logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

WASPADA! TPNPB Siap Hadapi Pengiriman Pasukan Militer Indonesia ke Yahukimo

TPNPB Tegaskan Kesiapan Menghadapi Pengiriman Militer di Yahukimo dan Duka Mendalam atas Kepergian Prajurit Lea Sobolim

Papuanewsonline.com - 23 Des 2025, 18:07 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pasukan TPNPB.

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan penting mengenai langkah militer Indonesia yang semakin intensif di wilayah Yahukimo, Papua. Menurut laporan dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, militer Indonesia telah melakukan pengiriman logistik dan kendaraan taktis (rantis) dengan menggunakan pesawat Hercules milik Angkatan Udara Indonesia, yang mendarat di Bandar Udara Nop Goliath Dekai, Yahukimo. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan yang sudah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Pendoropan logistik ini turut disertai dengan operasi udara menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi dengan granat, yang terus dilakukan ke seluruh wilayah Yahukimo. TPNPB, dalam hal ini, menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan perlawanan jika aparat militer Indonesia masuk lebih jauh ke wilayah markas mereka. Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yang kini berada dalam status siaga penuh, mengingatkan agar aparat militer dan warga sipil tidak memasuki wilayah yang telah dikendalikan oleh pasukan TPNPB.

Sebby Sambom, Jubir Komnas TPNPB, menegaskan bahwa pasukan TPNPB yang terdiri dari Batalyon HSSBY siap melaksanakan operasi dan perlawanan terhadap militer Indonesia jika mereka memasuki markas utama TPNPB. Pasukan yang tersebar di sekitar Kota Dekai telah memperketat keamanan dan mengimbau warga untuk menghindari wilayah zona merah yang kini berada di bawah kendali penuh TPNPB.


Di tengah eskalasi ketegangan tersebut, TPNPB juga mengumumkan duka nasional atas gugurnya Lea Sobolim, salah seorang prajurit aktif TPNPB dari Batalyon Sisiba, yang meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Lea Sobolim tertembak pada 13 Desember 2025 saat terlibat dalam pertempuran sengit melawan aparat militer Indonesia. Ia meninggal dunia pada 21 Desember setelah berjuang melawan luka yang dideritanya, khususnya tembakan di bagian paha.


Prajurit Lea Sobolim telah dimakamkan dengan penghormatan militer di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada 22 Desember 2025 dini hari. Brigjen Elkius Kobak mengimbau seluruh pasukan TPNPB untuk tetap waspada dan meningkatkan patroli, terutama di sekitar Kota Dekai, guna menjaga ketertiban dan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi potensi ancaman lebih lanjut.

Dalam pernyataan resmi, TPNPB juga menegaskan bahwa meski militer Indonesia melakukan pengiriman pasukan ke Yahukimo, hal ini tidak akan melemahkan semangat perjuangan mereka. TPNPB tetap teguh pada komitmen untuk melawan segala bentuk ancaman yang datang dari pasukan militer Indonesia. TPNPB mengingatkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, serta Panglima TNI Agus Subiyanto dan Pangdam XVII Cenderawasih bahwa mereka siap menghadapi setiap tantangan yang ada di medan perang.

Pemberitahuan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat internasional bahwa situasi di Yahukimo tetap menjadi isu yang memerlukan perhatian serius. Pasukan TPNPB menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan kedaulatan dan hak-hak masyarakat setempat, serta menuntut agar penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan dijaga dalam setiap tindakan yang diambil oleh pihak militer.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE