secara bijak sekaligus mendapatkan manfaat ekonominya. “Melalui bank sampah, kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah memiliki nilai. Ini juga salah satu cara kita mendidik warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tambah Bupati Rettob. Program bank sampah diproyeksikan memberi manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, tumpukan sampah di jalan-jalan dan pemukiman bisa berkurang drastis. Dari sisi ekonomi, warga dapat memperoleh penghasilan tambahan dari hasil penjualan sampah anorganik seperti plastik, botol, atau kardus. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, sekaligus mendukung gerakan nasional pengurangan sampah. Penulis: Abim Editor: GF 24 Sep 2025, 04:04 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT