logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Aksi Peduli Tim SAR Brimob BKO Polda Sumbar Bantu Korban Banjir di Palembayan Papuanewsonline.com, Agam - Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumatera Barat terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera Barat. Pada Jumat, (9/1), tim melaksanakan kegiatan pencarian korban sekaligus penyaluran bantuan kemanusiaan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.Kegiatan diawali dengan apel pagi gabungan yang dipimpin oleh DPP Iptu I Putu Astika, S.H., sebagai bentuk kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan. Usai apel, sebagian personel melaksanakan kegiatan pendukung berupa memasak untuk kebutuhan logistik personel dan masyarakat terdampak di wilayah Randurlap.Selain itu, Tim SAR juga melaksanakan drop bantuan logistik dari Desa Unggun menuju SD Negeri 36 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan. Bantuan tersebut kemudian dibagikan secara langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Unggun sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi darurat.Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi bencana merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan.“Polri melalui personel di lapangan terus berupaya hadir membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui pencarian korban, pendistribusian bantuan logistik, maupun dukungan lainnya. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, selain fokus pada aspek kemanusiaan, kehadiran personel Polri juga bertujuan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan bencana berlangsung.“Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana dan pemulihan masyarakat,” tutupnya. PNO-12 10 Jan 2026, 14:35 WIT
Wakapolda Maluku Ikuti Vicon Anev Operasi Lilin Bersama Mabes Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni Sik., M.H mengikuti rapat Analisa dan Evaluasi terkait pelaksanaan Operasi Lilin dan Aman Nussa Dua tahun 2025 bersama Mabes Polri, Jumat sore (9/1/2026).Anev yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Desi Prasetyo ini diikuti Wakapolda melalui Video Confrence dari ruang vicon Markas Polda Maluku.Dalam mengikuti kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Irwasda Maluku dan Kepala Biro Logistik Polda Maluku. Serta para PJU Polda MalukuWakapolri dalam arahannya meminta seluruh jajaran Polri hingga tingkat Polsek untuk terus mempertahankan kinerja terbaik yang sudah diberikan selama tahun 2025. Berikanlah rasa aman kepada masyarakat."Bapak Presiden telah memberikan apresiasi kepada kita dalam pelaksanaan tugas pengamanan saat Operasi Ketupat dan Opersi Lilin 2025," katanya.Wakapolri meminta kepada seluruh jajaran agar terus meningkatkan kinerja yang baik dalam melayani masyarakat."Saya minta agar kinerja baik ini terus dipertahankan sebab di tahun kemarin hasil survei kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri naik mencapai 92 persen dan ini sangat tinggi," ungkapnya.Kepada para Kapolda sebagai penanggung jawab dan pengambilan kebijakan di daerah, Wakapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih atas keberhasilan kinerja yang dilaksanakan."Saya atas nama pimpinan Polri mengucapkan terima kasih sebab keberhasilan Polri kemarin merupakan hasil dari kerja sama kita semua dari satuan tingkat paling atas hingga satuan paling bawah. Saya berharap kinerja baik ini harus terus dipertahankan," pintanya. PNO-12 10 Jan 2026, 14:28 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Pelatihan SAR di Pantai Ngurbloat Malra Papuanewsonline.com, Malra – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, memimpin Kegiatan Pelatihan Search and Rescue (SAR) bagi masyarakat dan instansi terkait.Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Ngurbloat (Pantai Pasir Panjang), Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kamis siang (8/1/2026).Pelatihan SAR merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda Maluku di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang berorientasi pada penyelesaian konflik, peningkatan keamanan wilayah pesisir, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di kawasan destinasi wisata bahari.Pelatihan SAR dihadiri jajaran Polda Maluku, unsur pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat setempat. Turut hadir Ketua MUI Maluku, Kapolres Tual, Kapolres Malra, Kadis Pariwisata Malra, Kepala Basarnas Tual, Sekretaris BPBD Malra dan pejabat lainnya beserta masyarakat.Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan instansi lintas sektoral ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sistem keamanan dan keselamatan terpadu, terutama di wilayah pesisir yang menjadi tumpuan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malra dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Kapolda Maluku beserta rombongan. Ia menyebutkan, Kabupaten Malra memiliki 76 destinasi wisata, dengan Pantai Ngurbloat sebagai salah satu ikon wisata unggulan nasional.Kadis juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kepolisian atas dukungan pengamanan di berbagai event pariwisata, termasuk Festival Meti Kei yang telah masuk dalam kalender pariwisata nasional. Menurutnya, kehadiran Kapolda Maluku akan memberikan dampak positif bagi promosi dan peningkatan kunjungan wisatawan di Maluku Tenggara.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto, dalam sambutannya menegaskan pelatihan SAR yang dilakukan memiliki makna strategis, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari aspek pembangunan pariwisata berkelanjutan.Kapolda mengaku, Maluku Tenggara dan Kota Tual memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, termasuk Pantai Ngurbloat yang dikenal dengan pasir putih halus dan panorama laut yang indah.“Salah satu cara menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, adalah dengan menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Kegiatan seperti snorkeling dan wisata bahari harus didukung dengan kesiapsiagaan SAR yang baik,” ungkap Kapolda.Ia menegaskan, kehadiran Polri bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman, mendukung promosi pariwisata, serta memastikan destinasi wisata memiliki daya jual yang tinggi dan berkelanjutan."Pelatihan SAR diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dan petugas di lapangan dalam merespons cepat setiap potensi kecelakaan laut atau kondisi darurat lainnya, sehingga dapat meminimalisir risiko dan dampak yang mungkin terjadi," harapnya.Pelatihan SAR yang dilaksanakan meliputi pengenalan peralatan keselamatan, teknik pertolongan di air, prosedur evakuasi korban, serta simulasi penanganan keadaan darurat di wilayah pesisir. Masyarakat tampak terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mengingat wilayah pesisir Maluku Tenggara sangat bergantung pada aktivitas laut dan pariwisata.Kapolda Maluku menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta mendukung pengembangan pariwisata Maluku yang aman dan berdaya saing."Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat pesisir yang tangguh, sekaligus memperkuat citra Maluku Tenggara sebagai destinasi wisata bahari yang indah, aman, dan ramah bagi wisatawan," pungkasnya. PNO-12 10 Jan 2026, 14:19 WIT
Penasihat Khusus Presiden Dudung Abdurachman Apresiasi Nasionalisme Alumni Lemhannas Aceh Papuanewsonline.com, Banda Aceh — Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., menggelar kegiatan Ngopi Kebangsaan bersama Alumni Lemhannas Aceh, Jumat pagi (9/1), di Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang dialog kebangsaan yang hangat antara tokoh nasional dan para alumni Lemhannas di wilayah Aceh.Di hadapan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Aceh dan sejumlah undangan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman berbincang panjang mengenai dinamika geopolitik global serta tantangan pertahanan nasional yang dihadapi Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun sarat gagasan strategis mengenai arah bangsa ke depan.Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Dudung memberikan apresiasi kepada DPD IKAL Aceh atas kiprah dan konsistensinya dalam menghadirkan berbagai kegiatan kebangsaan. Menurutnya, aktivitas kajian, diskusi publik, penelitian, hingga ngopi kebangsaan yang rutin dilaksanakan telah menjadi ikon DPD IKAL Aceh di tingkat nasional dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dan Aceh secara berkeadilan.Menyikapi kondisi bangsa dan percaturan dunia yang terus berubah, Jenderal Dudung menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh berdiam diri, melainkan harus terus menjaga keutuhan dan eksistensi bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.Ia juga menyoroti fenomena sosial di ruang publik yang kerap diwarnai sikap saling menghujat dan menjelekkan pimpinan maupun pemerintah. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat dan melemahkan semangat kebangsaan sebagai bangsa besar.Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif terhadap sejarah, tujuan, dan cita-cita luhur bangsa. Pancasila, wawasan kebangsaan, serta konsensus nasional disebut sebagai landasan penting yang harus terus dipegang untuk melangkah menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan. Dalam konteks tersebut, Jenderal Dudung menyampaikan apresiasinya terhadap nasionalisme masyarakat Aceh.Kunjungan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ke Aceh juga dirangkai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk empati dan simpati terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Selain menyalurkan bantuan kebutuhan warga, ia turut menyumbangkan 100 unit Starling yang secara simbolis diserahkan di Pidie Jaya dan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (8/1).Selain agenda kebangsaan dan sosial, Jenderal Dudung juga melaksanakan ibadah salat serta mengisi ceramah Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/1). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya selama berada di Aceh.Ketua DPD IKAL Lemhannas RI Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa ngopi kebangsaan telah menjadi agenda rutin IKAL Aceh sebagai wujud kontribusi alumni Lemhannas dalam menyikapi isu kebangsaan dan kemasyarakatan, sekaligus diharapkan melahirkan gagasan yang dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah.Kegiatan ngopi kebangsaan ini turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, perwakilan Forkopimda Aceh, pengurus dan alumni IKAL Aceh, unsur pemerintah, tokoh agama, swasta, LSM, serta insan media massa.(GF) 10 Jan 2026, 12:58 WIT
Ultimatum Tokoh Amungme Menggema, Pemkab Mimika Diminta Tuntaskan Pembayaran tanah Papuanewsonline.com, Timika —Tokoh Amungme, Paulus Pinimet, secara tegas menyampaikan ultimatum kepada Bupati Mimika Johanis Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong terkait penyelesaian pembayaran aset tanah milik masyarakat adat yang saat ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.Ultimatum tersebut disampaikan melalui surat resmi yang menyoroti aset tanah pemerintah daerah yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Mimika. Dalam surat itu, Paulus Pinimet mempertanyakan kepastian dan waktu realisasi pembayaran tanah kepada para pemilik hak ulayat.Paulus Pinimet menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga situasi daerah agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Ia meminta pemerintah daerah memberikan jawaban yang jelas dan bersifat kolektif atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama ini.Surat tersebut sekaligus menjadi peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar tidak mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Paulus menilai, ketidakpastian penyelesaian aset tanah berpotensi memicu kekecewaan yang lebih luas di tengah masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro.Dalam pernyataannya, Paulus Pinimet menekankan bahwa masyarakat adat telah menunggu terlalu lama tanpa kejelasan dari pemerintah. Ia menyampaikan bahwa jawaban yang tidak pasti dan berlarut-larut tidak lagi dapat diterima oleh pemilik hak ulayat.Lebih lanjut, Paulus menegaskan bahwa masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro memiliki hak yang sama atas keadilan dan kesejahteraan di tanah mereka sendiri. Ia menolak segala bentuk penguasaan aset tanah tanpa penyelesaian yang adil dan transparan.Ultimatum ini menandai meningkatnya ketegangan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah terkait pengelolaan aset tanah. Paulus Pinimet menyatakan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam apabila persoalan ini kembali diabaikan.Pemerintah Kabupaten Mimika kini diharapkan segera memberikan respons resmi dan langkah konkret guna menyelesaikan sengketa aset tanah tersebut, demi menjaga stabilitas sosial serta kepercayaan masyarakat adat terhadap pemerintah daerah.Penulis: HendEditor: GF   10 Jan 2026, 12:51 WIT
Polda Maluku Klarifikasi Dugaan Praktik Curang: Seleksi SIP TA 2026 Berjalan Sesuai Ketentuan Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menegaskan bahwa proses seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Tahun Anggaran 2026 telah dilaksanakan dengan prinsip BeTAH yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. Penegasan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas pemberitaan salah satu media online yang menyebut adanya dugaan praktik curang dalam seleksi SIP di Polda Maluku.Polda Maluku menyatakan bahwa pemberitaan media online yang menyebut "Adanya dugaan Praktek Curang Seleksi SIP TA 2026 di Polda Maluku", terkait dengan kelulusan salah satu peserta seleksi, yakni Bripka ST, adalah tidak benar dan tidak berdasarkan fakta.Bripka ST dinyatakan lulus terpilih Seleksi SIP Angkatan 55–56 melalui kuota Penghargaan Kapolri, yang merupakan salah satu jalur resmi dalam pendidikan pengembangan Polri. Jalur ini diberikan kepada anggota yang memperoleh penghargaan pimpinan atas prestasi, dedikasi, dan pengabdian.“Perlu dipahami bahwa pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) merupakan pendidikan pengembangan karier, dan di dalamnya terdapat jalur penghargaan pimpinan. Dalam hal ini penghargaan bapak Kapolri dan penghargaan bapak Kapolda Maluku. Penilaian terhadap jalur ini merupakan hak prerogatif pimpinan, yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan mekanisme yang sah,” jelas kabid Humas Polda Maluku.Terkait proses seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP), Karo SDM Polda Maluku menegaskan bahwa Bripka ST mengikuti seluruh tahapan seleksi dari awal hingga akhir, sebagaimana peserta lainnya. Tidak ada tahapan yang dilewati atau dikecualikan. Hal ini dibuktikan dengan absensi kehadiran Bripka ST dan berita acara pelaksanaan seleksi. Jadi tidak benar bahwa bripka ST tidak mengikuti tahapan seleksi Tes Pengetahuan Kepolisian (TPK).Dengan demikian, pemberitaan yang menyebutkan adanya praktik curang dalam proses seleksi SIP TA 2026 di Polda Maluku tidak sesuai dengan fakta di lapangan.Menanggapi isu mengenai nilai psikotes yang disebut tidak memenuhi passing grade, Karo SDM Polda Maluku menjelaskan bahwa jalur Penghargaan dalam seleksi pendidikan pengembangan yaitu“Salah satu ketentuan pada jalur Penghargaan adalah telah dilakukan pemetaan personel yang mendapatkan penghargaan oleh Biro SDM Polda Maluku. Pemetaan ini menjadi bagian dari sistem pembinaan karier yang terintegrasi dan sah secara organisasi,” tegasnya.Polda Maluku memastikan bahwa seluruh proses tersebut telah dilaksanakan sesuai aturan internal Polri, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalisme dan integritas.Polda Maluku dibawah kepemimpinan Irjen Pol.Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.I.K, M.SI, berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelaksanaan seleksi pendidikan dan pembinaan personel yang bersih dari praktik KKN. Setiap tahapan seleksi diawasi secara ketat dan dapat dipertanggungjawabkan.“Polda Maluku terbuka terhadap klarifikasi dan pengawasan publik, namun mengimbau agar dalam pemberitaan disampaikan secara berimbang, sesuai fakta, tidak berpersepsi, serta tidak membentuk opini publik yang menyesatkan,” tutup Kabid Humas. PNO-12 09 Jan 2026, 20:38 WIT
Menko Yusril Tegaskan Pilkada Langsung dan Lewat DPRD Sama-Sama Sah Menurut Konstitusi Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah baik secara langsung oleh rakyat maupun melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sama-sama memiliki dasar konstitusional dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.Penegasan tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan kepala daerah dipilih secara demokratis, tanpa secara eksplisit mewajibkan mekanisme pemilihan langsung oleh rakyat. Menurut Yusril, norma konstitusi tersebut memberikan ruang bagi berbagai model demokrasi sepanjang dijalankan secara sah dan beradab.Dalam pandangannya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD justru dinilai lebih selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yang menekankan prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.Yusril menjelaskan bahwa secara filosofis, konsep musyawarah tidak mungkin dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat dalam jumlah besar. Oleh karena itu, mekanisme permusyawaratan diwujudkan melalui lembaga perwakilan seperti MPR, DPR, dan DPRD, yang menjadi pilar utama demokrasi perwakilan di Indonesia.Dari sisi implementasi, ia menilai pemilihan kepala daerah secara langsung justru melahirkan berbagai persoalan serius, terutama tingginya biaya politik. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penyalahgunaan kekuasaan oleh kepala daerah terpilih untuk menutup ongkos politik yang telah dikeluarkan selama proses Pilkada.Selain biaya politik, Yusril juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik politik uang dalam Pilkada langsung. Menurutnya, pengawasan terhadap jutaan pemilih jauh lebih kompleks dibandingkan pengawasan terhadap anggota DPRD yang jumlahnya relatif terbatas.Ia menambahkan bahwa mekanisme pemilihan melalui DPRD membuka peluang lebih besar bagi terpilihnya kepala daerah yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas. Berbeda dengan pemilihan langsung yang kerap memberi ruang bagi kandidat yang lebih mengandalkan popularitas atau kekuatan modal.Meski demikian, Yusril menegaskan bahwa perdebatan mengenai sistem Pilkada tidak seharusnya disikapi secara hitam-putih. Dalam kondisi saat ini, perbaikan terhadap sistem Pilkada langsung tetap menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam penataan pembiayaan politik, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas kaderisasi calon oleh partai politik.Yusril juga menekankan bahwa aspirasi publik harus tetap menjadi rujukan utama dalam menentukan arah kebijakan demokrasi daerah. Pemerintah dan DPR diminta mencermati kehendak rakyat secara adil dan bijaksana, serta memastikan sistem apapun yang dipilih nantinya dijalankan secara jujur, adil, dan beradab sebagai keputusan demokratis yang wajib dihormati bersama.(GF) 09 Jan 2026, 20:42 WIT
Tahun 2026, Bapenda Mimika Prioritaskan Penguatan Organisasi dan Kualitas Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Mimika - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menetapkan tahun 2026 sebagai tonggak penting untuk menguatkan kinerja organisasi melalui tiga pilar utama: konsolidasi internal, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pengembangan inovasi pendapatan daerah yang berkelanjutan. Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifa menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan kontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah.“Tahun 2026 akan kita jadikan momentum untuk membawa Bapenda Mimika ke level yang lebih baik, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.Seluruh kegiatan tahun 2025 telah dievaluasi secara menyeluruh, mencakup capaian target yang telah diraih serta berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Hasil evaluasi tersebut dijadikan landasan dalam menyusun strategi kerja Bapenda untuk tahun 2026. Dwi Cholifa menegaskan bahwa fondasi yang kuat harus dibangun dari dalam organisasi. “Langkah awal yang kami sepakati adalah memperkuat internal organisasi. Kita harus membangun tim yang solid, satu visi, satu misi, dan satu pemahaman dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” tegasnya. (9/1/26) Ia menambahkan bahwa kerja sama yang erat antar anggota tim akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan.Seluruh strategi kerja Bapenda di tahun 2026 diselaraskan secara penuh dengan visi Bupati Mimika, yaitu pembangunan yang berbasis dari kampung ke kota, penguatan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas aparatur, serta keterbukaan informasi publik. Sebagai organisasi perangkat daerah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat luas, Bapenda menyadari bahwa mereka dituntut untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. “Kita tidak hanya bertugas untuk mengumpulkan pendapatan daerah, tetapi juga harus menjadi ujung tombak pelayanan publik yang handal dan dapat dipercaya,” jelasnya.Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama dalam agenda kerja tahun 2026. Selain itu, Bapenda juga berkomitmen untuk memperkuat komunikasi publik melalui pembentukan tim khusus yang menangani media dan konten visual. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membangun hubungan yang lebih intens dan terbuka dengan insan pers serta seluruh lapisan masyarakat. “Dengan komunikasi yang efektif, kita dapat menyampaikan informasi secara jelas dan menerima masukan konstruktif untuk terus meningkatkan kinerja kita. Semoga dengan semua upaya ini, Bapenda Mimika dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan Kabupaten Mimika,” pungkas Dwi Cholifa.  Penulis: Abim Editor: GF 09 Jan 2026, 16:49 WIT
Bapenda Mimika Revitalisasi Struktur, Bentuk Bidang Baru untuk Pengembangan Pendapatan Daerah Papuanewsonline.com, Mimika — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika melakukan langkah strategis melalui penataan kelembagaan dengan membentuk Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah. Pembentukan bidang ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) terbaru. Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan pendapatan daerah agar lebih terarah, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis. Penataan struktur ini juga menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pendapatan daerah yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menegaskan bahwa pembentukan bidang baru tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendapatan daerah secara lebih sistematis dan terstruktur, seiring dengan tuntutan peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah. Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah ini terdiri dari tiga subbidang, yakni Subbidang Inovasi Pendapatan Daerah, Subbidang Regulasi Pendapatan Daerah, serta Subbidang Retribusi Daerah. Masing-masing subbidang memiliki peran spesifik yang saling terintegrasi dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah. Melalui struktur baru ini, Bapenda Mimika menargetkan penguatan perencanaan strategis jangka menengah dan panjang, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi pendapatan yang berkelanjutan dan relevan dengan kondisi daerah. Setiap subbidang diarahkan untuk bekerja fokus sesuai mandatnya demi memastikan efektivitas kebijakan. Dalam pelaksanaannya, bidang baru ini akan memprioritaskan penyusunan perencanaan strategis, penguatan regulasi turunan seperti Standar Operasional Prosedur (SOP), serta pengembangan inovasi pendapatan yang mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan geografis Kabupaten Mimika. Pendekatan kontekstual menjadi prinsip utama agar kebijakan yang dirumuskan tidak sekadar meniru daerah lain, melainkan benar-benar mencerminkan karakter masyarakat Mimika serta potensi riil yang dimiliki daerah. Setiap kebijakan diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pembangunan secara menyeluruh. Pengembangan inovasi pendapatan daerah juga akan disinergikan dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang direncanakan akan dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Mimika. Sinergi ini diarahkan untuk memastikan setiap kebijakan pendapatan berbasis riset, data, dan analisis yang akurat. Dengan terbentuknya Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Bapenda Mimika optimistis pengelolaan pendapatan ke depan akan semakin adaptif, terarah, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pendapatan daerah terhadap pembangunan Mimika. Penulis: jid  Editor: GF 09 Jan 2026, 16:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT