Papuanewsonline.com
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Kematian Armando Tamawiyu Picu Duka dan Kemarahan Keluarga di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Kematian Armando Tamawiyu pada
22 November 2025 meninggalkan duka mendalam sekaligus kemarahan bagi pihak
keluarga. Armando, yang mengalami sakit selama enam hari, sebelumnya telah
diperiksa oleh tenaga medis di Puskesmas Manasari dan dinyatakan dalam kondisi
baik, meskipun keluarga merasa gejalanya cukup mengkhawatirkan.Menurut penjelasan keluarga, kondisi Armando tidak
menunjukkan perbaikan. Ayahnya, Rikardus Tamiwiyu, mengungkapkan kekecewaan
karena permintaan rujukan ke RSUD tidak segera ditindaklanjuti. Dokter di
puskesmas disebut menyampaikan bahwa tidak tersedia transportasi medis untuk
mengantar pasien rujukan.Karena tidak mendapatkan fasilitas transportasi, keluarga
mencari bensin dan menggunakan kendaraan sendiri. Upaya tersebut dilakukan
dengan terburu-buru karena kondisi Armando terus menurun, sehingga keluarga
memutuskan membawa pasien menuju Pomako menggunakan mobil pickup.Namun nasib berkata lain. Dalam perjalanan menuju fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap, Armando menghembuskan napas terakhirnya di atas
kendaraan. Peristiwa itu menambah rasa terpukul bagi keluarga yang merasa upaya
penanganan medis sebelumnya tidak dilakukan secara maksimal.“Kami sangat kesal dan sedih atas kematian anak kami,” ujar
Rikardus dengan suara bergetar. Ia menegaskan bahwa keluarga merasa penanganan
yang diberikan puskesmas tidak serius, sehingga menyebabkan keterlambatan
penanganan yang seharusnya dapat menyelamatkan nyawa anaknya.Setibanya di Mimika, keluarga langsung menyampaikan protes
dan menuntut kejelasan. Mereka merasa bahwa puskesmas telah lalai dalam
memberikan pelayanan yang seharusnya. Keluarga menyatakan tidak dapat menerima
kenyataan bahwa Armando dinyatakan baik-baik saja, namun beberapa jam kemudian
meninggal dalam perjalanan.“Kami menuntut pertanggungjawaban atas kematian anak kami,”
tegas Rikardus. Ia berharap ada evaluasi dan pembenahan nyata dalam sistem
pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Manasari.Keluarga juga meminta agar kejadian tragis ini tidak terjadi
lagi pada warga lainnya. Menurut mereka, fasilitas kesehatan harus mampu
memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan
rujukan cepat.Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat setempat,
karena menggambarkan masalah mendasar dalam akses layanan kesehatan di wilayah
tersebut. Keluarga berharap kematian Armando menjadi perhatian serius agar
pelayanan kesehatan di Mimika dapat ditingkatkan dan tidak ada lagi korban
akibat keterlambatan penanganan. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:53 WIT
Tragedi Irene Sokoy: Kematian Ibu dan Bayinya Ungkap Darurat Pelayanan Kesehatan di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura — Kematian tragis Irene Sokoy,
seorang ibu hamil yang ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, telah
mengguncang hati masyarakat Papua. Bayi yang dikandungnya juga tidak dapat
diselamatkan, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan
paling memilukan di Papua pada tahun 2025.Menurut keterangan keluarga, Irene mengalami kondisi darurat
ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun nasib nahas
menimpanya: fasilitas kesehatan yang didatangi tidak dapat menerimanya karena
berbagai alasan, hingga akhirnya waktu kritis itu merenggut nyawa keduanya.Ivan, adik kandung Irene, menjadi saksi langsung bagaimana
kondisi sang kakak terus memburuk. Ia menceritakan bahwa Irene menunjukkan
gejala sesak dan gelisah sesaat sebelum tak sadarkan diri. “Itu kakak sudah
memang rasa gelisah. Panas itu di dada saja… sesak,” ujar Ivan dengan suara
bergetar mengenang kejadian itu.Dalam perjalanan mencari pertolongan, Irene disebut sempat
bersandar pada sang adik karena kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, Irene
kehilangan kesadaran. “Kakak jatuh di dada saya,” ungkap Ivan, menggambarkan
detik-detik terakhir sebelum kakaknya menghembuskan napas terakhir.Lima hari setelah tragedi itu, Gubernur Papua Mathius Derek
Fakhiri mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus duka
mendalam atas wafatnya Irene dan bayinya. Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi
momen refleksi bagi pemerintah terkait kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi
sorotan publik.Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengakui buruknya
sistem layanan kesehatan di Papua. “Tuhan punya cara untuk membukakan mata kami
pemerintah bahwa inilah bobrok pelayanan kesehatan di Provinsi Papua,”
tegasnya, menandai bahwa kasus ini tidak boleh diabaikan.Tragedi ini telah memicu diskusi luas mengenai tanggung
jawab negara dalam memastikan akses kesehatan yang layak dan respons cepat
terhadap warga dalam kondisi darurat. Masyarakat menilai insiden ini bukan
sekadar kecelakaan tragis, tetapi hasil dari persoalan struktural yang sudah
lama terjadi.Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis
kemanusiaan, mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk
memperbaiki sistem rujukan, meningkatkan kapasitas rumah sakit, dan memastikan
tidak ada lagi warga Papua yang kehilangan nyawa akibat penolakan layanan
medis.Kematian Irene dan bayinya menjadi cermin dari masih
lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan di daerah. Tragedi ini diharapkan
menjadi titik balik bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk sepenuhnya
membenahi sistem kesehatan Papua.Kasus memilukan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan
kesehatan bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar manusia yang wajib dipenuhi
negara tanpa kecuali. Masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang harus
merasakan duka sedalam yang dialami keluarga Sokoy. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:44 WIT
DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga, Ubah Paradigma Pengelolaan Sampah
Papuanewsonline.com, Mimika - Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Mimika memperkenalkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dengan meresmikan
kios sampah di Kelurahan Inauga, (21/11/2025). Langkah ini bertujuan
mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem konvensional kumpul-angkut-buang
menjadi pilah-kumpul-tabung, yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffry Deda,
menjelaskan bahwa kios sampah ini memiliki mekanisme yang berbeda dengan bank
sampah yang sebelumnya telah diluncurkan. Di kios sampah, masyarakat memilah,
mengangkut, dan menimbang sampah, kemudian menukarkannya dengan sembako seperti
telur, minyak goreng, gula, dan mie instan."Peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan hanya
seremonial, tetapi merupakan perubahan perilaku besar dalam pengelolaan
sampah," ujar Jeffry Deda. Ia mengungkapkan
bahwa produksi sampah di wilayah Mimika telah mencapai 100 ton per hari,
sementara kapasitas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka semakin terbatas.Untuk mempermudah masyarakat, DLH juga telah menyiapkan
Aplikasi Kios Sampah yang dapat diunduh di Play Store. Aplikasi ini
memungkinkan warga untuk menjual sampah dengan layanan penjemputan oleh
petugas, atau mengantarkannya langsung ke Kios Bank Sampah Inauga. Asisten 1 Setda Mimika, Ananias Faot, berharap program kios
sampah ini dapat berjalan berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. "Hari ini kita
launching, harus jalan. DLH dan Kelurahan ini, memastikan dan mengawal program
ini," tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
22 Nov 2025, 13:59 WIT
Bakti Sosial Donor Darah di Mimika Sukses Kumpulkan 300 Kantong Darah
Papuanewsonline.com, Timika – Forum Kewaspadaan Dini
Masyarakat (FKDM) Mimika berhasil menggelar bakti sosial (baksos) donor darah
yang berlangsung selama dua hari, 20-21 November 2025.Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 300 kantong darah, yang
dianggap sebagai pencapaian luar biasa dalam gerakan kemanusiaan untuk membantu
sesama yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.Ketua FKDM Mimika, Lucky Mahakena, menyampaikan ucapan
terima kasih kepada seluruh warga Mimika atas partisipasi dan dukungan dalam
kegiatan ini. Ia secara khusus
mengapresiasi kontribusi dari berbagai komunitas, peguyuban, TNI-Polri,
Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, pegawai Pemda, dan seluruh lapisan masyarakat
Mimika yang telah berbagi kasih kemanusiaan."Terima kasih banyak kepada semua insan warga Mimika
telah berbagi kasih kemanusiaan, secara khusus komunitas peguyuban Mimika,
TNI-Polri, Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, Pegawai Pemda dan semua lapisan
warga Mimika atas partisipasi berbagai kasih kemanusiaannya," ungkap Lucky
Mahakena.Lucky menjelaskan bahwa alasan utama dilaksanakannya bakti
sosial ini adalah tingginya kebutuhan darah di rumah sakit, baik pemerintah
maupun swasta, yang seringkali tidak sebanding dengan frekuensi pendonor.
Kegiatan baksos donor darah ini diselenggarakan oleh FKDM bekerja sama dengan
RSUD Mimika, dengan mengusung tema "Setitik Darah, Sejuta Harapan". Penulis: Jid
Editor: GF
22 Nov 2025, 13:34 WIT
Polda Jatim Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
Papuanewsonline.com, Surabaya - Polda Jawa Timur memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi dampak erupsi dan Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.Pelepasan bantuan dipimpin langsung Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama Polda Jatim di depan Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jumat (21/11/2025).Dalam sambutannya, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa status Gunung Semeru berada pada Level IV atau Awas. Meski tidak ada korban jiwa, namun tercatat Tiga warga mengalami luka bakar berat dan 17 lainnya luka ringan. Seluruh korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.Wakapolda Jatim menegaskan bahwa distribusi bantuan diarahkan ke dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo.Berdasarkan laporan terbaru, Posko SD 04 Supiturang menampung sekitar 214 jiwa dengan kelompok rentan yang cukup besar, yakni 30 balita, satu bayi, tiga ibu menyusui, dua ibu hamil, 16 lansia, dan tiga penyandang disabilitas. Sementara itu, Posko SMP 2 Pronojiwo dihuni oleh lansia dalam jumlah tinggi, yakni 88 orang, serta 49 anak-anak dan balita.“Melihat demografi para pengungsi, terutama banyaknya balita dan lansia, bantuan yang kita berangkatkan hari ini adalah langkah tanggap darurat yang tepat sasaran,” ujar Wakapolda Jatim.Distribusi bantuan yang dikirimkan oleh Polda Jatim di antaranya kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, dan pakaian anak. Bantuan ini diprioritaskan untuk Posko SD 04 Supiturang.Selain itu 450 selimut untuk kebutuhan para lansia di kedua posko, terutama 88 lansia di SMP 2 Pronojiwo dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja di lokasi pengungsian.Wakapolda Jatim menekankan pentingnya pendekatan humanis selama pendistribusian. Lebih lanjut, Brigjen Pol Pasma Royce meminta seluruh personel menjaga koordinasi dengan posko setempat agar bantuan tepat sasaran serta memastikan keselamatan diri dan tim selama berada di daerah bencana.“Ingat, yang kita hadapi adalah warga yang sedang trauma. Laksanakan tugas dengan humanis dan penuh empati,” tegasnya.Mengakhiri amanatnya, Brigjen Pasma Royce secara resmi melepas rombongan bantuan kemanusiaan Polda Jatim Peduli sambil berharap kondisi para warga terdampak di Lumajang segera pulih.“Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan segera memulihkan saudara-saudara kita di Lumajang,” pungkasnya. PNO-12
22 Nov 2025, 07:27 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Korban Penganiayaan di RS Bhayangkara
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk korban penganiayaan di kawasan Lorong Putri, Desa Batu Merah, Ambon, yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui, Ambon.Kunjungan Kapolda pada Kamis sore tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memastikan penanganan korban serta proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.Dalam kunjungannya, Kapolda Maluku didampingi Kepala Biro SDM Polda Maluku, Direktur Intelkam, Direktur Samapta, serta Kabid Humas Polda Maluku. Mereka diterima langsung oleh paman korban, Husen Rumain, di Ruang Merpati Gedung Mutiara RS Bhayangkara.Di hadapan keluarga besar korban, Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembacokan tersebut. Ia meminta keluarga dan masyarakat menahan diri serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu konflik baru.“Kami memahami duka dan kemarahan keluarga. Namun kami mengimbau agar tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat memperkeruh keadaan. Serahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada Kepolisian,” tegas Kapolda.Kapolda Maluku juga mengirim pesan tegas kepada para pelaku yang masih berkeliaran. Ia meminta mereka segera menyerahkan diri secara baik-baik sebelum diambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.“Kami berharap para pelaku memiliki itikad baik dan menyerahkan diri. Polri akan bertindak profesional dalam menangani perkara ini,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta tim medis RS Bhayangkara untuk terus memantau kondisi korban dengan maksimal. Ia menekankan pentingnya pelayanan medis yang cepat, tepat, dan humanis bagi korban serta keluarganya.“Tolong diawasi dengan ketat. Berikan pelayanan terbaik dan informasikan setiap perkembangan kepada keluarga,” pinta Kapolda kepada tenaga medis.Sementara itu, pihak keluarga melalui paman korban, Husen Rumain, menyampaikan harapan besar agar Kepolisian segera menangkap para pelaku dan menuntaskan kasus ini. Mereka juga meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal. Kami serahkan prosesnya kepada Kepolisian,” ujar Husen Rumain.Polda Maluku menegaskan bahwa kasus ini ditangani serius dan menjadi perhatian penuh pimpinan. Kepolisian juga memastikan bahwa situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian dan wilayah Ambon tetap terkendali. PNO-12
20 Nov 2025, 20:36 WIT
Dinkes Mimika Gelar Rakor Lintas Sektor, Genjot Layanan KIA Tekan AKI dan AKB
Papuanewsonline.com, Timika - Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor pada Rabu
(19/11/2025) di Hotel Grand Tembaga Timika. Rapat ini bertujuan memperkuat
sinergi dan meningkatkan kualitas layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna
menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika, Ny. Lenni
Silas, menekankan bahwa AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi daerah.
Kondisi geografis Mimika yang beragam mempengaruhi akses pelayanan kesehatan. "Kegawatdaruratan maternal dan neonatal adalah kondisi
berbahaya yang dapat mengancam nyawa. Banyak kasus terjadi karena
keterlambatan," tegasnya.Lenni juga menyoroti faktor risiko "4 Terlalu":
terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak
kehamilan. "Faktor-faktor ini berkontribusi signifikan terhadap
tingginya kasus kehamilan berisiko di Mimika," ujarnya.Rakor ini diharapkan menyatukan persepsi semua pihak
terhadap regulasi nasional terkait peningkatan layanan KIA. "Rakor ini
menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen kita dalam menyelamatkan
ibu dan bayi di Kabupaten Mimika," pungkas Lenni. Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan berperan aktif
memperkuat pelayanan KIA di wilayah masing-masing. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Nov 2025, 00:59 WIT
Pemkab Boven Digoel dan Poltekkes Kemenkes Jayapura Resmi Menjalin MoU terkiat layanan kesehatan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten
Boven Digoel, Papua, secara resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan Poltekkes Kemenkes
Jayapura. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini menjadi salah satu upaya
pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan melalui kolaborasi dengan
institusi pendidikan vokasi kesehatan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh
Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.IP.Kerja sama tersebut mencakup beberapa bidang strategis,
mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pengembangan
infrastruktur kesehatan yang dinilai penting untuk menunjang pelayanan di
daerah. Selain itu, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperluas akses layanan
kesehatan agar masyarakat Boven Digoel dapat merasakan pelayanan yang lebih
memadai dan merata.Dalam pelaksanaannya, MoU ini diharapkan menjadi dasar bagi
berbagai program yang dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, sekaligus
membuka peluang peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pendampingan, maupun
program pendidikan terapan. Pemerintah daerah menilai bahwa keberadaan
Poltekkes sebagai lembaga pendidikan kesehatan akan membantu mempercepat
peningkatan kualitas tenaga kesehatan di wilayah tersebut.Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.IP, menyampaikan bahwa
kerja sama ini diharapkan mampu menjadi langkah awal perubahan positif dalam
penyediaan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Menurutnya,
keberlanjutan program bersama ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang selama ini masih membutuhkan
penguatan.Secara keseluruhan, kerja sama ini dipandang sebagai
momentum penting bagi Kabupaten Boven Digoel untuk memperkuat sektor kesehatan
secara menyeluruh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan
yang semakin berkualitas.
Penulis: HendrikEditor: GF
19 Nov 2025, 01:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru