logo-website
Kamis, 12 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Ikut SIPSS, 6 dokter muda Papua Bertekad Tingkatkan Layanan Kesehatan Papuanewsonline.com, Jakarta - Enam dokter muda asal Papua saat ini tengah menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I tahun 2025. Mereka adalah Jack Johanes Pical, Ilham Aaas Hamka, Alex Stendly Nuburi, Herlambang Andreka Junior Dwi Putra, Arfinsasi Putra dan Marlina Putri Purnama Sari Pekpekai. Para dokter muda ini memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Papua. Mereka menyadari betul bahwa akses layanan kesehatan di Papua, terutama di daerah pelosok, masih sangat terbatas."Saya melihat sendiri bagaimana sulitnya akses layanan kesehatan di Bintuni. Banyak daerah pesisir dan pegunungan yang kekurangan tenaga dokter. Melalui SIPSS, saya berharap bisa menjadi dokter sekaligus polisi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Jack Johanes Pical, salah satu peserta didik SIPSS Gel I T.A 2025. Pengalaman yang hampir sama dituturkan Alex Stendly Nuburi. Ia menceritakan kondisi alam Papua menjadi tantangan tersendiri pasien dan juga para tenaga medis. “Tahun 2024 saya bekerja di puskesmas Arbaiz yang terletak di Kabupaten Sarmi yang waktu tempuhnya sekitar 10 jam dari kota Jayapura. Puskesmas saya itu merupakan puskesmas yang terpencil,” kata Alex. Minimnya tenaga medis dan fasilitas Kesehatan di Papua juga menjadi motivasi Herlambang Andreka Junior Dwi Putra. Menjadi dokter merupakan keinginan kecilnya untuk menolong keluarganya. Beranjak besar, ia melihat bahwa tidak hanya keluarganya yang membutuhkan bantuan medis, tapi juga masyarakat di lingkungan tempatnya tinggal. “Menjadi dokter merupakan cita-cita kecil menolong orang. Kini saya mendapat kesempatan untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang dengan menjadi siswa SIPSS yang nantinya disiapkan sebagai polisi dengan keahlian di bidang medis,”kata Herlambang.Para dokter muda ini memiliki mimpi besar untuk mengembangkan karir mereka di bidang spesialisasi kedokteran. Beberapa di antaranya bercita-cita menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, bedah, kandungan, dan saraf.Seperti pengalaman Marlina. Ia melihat di daerahnya belum ada dokter ahli syaraf. Banyak lansia yang tidak mendapat perawatan yang layak karena kekurangan tenaga medis ahli di bidang syaraf termasuk kakeknya sendiri. “Saat saya sedang internship di Merauke di sana saya tinggal bersama kakek saya yang usianya sudah renta di atas 70 tahun di mana beliau pada saat itu terkena serangan stroke sedangkan di Merauke pada saat itu sama sekali tidak ada dokter saraf sehingga kakek saya berpulang. Dari situ saya memiliki nilai sensitifitas terhadap bidang ini,” kata Marlina. Keinginan untuk memberikan perawatan kepada masyarakat kurang mampu di Papua terutama lansia juga diutarakan Ilham Aaas Hamka. “Setelah menjadi dokter polisi saya ingin melanjutkan lagi menjadi dokter spesialis terutama dokter spesialis penyakit dalam. Kenapa saya memilih spesialis penyakit dalam karena untuk penyakit dalam ruang lingkup pengetahuannya sangat luas. Misalnya pada saat ada pasien jantung dan pasien itu geriatri atau usia lanjut pasti akan dikonsulkan kepada spesialis penyakit dalam,” ujar Ilham. Keinginan menjadi dokter spesialis internis juga disampaikan Arfinsasi Putra. Ia mengatakan kondisi ini jelas terlihat saat ia bertugas di Papua Pegunungan. “Masyarakat di Papua Pegunungan banyak yang memiliki keluhan penyakit dlaam tapi di sana adanya dokter umum, termasuk saya. Hal ini yang memotivasi saya untuk melanjutkan spesialisasi penyakit internis untuk menolong warga yang membutuhkan layanan Kesehatan penyakit dalam,” kata Arfin. Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyambut baik cita-cita enam dokter muda asal pengiriman Polda Papua ini. "Kami sangat mengapresiasi semangat pengabdian para dokter muda asal Papua. Kehadiran mereka di Polri akan memperkuat upaya kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil," ujarnya.Komjen Pol Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program kesehatan pemerintah Prabowo untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal. "Pemerintah pak Prabowo berupaya menyediakan fasilitas Kesehatan yang lebih baik di daerah pelosok termasuk Papua. Polri mendukung dengan merekrut dokter-dokter melalui penerimaan SIPSS. Mereka nantinya akan kami tugaskan di tempat asal mereka di Papua,” imbuh Komjen Pol Dedi Prasetyo. Para dokter muda asal Papua juga berharap bisa segera menyelesaikan pelatihan dan kembali ke kampung halaman mereka untuk mengabdikan kepada Masyarakat Papua sebagai dokter dan juga polisi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di tanah kelahiran mereka. PNO-12 09 Mar 2025, 10:38 WIT
Gubernur Akpol Resmi Buka SIPSS Gelombang I Tahun Ajaran 2025 Papuanewsonline.com, Semarang - Gubernur Akpol Irjen. Pol. Krisno Holomoan Siregar memimpin upacara pembukaan pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I Tahun 2025. Kali ini, tema yang diusung adalah Transformasi Digital Leadership Untuk Menghasilkan Perwira Polri yang Presisi Menuju Indonesia Emas 2025.“Selaku Gubernur Akademi Kepolisian, Saya mengucapkan selamat kepada 100 orang siswa yang terdiri dari 67 orang putra dan 33 orang putri yang telah dinyatakan lulus dan terpilih menjadi peserta didik SIPSS Gelombang I tahun 2025,” ujar Gubernur Akpol di Semarang, Kamis (6/3/25). Gubernur Akpol pun menyampaikan kepada peserta didik bahwa pendidikan, pelatihan dan pengasuhan akan berjalan 4,5 bulan. Ia menekankan, semangat dan kebanggaan dalam menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian harus ditanamkan seluruh peserta. “Saya percaya kalian akan dapat menyesuaikan pendidikan ini dengan baik, tepat waktu, dan berprestasi untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Selanjutnya kepada para dosen, pelatih, instruktur, dan pengasuh yang terlibat dalam pendidikan ini,” ujarnya.Ia pun menekankan agar seluruh pengajar melaksanakan tugas tanggung jawab dengan penuh semangat, profesional, berintegritas, serta mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada seluruh peserta pendidikan SIPSS gelombang I tahun 2025. Sebelumnya diberitakan, Polri menggelar seleksi anggota baru dari jalur penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2025. Terdapat 210 calon siswa (casis) mengikuti tingkat pusat di Akademi Kepolisian (Akpol), Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).SIPSS merupakan jalur pendidikan khusus bagi Iulusan D-4, S-1, maupun S-2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. Para peserta pun tiba di Semarang pada 14 Februari 2025."Sekarang di Akpol, ada gedung khusus namanya Gedung Werving Hoegeng, itu baik calon siswa SIPSS atau catar Akpol. Seleksi tingkat pusat di gedung itu," kata Kasubbagrim Bagdiapers Rodalpers SSDM Polri AKBP Adi Dharma Pramudita, dalam rilis SSDM Polri, Senin (17/2/25).Para peserta sendiri terdiri atas 150 pria dan 60 wanita. Mereka berangkat dari polda masing-masing dengan latar belakang lulusan pendidikan tingkat D-4, S-1, dan S-2."Ada yang lulusan S-1, D-4, S-2. Kami memang mencari kompetensi masing-masing siswa ini, untuk pendukung tugas pokok fungsi (tupoksi) Polri," ungkapnya. PNO-12 07 Mar 2025, 19:46 WIT
Kapolda Maluku Beri Kuliah Umum di UKIM Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Kristen Indonesia-Maluku (UKIM).Kegiatan yang dihelat di aula UKIM Ambon, Senin (3/3/2025), Kapolda memberikan kuliah umum tentang peran Generasi Z dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku.Para mahasiswa diajak untuk bersama-sama dengan aparat kepolisian dalam memelihara kamtibmas. Menurut Kapolda, tanpa bantuan masyarakat polisi tidak ada apa-apanya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tanah Para Raja-raja ini."Kami dari kepolisian meminta dukungannya untuk bersama-sama memelihara Kamtibmas sebab tanpa dukungan dari masyarakat maka polisi tidak ada apa-apanya dalam menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Maluku yang kita cintai ini," ajaknya.Sebagai anak bangsa, mahasiswa diharapkan dapat mengisi kemerdekaan dengan melakukan berbagai hal positif dalam membangun bangsa dan negara. "Sebagai mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa, jangan ikut terlibat dalam kegiatan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini," pintanya.Pada era Generasi Z saat ini, Indonesia, khususnya Maluku harus memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang baik agar dapat bersaing dalam membangun atau memajukan daerahnya. "Kita harus menyiapkan SDM yang unggul untuk menjawab tuntutan jaman saat ini. Olehnya sebagai mahasiswa harus terus belajar dan jangan terlalu idealis karena di tempat kita tinggal itu juga tinggal orang lain dengan berbagai latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda," ajaknya.Mahasiswa diminta untuk terus berbuat baik kepada sesama. Sebab perbuatan baik sangat penting dalam hidup orang bersaudara. "Perbuatan baik itu terpenting dalam kehidupan kita ini karena berbagi program yang kita buat namun jika tidak dibarengi dengan cara hidup yang baik maka semuanya pasti tidak akan baik," jelasnya.Pemerintah saat ini tengah menjalankan program ketahanan pangan nasional. Kapolda meminta dukungan mahasiswa untuk dapat mensukseskan program ketahanan pangan untuk kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Maluku."Kami juga mengajak seluruh mahasiswa agar hindari pemahaman radikal sebab saat ini paham radikal itu bukan saja ada di komunitas Muslim tapi juga ada di komunitas Kristen, bahkan di komunitas Hindu juga ada. Olehnya itu pentingnya kita menerima ilmu dari guru dan sumber yang benar sehingga pemahaman sesat dan radikal tidak masuk ke diri kita," tegasnya.Dalam menggunakan media sosial, para mahasiswa juga diingatkan untuk selalu bijak saat memposting status maupun membagikan informasi yang dapat menjurus pada perpecahan. Penyalahgunaan media sosial dapat berdampak buruk dalam kehidupan sosial bahkan bisa menggangu aktifitas perkuliahan."Kami juga mengingatkan mahasiswa agar menjauhi narkoba dan minuman keras, sebab hal tersebut dapat merusak masa depan dan kehidupan kita saat ini dan di masa yang akan datang, olehnya itu jadilah polisi untuk dirimu dan keluargamu sendiri," pungkasnya.Di akhir kegiatan kuliah umum, Kapolda Maluku juga diberikan plakat cendramata sebagai kenang-kenangan yang diserahkan langsung oleh Rektor UKIM Ambon, Dr. Henky H Hetaharia M.Th.Untuk diketahui, saat memberikan kuliah umum, Kapolda didampingi Direktur Intelkam Kombes Pol I Gede Arsan Sik dan Kapolsek Nusaniwe. Hadir dalam kegiatan Rektor UKIM Ambon Dr. Henky H Hetaharia M.Th bersama para Pembantu Rektor, Dekan Fakultas dan Dosen yang ada di lingkup UKIM Ambon. PNO-12 04 Mar 2025, 19:35 WIT
Ny. Juliati Sigit Prabowo Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Papuanewsonline.com, Gresik - Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Ny. Juliati Sigit Prabowo, didampingi Ketua Pengurus YKB Daerah Jawa Timur, Ny. Ade Imam Sugianto, Rabu (25/2/2025) pagi, berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Jawa Timur.Setibanya di sana, Ny. Juliati Sigit Prabowo, meninjau kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler. Setelahnya, ia menuju ruang kelas dan melihat pemberian makanan bergizi gratis (MBG) kepada siswa kelas XI dan XII.Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus serta memberikan arahan tentang pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan.Sementara itu Dede Idawati selaku Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, menyampaikan terima kasih atas kedatangan Ny. Juliati Sigit Prabowo yang sudah memberikan supporting sistem yang luar biasa, sehingga SLB Kemala Bhayangkari 2 gresik menjadi inspiratif semua SLB di Jatim. ”Banyak hal yang kami dapatkan prestasi prestasi menjadi sekolah inovatif sejak tahun 2024,” ungkap Kepala Sekolah Dede.”Untuk menyambut ibu kapolri siswa dan siswi tadi juga bermain angklung. Mereka sangat cepat untuk belajar angklung karena kami sudah mengajar mereka sejak SD, SMP sampai SMA sehingga tidak lah sulit untuk komunikasi sama mereka,” lanjutnya.Diakhir kunjungan, Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan tali asih kepada perwakilan Guru, Karyawan dan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. PNO-12 27 Feb 2025, 18:43 WIT
Sosialisasi Rekrutmen Terpadu Polri di CFD Semarang, Masuk Polisi Gratis! Papuanewsonline.com, Semarang - Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, melalui Biro SDM Polda Jawa Tengah (Jateng) menggelar acara di Simpang Lima, Semarang, Jateng dalam rangka sosialisasi Rekrutmen Terpadu Polri Tahun Anggaran 2025. Polri menyampaikan pesan kepada masyarakat, yakni proses penerimaan dari awal pendaftaran hingga pengumuman kelulusan bebas biaya alias gratis."Kami terus mensosialisasikan bahwa masuk Polri, menjadi anggota Polri itu gratis, tidak ada pungutan biaya sepeserpun. Hal ini perlu disampaikan terus-menerus kepada masyarakat," tegas Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2025).Acara sosialisasi penerimaan Polri dimulai pukul 07.00 WIB, saat momen Car Free Day. Personel Biro SDM Polda Jateng membagikan brosur kepada masyarakat yang melintas, yang berminat pada penerimaan Polri.Kemudian ada juga pagelaran seragam (fashion show) anggota Polri dari tiap satuan. Lalu penampilan siswa/siswi TK Kemala Bhayangkari Polrestabes Semarang yang menghibur warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.Yang paling menarik perhatian dan antusias masyarakat adalah penampilan Drumcorps Pelopor Cenderawasih Taruna Akpol. Mereka kirab dengan rute Mapolda Jateng-Simpang Lima-Mapolda Jateng."Kami menyadari anggapan 'jadi polisi harus bayar' masih ada. Pesan yang hendak disampaikan di sini adalah, masyarakat harus percaya pada kemampuan diri sendiri saat ikut seleksi penerimaan. Karena jika ada keraguan, di situ muncul kesempatan calo atau pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu dengan iming-iming janji lolos seleksi," ungkap Komjen Dedi.Dia menekankan Itwasum Polri akan mengawasi ketat proses Penerimaan Terpadu Anggota Polri. "Kami memastikan pengawasan ketat terhadap Penerimaan Terpadu Polri diterapkan," sambung dia.Komjen Dedi menyebut prinsip Betah, yang merupakan singkatan dari komitmen Bersih, Transparan, Humanis dan Akuntabel, pada seleksi anggota Polri. Terakhir, Komjen Dedi meminta orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk percaya dan yakin dengan kemampuan anak sendiri, agar tidak terpengaruh bujuk rayu pihak-pihak yang mencari keuntungan dari momen rekrutmen ini."Polri mengajak putra-putri terbaik negeri untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, untuk bersaing secara objektif. Orang tua kami mohon jangan lagi ada yang tertipu dengan bujuk rayu yang bisa meloloskan anaknya dengan sejumlah uang. Daftar dan masuk polisi gratis," pungkas Komjen Dedi.Data SSDM Polri menunjukkan jumlah pendaftar online Rekrutmen Polri Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar 87 ribu'an orang. Sementara jumlah kunjungan website mencapai lebih dari 4 juta kali sejak pendaftaran dibuka awal Februari lalu. PNO-12 24 Feb 2025, 18:36 WIT
29 Anggota Polda Maluku Lulus SIP Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 29 anggota Polda Maluku yang mengikuti seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-54 Tahun 2025 dinyatakan lulus melalui sidang yang digelar di Gedung Plaza Presisi Manise Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Jumat malam (21/2/2025).Sidang yang dipimpin Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi, S.I.K ini turut dihadiri Kabid Propam, Kabid Dokkes Polda Maluku, dan PJU Pendamping. Turut hadir panitia seleksi, pengawas, serta para peserta seleksi SIP. Seleksi yang dilaksanakan merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mencetak perwira pertama yang memiliki kompetensi tinggi, integritas, serta mampu menjalankan tugas kepolisian secara profesional dan berkeadilan.  Seleksi SIP diikuti 257 peserta. Setelah melalui berbagai tahapan ujian seleksi, tersisa 105 peserta yang mengikuti tahapan akhir. Hingga terpilih 29 peserta yang dinyatakan lulus. 2 diantaranya Polwan.Seleksi SIP dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan enam aspek penilaian utama. Yaitu Verifikasi Administrasi; Penilaian terhadap 13 Komponen Kompetensi; Tes Kesamaptaan Jasmani; Tes Psikologi; Tes Kemampuan Kepolisian; Tes Keterampilan Komputer.Tahapan seleksi dirancang untuk memastikan bahwa setiap calon perwira yang lolos benar-benar memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan fisik dan mental yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepolisian.  Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Karo SDM, menegaskan bahwa seleksi SIP merupakan bagian dari sistem kaderisasi Polri dalam rangka mewujudkan postur organisasi yang ideal sesuai Peraturan Polri (Perpol) No. 14 Tahun 2019 tentang struktur organisasi dan tata kerja pada tingkat Polda.  Menurut Kapolda, pendidikan SIP tahun ini akan diikuti oleh 2.400 peserta dari seluruh Indonesia, yang akan dibagi menjadi dua gelombang dengan masa pendidikan selama empat bulan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri. Pendidikan ini bertujuan untuk mencetak first-line supervisor yang memiliki semangat prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan, serta mampu menjalankan tugas kepolisian dengan profesionalisme tinggi.  "Pelaksanaan seleksi ini merupakan salah satu program utama Polri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan humanis guna menghasilkan perwira yang benar-benar berkualitas," kata Kapolda. Kapolda juga menegaskan bahwa seleksi SIP bukan sekadar proses akademik, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter dan kepemimpinan dalam tubuh Polri. Dengan demikian, setiap perwira yang dihasilkan nantinya diharapkan memiliki kemampuan manajerial yang baik, pemahaman hukum yang kuat, serta dedikasi tinggi dalam mengemban tugas sebagai penegak hukum dan pelayan masyarakat.  Dalam kesempatan ini, Kapolda Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam kelancaran proses seleksi SIP tahun ini. Beliau juga memberikan pesan motivasi kepada peserta seleksi, baik yang berhasil lolos maupun yang belum terpilih.  Orang nomor 1 Polda Maluku ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia seleksi dan pengawas yang telah bekerja keras dalam memastikan proses seleksi berjalan dengan baik, profesional, dan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Polri.  Kepada peserta yang berhasil lolos diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, dan terus meningkatkan kompetensi mereka selama menjalani pendidikan di Setukpa Lemdiklat Polri.  "Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah dinyatakan lulus. Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan diri, memperdalam ilmu kepolisian, dan mempersiapkan diri menjadi perwira yang profesional, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas dengan baik di lapangan," ujar Kapolda.  Terhadap peserta yang belum lolos, Kapolda juga memberikan motivasi. Jangan patah semangat dan terus berlatih untuk seleksi tahun berikutnya.  "Bagi rekan-rekan yang belum berhasil, jangan menyerah. Kegagalan hari ini bukan akhir dari segalanya, tetapi merupakan pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan diri. Tetaplah belajar, berlatih, dan berusaha dengan semangat serta keyakinan bahwa kesempatan akan selalu ada di masa depan. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta selalu berdoa agar diberikan hasil yang terbaik," ungkapnya. Seleksi SIP menjadi bukti nyata komitmen Polda Maluku dalam membangun sistem rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel guna mencetak perwira Polri yang siap menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.  Keberhasilan seleksi ini juga menunjukkan bahwa Polda Maluku terus berupaya memenuhi kebutuhan organisasi secara ideal, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip profesionalisme, objektivitas, serta keadilan dalam setiap tahapan seleksi.  Dengan terselenggaranya sidang kelulusan ini, diharapkan para calon perwira yang lolos seleksi dapat menjadi pemimpin masa depan Polri yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas kepolisian dengan penuh tanggung jawab dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. PNO-12 24 Feb 2025, 18:20 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Bangkitkan Semangat Anak-Anak Papua Papuanewsonline.com, Oksibil – Suasana penuh keceriaan menyelimuti TK Negeri Pembina Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, saat Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menyambangi sekolah tersebut. Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian Polri dalam mendukung pendidikan dan membangkitkan semangat belajar anak-anak Papua.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., didampingi Srikandi Polri Ops Damai Cartenz-2025, Brigpol Ita Sombo Allo, hadir membawa kebahagiaan bagi para siswa. Kehadiran mereka disambut dengan antusias oleh para guru dan murid, yang tampak gembira mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang sarat dengan tawa dan keceriaan, Jum'at (14/2).Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz-2025 tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berkontribusi dalam membangun masa depan anak-anak Papua melalui pendidikan."Kami berharap dengan kehadiran Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz-2025, anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan meraih cita-cita mereka. Pendidikan adalah kunci bagi masa depan yang lebih baik, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kesuksesan," ujarnya.Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk berinteraksi melalui berbagai aktivitas edukatif dan hiburan. Brigpol Ita Sombo Allo turut berbagi cerita inspiratif dan memberikan semangat kepada para siswa agar terus rajin belajar."Melihat senyum dan semangat mereka adalah kebahagiaan bagi kami. Kami ingin anak-anak Papua merasa didukung dan dicintai, karena mereka adalah harapan bangsa di masa depan," tutur Brigpol Ita.Tak hanya itu, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan erat antara aparat keamanan dan masyarakat, khususnya di wilayah Pegunungan Bintang. Kehangatan yang terjalin dalam kegiatan ini mencerminkan pesan damai yang terus diusung oleh Satgas Ops Damai Cartenz-2025.Dengan semangat kebersamaan, Satgas Ops Damai Cartenz-2025 berkomitmen untuk terus menghadirkan kedamaian serta kebahagiaan bagi masyarakat Papua, terutama bagi generasi muda yang menjadi penerus bangsa. PNO-12 22 Feb 2025, 19:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT