Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Divhumas Polri Gelar Gerakan Pangan Murah 2025, Ringankan Beban Warga dan Stabilkan Harga Pangan
Papuanewsonline.com, Jakarta —
Divisi Humas Polri menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan
menggelar Gerakan Pangan Murah 2025 di Lapangan Apel Divhumas Polri, Jakarta.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusias, diikuti masyarakat, insan
media, serta anggota Polri. Program pangan murah ini
merupakan bentuk sinergi antara Divhumas Polri melalui Koperasi Humas dan Perum
Bulog, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus
meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar. Dalam kesempatan tersebut, Kepala
Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo
Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa kegiatan pangan murah ini menyalurkan empat
komoditas utama dengan harga khusus. “Pada Gerakan Pangan Murah kali
ini, kami menyediakan paket pangan murah berisi beras 10 kg seharga Rp110.000,
terigu Rp11.000, gula Rp17.500, dan minyak goreng Rp18.500. Jadi total paket
hanya Rp157.000, jauh lebih rendah dibanding harga pasaran,” ujar Brigjen Pol
Trunoyudo saat diwawancarai awak media. Menurutnya, paket pangan murah
ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi insan
media yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan
informasi, serta anggota Polri di lingkungan Divhumas. Lebih lanjut, Brigjen Trunoyudo
menekankan bahwa kegiatan pangan murah ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri
di tengah masyarakat. “Divhumas Polri melalui Koperasi Humas bersama Bulog
menghadirkan program ini agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya.
Ini adalah bagian dari pengabdian Polri sekaligus bentuk nyata kepedulian kami
terhadap stabilitas harga pangan,” jelasnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa
kegiatan semacam ini akan terus didorong dan diperluas ke wilayah lain agar
semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positifnya. Program Gerakan Pangan Murah 2025
yang digagas Polri ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan laju
inflasi, menjaga ketersediaan stok bahan pokok, serta mendukung ketahanan
pangan nasional. “Gerakan pangan murah ini adalah
langkah strategis Polri untuk mendukung kebijakan pemerintah. Bukan hanya
menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap
terjangkau oleh masyarakat luas,” tutur Brigjen Pol Trunoyudo. Antusiasme masyarakat yang hadir
di lokasi pun terlihat jelas. Banyak warga yang mengaku terbantu dengan adanya
harga paket murah tersebut, apalagi di tengah kenaikan harga pangan di pasaran
beberapa waktu terakhir. Kegiatan ini tidak hanya bersifat
ekonomis, tetapi juga simbolis. Gerakan Pangan Murah 2025 menjadi ruang
interaksi antara Polri dan masyarakat, mempererat hubungan kemitraan, serta
memperlihatkan wajah Polri yang semakin humanis dan dekat dengan rakyat. “Pada akhirnya, keberadaan Polri
bukan hanya soal keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu meringankan
kesulitan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu ada,
baik dalam menjaga stabilitas keamanan maupun kesejahteraan,” tutup Brigjen Pol
Trunoyudo. Penulis : GF Editor : GF
25 Agu 2025, 23:02 WIT
Pasar Ngrimase Tanimbar Terbakar, Brimob Kerahkan Mobil Water Canon Padamkan Api
Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kebakaran melanda Pasar Ngrimase Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 02.30 WIT.Selain membantu mengamankan lokasi kebakaran dan mengevakuasi barang warga atau para pedagang, aparat Kepolisian juga mengerahkan mobil water canon untuk memadamkan kobaran api. Mobil water canon yang dikerahkan milik Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku. Bersama 1 unit mobil Damkar, dan 2 unit mobil suplai air milik masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIT.Kebakaran hebat yang terjadi dini hari tadi tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, kerugian material yang dialami akibat terbakarnya sebagian besar kios sembako dan lapak sayur maupun pakaian bekas (cakbor) di pasar itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah."Dari data yang diterima ada kurang lebih 50 kios yang terbakar," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.I.K.Kebakaran diketahui pertama kali setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Aparat kepolisian langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan dan membantu masyarakat mengevakuasi barang yang dapat diselamatkan."Di TKP, personel Kepolisian kemudian mengerahkan satu unit mobil water canon, dan menghubungi unit Damkar," ungkapnya.Penyebab kebakaran diduga akibat dari meledaknya kompor minyak tanah milik saksi berinisial A.M. Pria 19 Tahun ini mengaku sebelumnya sekitar pukul 19.00 Wit, dirinya sempat menyalakan kompor untuk memasak air membuat kopi. Setelah air mendidih saksi mengaku telah menurunkan sumbu kompor namun dirinya tidak memastikan apakah api pada sumbu kompor tersebut sudah benar-benar mati atau belum. Selanjutnya, sekitar pukul 03.00 Wit saksi mendengar bunyi ledakan dari dapur kios miliknya. Saat menuju dapur, kobaran api sudah membesar. Ia kemudian berlari keluar kios dan membangunkan Mama Kaila, tetangganya.Api menjalar dengan cepat karena material yang terbakar terbuat dari bahan mudah terbakar seperti papan, kayu dan tripleks. Ditambah dengan angin kencang saat itu membuat api sulit dijinakan."Peristiwa kebakaran ini masih dalam penyelidikan. Pemilik kios yang diduga menjadi penyebab kebakaran sementara diamankan di Mako Polsek Tanimbar karena masyarakat di pasar ingin menghakimi saksi yang diduga sebagai penyebab terjadinya kebakaran," kata Kabid Humas.Hingga saat ini tim masih terus melakukan pendataan di lokasi kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya. PNO-12
24 Agu 2025, 17:18 WIT
Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Dalam Kegiatan Bakti Sosial
Papuanewsonline.com, Semarang – Suasana halaman Mapolsek Genuk, Sabtu (23/8/2025) pagi, riuh rendah oleh tawa ceria puluhan anak TK yang asyik menggoreskan warna-warna cerah di atas kertas. Kehangatan suasana semakin terasa ketika Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyapa mereka dengan penuh keakraban.“Wah, warnanya bagus-bagus sekali! Ini gambar apa?” tanya Wakapolri sambil menyapa seorang peserta lomba mewarnai dengan lembut. Dengan polosnya, seorang balita menjawab, “Gambar ibu polisi.” Saat Wakapolri bertanya tentang cita-citanya, dengan semangat dan suara lantang, anak tersebut bercita-cita ingin menjadi polisi. Interaksi hangat ini menjadi salah satu momen yang menyentuh hati dalam rangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Kesehatan yang digelar Alumni Akabri (kini Akpol) Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata.Kegiatan yang mengusung semangat “35 Tahun Mengabdi Untuk Negeri” ini tidak hanya tentang penyaluran bantuan, tetapi lebih tentang membangun ikatan emosional dan menyebarkan energi positif. Wakapolri terlihat sangat menikmati momen kebersamaan ini, menyempatkan diri berinteraksi, menyemangati, dan berfoto bersama anak-anak, seakan tidak ada jarak di antara mereka.Selain lomba mewarnai, bakti kesehatan juga digelar secara gratis untuk masyarakat. Puluhan warga antusias memeriksakan kesehatan gigi, mata, gula darah, dan tensi yang disediakan oleh RSIGM Sultan Agung, Puskesmas Genuk, UPT Kes Polrestabes Semarang, dan Optik Seven.Secara keseluruhan, sebanyak 220 paket bantuan sosial disalurkan dengan penuh sukacita. Bantuan tersebut diberikan kepada 200 anak yatim dari lima panti asuhan dan 9 orang lanjut usia dari Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Penyerahan bantuan simbolis dilakukan langsung oleh Wakapolri didampingi para Perwira Tinggi dan Menengah Polri dari Angkatan 1990.Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah nilai-nilai yang terus dijunjung tinggi oleh institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengayomi masyarakat. PNO-12
24 Agu 2025, 16:50 WIT
Bhakti Kesehatan Polri: Ratusan Pengungsi Hunut Terima Layanan Medis Gratis di Poka
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resor Kota (Polresta) P. Ambon & Pp. Lease melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada ratusan pengungsi warga desa Hunut, kota Ambon, Jumat, 22 Agustus 2025.Bhakti kesehatan yang merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat ini dilaksanakan di kantor desa Poka, kecamatan Teluk Ambon, kota Ambon.Aksi sosial kemanusiaan yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Teluk Ambon ini dipimpin Kasi Dokkes Polresta Ambon, Ipda Abu M. Felubum, S.Kep Ns. Hadir Kades Poka Marthina Kebulan, Kanit Binmas Polsek Teluk Ambon Ipda Burhan Nawir, Bhabinkamtibmas Desa Poka Bripka Charles dan Staf Pemerintah Desa Poka.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada para pengungsi warga desa Hunut merupakan bentuk kepedulian Polda Maluku dan Polresta Ambon beserta jajaran."Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud nyata Polri yang humanis dan melayani. Kegiatan ini juga merupakan instruksi dari Bapak Kapolda Maluku," ungkap Kabid Humas.Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada para pengungsi meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan asam urat, dan pemeriksaan tensi darah."Kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis ini diikuti oleh sebanyak 195 orang pengungsi warga Hunut. Hasil pemeriksaan ditemukan berbagai macam keluhan seperti flu, batuk, asam urat, serta tekanan darah tinggi," sebut Kombes Rositah.Kabid Humas berharap kegiatan kemanusiaan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengungsi warga Hunut di lokasi pengungsian. PNO-12
24 Agu 2025, 16:36 WIT
Ditpolairud Polda Maluku Selamatkan 25 Warga Hunut dari Keramba Apung
Papuanewsonline.com, Ambon —
Gelombang rasa syukur dan lega menyelimuti warga Desa Hunut, Kecamatan Teluk
Ambon, setelah sebanyak 25 orang berhasil dievakuasi dari sebuah keramba apung
yang nyaris menjadi tempat terjebaknya puluhan nyawa. Aksi penyelamatan
dramatis itu dilakukan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara
(Ditpolairud) Polda Maluku pada Selasa (19/8), usai menerima laporan masyarakat
mengenai kondisi darurat tersebut. Di bawah pimpinan Direktur
Ditpolairud Kombes Pol Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si., tim bergerak cepat
dengan mengerahkan kapal patroli menuju lokasi. Situasi mendesak mengingat di
antara korban terdapat anak-anak, balita, hingga seorang lansia berusia 72
tahun yang membutuhkan penanganan segera. “Keselamatan jiwa masyarakat
adalah hukum tertinggi. Sesuai arahan Bapak Kapolda Maluku, kami berkomitmen
untuk memberikan respons cepat dalam setiap kondisi darurat,” tegas Kombes
Handoyo kepada awak media. Proses evakuasi berlangsung penuh
kewaspadaan. Petugas Ditpolairud secara bertahap memindahkan korban dari
keramba apung ke kapal patroli. Balita berusia 3 tahun dan seorang lansia
langsung dievakuasi lebih dulu. Begitu tiba di darat, keduanya dilarikan ke Rumah
Sakit Ottoquik Passo untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, warga lainnya
dibawa menuju Markas Komando (Mako) Ditpolairud Lateri. Di sana mereka menerima
pertolongan lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan, logistik, dan
pendampingan psikologis ringan. Kombes Handoyo menjelaskan,
operasi penyelamatan ini juga melibatkan koordinasi intensif dengan instansi
terkait. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan warga pasca-evakuasi dapat
segera ditangani dengan baik. “Kami mengimbau masyarakat untuk
tidak ragu menghubungi aparat keamanan terdekat jika menghadapi situasi
darurat. Kehadiran Polri adalah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani
masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan perairan,”
tambahnya. Aksi cepat Ditpolairud ini
menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi
juga menyentuh aspek kemanusiaan secara langsung. Dengan medan geografis Maluku
yang sebagian besar berupa laut, kemampuan dan kesiapsiagaan aparat kepolisian
laut menjadi sangat vital. Keberhasilan evakuasi ini pun
diapresiasi oleh warga Desa Hunut yang merasa terbantu dengan hadirnya aparat
di saat krisis. “Kami sangat berterima kasih kepada polisi. Kalau tidak segera
ditolong, entah apa yang akan terjadi pada kami,” ujar seorang warga dengan
mata berkaca-kaca. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:03 WIT
BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Mimika Sepekan ke Depan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mozes Kilangin Mimika
kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang masih akan
melanda wilayah Kabupaten Mimika. Berdasarkan data terbaru, intensitas hujan
tinggi diperkirakan masih terus terjadi hingga satu minggu ke depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh
dinamika atmosfer di wilayah selatan Papua yang memicu pembentukan awan hujan
dalam jumlah besar. Masyarakat pun diminta tetap waspada, terutama yang
bermukim di daerah rawan banjir dan longsor. Forecaster BMKG Mimika, Sony
Hartono, menjelaskan bahwa wilayah Mimika pada dasarnya hanya mengenal satu
musim, yaitu musim hujan. Namun, ada periode tertentu yang disebut puncak musim
hujan, yakni pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. “Curah hujan bulan ini mencapai
856 milimeter. Memang di Timika kita hanya mengenal satu musim, hujan dari
Januari hingga Desember. Tapi, ada tiga bulan yang menjadi puncaknya, yaitu
Juni, Juli, dan Agustus,” jelas Sony. Ia menambahkan, hujan deras yang
terjadi hampir setiap hari membuat suhu udara di Mimika relatif lebih rendah
dibanding biasanya. Bila siang hari suhu normal bisa menyentuh 30–35°C, saat
ini hanya berkisar 28°C. Sony menegaskan, cuaca semacam
ini sudah menjadi bagian dari pola iklim khas Mimika. “Prediksi satu minggu ke
depan, cuaca masih seperti ini. Mungkin kalau orang baru di Timika pasti kaget,
tapi kalau orang lama sudah paham walaupun tetap mengeluh karena hujan lagi dan
hujan lagi,” ujarnya sambil tersenyum. Namun, intensitas hujan tinggi
ini tidak bisa dianggap sepele. BMKG mencatat beberapa dampak yang mulai
dirasakan warga, seperti: Genangan air di ruas jalan utama yang menghambat arus
lalu lintas, Potensi gagal panen pada beberapa lahan pertanian akibat lahan
tergenang, Risiko kesehatan seperti meningkatnya kasus demam berdarah dan
penyakit berbasis lingkungan. BMKG Mimika meminta masyarakat
untuk lebih berhati-hati, terutama pengendara yang melintas di jalanan licin
dan tergenang air. Selain itu, warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan agar
saluran drainase tidak tersumbat sampah. “Bagi warga yang tinggal di
bantaran kali atau daerah perbukitan, mohon tetap waspada. Potensi banjir dan
tanah longsor bisa meningkat jika hujan terus menerus turun dengan intensitas
tinggi,” pesan Sony. Dengan adanya peringatan ini,
pemerintah daerah diharapkan lebih sigap dalam menyiapkan langkah mitigasi,
termasuk menyiagakan tim tanggap darurat, memperbaiki saluran drainase, serta
memastikan jalur evakuasi warga tetap aman. Penulis : Jidan Editor : GF
21 Agu 2025, 05:58 WIT
Tim SAR Gabungan Sisir Kali Mile-30, Cari Pendulang yang Hanyut
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana haru menyelimuti kawasan Mile-30, Kabupaten Mimika, setelah seorang
pendulang emas tradisional bernama Yusti (20) dilaporkan hilang terseret
derasnya arus Kali Jernih pada Selasa (19/08/2025) siang. Peristiwa tragis ini
terjadi sekitar pukul 14.30 WIT, ketika Yusti bersama rekannya mencoba
menyeberangi kali untuk pulang setelah seharian mendulang emas. Menurut kesaksian keluarga, arus
kali yang biasanya bisa dilewati dengan aman mendadak deras akibat hujan deras
di hulu. Yusti yang mencoba menyeberang tak mampu melawan derasnya air hingga
akhirnya hanyut terbawa arus. Kejadian ini segera dilaporkan
oleh Gabriel, anggota keluarga korban, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan
(SAR) Timika. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Timika, I
Wayan Suyatna, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y.
Batlajery, langsung mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi. Tim yang berangkat tidak hanya
terdiri dari personel SAR, tetapi juga didukung oleh aparat keamanan,
masyarakat setempat, serta keluarga korban. Mereka bahu-membahu menyisir tepian
kali dengan perahu karet, sekaligus melakukan pencarian manual di titik-titik
yang dicurigai sebagai lokasi korban tersangkut. Humas Kantor SAR Timika dalam
keterangan resminya menjelaskan bahwa operasi pencarian kali ini menghadapi
tantangan besar. Selain cuaca yang masih sering turun hujan, aliran air Kali
Jernih dikenal deras dan berbatu, sehingga menyulitkan proses penyelaman. “Sejak sore hingga malam, tim
sudah melakukan penyisiran di radius beberapa kilometer dari lokasi terakhir
korban terlihat. Hingga kini korban belum ditemukan, namun upaya pencarian akan
terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan tim,” terang Humas SAR
Timika. Di tengah pencarian, keluarga
korban terus setia menunggu di tepian kali dengan penuh harap. Beberapa warga
tampak menyalakan obor dan lampu sebagai penerang untuk membantu tim yang masih
bekerja hingga malam hari. “Kami hanya berharap Yusti cepat
ditemukan, apapun keadaannya. Yang penting bisa kembali ke keluarga,” ujar
Gabriel dengan suara bergetar. SAR Timika memastikan operasi
akan dilanjutkan hingga korban ditemukan. Rencananya, pencarian akan diperluas
ke hilir kali dengan tambahan perahu dan penyelam pada esok hari. “Tim SAR bersama potensi yang ada
akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Dukungan masyarakat
sangat membantu kami dalam operasi kali ini,” tutup Charles Y. Batlajery. Tragedi ini menjadi pengingat
betapa kerasnya tantangan yang dihadapi para pendulang emas tradisional di
Mimika, yang setiap hari harus bertaruh nyawa demi mencari penghidupan. Penulis : Corri Editor : GF
20 Agu 2025, 15:13 WIT
Sehatkan Anak Negeri: Yayasan Rabu Biru Gelar Aksi Sosial di Mimika, LMP Jadi Garda Depan
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam suasana semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,
Yayasan Rabu Biru Indonesia menegaskan komitmennya untuk ikut membangun negeri
melalui aksi nyata di bidang kesehatan. Jumat (15/8/2025), yayasan ini
menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kesehatan di RS TNI AD Tingkat IV Oro
Doro Enakoa Timika, yang disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan bertajuk “Sehatkan Anak
Negeri” tersebut mencakup hospitality tour, pemeriksaan kesehatan gratis,
hingga pembagian makanan bergizi bagi murid-murid dari empat sekolah di Distrik
Kwamki Narama serta sejumlah ibu hamil. Tidak hanya itu, Lingkar Mahasiswa
Peduli (LMP) hadir sebagai relawan yang berperan aktif mendampingi jalannya
kegiatan, memperlihatkan bahwa generasi muda Mimika siap menjadi motor
penggerak perubahan sosial. Ketua Umum Yayasan Rabu Biru
Indonesia, Henny Daeng Parani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah
perayaan, tetapi langkah konkret untuk mendukung program prioritas pemerintah. “Ini bukan sekadar acara
seremonial, tetapi wujud nyata komitmen Yayasan Rabu Biru untuk mendukung
program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami ingin memastikan kesehatan anak-anak
dan ibu hamil diperhatikan secara langsung, karena mereka adalah generasi
penerus bangsa,” tegas Henny. Asisten Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos, yang turut hadir, menilai
kegiatan ini sebagai investasi masa depan bangsa. Menurutnya, penyuluhan
kesehatan, pemberian makanan bergizi, serta pemeriksaan medis gratis adalah
fondasi penting untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. “Anak-anak yang sehat adalah masa
depan bangsa. Ibu hamil yang kuat akan melahirkan generasi emas. Program
seperti ini harus terus dilakukan, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh
masyarakat,” ujarnya. Kehadiran Lingkar Mahasiswa
Peduli (LMP) menambah semarak kegiatan ini. Dipimpin oleh Fadil Kabib selaku
Humas LMP, para mahasiswa terjun langsung membantu masyarakat, mulai dari
mendampingi anak-anak saat pemeriksaan, mengatur alur kegiatan, hingga
membagikan makanan bergizi. “Keterlibatan mahasiswa bukan
hanya meringankan beban panitia, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong
royong. Kami bangga bisa ikut serta, karena kesehatan masyarakat adalah
tanggung jawab kita bersama,” kata Fadil. Kehadiran LMP menjadi simbol
nyata bahwa generasi muda Mimika tidak hanya kritis, tetapi juga aktif turun
tangan menjadi bagian dari solusi. Inisiatif Yayasan Rabu Biru
Indonesia mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari Sekretaris
Dinas Kesehatan Mimika, Kepala RS TNI AD Tingkat IV Oro Doro Enakoa, hingga
anggota DPRK Mimika. Mereka mengapresiasi kerja sama antara yayasan, mahasiswa,
dan pemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas yang sehat dan kuat. Kegiatan ini tidak hanya berhenti
pada momentum HUT RI, tetapi direncanakan menjadi agenda berkelanjutan di
Mimika maupun daerah lain. Yayasan Rabu Biru menargetkan kegiatan sosial serupa
terus digalakkan, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Kami ingin menjadikan kegiatan
ini agenda rutin. Dengan kolaborasi lintas sektor, setiap langkah kecil dapat
memberi dampak besar. Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika
masyarakatnya sehat dan kuat,” pungkas Henny. Penulis : Jidan Editor : GF
16 Agu 2025, 13:43 WIT
Pemprov Papua Apresiasi Daerah dengan Kinerja Terbaik dalam Penurunan Stunting
Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah
Provinsi Papua memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah yang berhasil
menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya percepatan penurunan stunting tingkat
provinsi tahun 2025. Kota Jayapura berhasil meraih peringkat pertama, diikuti Kabupaten
Jayapura di posisi kedua, dan Kabupaten Mamberamo Raya di urutan ketiga. Penghargaan yang diberikan pada
Jumat (15/8/2025) ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam
menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan prevalensi
stunting yang selama ini menjadi persoalan nasional. Asisten II Setda Papua, Setiyo
Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik tiga daerah
pemenang, melainkan juga hasil kerja bersama seluruh kabupaten/kota yang
berupaya keras mengatasi stunting. Enam kabupaten lain yang juga dinilai
memiliki capaian baik turut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk
terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja. “Prestasi ini harus menjadi
pemacu semangat. Penurunan stunting adalah agenda prioritas pembangunan daerah
yang memerlukan komitmen lintas sektor. Kita tidak boleh berpuas diri, justru
harus bekerja lebih keras agar target nasional dapat tercapai,” ujar Setiyo. Setiyo menekankan bahwa program
penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Keberhasilan
memerlukan peran aktif berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian,
hingga pemberdayaan masyarakat. Berbagai strategi telah
dijalankan, antara lain intervensi gizi spesifik untuk ibu hamil dan balita,
peningkatan akses layanan kesehatan berkualitas, pemberdayaan kader posyandu,
serta edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan perilaku
hidup bersih. “Kerja ini harus
berkesinambungan. Kita perlu mengubah kebiasaan yang kurang mendukung pola
hidup sehat. Edukasi harus dimulai dari rumah tangga hingga komunitas, agar
semua merasa menjadi bagian dari solusi,” tambahnya. Pemprov Papua mengakui tantangan
terbesar ada pada perubahan perilaku masyarakat. Faktor budaya, pola asuh, dan
kebiasaan makan menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan pendekatan persuasif
dan berkelanjutan. Kampanye gizi seimbang, pemberian
ASI eksklusif, serta promosi sanitasi dan air bersih akan terus digencarkan.
Program ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau
daerah-daerah terpencil yang memiliki tingkat prevalensi stunting tinggi. Dengan penghargaan ini,
diharapkan daerah yang telah berprestasi dapat menjadi role model bagi wilayah
lain di Papua. Pemprov berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan, baik dalam
bentuk pendampingan teknis, pelatihan tenaga kesehatan, maupun penyediaan
anggaran yang memadai. Langkah-langkah ini diharapkan
mampu mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,
sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Penulis : Jidan Editor : GF
16 Agu 2025, 00:55 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru