Papuanewsonline.com
120 Jemaah Haji Mimika Bertolak ke Tanah Suci, Dilepas dengan Doa dan Haru Mendalam
182 Ribu Kasus Malaria Di Mimika, BADKO HMI PAPUA Desak Pemerintah Melakukan Intervensi Khusus
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Maritim Perairan Timika, Waspada Gelombang Hingga 1,5 Meter
Polres Mimika Bongkar Pabrik Sopi Ilegal di Kawasan Hutan SP 5, Pelaku Berhasil Kabur
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda
Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025).
Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini,
menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas
akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi
di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda
Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis
bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di
masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh
pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain
membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini
juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung
tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme
masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda
Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan
promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat
masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan
laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya
mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian
tersebut. “Kegiatan seperti ini punya
multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka
peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada
akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi
darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai
GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk
menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas
antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager
Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF
merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah
daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah
dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap
transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya
tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu
masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini,
kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan
ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga
menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program
cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan
internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif
seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan
dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi,
GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas
masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor
pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut
merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan
semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada
pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan
ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh
bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak
ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi
ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat
luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat
berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur
Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua
maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja
sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas
akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti
ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah
dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan
wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:50 WIT
Ulang Tahun Penuh Makna: Horison Diana dan Diana Mall Timika Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Timika —
Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Hotel Horison Diana
dan Diana Mall Timika memperingati hari jadinya dengan cara yang berbeda. Tidak
sekadar pesta atau perayaan meriah, dua unit usaha di bawah manajemen yang sama
ini memilih untuk berbagi kehidupan melalui kegiatan donor darah massal yang
digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika,
pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan
bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-5 Hotel Horison Diana dan HUT ke-21 Diana
Mall, bekerja sama dengan tim medis dari RSUD Kabupaten Mimika. Ratusan peserta
dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan hotel dan mall,
hingga anggota TNI–Polri, tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat makna
kemanusiaan tersebut. Executive Assistant Manager Hotel
Horison Diana, Romi Susanto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini telah
menjadi tradisi tahunan perusahaan setiap kali memperingati hari besar. Bagi
pihak manajemen, berbagi darah berarti ikut menyelamatkan nyawa dan mempererat
rasa kemanusiaan antarwarga. “Ini sudah kali kelima kami
melaksanakan kegiatan donor darah, dan akan terus kami jadikan agenda tetap
setiap perayaan ulang tahun. Kami ingin setiap momen peringatan memiliki arti,
bukan hanya untuk internal kami, tapi juga untuk masyarakat,” ujar Romi dengan
penuh semangat. Selain donor darah, Romi
menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) lainnya seperti kunjungan ke panti asuhan, yayasan sosial,
serta kerja bakti di lingkungan sekitar hotel dan mall. “Kami percaya bahwa perusahaan
yang besar bukan hanya yang sukses secara bisnis, tapi juga yang memberi
manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sejak pagi, ratusan peserta sudah
berdatangan untuk ikut mendonorkan darah. Petugas dari RSUD Mimika dengan sigap
memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta memastikan kondisi peserta
dalam keadaan prima sebelum proses donor dilakukan. Romi menjelaskan bahwa panitia
menargetkan lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul pada kegiatan kali
ini. “Tim dari RSUD Mimika telah
menyiapkan sekitar 100 kantong darah. Mudah-mudahan target tersebut bisa
tercapai hingga siang nanti,” ujarnya optimis. Seluruh hasil donor darah akan
langsung diserahkan kepada RSUD Mimika untuk kemudian disalurkan kepada
masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien di rumah sakit yang membutuhkan
transfusi. “Kami percayakan seluruh hasil
donor ini kepada pihak RSUD untuk pendistribusiannya. Semoga darah ini dapat
menolong banyak orang,” tambahnya. Yang menarik, kegiatan donor
darah ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya
karyawan Horison Diana dan tenant Diana Mall, tapi juga rekanan bisnis,
komunitas lokal, hingga unsur TNI dan Polri turut berpartisipasi. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat umum, karyawan, supplier, hingga TNI–Polri untuk ikut serta.
Responsnya luar biasa positif,” kata Romi. Bagi sebagian peserta, kegiatan
ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga menjadi ajang kebersamaan dan
silaturahmi antara pihak hotel, tenant, dan masyarakat sekitar. Salah satu peserta, Maria Wonda,
mengaku senang bisa berkontribusi. “Saya senang sekali bisa ikut.
Setetes darah kita bisa jadi penyelamat bagi orang lain. Ini kegiatan yang
sangat bermanfaat, semoga bisa diadakan lebih sering,” tuturnya sambil
tersenyum setelah proses donor selesai. Pihak panitia juga berharap,
melalui kegiatan seperti ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin
tumbuh di kalangan masyarakat Mimika. Aksi donor darah bukan hanya memberi
manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas
kemanusiaan. Hotel Horison Diana dan Diana
Mall menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kemajuan sosial
masyarakat Mimika melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap ulang tahun
bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk berbagi kebaikan. Semoga kegiatan
ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Mimika untuk turut berbuat
hal serupa,” tutup Romi. Penulis: Bim Editor: GF
26 Okt 2025, 22:42 WIT
Setelah 7 Tahun Vakum, Puskesmas Aroanop Kembali Beroperasi
Papuanewsonline.com, Mimika —
Harapan baru muncul di tengah masyarakat pedalaman Papua. Setelah tujuh tahun
vakum, Puskesmas Aroanop akhirnya kembali beroperasi pada 23 Oktober 2025,
membawa semangat baru bagi warga yang selama ini hidup tanpa akses memadai
terhadap layanan kesehatan. Kembalinya pelayanan medis di
wilayah terpencil ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah,
melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk menghadirkan kembali pelayanan
publik yang layak di kawasan pegunungan Tembagapura. Perjalanan tim medis menuju
Aroanop tidak mudah. Untuk mencapai distrik yang hanya dapat diakses melalui
jalur udara ini, tim Puskesmas Aroanop bersama perwakilan Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika harus menempuh perjalanan menggunakan helikopter, membawa
perlengkapan medis, obat-obatan, dan logistik pelayanan dasar. Tim yang terdiri dari Kepala
Puskesmas Aroanop, Ibu Fransiska Tekege, bersama tenaga medis Dessy, Suster
Diana, dan Paman Arinus, tiba dengan selamat di Aroanop untuk memulai kembali
operasional puskesmas yang telah lama tidak aktif akibat berbagai kendala
keamanan dan akses transportasi. “Pelayanan kesehatan ini
merupakan hasil kerja keras tim Puskesmas Aroanop dan Dinas Kesehatan untuk
mengembalikan akses pelayanan kesehatan di Aroanop,” ujar Fransiska Tekege,
Kepala Puskesmas Aroanop, di sela kegiatan pelayanan perdana. Kehadiran kembali Puskesmas
Aroanop disambut hangat oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga harus
menempuh perjalanan panjang dan berisiko ke kota Tembagapura hanya untuk
mendapatkan layanan kesehatan dasar. Kini, mereka dapat mengakses pengobatan langsung
di kampung sendiri. Pelayanan yang diberikan meliputi
pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan penyakit menular, imunisasi, serta
konsultasi ibu dan anak. “Kami sangat bersyukur. Sudah
lama kami tidak punya tempat berobat di sini. Sekarang Puskesmas sudah buka
lagi, kami tidak perlu ke kota,” ujar salah satu warga Aroanop dengan penuh
haru. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi tenaga medis yang bersedia
bertugas di wilayah sulit dijangkau seperti Aroanop. Menurutnya, pembukaan
kembali puskesmas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk
memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh pelosok daerah tanpa
terkecuali. “Kami berkomitmen menghadirkan
layanan kesehatan hingga ke kampung-kampung. Tidak boleh ada warga Mimika yang
tertinggal dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Selain menghidupkan kembali
pelayanan di Puskesmas Aroanop, Dinas Kesehatan juga berencana menambah tenaga
medis dan fasilitas penunjang, termasuk alat pemeriksaan laboratorium sederhana
serta ruang rawat darurat agar pelayanan bisa lebih optimal. Dengan beroperasinya kembali
Puskesmas Aroanop, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali memperoleh hak
dasar mereka atas kesehatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat di
lingkungan pegunungan. Fransiska Tekege menegaskan bahwa
meski tantangan besar masih ada, tim medis berkomitmen untuk tetap memberikan
pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kami datang bukan hanya untuk
membuka pelayanan sementara, tetapi memastikan masyarakat Aroanop benar-benar
merasakan manfaatnya. Ini adalah langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang
berkelanjutan,” ujarnya penuh semangat. Pembukaan kembali Puskesmas
Aroanop menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan publik tidak mengenal
batas geografis. Di tengah medan berat dan keterbatasan akses, para tenaga
kesehatan tetap hadir membawa harapan baru bagi masyarakat. Masyarakat berharap agar
keberlanjutan pelayanan ini terus dijaga dan mendapat dukungan penuh dari
pemerintah, agar tidak lagi mengalami masa vakum seperti sebelumnya. Penulis: Hendrik Editor: GF
25 Okt 2025, 15:13 WIT
WVI Dorong Kepala Kampung di Papua Tengah Fokus pada Anggaran Pencegahan Stunting
Papuanewsonline.com, Timika —
Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali menegaskan pentingnya peran kepala kampung
dalam memerangi masalah stunting yang masih menjadi ancaman serius bagi
generasi muda di Papua Tengah. Hal tersebut disampaikan dalam Workshop “Fokus
Anggaran dalam Mendukung Program Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten
Mimika” yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Timika, pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan yang dihadiri oleh
puluhan kepala kampung, perangkat distrik, serta perwakilan dari dinas terkait
ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesadaran pemangku kebijakan di
tingkat kampung agar mampu mengarahkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Kampung
(ADK) ke sektor yang benar-benar berdampak bagi kesehatan masyarakat —
khususnya anak-anak. Dalam paparannya, Manajer
Advokasi dan Pelibatan Eksternal WVI, Junito Trias, menyampaikan bahwa sebagian
besar anak yang mengalami risiko stunting di Papua Tengah berasal dari wilayah
kampung. Oleh karena itu, intervensi di tingkat akar rumput menjadi langkah
paling efektif untuk mencegah terjadinya kasus baru. “Masa depan anak-anak Papua
Tengah sesungguhnya berada di tangan kepala kampung. Dari kebijakan dan
perencanaan merekalah, kesehatan anak-anak ditentukan,” tegas Junito. Ia menjelaskan bahwa banyak
kampung selama ini masih memprioritaskan penggunaan dana untuk proyek
infrastruktur seperti pembangunan rumah adat, fasilitas umum, atau kegiatan
seremonial. Padahal, menurutnya, isu gizi dan kesehatan anak seharusnya menjadi
prioritas utama dalam penganggaran. Junito menyoroti bahwa alokasi
anggaran untuk penanganan stunting masih sangat minim di sejumlah kampung.
Padahal, pemerintah pusat telah memberikan ruang bagi desa untuk menggunakan
dana desa secara fleksibel demi kepentingan masyarakat. “Sering kali dana dari pemerintah
digunakan untuk proyek yang secara sosial penting, tetapi tidak langsung
berdampak pada masalah utama, yaitu stunting. Kepala kampung perlu
menerjemahkan anggaran menjadi program nyata dan bermanfaat,” katanya. WVI mendorong agar sebagian dana
desa dapat dialokasikan untuk kegiatan seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
bagi balita, pengadaan alat timbang dan ukur di Posyandu, serta insentif kader
kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi di tingkat kampung. Selain sesi pemaparan, workshop
ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif antara peserta dan fasilitator.
Para kepala kampung diberi ruang untuk menceritakan tantangan yang dihadapi di
lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman
tentang perencanaan anggaran berbasis kebutuhan gizi, hingga minimnya
koordinasi antar lembaga. Junito menegaskan bahwa
keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada bantuan
dari pemerintah atau lembaga sosial, tetapi juga pada komitmen dan kepemimpinan
kepala kampung. “Ketika kepala kampung
benar-benar memahami pentingnya kesehatan anak, maka setiap rupiah dari
anggaran desa akan bermakna bagi kehidupan generasi berikutnya,” ujarnya. Sebagai lembaga kemanusiaan yang
telah lama bekerja di Papua, Wahana Visi Indonesia (WVI) terus berkomitmen
mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga
serta menurunkan angka stunting.
WVI juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis dan edukasi gizi
di berbagai distrik di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah lainnya. Melalui kegiatan seperti workshop
ini, WVI berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pembangunan manusia dimulai
dari kesehatan anak-anak. “Pembangunan fisik boleh penting,
tetapi membangun manusia jauh lebih bernilai. Anak yang sehat dan cerdas adalah
investasi terbaik untuk masa depan Papua Tengah,” tutup Junito. Penulis: Bim Editor: GF
25 Okt 2025, 04:15 WIT
Sambut Hari Jadi ke-74, Humas Polri Laksanakan Donor Darah Serentak
Papuanewsonline.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 Tahun 2025, Divisi Humas Polri menggelar kegiatan donor darah serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan 16.619 kantong darah dari 24.039 peserta donor yang terdiri atas personel Polri, ASN, serta masyarakat umum.Kegiatan donor darah tersebut diselenggarakan serentak oleh seluruh Bidang Humas di tingkat Polda dan Polres sebagai wujud kepedulian sosial Humas Polri terhadap sesama serta kontribusi nyata Polri dalam memenuhi kebutuhan stok darah nasional.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari semangat “Humas Polri Presisi untuk Negeri” yang menekankan sinergi, empati, dan pelayanan kepada masyarakat.“Kegiatan donor darah ini bukan hanya simbol peringatan Hari Jadi Humas Polri, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kami untuk masyarakat. Melalui kegiatan serentak ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di berbagai daerah,” ujar KBP Erdi A. Chaniago di Jakarta.Lebih lanjut, Erdi menambahkan bahwa keberhasilan pengumpulan lebih dari 16 ribu kantong darah merupakan hasil kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh jajaran Humas Polri di pusat maupun daerah, serta dukungan dari berbagai pihak seperti PMI dan masyarakat umum.“Partisipasi yang luar biasa dari seluruh peserta menunjukkan bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih sangat kuat. Ini menjadi bukti bahwa Humas Polri hadir tidak hanya dalam memberikan informasi, tetapi juga berbuat nyata untuk kemanusiaan,” tambahnya. PNO-12
24 Okt 2025, 09:04 WIT
Berbagi Kepedulian Dalam Rangka HUT ke-74 Humas Polri, Polda Maluku Gelar Donor Darah
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat mewujudkan “Polisi Humanis, Harapan Masyarakat”, tema besar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Humas Polri tahun 2025, Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Maluku dan jajaran humas di seluruh Polres secara serentak melaksanakan Bakti Kesehatan Donor Darah, Kamis (23/10/2025).Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa Humas Polri tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.Di wilayah Ambon, kegiatan donor darah dipusatkan di Aula Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari personel Polri, siswa Diktuk Bintara SPN Polda Maluku, hingga mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan masyarakat.Turut hadir dan ikut mendonorkan darah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.IK., Wakapolresta Ambon & Pulau-Pulau Lease, para Perwira Bidhumas Polda Maluku dan Kasi Humas Polresta Ambon, serta jajaran pejabat dan personel kepolisian lainnya.Kombes Pol Rositah Umasugi menyampaikan rasa bangganya atas semangat kemanusiaan yang ditunjukkan para peserta di seluruh jajaran Humas Polda Maluku.“Alhamdulillah, hari ini seluruh jajaran Humas Polda Maluku melaksanakan donor darah secara serentak dalam rangka HUT Humas Polri ke-74. Semangatnya luar biasa, tidak hanya di Polda, tapi juga di seluruh Polres jajaran. Total, kami berhasil mengumpulkan 139 kantong darah,” ujarnya.Ia menegaskan, kegiatan donor darah ini merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai Polisi Humanis yang menjadi napas dari setiap insan Humas Polri.“Aksi donor darah ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bukti nyata komitmen Polri untuk hadir bagi masyarakat. Setetes darah yang disumbangkan hari ini adalah wujud kasih, kepedulian, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” lanjut Kombes Rositah.Menurutnya, di usia ke-74 tahun, Humas Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya komunikatif dan transparan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan kemanusiaan dan sosial.“Kami ingin menunjukkan bahwa Humas Polri adalah wajah Polri yang humanis. Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan kepercayaan bersama demi pelayanan publik yang Presisi dan Humanis,” tandasnya.Seluruh kantong darah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan serentak ini akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memperkuat stok darah di wilayah Maluku dan membantu pasien yang membutuhkan.Melalui aksi kemanusiaan ini, Polda Maluku menegaskan bahwa semangat “Polisi Humanis, Harapan Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan banyak orang. PNO-12
24 Okt 2025, 07:24 WIT
Kapolri Resmikan 32 dan Groundbreaking 27 SPPG di Jawa Tengah: Perkuat Program MBG Pemerintah
Papuanewsonline.com, Semarang – Dalam
upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis
(MBG) bagi masyarakat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 32
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta melakukan groundbreaking 27 SPPG
baru di wilayah Polda Jawa Tengah, Jumat (17/10/2025). Acara yang berlangsung di salah
satu lokasi SPPG di Jawa Tengah ini dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri,
Forkopimda Jateng, perwakilan TNI, serta tokoh masyarakat setempat. Kegiatan
tersebut menjadi simbol kuat bahwa Polri bukan hanya hadir sebagai penegak
hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Jenderal
Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal seluruh
kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, termasuk program MBG (Makan
Bergizi Gratis) yang menjadi salah satu prioritas nasional. “Baru saja kita melaksanakan
kegiatan groundbreaking terhadap kurang lebih 27 SPPG, sekaligus meresmikan 32
SPPG yang mulai beroperasi hari ini. Total, ada 100 SPPG di wilayah Polda Jawa
Tengah, menjadikannya provinsi dengan jumlah SPPG terbanyak di Indonesia,”
jelas Kapolri. Hingga saat ini, Polri telah
memiliki 672 SPPG di berbagai daerah dengan total estimasi penerima manfaat
mencapai 2.352.000 orang dan menyerap 33.600 tenaga kerja. Dari jumlah
tersebut, 159 SPPG telah beroperasi penuh, 115 dalam tahap persiapan, 371 masih
dibangun, dan 27 baru memulai groundbreaking. Kapolri menargetkan agar pada
tahun-tahun mendatang, jumlah total SPPG dapat mencapai 1.500 unit di seluruh
wilayah Indonesia. Peresmian 32 SPPG baru di Jawa
Tengah ini diharapkan mampu melayani 97.622 penerima manfaat dan menyerap 1.541
tenaga kerja lokal. Tidak hanya itu, secara keseluruhan, Polri memproyeksikan
keberadaan SPPG di Jawa Tengah dapat memberikan manfaat kepada lebih dari
400.000 orang serta menciptakan lapangan kerja bagi 5.000 masyarakat lokal. “Harapan kita, dari SPPG yang
dibangun oleh Polda Jawa Tengah ini bisa memberikan manfaat yang nyata — tidak
hanya dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dan masyarakat kurang
mampu, tapi juga membuka peluang kerja dan ekonomi baru bagi warga sekitar,”
ujar Kapolri. Dalam arahannya, Kapolri Sigit menekankan
pentingnya standar operasional (SOP) dalam pengelolaan dapur SPPG. Ia
mengingatkan seluruh petugas Polri yang bertugas agar memperhatikan higienitas,
kualitas bahan makanan, serta distribusi yang tepat waktu. “Saya minta setiap personel
benar-benar mengawal prosesnya, mulai dari distribusi bahan makanan, proses
masak, hingga pembagian kepada penerima manfaat. Ini penting agar anak-anak
yang menerima bantuan gizi selalu dalam kondisi sehat dan aman,” tegasnya. Selain itu, Kapolri juga
menginstruksikan adanya checklist evaluasi harian di setiap SPPG.
“Checklist ini digunakan untuk menanyakan kondisi makanan, kualitas rasa, dan
umpan balik dari penerima manfaat. Dengan begitu, setiap hari kita bisa
melakukan kontrol dan perbaikan agar kualitas layanan semakin meningkat,”
tambahnya. Program SPPG merupakan salah satu
bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia
yang sehat dan cerdas. Melalui penyediaan makanan bergizi, Polri ingin
memastikan anak-anak di seluruh pelosok negeri mendapatkan asupan yang layak,
terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Kapolri menegaskan bahwa
pembangunan SPPG bukan sekadar proyek infrastruktur sosial, melainkan investasi
jangka panjang untuk masa depan bangsa.
“Polri akan terus hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi
bagian dari solusi terhadap persoalan sosial masyarakat. Dengan gizi yang baik,
kita siapkan generasi emas Indonesia 2045,” tutup Jenderal Sigit dengan
optimistis.(GF)
18 Okt 2025, 00:15 WIT
Gempabumi Tektonik M6,4 Guncang Sarmi: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Papuanewsonline.com, Sarmi – Kamis
siang, 16 Oktober 2025, warga Kabupaten Sarmi, Papua, dikejutkan oleh guncangan
kuat yang terjadi sekitar pukul 12.48 WIB. Berdasarkan analisis Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki magnitudo
M6,4 dan berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Sarmi, dengan
kedalaman 16 kilometer. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami
BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa
tektonik dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo yang dikenal aktif
memicu pergeseran kerak bumi di wilayah utara Papua.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo
dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya dalam keterangan
resmi, Kamis (16/10/2025). BMKG mencatat, gempa dirasakan
cukup kuat di Sarmi dengan skala intensitas V MMI, yang berarti guncangan dapat
dirasakan oleh hampir seluruh warga dan mampu menggeser benda-benda ringan di
dalam rumah.
Sementara itu, getaran juga dirasakan lebih lemah di beberapa daerah sekitar,
seperti Jayapura dan Kasonaweja dengan intensitas III MMI, serta Wamena,
Timika, dan Nabire dengan intensitas II MMI. Beberapa warga di Sarmi mengaku
panik dan segera keluar dari rumah begitu merasakan guncangan. Meski begitu,
hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan
atau korban jiwa. Menurut hasil analisis BMKG,
gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa
berada di daratan dan tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang signifikan.
“Hingga pukul 13.12 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock),”
tambah Dr. Daryono. BMKG juga mengimbau agar
masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak mempercayai isu-isu
menyesatkan yang beredar di media sosial. Warga diminta untuk memastikan
kondisi rumah atau bangunan aman sebelum kembali ke dalam ruangan, terutama di
wilayah yang merasakan guncangan cukup kuat. Papua dikenal sebagai salah satu
wilayah paling aktif secara tektonik di Indonesia. Aktivitas sesar dan tumbukan
lempeng di wilayah ini sering memicu gempa bumi dengan magnitudo sedang hingga
kuat. BMKG pun terus memantau
perkembangan aktivitas seismik di kawasan utara Papua, termasuk di sekitar
jalur Sesar Mamberamo dan Sesar Yapen, yang memiliki sejarah gempa besar. “Papua adalah wilayah yang
dinamis secara geologi, jadi kesiapsiagaan masyarakat perlu terus
ditingkatkan,” pungkas Dr. Daryono. Penulis: Jidan Editor: GF
16 Okt 2025, 23:51 WIT
Petugas Palang Puskesmas Atuka! Tuntut Transparansi Anggaran dan Pergantian Kepala Puskesmas
Papuanewsonline.com, Timika —Suasana
tegang menyelimuti Puskesmas Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada Rabu
(15/10/2025). Sejumlah petugas kesehatan melakukan aksi pemalangan kantor
sebagai bentuk kekecewaan terhadap pimpinan mereka. Aksi ini menjadi sorotan
publik karena menyinggung isu sensitif: transparansi anggaran dan ketimpangan
kebijakan dalam pelayanan kesehatan. Para petugas menempelkan sejumlah
poster dan karton bertuliskan tuntutan di dinding dan jendela puskesmas.
Tertulis antara lain, “Kepala Puskesmas Harus Diganti,” dan “Kami
Minta Penjelasan Kenapa Uang TPP Dipotong.” Tulisan-tulisan itu menjadi
simbol kemarahan dan keputusasaan para tenaga medis yang merasa tidak dihargai. Para petugas mengaku kecewa
dengan kebijakan pimpinan puskesmas yang dianggap tidak transparan dalam
pengelolaan dana operasional dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
Mereka menilai, tidak ada penjelasan resmi mengenai pemotongan tunjangan yang
mereka alami, padahal seluruh staf tetap aktif melaksanakan tugas di lapangan. “Kami sudah bekerja sesuai
tanggung jawab, tapi gaji dan tunjangan kami justru dipotong tanpa alasan yang
jelas,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya. Selain itu, mereka mendesak agar semua
dana operasional puskesmas diumumkan secara terbuka, sehingga setiap petugas
mengetahui alokasi dan penggunaannya. Bagi mereka, transparansi adalah kunci
untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan kinerja layanan kesehatan di
wilayah pedalaman. Isu lain yang turut disorot
adalah keberadaan Sekretariat Puskesmas Atuka yang berada di Kota Timika, jauh
dari lokasi pelayanan masyarakat. Para petugas menilai hal ini tidak efisien
dan hanya memboroskan anggaran. “Sekretariat di kota tidak ada
manfaatnya bagi pelayanan di kampung. Kami butuh fasilitas yang langsung
mendukung masyarakat, bukan birokrasi di kota,” kata salah seorang petugas
lainnya. Mereka juga meminta agar speedboat
puskesmas selalu tersedia dan berada di lokasi kerja, karena transportasi air
merupakan sarana utama untuk menjangkau warga di wilayah terpencil. Sering
kali, pelayanan kesehatan terhambat karena speedboat tidak berada di tempat
atau tidak berfungsi dengan baik. Sebagai puncak tuntutan, para
petugas mendesak Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika, untuk segera mengganti Kepala Puskesmas Atuka, Lia Tahitu. Mereka menilai, pergantian
pimpinan adalah langkah paling realistis untuk mengembalikan kepercayaan dan
memperbaiki sistem kerja yang dinilai sudah tidak sehat. “Kami tidak ingin konflik terus
berlarut. Kami hanya ingin pimpinan yang bisa mendengarkan, jujur, dan mau
melibatkan semua pihak, termasuk OAP,” tegas perwakilan petugas dalam aksi
tersebut. Aksi ini juga menjadi refleksi
dari tuntutan Orang Asli Papua (OAP) agar lebih dilibatkan dalam proses
pengambilan keputusan dan pengelolaan anggaran publik di sektor kesehatan. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala
Puskesmas Atuka, Lia Tahitu, belum memberikan tanggapan resmi atas aksi
pemalangan dan berbagai tuntutan tersebut.
Tim Papua News Online masih berupaya menghubungi pihak terkait, termasuk Dinas
Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan lebih
lanjut.
Sementara itu, suasana di lokasi
pemalangan masih kondusif. Para petugas tetap berjaga di area puskesmas sambil
menunggu respons dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Penulis: Jidan
Editor: GF
16 Okt 2025, 01:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru