Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wakapolda: Satukan Perbedaan Demi Tercipta Pilkada Damai
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, kota Ambon, Selasa (1/10/2024).Wakapolda Maluku Brigjen Pol Samudi, S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara yang dihadiri oleh Irwasda Maluku, Seluruh Pejabat Utama dan personel Polda Maluku.Peringatan hari kesaktian Pancasila tahun 2024 ini mengangkat tema "Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas.” Tema ini mencerminkan komitmen bangsa Indonesia untuk bersatu dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, visi tentang Indonesia yang maju, adil, dan makmur.Dalam amanatnya Wakapolda Maluku menyampaikan bahwa "Peringatan hari kesaktian Pancasila yang dilakukan bertujuan untuk meneguhkan komitmen bangsa terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara yang tetap kokoh meski menghadapi berbagai ancaman dan tantangan."Peringatan ini juga merupakan simbol dari kesetiaan bangsa Indonesia terhadap Pancasila sebagai falsafah hidup dan ideologi pemersatu bangsa."Kami berharap peringatan hari kesaktian Pancasila ini dapat terus merekatkan rasa persatuan dan kesatuan serta persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat, khususnya di Maluku," harapnya.Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 sudah dihadapan mata. Saat ini tahapan kampanye telah berjalan. Wakapolda berharap dengan momen peringatan hari kesaktian Pancasila, dapat menyatukan berbagai perbedaan yang ada. Sehingga diharapkan Pilkada dapat berjalan aman dan damai."Kami berharap dengan momen ini dapat mewujudkan Pemilukada berjalan aman, damai, lancar dan sukses," pungkasnya. PNO-12
02 Okt 2024, 07:48 WIT
Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2024). Presiden Jokowi yang juga memimpin upacara kali ini juga didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mendikbudristekdikti Nadiem Anwar Makarim, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.Upacara diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti laporan komandan upacara Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa kepada Presiden selaku inspektur upacara, bahwa upacara siap dilaksanakan.“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa utamanya pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Presiden selaku inspektur upacara.Selanjutnya, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, diikuti pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.Dalam kegiatan upacara ini, juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan ikrar kesetiaan kepada Pancasila, yang dipandu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.Usai pembacaan Ikrar, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.Setelah pembacaan doa, dilakukan penerimaan penghormatan kebesaran dari komandan upacara kepada inspektur upacara. Kemudian inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara, untuk kemudian bersama rombongan terbatas melakukan peninjauan ke Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya. PNO-12
02 Okt 2024, 07:39 WIT
Dialog Interaktif Wujudkan Brigadir Tangguh dan Patuh Hukum Bersama SPN Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua kembali menggelar kegiatan ‘Polisi Menyapa’ yang kali ini bertemakan "Wujudkan Brigadir Tangguh dan Patuh Hukum Bersama SPN Polda Papua" bertempat di Stasiun Pro 1 LPP RRI Jayapura, Kamis (26/09/2024).Hadir sebagai narasumber utama yakni Kepala SPN Polda Papua, Kombes Pol. Marison Tober H. Sirait, S.I.K., M.H.Dalam kesempatannya, Ka SPN menjelaskan SPN ini merupakan suatu lembaga pendidikan yang berada di tubuh Kepolisian Republik Indonesia untuk mendidik calon-calon Bintara Polri atau Brigadir Polri yang akan bertugas di seluruh Republik Indonesia.“SPN Polda Papua ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1948 pada saat Belanda masih ada di Republik Indonesia di Papua ini. Saat itu untuk mendidik calon-calon Tamtama dan Bintara tetapi seiring perkembangan struktur organisasi bahwa khusus SPN yang ada di tanah di Papua saat ini hanya mendidik calon-calon Bintara,” ucap Ka SPN.Lebih lanjut, ia mengatakan secara kapasitas SPN Polda Papua bisa menampung sebanyak 700 orang bisa ditampung dengan sarana prasarana yang ada.“Memang ini termasuk cukup besar dibandingkan dengan SPN yang lain yang ada di Indonesia tetapi, melihat dari penerimaan kita yang relatif banyak untuk memenuhi kebutuhan rencana DOB atau Rencana Polda Polda baru,” ungkapnya.Polda Papua berkomitmen untuk mendidik anak-anak Papua ini untuk memiliki jiwa untuk memiliki karakter kebhayangkaraan karakter yang mempunyai kemampuan mempunyai idealisme untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, mempunyai rasa melindungi dan melakukan upaya-upaya tindakan kepolisian yang berdasarkan aturan dan undang-undang.“Kami sangat mengharapkan kepada seluruh masyarakat Papua apakah yang ada anaknya didik di sini maupun di luar, mendukung kita sepenuhnya untuk membantu kita untuk bisa mewujudkan ini sama-sama,” tuturnya.“Jadi harapan saya kepada warga masyarakat Papua kita sama-sama juga mengawasi mereka, memberikan motivasi kepada seluruh warga masyarakat atau siapapun yang akan berminat menjadi anggota Polri ke depan,” imbuhnya. PNO-12
27 Sep 2024, 14:27 WIT
Jelang Purna Tugas, 59 Anggota dan PNS Polda Maluku Kunjungi Keramba Ikan Walang Marthafons
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang masa purna tugas, sebanyak 59 anggota Polri dan PNS Polda Maluku meninjau tempat usaha budidaya ikan di kawasan tanjung Marthafons, Poka, Kota Ambon. Namanya keramba ikan Walang Marthafons.Kedatangan puluhan anggota yang akan memasuki masa pensiun ini merupakan hari kedua dari rangkaian kegiatan pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi anggota Polri dan PNS Polda Maluku.Kunjungan ke lokasi budidaya ikan pada Selasa (24/9/2024), ini dipimpin oleh Kasubaggrohjashor Biro SDM Polda Maluku, Kompol J. Malawat, S.H."Hari kedua kegiatan pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi anggota Polri dan PNS Polda Maluku kami lakukan dengan mengunjungi lokasi budidaya akan," kata Kompol J. Malawat.Peninjauan yang dilakukan di lokasi budidaya ikan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada para peserta. Ini sebagai bekal kepada mereka saat memasuki masa pensiun."Pelatihan keterampilan yang dilaksanakan selama dua hari ini mendapat antusias yang baik oleh peserta sehingga kita lihat memang tidak cukup jika dilaksanakan hanya dua hari," jelasnya.Kunjungan ke keramba ikan merupakan kegiatan akhir dari pelatihan keterampilan. Ini sekaligus penutupan kegiatan yang dilakukan secara resmi oleh Kompol J. Malawat. "Kami menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi anggota Polri dan PNS Polda Maluku, apa yang telah diberikan selama dua hari ini agar dapat menjadi bahan persiapan menuju masa pensiun," harapnya. PNO-12
24 Sep 2024, 15:20 WIT
Buka Pembekalan Bagi Anggota dan PNS Polri, Wakapolda Maluku: Siapkan Diri Jelang Purna Tugas
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Samudi, S.Ik., M.Si, meminta para anggota dan PNS Polri agar dapat mempersiapkan diri menjelang purna tugas.Demikian disampaikan Wakapolda saat membuka kegiatan pembekalan dan pelatihan ketrampilan bagi anggota dan PNS Polri Polda Maluku di Manise Hotel, Kota Ambon, Senin (23/9/2024).Kegiatan ini turut dihadiri Karo SDM, Karo Logistik, Direktur Pam Obvit, Direktur Binmas, Kabid TIK, dan Kabid Humas Polda Maluku. Hadir pula Kepala PT Asabri Ambon, Kepala BTPN wilayah Indonesia Timur, dan pejabat lainnya serta 59 peserta pembekalan dan pelatihan keterampilan.Dengan mengusung tema “Siap Pensiun Bahagia" (Sehat Ikhlas Aktifitasnya Bermanfaat dan Produktif), Wakapolda menyampaikan pelatihan ketrampilan dengan jenis pelatihan keterampilan disesuaikan dengan pertimbangan karakteristik perekonomian kewilayahan. Di antaranya bidang perikanan dan peternakan. "Harapannya dapat memberikan kontribusi dalam berwirausaha. Pelatihan akan diikuti sebanyak 59 personal jajaran Polda Maluku yang memiliki NRP 71 yang belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan," katanya.Dengan adanya batasan usia maksimum dalam kedinasan, purna tugas akan dijalani oleh setiap personil Polri di mana pun berada. Ini karena merupakan akhir dari masa pengabdian kedinasan di lingkungan Polri, sekaligus sebagai awal dari episode kehidupan baru dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Para personel yang akan masuk pensiun diharapkan dapat memahami berbagai langkah persiapan, perlu dilakukan dengan baik dan matang, dan tidak ada hal yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan. "Hindari terjadinya gejala pos power syndrome atau depresi akibat merasa kehilangan status sosial, kehilangan kepercayaan diri, dan berkurangnya sebagian pendapatan finansial," jelasnya.Sebelum mengakhiri sambutan Wakapolda menyampaikan beberapa pedoman kepada seluruh peserta. Yaitu persiapkan diri sebaik baiknya, terutama menjaga kesehatan dalam menghadapi masa purna tugas. "Bekali diri saudara dengan kompetensi dan integritas yang handal sesuai dengan bidang yang akan saudara tekuni," katanya.Manfaatkan dengan maksimal kegiatan pembekalan dan latihan keterampilan purna tugas dengan seksama dan penuh semangat, sehingga materi yang diberikan oleh para narasumber atau instruktur, dapat memberi nilai tambah serta dapat diaplikasikan dengan baik."Kembangkan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara optimal, agar dapat memberikan manfaat yang baik untuk diri pribadi maupun keluarga serta masyarakat sekitar dengan menghasilkan karya maupun produk yang berkualitas serta dapat membuka lapangan kerja," harapnya. PNO-12
23 Sep 2024, 20:20 WIT
Diklat Integrasi Bintara TNI-Polri 2024 Resmi Ditutup
Papuanewsonline.com, Jakarta - Bertempat di Lapangan Candradimuka Puslatdiksarmil Kodiklatal Juanda Sidoarjo sekitar pukul 13:00 WIB dilaksanakan upacara penutupan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI – Polri tahun anggaran 2024 hari Sabtu (21/09/2024).Komandan Puslatdiksarmil Kodiklatal Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian didampingi Peneliti Utama STIK Kombes Pol Tedy S., memimpin Upacara Penutupan Diklat Integrasi . Diklat Integasi Kampus Kebangsaan resmi ditutup dengan ditandai pelepasan tanda siswa Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI-Polri TA. 2024.Dalam amanat Komandan Kodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah yang dibacakan Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian menyampaikan bahwa pentingnya Diklat Integrasi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara Siswa TNI-Polri.Di tempat terpisah, Karo Bindiklat Lemdiklat Polri Brigjen Pol Susilo Teguh Raharjo juga menyatakan bahwa pelaksanaan Diklat Integrasi ini sesuai dengan arah Presiden Joko Widodo. “Amanah bapak Presiden bahwa untuk sinergi TNI dan Polri sudah ditindaklanjuti oleh bapak Panglima dengan Kapolri bahwa tahun 2020 itu kita sudah punya nota kesepahaman dimana Pendidikan yang dilaksanakan antara TNI-Polri yang tadinya itu hanya pada tingkat manajerial itu pada perwira menengah pertama menengah sampai dengan tinggi sekarang dalam rangka membentuk hubungan emosional serta sinergitas supaya lebih erat kita mulai dari pendidikan pada tingkat bintara,” ujar Brigjen Pol Teguh.Brigjen Pol Teguh menambahkan Diklat Integrasi TNI Polri sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali untuk tingkat tamtama dan bintara. Selain untuk lebih mengakrabkan Bintara TNI dan Polri, kegiatan ini juga bertujuan menyatukan visi bahwa ke depan TNI–Polri memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI. “Alhamdulillah mereka sampai saat ini evaluasi kami masih berkomunikasi mereka dalam Pendidikan sudah kita bentuk semacam keluarga asuh sehingga dengan bantuan media komunikasi mereka menyimpan nomor handphone dan di manapun berada mereka akan tetap berhubungan, “sambung Brigjen Pol Teguh. Diklat Integrasi Bintara Polri tahun 2024 diikuti 230 peserta. Mereka terdiri dari 75 siswa Bintara Polri, 40 siswi Bintara Polri, 25 siswa Bintara TNI AL, 20 siswi Bintara TNI AL, 50 siswa Bintara TNI AU dan terakhir 20 siswi Bintara TNI AU. Pelaksanaan Diklat Integrasi TNI-Polri digelar di Sepolwan Lemdiklat Polri Jakarta, SPN Mojokerto Jawa Timur, Komplek Skadron Pendidikan Lanud Adi Soemarmo di Jawa Tengah, dan Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran di Jawa Timur. PNO-12
22 Sep 2024, 19:04 WIT
Warhana Nandyu Tak Menyangka Diterima Menjadi Siswa Bintara Disabilitas Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kata orang rejeki tidak pernah tertukar. Inilah pengalaman yang dialami Warhana Nandyu, siswa penyandang disabilitas Bintara Polri asal Polda Kalimantan Timur. Warhana yang memiliki keterbatasan fisik pada tangan kanan adalah salah seorang anggota grup Whatsapp komunitas penyandang disabilitas. Ia mengaku jarang melihat grup sampai suatu hari ia membuka grup tersebut dan mendapati informasi yang membuka jalan mewujudkan cita-citanya. “Grup itu nyaris ga pernah saya buka. Tapi tahun lalu saya tiba-tiba aja saya iseng buka dan baca. Ternyata ada informasi tentang penerimaan siswa Bintara Polri jalur rekpro untuk penyandang disabilitas dengan kompetensi tertentu. Langsung saya urus semua dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran,” ujar Warhana. Menjadi seorang Polisi adalah cita-cita kecil Warhana sejak kecil. Ia juga ingin meneruskan cita-cita sang ayah yang pernah mendaftar menjadi Polisi namun gagal saat mengikuti seleksi. Dukungan untuk menjadi Polisi juga datang dari orangtua dan kakek neneknya. Namun, Ia sempat mengira kesempatan mendaftar Polisi sudah tertutup menyadari keterbatasan fisiknya. “Alhamdulillah tahun ini bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan kepada kami penyandang disabilitas bisa mendaftar dan mengikuti Pendidikan seperti orang dengan kondisi fisik normal lainnya. Saya sangat senang sekali,” imbuh Warhana. Meskipun memiliki keterbatasan fisik pada tangan kanan yang tidak sempurna, Warhana memiliki kemampuan dalam merancang piranti lunak dan _web programming_ yang ia dapat dan pelajari sejak duduk di bangku SMK. Kemampuan ini adalah salah satu modal kuat Warhana lolos menjadi siswa Bintara Polisi. “Waktu Covid-19 saya berdua dengan teman saya merancang aplikasi yang bisa mengetahui pergerakan orang terdampak Covid-19. Aplikasi ini sangat berguna untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona,” Imbuh Warhana.Kini Warhana bersama dengan 295 siswa Bintara Polri asal Polda Kaltim menjalani Pendidikan di SPN Polda Metro Jaya bersama teman-teman barunya dari Jabodetabek. “Saya menjalani Pendidikan sama seperti dengan teman-teman lain. Pola Pendidikan dan pembinaan di SPN telah mendukung penyandang disabilitas seperti saya agar bisa menyerap semua materi yang diberikan. Saya merasa sama seperti mereka. Saya sangat bangga bisa berlatih dan belajar dengan teman-teman di sini. Saya berharap bisa menjadi Polisi yang professional dan bisa menyumbangkan skill saya untuk institusi Polri,” harap Warhana. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Eka Prastama menyambut gembira inisiatif Polri membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas menjadi Polisi. Peluang ini memberi kepercayaan diri kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk bisa bekerja di institusi Polri. Ia berharap sosialisasi terus digencarkan agar semakin menjangkau Masyarakat lebih luas.“Ini satu komitmen lembaga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas bekerja di institusi Polri. Yang kedua juga ini bagus untuk melawan stigma diskriminasi bahwa yang selama ini kayaknya susah ini kerja di Polri ternyata terbuka. Ini salah satu hal yang sangat kami apresiasi ya,” ujar Eka. Lebih lanjut Eka berharap Polri terus menyosialisasikan rekrutmen untuk penyandang disabilitas agar bisa lebih menjangkau anak-anak muda penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan kualitas. PNO-12
22 Sep 2024, 16:28 WIT
Miliki Gelar Sarjana Psikologi, Siswi Disabilitas Sekolah Polwan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Siswi disabilitas Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Nur Fatia Azzahra, memiliki latar belakang akademik yang cemerlang. Penyandang tunadaksa asal Bangka Belitung (Babel) ini merupakan sarjana psikologi yang menyelesaikan kuliahnya dengan predikat nilai cumlaude.“(IPK-nya) 3,56, saya kuliah 3 tahun 8 bulan di UII Jogja Fakultas Psikologi,” kata Fatia kepada wartawan, Jumat (20/9/2024).Fatia menoreh prestasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia memapatkan saat kelas 1 meraih ranking 2, kemudian kelas 2 dan 3 meraih peringkat 1.“SMA kelas 1 ranking 2, SMA kelas 2 dan 3 peringkat 1,” ujar dia.Fatia menuturkan motivasinya berprestasi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kaum disabilitas. Fatia hendak membuktikan penyandang disabilitas juga bisa dan memiliki kemampuan setara dengan orang pada umumnya.“Saya ingin membuktikan bahwa kekurangan itu tidak menghalangi, bahwa yang berkebutuhan khusus itu juga bisa,” tegas perempuan 22 tahun ini.Fatia menambahkan, dia juga ingin merubah pola pikir penyandang disabilitas lainnya, agar tak menjadikan kondisi berkebutuhan khusus sebagai alasan untuk menyerah. Semua orang, imbuh Fatia, memiliki peluang yang sama dalam mengembangkan kemampuan diri hingga mandiri.“Saya mau mengubah mindset teman-teman disabilitas. Saya ingin menjadi inspirasi semua orang, khususnya penyandang disabilitas bahwa tidak ada yang membedakan kita. Yang ada hanya ‘mau atau tidak’ untuk hidup maju,” ungkap Fatia.Fatia mengatakan usai menuntaskan S1, dia berencana melanjutkan ke jenjang pascasarjana atau S2. Namun sosialisasi penerimaan anggota Polri dari jalur disabilitas seketika mengubah rencananya. Fatia menilai kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah harapan untuk mencapai cita-citanya yang sempat terkubur.“Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya seperti ini, tidak mungkin diterima. Suatu hari saat saya scroll IG, lihat ada pengumuman masuk polisi jalur disabilitas, lalu saya buka web Penerimaan Polri. Saya kemudian baca satu persatu aturannya,” cerita Fatia.Dia lalu menyampaikan kabar tersebut kepada ayah dan ibunya. Kedua orang tua Fatia pun antusias dan mendukung Fatia mengikuti proses seleksi Bintara Polri jalur disabilitas.“Ayah dan ibu sangat berharap (saya menjadi polwan), karena waktu saya daftar itu mereka sangat mendukung saya menjadi polwan. Dan ayah bolak-balik mengantarkan saya selama masa pendaftaran dan tes,” lanjut Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12
20 Sep 2024, 19:44 WIT
Wakapolda Papua dan PJU Ikuti Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi Sespimti dan Sespimmen 2024
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, mengikuti Sidang Penetapan Kelulusan Tingkat Pusat Seleksi Sespimti, PPRA Lemhannas RI, PKN Tingkat I, dan Sespimmen TA. 2024 yang digelar pada Rabu (18/9). Acara ini berlangsung di Aula Cenderawasih, Polda Papua Lama, dan diikuti melalui zoom meeting yang dipimpin oleh Karo Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Drs. Sudarsono, S.H., M.Hum.Dalam sidang tersebut, Brigjen Pol Sudarsono menekankan pentingnya sidang ini dalam menentukan kelanjutan pendidikan dan pembinaan karier di lingkungan Polri. “Proses ini tidak hanya menilai kompetensi akademis dan kepemimpinan yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmen kita dalam menjaga integritas dan objektivitas untuk masa depan Polri yang lebih baik," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keputusan kelulusan diambil melalui evaluasi yang cermat dan mendalam, dengan harapan mereka yang lulus dapat mengemban tanggung jawab lebih besar ke depannya.Wakapolda Papua, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dalam kesempatannya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang dinyatakan lulus seleksi. “Saya ucapkan selamat kepada kalian yang telah lulus. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi selama proses seleksi. Semoga semangat belajar dan kontribusi kalian tetap terjaga, karena tanggung jawab yang lebih besar menanti di masa mendatang," ungkapnyaBrigjen Pol Faizal juga memberikan motivasi kepada mereka yang belum lulus dalam seleksi kali ini. Ia mengingatkan bahwa tidak lulus bukan berarti gagal, melainkan kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. "Setiap tantangan adalah bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Saya yakin dengan kerja keras dan tekad, kalian juga akan mencapai keberhasilan yang sama di kesempatan mendatang,” tambahnya.Di akhir penyampaiannya, Wakapolda mengapresiasi seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara ini. Sidang penetapan ini merupakan bagian penting dari perjalanan karier personel Polri, di mana kualitas kepemimpinan dan integritas menjadi fokus utama. PNO-12
19 Sep 2024, 18:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru