logo-website
Senin, 11 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Lindungi Siswa dari Debu Proyek, Pemkam Nawaripi Salurkan 2 Ribu Masker ke SMA Negeri 1 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kampung Nawaripi mengambil langkah cepat mengatasi dampak proyek pembangunan yang semrawut di SMA Negeri 1 Mimika. Kepala Kampung Nurman Ditubun, bersama BUMDes, Karang Taruna, dan Babinpotdirga Lanud YKU, membagikan 2.000 masker kepada siswa dan guru pada Senin (17/11/2025).Aksi ini merupakan respon atas keluhan debu dan material proyek yang mengganggu proses belajar mengajar. Namun, pembagian masker hanyalah puncak gunung es dari masalah yang lebih besar.Nurman Ditubun, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor yang dinilai abai terhadap keselamatan dan kenyamanan warga sekolah. "Kontraktor tidak memasang pagar pembatas, padahal siswa dan guru beraktivitas di area itu. Gedung sudah naik ke lantai dua. Jika ada material jatuh dan mengenai anak-anak, siapa yang bertanggung jawab? Ini sangat tidak safety!" tegasnya dengan nada geram.Tak hanya debu, banjir pun menjadi momok bagi warga sekitar sekolah. Sisa material pembangunan yang dibuang sembarangan oleh kontraktor menyumbat saluran drainase, menyebabkan banjir setinggi selutut di permukiman warga. "Kontraktor membuang sisa bangunan ke drainase dan membangun basecamp tepat di atas saluran air, sehingga menyebabkan kemacetan aliran," beber Nurman.Lebih lanjut, Nurman meminta Bupati Mimika untuk menginstruksikan OPD terkait melakukan pemeriksaan terhadap tiga proyek yang sedang berjalan di sekolah tersebut. "Ini bukan hanya soal debu dan banjir, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita dalam belajar. Jangan sampai proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan, justru menjadi ancaman bagi masa depan mereka," pungkasnya dengan nada prihatin. Dalam kesempatan ini, Kepala kampung Nurman menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika atas bantuan 2.000 masker yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan. "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Mimika atas perhatian dan bantuannya. Masker ini sangat bermanfaat untuk melindungi siswa dari dampak buruk debu proyek," ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 19 Nov 2025, 01:18 WIT
Semarak Milad ke-113, Muhammadiyah Mimika Adakan Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis Papuanewsonline.com, Timika - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mimika menggelar serangkaian kegiatan meriah dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah. Kegiatan yang meliputi jalan sehat, stand kuliner sehat, dan cek kesehatan gratis ini, dilaksanakan di lingkungan Perguruan Gedung Sekolah Muhammadiyah Timika, Jalan Okoware, Kelurahan Koperapoka.Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus Muhammadiyah, guru dari berbagai tingkatan sekolah Muhammadiyah, orang tua siswa, serta warga Muhammadiyah se-Kabupaten Mimika. (18/11/25) Sekretaris Umum PDM Timika, Marwan Nise, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah dilahirkan pada 18 November 1912 oleh KH. Haji Ahmad Dahlan. Semangat tajdid yang dibawa oleh pendiri Muhammadiyah bertujuan untuk menggerakkan dakwah amar ma'ruf nahi munkar melalui pendidikan, kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial. "Peringatan milad ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Mimika," ujar Marwan Nise.Lebih lanjut, Marwan Nise menjelaskan bahwa Muhammadiyah mulai aktif bergerak di Mimika sejak tahun 2015. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan orang tua siswa dari TK Aisyiyah hingga MTS Muhammadiyah yang telah mendukung nilai-nilai Muhammadiyah melalui berbagai kegiatan sosial. "Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak, termasuk para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya acara ini," ungkapnya.Sebagai bagian dari kegiatan milad, Puskesmas Timika turut berpartisipasi dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini meliputi pengecekan kesehatan umum dan penyuluhan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), khususnya di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk melalui program MBG (makanan bergizi gratis).  Penulis: Abim Editor: GF 19 Nov 2025, 01:12 WIT
Operasi SAR Longsor Cibeunying Masuki Hari ke-4 Papuanewsonline.com, Majenang - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat dengan rangkaian kegiatan yang semakin intensif. Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru unit K9. Cuaca yang relatif cerah memungkinkan perluasan galian, namun kehati-hatian tetap diterapkan karena tanah di sepanjang lereng masih bergerak. Tim Polri memulai hari dengan melakukan briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas, termasuk penentuan jalur masuk aman, pembagian jalur personel, dan penempatan titik kontrol untuk menghindari pergerakan tanah yang sulit diprediksi. Pada sektor A2, lokasi tempat ditemukannya dua jenazah dan dua body part sebelumnya dijadikan acuan untuk memperkirakan arah sebaran material longsor. Sementara itu, sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena pola timbunan di area tersebut berlapis-lapis sehingga membutuhkan kerja manual yang lebih berat.Pelayanan kesehatan menjadi salah satu elemen yang terus diperkuat sepanjang operasi. Petugas medis Polri bekerja di dua titik sekaligus: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor. Di RSUD Majenang, pemeriksaan lanjutan diberikan kepada korban luka, termasuk penanganan cedera pada ekstremitas, perawatan luka sobek, serta penanganan pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu. Sementara itu, di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Polri juga menempatkan personel khusus untuk mengawal warga lanjut usia dan anak-anak yang mengalami stres fisik akibat perubahan lingkungan pengungsian. Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Hal ini membuat warga dapat menerima bantuan medis tanpa penundaan, terutama pada jam-jam awal evakuasi di pagi hari.Pelayanan psikologis melalui program trauma healing turut diperluas cakupannya. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap serta relawan psikososial yang sudah terbiasa menangani bencana alam. Tim ini tidak hanya berfokus pada keluarga korban yang menunggu di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat. Pendekatan ini penting untuk menjangkau warga yang enggan bercerita namun menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis. Untuk anak-anak, tim menyediakan aktivitas pendampingan seperti permainan terarah, sesi mewarnai, dan dukungan emosional sederhana agar mereka mampu kembali merasa aman. Hingga malam sebelumnya, sebanyak 48 warga telah menerima layanan aktif, dengan beberapa keluarga menjalani sesi konseling lanjutan untuk membantu mereka menghadapi kehilangan.Dalam mendukung pencarian, Polri menurunkan total 155 personel 125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob yang bekerja dalam pola bergilir agar stamina petugas tetap stabil. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung juga terus bekerja melakukan penandaan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban tertimbun. Setiap kali K9 memberikan tanda, tim teknis Polri langsung memasang patok penanda dan melakukan penggalian manual untuk menjaga keselamatan. Di beberapa titik, Polri juga memasang alat sederhana pemantau retakan tanah agar petugas di bawah mengetahui adanya potensi pergerakan material. Di sepanjang jalur masuk, anggota Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan agar tak terjadi hambatan logistik, sementara anggota lain melakukan cutting manual pada semak dan kayu yang menutup jalur tim SAR.Hingga hari ini, sembilan korban telah ditemukan dan seluruhnya teridentifikasi oleh Tim DVI. Dengan demikian, dari total 20 warga yang dinyatakan hilang pada awal kejadian, kini tersisa 11 korban yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian bergerak semakin terarah berdasarkan pola temuan dan analisis struktur longsoran hari sebelumnya. Sementara itu, proses identifikasi oleh Tim DVI tetap disiagakan setiap saat agar setiap temuan baru dapat segera diproses. Di titik-titik pengungsian, pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis dilakukan tanpa henti untuk memastikan warga selamat mendapatkan dukungan yang mereka perlukan.Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan runtuhan, dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama. PNO-12 17 Nov 2025, 19:04 WIT
Peringati 80 Tahun Brimob Polri, Brimob dan BRI Ambon Kolaborasi Gelar Khitanan Massal Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Maluku menggelar kegiatan Bhakti Sosial Khitanan Massal yang memberikan layanan gratis kepada 50 anak dari berbagai wilayah di Maluku. Kegiatan sosial ini terlaksana melalui kerja sama antara Satbrimob Polda Maluku dan BRI Cabang Ambon, berlangsung di Tribun Makosat Brimob Polda Maluku, Sabtu (15/11/2025) pukul 09.00 WIT.Acara dihadiri langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Wakil Dansat, jajaran PJU Satbrimob, Kepala BRI Cabang Ambon beserta staf, serta tenaga medis dari Biddokkes dan Rumkit Bhayangkara TK III Polda Maluku. Seluruh proses khitanan massal berjalan tertib, aman, dan lancar.Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Dansat Brimob Polda Maluku. Dalam amanatnya, Dansat menegaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT Brimob kali ini tidak hanya berorientasi pada internal satuan, tetapi juga dipersembahkan bagi masyarakat.“Khitanan massal ini merupakan bentuk kehadiran Brimob di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa momentum HUT ke-80 Brimob Polri membawa manfaat nyata bagi warga, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujar Dansat dalam sambutannya.Kepala BRI Cabang Ambon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Satbrimob Polda Maluku.“BRI berkomitmen mendukung kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk menghadirkan kebermanfaatan bersama,” ungkapnyaSebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan massal berasal dari sejumlah desa dan kawasan di Pulau Ambon, termasuk Desa Suli, Morela, Mamala, Asilulu, Wakal, Hila, Kebun Cengkeh, Waihaong, Kampung Muhajirin, Tulehu, Kapaha, Nania, hingga Aspol Tantui dan Arbes.Selain layanan medis, peserta juga menerima bingkisan dan uang saku, yang diserahkan secara simbolis oleh Dansat Brimob Polda Maluku dan Kepala BRI Cabang Ambon.Proses khitanan ditangani tenaga kesehatan profesional dari Bid Dokkes Polda Maluku dan Rumkit Bhayangkara. Para orang tua yang hadir turut mengapresiasi inisiatif sosial ini, terutama karena meringankan beban biaya khitan bagi keluarga.Kegiatan berlangsung hingga selesai dengan suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan mencerminkan komitmen Brimob dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.Kegiatan khitanan massal yang digelar Satbrimob Polda Maluku bersama BRI Ambon kembali menegaskan peran penting institusi kepolisian dalam mendorong pendekatan humanis dan pelayanan publik. Momentum HUT ke-80 Korps Brimob Polri menjadi sarana memperkuat kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Kolaborasi antara Brimob dan perbankan nasional seperti BRI menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkesinambungan. PNO-12 17 Nov 2025, 18:42 WIT
Bukti Nyata Implementasi Respon Time: Polsek Leihitu Evakuasi Ibu Hamil Alami Kontraksi Dini Hari Papuanewsonline.com, Leihitu - Upaya cepat dan responsif kembali diperlihatkan jajaran Polsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon & PP Lease, ketika mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami kontraksi pada Sabtu dini hari. Tindakan cepat tersebut menjadi implementasi langsung dari program Respon Time, inovasi layanan patroli respons cepat yang saat ini menjadi prioritas Kapolda Maluku dalam memperkuat pelayanan publik kepolisian.Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.50 WIT ketika sebuah speed boat dari Kampung Iha, Kabupaten Seram Bagian Barat, tiba di dermaga depan Mapolsek Leihitu. Di dalamnya terdapat Satria Rumbia (37), warga Desa Iha, yang dalam perjalanan menuju Pulau Ambon mengalami kontraksi hebat. Menyadari kondisi darurat tersebut, Kapolsek Leihitu IPDA Muh. Irwan Nismon Siifu segera menggerakkan personel untuk melakukan pertolongan cepat.Evakuasi dini hari tersebut menambah daftar bukti efektivitas Patroli Respon Time, sebuah inovasi yang terus dimaksimalkan oleh Polresta Ambon. Program ini sebelumnya juga telah ditinjau langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, yang menekankan bahwa polisi harus hadir cepat, tepat, dan humanis dalam menjawab setiap kebutuhan masyarakat.Sebagai bagian dari upaya peningkatan sistem evakuasi dan respons darurat, Polresta Ambon pada awal November 2025 menggelar Simulasi Quick Response Call Center 110, melibatkan berbagai satuan fungsi seperti Samapta, Intelkam, Satlantas, hingga perwakilan Polsek. Simulasi tersebut menguji respons terhadap berbagai skenario kedaruratan, termasuk kecelakaan, tindak pidana, hingga situasi kerawanan sosial.Di dermaga, anggota Polsek Leihitu melakukan pemeriksaan awal, lalu mengantar pasien menggunakan mobil dinas menuju RS Al-Fatah Ambon. Proses evakuasi dilakukan sambil berkoordinasi langsung dengan tenaga medis, sehingga penanganan medis dapat diberikan segera setibanya di rumah sakit. Seluruh proses berjalan aman, cepat, dan tanpa kendala berarti.Aksi evakuasi terhadap ibu hamil tersebut mempertegas bahwa kehadiran polisi bukan sekadar penegak hukum, namun juga pelindung dan penyelamat dalam keadaan gawat darurat. Dengan personel yang siaga dan sistem respons cepat yang semakin solid, Polresta Ambon berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin menguat.Hingga siang ini, situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Leihitu dilaporkan aman, terkendali, dan kondusif.Kejadian evakuasi ibu hamil di Leihitu menegaskan pentingnya keberadaan unit respons cepat kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pelayanan kemanusiaan. Program Respon Time yang digagas Polresta Ambon terbukti mampu menghadirkan intervensi cepat dan tepat pada situasi-situasi kritis, termasuk kondisi medis darurat seperti yang terjadi pada Sabtu dini hari.Langkah cepat jajaran Polsek Leihitu mencerminkan transformasi pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan sistem terintegrasi seperti Call Center 110, publik kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan darurat kepolisian. Aksi seperti ini bukan hanya meningkatkan citra Polri, tetapi juga memperkuat relasi emosional antara polisi dan warga bahwa aparat hadir bukan hanya ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga ketika nyawa seseorang dipertaruhkan. PNO-12 17 Nov 2025, 18:09 WIT
Pasca Olah TKP, Polres Metro Jakarta Utara Bersihkan Masjid SMAN 72 Kelapa Gading Papuanewsonline.com, Jakarta - Pasca olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Kelapa Gading melaksanakan aksi peduli dengan melakukan pembersihan dan perbaikan di area masjid sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi pasca kejadian serta menghilangkan rasa traumatis bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, pada Sabtu (8/11/2025). Turut serta dalam kegiatan itu puluhan personel kepolisian, dibantu warga sekitar dan pihak sekolah, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang terdampak.“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata empati dan solidaritas Polri terhadap warga SMA Negeri 72. Kami ingin memastikan bahwa pascainsiden kemarin, seluruh fasilitas bisa kembali bersih, aman, dan nyaman untuk digunakan, khususnya tempat ibadah,” ujar AKBP James dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari langit-langit dan dinding masjid yang kemudian dicat ulang. Petugas juga memperbaiki serta mengganti keramik, kaca jendela, lampu, kipas angin, jam dinding, hingga karpet. Selain itu, dilakukan pula perbaikan pintu utama dan penataan ulang instalasi kabel listrik agar lebih aman.AKBP James menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membenahi fisik bangunan, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kebersamaan warga sekolah.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu. Pemulihan ini bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati, diwarnai semangat gotong royong antara aparat kepolisian, warga, dan pihak sekolah. Polres Metro Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan dan sosial pascakejadian.Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum pasti kebenarannya. Mari bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Pemulihan pasca kejadian ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegas Kombes Budi.Langkah Polres Metro Jakarta Utara ini diharapkan mampu mengembalikan suasana kondusif di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kembali rasa aman dan solidaritas masyarakat pasca insiden. PNO-12 12 Nov 2025, 15:13 WIT
Pemprov Papua Gandeng Lintas OPD Tekan Stunting Lewat Program “Genting” Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penanganan stunting melalui program “Genting” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan bersama oleh pimpinan OPD di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (10/11/2025). Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyatakan bahwa program Genting merupakan wujud nyata kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki gizi dan kesehatan anak di Papua. Upaya ini juga menjadi bagian dari capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. “Program Genting bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama yang melibatkan seluruh OPD sebagai orang tua asuh bagi anak-anak Papua,” ujar Aryoko. Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting akan diintegrasikan ke dalam berbagai program daerah, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pangan, hingga pemberdayaan masyarakat. Program ini juga telah masuk dalam RPJMD transisi dan akan disesuaikan dengan arah pembangunan Papua menuju 2030. Menurut Aryoko, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. Karena itu, ia berharap gerakan orang tua asuh dapat menjadi langkah awal membangun kepedulian kolektif terhadap tumbuh kembang anak di Papua. “Dalam satu tahun pertama, kita akan lakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat sejauh mana dampaknya di lapangan,” kata Aryoko. Program Genting menjadi salah satu prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dalam agenda 100 hari kerja. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:53 WIT
Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan Papuanewsonline.com, Timika —Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11 November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah ini mengusung tema besar: “Aksi Bersama untuk Papua Tengah Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.” Tema tersebut mencerminkan semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kabupaten Mimika dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan pelayanan kesehatan terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold. Reynold menambahkan, Mimika terus mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata. “Melalui Rakerkesda ini, kita ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes. Ia juga menyoroti perlunya memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap terjaga. “Papua Tengah butuh SDM kesehatan yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi fokus kami ke depan,” tambahnya. Rakerkesda II tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. “Keberhasilan pembangunan kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya. Rakerkesda II di Timika menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berbasis data.   Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT