Sejumlah Proyek Infrastruktur Mimika Tahun 2025 Dibatalkan, Dinas PUPR Lakukan Rasionalisasi
Keterlambatan Proses Lelang Menyebabkan Waktu Pelaksanaan Terbatas, Sejumlah Paket Pekerjaan Fisik di Wilayah Pegunungan dan Pesisir Tidak Dapat Direalisasikan
Papuanewsonline.com - 31 Des 2025, 03:18 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika – Sejumlah proyek infrastruktur yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika pada tahun anggaran 2025 terpaksa dirasionalisasi. Kebijakan tersebut diambil akibat keterlambatan proses lelang yang berdampak langsung pada terbatasnya waktu pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi,
menyampaikan bahwa instansinya mengelola anggaran lebih dari Rp600 miliar. Dari
jumlah tersebut, sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai dan
pekerjaan fisik, namun tidak seluruhnya dapat direalisasikan sesuai rencana
akibat hambatan administrasi.
“Kita mengelola anggaran lebih dari Rp600 miliar, dengan
Rp500 miliar untuk belanja pegawai dan pekerjaan fisik, tapi keterlambatan
lelang membuat beberapa proyek tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.
Yoga menjelaskan bahwa keterlambatan proses lelang berdampak
pada efektivitas waktu pelaksanaan di lapangan. Kondisi tersebut membuat
beberapa paket kegiatan harus dibatalkan atau dirasionalisasi karena tidak
memungkinkan untuk dikerjakan secara optimal hingga akhir tahun anggaran.
Sejumlah proyek yang terdampak rasionalisasi antara lain
pembangunan dan perbaikan jembatan di wilayah pegunungan dan kawasan pesisir
Mimika. Selain itu, terdapat pula pekerjaan fisik yang terpaksa dipending
karena dokumen perencanaan belum tersedia secara lengkap.
Tidak hanya proyek infrastruktur dasar, pembangunan Kantor
Dinas PUPR serta Kantor Imigrasi dengan nilai anggaran sekitar Rp100 miliar
juga tidak dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun ini. Keterbatasan waktu
pelaksanaan menjadi faktor utama tidak optimalnya progres pembangunan tersebut.
Dalam kondisi tersebut, Dinas PUPR Mimika mengakui terdapat
sejumlah anggaran dari paket-paket pekerjaan yang tidak terserap. Hal ini
menjadi catatan penting dalam evaluasi pengelolaan anggaran infrastruktur
daerah.
“Kami berharap tahun depan proses lelang bisa dipercepat
agar semua proyek bisa berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya.
Penulis: Jid
Editor: GF