logo-website
Selasa, 31 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Gelar Pasar Murah Ikan Segar di Lapangan Timika Indah Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menggelar pasar murah khusus ikan segar dan beku di Lapangan Timika Indah, Jumat (8/8/2025). Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Timika yang selama ini mengeluhkan tingginya harga ikan di pasaran. Selain untuk membantu masyarakat, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas inflasi di wilayah setempat. Subsidi Hingga Rp 10.000 per Kilogram Pasar murah ini disambut antusias oleh warga. Pasalnya, pemerintah daerah memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap kilogram ikan yang dijual. “Luar biasa, karena pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan memberikan subsidi harga sebesar Rp 10.000 untuk setiap jenis ikan,” ujar Lastri, salah satu pengunjung yang ikut berbelanja. Lastri mencontohkan, ikan layang atau ikan mumar yang biasanya dijual Rp 35.000/kg di pasaran umum, kini hanya dibanderol Rp 25.000/kg di pasar murah ini. “Hal ini tentu sangat membantu dan memberi penghematan yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya. Pilihan Ikan Segar dan Produk Olahan Berbagai jenis ikan segar dan beku dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya yaitu Ikan Mumar dengan harga Rp 25.000/kg (harga normal Rp 35.000/kg) dan Ikan Layang dengan harga Rp 20.000/kg (harga normal Rp 30.000/kg) Selain ikan segar, pengunjung juga bisa mendapatkan produk olahan perikanan seperti ikan asin, ikan asap, nugget ikan, bakso ikan, MPMP (Makanan Pendamping MP-ASI), hingga produk UMKM binaan Dinas Perikanan. Langkah Kendalikan Inflasi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Mimika, Feky Walalayo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi daerah, khususnya dari komoditas ikan. “Di Timika, ikan mumar dan ikan lema termasuk komoditas yang memicu inflasi karena banyak diminati, tapi produksinya tidak ada di sini,” jelasnya. Menurut Feky, tingginya harga ikan di Timika disebabkan sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah seperti Dobo, Tual, dan Kaimana. “Karena pasokan dari luar, harga ikan tidak stabil. Jadi pemerintah harus mengambil langkah agar komoditas ini tidak memicu inflasi,” tegasnya. Berlangsung Satu Hari, Manfaatnya Besar Pasar murah ikan segar ini hanya digelar satu hari, sementara pameran produk olahan perikanan akan berlangsung hingga keesokan harinya. Acara ini diselenggarakan bersama Dinas Koperasi dan UMKM, dengan Dinas Perikanan sebagai salah satu peserta utama penyedia produk. Program ini diharapkan memberi akses yang lebih mudah dan murah bagi masyarakat Timika untuk mendapatkan protein hewani berkualitas. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Mimika dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis. Pasar murah ini pun mendapat sambutan positif dari warga yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan membeli ikan dengan harga lebih terjangkau. (Cori) 08 Agu 2025, 13:50 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus 2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3 hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah," ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan. Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg (harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg  - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500," papar Husnia. Program ini juga menyediakan minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar (petatas). Target Inflasi dan Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka, kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat Mimika Husnia mengajak seluruh warga Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)   08 Agu 2025, 13:13 WIT
Pemerintah Satukan Kekuatan Berantas Kejahatan SDA Papuanewsonline.com, Bandung – Pemerintah Indonesia mengibarkan bendera perang terhadap kejahatan yang menggerogoti sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Bandung, Kamis (7/8/2025), diputuskan bahwa strategi pemberantasan kejahatan SDA tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilaksanakan dengan kekuatan penuh lintas kementerian dan lembaga. Forum strategis ini mempertemukan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Bareskrim Polri. Fokus pembahasan mencakup kejahatan tambang ilegal, penyelundupan hasil tambang, perambahan hutan, pembakaran lahan, perdagangan hasil laut ilegal, hingga keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam aktivitas melanggar hukum di wilayah strategis Indonesia. Asisten Deputi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara Kemenko Polkam, Brigjen Pol Irwansyah, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga menyangkut harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa. “Kejahatan terhadap kekayaan negara bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap kedaulatan. Kita tidak bisa lagi bergerak secara sektoral. Dibutuhkan langkah kolektif, sinergis, dan terstruktur agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan tidak terus berlanjut,” tegas Irwansyah di hadapan peserta rakornas. Polri, melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penegakan Hukum SDA yang bersifat permanen. Satgas ini akan memadukan fungsi penyelidikan, penindakan, dan pemulihan kerugian negara. Pendekatan hukum juga akan diperkuat dengan mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan lingkungan hingga ke akar. Dengan cara ini, aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menghantam jaringan keuangan di baliknya. Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap adanya pola baru keterlibatan WNA dalam aktivitas ilegal SDA, mulai dari pendanaan hingga operasi langsung di lapangan. Untuk menutup celah ini, Imigrasi meluncurkan Operasi Jagratara, mengembangkan sistem e-Monitoring Orang Asing, serta membentuk Unit Respons Cepat Imigrasi di daerah rawan tambang dan perbatasan. Pemerintah menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Oleh karena itu, strategi penanganan kejahatan SDA akan dipadukan dengan langkah-langkah preventif. Program ini mencakup edukasi publik, pemberlakuan regulasi yang berpihak pada kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas lokal agar mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam. “Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi pelindung dan pengelola sumber daya alam yang bijak,” kata Irwansyah. (GF)   08 Agu 2025, 12:22 WIT
PJ gubernur Papua Lantik Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Transparansi Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua melakukan penyegaran besar-besaran dalam struktur pemerintahannya.  Sebanyak 92 pejabat administrator dan pengawas dilantik dan dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, di Gedung Negara Jayapura. Pelantikan ini dilaksanakan Kamis (7/8/25) dan didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 18 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Pj Gubernur Agus Fatoni dalam sambutannya menekankan pentingnya pelantikan ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja Pemprov Papua.  "Pelantikan ini bertujuan untuk mengisi jabatan yang kosong akibat perubahan struktur organisasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan," ujar Agus Fatoni.  Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu bekerja dengan penuh integritas dan akuntabilitas.  "Saya percaya saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tambahnya. Agus Fatoni juga memberikan arahan agar para pejabat yang baru dilantik segera mempelajari tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan, menguasai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.  "Kita harus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru untuk memaksimalkan kinerja," tegasnya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas dan integritas mengingat adanya proses audit dan pengawasan hukum. Para pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi dan mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara RI dan Menteri Dalam Negeri RI.  Pelantikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Papua. ( Jidan) 07 Agu 2025, 23:27 WIT
Mimika: Semarak HUT RI diwarnai Tabligh Akbar Bangun Karakter Bangsa Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan menggelar Tabligh Akbar bertema “ASN BerAKHLAK, Masyarakat Berkarakter” di Gedung Eme Neme Yauware.  Kegiatan yang dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum ini bertujuan untuk membangun karakter dan integritas, sejalan dengan visi Kabupaten Mimika menuju “Gerbang Emas Mimika”.  Tabligh Akbar ini menghadirkan narasumber nasional, Rinaldi Agusyana,  dari ESQ Leadership Center. (7/8/25) Richard Wakum, S.E., M.H., selaku Ketua Panitia dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. “Kami berharap Tabligh Akbar ini dapat menjadi momentum untuk meneruskan jejak nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan membentuk ASN yang berAKHLAK serta masyarakat yang berkarakter,” ujar Richard.  Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Gerbang Emas Mimika. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan karakter.  “Pembangunan sejati tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, namun juga pada pembentukan karakter yang kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tegas Ananias Faot.  Ia mengapresiasi kehadiran Rinaldi Agusyana dan tim ESQ Corporation yang memberikan motivasi dan inspirasi bagi ASN dalam menghadapi tantangan zaman. Ananias Faot lebih lanjut menambahkan, “Di usia kemerdekaan ke-80 ini, semangat kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tinggi. ASN dan masyarakat harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kedisiplinan, dan meningkatkan kualitas hidup sosial dan spiritual.”  Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang profesional dan berakhlak mulia. Rinaldi Agusyana, dalam ceramahnya, mengajak ASN untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas, dan etos kerja.  Ia menekankan pentingnya ASN yang berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pondasi utama masyarakat yang berkarakter unggul.  “Kemerdekaan harus menjadi momentum transformasi, ASN bukan hanya pelayan publik, tapi agen perubahan dan teladan,” tutup Rinaldi. ( Jidan ) 07 Agu 2025, 23:21 WIT
Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Keamanan Siber Papuanewsonline.com, Bekasi – Transformasi digital nasional tak lagi bisa dipisahkan dari urusan pertahanan dan keamanan. Hal ini ditegaskan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dalam Seminar Nasional "Peningkatan Kapasitas SDM Keamanan Siber dalam Menghadapi Kompleksitas Ancaman di Era Digital", yang diselenggarakan pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Bekasi, Jawa Barat. Seminar ini menjadi panggung penting untuk membahas urgensi membangun kekuatan siber bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan tahan banting di tengah gempuran ancaman dunia maya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Eko D. Indarto, dan dihadiri oleh berbagai unsur dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kalangan akademisi, praktisi IT, hingga pelaku industri teknologi. “Era digital bukan hanya soal kecepatan dan inovasi, tapi juga soal ketahanan dan kedaulatan,” ujar Eko dalam sambutannya yang menggugah. Dalam paparannya, Eko D. Indarto mengingatkan bahwa dunia kini tengah memasuki babak baru dalam kontestasi global — bukan lagi adu senjata fisik, tapi adu kemampuan siber. Serangan digital bukan hanya menargetkan infrastruktur teknologi, tetapi juga menyusup ke ranah-ranah vital seperti keuangan, pelayanan publik, pendidikan, bahkan demokrasi. “Privasi rakyat, kedaulatan data, dan integritas sistem pemerintahan menjadi target yang sangat rentan jika SDM kita tidak siap,” tegasnya. Eko memaparkan bahwa insiden ransomware, kebocoran data, dan penyalahgunaan teknologi AI meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Lebih ironis lagi, kapasitas tenaga profesional keamanan siber Indonesia masih belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan tersebut. Kemenko Polkam mengungkapkan bahwa kebutuhan akan profesional keamanan siber di Indonesia meningkat 20–30% setiap tahun, namun pasokan lulusan dan praktisi yang kompeten masih tertinggal jauh. Terlebih, tantangan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal mutu dan spesialisasi. “Kita kekurangan ahli di bidang cloud security, kriptografi, IoT & AI security. Soft skills seperti komunikasi strategis dalam situasi krisis juga belum maksimal,” jelas Eko. Kesenjangan ini makin terasa di daerah-daerah yang belum memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan keamanan siber yang memadai. Maka dari itu, peningkatan kapasitas SDM siber bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan agenda strategis nasional. Sebagai koordinator lintas sektor, Kemenko Polkam menempatkan dirinya sebagai penggerak kebijakan dan sinergi dalam percepatan pembangunan SDM digital, khususnya dalam keamanan siber. Eko menyebutkan bahwa kementeriannya terus mendorong harmonisasi program antar-kementerian/lembaga untuk mempercepat lahirnya generasi talenta siber nasional. Inisiatif ini juga bersinergi dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun manusia digital Indonesia yang unggul, terutama dalam mendukung program prioritas nasional berbasis data, seperti Keamanan data kesehatan dalam layanan Cek Kesehatan Gratis, Sistem digital koperasi dalam Koperasi Merah Putih, Proteksi informasi sosial masyarakat  dalam Program Makan Bergizi Gratis. Eko menutup paparannya dengan penekanan bahwa upaya membangun kapasitas SDM siber bukanlah proyek jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk masa depan Indonesia sebagai negara berdaulat di dunia digital. “Kita tidak boleh terus menjadi konsumen teknologi dan korban serangan. Kita harus punya talenta yang mampu bertahan, menyerang balik, dan menjaga integritas ruang digital kita.” Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dari transformasi serius dalam pembangunan ekosistem SDM siber nasional yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada keamanan jangka panjang. (GF) 07 Agu 2025, 23:10 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Pameran Teknologi KSTI 2025 Papuanewsonline.com, Bandung – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan kerjanya di Kota Bandung dengan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (07/08/2025). Dalam suasana penuh semangat dan optimisme, Presiden meninjau langsung berbagai hasil karya anak bangsa di bidang inovasi teknologi unggulan nasional. Didampingi sejumlah menteri dan akademisi, Presiden Prabowo secara khusus meninjau pameran teknologi yang menampilkan lebih dari 100 inovasi strategis dari delapan sektor prioritas: energi, pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi industri, kesehatan, pangan, kemaritiman, serta material dan manufaktur maju. “Saya sangat bangga dengan apa yang saya lihat hari ini. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri secara teknologi,” ucap Presiden Prabowo kepada awak media usai kunjungan. Konvensi ini menjadi sorotan nasional karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan ITB, dengan dukungan penuh dari pelaku industri serta lembaga riset nasional. Menteri Kemdiktisaintek, Brian Yuliarto, dalam laporannya kepada Presiden menyatakan bahwa KSTI 2025 dirancang sebagai forum strategis yang menghubungkan dunia riset, inovasi, dan industri, agar lebih sinergis dalam mendukung arah pembangunan nasional. “Ini bukan sekadar pameran, tapi deklarasi tekad kolektif bahwa sains dan teknologi adalah senjata utama kita dalam perjuangan mewujudkan kemandirian bangsa,” tegas Brian. Berbagai hasil riset unggulan ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari prototipe drone tempur buatan anak bangsa, alat kesehatan berbasis teknologi nano, hingga chip semikonduktor lokal yang siap diproduksi massal. Ada pula presentasi sistem pemantauan energi terbarukan, robot pintar, dan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam bidang pertahanan dan pendidikan. Presiden Prabowo tampak antusias berdialog dengan para inovator muda dan peneliti senior yang mempresentasikan karyanya secara langsung. Ia juga sempat menjajal simulasi kendaraan listrik dan melihat langsung desain pesawat tanpa awak generasi terbaru. “Inilah Indonesia masa depan: berdaulat secara teknologi, kuat di bidang riset, dan mandiri dalam industri strategis,” ungkap Prabowo. (GF) Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bukan sekadar kebutuhan ekonomi, melainkan instrumen pertahanan dan kedaulatan nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya menjadi konsumen teknologi asing. “Kita harus menjadi bangsa produsen. Kita harus berani menciptakan teknologi kita sendiri. Negara harus hadir untuk mendukung itu sepenuhnya,” ujar Presiden dengan tegas. Presiden juga menginstruksikan agar hasil-hasil riset dari kampus dan lembaga litbang segera ditindaklanjuti dalam bentuk industrialisasi dan hilirisasi produk. KSTI 2025 disambut meriah oleh ribuan mahasiswa, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat umum yang memadati area Sabuga ITB. Banyak dari mereka tampak kagum dengan kecanggihan inovasi karya anak bangsa, yang selama ini jarang terekspos secara luas. Ajang ini bukan hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah pertemuan lintas sektor dan lintas generasi, untuk membangun sinergi jangka panjang antara kampus, dunia industri, dan pemerintah. (GF) 07 Agu 2025, 21:34 WIT
Kembalinya Jabatan Wakil Panglima TNI Setelah Seperempat Abad Papuanewsonline.com, Jakarta – Setelah vakum selama 25 tahun, Indonesia akhirnya akan kembali memiliki Wakil Panglima TNI, posisi strategis yang sempat dihapus dan kini dihidupkan kembali dalam kerangka transformasi besar Tentara Nasional Indonesia. Upacara pelantikan dijadwalkan berlangsung secara khidmat dalam format upacara kehormatan militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, membenarkan kabar tersebut. Ketika dikonfirmasi awak media pada Rabu (6/8), ia hanya memberikan jawaban singkat namun sarat makna: “Iya.” Jawaban ini cukup untuk mengonfirmasi bahwa institusi pertahanan negara tengah bersiap menghidupkan kembali jabatan yang sudah lama "ditidurkan". Reformasi Pertahanan: Kembalinya Figur Strategis untuk Panglima TNI Terakhir kali jabatan Wakil Panglima TNI diemban oleh Jenderal (Purn) Fachrul Razi pada masa transisi reformasi, tepatnya dari 26 Oktober 1999 hingga 20 September 2000. Setelah masa itu, posisi ini ditiadakan karena dinilai tidak memiliki fungsi yang terdefinisi dengan baik dan rawan menjadi simbol semata. Namun kini, konteks geopolitik dan kebutuhan institusi TNI telah berubah. Transformasi organisasi, penyesuaian postur kekuatan, hingga keterlibatan TNI dalam isu-isu lintas sektoral menjadi alasan kuat bahwa posisi Wakil Panglima bukan sekadar ‘figuran’ dalam tubuh komando tertinggi militer. Menurut Khairul Fahmi, Co-Founder dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), kehadiran Wakil Panglima di masa kini justru dapat menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan agenda-agenda reformasi TNI. “Posisi Wakil Panglima bisa mengambil peran signifikan, tentu dengan prasyarat adanya pembagian kewenangan yang jelas dan tidak menjadi pusat kekuasaan bayangan,” ujar Fahmi. Fahmi juga menekankan bahwa jabatan ini harus dirancang secara fungsional, bukan seremonial. Ia menyarankan agar Wakil Panglima diberi peran strategis sebagai pendamping Panglima dalam urusan pengawasan internal, diplomasi militer, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam penanganan isu pertahanan dan keamanan nasional. Figur Kandidat Mulai Mengemuka, Siapa yang Pantas? Meski TNI dan Kementerian Pertahanan belum secara resmi mengumumkan nama, sejumlah nama perwira tinggi mulai dikaitkan sebagai calon kuat Wakil Panglima. Dua nama yang paling santer dibicarakan adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, serta Wakil Kepala Staf TNI AD, Letjen Tandyo Budi Revita. Keduanya memiliki rekam jejak panjang dalam tubuh militer dan dikenal memiliki hubungan strategis dengan pemangku kebijakan pertahanan, termasuk Presiden dan Panglima TNI. Penunjukan siapa pun dari keduanya tentu akan menandai arah baru politik militer Indonesia. Namun demikian, pemilihan ini bukan semata-mata tentang senioritas atau loyalitas, tetapi juga tentang visi reformasi dan kapasitas menjembatani dinamika internal TNI yang semakin kompleks. “Yang dibutuhkan bukan hanya figur kuat, tapi juga negarawan dalam tubuh militer. Wakil Panglima harus mampu membaca arah politik pertahanan dan membawa TNI ke masa depan,” ujar Fahmi. Simbol Baru, Harapan Baru Upacara kehormatan militer di Batujajar nanti tidak hanya menjadi ajang pelantikan, tetapi juga simbolisasi lahirnya kembali jabatan strategis dengan semangat baru. Pelantikan ini juga akan dibarengi dengan validasi organisasi baru di lingkungan TNI, menandakan bahwa lembaga pertahanan terus berbenah dalam kerangka besar reformasi. Langkah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan multidimensi – mulai dari ancaman tradisional, siber, hingga bencana alam dan krisis kemanusiaan. Dengan kehadiran Wakil Panglima TNI yang baru, diharapkan komando TNI dapat bekerja lebih efektif, solid, dan siap menghadapi dinamika kawasan yang terus berubah. (GF)   07 Agu 2025, 21:28 WIT
Tim Pemantau Kemenko Polkam Pastikan PSU Berlangsung Aman dan Tertib Papuanewsonline.com, Jayapura – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga wilayah strategis — Provinsi Papua, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Barito Utara — pada Rabu (6/8/2025) mendapat sorotan positif dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam). Antusiasme masyarakat yang tinggi serta situasi yang kondusif menjadi indikator kuat bahwa proses demokrasi berjalan sesuai harapan. Tim Pemantau PSU Kemenko Polkam yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayjen TNI Heri Wiranto, melakukan pemantauan intensif di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari Desk Koordinasi Pilkada Serentak yang dibentuk oleh Menko Polkam, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, sebagai wujud pengawasan aktif terhadap pelaksanaan demokrasi di daerah. "Secara umum kami melihat pelaksanaan PSU kali ini berlangsung dengan baik, aman, dan kondusif. Masyarakat juga terlihat sangat antusias. Sejak pagi mereka sudah datang ke TPS dan mengikuti prosedur pencoblosan dengan tertib," ujar Heri Wiranto dalam konferensi pers di Jayapura. Tim Kemenko Polkam membagi tugas ke berbagai TPS untuk memastikan proses berjalan sesuai prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL). Heri Wiranto dan sejumlah anggota tim mengunjungi empat TPS sebagai sampel utama di Jayapura, sementara anggota lainnya disebar ke lokasi-lokasi di Boven Digoel dan Barito Utara. Hingga pukul 13.00 WIT, yang merupakan batas waktu pencoblosan, situasi tetap aman dan tertib. Bahkan di beberapa lokasi, warga terlihat sudah mengantre sejak sebelum TPS dibuka. “Laporan dari lapangan, baik di Boven Digoel maupun Barito Utara, menyebutkan hal serupa. Tidak ada laporan gangguan, semua berjalan tertib dan demokratis,” ungkap Heri. Meski pelaksanaan hari pencoblosan berjalan lancar, Heri menegaskan bahwa tugas tim pemantau tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah pusat akan terus memonitor perkembangan di ketiga wilayah hingga seluruh proses tuntas, termasuk tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil. “Tujuan kita bukan hanya memastikan pencoblosan berjalan aman, tapi juga menjamin proses lanjutan berlangsung jujur dan adil. Harapannya, ini bisa menghasilkan pemimpin daerah yang legitimate dan dipercaya rakyat,” imbuhnya. Kemenko Polkam juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik pasca-pemilu. Pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diimbau terus bersinergi demi menjaga stabilitas politik. Dengan PSU yang berlangsung lancar di wilayah-wilayah yang selama ini rawan dinamika politik, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilu semakin meningkat. Heri Wiranto menyebut pelaksanaan PSU ini sebagai contoh bahwa demokrasi Indonesia bisa tumbuh dan berkembang, bahkan di daerah-daerah yang penuh tantangan geografis maupun sosial-politik. "Stabilitas politik dan keamanan adalah prasyarat utama pembangunan. Kami harap seluruh pihak tetap menjaga suasana damai hingga tahapan pilkada benar-benar selesai," tutupnya. (GF) 07 Agu 2025, 21:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT