Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Ciptakan Lingkungan Sekolah Bersih, Satgas Yonif 762/VYS Laksanakan Karya Bhakti
Papuanewsonline.com, Tambraw - Pentingnya kebersihan lingkungan sekolah, satgas pamtas RI-PNG kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Yembun melaksanakan karya bhakti dengan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah SMP N 01 Yembun di Kampung Metnayam, Distrik Yembun, Kabupaten Tambraw, Papua Barat Daya, hal tersebut disampaikan Danpos Yembun Letda Inf Lukas dalam keterangannya Rabu (24/07/2024).Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Yembun Letda Inf Johannes Lukas mengatakan, kegiatan karya bhakti tersebut dilakukan oleh 7 orang personel Pos Yembun dipimpin oleh Sertu Wisnu selaku Wadanpos Yembun dengan sasaran pembersihan area halaman luar sekolah di SMPN 01 Yembun."Karya bhakti ini merupakan salah satu wujud dari Bhakti TNI, sehingga pembersihan lingkungan sekolah ini dilakukan agar Sekolah terlihat rapi dan bersih dalam proses belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan dengan nyaman dan siswa-siswi serta para guru ataupun orang yang berada di sekolah dapat terhindar dari segala penyakit akibat lingkungan yang tidak bersih", ucap Danpos. "Tujuan lain dari karya bhakti ini adalah juga untuk mempererat silahturahmi antara personel pos Yembun bersama anak-anak sekolah dan guru-guru SMP N 01 Yembun," imbuhnya. Sertu Wisnu yang memimpin kegiatan tersebut, mengatakan telah mengajak anak-anak SMP N 01 Yembun untuk melaksanakan pembersihan agar peduli akan kebersihan lingkungan dengan harapan sekolah menjadi bersih dan tertata rapi."Anak-anak sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, adik-adik kita ini tidak lagi malu sama tentara terlihat dari kedekatan dalam melaksanakan karya bakti bersama," tutur Sertu Wisnu. Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 01 Yembun Bapak mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi personel pos Yembun yang peduli akan kebersihan sekolah sehingga sekolah sekarang terlihat lebih rapi dan bersih.“Terimakasih anggota pos Yembun yang sudah peduli dengan kebersihan lingkungan sekolah yang ada di kampung kami, semoga anak-anak bisa lebih semangat dan nyaman lagi dalam belajar, Semoga melalui kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ucapnya. (PNO-12)
24 Jul 2024, 13:07 WIT
Pelajar SMP Kartika XVII-1 Sangat Antusias Ikuti Sosialisasi Rekrutmen Calon Taruna Akmil
Papuanewsonline.com, Kubu Raya - Para Pelajar SMP Kartika XVII-1 sangat antusias mengikuti sosialisasi rekrutmen Calon Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sosialisasi dilaksanakan di SMP Kartika XVII-1, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya. Selasa (23/7/2024).Kegiatan sosialisasi penerimaan Taruna Akmil ini disampaikan langsung oleh para Taruna dan Taruni. Tampak para pelajar antusias menanyakan Kapendam XII/Tpr Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo, S.E., M.M., mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman yang jelas mengenai persyaratan, prosedur pendaftaran, serta tahapan seleksi penerimaan menjadi Taruna Akmil. "Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, anak-anak SMP Kartika XVII-1 ini dapat mempersiapkan diri dengan baik jika berminat untuk bergabung menjadi prajurit TNI melalui jalur Akademi Militer," kata Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo. (PNO-12)
23 Jul 2024, 21:00 WIT
Polda Maluku Gelar Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar upacara pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri gelombang kedua tahun 2024. Sebanyak 148 siswa mulai menjalani Diktuba Polri di SPN Polda Maluku, Senin (22/7/2024).Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Maluku, Kombes Pol. Marthen Luther Hutagaol, SIK., MM. Turut hadir Kepala SPN Polda Maluku, Wakapolresta Ambon & Pp Lease, dan Kepala Secaba Rindam XV Pattimura.Irwasda Maluku dalam sambutannya membacakan amanat Kalemdiklat Polri. Ia pertama-tama menyampaikan selamat datang kepada para siswa di lembaga pendidikan dan pelatihan Polri, tempat para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa dan dilatih selama 5 bulan ke depan untuk menjadi insan Bhayangkara yang profesional, bermoral serta memiliki mental dan integritas yang baik."Keberhasilan yang telah saudara raih saat ini, merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta hasil dari perjuangan panjang melalui ketekunan, keuletan, dan kesungguhan, yang juga tentunya tidak lepas dari doa serta dukungan orang tua dan keluarga," katanya.Para peserta didik diminta dapat manfaatkan kesempatan yang berharga dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu pengetahuan, keterampilan serta menambah wawasan tentang kepolisian secara sungguh- sungguh dan bertanggung jawab.Sebagai calon anggota Polri, selama menjalani pendidikan tentunya akan dihadapkan dengan berbagai hal baru, yang tersusun dalam rangkaian kegiatan pendidikan dan latihan yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental. "Saya meyakini, dengan tekad yang kuat kalian dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan ini dengan baik," ujarnya.Selama menjalani proses pendidikan, peserta didik akan dibentuk mental dan kepribadian yang berkarakter kebhayangkaraan, memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. Tentunya hal ini akan merubah sikap dan perilaku dari masyarakat umum menjadi personel polri yang berkarakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi pancasila dan uud 1945.Para peserta didik juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknis dan taktis profesi kepolisian dasar, serta pelatihan jasmani agar nantinya memiliki kualitas fisik yang prima. Oleh karenanya ikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan para gadik, instruktur dan pengasuh yang akan mendampingi kalian selama pendidikan."Kita pahami bersama, bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa," jelasnya. Transformasi negara-negara berkembang menjadi negara maju, tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karenanya pendekatan pendidikan di lingkungan kepolisian memiliki peran yang sangat penting, dalam mempersiapkan para calon anggota Polri untuk menghadapi tugas dan tanggung jawab yang kompleks. "Di sini, kita tidak hanya membentuk sikap profesionalisme, tetapi juga mengasah sikap kepemimpinan, etika, dan keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk melayani masyarakat dengan baik," sebutnya.Tidak dapat dipungkiri dan merupakan keniscayaan, bahwa kemajuan teknologi saat ini telah merubah lanskap kehidupan masyarakat menjadi lebih terbuka, tanpa batas dan serba cepat. "Pelayanan yang kita berikan harus didukung kemampuan dan pemanfaatan penggunaan teknologi. oleh karena itu kita dituntut harus dapat beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi," ujarnya.Pendidikan pembentukan menjadi aspek penting guna mewujudkan institusi Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (presisi). Untuk mencapai hal tersebut, maka seluruh komponen pendidikan, mulai dari siswa, tenaga pendidik maupun komponen pendidikan lainnya, harus dapat bekerjasama dan membangun sinergitas secara menyeluruh, utuh serta berkesinambungan dalam rangkaian proses belajar mengajar. Agar dapat berjalan efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Proses pendidikan yang relatif singkat harus dirancang secara baik dan benar, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktek kerja lapangan, agar hasil didiknya sesuai dengan yang diharapkan. Hanya melalui disiplin, dedikasi, semangat, dan komitmen yang kuat, anda dapat menjalani pendidikan ini dengan sukses."Keberhasilan dan integritas saudara sebagai seorang anggota polri sangat terkait dengan individu saudara yang memiliki integritas, nilai-nilai moral yang kuat, dan ketaatan terhadap hukum. Sehingga akan turut menentukan wajah dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polri," pintanya.Pada kesempatan tersebut, Kalemdiklat menyampaikan beberapa penekanan kepada para siswa untuk dipedomani dan dilaksanakan:1. Senantiasa tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, sebagai landasan bertindak dalam pelaksanaan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari2. Persiapkan fisik dan mental saudara selama mengikuti pendidikan, patuhi seluruh peraturan yang berlaku, serta hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat merugikan kehormatan pribadi, keluarga dan institusi.3. Tunjukan sikap disiplin, penuh semangat dan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi bahwa tujuan kalian selama berada di lembaga pendidikan adalah untuk belajar, berlatih dan menempa diri;4. Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh dan seluruh unsur pelaksana pendidikan, sehingga akan terjalin hubungan yang solid dan harmonis;5. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar, sehingga ilmu yang diberikan oleh gadik maupun instruktur benar- benar dapat diserap oleh para siswa sekalian. (PNO-12)
23 Jul 2024, 20:47 WIT
Tingkatkan Pelayanan Publik, DivPropam Polri Gelar Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor
Papuanewsonline.com, Jakarta - Sebanyak 50 anggota Propam dari Polda jajaran mengikuti Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor Propam Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024 pada Senin 22 Juli hingga Kamis 25 Juli 2024 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan personil anggota Propam Polri dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik.Kepala Biro Pertanggungjawaban Profesi (Karowabprof) DivPropam Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto mengatakan, sertifikasi kompetensi ini sejalan dengan salah satu program Presisi Kapolri untuk membentuk SDM Polri yang unggul. Untuk itu, Divisi Propam Polri menindaklanjuti program tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM akreditor sesuai dengan sesuai amanat Perpol Nomor 7 Tahun 0222 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Pasal 23 ayat (4) yang menyebutkan bahwa akreditor yang ditunjuk harus memiliki sertifikasi kompetensi, yaitu dapat menunjukkan kemampuan dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik."Sertifikasi tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum," kata Brigjen Agus dalam sambutannya.Selain itu, Karowabprof juga menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum.Sementara, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri, Kombes Pol. Dhani Kristianto dalam sambutannya mengungkapkan, sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada SKKNI, Standar Internasional (SI), dan/atau SK3. Sertifikasi kompetensi memiliki tujuan sebagai berikut;1. Mengukur kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan harus didokumentasikan dalam bentuk sertifikat kompetensi.2. Memberikan jaminan kepada personil dalam melaksanakan tugasnya sehingga layak memiliki dokumen yang menunjukkan kemampuan bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas sesuai kompetensinya pada fungsi akreditor Propam Polri dalam rangka menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang dan universal."Sertifikasi Polri ini mendukung penuh pelaksanaan Program Prioritas Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yaitu peningkatan kinerja penegakan hukum, pada kegiatan proses penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, dengan aksi meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akreditor Propam Polri melalui sertifikasi kompetensi," ucapnya.Perlu diketahui, hasil dari giat sertifikasi kompetensi ini adalah membentuk kapasitas dan karakter SDM Akreditor Propam Polri yang kompeten, profesional, proporsional, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan penilaian standar profesi Polri, dan proses penegakan kode etik profesi Polri serta mendukung dalam pelaksanaan sidang KKEP. Dengan demikian, akreditor yang kompeten dan professional tersebut akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya dalam mengawal penegakan Kode Etik Profesi Polri. (PNO-12)
23 Jul 2024, 18:08 WIT
Bripka Safrijal Ajak SD Al Hilaal Namae dan SD Negeri Pasir Putih Mengolah Sampah Plastik
Papuanewsonline.com, Manipa - Guna mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat, Bhabinkamtibmas desa Luhutuban, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Bripka Safrijal kembali mengajak, para pelajar di SD Al Hilal, Dusun Namae, dan SD Negeri Dusun Pasir Putih, Desa Luhutuban, Kecamatan Manipa, untuk bagaimana cara mengolah sampah plastik menjadi bantal ramah lingkungan (ecopilow).Anggota Polsek Manipa itu mengedukasi anak-anak agar mewujudkan lingkungan yang bersih dan pantai bebas dari sampah plastik. Bripka Safrijal mengatakan, bantal ramah lingkungan, atau ecopillow adalah salah satu cara untuk dapat mengurangi sampah plastik sachet, multilayer yang semakin banyak berserakah di sekitar kita. Itu dikarenakan sampah plastik jenis sachet butuh waktu 80 sampai 100 tahun untuk dapat terurai bahkan bisa sampai 200 tahun. "Untuk itu kita bisa memberikan kontribusi kita untuk ikut mengurangi sampah plastik jenis ini. Kita bisa membuat ecopilow dirumah kita sendiri,"jelas Safrijal Senin (22/7/2024)."Cuci bersih dan keringkan semua jenis sampah plastik sachet. Setelah sampah dikeringkan, maka sampah plastik akan digunting kecil-kecil. Siapkan plastik bening sebagai pembungkus dari semua plastik yang telah digunting. Jahit plastik bening dengan menggunakan ukuran bantal sofa. Dan sisakan satu sisi kosong untuk mengisi semua plastik yg telah digunting. Satu sisi kosong bisa di tambahkan resleting agar mudah dibuka dan ditutup. Dipastikan dalam satu bantal ecopillow di isi agak padat, biar nyaman dan empuk kita digunakan,"beber Rijal sapaan akrabnya.Menurut Bhabin, cara ini merupakan satu contoh dari sekian banyak cara untuk menekan atau mengolah sampah dengan baik sehingga kelestarian lingkungan terutama di daerah pesisir bisa ditekan sehingga lingkungan terjaga dalam jangka panjang Apalagi kita yang hidup di pesisir pantai wilayah hukum Polsek Manipa."Kalau bukan Kita masyarakat Manipa lalu siapa lagi yang bisa buat Manipa indah Manipa bersih. Untuk itu harus tetap patuh terhadap guru di Sekolah dan org tua di rumah.Tidak menyebarkan berita atau mengakses video yang negatif,rajin belajar dan tidak membolos,"pesan Polisi itu kepada pelajar dan anak-anak. (PNO-12)
23 Jul 2024, 17:46 WIT
Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II T.A. 2024 Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II Tahun Anggaran 2024 di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua pada Senin (22/07).Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius D. Fakhiri, dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, serta beberapa pejabat utama Polda Papua dan pengurus Bhayangkari Daerah Papua.Dalam upacara tersebut, sebanyak 650 orang siswa asal pengiriman Polda Papua akan menjalani pendidikan di SPN Jayapura selama lima bulan. Amanat dari Kalemdiklat Polri, Komjen. Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolda Papua, mengucapkan selamat kepada para peserta didik atas keberhasilan mereka lolos seleksi dan terpilih menjadi peserta dalam program pendidikan ini."Selamat datang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa, dan dilatih selama lima bulan ke depan untuk menjadi insan bhayangkara yang profesional, bermoral, serta memiliki mental dan integritas yang baik," ujar Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Selama proses pendidikan, para peserta didik akan dibentuk menjadi individu yang memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya, serta memiliki karakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan jasmani untuk memastikan kualitas fisik yang prima."Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tambah Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Kapolda Papua juga menekankan pentingnya sikap disiplin, semangat, dan motivasi tinggi selama menjalani pendidikan. Para peserta didik diharapkan dapat mengikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan dari para gadik, instruktur, dan pengasuh dengan baik."Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh, dan seluruh unsur pelaksana pendidikan. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar," kata Kapolda Papua.Di akhir amanatnya, Kapolda Papua mengucapkan selamat menempuh pendidikan kepada seluruh peserta didik dan berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan selamat, baik, dan lancar. Upacara pembukaan ini menjadi langkah awal bagi para calon anggota Polri untuk menjalani proses pendidikan yang akan membentuk mereka menjadi insan bhayangkara yang siap melayani dan melindungi masyarakat. (PNO-12)
23 Jul 2024, 10:26 WIT
Kisah Catar Akpol Jovanka Alfaudi Santri Yang Mahir Berbahasa Arab Dan Spanyol
Papuanewsonline.com, Jawa Barat Salah satu Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2024, Jovanka Alfaudi alias Jovan (19) berangkat dari kalangan santri. Jovan mahir berbahasa Arab hingga Spanyol hasil dari bahasa sehari-hari yang dipakai saat 4 tahun mondok di Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.Jovan yang berasal dari pengiriman Polda Metro Jaya, bukan dari keluarga kaya. Ayahnya, Wahludi asli Pemalang, Jateng adalah pensiunan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), sementara ibunya Dina Sumartini asli Magelang, Jateng, adalah ibu rumah tangga. Jovan asli Jakarta Utara, lahir 16 Oktober 2004. Semangatnya menjadi taruna, selain dorongan dari orangtua hingga para kyai dan ustaz di pesantrennya, juga berangkat dari kakak pertamanya yakni Dimas ALS, jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 2016 yang kini berdinas di Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur. “Motivasi saya jadi seorang polisi, pertama abang saya dan keluarga. Kami dari keluarga biasa, abang saya mendaftar jadi Taruna Akmil pada tahun 2012, tidak ada keluarga tentara atau polisi, cuma miliki keyakinan dan semangat yang luar biasa. Abang saya selalu mengajarkan saya, bahwa keluarga kecil juga bisa meraih mimpi yaitu jadi seorang taruna,” cerita Jovan. Jovan tahu betul proses kakaknya yang transparan saat seleksi. Itu pula yang juga jadi semangatnya mendaftar di Polri. Dia juga yakin transparansi seleksi di Akpol itu. Ketika itu, dia seleksi dari administrasi, kesehatan, psikologi hingga jasmani. “Ketika jasmani walaupun di asrama TNI, abang saya tidak bisa melihat karena ketatnya penjagaan dari polisi. Itu sebagai bentuk transparansi tes polisi,” kisahnya. Jovan bercerita, pada tahun 2023 usai lulus mondok dari Ummul Quro Bogor, dia sempat mendaftar Bintara Polri. Namun gagal. Termasuk mendaftar Bintara TNI, juga gagal. Dia bercerita, gagalnya di persoalan kesehatan. Menjalani serangkaian operasi dan menjaga betul kesehatannya, termasuk mengikuti bimbingan belajar, Jovan tak patah arang hingga berhasil lolos Catar Akpol tingkat Polda Metro Jaya. Dia juga ditempa begitu keras oleh kakaknya yang Kopassus itu. “Mungkin bukan rezeki saya di Bintara Polri ataupun TNI. Abang saya melatih keras-keras untuk saya, karena kakak sayang pada adiknya, bukan karena adik kandung sendiri jadi santai-santai, malah keras luar biasa abang saya (melatih saya),” sambung alumni SD Cokroaminoto dan SMP Barunawati 2 Tanjung Priok itu. Dia bercerita, ketika hidup mondok di Ummul Quro Bogor, sempat tak betah di tahun pertama karena tak pernah mondok saat sekolah sebelumnya. Namun, rasa tak betah itu dia lawan, beradaptasi dengan lingkungan. Tahun ketiga dia jadi pengurus pondok, dan bertugas jadi bagian keamanan di sana.Saat di pondok Ummul Quro itu, cerita Jovan, Bahasa Arab dan Bahasa Spanyol jadi bahasa sehari-hari yang digunakan. Di sana juga tentunya diajarkan adab, ilmu dan hafalan. “Ustaz dan kyai saya berpesan, adab di atas ilmu, kami diajarkan sopan santun kepada guru, orang lain tentu orangtua. Sehingga kami tahu harus menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Alhamdulillah berkat doa restu orangtua, ustaz, kyai, guru-guru saya di SD, SMP, orang-orang yang saya temui, saya bisa berdiri di sini di seleksi tingkat pusat Akpol. Saya berdiri di sini karena doa-doa mereka. Semoga rezeki saya di Taruna Akpol 2024,” tandasnya. PNO-11
23 Jul 2024, 10:16 WIT
Barbalin Naomi Kubewa,Menjadi Satu-satunya Calon Taruni Akpol Yang Mewakili Polda Papua Barat
Papuanewsonline.com, Papua Barat - Putri dari suku Oburauw, Barbalin Naomi Kubewa menjadi satu-satunya calon Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang mewakili dari Polda Papua Barat di proses seleksi tingkat panitia pusat. Mantan pasukan pengibar bendera ini ingin membuktikan perempuan dari Papua mampu mengabdi kepada negeri lewat Polri. Barbalin atau yang akrab disapa Lin merupakan gadis kelahiran Jayapura 22 Mei 2005. Dia merupakan keturunan dari campuran dua suku di Indonesia. Ayahnya asli suku Oburauw dan ibunya suku Sunda. "Saya merupakan gadis dari dua suku berbeda. Bapak saya suku di Papua, Oburauw. Ibu saya suku dari Jawa tepatnya Sunda," kata Lin. Dia besar di Papua Barat, sejak kecil dia cukup rajin hingga ketika bersekolah di SMA N 2 Kaimana, dia ditunjuk menjadi pemegang baki Bendera Merah Putih di tingkat Provinsi Papua Barat pada HUT RI ke-77 tahun 2022. Dia sangat bangga karena menjadi orang pertama yang mewakili sekolahnya menjadi Paskibra tingkat provinsi. Setahun sebelumnya dia juga menjadi Paskibra di tingkat daerah, Kaimana. "Motivasi saya ikuti tes Akademi Kepolisian, saya punya tekad besar mengabdi kepada nusa dan bangsa dan saya pilih Polri," tegasnya. Anak pertama dari lima bersaudara pasangan Royce Elizon Kubewa dan Ernawati Atmaja memang sudah bercita-cita menjadi polisi sejak kecil. Kemampuan akademis Dan fisik terus dia latih. Lin punya kemampuan bahasa Inggris yang sangat fasih. Bahkan dia juga punya prestasi bernyanyi dan menangkan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di daerahnya. Dia sudah berupaya keras untuk bisa melalui segala proses seleksi Catar Akpol tahun 2024."Saya ingin membuktikan bahwa calon Taruni Papua juga bisa, calon Taruni Papua juga mampu, khususnya dari Kabupaten saya, Kaimana," tegasnya. Lin merupakan salah satu dari 7 catar yang dikirim dari Polda Papua Barat dan satu-satunya Calon Taruni dari sana. Dia dan 491 Catat lainnya kini menjalani delesi tingkat panitia pusat dan terjadwal dengan agenda wawancara PSI dan PMK hingga hari Sabtu (20/7) besok. Sidang kelulusan tingkat panitia pusat akan digelar hari Senin 29 Juli 2024 mendatang. PNO-11
21 Jul 2024, 22:01 WIT
Turut Cerdaskan Generasi Penerus Bangsa, Satgas Yonif 762/VYS Jadi Gadik
Papuanewsonline.com, Maybrat - Personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Papua Barat Daya Yonif 762/VYS Pos Aisyo menjadi Tenaga Pendidik (Gadik) di SD Inpres 13 Kampung Kumurkek, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 762/VYS, Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I dalam rilis tertulisnya di Distrik Aifat, Papua Barat Daya, Sabtu (19/07/2024).Dansatgas mengatakan bahwa sebelum berangkat penugasan personel Satgas Yonif 762/VYS sudah dibekali Sargal (Sarana Penggalangan) berupa buku bacaan dan tulis sehingga siap dalam memberikan materi keilmuan dan kemampuan dalam mengajar, dengan harapan semoga dapat meningkatkan motivasi anak-anak penerus bangsa yang berada di Papua Barat Daya dalam meraih cita-cita."Selain melaksanakan tugas pokok di daerah penugasan kami juga terjun ke lapangan dalam dunia pendidikan menjadi Gadik bagi sejumlah siswa-siswi yang duduk di Sekolah Dasar di wilayah kami, adapun materi-materi yang diajarkan tentang pengetahuan umum seputar keragaman budaya di Indonesia, nama-nama pulau dan Bhinneka Tunggal Ika, Cara Membaca serta Pelatihan dasar PBB (Peraturan Baris Berbaris)" ujarnya.Letkol Inf Dwi Haryanto,S.Hub.Int.,M.H.I selaku Dansatgas Yonif 762/VYS melalui Danpos Aisyo Lettu Inf Aby Juniavian Kusuma,S.Tr.(Han) menyampaikan "Tujuan kami untuk meningkatkan semangat belajar dan evaluasi terhadap materi yang telah diberikan, personel Pos Aisyo memberikan quiz diakhir pelajaran kepada para siswa dan bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan, mendapatkan hadiah yang sebelumnya telah disiapkan oleh personel Pos Aisyo," ungkap Danpos.Sementara itu Willem Saa,S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Inpres 13 Kumurkek mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh personel Satgas Yonif 762/VYS Pos Aisyo yang telah memberikan materi kepada murid-murid dan menjadi tenaga pendidik. "Semoga murid-murid disini semakin senang dan bersemangat dalam belajar, dan terima kasih sudah memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan", ungkapnya. (PNO-12)
20 Jul 2024, 10:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru