logo-website
Minggu, 11 Jan 2026,  WIT

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab atas Pembakaran Sekolah di Dekai

Aksi pembakaran gedung pendidikan di Distrik Dekai diakui dilakukan oleh pasukan TPNPB sebagai bentuk peringatan terhadap aktivitas aparat keamanan di lingkungan sekolah

Papuanewsonline.com - 10 Jan 2026, 20:44 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak bangunan Sekolah Dasar YPK Metanoia di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang hangus terbakar pascakejadian pembakaran pada Rabu (7/1/2026).

Papuanewsonline.com, Yahukimo — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengakui telah melakukan pembakaran Gedung Sekolah Dasar YPK Metanoia yang berlokasi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Januari 2026 dan diklaim sebagai bagian dari operasi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.


Pengakuan itu disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa pembakaran dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon HSSBI, yang bergabung dengan pasukan Kompi Busah serta unsur dari Wehube dan Sebemuk.

Masih dalam siaran pers tersebut, disebutkan bahwa aksi pembakaran dilakukan atas perintah Komandan Batalyon HSSBI, Enos M Yoal, bersama Komandan Operasi Kompi Busah, Maleoh Bahapol. Pembakaran gedung sekolah itu diklaim sebagai bagian dari keputusan komando dalam rangkaian operasi yang dijalankan kelompok tersebut.


Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak, menyatakan bahwa tindakan pembakaran dilakukan sebagai peringatan keras kepada aparat militer Indonesia. Ia menyebut sekolah tersebut pernah dijadikan tempat singgah oleh aparat keamanan, sehingga dianggap melanggar klaim mereka atas netralitas fasilitas pendidikan.

Enos M Yoal menjelaskan bahwa sebelum pembakaran terjadi, pasukan TPNPB terlebih dahulu melaksanakan prosesi pemakaman terhadap prajurit mereka, almarhum Jendelas Bahapol, secara kemiliteran sesuai versi TPNPB. Prosesi tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum operasi dilakukan.

Setelah prosesi pemakaman selesai, pasukan TPNPB mengklaim melakukan penyisiran di sekitar lokasi sekolah. Namun, karena tidak menemukan keberadaan aparat militer Indonesia di lokasi tersebut, mereka kemudian melakukan pembakaran terhadap gedung sekolah.

Selain mengakui aksi pembakaran, TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga menyampaikan peringatan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan penangkapan maupun penembakan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata.

TPNPB menegaskan bahwa apabila aparat keamanan ingin melakukan pengejaran terhadap kelompok mereka, maka hal tersebut diminta dilakukan langsung ke markas TPNPB. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari sikap terbuka mereka terhadap konfrontasi langsung, sebagaimana tercantum dalam siaran pers yang dirilis.


Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE