Papuanewsonline.com
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Malaria di Mimika Menurun: Dinas Kesehatan Terus Tingkatkan Pelayanan Berkualitas
Papuanewsonline.com, Timika — Upaya
Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat pelayanan kesehatan publik mulai
menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes)
Mimika, angka penderita malaria di wilayah tersebut menurun dari 21 persen pada
tahun 2020 menjadi 18,2 persen pada 2025. Capaian ini menjadi indikator
penting keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan salah satu penyakit
endemik yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Papua Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, saat membuka Rapat Kerja
Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-III Tahun 2025 di Timika, Selasa (11/11/2025). “Kami menyambut gembira
pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika. Forum ini menjadi sarana penting
bagi seluruh kabupaten di Papua Tengah untuk berbagi strategi dan memperkuat
sinergi antar daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Reynold
di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota,
rumah sakit, puskesmas, dan mitra pembangunan. Dalam paparannya, Reynold
menjelaskan bahwa Mimika memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan
kesehatan di Papua Tengah. Dengan wilayah administratif yang luas dan populasi
mencapai lebih dari 329 ribu jiwa, Mimika menjadi daerah rujukan utama bagi
layanan kesehatan di kawasan sekitarnya. Saat ini, Kabupaten Mimika
memiliki 26 puskesmas yang tersebar di 18 distrik serta tujuh rumah sakit,
termasuk RSUD Mimika yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional
sejak 2019. Selain itu, jumlah tenaga
kesehatan di Mimika mencapai lebih dari 3.000 orang yang telah teregistrasi
secara nasional. “Ketersediaan SDM kesehatan ini
menjadi kekuatan utama kami untuk memastikan setiap warga Mimika, dari pesisir
hingga pegunungan, mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” jelas Reynold. Penurunan angka malaria, menurut
Reynold, tidak terjadi begitu saja. Dinkes Mimika selama lima tahun terakhir
gencar melakukan pendekatan komprehensif berbasis pencegahan, mulai dari
penyemprotan insektisida, pembagian kelambu berinsektisida, hingga kampanye
kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Program edukasi kesehatan juga
digencarkan melalui kolaborasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga
keagamaan. “Kami tidak hanya fokus pada
pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah. Karena
malaria tidak bisa diberantas hanya dengan obat, tetapi dengan perubahan
perilaku,” ujar Reynold menegaskan. Selain program lapangan, Dinkes
Mimika juga mulai menerapkan digitalisasi layanan kesehatan yang terintegrasi
dengan BPJS Kesehatan dan sistem rujukan nasional (SISRUTE). Dengan sistem ini, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi layanan,
membuat rujukan online, hingga melakukan pemantauan hasil pemeriksaan kesehatan
tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Rakerkesda ke-III ini tidak hanya
menjadi forum koordinasi antar daerah, tetapi juga menjadi ajang pertukaran
gagasan inovatif untuk memperkuat sistem kesehatan di wilayah Papua Tengah. Dalam
kegiatan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pengendalian
penyakit menular, peningkatan gizi masyarakat, hingga penguatan sistem
informasi kesehatan berbasis digital. Reynold berharap hasil dari
Rakerkesda ini dapat menjadi pedoman konkret bagi setiap daerah dalam menyusun
kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 16:37 WIT
Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 di RSI Cempaka Putih
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Listyo datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro. Ketiganya juga sempat menerima paparan singkat di posko layanan trauma dan healing dari Psikologi Kepolisian. Tak lama, Listyo dan jajarannya memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menemui langsung para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara. Data sementara dari posko pelayanan di RSI Cempaka Putih Jakarta, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB dini hari.Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di IGD, sementara 25 pasien lainnya sudah dipulangkan. Diketahui, korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan medis di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/11/2025).Sementara, 25 pasien diperbolehkan pulang. Pantauan SindoNews, sejumlah psikolog kepolisian dan petugas berjaga di posko pelayanan trauma healing yang didirikan di rumah sakit tersebut. Data sementara dari posko pelayanan ini, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB. Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, 25 pasien lainnya sudah dipulangkan. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mendirikan posko pelayanan trauma dan healing di dua rumah sakit pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). PNO-12
08 Nov 2025, 19:50 WIT
Puji Kebersihan SPPG Polri, Titiek Soeharto: Bisa Jadi Contoh SPPG Se-Indonesia
Papuanewsonline.com, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) terkesan dengan SPPG Polri di Karanganyar. Titiek memuji kebersihan dapur MBG tersebut."Saya salut kebersihannya luar biasa ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis," ujar Titiek, setelah meninjau SPPG YKB Polres Karanganyar, Jumat (7/11/2025).Titek menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting di seluruh SPPG. Dia juga memuji kebersihan proses pencucian ompreng bisa jadi standar bagi dapur MBG lainnya."Kebersihannya juga pencucian piring ompreng bisa jadi standar. Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. 'Bangga saya punya SPPG, 'Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak'. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain," sambungnya.Dalam peninjauannya, Titiek juga memastikan apakah SPPG YKB Polres Karanganyar ini sudah menyerap produksi pangan warga sekitar. Dari informasi yang dia dapat, SPPG Polri di Karanganyar turut melibatkan warga sekitar."Ternyata tadi dapat laporan bahwa bahan bakunya diambil dari masyarakat atau UMKM di sekitar sini," terangnya.SPPG ini dibangun dengan pengawasan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto. MBG ini akan diserahkan ke 4 ribu siswa pada 16 sekolah mencakup jenjang dari PAUD hingga SMA dia wilayah Karanganyar.Uji coba SPPG ini sudah dilakukan sejak 30 September dengan melayani 500 porsi. Kemudian uji coba dilakukan 3 dan 8 Oktober dengan jumlah 1.750 porsi.Pembuatan makanan dilakukan proses pemilihan dan pembelian bahan mentah yang diawasi oleh Pengurus Bhayangkari Karanganyar. Penerimaan bahan mentah selalu dicek ulang kuantitas dan kualitasnya agar sesuai kriteria.Kebersihan tempat makan dan proses pengolahan bahan makanan juga diawasi oleh Tenaga Ahli Gizi. Termasuk proses loading dan pengantaran makanan diawasi ketat oleh pengawas SPPG.Makanan yang sudah sampai sekolah juga dicoba dulu oleh guru untuk memastikan makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Limbah hasil produksi makanan diolah dengan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan SPPG Polri menekankan zero accident. Kapolri dan rombongan melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan food security."Ibu Titiek juga berkenan untuk mengecek langsung SPPG Polri di Karanganyar mulai dari saat barang tiba, kemudian proses pemisahan penyimpanan, sampai juga terkait pada saat masak, kemudian juga pada saat akan didistribusikan," ujar Jenderal Sigit di SPPG YKB Polres Karanganyar.Jenderal Sigit dan Titiek juga melihat pengelolaan IPAL terkait sampah hasil MBG yang tak dimakan."Termasuk pembersihan dan juga sterilisasi sehingga harapan kita terkait SPPG Polri ini betul-betul bisa zero accident dan ini menjadi perhatian besar dari Bapak Presiden yang harus kita jaga," jelasnya. PNO-12
08 Nov 2025, 13:18 WIT
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya
memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025),
Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah
sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur
RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi
titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini
dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi
tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung
selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat
inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai
persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang
menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur
Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat
penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis
tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar
Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II
Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan
sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh
manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan
sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga
mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama
bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem
manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia
memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan
hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh
lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan
pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa
pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan
integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan
regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang
tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas
dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para
perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda
terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah
provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di
wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat
perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan
berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan
disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak
serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di
Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus
dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung
memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru
dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan
pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF
04 Nov 2025, 23:15 WIT
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12
31 Okt 2025, 09:22 WIT
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam
Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12
31 Okt 2025, 08:47 WIT
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Mimika Targetkan 10 Ribu Warga Jalani MCU Gratis!
Papuanewsonline.com, Timika — Dalam
rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika meluncurkan program besar yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat: Medical Check Up (MCU) gratis untuk 10 ribu warga.
Program ini akan dilaksanakan di tujuh Puskesmas dalam wilayah Kota Timika,
sebagai bagian dari implementasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG)
dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ambisius ini menjadi
salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan
kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan
kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kepala Seksi Pembiayaan Dinas
Kesehatan Mimika, Farida, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 10.000
warga Mimika untuk mendapatkan pemeriksaan gratis.
“Syaratnya cukup sederhana, hanya menunjukkan KTP Mimika. Kami ingin seluruh
masyarakat, dari usia muda hingga lanjut usia, memiliki kesadaran untuk rutin
memeriksa kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025). Farida menekankan bahwa kegiatan
ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kesehatan Nasional, tetapi juga gerakan
nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. “Di tahun 2024 usia harapan hidup
masyarakat Mimika baru sekitar 70 tahun. Harapan kami, dengan program MCU ini,
usia harapan hidup bisa meningkat hingga 75 tahun ke depan,” ungkapnya optimis. Program MCU gratis ini dirancang
untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi,
diabetes, kolesterol, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi
kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit
berkembang lebih jauh. “Banyak orang baru tahu dirinya
sakit setelah kondisinya parah. Padahal, kalau dicek sejak awal, banyak
penyakit bisa dicegah atau dikontrol dengan baik,” jelas Farida. Selain itu, Dinas Kesehatan
Mimika juga akan memberikan edukasi kesehatan dan konseling gizi di setiap
lokasi pelaksanaan MCU untuk membantu masyarakat memahami gaya hidup sehat yang
berkelanjutan. Tujuh Puskesmas yang ditunjuk
sebagai lokasi pelaksanaan program ini meliputi Puskesmas Timika Jaya, Pasar
Sentral, Wania, Kwamki Lama, Mapurujaya, Karang Senang, dan Puskesmas SP2-SP5.
Seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tenaga medis, alat
pemeriksaan standar, serta ruang layanan yang nyaman agar kegiatan berjalan
lancar. Dinkes Mimika juga memastikan
bahwa hasil pemeriksaan setiap peserta akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan monitoring
kesehatan lanjutan di Puskesmas masing-masing. “Kami tidak hanya ingin
masyarakat datang cek kesehatan, tapi juga terus melakukan pemantauan secara
berkala agar kesehatannya benar-benar terjaga,” tambah Farida. Untuk memastikan seluruh warga
mengetahui dan berpartisipasi dalam program ini, Dinas Kesehatan Mimika telah
melakukan kampanye informasi publik melalui media sosial, selebaran, dan kerja
sama lintas instansi.
“Kami sudah minta semua Puskesmas untuk menyebarkan flyer dan informasi di
setiap wilayah. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat tahu manfaat dari MCU
dan tertarik ikut,” pungkas Farida. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Okt 2025, 03:07 WIT
Tingkatkan Kesehatan Anak Papua: SD YPPK Tiga Raja Mimika Resmi Luncurkan Program MBG
Papuanewsonline.com, Mimika — Kabar
gembira datang bagi dunia pendidikan di Papua Tengah. Sekolah Dasar (SD) YPPK
Tiga Raja di Kabupaten Mimika resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) pada awal pekan ini, menandai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan
kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah di wilayah timur Indonesia. Program ini merupakan bagian dari
agenda nasional yang digagas untuk memperkuat sumber daya manusia sejak usia
dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus
Welerubun, menyebut bahwa inisiatif tersebut membawa dampak positif bagi para
siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program MBG sangat membantu
anak-anak kami. Apalagi sekitar 50 persen siswa di sekolah ini adalah
pendatang, dan 50 persen lainnya merupakan Orang Papua Asli (OPA). Dengan
adanya makan bergizi gratis ini, mereka bisa lebih fokus belajar tanpa harus
memikirkan kebutuhan makan siang,” jelas Bernolpus. Meski disambut antusias oleh
sebagian besar siswa dan orang tua, pelaksanaan program ini tidak lepas dari
tantangan. Dari total 830 siswa, masih ada sekitar 120 anak yang belum ikut
serta. Alasannya, sejumlah orang tua mengaku khawatir akan potensi keracunan
makanan massal, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah sebelumnya. Bernolpus memahami kekhawatiran
tersebut, namun ia memastikan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan dinas
kesehatan dan penyedia katering lokal untuk menjamin kebersihan, keamanan, dan
kualitas makanan yang disajikan. “Kami pastikan seluruh bahan
makanan diperiksa dan dimasak oleh tenaga terlatih. Setiap menu diawasi oleh
petugas gizi dari Dinas Kesehatan Mimika, agar tidak ada kasus yang merugikan
anak-anak,” tambahnya dengan tegas. Pihak sekolah kini terus
melakukan sosialisasi kepada para orang tua agar memahami pentingnya program
MBG dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua. Program MBG merupakan kebijakan
prioritas nasional pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan gizi
masyarakat, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Selain
untuk siswa sekolah dasar, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui,
serta anak balita agar mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Melalui penyediaan menu bergizi
seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu, pemerintah berharap mampu
menurunkan angka stunting dan anemia, sekaligus meningkatkan daya konsentrasi
dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. “Kami tidak hanya memberi
makanan, tapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat
sejak dini,” ungkap salah satu petugas gizi yang turut mendampingi kegiatan. Peluncuran MBG di SD YPPK Tiga
Raja Mimika menjadi bukti bahwa sekolah kini berperan penting sebagai pusat
perubahan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor —
mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, hingga
masyarakat — diharapkan program ini bisa berjalan berkelanjutan dan menjangkau
seluruh sekolah di Papua Tengah. Bernolpus berharap agar ke depan,
dukungan dari pemerintah daerah semakin kuat, baik dari sisi anggaran,
fasilitas dapur sekolah, maupun edukasi gizi kepada masyarakat. “Kami ingin anak-anak Papua
tumbuh menjadi generasi yang sehat, pintar, dan percaya diri. Program makan
bergizi ini adalah langkah awal menuju mimpi besar itu,” tutupnya penuh harap. Penulis: Hendrik Editor: GF
30 Okt 2025, 01:19 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Distrik Sinak
Papuanewsonline.com, Puncak - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan. “Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. PNO-12
28 Okt 2025, 07:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru