logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Kondisi Puskesmas Atuka Kian Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan Segera Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana di Puskesmas Atuka, Kabupaten Mimika, kini tampak jauh dari kata layak. Bangunan puskesmas yang menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Atap bocor di berbagai ruangan, dinding retak, hingga fasilitas penunjang yang tidak lagi memadai, membuat pelayanan kesehatan menjadi terhambat. Keluhan datang dari tenaga medis yang setiap hari harus berjuang memberikan layanan di tengah kondisi sarana yang tidak mendukung. Air hujan yang masuk melalui atap bocor sering membasahi ruangan perawatan dan ruang tunggu pasien, sementara beberapa peralatan medis tak lagi bisa digunakan dengan optimal akibat lembab dan rusak. “Kami tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan kondisi bangunan seperti ini,” ungkap Karel Mapupia, perawat Puskesmas Atuka, kepada Papua News Online. “Atap bocor, dinding retak, bahkan beberapa bagian plafon sudah hampir roboh. Kami khawatir ini membahayakan pasien maupun petugas.” Puskesmas Atuka selama ini menjadi tumpuan masyarakat dari berbagai kampung di wilayah sekitar. Namun, kondisi bangunan yang kian rusak membuat aktivitas pelayanan sering kali terganggu, terutama saat musim hujan. Petugas medis terpaksa harus memindahkan pasien dan peralatan setiap kali hujan deras mengguyur. Dalam beberapa kesempatan, kegiatan imunisasi dan pelayanan ibu hamil pun tertunda karena ruangan tak bisa digunakan. “Kami sering kesulitan saat melakukan tindakan medis, karena ruangan bocor dan air masuk ke mana-mana. Kadang listrik juga padam, jadi kami harus pakai senter untuk melayani pasien,” tambah salah satu bidan yang enggan disebutkan namanya. Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat Atuka. Mereka menilai bahwa pemerintah daerah kurang memperhatikan kebutuhan dasar kesehatan di wilayah terpencil seperti Atuka. Warga berharap agar Pemkab Mimika segera mengalokasikan anggaran renovasi dan memperbaiki seluruh fasilitas yang rusak. “Kami masyarakat Atuka hanya ingin tempat berobat yang layak. Jangan tunggu sampai bangunannya roboh baru diperbaiki,” ujar Yulianus Kobak, tokoh masyarakat Atuka. Selain perbaikan fisik, warga juga meminta agar pemerintah meningkatkan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis yang memadai. Menurut mereka, pelayanan kesehatan yang layak adalah hak setiap warga negara tanpa memandang lokasi tempat tinggal. Puskesmas Atuka menjadi contoh nyata ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah kota dan pedalaman. Padahal, tenaga medis di sana telah bekerja keras untuk tetap melayani masyarakat dengan segala keterbatasan. Aktivis kesehatan lokal bahkan menilai bahwa kondisi seperti ini menunjukkan perlunya pengawasan anggaran kesehatan yang lebih ketat. Mereka menekankan bahwa pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan pembangunan fasilitas kesehatan berjalan merata dan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kalau puskesmas saja bocor dan tidak layak, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan yang baik?” ujar seorang aktivis dari komunitas kesehatan Mimika. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terkait rencana renovasi Puskesmas Atuka. Namun masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret. Warga Atuka percaya, dengan perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah, pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasa aman serta nyaman saat berobat.     Penulis: Hendrik Editor: GF 16 Okt 2025, 01:34 WIT
Karyawan Puskesmas Atuka Protes Potongan Tunjangan, Tuntut Keadilan dan Transparansi Manajemen Papuanewsonline.com, Mimika — Ketegangan terasa di halaman Puskesmas Atuka, Kabupaten Mimika, ketika sejumlah tenaga kesehatan dan karyawan puskesmas menggelar aksi protes menuntut keadilan atas pemotongan tunjangan yang mereka nilai tidak transparan. Dalam aksi damai yang dilakukan di depan kantor puskesmas itu, para tenaga kesehatan membawa papan tuntutan bertuliskan aspirasi mereka dan menyerukan agar hak-hak mereka segera dikembalikan. Aksi tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam para karyawan terhadap manajemen Puskesmas Atuka yang dianggap tidak memberikan penjelasan jelas terkait pemotongan tunjangan tanpa dasar yang kuat. “Kami merasa terpinggirkan dan tidak dihargai. Tunjangan kami dipotong tanpa alasan yang jelas, dan kami juga tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan program Puskesmas,” ujar Karel Mapupia, salah satu perawat Puskesmas Atuka, dengan nada kecewa. Karel bersama rekan-rekannya menilai, kebijakan pemotongan tunjangan tersebut sangat merugikan mereka yang selama ini bekerja keras di lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Mereka menuntut agar pihak Kepala Puskesmas Atuka dan Pemerintah Kabupaten Mimika segera turun tangan untuk memberikan penjelasan serta mengembalikan tunjangan mereka seperti semula. Selain meminta pemulihan hak, para tenaga kesehatan juga menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana tunjangan dan insentif tenaga kesehatan di Puskesmas Atuka. Mereka khawatir, ada maladministrasi atau penyalahgunaan wewenang yang menyebabkan hak mereka tidak tersalurkan secara penuh. “Kami tidak menolak kebijakan jika memang ada alasan yang kuat dan sesuai aturan. Tapi selama ini kami tidak pernah diberi penjelasan. Kami hanya ingin keadilan dan kejelasan,” tambah Karel. Para karyawan juga menyerukan agar pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan dana kesehatan, baik yang bersumber dari APBD maupun program pusat. Menurut mereka, ketidakjelasan seperti ini bisa menurunkan semangat kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Protes yang dilakukan para tenaga kesehatan Puskesmas Atuka menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah tentang kesejahteraan tenaga medis yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik. Mereka menegaskan bahwa motivasi dan dedikasi tenaga kesehatan akan sangat bergantung pada kepastian hak-hak mereka. “Kami tidak hanya bekerja untuk gaji, tapi juga untuk pengabdian. Namun, ketika hak kami diabaikan, semangat kerja kami juga menurun,” ujar salah satu tenaga bidan yang enggan disebutkan namanya. Masyarakat sekitar juga turut memberikan dukungan moral terhadap aksi ini. Mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan secara adil dan terbuka, agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Atuka tetap berjalan optimal. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Puskesmas Atuka belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemotongan tunjangan tersebut. Namun, sejumlah pihak di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika disebut telah mengetahui persoalan ini dan tengah mengupayakan mediasi antara karyawan dan manajemen puskesmas. Pemerintah Kabupaten Mimika diharapkan segera menindaklanjuti keluhan ini agar tidak terjadi gejolak di lingkungan tenaga kesehatan lainnya. Transparansi dan komunikasi terbuka dianggap sebagai solusi utama untuk mengembalikan kepercayaan para petugas medis yang selama ini mengabdikan diri di wilayah pedalaman.     Penulis: Hendrik Editor: GF 15 Okt 2025, 20:44 WIT
Sambut HUT Ke-54 KORPRI Polri, Bidang Kesjas Korbrimob Gelar Donor Darah Papuanewsonline.com, Depok - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Polri, Bidang Kesehatan dan Jasmani (Kesjas) Korbrimob Polri menyelenggarakan kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Fasilitas Umum Lantai 3, Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapadua, Cimanggis, Depok.Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kabid Kesjas Korbrimob Polri Kombes Pol. Bambang Wiji Asmoro Sadarusalam, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Polri Pembina Utama Muda dr. Niken Manohara, Ketua Panitia HUT Korpri Polri TK. 1 dr. Jekson Surung Simanjuntak, Ketua Sie Bakti Sosial Pembina Utama Muda Dr. Drg. Rike Rayanti, para Dewan Pengurus Korpri Polri, serta Ibu Bhayangkari PG06 Korbrimob Polri.KORPRI merupakan wadah yang berfokus pada peningkatan profesionalisme, persatuan, dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tahun ini, KORPRI Polri telah menunjukkan kiprahnya dalam berbagai kegiatan besar, termasuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) KORPRI XVII 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, dengan tema “KORPRI Bersinergi dalam Prestasi.”Dalam amanatnya, Kabid Kesjas menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih dapat berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama melalui kegiatan donor darah ini.“Tentunya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri tatkala kita masih menjadi hamba yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pernyataan Kabid Kesjas.Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 KORPRI Polri, tetapi juga bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat serta wujud kepedulian terhadap sesama.Menutup amanatnya, Kabid Kesjas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan donor darah ini.“Semoga apa yang kita lakukan hari ini diridhai oleh Allah SWT, dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan jasmani maupun rohani,” lanjutan pernyataan Kabid Kesjas.Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan anggota Polri dalam melayani masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi dan nilai-nilai luhur Korps Brimob Polri. PNO-12 15 Okt 2025, 14:37 WIT
Jamin Kualitas MBG, SPPG Polres Inhil Dilengkapi Fasilitas Rapid Test Papuanewsonline.com, Inhil – Polres Indragiri Hilir (Inhil) resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilengkapi fasilitas rapid test guna memastikan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar. Inovasi ini menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus keracunan massal seperti yang pernah menimpa sejumlah daerah.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, rapid test menjadi bagian dari transparansi dan pengawasan Polri dalam menjamin mutu gizi bagi anak-anak.“Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk,” ujar Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Herry menegaskan, makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar kualitas dan keamanan. Menurutnya, kegagalan menjaga mutu MBG bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Polri maupun pemerintah.“Seperti yang kita ketahui kejadian beberapa waktu lalu itu akan mendegradasi kepercayaan terhadap pemerintah dan kita semua,” tegasnya.Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga tahap distribusi.“Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau food tray, baru kemudian didistribusikan,” jelasnya.Menurut Kapolda, SPPG bukan sekadar dapur, melainkan investasi nyata Polri untuk membangun generasi sehat, kuat, dan berdaya.“Ibarat menanam pohon, kalau dirawat dengan baik dan diberi pupuk akan mempunyai batang kuat tempat bersandar, dahan yang kuat tempat bergantung, daun yang lebat tempat bernaung, dan akar yang kuat tempat bersila. Demikian pula pemberian gizi yang baik dapat menjamin tumbuh kembang generasi penerus kita dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.SPPG Inhil berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare di Jalan Baru Yusuf Parit, Kelurahan Tembilahan Hulu. Dapur ini dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Inhil dengan dukungan 39 relawan.Fasilitas yang tersedia mencakup dapur, peralatan masak, food tray, hingga kendaraan distribusi. Setiap hari, dapur ini menyiapkan MBG untuk 2.438 siswa dari 12 sekolah di Kabupaten Inhil. PNO-12 14 Okt 2025, 14:08 WIT
Dukung Program MBG, Kapolda Riau Resmikan SPPG di Inhil Papuanewsonline.com, Inhil - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Indragiri Hilir (Inhil). Peluncuran dapur SPPG Polres Inhil ini merupakan wujud komitmen Polda Riau dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Kegiatan ini dalam rangka mendukung program nasional pemerintah dalam pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas," ujar Irjen Pol Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Inhil dan jajaran Forkopimda. SPPG Polres Inhil ini menyediakan MBG untuk 2.438 siswa penerima manfaat dari 12 sekolah di wilayah Kabupaten Inhil.Pada kesempatan itu, Irjen Herry Heryawan beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau dan juga Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora meninjau secara langsung dapur SPPG. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pembuatan MBG di dapur SPPG Polres Inhil sesuai dengan standar keamanan makanan.Irjen Herry Heryawan memastikan dari mulai pemilihan bahan baku makanan, pengolahan, sampai ke tahap distribusi dilakukan dengan standar keamanan untuk memastikan MBG yang bergizi dan berkualitas."Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau foodtray, baru kemudian didistribusikan," jelasnya.Jenderal bintang dua ini mengatakan bahan makanan dipilih sesuai standar pangan dan mutu kualitas yang baik. SPPG Polres Inhil juga melakukan rapid test terhadap makanan untuk menguji keamanan MBG itu sendiri."Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk," jelasnya.Lebih lanjut, Herry Heryawan menyoroti masalah kamera pengawas yang belum tersedia di SPPG. Herry Heryawan meminta agar Polres Inhil menyiapkan CCTV untuk merekam aktivitas mulai dari masuknya bahan makanan sampai ke dapur dan keluar untuk didistribusi."Agar Polres memantau 24 jam. Dan tadi polres juga menyiapkan tenaga pengantar untuk mendirstribusikan sampai makanan itu dikonsumsi oleh anak-anak kita," katanya. PNO-12 14 Okt 2025, 14:02 WIT
Polisi dan Warga Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah Dinas Kepala Puskesmas Arwala Papuanewsonline.com, Maluku Barat Daya – Kepolisian dari Pospol Wetar Timur Polres Maluku Barat Daya (MBD) bersama warga setempat bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran yang melanda rumah dinas Kepala UPTD Puskesmas Arwala, Kecamatan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Minggu pagi (12/10/2025)Peristiwa tersebut menimpa Noke Naskay, S.Kep., Ns., (47), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala UPTD Puskesmas Arwala. Akibat insiden ini, korban mengalami luka bakar serius pada bagian tangan dan wajah, sementara rumah dinas berukuran 6 x 7 meter persegi hangus terbakar bersama seluruh isinya.Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran berawal saat korban tengah menggoreng ikan di dapur. Saat melihat minyak di kompor hampir habis, korban mencoba menambah minyak tanah ke kompor yang masih menyala. Api kemudian menyambar jerigen berisi minyak yang dipegang korban dan menimbulkan ledakan kecil disertai kobaran api besar.Kobaran api dengan cepat menjalar ke rak telur dan tumpukan karton di sekitar dapur hingga melalap seluruh bangunan rumah. Warga yang melihat kepulan asap tebal segera berdatangan untuk membantu dan melaporkan kejadian ke Pospol Wetar Timur.Personel Pospol bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman manual menggunakan air dan peralatan seadanya. Berkat kesigapan petugas dan warga, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah sekitar.Korban berhasil diselamatkan dan langsung diberikan pertolongan pertama, kemudian dievakuasi ke rumah warga terdekat untuk perawatan lanjutan.Akibat peristiwa ini, i unit rumah dinas beserta isinya habis dilahap si jago merah sehingga menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta, meliputiKapolsek Wetar, Iptu Giovani B. M. Toffy, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.“Begitu kami menerima informasi adanya kebakaran, personel langsung menuju lokasi kejadian bersama masyarakat untuk melakukan pemadaman secara manual. Fokus utama kami saat itu adalah menyelamatkan korban dan mencegah api menjalar ke rumah warga lain,” ujar Kapolsek.Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari kompor minyak tanah yang tersambar api saat korban menambah bahan bakar.Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., memberikan apresiasi terhadap respons cepat personel Pospol Wetar Timur dalam membantu masyarakat.“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada anggota Pospol Wetar Timur yang tanggap dan hadir di tengah masyarakat saat kejadian. Kecepatan bertindak sangat penting dalam situasi darurat seperti ini,” ungkap Kapolres.Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh penggunaan kompor minyak tanah.“Kebakaran akibat kelalaian saat memasak masih sering terjadi. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menambah bahan bakar ketika api masih menyala dan memastikan dapur bebas dari bahan yang mudah terbakar,” tegas AKBP Budhi.Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Polres MBD menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan penegakan hukum demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, terutama di wilayah terpencil seperti Wetar Timur.Kegiatan tanggap darurat ini juga memperlihatkan sinergi nyata antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi musibah, sebagai wujud kehadiran Polri yang humanis dan responsif di tengah masyarakat. PNO-12 13 Okt 2025, 20:13 WIT
Pasar Lama Dekai Dilalap Api: Belasan Kios Hangus, Warga Yahukimo Berjuang Padamkan Kobaran Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari kawasan Pasar Lama Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pagi tadi. Api yang diduga berasal dari salah satu kios di sisi utara pasar dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya dan melalap habis belasan kios yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu ringan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00 WIT, saat aktivitas pasar mulai ramai. Para pedagang dan warga panik berhamburan mencoba menyelamatkan barang dagangan masing-masing. Suara jeritan, bentakan, dan permohonan bantuan bercampur dengan panasnya kobaran api yang terus membesar. “Api sangat cepat membesar, kami hanya bisa menyelamatkan sebagian barang,” tutur Jhones Asso, warga yang berada di lokasi kejadian dan ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Minimnya sarana pemadam kebakaran membuat upaya pemadaman berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu menggunakan ember, selang rumah, dan karung basah untuk mencegah api menjalar lebih luas. Namun, kondisi pasar yang padat dan banyak material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Hingga api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian, belasan kios sudah rata dengan tanah. Sejumlah pedagang terlihat menangis menyaksikan kios dan barang dagangan mereka berubah menjadi abu. Petugas kepolisian dari Polres Yahukimo langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Masih dalam penyelidikan. Tim sedang memeriksa sumber api dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan barang dagangan. Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya kesiapan infrastruktur penanggulangan bencana di wilayah pedalaman Papua. Masyarakat menilai tidak tersedianya unit pemadam kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah kebakaran di Pasar Lama Dekai. “Kalau ada mobil pemadam, mungkin tidak separah ini. Setiap tahun selalu ada kebakaran, tapi belum ada tindakan nyata dari pemerintah,” kata Yuliana Lokbere, salah satu pedagang yang kiosnya ikut terbakar. Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera menyiapkan fasilitas pemadam kebakaran dan sistem keamanan pasar yang lebih baik. Selain itu, mereka juga meminta adanya bantuan darurat bagi pedagang yang kehilangan sumber penghidupan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Yahukimo. Namun, sejumlah aparat terlihat masih berjaga di lokasi untuk mengamankan area dan menghindari potensi kebakaran susulan.       Penulis: Hendrik Editor: GF    13 Okt 2025, 13:40 WIT
Pemda Nabire Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Papuanewsonline.com, Nabire — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Nabire Barat sejak Rabu (8/10) hingga Kamis (9/10) menyebabkan Kali Wanggar meluap, menggenangi pemukiman penduduk dan merusak sejumlah fasilitas umum serta lahan pertanian warga. Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang bersama tim tanggap darurat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik kepada warga di beberapa kampung yang paling parah terdampak. “Kami datang langsung ke lokasi untuk memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan dan perhatian. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakatnya,” ujar Wabup Burhanuddin di sela kegiatan penyaluran bantuan, Minggu (12/10/2025). Dari pantauan di lapangan, genangan air merendam ratusan rumah di Kampung Wanggar, Karadiri, dan Topo. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah air terus naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Tim gabungan dari BPBD Nabire, TNI-Polri, dan relawan masyarakat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, air mineral, pakaian layak pakai, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar lainnya. “Kami berupaya memastikan agar semua warga yang terdampak bisa menerima bantuan dengan cepat. Tidak boleh ada yang terlewat,” tegas Burhanuddin. Selain memberikan bantuan darurat, Pemda Nabire juga menginstruksikan dinas teknis terkait untuk melakukan pemetaan wilayah rawan dan membersihkan saluran air yang tersumbat agar banjir tidak kembali terjadi. “Kami telah menugaskan BPBD dan Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi Kali Wanggar dan perbaikan tanggul sementara. Kita tidak ingin kejadian ini berulang,” jelas Wabup. Burhanuddin juga meminta masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami mengimbau warga agar tidak tinggal terlalu dekat dengan bantaran kali dan segera melapor ke aparat kampung jika situasi memburuk. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambahnya. Sejumlah warga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Nabire atas langkah cepat yang diambil. Salah satu warga Kampung Wanggar, Mama Maria, mengaku lega karena bantuan datang tidak lama setelah air mulai surut. “Kami senang sekali, pemerintah cepat datang bantu. Kami kehilangan banyak barang, tapi yang penting anak-anak aman dan sudah dapat makan,” ujarnya haru. Pemerintah Daerah memastikan pemantauan kondisi banjir akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. Rencana jangka panjang pun tengah disiapkan untuk memperkuat sistem drainase dan penataan sungai di wilayah tersebut. “Bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih siap menghadapi perubahan iklim dan menjaga lingkungan sekitar,” tutup Wabup Burhanuddin.       Penulis: Hendrik Editor: GF 12 Okt 2025, 13:30 WIT
Pesawat Smart Air Tergelincir di Lanny Jaya: Cuaca dan Kondisi Landasan Diduga Jadi Pemicu Papuanewsonline.com, Timika — Misi kemanusiaan yang seharusnya membawa bantuan bahan makanan ke daerah pegunungan berujung insiden. Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNA dilaporkan tergelincir di Lapangan Terbang Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan C208 itu diketahui berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Mimika, dengan membawa logistik bahan makanan untuk masyarakat di wilayah terpencil Lanny Jaya — daerah yang sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Menurut keterangan Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, pesawat yang dipiloti Captain Irwan dengan Copilot Palma tersebut mengalami kendala saat melakukan pendaratan di Bandara Tiom. “Benar, pesawat Smart Air PK-SNA mengalami insiden tergelincir di Lapangan Terbang Tiom. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh kru dalam keadaan selamat,” ungkap Kombes Cahyo saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Dari informasi di lapangan, insiden terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan. Diduga, kondisi landasan yang licin akibat hujan deras dan kontur medan yang tidak rata menjadi faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat hingga keluar dari jalur pacu. Petugas lapangan langsung bergerak cepat mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian. Namun, proses evakuasi disebut tidak mudah. Badan pesawat tersangkut di area berumput dengan kemiringan tanah yang cukup curam, sehingga alat berat yang dikerahkan sempat kesulitan menarik badan pesawat. “Evakuasi agak terhambat karena di ujung landasan terdapat trap atau perbedaan tinggi tanah yang cukup signifikan. Jadi saat pesawat ditarik, roda depannya tidak bisa naik,” jelas salah satu petugas di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pesawat masih berada di ujung landasan pacu, dan proses evakuasi lanjutan masih dilakukan dengan dukungan teknisi dari Smart Air serta aparat setempat. Akibat tergelincirnya pesawat tersebut, aktivitas penerbangan di Lapangan Terbang Tiom sempat ditutup sementara untuk alasan keselamatan. Pihak otoritas penerbangan setempat kini tengah memastikan kondisi landasan aman sebelum bandara kembali dibuka. “Kami masih fokus pada upaya evakuasi pesawat agar operasional bandara dapat segera kembali normal,” ujar seorang petugas ATC di Tiom. Hingga kini, pihak Smart Air belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut. Namun, berdasarkan data awal, pesawat diketahui dalam kondisi laik udara dan baru menjalani perawatan rutin dua minggu lalu. Meski begitu, insiden ini menyoroti kembali tantangan berat penerbangan di wilayah pegunungan Papua, di mana kondisi cuaca ekstrem dan kontur alam yang sulit kerap menjadi hambatan utama bagi penerbangan perintis. “Wilayah seperti Lanny Jaya, Yahukimo, dan Nduga memang sangat bergantung pada transportasi udara. Karena itu, setiap gangguan kecil pun bisa berdampak besar terhadap distribusi logistik dan kebutuhan masyarakat,” jelas salah satu pejabat Dinas Perhubungan Papua Pegunungan. Pihak berwenang memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti tergelincirnya pesawat dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.     Penulis: Jid Editor: GF 11 Okt 2025, 21:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT