TPNPB Desak Evakuasi Pengungsi Sipil, Klaim Pendoropan Pasukan dan Logistik Perang di Yahukimo
Peringatan disampaikan kepada lembaga-lembaga HAM internasional menyusul laporan peningkatan aktivitas militer di sejumlah wilayah yang disebut sebagai zona konflik bersenjata
Papuanewsonline.com - 18 Des 2025, 22:37 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melaporkan adanya pendoropan pasukan dan logistik perang oleh aparat militer Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aktivitas tersebut disebut berlangsung di Bandar Udara Nop Goliath Dekai pada Kamis (18/12/2025).
Menurut laporan Pusat Informasi dan Strategis (PIS) TPNPB, satu unit pesawat Hercules milik militer Indonesia mendarat dan menurunkan ratusan personel bersenjata beserta perlengkapan tempur. Pendoropan itu juga disertai dengan distribusi logistik perang ke sejumlah pos dan markas militer di wilayah Yahukimo.

TPNPB mengklaim sebanyak 200 aparat militer Indonesia
diturunkan bersama logistik perang, termasuk dua unit kendaraan taktis anti
peluru. Seluruh kekuatan tersebut disebut telah disebar ke berbagai markas
militer Indonesia di wilayah Yahukimo, yang dinilai sebagai bagian dari
persiapan peningkatan operasi militer.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai situasi ini
berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan keselamatan warga sipil, khususnya
masyarakat yang saat ini mengungsi di hutan-hutan akibat konflik bersenjata
yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Papua.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada lembaga-lembaga kemanusiaan secara global agar segera mengevakuasi seluruh korban sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di Yahukimo, Nduga, Intan Jaya, Maybrat, Pegunungan Bintang dan daerah zona merah lainya yang sedang mengungsi di hutan-hutan,” kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dalam siaran persnya.

Selain imbauan kepada lembaga kemanusiaan internasional, TPNPB juga menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menghentikan operasi militer dan penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo.
Penulis: Hendrik
Editor: GF