logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Tunadaksa Fatia Nur Azzahra Dibully Saat Kecil Kini Jadi Calon Polwan Papuanewsonline.com, Jaksel - Siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) RI, Nur Fatia Azzahra (22), merupakan seorang tunadaksa. Dia dan satu siswa Sepolwan bernama Novita Fajrin dinyatakan lolos dan memenuhi syarat mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri jalur disabilitas Tahun Anggaran 2024.Fatia menceritakan dirinya difabel sejak lahir. Perundungan dan nasihat orang tua, lanjut Fatia, adalah dua hal yang membentuk mentalnya sehingga kuat."Waktu SD saya pernah mengalami bullying dikarenakan saya tidak bisa olahraga voli, bully-an verbal. Saya Cuma bisa nangis dan kasih tahu orang tua kalau saya itu kenapa di-bully sama teman," cerita Fatia kepada wartawan di Sepolwan RI, Ciputat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (19/2024)."Ayah dan ibu bilang kalau saya itu istimewa, tidak boleh minder dan malu, dan harus membuktikan kalau bisa," sambung dia.Fatia menyampaikan sang ayah kerap mengajaknya ke luar rumah untuk sekadar bermain, hingga mengajarkan soal kemandirian. Ayah Fatia kerap mendorong Fatia untuk berani merantau."Dan alhamdulillah selalu dilatih ayah di depan rumah seperti diajak bermain bulu tangkis, diajak main voli. Meskipun tidak hebat, tapi akhirnya saya bisa mainnya. Ayah selalu memberikan gambaran terkait perantauan. Ayah bilang, 'Merantau akan membuat kamu lebih berkembang'," jelas Fatia sambilFatia mengungkapkan sang ayah pernah mengajaknya dari Bangka merantau ke Jambi. Fatia menyebut ajaran ayah membuat dirinya menemukan banyak hal untuk mandiri dan hidup setara meski kondisi fisiknya disabilitas."Sejak SMA saya pernah ikut ayah kuliah S2 di Jambi, Unja. Ayah memberikan gambaran soal kehidupan di perantauan. Alhamdulillahnya sampai saat ini saya merasa banyak hal yang membuat saya mandiri selama merantau," terang Fatia.Perempuan asli Bangka Belitung (Babel) ini menjelaskan didikan orang tua menjadikan membentuk dirinya menjadi perempuan yang bertekad kuat. Contoh, meski Fatia disabilitas namun dia bersekolah di umum."Saya difabel dari lahir. Saya disekolahkan di sekolah reguler. Saya di SD Islam terpadu, dan SMP-SMA di negeri. Saya kuliah merantau ke Jogja, di UII Fakultas Psikologi," ucap Fatia.Fatia lulus dengan nilai sangat memuaskan yakni cumlaude. "(IPK-nya) 3,56, kuliah 3 tahun 8 bulan," lanjut Fatia.Ia mengaku sangat gembira saat tahu Polri membuka penerimaan anggota dari jalur disabilitas. Sulung dari dua bersaudara ini lalu menyampaikan ke orang tuanya soal keinginan menjadi polwan."Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya tidak mungkin diterima. Saya cari tahu sendiri (soal penerimaan jalur disabilitas) di IG (Instagram). Awalnya orang-orang yang kenal saya tidak sangka saya mau jadi polisi, karena yang orang-orang tahu saya mau ambil S2," cerita Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12 19 Sep 2024, 13:54 WIT
Polda Papua Pastikan Transparansi Dalam Uji Kesamaptaan Jasmani Seleksi Bintara Polisi Papuanewsonline.com, Jayapura – Polda Papua menggelar Uji Kesamaptaan Jasmani sebagai bagian dari seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Rastrasamara, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Rabu (18/9).Dalam kegiatan ini, AKBP Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., selaku Wakil Ketua Tim Kegiatan Jasmani (Wakatim TKJ), menyampaikan bahwa uji kesamaptaan jasmani merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi.“Kami menyelenggarakan uji kesamaptaan jasmani ini sebagai bagian dari seleksi SBP. Ini adalah langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan fisik mereka sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ungkap AKBP Adi.Uji kesamaptaan jasmani ini meliputi beberapa bagian penting, yaitu lari selama 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Tes ini dirancang untuk mengukur ketahanan fisik dan kesiapan jasmani para peserta dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang sebagai Bintara Polisi.“Setiap tahapan dalam uji kesamaptaan ini telah diatur secara transparan. Hasil dari setiap tes dapat langsung dilihat oleh para peserta, sehingga mereka bisa mengevaluasi kemampuan diri dan melihat bagaimana hasil kerja keras mereka selama ini,” tambah AKBP Adi, menekankan komitmen panitia terhadap keterbukaan dan transparansi dalam proses seleksi.Transparansi yang diterapkan dalam pengumuman hasil uji kesamaptaan ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk terus berupaya memberikan yang terbaik. Dengan penilaian yang terbuka, setiap peserta dapat mengetahui hasil secara langsung tanpa menunggu waktu lama.“Ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Kami di sini untuk memastikan setiap orang mendapatkan peluang yang sama, dengan proses yang adil dan transparan,” tutupnya.Proses seleksi ini merupakan tahap penting bagi para Tamtama yang berharap bisa naik pangkat ke tingkat Bintara dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Bintara Polisi, sebagai bagian dari pengembangan karir di institusi Polri. PNO-12 19 Sep 2024, 08:59 WIT
Polri, TNI AL dan TNI AU Buka Diklat Integrasi Bintara Serentak Papuanewsonline.com, Jaksel - Polri, TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) membuka pendidikan dan latihan (diklat) integrasi siswa dan siswi bintara. Pembukaan diklat integrasi ini digelar di masing-masing satuan pendidikan (satdik), termasuk di Sekolah Polwan (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Ciputat, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut Polri atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait sinergitas TNI-Polri. Amanah Presiden, lanjut Irjen Dedi, kemudian diterjemahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam bentuk kebijakan."Sebagaimana amanah Bapak Presiden tentang sinergitas TNI-Polri, diklat integrasi ini merupakan tindak lanjutnya. Panglima TNI dan Bapak Kapolri kemudian membuat kebijakan yang dituangkan dalam naskah kerjasama diklat integrasi di semua jenjang dan jenis pendidikan TNI-Polri," jelas Irjen Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2024).Perjanjian kerjasama ini berdasarkan dokumen nomor NK/15/VIII/2020/TNI dan NK/31/VIII/2020. Irjen Dedi menjelaskan pendidikan integrasi yang semula dilaksanakan pada tingkat pendidikan manajerial dan taruna, kini diperluas."Diklat integrasi diperluas pada semua jenis dan jenjang pendidikan sampai pada tingkat bintata dan tamtama. Adapun tujuan utamanya untuk mempererat soliditas dan sinergitas seluruh prajurit TNI dan bhayangkara Polri dari sejak masa pendidikan," terang mantan Kadiv Humas Polri ini.Sementara itu Karo Bindiklat Lemdiklat Polri Brigjen Teguh Susilo menuturkan wujud dari diklat integrasi ini yaitu latihan kolaborasi yang diikuti siswa pendidikan bintara TNI AL, TNI AU dan Polri. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari.2"Dari tanggal 17 sampai 21 September 2024 di empat satuan pendidikan Polri, 2 satuan pendidikan TNI AL dan 2 satuan pendidikan TNI AU," ucap Brigjen Teguh.Dia memaparkan peserta diklat integrasi berjumlah 230 orang. Mereka terdiri dari 75 siswa Bintara Polri, 40 siswi Bintara Polri, 25 siswa Bintara TNI AL, 20 siswi Bintara TNI AL, 50 siswa Bintara TNI AU dan terakhir 20 siswi Bintara TNI AU "Kegiatan ini secara serentak dibuka di masing-masing satuan pendidikan hari ini," pungkas Brigjen Teguh.Upacara pembukaan diklat integrasi TNI-Polri juga digelar di Satuan pendidikan Kowal Surabaya dan Skadron Pendidikan 401 Semaba PK Wara. PNO-12 18 Sep 2024, 13:33 WIT
Wakapolda Papua Pimpin Sidang Kelulusan Seleksi PAG Tahun Anggaran 2024 Papuanewsonlime.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. memimpin sidang kelulusan seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) dari Bintara ke Perwira Polri tahun anggaran 2024 yang bertempat di Aula Rupatama Polda Papua, Jumat (13/9/2024).Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Karo SDM Polda Papua Kombes Pol Sugandi, S.I.K., M.Hum, Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Roy Satya Putra, S.I.K, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S, M.H., serta diikuti para perwakilan peserta seleksi PAG juga hadir dalam acara tersebut, baik secara langsung maupun melalui daring.Dalam paparannya, Karo SDM Polda Papua menyampaikan hasil perankingan para peserta seleksi.“Animo peserta seleksi dari awal tahapan seleksi sebanyak 143 orang, dan hingga sidang akhir tersisa 62 orang (61 Polki, 1 Polwan),” tuturnya.Setelah proses seleksi, jumlah akhir peserta yang dinyatakan lulus semua yakni sebanyak 62 orang. Sementara itu, Wakapolda Papua, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus dan terpilih dalam seleksi PAG.“Kegiatan seleksi ini merupakan untuk pengembangan karier dan untuk bisa mencukupi kekurangan kebutuhan perwira di Polda Papua yang saat ini masih terdapat 37%, info terakhir untuk pengembangan Polda Papua Tengah dan Papua Barat Daya akan dimulai tahun depan,” ucapnya.Dirinya juga memberikan pesan penting kepada para lulusan yang akan memulai pendidikan masih ada waktu kurang lebih 3 minggu sebelum pembukaan Pendidikan PAG, agar dipersiapkan diri dengan baik, hati-hati jangan membuat kesalahan-kesalahan kecil.“Ingatlah, apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan sangatlah penting. Mari hindari perilaku yang aneh-aneh yang dapat mengganggu perjalanan kita. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi kita semua. Jangan biarkan upaya yang telah dipimpin dengan baik untuk mendapatkan kuota dan kelulusan sia-sia,” tandasnyaWakapolda mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan apresiasi kepada keluarga yang telah memberikan dukungan kepada para peserta seleksi PAG T.A. 2024. (PNO-12) 14 Sep 2024, 20:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT