Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Tragedi Irene Sokoy: Kematian Ibu dan Bayinya Ungkap Darurat Pelayanan Kesehatan di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura — Kematian tragis Irene Sokoy,
seorang ibu hamil yang ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, telah
mengguncang hati masyarakat Papua. Bayi yang dikandungnya juga tidak dapat
diselamatkan, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan
paling memilukan di Papua pada tahun 2025.Menurut keterangan keluarga, Irene mengalami kondisi darurat
ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun nasib nahas
menimpanya: fasilitas kesehatan yang didatangi tidak dapat menerimanya karena
berbagai alasan, hingga akhirnya waktu kritis itu merenggut nyawa keduanya.Ivan, adik kandung Irene, menjadi saksi langsung bagaimana
kondisi sang kakak terus memburuk. Ia menceritakan bahwa Irene menunjukkan
gejala sesak dan gelisah sesaat sebelum tak sadarkan diri. “Itu kakak sudah
memang rasa gelisah. Panas itu di dada saja… sesak,” ujar Ivan dengan suara
bergetar mengenang kejadian itu.Dalam perjalanan mencari pertolongan, Irene disebut sempat
bersandar pada sang adik karena kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, Irene
kehilangan kesadaran. “Kakak jatuh di dada saya,” ungkap Ivan, menggambarkan
detik-detik terakhir sebelum kakaknya menghembuskan napas terakhir.Lima hari setelah tragedi itu, Gubernur Papua Mathius Derek
Fakhiri mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus duka
mendalam atas wafatnya Irene dan bayinya. Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi
momen refleksi bagi pemerintah terkait kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi
sorotan publik.Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengakui buruknya
sistem layanan kesehatan di Papua. “Tuhan punya cara untuk membukakan mata kami
pemerintah bahwa inilah bobrok pelayanan kesehatan di Provinsi Papua,”
tegasnya, menandai bahwa kasus ini tidak boleh diabaikan.Tragedi ini telah memicu diskusi luas mengenai tanggung
jawab negara dalam memastikan akses kesehatan yang layak dan respons cepat
terhadap warga dalam kondisi darurat. Masyarakat menilai insiden ini bukan
sekadar kecelakaan tragis, tetapi hasil dari persoalan struktural yang sudah
lama terjadi.Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis
kemanusiaan, mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk
memperbaiki sistem rujukan, meningkatkan kapasitas rumah sakit, dan memastikan
tidak ada lagi warga Papua yang kehilangan nyawa akibat penolakan layanan
medis.Kematian Irene dan bayinya menjadi cermin dari masih
lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan di daerah. Tragedi ini diharapkan
menjadi titik balik bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk sepenuhnya
membenahi sistem kesehatan Papua.Kasus memilukan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan
kesehatan bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar manusia yang wajib dipenuhi
negara tanpa kecuali. Masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang harus
merasakan duka sedalam yang dialami keluarga Sokoy. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Nov 2025, 04:44 WIT
DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga, Ubah Paradigma Pengelolaan Sampah
Papuanewsonline.com, Mimika - Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Mimika memperkenalkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dengan meresmikan
kios sampah di Kelurahan Inauga, (21/11/2025). Langkah ini bertujuan
mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem konvensional kumpul-angkut-buang
menjadi pilah-kumpul-tabung, yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffry Deda,
menjelaskan bahwa kios sampah ini memiliki mekanisme yang berbeda dengan bank
sampah yang sebelumnya telah diluncurkan. Di kios sampah, masyarakat memilah,
mengangkut, dan menimbang sampah, kemudian menukarkannya dengan sembako seperti
telur, minyak goreng, gula, dan mie instan."Peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan hanya
seremonial, tetapi merupakan perubahan perilaku besar dalam pengelolaan
sampah," ujar Jeffry Deda. Ia mengungkapkan
bahwa produksi sampah di wilayah Mimika telah mencapai 100 ton per hari,
sementara kapasitas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka semakin terbatas.Untuk mempermudah masyarakat, DLH juga telah menyiapkan
Aplikasi Kios Sampah yang dapat diunduh di Play Store. Aplikasi ini
memungkinkan warga untuk menjual sampah dengan layanan penjemputan oleh
petugas, atau mengantarkannya langsung ke Kios Bank Sampah Inauga. Asisten 1 Setda Mimika, Ananias Faot, berharap program kios
sampah ini dapat berjalan berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. "Hari ini kita
launching, harus jalan. DLH dan Kelurahan ini, memastikan dan mengawal program
ini," tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
22 Nov 2025, 13:59 WIT
Bakti Sosial Donor Darah di Mimika Sukses Kumpulkan 300 Kantong Darah
Papuanewsonline.com, Timika – Forum Kewaspadaan Dini
Masyarakat (FKDM) Mimika berhasil menggelar bakti sosial (baksos) donor darah
yang berlangsung selama dua hari, 20-21 November 2025.Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 300 kantong darah, yang
dianggap sebagai pencapaian luar biasa dalam gerakan kemanusiaan untuk membantu
sesama yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.Ketua FKDM Mimika, Lucky Mahakena, menyampaikan ucapan
terima kasih kepada seluruh warga Mimika atas partisipasi dan dukungan dalam
kegiatan ini. Ia secara khusus
mengapresiasi kontribusi dari berbagai komunitas, peguyuban, TNI-Polri,
Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, pegawai Pemda, dan seluruh lapisan masyarakat
Mimika yang telah berbagi kasih kemanusiaan."Terima kasih banyak kepada semua insan warga Mimika
telah berbagi kasih kemanusiaan, secara khusus komunitas peguyuban Mimika,
TNI-Polri, Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, Pegawai Pemda dan semua lapisan
warga Mimika atas partisipasi berbagai kasih kemanusiaannya," ungkap Lucky
Mahakena.Lucky menjelaskan bahwa alasan utama dilaksanakannya bakti
sosial ini adalah tingginya kebutuhan darah di rumah sakit, baik pemerintah
maupun swasta, yang seringkali tidak sebanding dengan frekuensi pendonor.
Kegiatan baksos donor darah ini diselenggarakan oleh FKDM bekerja sama dengan
RSUD Mimika, dengan mengusung tema "Setitik Darah, Sejuta Harapan". Penulis: Jid
Editor: GF
22 Nov 2025, 13:34 WIT
Polda Jatim Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
Papuanewsonline.com, Surabaya - Polda Jawa Timur memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi dampak erupsi dan Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.Pelepasan bantuan dipimpin langsung Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama Polda Jatim di depan Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jumat (21/11/2025).Dalam sambutannya, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa status Gunung Semeru berada pada Level IV atau Awas. Meski tidak ada korban jiwa, namun tercatat Tiga warga mengalami luka bakar berat dan 17 lainnya luka ringan. Seluruh korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.Wakapolda Jatim menegaskan bahwa distribusi bantuan diarahkan ke dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo.Berdasarkan laporan terbaru, Posko SD 04 Supiturang menampung sekitar 214 jiwa dengan kelompok rentan yang cukup besar, yakni 30 balita, satu bayi, tiga ibu menyusui, dua ibu hamil, 16 lansia, dan tiga penyandang disabilitas. Sementara itu, Posko SMP 2 Pronojiwo dihuni oleh lansia dalam jumlah tinggi, yakni 88 orang, serta 49 anak-anak dan balita.“Melihat demografi para pengungsi, terutama banyaknya balita dan lansia, bantuan yang kita berangkatkan hari ini adalah langkah tanggap darurat yang tepat sasaran,” ujar Wakapolda Jatim.Distribusi bantuan yang dikirimkan oleh Polda Jatim di antaranya kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, dan pakaian anak. Bantuan ini diprioritaskan untuk Posko SD 04 Supiturang.Selain itu 450 selimut untuk kebutuhan para lansia di kedua posko, terutama 88 lansia di SMP 2 Pronojiwo dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja di lokasi pengungsian.Wakapolda Jatim menekankan pentingnya pendekatan humanis selama pendistribusian. Lebih lanjut, Brigjen Pol Pasma Royce meminta seluruh personel menjaga koordinasi dengan posko setempat agar bantuan tepat sasaran serta memastikan keselamatan diri dan tim selama berada di daerah bencana.“Ingat, yang kita hadapi adalah warga yang sedang trauma. Laksanakan tugas dengan humanis dan penuh empati,” tegasnya.Mengakhiri amanatnya, Brigjen Pasma Royce secara resmi melepas rombongan bantuan kemanusiaan Polda Jatim Peduli sambil berharap kondisi para warga terdampak di Lumajang segera pulih.“Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan segera memulihkan saudara-saudara kita di Lumajang,” pungkasnya. PNO-12
22 Nov 2025, 07:27 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Korban Penganiayaan di RS Bhayangkara
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk korban penganiayaan di kawasan Lorong Putri, Desa Batu Merah, Ambon, yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui, Ambon.Kunjungan Kapolda pada Kamis sore tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memastikan penanganan korban serta proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.Dalam kunjungannya, Kapolda Maluku didampingi Kepala Biro SDM Polda Maluku, Direktur Intelkam, Direktur Samapta, serta Kabid Humas Polda Maluku. Mereka diterima langsung oleh paman korban, Husen Rumain, di Ruang Merpati Gedung Mutiara RS Bhayangkara.Di hadapan keluarga besar korban, Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembacokan tersebut. Ia meminta keluarga dan masyarakat menahan diri serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu konflik baru.“Kami memahami duka dan kemarahan keluarga. Namun kami mengimbau agar tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat memperkeruh keadaan. Serahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada Kepolisian,” tegas Kapolda.Kapolda Maluku juga mengirim pesan tegas kepada para pelaku yang masih berkeliaran. Ia meminta mereka segera menyerahkan diri secara baik-baik sebelum diambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.“Kami berharap para pelaku memiliki itikad baik dan menyerahkan diri. Polri akan bertindak profesional dalam menangani perkara ini,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta tim medis RS Bhayangkara untuk terus memantau kondisi korban dengan maksimal. Ia menekankan pentingnya pelayanan medis yang cepat, tepat, dan humanis bagi korban serta keluarganya.“Tolong diawasi dengan ketat. Berikan pelayanan terbaik dan informasikan setiap perkembangan kepada keluarga,” pinta Kapolda kepada tenaga medis.Sementara itu, pihak keluarga melalui paman korban, Husen Rumain, menyampaikan harapan besar agar Kepolisian segera menangkap para pelaku dan menuntaskan kasus ini. Mereka juga meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal. Kami serahkan prosesnya kepada Kepolisian,” ujar Husen Rumain.Polda Maluku menegaskan bahwa kasus ini ditangani serius dan menjadi perhatian penuh pimpinan. Kepolisian juga memastikan bahwa situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian dan wilayah Ambon tetap terkendali. PNO-12
20 Nov 2025, 20:36 WIT
Dinkes Mimika Gelar Rakor Lintas Sektor, Genjot Layanan KIA Tekan AKI dan AKB
Papuanewsonline.com, Timika - Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Mimika menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor pada Rabu
(19/11/2025) di Hotel Grand Tembaga Timika. Rapat ini bertujuan memperkuat
sinergi dan meningkatkan kualitas layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna
menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika, Ny. Lenni
Silas, menekankan bahwa AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi daerah.
Kondisi geografis Mimika yang beragam mempengaruhi akses pelayanan kesehatan. "Kegawatdaruratan maternal dan neonatal adalah kondisi
berbahaya yang dapat mengancam nyawa. Banyak kasus terjadi karena
keterlambatan," tegasnya.Lenni juga menyoroti faktor risiko "4 Terlalu":
terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak
kehamilan. "Faktor-faktor ini berkontribusi signifikan terhadap
tingginya kasus kehamilan berisiko di Mimika," ujarnya.Rakor ini diharapkan menyatukan persepsi semua pihak
terhadap regulasi nasional terkait peningkatan layanan KIA. "Rakor ini
menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen kita dalam menyelamatkan
ibu dan bayi di Kabupaten Mimika," pungkas Lenni. Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan berperan aktif
memperkuat pelayanan KIA di wilayah masing-masing. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Nov 2025, 00:59 WIT
Pemkab Boven Digoel dan Poltekkes Kemenkes Jayapura Resmi Menjalin MoU terkiat layanan kesehatan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten
Boven Digoel, Papua, secara resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan Poltekkes Kemenkes
Jayapura. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini menjadi salah satu upaya
pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan melalui kolaborasi dengan
institusi pendidikan vokasi kesehatan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh
Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.IP.Kerja sama tersebut mencakup beberapa bidang strategis,
mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pengembangan
infrastruktur kesehatan yang dinilai penting untuk menunjang pelayanan di
daerah. Selain itu, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperluas akses layanan
kesehatan agar masyarakat Boven Digoel dapat merasakan pelayanan yang lebih
memadai dan merata.Dalam pelaksanaannya, MoU ini diharapkan menjadi dasar bagi
berbagai program yang dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, sekaligus
membuka peluang peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pendampingan, maupun
program pendidikan terapan. Pemerintah daerah menilai bahwa keberadaan
Poltekkes sebagai lembaga pendidikan kesehatan akan membantu mempercepat
peningkatan kualitas tenaga kesehatan di wilayah tersebut.Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.IP, menyampaikan bahwa
kerja sama ini diharapkan mampu menjadi langkah awal perubahan positif dalam
penyediaan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Menurutnya,
keberlanjutan program bersama ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang selama ini masih membutuhkan
penguatan.Secara keseluruhan, kerja sama ini dipandang sebagai
momentum penting bagi Kabupaten Boven Digoel untuk memperkuat sektor kesehatan
secara menyeluruh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan
yang semakin berkualitas.
Penulis: HendrikEditor: GF
19 Nov 2025, 01:27 WIT
Lindungi Siswa dari Debu Proyek, Pemkam Nawaripi Salurkan 2 Ribu Masker ke SMA Negeri 1 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kampung Nawaripi
mengambil langkah cepat mengatasi dampak proyek pembangunan yang semrawut di
SMA Negeri 1 Mimika. Kepala Kampung Nurman Ditubun, bersama BUMDes, Karang
Taruna, dan Babinpotdirga Lanud YKU, membagikan 2.000 masker kepada siswa dan
guru pada Senin (17/11/2025).Aksi ini merupakan respon atas keluhan debu dan material
proyek yang mengganggu proses belajar mengajar. Namun, pembagian masker
hanyalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar.Nurman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite
Sekolah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor yang dinilai abai
terhadap keselamatan dan kenyamanan warga sekolah. "Kontraktor tidak memasang pagar pembatas, padahal
siswa dan guru beraktivitas di area itu. Gedung sudah naik ke lantai dua. Jika
ada material jatuh dan mengenai anak-anak, siapa yang bertanggung jawab? Ini
sangat tidak safety!" tegasnya dengan nada geram.Tak hanya debu, banjir pun menjadi momok bagi warga sekitar
sekolah. Sisa material pembangunan yang dibuang sembarangan oleh kontraktor
menyumbat saluran drainase, menyebabkan banjir setinggi selutut di permukiman
warga. "Kontraktor membuang sisa bangunan ke drainase dan
membangun basecamp tepat di atas saluran air, sehingga menyebabkan kemacetan
aliran," beber Nurman.Lebih lanjut, Nurman meminta Bupati Mimika untuk
menginstruksikan OPD terkait melakukan pemeriksaan terhadap tiga proyek yang
sedang berjalan di sekolah tersebut. "Ini bukan hanya soal debu dan banjir, tapi juga soal
keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita dalam belajar. Jangan sampai proyek
yang seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan, justru menjadi ancaman bagi
masa depan mereka," pungkasnya dengan nada prihatin. Dalam kesempatan ini, Kepala kampung Nurman menyampaikan
apresiasi kepada Bupati Mimika atas bantuan 2.000 masker yang disalurkan
melalui Dinas Kesehatan. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati
Mimika atas perhatian dan bantuannya. Masker ini sangat bermanfaat untuk
melindungi siswa dari dampak buruk debu proyek," ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Nov 2025, 01:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru