WASPADA! TPNPB Siap Hadapi Pengiriman Pasukan Militer Indonesia ke Yahukimo
TPNPB Tegaskan Kesiapan Menghadapi Pengiriman Militer di Yahukimo dan Duka Mendalam atas Kepergian Prajurit Lea Sobolim
Papuanewsonline.com - 23 Des 2025, 18:07 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan penting mengenai langkah militer Indonesia yang semakin intensif di wilayah Yahukimo, Papua. Menurut laporan dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, militer Indonesia telah melakukan pengiriman logistik dan kendaraan taktis (rantis) dengan menggunakan pesawat Hercules milik Angkatan Udara Indonesia, yang mendarat di Bandar Udara Nop Goliath Dekai, Yahukimo. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut.
Pendoropan logistik ini turut disertai dengan operasi udara
menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi dengan granat, yang terus
dilakukan ke seluruh wilayah Yahukimo. TPNPB, dalam hal ini, menyatakan
kesiapan penuh untuk melakukan perlawanan jika aparat militer Indonesia masuk
lebih jauh ke wilayah markas mereka. Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yang
kini berada dalam status siaga penuh, mengingatkan agar aparat militer dan
warga sipil tidak memasuki wilayah yang telah dikendalikan oleh pasukan TPNPB.
Sebby Sambom, Jubir Komnas TPNPB, menegaskan bahwa pasukan TPNPB yang terdiri dari Batalyon HSSBY siap melaksanakan operasi dan perlawanan terhadap militer Indonesia jika mereka memasuki markas utama TPNPB. Pasukan yang tersebar di sekitar Kota Dekai telah memperketat keamanan dan mengimbau warga untuk menghindari wilayah zona merah yang kini berada di bawah kendali penuh TPNPB.
Di tengah eskalasi ketegangan tersebut, TPNPB juga mengumumkan duka nasional atas gugurnya Lea Sobolim, salah seorang prajurit aktif TPNPB dari Batalyon Sisiba, yang meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Lea Sobolim tertembak pada 13 Desember 2025 saat terlibat dalam pertempuran sengit melawan aparat militer Indonesia. Ia meninggal dunia pada 21 Desember setelah berjuang melawan luka yang dideritanya, khususnya tembakan di bagian paha.

Prajurit Lea Sobolim telah dimakamkan dengan penghormatan
militer di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada 22 Desember 2025 dini hari.
Brigjen Elkius Kobak mengimbau seluruh pasukan TPNPB untuk tetap waspada dan
meningkatkan patroli, terutama di sekitar Kota Dekai, guna menjaga ketertiban
dan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi potensi ancaman lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi, TPNPB juga menegaskan bahwa meski
militer Indonesia melakukan pengiriman pasukan ke Yahukimo, hal ini tidak akan
melemahkan semangat perjuangan mereka. TPNPB tetap teguh pada komitmen untuk
melawan segala bentuk ancaman yang datang dari pasukan militer Indonesia. TPNPB
mengingatkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, serta Panglima TNI Agus
Subiyanto dan Pangdam XVII Cenderawasih bahwa mereka siap menghadapi setiap
tantangan yang ada di medan perang.
Pemberitahuan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat
internasional bahwa situasi di Yahukimo tetap menjadi isu yang memerlukan
perhatian serius. Pasukan TPNPB menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan
kedaulatan dan hak-hak masyarakat setempat, serta menuntut agar penghormatan
terhadap prinsip kemanusiaan dijaga dalam setiap tindakan yang diambil oleh
pihak militer.
Penulis: Hendrik
Editor: GF